BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.3 Identifikasi Manfaat Sistem Pelayanan Santunan Online
Tahapan pertama yang dilakukan untuk mengetahui manfaat bisnis Sistem Pelayanan Santunan Online adalah melakukan focus group discussion (FGD) bersama Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kepala Urusan Administrasi Santunan Divisi Pencegahan dan Pelayanan, dan Kepala Seksi Pembinaan Santunan. Metode ini dilakukan untuk mengidentifikasi manfaat dari Sistem Pelayanan Santunan Online dengan menggunakan Tabel Manfaat SI/TI Generik. Hasil dari FGD tersebut diperoleh sembilan kategori manfaat dan 25 sub kategori yang relevan, dimana terdapat 22 sub kategori manfaat yang relevan dan signifikan dari implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online (Lampiran 2). Hasil identifikasi manfaat yang relevan dapat dilihat dari Tabel 4.3.
Untuk mengkaji manfaat investasi Sistem Pelayanan Santunan Online, analisis yang dilakukan adalah terhadap manfaat-manfaat yang relevan dan signifikan. Untuk menganalisis manfaat-manfaat tersebut, terlebih dahulu melakukan pengelompokan manfaat agar tidak terjadi penghitungan berulang terhadap manfaat yang sama jika hendak mengkuantifikasi manfaat-manfaat tersebut. Jasa Raharja adalah perusahaan asuransi sosial yang berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh sebab itu, sebagai BUMN, Jasa Raharja dituntut untuk menghasilkan pendapatan yang tinggi, di samping itu, sebagai asuransi sosial maka Jasa Raharja dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Berdasarkan fakta tersebut, manfaat investasi Sistem Pelayanan Santunan Online akan dikaji melalui dua pendekatan. Pendekatan pertama yaitu menggunakan System Dynamics yang bertujuan untuk mengelompokkan manfaat bisnis Sistem Pelayanan Santunan Online yang bedampak langsung terhadap peningkatan keuntungan Jasa Raharja melalui pengurangan biaya. Pada penelitian ini, kajian manfaat investasi Sistem Pelayanan Santunan Online hanya sampai kepada metrik TI penghitungan manfaat, tidak sampai kepada besarnya nilai manfaat dari hasil kuantifikasi. Metode System Dynamics hanya pada pembentukan Causal Loop Diagram untuk mengetahui keterkaitan antara manfaat yang berdampak kepada peningkatan keuntungan bagi organisasi. Pendekatan yang kedua yaitu dengan menggunakan Kerangka Pikir Kesejahteraan Digital yang bertujuan untuk memperoleh manfaat yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan keuntungan bagi Jasa Raharja, tetapi berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan negara. Hasil identifikasi manfaat bisnis SI/TI yang relevan dan signifikan akan dibandingkan dengan persebaran mafaat pada penelitian (Prima, 2014). Hasil perbandingannya dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.3 Manfaat Sistem Pelayanan Santunan yang Relevan
Kategori Sub Kategori Kode
R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
1. Mengurangi / Menekan biaya
(dari) 1. biaya perjalanan RCO-02 Y Y
Kunjungan staf TI Kantor Pusat ke Kantor Cabang, Kantor Perwakilan, dan Kantor Pelayanan sangat berkurang drastis karena tidak ada lagi server di lokasi-lokasi tersebut.
2. biaya distribusi RCO-06 Y Y Pengiriman laporan dari Kantor Cabang ke Kantor Pusat sudah tidak perlu dilakukan lagi.
3. biaya cetak dokumen dan
ATK RCO-10 Y Y
Biaya untuk mencetak dokumen dapat dikurangi. Laporan kegiatan pelayanan santunan tidak perlu dicetak lagi karena sudah menggunakan sistem online.
4. biaya Inventori /
penyimpanan RCO-14 Y T
Implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online mengurangi penggunaan kertas untuk laporan sehingga penggunaan tempat penyimpanan semakin berkurang. Akan tetapi, pengurangan
Kategori Sub Kategori Kode R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
biaya penyimpanan tidak signifikan. 2. Meningkatkan produktivitas
(karena disebabkan oleh)
5. kemudahan analisis IPR-03 Y Y
Implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online menghasilkan laporan skala nasional untuk kegiatan pembayaran santunan sehingga mempermudah dan mempercepat analisis, misalnya analisis mengenai rasio perbandingan antara jumah klaim yang dibayarkan dengan jumlah pendapatan dan dapat dibandingkan dengan priode yang sama pada tahun yang lalu.
3. Mempercepat proses (dari)
6. proses pembuatan laporan APR-03 Y Y
Dengan sistem online, data sudah terpusat sehingga proses pembuatan laporan dapat dilakukan saat itu juga dengan waktu yang cepat.
7. proses persiapan data APR-04 Y Y Karena sudah menggunaan sistem onine maka data nasional sudah tersedia di pusat data dan kapan saja dapat digunakan. 8. proses pemeriksaan
permohonan APR-05 Y Y
Permohonan dalam hal ini pengajuan pembayaran santunan dapat diperiksa kapan saja dan dimana saja.
Kategori Sub Kategori Kode R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
9. proses transaksi APR-07 Y Y
Proses transaksi pembayaran santunan dapat dilakukan lebih cepat karena aplikasi pelayanan dan keuangan sudah menggunakan sistem online.
10. proses pengambilan
keputusan APR-08 Y Y
Proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat karena sudah menggunakan sistem online.
4. Mengurangi resiko (dari)
11. kehilangan penyimpanan RRI-03 Y T
Dengan sistem desentralisasi maka penyimpanan data tersebar di seluruh wilayah kerja sehingga risiko kehingan penyimpanan data sangat tinggi. Dengan sistem online dan terpusat,
pengurangan risiko kehilangan penyimpanan tidak signifikan karena risiko kehilangan penyimpanan data dapat dihindari dengan menyiapkan penyimpanan di pusat data dan pusat pemulihan bencana.
