• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Sistem Operasi Pada Jaringan

Dalam dokumen Modul Pendalaman TKJ Pra Uji Komp (Halaman 70-78)

Judul Unit : Merancang Pengalamatan Jaringan A Tujuan Pembelajaran :

Materi 1. Mengidentifikasi Sistem Operasi Pada Jaringan 1.1 Klasifikasi Sistem Operas

1.2. Identifikasi Sistem Operasi Pada Jaringan

Untuk mengidentifikasi jenis dari sistem operasi yang digunakan oleh komputer – komputer di jaringan, dapat dilihat dari tampilan desktop pada komputer tersebut. Setiap tampilan desktop memang dapat diubah gambar atau tampilannya sesuai dengan keinginan masing – masing operator atau pengguna komputer tersebut, namun secara umum setiap sistem operasi dapat diidentifikasi dari ciri – ciri tampilan desktop yang khas dan dapat dibedakan antara satu sistem operasi dengan sistem operasi yang lain. Berikut adalah contoh dari beberapa gambar tampilan desktop untuk sistem operasi yang digunakan pada komputer di jaringan, yaitu Windows 7, Windows 8 atau 10, Linux dan Mac OS :

Gambar 1.1. Contoh tampilan desktop sistem operasi Windows 7

Gambar berikutnya adalah contoh tampilan start menu dari sistem operasi Windows 8 atau Windows 10 :

70

Gambar 1.2. Start menu sistem operasi Windows 8 atau Windows 10

Gambar berikutnya adalah contoh tampilan desktop dari sistem operasi Windows Server 2008 :

Gambar 1.3. Contoh tampilan desktop sistem operasi Windows 2008 R2

Sedangkan gambar berikut ini adalah contoh tampilan GUI dari sistem operasi linux untuk distro Debian dan Ubuntu :

71

Gambar 1.4. Contoh tampilan desktop sistem operasi linux Debian 8.0

Gambar 1.5. Contoh tampilan desktop sistem operasi linux Debian 8.0

Gambar yang terakhir berikut adalah contoh tampilan desktop dari sistem operasi Mac OS X :

72

Gambar 1.6. Contoh tampilan desktop sistem operasi Mac OS X.

Selain melihat tampilan desktop, identifikasi tipe atau versi sistem operasi windows yang digunakan dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi winver pada command prompt. Command prompt dapat ditampilkan dengan mengetikkan instruksi cmd pada kolom search dengan mengklik start menu windows seperti gambar berikut :

Gambar 1.7. Instruksi cmd untuk menampilkan command prompt pada windows Berikut ini adalah contoh hasil instruksi winver pada sistem operasi windows :

73

Identifikasi jenis atau versi sistem operasi windows dapat juga dilakukan menggunakan fitur System yang terdapat pada Control Painel System And Security  System. Berikut ini adalah contoh tampilan dari fitur System :

Gambar 1.9. Hasil tampilan fitur System pada Control Panel Windows

Sedangkan identifikasi jenis atau distro sistem operasi linux dapat dilakukan dengan melihat file /etc/*release. Untuk melihat isi file tersebut daat digunakan instruksi cat. Gambar berikut ini adalah contoh tampilan dari hasil identifikasi sistem operasi linux :

Gambar 1.10. Hasil identifikasi sistem operasi linux. 1.3. Instalasi dan Konfigurasi Jaringan

Syarat utama agar sebuah komputer dapat saling terhubung dan berkomunikasi dengan komputer lain di jaringan adalah komputer tersebut harus memiliki perangkat adapter atau kartu jaringan baik berupa Ethernet Card atau wireless adapter. Untuk spesifikasi dan karakteristik dari perangkat adapter tersebut telah dibahas lebih mendalam di modul sebelumnya. Pada kegiatan pembelajaran kali ini akan dibahas tentang tahapan untuk instalasi dan konfigurasi jaringan pada sistem komputer.

1.3.1 Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Pada Sistem Operasi Windows

Tahap pertama dalam instalasi dan konfigurasi jaringan adalah dengan memastikan bahwa perangkat adapter jaringan telah dikenali oleh sistem operasi. Berikut ini adalah tampilan dari hasil pengenalan perangkat adapter jaringan pada sistem operasi Windows 7 yang terdapat pada fitur Network Connection :

74

Gambar 1.11. Daftar dari adapter jaringan ada sistem operasi Windows

Selain fitur Network Connection yang terdapat pada Control Panel, fitur Device Manager juga dapat digunakan untuk mengetahui perangkat adapter jaringan yang telah dikenali oleh Windows. Fitur Device Manager dapat ditampilkan dengan cara :

Klik Star Menu  Control Panel  Hardware And Sound  pilih link menu Device Manager, seperti gambar berikut :

