• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNTUK PEN AMB AHAN MOD AL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "UNTUK PEN AMB AHAN MOD AL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH D"

Copied!
250
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...i

DEFINISI DAN SINGKATAN ... iii

RINGKASAN ... xi

I. PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I...1

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA...9

III. PERNYATAAN UTANG ...11

IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ...42

V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ...49

VI. FAKTOR RISIKO ...94

VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ...107

VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ...108

1. Riwayat Singkat Perseroan ...108

2. Izin-Izin Terkait Kegiatan Usaha ...109

3. Kepemilikan Saham dan Struktur Permodalan Perseroan ...109

4. Struktur Organisasi Perseroan ...110

5. Pengurusan dan Pengawasan ... 111

6. Sumber Daya Manusia ...118

7. Hubungan Kepemilikan, Pengurusan dan Pengawasan Perseroan ...121

8. Keterangan Mengenai Anak Perusahaan ...122

9. Hubungan dan Transaksi antara Perseroan dan Entitas Anak dengan Pihak Berelasi ...155

10. Perjanjian dengan Pihak Ketiga ...156

11. Aset Tetap ...158

12. Perkara-perkara yang dihadapi Perseroan ...159

IX. KEGIATAN SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ...161

1. Umum ...161

2. Keunggulan Bersaing ...162

3. Strategi Usaha ...164

4. Produksi ...165

5. Penjualan Produk Baja ...166

6. Pemasaran ...167

7. Penjualan di Pasar Domestik ...169

(4)

9. Distribusi ...170

10. Persaingan Usaha ...171

11. Proses Produksi ...172

12. Fasilitas Produksi ...173

13. Bahan Baku dan Pasokan Bahan Baku ...177

14. Program Ekspansi ...181

15. Kegiatan Usaha Perseroan Lainnya ...185

16. Masalah Lingkungan (AMDAL) ...189

17. Asuransi ...190

18. Program Pemberdayaan Masyarakat ...191

19. Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good corporate governance /GCG) ...192

20. Tanggung Jawab Sosial Perseroan (Corporate Social Responsibility/CSR) ...193

21. Prospek Usaha ...193

X. INDUSTRI BAJA...196

XI. EKUITAS ...204

XII. KEBIJAKAN DIVIDEN ...206

XIII. PERPAJAKAN ...207

XIV. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ...210

XV. KETERANGAN MENGENAI PEMBELI SIAGA ...213

XVI. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ...217

XVII. TATA CARA PEMESANAN SAHAM ...220

XVIII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ...226

(5)

DEFINISI DAN SINGKATAN

Di dalam Prospektus ini, kata-kata di bawah ini mempunyai arti sebagai berikut, kecuali bila kalimatnya menyatakan lain:

“Afiliasi ” berarti hubungan yang didefinisikan dalam Pasal 1 UUPM, yaitu :

- hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

- hubungan antara satu pihak dengan pegawai, direktur atau komisaris dari pihak tersebut;

- hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau komisaris yang sama;

- hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

- hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau; - hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama

“Anak Perusahaan” berarti Perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan StandarAkuntansi Keuangan di Indonesia.

“Anggota Bursa” berarti Perusahaan Efek yang telah memperoleh persetujuan keanggotaan bursa untuk menggunakan sistem dan/atau sarana BEI dalam rangka melakukan kegiatan perdagangan efek di BEI sesuai dengan peraturan BEI.

”AS” berarti Amerika Serikat.

“BAE” berarti Biro Administrasi Efek, yaitu pihak yang melaksanakan administrasi saham dalam PMHMETD I yang ditunjuk oleh Perseroan yang dalam hal ini adalah dalam hal ini PT BSR Indonesia.

“Bank Kustodian” berarti Bank umum yang memperoleh persetujuan dari Bapepam dan LK untuk memberikan jasa penitipan atau melakukan jasa kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM.

“Bapepam dan LK” berarti singkatan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan sesuai dengan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya, sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tanggal 30 Desember 2005 No. 606/KMK.01/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Per tanggal 31 Desember 2012 fungsi Bapepam dan LK telah beralih menjadi OJK.

