Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini yang berhubungan dengan laporan keuangan konsolidasian Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan konsolidasian terkait, yang tercantum dalam Prospektus ini. Calon investor juga harus membaca bagian dari Prospektus ini yang berjudul “Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen”.
Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar data keuangan dan data operasional penting Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini. Ikhtisar data keuangan penting Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2015, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta pada tanggal 30 Juni 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang telah diaudit untuk periode-periode tersebut. Ikhtisar data keuangan penting Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 diambil dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan yang tidak diaudit untuk periode tersebut. Kinerja keuangan konsolidasian yang telah diperoleh oleh Perseroan untuk periode enam bulan tersebut di atas belum tentu mengindikasikan kinerja keuangan konsolidasian yang akan diperoleh oleh Perseroan untuk satu tahun penuh.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman dan Surja (sekarang KAP Purwantono, Sungkoro & Surja), akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, yang laporannya tanggal 25 Februari 2015 tidak tercantum dalam Prospektus ini. Laporan Akuntan Publik tersebut ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, yang tidak tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja, akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, yang laporannya tidak tercantum dalam Prospektus ini. Laporan Akuntan Publik tersebut ditandatangani oleh Susanti.
Laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, yang tidak tercantum dalam Prospektus ini dan tidak diaudit, telah direviu oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja (sekarang KAP Purwantono, Sungkoro & Surja), akuntan publik independen, berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI, dengan hasil tidak ditemukan indikasi diperlukannya modifikasi material terhadap laporan keuangan konsolidasian tersebut agar penyajiannya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Suatu reviu yang dilaksanakan berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI memiliki ruang lingkup yang lebih sempit secara substansial dibandingkan dengan suatu audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI dan, seperti yang tercantum dalam laporan reviu akuntan independen tanggal 27 Juli 2015 yang tidak tercantum dalam Prospektus ini, KAP Purwantono, Suherman & Surja (sekarang KAP Purwantono, Sungkoro & Surja) tidak mengaudit dan tidak menyatakan pendapat apapun atas laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit tersebut. Oleh karena itu, tingkat keandalan laporan reviu mereka atas laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit tersebut sangat terbatas mengingat adanya keterbatasan dalam sifat dan ruang lingkup prosedur yang diterapkan dalam suatu reviu yang dilaksanakan berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 yang ditetapkan oleh IAPI. Laporan Reviu tersebut ditandatangani oleh Agung Purwanto.
Laporan keuangan konsolidasian interim Perseroan pada tanggal 30 Juni 2016 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, yang tidak tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja, akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, yang laporannya tidak tercantum dalam Prospektus ini. Laporan Akuntan Publik tersebut ditandatangani oleh Susanti.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam ribuan Dolar AS)
KETERANGAN 30 Juni 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 250.515 132.589 236.689 Investasi jangka pendek 1.024 - - Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 635 40.099 20.172 Piutang usaha Pihak ketiga 88.409 115.574 140.303 Pihak berelasi 68.482 95.677 108.523 Piutang lain-lain Pihak ketiga 5.017 5.497 2.789 Pihak berelasi 12.324 15.313 28.375 Persediaan 422.235 408.620 480.872 Uang muka dan biaya dibayar di muka 62.872 55.263 33.529 Pajak dibayar di muka 27.571 23.658 7.372
