• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Identitas Responden Petani

31 Tabel 6. Umur Responden Petani Kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko

Kabupaten Enrekang

No. Tingkat Umur Jumlah Presentase(%)

1. 31 – 35 3 30

2. 36 – 40 4 40

3. 41 – 45 2 20

4. 46 – 50 1 10

Jumlah 10 100

Sumber: data primer yang sudah diolah,2021

Tabel 6. Diatas menunjukkan bahwa jumlah responden tertinggi berada pada kelompok umur 36-40 tahun dengan persentase 40%, kelompok umur sedang yaitu 31-35 tahun dengan persentase 30%, kelompok umur 41-45 dengan persentase 20%, dan paling sedikit terdapat pada kelompok 46-50 tahun dengan persentase 10%. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah petani muda lebih banyak dari petani tua dalam hal melakukan Usahatani kubis.Responden di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang lebih banyak memiliki umur produktif.

2. Pendidikan Responden

Tingkat pendidikan petani adalah salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi kemampuan dalam berusahatani atau menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pendidikan responden petani yang tinggi juga dapat membantu petani untuk menyerapa teknologi dan inovasi – inovasi baru, serta dapat membantu kelancaran berkomunikasi dengan petugas penyuluhan lapangan(PPL) dalam menerima petunjuk serta arahan mengenai Usahataninya dan memengaruhi pengambilan keputusan dalam Usahatani dan juga pemasaran yang dihasilkan.

Tabel 7.menunjukkan tingkat pendidikan petani kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang.

32 Tabel 7. Tingkat pendidikan Responden Petani Kubis di Desa Tongko Kecamatan

Baroko Kabupaten Enrekang.

No. Tingkat pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)

1. SD 2 20

2. SMP 3 30

3. SMA 5 50

Jumlah 10 100

Sumber: Data Primer Setelah Diolah,2021

Seperti yang diungkapkan oleh (Mardikanto,2007) bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin mudah untuk menyerap informasi dan teknologi .

Tabel 7. Menunjukkanbahwa tingkat pendidikan formal responden di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang beragam mulai dari SD,SMP dan SMA hal ini memberikan indikasi bahwa tingkat pendidikan responden sangat berpengaruh terhadap produksi dan keuntungan yang didapatkan petani. Jumlah responden terbanyak yaitu pada tingkat pendidikan SMA sebanyak 5 orang dengan persentase 50% dan SMP 3 orang dengan persentase 30% sedangkan untuk jumlah pendidikan paling rendah yaitu SD sebanyak 2 orang dengan persentase 20%.

Tabel di atas dapat disimpulkan bahwa petani responden di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang mayoritas tamatan SMA dan SMP. Hal ini menunjukkan bahwa petani responden akan mampun menangani perubahan yang dapat terjadi di Usahataninya. Walaupun hanya tamatan SD, para petani juga mampu bertani kubis dengan produksi yang cukup banyak, dikarenakan para petani sudah lama mendapatkan keterampilan dan saling berbagi pengalaman dari

33 petani – petani lainnya atau pun dari petani lain yang sudah lama mengetahui cara bertani kubis.

3. Pengalaman Responden

Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan kegiatan produksi dalam pertanian. Pengalaman bertani yang lebih lama akan membuat petani memiliki kemampuan dalam melakukan kegiatan usahatani, pada umumnya petani yang memiliki pengalaman Usahatani cukup lama cenderung memiliki kemampuan berusahatani yang lebih baik.

Lama berusahatani merupakan indikator yang secara langsung turut dalam mendukung keberhasilan berusahatani. Petani yang telah berpengalaman dan didukung oleh sarana dan prasarana produksi yang lengkap dan lebih mampu meningkatkan produktivitas jika di bandingkan dengan petani yang baru memulai Usahataninya.Pengalaman petani kubis dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 8. Pengalaman Responden Petani di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang.