12. kehilangan data RRI-05 Y T Dengan sistem desentralisasi maka data tersebar di seluruh wilayah kerja tanpa ada prosedur penyimpanan data yang baku
Kategori Sub Kategori Kode R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
sehingga risiko kehilangan data sangat tinggi. Dengan sistem
online dan terpusat, penguranganrisiko kehilangan data tidak
signifikan. Risiko kehilangan data dapat dihindari dengan menyiapkan pusat data dan pusat pemulihan bencana. 13. kesalahan data RRI-06 Y Y Dengan sistem yang sudah terintegrasi, kesalahan data dapat
berkurang.
14. pemalsuan RRI-09 Y Y Implementasi sistem pelayanan santunan online dapat mengurangi risiko pemalsuan karena data sudah terintegrasi
15. penipuan / kecurangan
administrasi RRI-10 Y Y
Implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online dapat mengurangi kecurangan karena aplikasi pelayanan dan keuangan sudah terintegrasi sehingga tidak terjadi lagi pembayaran santunan berulang.
5. Meningkatkan keakuratan
(dari) 16. analisis IAC-02 Y Y Analisis akan menjadi akurat karena data yang akurat dan terintegrasi.
Kategori Sub Kategori Kode R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
17. Data IAC-03 Y Y Data menjadi lebih akurat karena sistem telah terintegrasi. 18. keputusan IAC-05 Y Y Keputusan yang akurat dihasilkan oleh data-data yang akurat.. 6. Meningkatkan layanan
eksternal (dari) 19. mengetahui masalah
pelanggan IES-02 Y Y
Implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online dapat
memeriksa rekapitulasi kecepatan pembayaran santunan secara nasional dengan cepat.
20. penambahan cabang /
layanan IES-03 Y Y
Implementasi Sistem Pelayanan Santunan Online terkait dengan penambahan cabang / layanan dengan mudah.
21. kepuasan pelanggan IES-05 Y Y Dengan Sistem Pelayanan Santunan Online maka kecepatan pelayanan semakin baik.
7. Meningkatkan citra
(disebabkan oleh) 22. meningkatkan mutu layanan IIM-01 Y Y Dengan pelayanan yang baik maka citra perusahaan akan semakin baik.
8. Meningkatkan kualitas (dari)
23. hasil kerja IQU-02 Y Y Implementasi sistem online dapat meningkatkan kualitas hasil kerja karena bekerja dengan sistem online.
Kategori Sub Kategori Kode R elevan (Y /T) Signifikan ( Y/T) Penjelasan
24. Layanan IQU-03 Y Y Dengan sistem online, kecepatan proses pelayanan santunan semakin cepat.
9. Menghindari biaya (dari)
25. biaya pemeliharaan ACO-02 Y Y
Implementasi sistem online dapat menghindari biaya pemeliharaan server karena tidak ada lagi server di Kantor Cabang, Perwakilan, dan Kantor Pelayanan.
Tabel 4.4 Perbandingan Manfaat Investasi terhadap Penelitian
Kategori Sub Kategori Kode Industri Proyek
1. Mengurangi / Menekan biaya (dari)
1. biaya perjalanan RCO-02 3 2 2. biaya distribusi RCO-06 1 2 3. biaya cetak dokumen dan
ATK RCO-10 4 2
2. Meningkatkan produktivitas (karena disebabkan oleh)
4. kemudahan analisis IPR-03 4 3
3. Mempercepat proses (dari)
5. proses pembuatan laporan APR-03 6 5 6. proses persiapan data APR-04 5 3 7. proses pemeriksaan
permohonan APR-05 3 0
8. proses transaksi APR-07 5 3 9. proses pengambilan
keputusan APR-08 4 1
4. Mengurangi resiko (dari)
10. kehilangan data RRI-03 2 1
11. pemalsuan RRI-09 1 0 12. penipuan / kecurangan administrasi RRI-10 2 3 5. Meningkatkan keakuratan (dari) 13. Analisis IAC-02 3 2 14. Data IAC-03 2 5 15. Keputusan IAC-05 2 1 6. Meningkatkan layanan eksternal (dari) 16. mengetahui masalah pelanggan IES-02 1 2
Kategori Sub Kategori Kode Industri Proyek layanan
18. kepuasan pelanggan IES-05 5 4 7. Meningkatkan citra
(disebabkan oleh) 19. meningkatkan mutu layanan IIM-01 4 3 8. Meningkatkan kualitas
(dari)
20. hasil kerja IQU-02 1 3
21. layanan IQU-03 4 3
9. Menghindari biaya
(dari) 22. biaya pemeliharaan ACO-02 4 4
Sumber: diolah dari Tabel 4.1, Tabel 4.2, dan Tabel 4.3
Kolom Industri dan Proyek adalah menunjukkan jumlah kasus pada penelitian (Prima, 2014). Bila dilihat dari Tabel 4.4, untuk sektor industri, manfaat APR-03 yang paling banyak diperoleh (6 kasus), selanjutnya manfaat APR-04 dan APR-07 (5 kasus), dan selanjutnya manfaat RCO-10, IPR-03, APR-08 (4 kasus). Untuk jenis proyek, manfaat APR-03 dan IAC-03 paling banyak diperoleh (5 kasus), yang kedua adalah manfaat IES-05 dan ACO-02 (4 kasus), sedangkan APR-05, RRI-09, dan IES-03 tidak terdapat pada kasus yang dikaji dalam penelitian Prima (2014) sehingga dapat ditambahkan kedalam daftar persebaran manfaat kategori proyek SI/TI.