PENAJAMAN MODUL
PROGRAM KEAHLIAN GANDA
Paket Keahlian
Teknik Komputer dan Jaringan
Klaster I : Perencanaan Jaringan Komputer
Penulis Modul :
Drs. Supriyanto, M.T.
Drs. Wismanu Susetyo, M.T.
Siyamta, S.Pd., S.ST., M.T.
Farid Zuniawan, S.T.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Klaster 1 : Perencanaan Jaringan Komputer
Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kopetensi guru.
Pengembangan profesionalitas guru melalui program Keahlian ganda (KG) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kopetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2016. Hasil UKG menunjukan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan.
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Bidang Otomotif dan Elektronika Malang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai dengan bidangnya.
Klaster 1 : Perencanaan Jaringan Komputer
KATA PENGANTAR
... i
DAFTAR ISI
... ii
Klaster I : Perencanaan Jaringan Komputer
...
Error! Bookmark not defined.
J.611000.001.01 Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang Menggunakan Jaringan
J.611000.002.01 Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan Dengan Teknologi yang Sesuai
J.611000.003.02 Merancang Topologi Jaringan
J.611000.004.01 Merancang Pengalamatan Jaringan
3
Kode Unit : J.611000.001.01
Judul Unit : Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan dengan
Teknologi yang Sesuai
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah Mempelajari materi ini, peserta mampu: 1. Melakukan survei teknis
2. Membuat daftar kebutuhan teknis pengguna jaringan
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan dapat mencapai indikator sebagai berikut:
1. Daftar kebutuhan pengguna telah ditentukan. 2. Informasi yang dibutuhkan ditentukan.
3. Dokumen survei teknis dirancang.
4. Tabel untuk merangkum hasil survei teknis telah dipersiapkan. 5. Kebutuhan teknis pengguna yang menggunakan jaringan dibuat. 6. Daftar jumlah kebutuhan pengguna dibuat.
C. Uraian Materi
4
meliputi PC, komputer-komputer Mac, Unix, perangkat-perangkat keras LAN dan WAN (router, switches, dan lain sebagainya), printer, modem dan aplikasi serta sistem software (Novell, Microsoft Windows NT, Unix) yang bekerja padanya
1.
Melakukan Survey Teknis
a. Identifikasi Dokumen Standar dan Informasi User
Dalam suatu proyek berbasis teknologi informasi, pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan user sangatlah penting artinya dalam pengerjaan proyek. Data dan informasi yang terkumpul tersebut nantinya akan diolah menjadi user requirement, yaitu kebutuhan user terhadap sistem yang ada, maupun sistem yang diharapkan akan ada setelah proyek selesai. Pengumpulan informasi dan data membutuhkan pendokumentasian yang teratur dan terstruktur agar nantinya perumusan user requirement dapat sesuai dengan sistem yang dimiliki oleh user maupun dapat memperbaiki dan memperbarui sistem tersebut menjadi sistem yang lebih baik, efektif, dan efisien dalam pelaksanaannya untuk kegiatan operasional sehari-harinya.
5
User Requirement
Gambar 1. Cover Standar Dokumentasi
6
Hasil wawancara pengumpulan requirement dicatat pada halaman berikutnya, dan halaman-halaman tersebut nantinya dijadikan satu dengan cover yang telah dipersiapkan sesuai dengan modulnya. Dalam proyek pengembangan infrastruktur IT, pencatatan terhadap kebutuhan hardware dan software dilakukan terpisah, namun template yang digunakan untuk pencatatan adalah sama.Beberapa contoh cara pengisian akan diuraikan pada paragraph di bawah ini. Untuk kebutuhan akan hardware, pada bagian modul dapat
Pada halaman-halaman berikutnya baru diisi dengan uraian dari kebutuhan-kebutuhan hardware yang bersangkutan, misalnya “Komputer untuk server”, uraiannya adalah:
Dual Xeon 2.8 Ghz FSB 800 Hyperthreaded (4 CPU), Memori 2 GB ECC Registered PC2700
120GB 7200RPM IDE / 8MB Cache, 120GB IDE Backup Drive
Sedangkan untuk bagian submodul dikosongkan saja. Untuk kebutuhan akan software, pada bagian modul dapat diisi dengan:
Accounting Inventory
Human Resource
dsb (sesuai dengan kebutuhan user)
Untuk bagian submodul diisi dengan submodul yang sesuai dengan modulnya, misalnya untuk modul “Accounting”, submodulnya dapat diisi:
General Ledger Worksheet Cashflow
dsb (sesuai dengan kebutuhan user, dan modulnya)
Pada halaman-halaman berikutnya baru diisi dengan uraian dari kebutuhan-kebutuhan dari submodul yang bersangkutan.
data-7
data company’s profile kedua belah pihak, dan lima lembar yang masih kosong untuk digunakan sebagai pencatatan akan kebutuhan user sesuai dengan modul dan submodulnya. Untuk lima lembar terakhir yang digunakan sebagai pencatatan kebutuhan user, tidak harus lima lembar, bisa kurang ataupun lebih dari lima lembar, tergantung dari kebutuhan user-nya.
Bila proses pencatatan kebutuhan tersebut telah selesai, hasil pencatatan ditandatangani oleh perwakilan kedua belah pihak pada tempat yang telah disediakan, pada ketiga cover User Requirement. Perwakilan bisa lebih dari satu orang, namun yang menandatangai cukup satu orang saja sebagai perwakilan utama. Hasil pencatatan kebutuhan pada lembar-lembar lainnya dibuat copian sebanyak tiga kali, dan masing-masing copiannya diberi cover User Requirement yang sudah ditandatangani oleh perwakilan kedua belah pihak. Jadi kini dokumentasi pencatatan tersebut ada tiga buah dengan masing-masing memiliki cover User Requirement didepannya yang sudah ditandantangani oleh masing-masing pihak. Copian yang pertama akan disimpan oleh pihak pengaju proposal, copian yang kedua akan disimpan oleh user, sedangkan copian ketiga akan disimpan oleh pihak pengaju proposal sebagai dokumentasi.
b. Dokumen Dipersiapkan Sesuai Dengan SOP
Apa yang dimaksud dengan SOP?, SOP adalah singkatan dari Standard Operating Procedure, yaitu penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa suatu pekerjaan dilakukan, beserta dengan langkah-langkah yg harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Sebelum melakukan wawancara terhadap user, selain dokumen untuk pencatatan user requirement, persiapkan juga dokumen-dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan. Dokumen-dokumen pendukung tersebut antara lain:
Daftar list pertanyaan untuk wawancara dengan user
Surat ijin untuk melakukan wawancara dari project manager
Surat ijin dari perusahaan sebagai company’s / project’s representative
Persiapkan dokumen-dokumen pendukung yang telah diuraikan di atas sesuai dengan SOP yang berlaku di perusahaan. Perkirakan waktu untuk mendapatkan persetujuan semua dokumen pendukung dengan seksama sehingga tidak berbenturan dengan jadwal wawancara dengan user yang bersangkutan. Usahakan semua dokumen pendukung tersebut mendapatkan persetujuan sebelum waktu wawancara user.
2. Melakukan Wawancara Untuk Mendapatkan Kebutuhan User
8
Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan user untuk mendapatkan data dan informasi sangat dibutuhkan dalam merumuskan user requirement. Hubungi terlebih dahulu pihak-pihak terkait yang diperlukan dalam pengumpulan data dan informasi. Sesuaikan dengan modul yang ada dalam proyek. Buat list untuk contact person berdasarkan modul proyek. Perhatikan contoh pada gambar .2 di bawah ini untuk lebih jelasnya.