Total Aset Lancar 939.084 892.290 1.058.624 ASET TIDAK LANCAR
Estimasi tagihan pajak 29.245 42.341 58.423 Penyertaan saham 174.849 197.268 213.095 Aset pajak tangguhan 114.163 97.983 84.734 Aset tetap 2.533.677 2.356.409 1.094.495 Properti investasi 2.912 2.918 2.914 Aset lain-lain
Piutang jangka panjang 2.442 9.969 21 Aset real estat 15.010 13.944 14.446 Aset yang tidak digunakan dalam operasi 910 1.246 1.995 Kas dan deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 38.085 34.447 28.177 Lain-lain 59.873 53.329 47.433
Total Aset Tidak Lancar 2.971.166 2.809.854 1.545.733 TOTAL ASET 3.910.250 3.702.144 2.604.357 LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 895.838 1.143.888 1.037.148 Utang usaha Pihak ketiga 125.770 98.861 164.370 Pihak berelasi 36.111 53.196 38.513 Utang lain-lain Pihak ketiga 46.182 19.734 34.358 Pihak berelasi 4.270 2.690 3.157 Utang pajak 15.697 10.013 14.675 Beban akrual 33.206 29.887 33.809 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 6.529 7.947 8.542 Uang muka penjualan dan lainnya 21.683 25.592 23.306 Bagian pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 49.641 65.372 55.400 Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun 7 7 17
(dalam ribuan Dolar AS)
KETERANGAN 30 Juni 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 729 14 161 Uang muka konstruksi, bagian jangka panjang 1.156 2.038 8.314
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 799.929 405.489 247.829 Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 14.484 13.158 6.366 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 43.622 36.154 42.459
Total Liabilitas Jangka Panjang 859.920 456.853 305.129 TOTAL LIABILITAS 2.094.854 1.914.040 1.718.424 EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal saham 855.968 855.968 855.968 Tambahan modal disetor, neto 116.263 116.263 116.263 Penghasilan komprehensif lain 1.271.244 1.166.640 (58.190) Saldo laba (akumulasi kerugian)
Dicadangkan 146.834 146.834 146.834 Tidak dicadangkan (576.349) (504.705) (187.941)
Total Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik
Entitas Induk 1.813.960 1.781.000 872.934 Kepentingan Nonpengendali 1.436 7.104 12.999
TOTAL EKUITAS 1.815.396 1.788.104 885.933 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.910.250 3.702.144 2.604.357
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
(dalam ribuan Dolar AS) KETERANGAN
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 2015
(Tidak Diaudit) 2015 2014
PENDAPATAN NETO 659.151 677.238 1.321.823 1.868.845
BEBAN POKOK PENDAPATAN (559.232) (716.125) (1.358.255) (1.827.514)
LABA (RUGI) BRUTO 99.919 (38.887) (36.432) 41.331
Beban penjualan (15.805) (14.542) (29.751) (31.701) Beban umum dan administrasi (72.857) (59.684) (117.883) (118.202) Laba pelepasan aset tetap 4.793 - 76 20.835 Pendapatan lain-lain 20.487 12.078 21.097 26.027 Beban lain-lain (9.844) (2.648) (20.656) (9.144)
LABA (RUGI) OPERASI 26.693 (103.683) (183.549) (70.854)
Bagian rugi dari entitas asosiasi (38.234) (51.654) (112.366) (70.439) Pendapatan keuangan 4.190 3.886 5.759 6.266 Pajak terkait pendapatan keuangan (701) (777) (1.152) (1.253) Laba (rugi) selisih kurs, neto (32.878) 33.990 52.182 4.765 Beban keuangan (60.836) (40.142) (88.332) (51.470)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN MANFAAT PAJAK
PENGHASILAN (101.766) (158.380) (327.458) (182.985)
Pajak final (1.960) (3.712) (5.855) (7.128)
RUGI SEBELUM MANFAAT PAJAK PENGHASILAN (103.726) (162.092) (333.313) (190.113) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN (10.445) (24.474) (6.799) (35.928)
(dalam ribuan Dolar AS) KETERANGAN
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 2015
(Tidak Diaudit) 2015 2014
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali program imbalan pasti (4.289) (3.170) 1.359 (4.124) Surplus revaluasi aset tetap 113.040 - 1.235.262 - Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi 1.272 753 (247) 969