Gambar 1.12. Menu fitur Device Manager

75

Gambar 1.13. Tampilan dari menu Device Manager

Pada gambar di atas, terlihat ada dua buah kartu adapter jaringan yaitu LAN Card (untuk jaringan kabel) dan Wireless network adapter (untuk jaringan nirkabel) dengan merk yang berbeda. Apabila perangkat kartu adapter jaringan telah terpasang dengan benar namun belum terlihat di Device Manager, maka dapat dipastikan bahwa perangkat adapter jaringan tersebut belum dikenali oleh sistem operasi dan belum dapat digunakan sesuai fungsinya. Untuk dapat mengenalkan kartu adapter tersebut ke sistem operasi, maka hal yang harus dilakukan adalah dengan menginstalasi software driver yang sesuai dengan spesifikasi jartu adapter tersebut. Pada umumnya sistem operasi windows telah menyediakan software driver yang standard untuk beberapa jenis kartu adapter tertentu dan akan secara otomatis terinstalasi bersamaan dengan proses instalasi Windows. Namun apabila kartu adapter tersebut belum dikenali maka harus dilakukan instalasi software driver yang benar – benar sesuai dengan merk dan tipe kartu adapter jaringan tersebut. Untuk mendapatkan software driver yang sesuai, maka perlu dilakukan identifikasi secara tepat terhadap spesifikasi kartu adapter jaringan tersebut. Apabila identifikasi telah dilakukan, langkah berikutnya adalah mencari driver untuk kartu adapter jaringan yang dapat diunduh dari laman resmi pabrikan kartu adapter jaringan tersebut sesuai merk dan tipenya. Setelah mendapatkan drivernya, maka langkah selanjutnya adalah menginstalasi software driver tersebut sehingga kartu adapter jaringan dapat dikenali dan siap digunakan. Setelah kartu adapter jaringan telah dikenali, maka tahap berikutnya adalah dengan mengkonfigurasi jaringan. Tahapan konfigurasi jaringan yang utama adalah dengan menseting alamat IP untuk komputer tersebut. Langkah – langkah dalam mengkonfigurasi pengalamatan IP ini akan dibahas lebih detail pada bab Aktifitas Pembelajaran.

76

1.3.2 Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Pada Sistem Operasi Linux

Tahapan instalasi dan konfigurasi jaringan pada sistem operasi Linux cukup berbeda dibandingkan dengan instalasi dan konfigurasi jaringan pada sistem operasi Windows. Pada sistem operasi Windows, semua langkah identifikasi, instalasi ataupun konfigurasi jaringan dilakukan secara GUI sehingga lebih memudahlan pengguna. Namun pada sistem operasi Linux, khususnya pada mode CLI, setiap langkah identifikasi ataupun konfigurasi harus dilakukan dengan mengetikkan instruksi pada command prompt sesuai dengan proses yang akan dijalankan. Meskipun dalam sistem operasi Linux dapat digunakan mode GUI, namun mengingat adanya perbedaan fitur ataupun menu dari setiap distro linux yang berbeda maka sangat disarankan bagi pengguna linux untuk menggunakan mode CLI yang merupakan instruksi standar untuk berbagai distro linux yang berbeda. Disamping itu linux dikatakan lebih handal apabila dioperasikan pada mode CLI untuk melakukan proses – proses konfigurasi dan administrasi jaringan. Langkah pertama dari instalasi dan konfigurasi jaringan adalah mengindentifikasi adapter jaringan. Langkah identifikasi adapter jaringan dapat dilakukan dengan instruksi mii-tool seperti contoh di bawah ini :

Gambar 1.14. Tampilan output instruksi mii-tool

Pada gambar di atas terlihat bahwa output dari instruksi menampilkan adanya satu adapter jaringan yang diidentifikasi sebagai eth0. Identifikasi perangkat adapter jaringan di sistem operasi linux dapat pula dilakukan dengan instruksi lshw, sebagaimana contoh gambar berikut ini :

Gambar 1.15. Instruksi mii-tool

Gambar berikut ini menunjukkan contoh identifikasi perangkat adapter jaringan menggunakan instruksi mii-tool. Pada output instruksi mii-tool tersebut terlihat informasi yang lebih mendetail tentang perangkat adapter jaringan yang terpasang.

77

Gambar 1.16. Tampilan output dari instruksi mii-tool

Pada umumnya, sistem operasi linux akan secara otomatis mengenali dan menginstalasi driver adapter jaringan secara otomatis bersamaan dengan proses instalasi linux tersebut. Namun apabila perangkat adapter tersebut belum di kenal dan tidak terlihat menggunakan instruksi mii-tool ataupun lshw, maka perlu dilakukan instalasi secara terpisah dengan prosedur sesuai dengan panduan yang dapat dilihat pada manual distro linux yang digunakan. Setelah adapter jaringan telah dikenali, maka langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi pengalamatan IP yang akan dibahas lebih rinci pada subbab Uraian Kerja.

Materi 2. Membagi Alamat Jaringan Pada Perangkat Jaringan

Dalam dokumen Modul Pendalaman TKJ Pra Uji Komp (Halaman 70-78)

Dokumen terkait