Daftar Contact Person
Modul Submodul Contact Person Accounting General Ladgeer Bpk. Gatot
Phone : 5388762, ext. 4116 Cash flow Ibu. Siswati
Phone : 5388762, ext. 4114 Worksheet Ibu. Peny
Phone : 5388762, ext. 4115 Human Resource Payroll Bpk. Supriyanto
Phone : 5388762, ext. 5113 Employee Bpk. Wawan
Phone : 5388762, ext. 5115 Inventory Stock Opname Bpk. Abdul Munif
Phone : 5388762, ext. 6114 Goods in Process Bpk. Eko
Phone : 5388762, ext. 6115
Gambar. 2 Daftar Contact Person
Setelah dibuat daftar contact person, mulailah untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pihak terkait tersebut. Perkenalkan diri kepada pihak-pihak terkait tersebut, jelaskan secara terinci mengenai tanggung jawab yang diemban sehubungan dengan proyek yang akan diselenggarakan. Buatlah percakapan yang sekomunikatif mungkin sehingga pihak-pihak terkait tersebut mengenal dan nyaman untuk berhubungan dan bekerja sama dengan perwakilan dari perusahaan penyelenggara proyek. Tujuan dari mengenalkan diri kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan proyek tersebut adalah untuk mempermudah dalam proses mengumpulkan data dan informasi dari user. Selanjutnya pihak-pihak terkait tersebut akan tidak segan lagi dalam memberi data dan informasi yang diminta oleh pihak penyelenggara proyek yang diwakilkan oleh company’s representative.
9
Persiapkan jadwal untuk melakukan pengumpulan data dan informasi. Buat sebuah daftar check list pengumpulan user requirement berdasarkan modul yang ada dalam proyek, dengan dilengkapi daftar contact person yang sudah dibuat sebelumnya. Perhatikan contoh check list pengumpulan user requirement pada gambar. 3 di bawah ini.
Daftar Check List Pengumpulan User Requirement
Gambar .3 Daftar check list pengumpulan User Requirement
Setelah mempersiapkan daftar check list, mulailah menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan pengumpulan informasi berdasarkan atas modul dan sub modul proyek. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan waktu dan tempat wawancara dengan user dalam rangka pengumpulan informasi. Tentukan waktu dan tempat yang oleh masing-masing pihak dapat terpenuhi kondisinya. Artinya disini adalah jangan mengambil tempat pertemuan yang terlalu jauh untuk user maupun pihak yang mewakili instansi pengaju proyek. Lokasi pertemuan yang terlalu jauh mengakibatkan waktu menjadi terbuang hanya untuk perjalanan. Penentuan waktu yang sesuai dan dapat ditepati oleh kedua belah pihak, yang artinya tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan lainnya.
10
yang bisa atau sanggup untuk diwawancarai dalam rangka pengumpulan informasi, menggantikan contact person yang sebelumnya berhalangan.
c. Pihak-pihak yang Terkait Diwawancarai Untuk Mendapatkan Semua
Informasi Mengenai Keperluan User
Kumpulkan terlebih dahulu informasi mengenai sistem yang dijalankan oleh user sesuai dengan modul dan submodul proyek. Hal ini bisa dilakukan pada saat wawancara dengan user. Buat sketsa diagram alur yang menggambarkan sistem atau sub sistem yang dimiliki oleh user pada saat wawancara, dengan disertai catatan-catatan keterangan singkat untuk lebih memperjelasnya. Perhatikan contoh diagram alur untuk sistem inventory pada gambar .4 di bawah ini.
Gambar .4 Diagram alur
Diagram alur dibuat pada halaman kosong setelah halaman cover standar dokumentasi. Berikan catatan-catatan penting untuk melengkapi dan memperjelas diagram alur yang telah dibuat. Diagram alur ini nantinya akan berguna sebagai acuan dalam developing proyek yang akan dilaksanakan, berkaitan dengan software untuk sistem dan sub sistem tertentu sesuai dengan modul dan sub modul proyek.
11
dikembangkan. Misalnya saja sistem yang dikembangkan ternyata akan diterapkan secara terintegrasi pada lokasi yang berjauhan, maka dibutuhkan hardware atau tools yang mendukung untuk jaringan nir kabel, seperti vsat, menara pemancar, dan sebagainya. Kebutuhan akan hardware atau tools ini dicatat pada lembaran terpisah. Untuk proyek berbasis IT, hardware atau tools yang umumnya digunakan adalah server, pc, notebook/laptop, modem, kabel UTP, dan perangkat lainnya yang berhubungan dengan teknologi informasi.
3. Memberikan Saran-saran Terhadap Konfigurasi yang Sesuai Untuk
Kebutuhan User
a. Dasar-dasar Konfigurasi Komputer Dijelaskan Berdasarkan Berbagai Keperluan
Berbagai keperluan user dalam proyek berbasis IT tidak terlepas dari penggunaan komputer sebagai alat bantu dan perangkat pendukung yang menunjang dalam proses operasional bisnis sehari-hari. Setiap keperluan user yang telah dicatat berdasarkan modul dan submodul yang ada dalam proyek, diberikan juga spesifikasi komputer yang nantinya akan digunakan dalam menjalankan modul dan submodul tersebut. Spesifikasi komputer yang dicantumkan tidak perlu secara detil, tetapi cukup dengan menuliskan apakah komputer client atau server.
Sebaiknya spesifikasi komputer client dan server dibagi lagi kedalam subbagian yang lebih detil, misalnya komputer client administration, client invemtory, client accounting, dan sebagainya. Komputer server juga dapat dibagi menjadi komputer data storage (khusus untuk menyimpan data-data), komputer data processing (khusus untuk mengolah aplikasi-aplikasi sistem), dan sebagainya. Pada halaman yang berisi catatan spesifikasi komputer, baru nanti akan dirincikan spesifikasi dari komputer client dan server yang bersangkutan. Berikan penjelasan kepada user mengenai alasan mengapa bagian tertentu menggunakan komputer dengan spesifikasi client dan bagian lainnya menggunakan komputer dengan spesifikasi user.
Secara umum, semua bagian menggunakan komputer dengan spesifikasi client. Komputer dengan spesifikasi server hanya digunakan oleh bagian IT system administrator, yang memang fungsinya adalah sebagai administrator untuk sistem dan subsistem yang ada, dengan di-supervisi oleh pihak manager bagian. Berikut adalah contoh spesifikasi minimum untuk komputer server dan client yang dapat dijadikan sebagai contoh:
Server Data Storage
12
Processor name : Intel(R) Xeon(R) CPU X3220 @ 2.40GHz Processor speed : 2391.623 MHz
Processor cache size: 4096 KB Memory: 4148928k/4718592k
Harddrive : 120GB 7200RPM IDE / 8MB Cache
Server Data Processing
Processor : Dual Xeon 2.8 Ghz FSB 800 Hyperthreaded (4 CPU) Memory : 2 GB ECC Registered PC2700
Harddrive : 120GB 7200RPM IDE / 8MB Cache
Client Accounting Processor : P4 2.8 LGA Motherboard : DFI LAN Party Memory : 512 MB / 1 Gb DDR 2 VGA Card : Gforce FX6600 128 MB Harddrive : 40 Gb SATA Maxtor
Drive Storage : DVD RW Lite On / Samsung Sound Card : Sound Blaster Live 5.1/7.1 Casing : Simbadda Sim V
Monitor : 17" GTC / ViewSonic
Keyboard + Mouse : Logitech Optical Multimedia
13
Jelaskan kepada user, jika ada bagian yang memerlukan konfigurasi yang tidak umum pada komputernya. Dengan demikian nantinya user tidak akan mengalami kebingungan dengan situasi system yang berjalan pada komputer yang bersangkutan. Biasanya konfigurasi komputer yang tidak umum terdapat pada komputer server untuk bagian IT system administrator. Namun tidak menutup kemungkinan ada bagian lain yang membutuhkan konfigurasi yang tidak umum. Misalnya saja bagian inventory perlu di-instal-kan Adobe Professional untuk mengolah dokumen ke dalam file .pdf. Tujuan penjelasan dasar-dasar konfigurasi sesuai dengan keperluan user adalah agar semua keperluan user yang telah dikumpulkan sebelumnya berhasil dipenuhi dengan saran-saran dan solusi yang diberikan oleh pihak atau instansi pengaju proyek.
Berikut pada gambar .5 dan gambar .6 adalah contoh dokumen yang telah dibuat untuk kebutuhan user akan hardware/tools.
Cover Standar Dokumentasi User Requirement
14
Tabel Kebutuhan Hardware User
Gambar .5 Tabel Kebutuhan Hardware User
b
. Saran-saran Diberikan Berdasarkan Kebutuhan User dan Standar Konfigurasi yang Biasa Digunakan15
yang akan dikembangkan. Rumuskan beberapa saran dan solusi untuk setiap kebutuhan akan hardware dan tools ini, sehingga user memiliki banyak pilihan. Setiap saran dan solusi dirincikan kelebihan dan kekurangannya bila diterapkan dalam sistem atau subsistem yang dimiliki oleh user.