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan Entitas
Anak dan Asosiasi, Neto 10.550 (11.744) (7.689) (2.964)
TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 27.292 (151.779) 902.171 (160.304)
RUGI PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (87.545) (134.932) (320.029) (147.114) Kepentingan nonpengendali (5.736) (2.686) (6.485) (7.071)
TOTAL (93.281) (137.618) (326.514) (154.185)
TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 32.960 (149.116) 908.066 (153.206) Kepentingan nonpengendali (5.668) (2.663) (5.895) (7.098)
TOTAL 27.292 (151.779) 902.171 (160.304)
RUGI PER SAHAM DASAR YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK (dalam Dolar AS penuh)
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
(dalam ribuan Dolar AS)
KETERANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal
30 Juni
Pada Tanggal 31 Desember
2016 2015
(Tidak Diaudit) 2015 2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 759.657 773.633 1.481.455 1.982.439 Penerimaan dari tagihan pajak 20.880 2.247 20.217 25.841 Penerimaan dari pendapatan bunga 4.414 2.920 4.657 4.886 Pembayaran kepada pemasok (579.932) (648.282) (1.225.701) (1.598.674) Pembayaran beban usaha dan lainnya (28.270) (26.333) (74.425) (72.891) Pembayaran kepada karyawan (83.941) (55.571) (125.332) (120.932) Pembayaran untuk pajak (13.660) (94.868) (144.007) (215.830) Pembayaran untuk beban bunga dan beban bank (8.786) (4.903) (10.786) (7.137)
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
70.362 (51.157) (73.922) (2.298)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan investasi jangka pendek (1.024) (40.078) - 7.810 Penerimaan dividen kas 218 354 398 43 Hasil dari penjualan aset tetap dan aset tidak
digunakan dalam operasi
433 - 5.327 22.540
Penarikan kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
48.175 40.252 40.502 8.243 Penempatan kas dan deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya
(12.349) (25.477) (66.699) (36.768) Penambahan penyertaan pada saham (13.956) (10.559) (16.513) (28.897) Penambahan aset tetap (48.879) (116.038) (191.059) (199.068)
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (27.382) (151.546) (228.044) (226.097) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka pendek, neto
(248.051) 123.173 106.741 236.671 Penerimaan Pinjaman Jangka Panjang 386.496 56.848 222.335 121.775 Setoran modal dari kepentingan non-pengendali - - - 220 Dividen tunai kepada kepentingan non-pengendali - - - (8) Pembayaran Dividen tunai - - - - Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang
(7.787)
(38.372) (54.702) (24.398) Pembayaran untuk beban bunga (51.944) (40.269) (72.290) (53.748) Pembayaran untuk program kemitraan dan bina
lingkungan
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 78.714 101.380 202.084 280.512
Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas 121.694 (101.323) (99.882) 52.117 Kas dan setara kas awal periode 132.589 236.689 236.689 190.232 Dampak perubahan selisih kurs (3.768) (1.332) (4.218) (5.660)
RASIO KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT)
Uraian
Pada tanggal dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
Pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember
2016 2015 2015 2014
EBITDA(1) 68.502 (58.061) (91.653) (14.712)
Marjin Laba Bruto(2) 15,16% -5,74% -2,76% 2,21%
Marjin Laba Operasi (3) 4,05% -15,31% -13,89% -3,79%
Marjin Laba Periode Berjalan (4) -14,15% -20,32% -24,70% -8,25%
Marjin EBITDA (5) 10,39% -8,57% -6,93% -0,79%
EBITDA terhadap beban bunga kotor(6) 1,1 kali -1,5 kali -1,0 kali -0,3 kali
Rasio Lancar(7) 76,04% 59,18% 61,23% 74,90%
Rasio Kas (8) 20,29% 8,99% 9,10% 16,75%
Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas(9) 115,39% 244,00% 107,04% 193,97%
Rasio Liabilitas Terhadap Aset(10) 53,57% 70,93% 51,70% 65,98%
Imbal Hasil terhadap Ekuitas(11) -5,14% -18,75% -18,26% -17,40%
Imbal Hasil terhadap Aset(12) -2,45% -5,37% -10,35% -5,92%
Utang neto(13) terhadap EBITDA(14) 22 (23) (15) (66)
Utang neto terhadap jumlah kapitalisasi(15) 0,4 0,6 0,4 0,5
