• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERENCANAAN INDUSTRI KOMPONEN PERALATAN PENDINGIN RUANG

V.1. Analisis Teknis

V.1.1. Identifikasi Tempat Penangkapan Ikan

Perencanaan lokasi industri dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan pasar yang membutuhkan komponen pendingin ruang muat kapal ikan. Target pasar dari industri yang direncanakan adalah kapal-kapal perikanan yang memiliki muatan ikan. Tempat yang banyak terdapat kapal-kapal perikanan adalah lokasi yang terdapat pelabuhan perikanan. Lokasi di sekitar pelabuhan perikanan tersebut juga terdapat galangan untuk reparasi kapal dan pembangunan kapal ikan yang membutuhkan komponen pendingin untuk ruang muatnya.

Langkah menentukan calon lokasi untuk industri komponen pendingin ruang muat kapal ikan adalah mengidentifikasi jumlah dan letak usaha perikanan yang terdapat di Indonesia. Dengan mengetahui letak usaha perikanan di Indonesia, dapat diperkirakan lokasi yang membutuhkan komponen pendingin ruang muat untuk kapal perikanan. Selain dapat membantu meningkatkan produktivitas industri perkapalan di daerah tersebut, juga dapat menjaring pasar yang lebih mudah untuk pemasaran produk. Usaha perikanan dalam suatu provinsi dapat mencerminkan jumlah kapal ikan dan usaha perikanan yang terdapat di provinsi tersebut. Jumlah usaha perikanan berdasarkan provinsi dapat dilihat pada data berikut ini:

Gambar V. 1. Jumlah Usaha Perikanan Berdasarkan Provinsi (2013)

(Sumber: www.bps.go.id)

Berdasarkan data pada Gambar V.1. mengenai jumlah usaha perikanan yang terdapat di tiap provinsi di Indonesia, didapatkan bahwa Pulau Jawa memiliki paling banyak usaha perikanan. Setiap usaha perikanan ini didukung oleh adanya Pelabuhan Perikanan (PP) yang menjadi tempat aktivitas bongkar muat serta jual-beli ikan hasil tangkapan dari laut. Setiap ikan-ikan yang ditangkap di tengah laut kemudian diawetkan di dalam palka ikan berpendingin kemudian disimpan kembali dalam ruangan pendingin yang terdapat di PP tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, industri peralatan pendingin untuk pengawetan ikan menjadi sebuah kebutuhan untuk menangani kebutuhan para nelayan penangkap ikan dan usaha perikanan yang terdapat di Pulau Jawa.

Selanjutnya adalah mengidentifikasi lokasi Pelabuhan Perikanan yang terdapat di Indonesia. Pelabuhan perikanan yang terdaftar oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan dapat di-plot pada peta Indonesia. Dari lokasi-lokasi tersebut dapat ditentukan lokasi yang sekiranya layak untuk dijadikan tempat pengembangan industri komponen pendingin ruang muat kapal perikanan. Berikut ini adalah daftar pelabuhan perikanan yang terdapat di seluruh Indonesia:

1. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)

Berikut ini adalah letak Pelabuhan Perikanan Samudera yang terdapat di Indonesia:

Gambar V. 2. Letak Pelabuhan Perikanan Samudera

(Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2016)

Hasil plotting pada Gambar V.2. adalah lokasi Pelabuhan Perikanan Samudera yang tersebar di seluruh Indonesia (ditandai oleh pin biru). Jarak yang jauh antara pelabuhan ini disebabkan oleh tingkat kepentingan terhadap tempat pendaratan ikan untuk penangkapan Samudera. Pelabuhan-pelabuhan tersebut dibangun di tempat-tempat yang strategis terhadap pelayaran Samudera. Berikut ini adalah lokasi lengkap dari masing-masing pelabuhan:

Tabel V. 1. Daftar Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) di Indonesia

No. Nama Pelabuhan Provinsi

1 PPS Kendari Sulawesi Tenggara

2 PPS Bungus Sumatera Barat

3 PPS Nizam Zachman DKI Jakarta

4 PPS Cilacap Jawa Tengah

5 PPS Belawan Sumatera Utara

6 PPS Bitung Sulawesi Utara

7 PPS Lampulo Aceh

(Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2016)

Berdasarkan data pada Tabel V.1, dapat dilihat bahwa terdapat tiga Pelabuhan Perikanan Samudera di Pulau Sumatera, dua pelabuhan di Pulau Jawa, dan dua pelabuhan di Pulau Sulawesi. Sementara Pulau Kalimantan dan Irian Jaya tidak memiliki Pelabuhah Perikanan Samudera karena tidak memiliki arus penangkapan ikan dari samudera.

2. Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN)

Berikut ini adalah letak Pelabuhan Perikanan Nasional yang ada di Indonesia:

Gambar V. 3. Letak Pelabuhan Perikanan Nasional

(Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2016)

Hasil plotting pada Gambar V.3 menunjukkan lokasi Pelabuhan Perikanan Samudera yang tersebar di seluruh Indonesia (ditandai oleh pin merah). Dapat dilihat bahwa terdapat empat pelabuhan yang terdapat di Pulau Sumatera, satu pelabuhan yang terdapat di Pulau Kalimantan, enam pelabuhan yang terdapat di Pulau Jawa, dan satu pelabuhan yang terdapat di Pulau Bali. Pelabuhan-pelabuhan tersebut dibangun di tempat-tempat yang strategis terhadap pelayaran Nasional. Berikut ini adalah lokasi lengkap dari masing-masing pelabuhan:

Tabel V. 2. Daftar Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) di Indonesia

No. Nama Pelabuhan Provinsi

1 PPN Idi Aceh

2 PPN Sibolga Sumatera Utara

3 PPN Ambon Maluku

4 PPN Pekalongan Jawa Tengah

5 PPN Pelabuhan Ratu Jawa Barat

6 PPN Prigi Jawa Timur

7 PPN Sungailiat Kep. Bangka Belitung

8 PPN Kwandang Gorontalo

9 PPN Kejawanan Jawa Barat

10 PPN Ternate Maluku Utara

11 PPN Brondong Jawa Timur

12 PPN Tanjung Pandan Kep. Bangka Belitung

13 PPN Tual Maluku

14 PPN Pemangkat Kalimantan Barat

15 PPN Karangantu Banten

16 PPN Pengambengan Bali

(Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2016)

Berdasarkan data pada Gambar V.3, dapat diketahui letak dari Pelabuhan Perikanan Nasional di Indonesia mayoritas terdapat di Pulau Jawa.

3. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP)

Berikut ini adalah letak Pelabuhan Perikanan Pantai yang ada di Indonesia:

Gambar V. 4. Letak Pelabuhan Perikanan Pantai

(Sumber: Kementrian Kelautan dan Perikanan, 2016)

Hasil plotting pada Gambar V.4. menunjukkan lokasi Pelabuhan Perikanan Samudera yang berjumlah 44 dan tersebar di seluruh Indonesia (ditandai oleh pin ungu). Berikut ini adalah lokasi lengkap dari masing-masing pelabuhan yang terdapat di Pulau Jawa:

Tabel V. 3. Daftar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) di Pulau Jawa

No. Nama Pelabuhan Provinsi

1 PPP Labuan Banten

2 PPP Blanakan Jawa Barat

3 PPP Bondet Jawa Barat

4 PPP Ciparage Jawa Barat

5 PPP Eretan Wetan Jawa Barat

6 PPP Muara Ciasem Jawa Barat

7 PPP Cilauteureun Jawa Barat

8 PPP Bajomulyo Jawa Tengah

9 PPP Asem Doyong Jawa Tengah

10 PPP Tasik Agung Jawa Tengah

11 PPP Morodemak Jawa Tengah

12 PPP Tawang Jawa Tengah

13 PPP Klidang Lor Jawa Tengah

14 PPP Tegalsari Jawa Tengah

15 PPP Karimun Jawa Jawa Tengah

16 PPP Wonokerto Jawa Tengah

17 PPP Sadeng Yogyakarta

18 PPP Paiton Jawa Timur

19 PPP Pondok Dadap Jawa Timur

20 PPP Muncar Jawa Timur

21 PPP Lekok Jawa Timur

22 PPP Mayangan Jawa Timur

23 PPP Puger Jawa Timur

24 PPP Tamperan Jawa Timur

25 PPP Bawean Jawa Timur

Berdasarkan data pada Tabel V.3, dapat disimpulkan bahwa terdapat enam pelabuhan di Provinsi Jawa Barat, sembilan pelabuhan di Provinsi Jawa Tengah, dan delapan pelabuhan di Provinsi Jawa Timur. Artinya, banyak terdapat pelabuhan perikanan dari kelas Pelabuhan Perikanan Samudera, Pelabuhan Perikanan Nasional, dan Pelabuhan Perikanan Pantai yang dapat menjadi target pasar untuk industri komponen pendingin ruang muat kapal ikan. Jadi tempat yang akan dipilih sebagai calon lokasi industri komponen pendingin ruang muat kapal ikan adalah di Pulau Jawa, terutama Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mengingat lokasi industri harus memiliki akses yang mudah terhadap administrasi, promosi, infrastruktur, dan transportasi bahan baku maupun barang jadi, maka dipilihlah Kota Semarang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik sebagai calon lokasi industri komponen refrigerasi kapal ikan sebagai lokasi yang terdapat di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk pembobotan calon lokasi industri yang sedang direncanakan.

Dokumen terkait