Kebutuhan-kebutuhan akan software dianalisa sesuai dengan bagan alir sistem dan subsistem yang sudah dibuat sebelumnya. Rumuskan beberapa saran dan solusi untuk setiap kebutuhan akan software ini dengan menggambarkan bagan alir yang baru, yang telah menggunakan software yang telah diterapkan dengan didukung oleh perangkat-perangkat pendukungnya yaitu hardware dan tools yang sesuai. Perumusan saran dan solusi tidak harus saat itu juga, melainkan dapat di waktu yang lain, namun perlu diingat untuk tidak terlalu lama mengolah informasi mengenai kebutuhan user ini menjadi saran ataupun solusi. Waktu yang terlalu lama dalam memberikan feedback membuat user menjadi tidak yakin akan kemampuan pihak atau instansi pengaju proyek dalam menangani proyek tersebut.
Buatlah jadwal pertemuan berikutnya kembali untuk membahas saran-saran dan solusi yang akan diajukan sehubungan dengan proyek terkait, menurut modul dan submodul tertentu. Pertimbangkan juga anggaran yang disediakan oleh user dalam menyelenggarakan proyek ini. Itulah gunanya perumusan beberapa saran dan solusi beserta dengan faktor kelebihan dan kekurangannya, yaitu untuk memberikan user keleluasaan untuk memilih saran dan solusi yang terbaik dan yang paling tepat untuk penyelenggaraan proyek tersebut. Selain itu juga agar user mengetahui resiko dari setiap saran dan solusi. Pihak atau instansi pengaju proyek selanjutnya yang akan menindaklanjuti pelaksanaan dari saran dan solusi atas sistem dan subsistem user. Sebelumnya telah dibahas mengenai pemberian saran-saran dan solusi oleh pihak pengaju proyek kepada user. Begitu juga dengan penjelasan mengenai saran-saran dan solusi tersebut, beserta penjelasan akan konfigurasi komputer yang digunakannya.
Pastikan untuk memberi tanda pada catatan yang telah dibuat untuk setiap saran-saran dan sousi yang telah disetujui oleh user. Hal ini bertujuan agar pada saat pelaksanaan proyek nantinya, tidak terjadi kesalahan dalam men-develop saran-saran dan solusi yang telah ditawarkan.
16
c. Koordinasi Dilakukan Untuk Mendapatkan Konfigurasi Komputer yang
Paling Sesuai Dengan Kebutuhan User
Dari semua saran dan solusi yang telah ditawarkan oleh pihak atau instansi pengaju proyek, dan pembahasan mengenai alasan mengapa saran dan solusi tersebut diajukan, lakukan koordinasi dengan user dalam menentukan saran dan solusi yang paling sesuai dengan user. Untuk setiap saran dan solusi yang telah disetujui dan diberi tanda pada dokumen, dibahas lagi untuk memastikan kebenarannya. Ada kalanya pada saat dibahas kembali user telah lupa atau menjadi ragu kembali akan saran dan solusi yang telah dipilihnya sendiri. Karena itu mulailah memandu dan mengarahkan user kembali pada pembahasan terhadap saran dan solusi yang sebelumnya telah dibahas. Pastikan semua kebutuhan user telah diperoleh suatu kesepakatan akan saran dan solusi yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya tersebut.
4. Membuat Dokumentasi Kebutuhan User
a. Kebutuhan User Diidentifikasi Berdasarkan Hasil Wawancara Dengan User
Dari hasil wawancara dengan user, identifikasikan kebutuhan user. Untuk mengidentifikasi kebutuhan akan sistem dan subsistem, pelajari dari bagan alir yang sebelumnya telah dibuat. Sedangkan untuk mengidentifikasi kebutuhan akan komputer yang mendukung sistem dan subsistem tersebut pelajari dari dokumen pencatatan hardware dan tools. Dari hasil pembelajaran terhadap bagan alir sistem dan subsistem, akan diketahui kebutuhan user akan sistem dan subsistem, kemudian dari kebutuhan tersebut akan dibuat software yang telah di-costumize sesuai dengan kebutuhan tersebut. Logika software akan mengacu pada bagan alir yang telah dibuat tersebut. Untuk kebutuhan akan hardware dan tools, dari hasil pembelajaran dari dokumen pencatatan hardware dan tools dapat diketahui seberapa besar kebutuhan user untuk menjalankan sistem (software) yang telah dibuat. Berapa banyak dibutuhkan komputer untuk server dan client, berapa banyak dibutuhkan modem, kabel UTP, dan sebagainya.
Rangkumlah semua identifikasi tersebut dalam catatan berikutnya. Bila untuk kebutuhan sistem, buatlah pada halaman terakhir dari pencatatan kebutuhan modul dan submodul. Sedangkan untuk kebutuhan hardware dan tools, buatlah pada halaman terakhir dari pencatatan kebutuhan hardware dan tools.
b. Dokumen yang Berkaitan Dengan Kebutuhan User Dibuat Sesuai Dengan
17
Semua hasil wawancara dan pencatatan dirapikan sesuai dengan modul dan submodul yang ada. Setiap dokumen sesuai modulnya masing-masing dijadikan satu folder. Tandatangani pada cover masing-masing dokumen (gambar 1.1), baik oleh pihak pengaju proyek, maupun oleh user yang diwakilkan oleh masing-masing penanggungjawab, biasanya oleh orang yang diwawancarai. Semua dokumen-dokumen tersebut nantinya akan diolah, dimana proyek masuk dalam tahap developing. Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi panduan oleh pihak atau instansi pengaju proyek dalam penyelenggaraan proyek. Dokumen ini juga bisa menjadi bukti apabila user melakukan complain atas proyek yang tidak sesuai dengan kebutuhannya. User sendiri mendapatkan copy-an dari
dokumen-dokumen tersebut.
5. Dokumen Survei Teknis
a. Kebutuhan Dokumentasi
Suatu proses bisnis (dalam hal ini bisnis bukan hanya perdagangan saja, melainkan suatu proses pada pelaksanaan manajemen) penting untuk implementasi suatu program atau sistem. Bahaya yang dihadapi oleh proyek Intranet dan Internet adalah kecepatan yang harus digunakan pada saat implementasi. Pemendekan siklus pengembangan untuk suatu proyek bukanlah merupakan suatu alasan yang baik. Pada suatu bagian sistem informasi, menaikkan kualitas proses biasanya melibatkan elemen berikut ini:
Metodologi.
Suatu cara, metoda, untuk mencapai tujuan. Suatu metodologI berlaku secara umum, dengan perencanaan tingkatt inggi, dan digunakan sebagai landasan setiap proyek. Ada beberapa metoda khusus untuk beberapa jenis proyek yang khusus, seperti metodologi untuk Internet atau Intranet.
Dokumentasi.
Dokumen khusus, yang pada awal proyek akan menerangkan secara garis besar. Yang akan dilengkapi pada setiap proyek yang dilaksanakan. Contoh dokumentasi adalah: Functional Specification, Cost-benefit Analysis, and Return of Investment.
Standard.
Panduan yang disusun dan digunakanpada suatu institusi untukmenyelesaikan suatu pekerjaan. Contoh standard ini adalah:
18
pengembangan sebagai kerangka kerja, komunikasi. Juga untuk mengontrol kualitas serta menjaga kontinuitas pengembangan.