Rasio Pertumbuhan Aset(16) 154,83% n.a 142,15% 109,28%
Rasio Pertumbuhan Liabilitas(17) 116,94% n.a 111,38% 128,60%
Rasio Pertumbuhan Ekuitas(18) 247,28% n.a 201,83% 84,62%
Rasio Pertumbuhan Pendapatan Neto(19) 97,33% n.a 70,73% 89,66%
Rasio Pertumbuhan Laba Periode Berjalan(20) 67,78% n.a 211,77% 1133,88%
Catatan:
(1) Perseroan mendefinisikan EBITDA sebagai laba (rugi) untuk periode yang relevan, yang disesuaikan dengan cara
menambahkan/(mengurangi): (i) beban bunga, (ii) beban (manfaat) pajak, (iii) beban penyusutan, (iv) kepentingan nonpengendali atas laba (rugi) Entitas Anak, (v) rugi (laba) pelepasan aset tetap, (vi) penghapusan/penurunan jumlah investasi, (vii) rugi (laba) selisih kurs neto, (vii) beban pinjaman yang dikapitalisasi ke aset tetap dan (ix) bagian laba (rugi) entitas asosiasi. Namun, perhitungan EBITDA ini mengeluarkan penyusutan dari properti investasi. EBITDA bukan merupakan ukuran standar dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Karena bisnis pembuatan baja membutuhkan modal yang besar, maka kebutuhan atas investasi barang modal, serta tingkat utang dan beban bunga dapat mempunyai dampak yang signifikan terhadap laba perusahaan-perusahaan dengan kinerja usaha serupa. Oleh karena itu, Perseroan berkeyakinan bahwa EBITDA memberikan gambaran yang berguna atas kinerja usaha Perseroan, dan merupakan suatu indikator kinerja usaha Perseroan. Investor sebaiknya tidak menggunakan, baik definisi EBITDA yang digunakan oleh Perseroan secara terpisah, atau sebagai indikasi kinerja usaha, likuiditas, atau ukuran standar lain apapun, berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, maupun definisi EBITDA yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain. Dana yang tergambarkan melalui penyajian EBITDA mungkin tidak tersedia untuk pembayaran utang, karena adanya pembatasan-pembatasan dalam perjanjian utang, kebutuhan investasi barang modal, dan komitmen lainnya. Definisi EBITDA dalam perjanjian-perjanjian tertentu yang terkait dengan utang Perseroan dapat berbeda dari definisi yang digunakan oleh Perseroan.
(2) Rasio marjin laba bruto dihitung dengan membagi laba (rugi) bruto dengan pendapatan neto
(3) Marjin Laba Operasi dihitung dengan membandingkan laba operasi terhadap pendapatan neto
(4) Marjin Laba Periode Berjalan dihitung dengan membandingkan laba periode berjalan terhadap pendapatan neto
(5) Marjin EBITDA dihitung dengan membagi EBITDA dengan pendapatan neto
(6) Rasio EBITDA terhadap beban bunga kotor dihitung dengan membagi EBITDA dengan beban bunga kotor dalam periode yang sama, beban bunga kotor adalah beban bunga neto ditambah dengan finance charge, termasuk commitment charges dan biaya-biaya yang muncul atas pembuatan letter of credit
(7) Rasio Lancar dihitung dengan membandingkan jumlah aset lancar terhadap total liabilitas lancar
(8) Rasio Kas dihitung dengan membandingkan kas dan setara kas terhadap total liabilitas lancar
(9) Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas dihitung dengan membandingkan total liabilitas terhadap total ekuitas
(10) Rasio Liabilitas terhadap Aset dihitung dengan membandingkan total liabilitas terhadap total aset
(11) Rasio Imbal hasil terhadap Ekuitas dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan total ekuitas pada periode yang sama
(12) Rasio Imbal hasil terhadap Aset dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan total aset rata-rata pada periode yang sama, total aset rata-rata dihitung dengan menjumlahkan aset pada awal tahun dan akhir tahun dibagi dua.
(13) Utang Neto merupakan total liabilitas yang memiliki bunga, termasuk pinjaman bank jangka pendek, total bagian lancar dan tidak lancar pinjaman jangka panjang, factoring payables, dikurangi kas dan setara kas
(14) Rasio Utang Neto terhadap EBITDA dihitung dengan membagi utang neto terhadap EBITDA pada periode yang sama
(15) Rasio Utang Neto terhadap total kapitalisasi dihitung dengan membagi utang neto dengan total kapitalisasi pada periode yang sama, dalam hal ini total kapitalisasi adalah total utang ditambah dengan total ekuitas.