No. Pengalaman Bertani (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 5 – 8 3 30

2. 9 – 12 2 20

3. 13 – 16 3 30

4. 17 – 20 2 20

Jumlah 10 100

Sumber :Data Primer Setelah Diolah, 2021.

Berdasarkan Tabel 8. Menunjukkan bahwa pengalaman berusahatani petani kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang memiliki pengalaman usahatani yang bervariasi yaitu tertinggi berkisar 5-8 tahun sebanyak 3 dan umur 13-16 tahun sebanyak 3 orang dengan persentase 30% dan terendah

34 berkisar 9-12 tahun sebanyak 2 orang dengan persentase 20% dan umur 17-20 sebanyak 2 orang dengan persentase 20% .

Hal ini menjelaskan bahwa pengalaman berusahatani kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang pada umur 17-20 tahun yang berjumlah 2 orang sudah bisa dikatakan sudah berpengalaman dan sudah mampu menguasai teknik budidaya tanaman kubis dengan baik.

4. Jumlah Tanggungan Keluarga

Jumlah tanggungan keluarga adalah banyaknya anggota keluarga yang menjadi tanggungan kepala keluarga dalam satu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga berhubungan positif dengan besarnya biaya hidup yang dibutuhkan dalam tiap periode waktu, jumlah tanggungan keluarga yang besar seharusnya dapat mendorong petani dalam kegiatan usahatani yang lebih intensif dan menerapkan teknologi baru sehingga pendapatan petani meningkat ( Soekartawi, 2003)

Tabel 9. Jumlah Tanggungan Keluarga Responden di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang

No. Jumlah Tanggungan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 1 – 2 4 40

2. 3 – 4 4 40

3. 5 – 6 2 20

Jumlah 10 100

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021.

Tabel 9 dapat dilihat bahwa Jumlah tanggungan keluarga tertinggi berada pada jumlah tanggungan 2-3 dengan jumlah 4 orang dengan persentase 40% dan jumlah tanggungan 3-4 dengan Jumlah 4 orang dengan persentase 40%.

Sedangkan jumlah tanggungan responden terendah berada pada jumlah

35 tanggungan 5 – 6 dengan jumlah 2 orang dengan persentase 20%. Hal ini menunjukkan bahwa tanggungan keluarga sangat mempengaruhi petani dalam melakukan Usahataninya, semakin banyaknya tanggungan keluarga maka semakin banyak pula biaya yang akan di keluarkan petani dalam membiayai kebutuhan hidup keluarganya, keadaan demikian sangat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan keluarga keluarga dan untuk meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga petani berusaha untuk menambah pendapatan melalui Usahatani bersama keluarganya.

5. Luas Lahan Responden

Luas lahan merupakan salah satu faktor mempengaruhi jumlah pendapatan para petani, dengan memiliki lahan yang luas serta dimanfaatkan secara optimal, tentunya merupakan peluang besar untuk memperoleh hasil yang lebih besar dengan sendirinya akan memperoleh pendapatan dan hasil yang maksimal. Luas Pengusahaan lahan pertanian merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses Usahatani (Daniel, 2007). Luas lahan petani Kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 10. Luas Lahan Petani Kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang.

No. Luas lahan (Ha) Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1. 0,15 - 0,36 4 40

2. 0,37 – 0,58 2 20

3. 0,59 –0,80 3 30

4. 0,81 – 1,02 1 10

Jumlah 10 100

Sumber :Data Primer Setelah diolah, 2021.

36 Tabel 10. Menunjukkan bahwa luas lahan kubis garapan responden bervariasi, dimana luas lahan 0,15 – 0,36 Ha terbanyak yaitu 4 jiwa atau 40%

sedangkan yang terendah luasan 0,81 – 1,02 Ha sebanyak 1 jiwa atau 10 %. Hal ini menunjukan rata-rata luas lahan yang dimiliki petani kubis di Desa Tongko Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang memiliki luas lahan dengan skala kecil.

Dokumen terkait