Hal penting dari suatu Bussines Process Reengineering (BPR) adalah mengoptimasi metoda untuk melaksanakan suatu pekerjaan, yang dapat dipakai ulang untuk proyek mendatang. Setelah suatu metodologi ditentukan, akan lebih mudah untuk para manager memamahi pola antar proyek dan menentukan mana yang bekerja dan mana yang tidak. Akan lebih mudah mengetahui mengapa suatu proyek menjadi gagal, dan mengetahuititik penting yang mengakibatkan kesuksesan suatu proyek. Kesuksesan inilah yang sering disebut dengan best practices. Bila hal ini telah didefinisikan maka dapat digunakan berulan ulang sehingga dikenal dengan istilah reusable process. Untuk kesuksesan suatu proyek, disain dan implementasi harus dilakukan dengan sama baiknya. Pada suatu BPR, problem sering kali didiefinisikan oleh manager tingkat tinggi, yang tak mengetahui bagaimana pekerja sebenarnya mengerjakan hal tersebut. Pada kasus lain, seringkali konsultan melakukan proses BPR tanpa memahami dengan benar bagaimana proses tersebut dilaksanakan. Solusidari permasalahan ini adalah kesepakatan penggunaan BPR dan keterli-batan setiap personal. Proses harus dievaluasi oleh developer, analis, arsitek sistem, manager, dan juga oleh pengguna. Pendekatan ini lebih kepada pendekatan bottom up dari pada top down . BPR membutuhkan sejumlah konsensus yang harus disepakati untuk dilaksanakan secara bersama-sama.
b. Dokumentasi proyek
Dokumentasi adalah suatu hal yang pertama-tama harus ditentukan dan diselesaikan. Hal yang penting agar dokumentasi dapat disusun dengan sukses adalah dilakukan dengan cara mengintegrasikan dokumentasi ini dengan metodologi, sehingga proses dokumentasi dilakukan ketika setiap langkah development dilakukan, dari pada melakukannya setelah selesai. Bentuk dasar dari dokumentasi ini sebaiknya juga dilakukan untuk proyek-proyek yang lainnya. Pada suatu proyek biasanya terdapat enam proses yang saling terkait dan dinamis. Proses ini adalah :
19
• Mengetahui dampak teknologi dan bisnis • Menghitung estimasi biaya sesungguhnya • Menentukan tingkat usaha
• Mencapai suatu penyelesaian yang paling efektif biayanya. • Memilih perangkat bantu dan teknik terbaik
c. Pendefinisian
Dengan mendefinisikan proyek dengan tetap, diharapkan proyek dapat mulai dan diakhiri dengan biaya yang paling efektif. Termasuk menjawab : who, what, when, where, why and how dari pelaksanaan proyek tersebut. Perangkat bantu untuk melaksanakan tugas ini disebut dengan Statement of the Works (SOW). SOW adalah kesepakatan antar client dan developer. Dokumen ini ditulis berdasarkan perspektif bisnis dan teknis yang berisi topik-topik berikut ini :
• Pengantar (misal informasi latar belakang)
• Tujuan dan obyektif (misal cost, jadwal, dan kualitas) • Scope (misal, aplikasi HTML atau VRML)
• Assumsi (misal kemampuan penanganan peningkatan traffic jaringan) • User
• Sumber daya (misal spesialis jaringan, programmer) • Milestone untuk penjadwalan (misal waktu akhir testing) • Pembiayaan (biaya langsung dan overhead)
• Amandement (definisi ulang dari penyerahan pekerjaan) • Tanda tangan (manajemen senior dan komunitas pengguna)
SOW memberikan keuntungan ketika digunakan untuk memulai suatu proyek Intranet. Yaitu :
• Menjelaskan biaya dan jadwal juga asumsi utama tentang proyek • Menjelaskan peranan dan tanggung jawab.
• Mengukuhkan definisi hal yang akan dicapai proyek Intranet tersebut.
• Mendorong diselesaikannya proyek tersebut, karena adanya kesepakatan tertulis dalam dokumen tersebut (tanda tangan).
20 d. Perencananaan
SOW menjabarkan biaya secara kasar, penjadwalan, kualitas, dan sumberdaya manusia pada suatu proyek. Dengan informasi ini perencanaan dilakukan dengan berdasarkan pada informasi ini. Perencanaan sebagai langkah berikutnya meliputi 6 tahapan yang dapat dilaksanakan secara berurutan ataupun paralel:
• Menyusun Work Breakdown Structure (WBS) • Mengestimasi waktu pelaksanaan proyek • Mengalokasikan sumber daya
• Menghitung pembiayaan • Menyusun jadwal kerja • Pengelolaan resiko
e. Menyusun WBS
Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerakngak komponen komponen yang harus dibangung, dan pekerjaan yang berkaitan dengannya. Sebagai contoh pada tabel di bawah ini :
Nomor Pekerjaan Pekerjaan
1.0 Home Page
1.1 Penentuan isi
1.2 Penentuan format dan layout
1.3 Penyusunan homepage
3.1.1 Baseline dan trend analysis
3.2 Metrics
3.2.1 Penentuan metoda untukmenghitung waktu koneksi 3.2.2 Penentuakn metoda untuk menghitung throughput rate 3.2.3 Penentuan metoda untuk menghitung waktu respon
21
4.3.1.1 Penentuan kebutuhan perangkat keras client 4.3.1.2 Pemilihan perangkat keras client
Model WBS memberikan beberapa keuntungan
Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan
Memberikan dasar untuk mengestimasi, mengalokasikan sumber daya,menyusun jadwal, dan menghitung biaya
Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek Intranet.
f. Mengestimasi waktu pelaksanaan proyek
22
kompleksitas. Kemudian dijabarkan dalam kalendar atau ow time . Biasanya optimasi dilakukan secara:
most optimistic. Waktu ideal untuk menyelesaikan pekerjaan, diasumsikan segala sesuatunya berjalan lancar, dan sempurna.
most likely. Waktu yang dibutuhkan pada kondisi kebanyakan, tipikal dan normal. most pessimistic. Waktu yang dibutuhkan ketika keadaan paling sulit terjadi.
Estimasi waktu dilakukan dan dibagi dalam unit (misal 8 jam hari). Estimasi waktu untuk suatu proyek Intranet lebih sulitdari proyek pengembangan aplikasi lainnya. Hal ini karena masih sedikit proyek yang dapat digunakan sebagai patokan menghitung waktu pelaksanaan. Dalam mengestimasi waktu ini juga harus dipertimbangkan beberapa hal, misal pengalaman teknologi server yang digunakan,keahlian Perl, CGI, Java dan HTML, browser, dan juga bekerja dalam lingkungan TCP/IP.
g. Penentuan resiko
Prioritas penting ditentukan pada seetiap proyek, termasuk juga pada proyek Intranet. Sebab seperti halnya Internetada beberapa permasalahan sekuriti (seperti akses tanpa hak), dan karena adanya banyak komponen pembentuk sistem (misal browser dan server) yang terlibat, resiko dapat menjadi tinggi. Penentuan resiko akan membantu melakukan identifikasi resiko yang dihadapi setiap komponen. Dengan informasi ini seorang manajer proyek dapat menentukan tingkat kepentingan setiap tugas dan menentukan estimasi waktu untuk itu. Manajer proyek dapat berkonsentrasi pada waktu dan sumber daya pada elemen yang terkritis dari penjadwalan.
h. Menyusun jadwal kerja
Pada dasarnya ada dua jenis model deskripsi penjadwalan :
Bar Chart, yang hanya menerangkan ow time dari setiap pekerjaan dan tanpa keterkaitan antar pekerjaan. Deskripsi ini paling baik digunakan pada presentasi
Network diagram, yang menenjukkan keterkaitan antar tugas dan mengidentifikasi saat kritis pada jadwal.
23 Mengalokasikan sumber daya
Pada dasarnya harus dilakukan pengimbangan waktu setiap pekerjan dan ketersedian dan kemampuan sumber daya. Harus ditentukan level load dari sumber daya, agar tak ada personal yang bekerja terlalu berat, dan ada yan terlalu ringan. Pada proyek Intranet halini sulit, karena tidak tersedianya sumberdaya manusia yang memiliki keahlian tersebut, oleh sebab itu harus disusun jadwal yang realistis. Dan bahkan mungkin dilakukan revisi penjadwalan.
Menghitung pembiayaan
Yang menjadi permasalahan, apakah biaya yang akan dikeluarkan sesuai dengan SOW. Jika sesuai, maka pekerjaan perencanaan selesai, bila tidak harus dilakukan revisi. Bila memang sulit harus dilakukan negosiasi dengan pihak pemberi kerja. Ketika melakukan perhitungan biaya perlu dipertimbankan beberapa biaya tersem-bunyi, misal training, dokumentasi.
i. Organisasi
Proses ini adalah proses yang melibatkan penyusunan suatu infrastruktur yang akan memaksimalkan efisiensi dan efektifitas ketika melaksanakan proyek. Yang harus dipertimbangkan adalah :
Struktur team Dokumentasi Pertemuan
Struktur team
Ditentukan dengan menjelaskan Penjelasan peranan Tanggung jawab Hubungan pelaporan
SOW sebaiknya menyediakan dasar untuk menjelaskan peranan utama, tanggung jawab, dan hubungan pelaporan. Informasi ini membantu untuk mepersiapkan struktur team, seperti untuk menghasilkan :
diagram organisasi matriks tanggung jawab.