(16) Rasio Pertumbuhan Aset per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total aset pada tanggal tersebut terhadap total aset per 30 Juni 2015
(17) Rasio Pertumbuhan Liabilitas per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total liabilitas pada tanggal tersebut terhadap total liabilitas per 30 Juni 2015
(18) Rasio Pertumbuhan Ekuitas per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total ekuitas pada tanggal tersebut terhadap total ekuitas per 30 Juni 2015
(19) Rasio Pertumbuhan Pendapatan Neto untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan pendapatan neto pada periode tersebut terhadap pendapatan neto untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015
(20) Rasio Pertumbuhan Laba Periode Berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan laba periode berjalan pada periode tersebut terhadap laba periode berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015
EBITDA
(dalam ribuan dolar AS)
Uraian
Periode Enam Bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 2015
(tidak diaudit) 2015 2014
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan (103.726) (162.092) (333.313) (190.113) Ditambah:
Beban Keuangan 60.836 40.142 88.332 51.470
IDC (Interest expense capitalized to
fixed asset) 8.436 10.185 19.358 8.454
Penyusutan 36.637 36.040 73.862 70.638 Dikurangi:
Laba (Rugi) Pelepasan Aset Tetap 4.793 - 76 20.835 Bagian Laba (Rugi) Entitas Asosiasi (38.234) (51.654) (112.366) (70.439) Laba (Rugi) Selisih Kurs (32.878) 33.990 52.182 4.765
EBITDA 68.502 (58.061) (91.653) (14.712)
RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN PINJAMAN BANK
Rasio Bank
Covenant
Tingkat Pemenuhan Pada Tanggal dan Untuk Tahun yang Berakhir pada:
Periode Enam Bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2016 2015
(tidak diaudit) 2015 2014
Debt to Tangible Net Worth Ratio (1) ≤ 2,33 : 1 0,97 2,04 0,91 1,53
Current Ratio(2) > 1,00 : 1 N.A.(7) 0,59 0,61 0,75
EBITDA(6) / Interest Expense(3) > 2,00 : 1 N.A. (7) (1,90) (1,89) (1,28)
Net Revenue Income / Debt Service
(Debt Service Coverage Ratio)(4) > 1,30 : 1 N.A.
(7) (0,28) (0,79) (0,16)
Net Borrowing to EBITDA(6) Ratio(5) ≤ 6,00 : 1 N.A. (7) (8,93) (7,34) (14,39)
Catatan:
Definisi yang digunakan dalam penghitungan rasio keuangan covenant berbeda untuk definisi Data Keuangan Penting. Adapun definisi yang digunakan untuk perhitungan rasio keuangan yang dipersyaratkan dalam Perjanjian pinjaman bank adalah sebagai berikut:
(1) Debt to Tangible Net Worth Ratio dihitung dengan membagi total pinjaman dengan total ekuitas untuk periode yang sama.
(2) Current Ratio dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total liabilitas lancar untuk periode yang sama.Total liabilitas terdiri dari total liabilitas lancar dan liabilitas tidak lancar untuk periode yang sama
(3) EBITDA/Interest Expense dihitung dengan membagi EBITDA dengan total beban keuangan untuk periode yang sama.
(4) Net Revenue Income / Debt Service (Debt Service Coverage Ratio) dihitung dengan membagi EBITDA dengan hasil penjumlahan beban keuangan dan porsi pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam periode yang sama.
(5) Net Borrowing to EBITDA Ratio dihitung dengan membagi total pinjaman setelah dikurangi kas dan setara kas dengan EBITDA untuk periode yang sama
(6) EBITDA untuk keperluan ini diperoleh dengan menambahkan laba (rugi) sebelum beban (manfaat) pajak penghasilan dengan total penyusutan, beban keuangan, laba (rugi) selisih kurs, dan laba pelepasan aset tetap, namun termasuk bagian laba (rugi) entitas asosiasi dalam periode yang sama