24
Dokumentasi adalahpenting sekali, sebab user memiliki perananpenting dalam membuat dan merawat kandungan web site. Diagram arsitektur, perangkat bantu mapping, dan manual on line merupakan perangkat bantu dokumentasi teknis. Dokumentasi bisnis seperti laporan status, dan jadwal juga penting. Kedua dokumentasi baik teknis maupun bisnis, harus disimpan dalam perpustakaan yang dapat diakses untuk referensi mendatang. Pertemuan
Terdiri dari 3 jenis :
Status review meeting, dilakukan secara regular untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi dari pekerjaan individu.
Checkpointreview meeting, dilakukan untuk mencapai milestone besar, seperti mensetup server.
Staff meeting, dilakukan untuk bertukar informasi dan bertukar pengalaman bagi seluruh pihak yang terlibat
Pihak yang menghadiri pertemuan ini dapat bervariasi, tapi miimal pihak pengguna harus ada yang diundang. Ini menyebabkan mereka tidak saja merasa terlibat tetapi juga memperoleh informasi mengenai sekuriti, hak akses, dan kandungan dokumen. Hal ini akan mendorong dapat diselesaikannya proyek ini.
j. Pengawasan
Proses ini menjamin bahwa proyek Intranet efektif pembiayaanya, dan sesuai dengan yang direncanakan. Proses ini terdiri dari :
Status collection Change control Corrective action
Status collection and Assesment
Proses ini akan mengumpulkan data tentang penyelesaian suatu pekerjaan atau pencapaian suatu milestone. Kemudian membuat penilaian mengenai perkembangan yang dilakukan. Proses ini memiliki sisi bisnis dan teknsi. Sisi teknis melibatkan penilaian kualitas pekerjaan yang dilakukan misal bagaimana HTML dan CGI yang disusun. Pada sisi bisnis meliputi pada tingkatan mana pekerjaan itu dilakukan berdasarkan waku tertentu.
25
Proses ini melibatkan pekerjaan mengevaluasi pelaksanaan teknis dan jadwal. Dalam pelaksanaan membutuhkan jawaban akan pertanyaan seperti :
Apakah sebenarnya perubahan yang terjadi(misal arsitektur jaringan). Apa dampaknya bagi finansial, jadwal, dan kualitas sistem.
Bagaimana penanganan perubahan tersebut, misal terhadap user dan komunitas sistem informasi.
Bilamana perubahan tersebut akan menyebabkan suatu efek, misal setelah intranet terpasang dan berjalan.
Corrective action
Langkah ini melakukan revisi pendekatan yang dilakukan untuk pencapai tujuan proyek sesuai dengan SOW dan perencanaan. Langkah ini berkaitan sekali dengan langkah status collection and assesment, sebab langkah yang dibutuhkan misal perencanaan ulang, bergantung apakah corrective action ini perlu dilakukan secara besar atau cukup sedikit saja.
5. Penyelesaian proyek
Pada proses ini terlibat melakukan pengumpulan dan analisi data dan melakukan transisi yang baik dari proses pengembangan ke implementasi. Keluaran utama dari prosesini adalah hal yang dipelajari selama pelaksanaan proyek - lesson learned document . Dokumen ini mengidentifikasi apa yang dilakukan dengan baik, dan apa yang tak berhasil dilakukan. Hal itu berdasarkan data yang dikoleksi mengenai unjuk kerja proyek melalui kumpulan hasil statistik, wawancara, dan review setelah implementasi. Dokumen ini berguna bagi organisasi besar yang mungkin akan melakukan pemasangan site Intranet yang berjumlah banyak. Pengalaman yang diperoleh dari proyek pertama ini akan memberikan pandangan bagi manajer proyek untuk proyek mendatang. Suatu hal yang penting lagi adalah bagaimana hasil dari proyekini. Tendensi apakah yang terjadi di antara personalyang terlibat pada pengembangan proyek pada saat mendekati akhir proyek. Bila suatu proyek akan selesai biasanya anggota team menjadi menurun produktifitasnya. Oleh karena itu, sebaiknya bila
seorang anggota team telah melakukan suatu tugas berat, sebaiknya segera dibebas tugaskan bila memang telah tidak ada pekerjaannya lagi. Ini menyebabkan personal tersebut dapat bertugasdi proyek Intranet yang lainnya lagi.
26
Tahapan ini penting sekali hanya akan terjadi bila kelima proses sebelumnya dilakukan dengan bernar. Pada tahapan ini dibutuhkan pembentukan suatu lingkungan kerja yang mendorong pihak yang terlibat, sehingga dapat tercapainya tujuan. Untuk mencapai hal tersebut, manajer proyek haruslah:
Membuat visi yang jelas bagi proyek Berkomunikasi dengan efektif Menjaga motivasi yang tinggi Menjaga fokus dari visi
Menyediakan lingkungan yang mendukung Mendorong penyusunan team.
Bebeberapa langkah tersebut sulit dilaksanakan karena biasanya manajer proyek tidak terlalu memiliki kendali dalam penggunaan sumberdaya. Hal ini menjadi lebih rumit untuk proyek intranet yang melibatkan banyak pihak orang dengan keahlian terbatas, orientasi fungsi yang tak jelas. Web master dan document owner, bukanlah nama pekerjaan yang unik tapi juga membutuhkan keahlian khusus.
Suatu proyek akan dapat dilakukan dengan baikbila telah dilakukan proses engineering yang baik. Ini berlaku baik untuk pengembangan program dengan produk jadi, atau dengan kontraktor atau juga dengan team sendiri. Akan lebih baik menghabiskan waktu lebih lama untuk melakukan disain dan penataan awal yang baik, dari pada terburu-buru melakukan implementasi. Sehingga sudah sewajarnya dilakukan standardisasi, dan penggunaan dokumentasi yang baik. Biasanya suatu team pengembang sistem informasi cenderung untuk meninggalkan metodologi standard dengan alasan keterbatasan waktu. Rapid Application Development (RAD) bukanlah merupakan suatu alasan untuk tidak
menggunakan teknik-teknik disain yang baik.
b. Dokumen perancangan sistem
Aktifitas Perencanaan Pengembangan perangkat lunak: Memilih suatu model untuk proses pengembangan Mengontrak dan menyusun team pembuat software
Membeli atau menyewa perangkat keras/lunak yang dibutuhkan
Memilih produk berpotensi berdasarkan pengalaman keorganisasian, sumber daya, dan tujuan.
Mengevaluasi informasi pasar mengenai viablitas produk Mengestimasi biaya, jadwal, tersiko dan harga dari produk
27
Memilih bahasa pemrograman
Meletakkan standard untuk dokumentasi,coding, verifikasi dan pengujian Memilih mekanisme pengaturan konfigurasi
Menyiapkan bahan dan personil untuk instalasi Beberapa dokumen yang biasa digunakan adalah:
Project plan Spesifikasi disain
1. Project plan
Suatu project plan (perencaan proyek) berisi: a. Pengantar, berisi:
Deskripsi permasalahan Deskripsi lingkungan masalah
Tujuan client, dan organisasiserta sistem. Solusiyang diajukan dan ruang lingkupnya b. Proposal
Fungsi yang diberikan pada solusi yang diajukan Strategi umum untuk mengembangkan solusi
Peran pengguna dan perangkat keras pada solusi tersebut Keuntungan dan kerugian solusi tersebut
c. Keterbatasan sistem (contraint) Prioritas kustomer
Profil pengguna
Usia pengharapan dari produk Pra-syarat keandalan (reliabilitas) Pra-syarat kinerja
Lingkungan perangkat keras dan antar muka yang telah ada Pengembangan mendatang dari produk
Pra-syarat, bahasa pemrograman untuk implementasi (jika ada) Pra-syarat pelatihan, instalasi dan dokumentasi.
Ketersediaan pada lingkungan pengguna Solusi alternatif
Studi feasibilitas d. Estimasi
Jadwal
28
Budget
Analisis Cost/Benefit Analisi resiko
Dokumen yang diberikan
Perangkat lunak yang dibutuhkan
Fasikitas dan perangkat keras yang dibutuhkan e. Prosedur
Model proeses
Metodologi dan notasi
Standardisasi dan jaminan kualitas Accountability monitoring
Kendali produk
Data pengujian dan sumber data
Kriteria akseptansi dan metoda pembayaran f. Referensi
Dokumentasi yang digunakan dalam pengembangan Kamus istilah
Kontrak yang diusulkan (jika ada)
2. Spesifikasi disain
Dokumen ini pada dasarnya menerangkan tentang kebutuhan sistem yang akan dibuat. Beberapa paradigma perancangan akan menentukan model disain dan notasi. Beberapa pendekatan disain adalah:
Access-oriented design
Data-structure-oriented design Data ow design
Suatu dokumen spesifikasi disain terdiri dari: a. Pendahuluan
29
Lingkungan aplikasi dan karakteristik pengguna Notasi yang digunakan dalam disain
Tujuan proyek b.Spesifikasi secara singkat
Fungsi perangkat lunak
Teknik yang digunakan untuk menyelesaikan masalah ini terutama ketika disainer tidak memiliki pengetahuan khusus
Kinerja yang harus dicapai Deskripsi data
Hubungan data Prioritas implementasi Spesifikasi real time
Spesifikasi interakasi manusia dan mesin yang digunakan. Batasan
Eksepsi
Modifikasi dan perawatan yang diprediksi c. Disain arsitektur
Modul hirarki dan diagram interface Deskripsi fungsi dan data
Spesifikasi interface d. Disan secara ditail Untuk tiap modul :
Deskripsi modul dan spesifikasi interface Deskripsi proses
Definisistruktur data Pra-syarat inisialisasi
Spesifikasi penanganan eksepsi
Alternatif disain, untuk tiap disain yang ditolak disertakan keterangan alasan penolakan serta kondisi yang menyebabkan disain yang terpilih.
e. Referensi
Dokumentasi yang digunakan untuk mengembangkan disain Daftar terminologi
3. Contoh model dokumentasi
30
yang berisi :
Bagian 1. Kebutuhan pengguna Bagian 2. Spesifikasi
Bagian 3. Disain
Bagian 4. Implementasi dan pemilihan teknologi Bagian 5. Pengujian
Bagian 6. Aplikasi (bila perlu) Lampiran
a. Kebutuhan pengguna (user requirement)
Bagian ini menjelaskan kebutuhan dari sistem baik, dari sis pengguna, fungsi maupun teknologi. Bagian ini terdiri dari:
1.Definisi Kebutuhan (Requirement definition )
Bagian ini mendefinisikan kebutuhan danhal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan akan sistem secara menyeluruh. Biasanya dalam kasus kondisi sebenarnya, dokumen ini harus disetujui oleh pemberi kerja dan pelaksana kerja. Bagian yang dibahas dalam dokumen ini adalah:
Purposeful requirement.
Menjelaskan mengapa kebutuhan itu perlu dipenuhi Functional requirement.
Apakah fungsi sebenarnya yang dibutuhkan oleh user dari sistem ini. Nonfunctional requirement.
Dan kebutuhan sistem yang tidak berkaitan dengan fungsinya yang melibatkan seperti, bisa dimodifikasi, testing, dan portabilitas
User Profile.
Menerangkan tentang pengguna dari sistem ini, terutama yang berkaitan dengan tingkat pengenalan terhadap teknologi yang akan diterapkan.
2. Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis )
Bagian ini akan menganalisis kebutuhan yang dijabarkan pada bagian sebelumnya serta kaiatannya dengan hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan ataupun pemilihan solusi.
Requirement prioritisation.
Menjabarkan kebutuhan mana yang terpenting dari kebutuhan-kebututhan yang timbul untuk sistem yang akan dibuat tersebut.
31
Memahami halangan dan resiko yang ada untuk mengimplementasikan model dan mengaplikasikan sistem ini.
Trade-off analysis.
Mengetahui hal-hal yang saling bertentangan dalam perancangan, pengimplementasian serta pengaplikasian dari solusi.
6. Model Kebutuhan (Requirement model ),
Bagian ini menyusun model kebutuhan tersebut menjadi suatu bentuk model kebutuhan. Disusun atas hierarchical (functional) model dari prioritas, risk functional,non-functional requirement dan suatu prototype yang interactive. Model ini digunakan untuk mengurangi ketidak pastian kebutuhan sistem, sehingga tercapai kesepakatan antara pemberi kerja dan pelaksana kerja.
Functional model Exploratory prototype Requirement trace The conceptual model
Joint Requirement Planning Diagram, dapat digunakan untuk mendapatkan user requirement.
Pada bagian ini dijabarkan spesfikiasi detail dari sistem yang harus dibuat, spesifikasi ini meliputi hal-hal berikut ini:
a. Spesifikasi siklusi operasi sistem (System Operating Cycle Spesification )
Dalam bagian ini dijelaskan siklus penggunaan sistem ini,tujuan untuk mendapatkan spesfikasi teknis terutama akan berguna pada bagian implementasi. Sistem fault tolerant 24 jam akan berbeda dengan sistem yang beroperasi 1 jam sehari. Begitu juga siklus kerja sistem, atau langkah kerja satu demi satu dispesfikikasikan.
b. Spesifikasi fungsional
Pada bagian ini dijabarkan fungsi dari sistem yang akan dibuat. Essential Capabilities.
Dijabarkan fungsi utama dari sistem. Ini merupakan fungsi minimal yang harus dipenuhi oleh sistem yang dibuat.
Additional Capabilites
32
Future Capabilities
Menjelaskan fungsi pada masa datang dari sistem ini. Penjelasan ini erat kaitannya dengan marketing strategy, technological, dan Sales
c. Komponen sistem
Pada bagian ini dijabarkan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk sistem secara keseluruhan.Termasuk software, hardware, user, dan organisasi penunjang.Untuk mempermudah penjabaran pembagian tugas antar komponen dapat dilakukan process decomposition dan penjabaran relationship antar komponen.
7. Spesifikasi kinerja
Pada bagian ini dijelaskan performansi / unjuk kerja yang ingin dicapai serta kemungkinan keterbatasan di dalam penggunaan sistem. Setiap kebutuhan diusahakan dispesifikasikan dengan jelas, termasuk karakteristik elektris dan fisis.
Characteristics and Constraints
Dijabarkan karakteristik tiap komponen pendukung sistem, termasuk karakteristik fisis, elektris, maupun karakteristik perangkat lunak (misal user friendly, interaktif). Juga dijabarkan keterbatasan di dalam penggunaan sistem (misal pengguna harus menggunakan kaki sebagai masukan).
Physical characteristics
Dijabarkan bentuk luardari sistem secara keseluruhan. Misal ukuran berat dan lain-lain.
Environmental characteristics
Lingkungan tempat kerja dari sistem ini Human Factors
Dijabarkan pengaruh manusia di dalam operasi sistem, baik sebagai penentu operasi, misal dalam decision making system, atau supervised control system. Juga pengaruh manusia dalam menimbulkan ketidak-akuratan atau kesalahan sistem. Untuk mempermudah proses spesifikasi dapat digunakan prototyping, contoh I/O screen, contoh keluaran. Proses pelaksanaan spesifikasi ini dalam pelaksanaan proyek sesungguhnya biasanya menggunakan metoda formal Joint Application Design (JAD).
a. Disain
33
dipisahkan antara perancangan dan implementasi. Pada perancangan diusahakan sedapat mungkin yang dilakukan adalah memodelkan solusi secara logika atau secara algoritmis. Tanpa terkait erat dengan teknologi yang digunakan dalam proses implementasi dari model. Keterkaitan
implementasi hanyalah menjadi constraint dari model bukan menjadi dasar disain. Langkah-langkah disain akan sangat bergantung pada model dari system yang dibuat. Pada dasarnya akan meliputi:
1. Disain sistem utama Diagram blok
Sebagai langkah pertama adalah menggambar blok pembangun sistem secara keseluruhan juga digambarkan interface antara kedua bagian tersebut. Blok diagram terdiri dari 2 bagian :
Dunia di luar sistem Sistem
Flow of control
Dapat menggunakan Algoritmic State Machine (ASM). Yang menerangkan kondisi-kondisi yang mungkin dari sistem serta transisi dari satu kondisi-kondisi ke kondisi-kondisi lainnya. Diturunkan dari operasi sistem.
Representation of Data Flow
Menggambarkan aliran data serta transformasi yang dialami data tersebut dalam sistem
Decomposition into functions
Membagi-bagi fungsi secara keseluruhan menjadi sub sistem dengan sub fungsinya. Dapat digunakan Tree Diagram.
Relationship among function.
Dijelaskan hubungan antar sub sistem dengan kaitannya terhadap sub fungsinya. Module spesification
Dalam memilih diagram atau notasi untuk mendisain perlu diperhatikan beberapa point :
Suatu alat bantu untuk berfikir secara jelas.
Suatu diagram yang baik akan membantu orang untuk memahami ide yang kompleks. Suatu diagram notasi harus direncanakan untuk mempermudah cara fikir dan komunikasi dan untuk berfikir yang berbantukan komputer. Diagram merupakan alat bantu
34
Suatu diagram harus digunakan bila memiliki pengertian yang telah dikenal. Harus dihindari simbol yang sulit dijelaskan.
Sebagai alat bantu untuk komunikasi dengan end-user
End user harus dapat memahami disain dan memberikan masukan kepada disainer. Jadi penggunaan notasi yang membingungkan end-user. Sebaiknya dihindari.
b. Implementasi dan pemilihan teknologi
Pada bagian ini dijelaskan metoda dan peralatan yang digunakan untuk mengimplementasikan solusi yang telah diajukan dalam bagian disain. Sebaiknya alasan pemilihan teknologi yang digunakan haruslah dijabarkan pada bagian ini. Misal alasan pemilihan suatu jenis komponen perlu diberikan dengan jelas dalam bagian ini, misal mengapa memilih CMOS atau TTL. Dalam bagian implementasi diterangkan skema atau diagram yang digunakan, baik elektronis, fisis, ataupun keterangan program dengan menggunakan metoda
diagram yang sesuai. Misal untuk rangkaian elektronis menggunakan skema elektronis, sedangkan untuk program dengan ow chart, dan lain lain. Sebelum dilakukan pemilihan teknologi atau level alat yang digunakan maka harus dilakukan estimasi terhadap beberapa hal:
Estimasi waktu untuk mengembangkan sistem Estimasi panjangnya program
Estimasi kebutuhan memori Estimasi kecepatan eksekusi
Juga harus dipertimbangkan pembagian antara software dan hardware.
c. Pengujian (testing)
Bagian ini menunjukkan kerja dari sistem baik untuk masukan yang bersifat normal, ataupun untuk masukan yang di luar ambang normal. Setiap pengujian dilakukan dokumentasi sebagai bukti otentik kemampuan sistem. Pada dasarnya disamping testing yang bersifat testing dalam kondisi operasi, akan baik pula bila dilakukan testing berikut ini:
Recovery testing.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem, untuk mengembalikan kekondisi normal setelah suatu masukan atau kondisidi luar dari yang dispesfikasikan. Untuk sistem-sistem yang bersifat fault-tolerant, jenis pengujian ini merupakan suatu kewajiban.
35
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem dalam menangani beban kerja yang berat, sangat baikuntuk mengetahui kemampuan maksimal dari sistem.
Security testing.
Testing ini dilakukan untuk jenis-jenis aplikasi yang berkaitan dengan keamanan sistem, baik dari pengguna yang melakukan kesalahan tidak sengaja, ataupun sengaja.
Dapat digunakan beberapa metodologi testing: Use-Case
White Box Black Box Loop testing
Dapat digunakan beberapa satuan untuk menunjukkan hasilkerja sistem, bila dalam perangkat keras telah jelas besaran yang digunakan misal: frekuensi response, slew rate dll. Untuk perangkat lunak dapat digunakan: software metric, cyclomatic complexity. Pada dasarnya suatu testing akan melakukan:
Verifikasi.
Menjamin bahwa sistem benar-benar bekerja sesuai fungsinya. Validasi .
Menjamin bahwa sistem benar-benar memenuhi keinginan pemakai.
8. Dokumentasi tambahan
Manual penggunaan
Bagian ini berisi manual yang memberikan petunjuk cara pengoperasian alat. Secara singkat diberikan petunjuk pemakaian dari program tersebut. Terutama tentang menu-menu dari program ini. Terdiri dari:
a. Pengantar
36
Menyalin dan memback-up Proses instalasi
Menkonfigurasi /kustomisasi produk
c. Tutorial
Penjelasan langkah-demi langkah dengan contoh Penjelasan tiap contoh
Pengembangan dari contoh dasar
Penggunaan Help online dan petunjuk penggunaan (manual)
d. Instruksi ditail
Algoritma utama yang digunakan Struktur data utama
Modifikasi produk
Cara memperoleh dukungan teknis dan informasi lanjutan
2 . Maintenance Manual
Bagian ini menerangkan tata cara perawatan dan pengelolaan sistem yang baik, agar sistem dapat beroperasi dengan aman dan memberikan fungsinya sebaik mungkin dibagi menjadi :
Maintenance Manual.
Sub bagian ini hanya memberikan tentang tata cara perawatan baik secara elektris, fisis maupun perawatan perangkat lunak yang harus ilakukan.
Trouble shooting Manual.
Sub bagian ini memberikan petunjuk tentang yang harus dilakukan oleh pengguna sistem bila terjadi kerusakan, atau ketidak normalan kerja sistem.
Tingkat kerusakan yang ditulis biasanya hanyalah sampai pada level yang ringan dan tak perlu penanganan secara khusus.
37
Untuk menunjukkan performansi dari sub sistem dan sistem dijabarkan pada bagian ini. Testing bisa dilakukan untuk:
Sub rutin yang penting
Ini dilakukan dengan cara memasukkan nilai input ke sub rutin tersebut dan hasil dari sub rutin tersebut di-print. Hal ini dilakukan untuk sub-rutin yang pokok. Nilai input yang digunakan adalah nilai input yang menunjukkan kerja dari sub rutin tersebut. Program secara keseluruhan
Ini dilakukan dengan memberikan suatu nilai input tertentu, yang sudah diketahui outputnya. Dengan membandingkan hasil program dan acuan tersebut bisa dilihat hasil kerja dari program tersebut.
c. Dokumentasi source code
Untuk dokumentasi dari satu program harap dilakukan:
Penamaan variable, constanta, procedure, function yang jelas dan menunjukkan fungsinya. Usahakan seragam dan jelas serta konsisten.
Pada header setiap prosedur harus dilengkapi dengan keterangan:
o Fungsi dari prosedur, dan algoritma yang digunakan (jika spesikasi)
o Variable lokal masukan, dan variable lokal keluaran
o Variable global yang digunakan, variable global yang dipengaruhi. Pada header dari program utama diberikan :
o Nama penulis program
o Editor
o Compiler dan Library yang digunakan
o Versi dan upgrade history
o Tanggal pembuatan software
o Deskripsi singkat tentang software Sedangkan pada tiap modul diberikan informasi
o Nama modul :
o Prasyarat perangkat keras dan sistem operasi :
38 o Algoritma :
o Struktur data utama :
o Called by:
o Calls :
b. Dokumentasi testing
Biasanya terdiri dari
Kebutuhan (menyatakan ulang dari dokumentasi spesikasi)
Metodologi verikasi disain, jadual dan pihak yang bertanggung-jawab Metodologi verikasi kode, jadual, pihak yang bertanggungjawab Response data pengujian, jadual dan pihak yang bertanggungjawab Rencana pengujian
Fitur dan sisi yang akan diujikan
Personal yang bertanggungjawab serta jadual
Perangkat bantu atau program bantu yang dibutuhkan Data pengujian dan instruksi pengujain
Hasil pengujian yang diharapkan
Hasil pengujian sesungguhnya,serta analsis (jika ada)
D. Instruksi Kerja
Aktivitas pembelajaran ini berupa berbagai bentuk kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh peserta diklat untuk memantapkan dalam pengetahuan dan keterampilan serta nilai maupun sikap yang terkait dengan uraian materi yang sudah dijelaskan di atas, kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bacalah setiap karakteristik setiap jenis daftar kebutuhan pengguna jaringan pada uraian materi secara teliti dan pahamilah isi materinya dengan cermat.
2. Amatilah perbedaan utama dari setiap Informasi yang dibutuhkan pada data peralatan jaringan.
3. Amatilah karakteristik setiap dokumen survei teknis jaringan.
4. Amatilah perbedaan – perbedaan mendasar dari setiap table-tabel yang deigunakan untuk merangkum hasil survei teknis.
39
6. Periksalah jawaban-jawaban yang telah Anda kerja pada lembar Latihan dan mecocokkan dengan Kunci Jawaban Latihan.
E. Latihan Soal
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Dalam proses pengumpulan data pada jaringan , diharapkan sesuai dengan SOP yang di tentukan , apakah yang dimaksdu dengan SOP tersebut !
………
40
……… ……… 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Rapid Application Development (RAD) !
41
F. Daftar Pustaka
Iwan Sofana (2011). TEORI & MODUL PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER. Bandung: Modula.
Jogiyanto Hartono (2004). PENGENALAN KOMPUTER: Dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem Informasi dan Intelegensi Buatan. Yogyakarta: ANDI.
Lukas Tanutama. Manuskrip buku Pengantar Komunikasi, Edisi 2.
http://repository.binus.ac.id/content/H0515/H051582828.doc. Diakses pada tanggal 31 Juli 2017
42
Kode Unit : J.611000.002.01
Judul Unit : Mengumpulkan Data Peralatan Jaringan dengan Teknologi
yang Sesuai
A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini, peserta mampu :
1. Membuat daftar teknologi dan perangkat jaringan saat ini (existing) 2. Membuat daftar teknologi yang dapat memperbaiki kinerja
B. Indikator :
Setelah mempelajari materi ini, peserta diharapkan dapat mencapai indikator-indikator sebagai berikut :
1. Menyusun daftar teknologi yang saat ini dipakai.
2. Menyusun daftar perangkat jaringan yang ada beserta kinerjanya.
3. Merangkum perkembangan yang ada dari semua teknologi yang dipakai. 4. Menentukan teknologi yang berpotensi meningkatkan kinerja jaringan.
C. Uraian Materi
1. Teknologi dan Perangkat Jaringan saat ini.
Teknologi jaringan adalah serangkaian interkoneksi antara teknologi yang saling berhubungan satu dan lainnya.
Perkembangan teknologi kian pesat. Dalam setiap hal yang dilakukan oleh tiap orang, akan sangat berhubungan dengan yang namanya teknologi. Perkembangan teknologi yang signifikan menjadikan perubahan yang mulai merambah dalam tiap hal yang dijajaki dan diperdalami oleh teknologi. Perkembangan komputer, sistem data, dalam perangkat keras dan perangkat lunak, hingga ke perkembangan komunikasi. Dengan perkembangan demikian membuat manusia kembali beradaptasi dan menyesuaikan seiring dengan perkembangan tersebut.
43
teknologi dalam jaringan kian pesat. Semakin banyak yang harus dipahami, semakin banyak yang harus diketahui dan banyak yang mengalami perubahan.
Perkembangan teknologi dalam jaringan sudah dijajaki oleh para produsen ternama, bahkan sudah mengembangkan hingga memiliki jaringan tersendiri. Dengan hal seperti ini, membuat persaingan di dunia komunikasi dan teknologi semakin menarik. Tidak hanya itu, jaringan yang ada bahkan sudah banyak diakses dan mulai dikenal orang banyak tanpa adanya publikasi.
Macam-macam bentuk jaringan:
Jaringan Area Lokal adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Beberapa model konfigurasi Jaringan Area Lokal, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server. Yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak yang mengatur aktivitas jaringan, ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh komputer komputer yang terhubung ke dalam network Komputer-komputer yang terhubung ke dalam jaringan itu Biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan Jaringan Area Lokal menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lainnya.
Jaringan area Metropolitan adalah jaringan yang meliputi area yang lebih besar dari Jaringan Area Lokal, misalnya antarwilayah dalam satu provinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar, sebagai contoh yaitu: jaringan bank ketika beberapa kantor cabang sebuah bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya pemerintah kota yang kantor-kantor dinasnya ada di seluruh wilayah kota.
Jaringan area Skala Besar adalah jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh keseluruhan jaringan bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara-negara lain. Biasanya jaringan area skala besar agak rumit dan sangat kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara jaringan area lokal dan jaringan area skala besar ke dalam komunikasi global seperti internet. Tapi bagaimanapun juga antara jaringan area lokal, jaringan area metropolitan dan jaringan area skala besar tidak banyak berbeda dalam beberapa hal, hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu di antara yang lainnya.
44
Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa
komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Protokol Ethernet sejauh ini adalah yang paling banyak digunakan, Ethernet menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Sistem ini menjelaskan bahwa setiap komputer memperhatikan ke dalam kabel dari network sebelum mengirimkan sesuatu ke dalamnya. Jika dalam jaringan tidak ada aktifitas atau bersih komputer akan mentransmisikan data, jika ada transmisi lain di dalam kabel,
komputer akan menunggu dan akan mencoba kembali transmisi jika jaringan telah bersih. kadangkala dua buah komputer melakukan transmisi pada saat yang sama, ketika hal ini terjadi, masing-masing komputer akan mundur dan akan menunggu kesempatan secara acak untuk mentransmisikan data kembali. metode ini dikenal dengan koalisi, dan tidak akan berpengaruh pada kecepatan transmisi dari network.
Protokol Ethernet dapat digunakan untuk pada model jaringan Bus , Bintang, atau Pohon . Data dapat ditransmisikan melewati kabel twisted pair, koaksial, ataupun kabel fiber optic serta radio pada kecepatan 10 sampai 1000 Mbps. Sehingga dikenal adanya protocol Ethernet, Fast-Ethernet hingga Gigabit Ethernet.
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah sebuah Protokol jaringan yang menghubungkan antara dua atau lebih jaringan bahkan pada jarak yang jauh . Metode aksesnyayang digunakan oleh FDDI adalah model token . FDDI menggunakan dua buah topologi ring secara fisik. Proses transmisi baiasanya menggunakan satu buah ring, namun jika ada masalah ditemukan akan secara otomatis menggunakan ring yang kedua.
Sebuah keuntungan dari FDDI adalah kecepatan dengan menggunakan fiber optic cable pada kecepatan 100 Mbps.
ATM adalah singkatan dari Asynchronous Transfer Mode (ATM) yaitu sebuah protokol
jaringan yang mentransmisikan pada kecepatan 155 Mbps atau lebih . ATM mentarnsmisikan data kedalam satu paket dimana pada protokol yang lain mentransfer pada besar-kecilnya paket. ATM mendukung variasi media seperti video, CD-audio, dan gambar. ATM bekerja pada model topologi Bintang , dengan menggunakan Kabel fiber optic ataupun kabel twisted pair . ATM pada umumnya digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN . dia juga banyak dipakai oleh Internet Service Providers (ISP) untuk meningkatkan kecepatan akses Internet untuk klien mereka.
45
Bermacam-macam bentuk media yang dapat digunakan dalam proses komunikasi data.
Kabel. Dalam bahasa inggris sering dipisahkan antara “Wire” dan “Cable”. Wire adalah
bentuk kabel yang kecil, yakni kabel telepon baik yang twisted (terulir) dan untwisted (searah). Sedangkan Cable adalah bentuk kabel yang lebih besar, dalam hal ini adalah Coaxial.
Fiber optic. Dengan bantuan cahaya, pulsa-pulsa kode dapat dikirim dari suatu tempat ke tempat lain. Fiber optic tergolong baru dalam kancahnya sebagai media komunikasi, tetapi perkembangannya sangat cepat karena beberapa keunggulan, seperti lebih andal untuk jarak jauh, lebih sulit untuk disadap, lebih cepat, lebih ringkas/kecil, dan lain sebagainya.
Gelombang radio. Gelombang radio sering dibagi ke dalam beberapa kategori sesuai dengan frekuensi pancarannya. Gelombang radio yang sering digunakan untuk komunikasi data adalah gelombang microwave, gelombang radio biasa, dan satelit.
Perangkat keras yang diperlukan
Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu :
Komputer, Card Network, Hub, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan koneksi
jaringan seperti: Printer, CDROM, Scanner, Bridges, Switch, Router dan lainnya yang dibutuhkan untuk process transformasi data didalam jaringan.
Sebuah file server merupakan jantungnya kebayakan Jaringan, merupakan komputer
yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalamnya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan.
Sebuah file server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara node/komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain….terlihat bahwa tugas file server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya secara cepat. Sehingga minimal sebuah file server mempunyai beberpa karakter seperti tersebut di bawah ini :
Prosessor minimal 3 Gigahertz atau prosessor yang lebih cepat lagi (core i3,i5, i7 atau lebih).
Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih ribuan GB Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).