”Bar Mill” berarti pabrik baja tulangan

“BEI atau Bursa Efek

Indonesia” berarti bursa efek sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 4 UUPM yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan atau penerus, pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

(6)

“Blast Furnace” berarti tanur tinggi merupakan salah satu dari proses ironmaking

“BUMN” berarti Badan Usaha Milik Negara.

”CAGR” berarti laju pertumbuhan majemuk tahunan atau compound annual

growth rate.

”Cold Rolling Mill” berarti pabrik baja lembaran dingin

”Continuous Casting

Machine” berarti mesin pengecoran kontinyu yang memproses baja cair menjadi produk baja setengah jadi seperti slab atau billet baja

“Direct Reduction Plant” berarti pabrik besi reduksi langsung atau pabrik besi spons

“CRC” berarti baja lembaran dingin yaitu produk dari pabrik baja lembaran dingin “Daftar Pemegang Saham

(DPS)” berarti Daftar Pemegang Saham yang memuat keterangan tentang kepemilikan saham dalam Perseroan. “Daftar Pemesanan

Pembelian Saham (DPPS)” berarti Daftar yang memuat nama-nama pemesan saham dan jumlah yang dipesan dan disusun berdasarkan Formulir Pemesanan Pembelian Saham yang dibuat oleh masing-masing Penjamin Emisi Efek

“EBITDA” berarti laba sebelum pajak penghasilan ditambah/dikurangi (kerugian)/ keuntungan selisih kurs bersih ditambah biaya pendanaan ditambah depresiasi dan amortisasi dan dikurangi dengan penghasilan bunga.

“Efektif” berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai dengan ketentuan Peraturan No. IX.A.2 angka 4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009, yaitu: 1) Atas dasar lewatnya waktu yaitu 45 (empat puluh lima) hari sejak

tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir atas Pernyataan Pendaftaran yang diajukan Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau

2) Atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan; dengan ketentuan waktu antara tanggal laporan keuangan terakhir yang diperiksa Akuntan yang dimuat dalam prospektus dan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran tidak lebih dari 6 (enam) bulan.

“Entitas Anak” berarti perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% (lima puluh persen) atau lebih dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut dan laporan keuangannya dikonsolidasikan dengan Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

“Entitas Asosiasi” berarti perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan saham baik secara langsung maupun tidak langsung lebih dari 20% (dua puluh persen) namun kurang dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut sehingga penyertaan saham tersebut dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity method) yang laporan keuangannya tidak dikonsolidasikan dengan laporan keuangan Perseroan.

“EPC” berarti singkatan dari Engineering Procurement Construction berarti perusahaan rekayasa industri

(7)

“Flat Product” berarti produk baja lembaran

“Formulir Konfirmasi

Penjatahan (FKP)” berarti Formulir hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti pemilikan saham-saham di pasar perdana “Formulir Pemesanan

Pembelian Saham (FPPS)” berarti Formulir asli yang disediakan Perseroan bersama-sama dengan para Penjamin Pelaksana Emisi Efek yang harus diisi, ditandatangani dan diajukan dalam rangkap 5 (lima) oleh calon pembeli kepada Penjamin Emisi Efek

“GB” berarti Guarantee Bank

“Harga Pelaksanaan” berarti harga yang harus dibayarkan dalam PMHMETD I untuk setiap pelaksanaan 1 (satu) HMETD menjadi saham baru yaitu sebesar Rp525 (lima ratus dua puluh lima Rupiah) per saham

“Hari Bank” berarti Hari kerja bank yaitu hari pada saat mana Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.

“Hari Bursa” berarti Hari diselenggarakannya perdagangan efek di bursa efek yaitu hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan libur oleh bursa efek

“Hari Kalender” berarti Setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender Gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja biasa

“Hari Kerja” berarti Hari kerja biasa kecuali hari Sabtu, Minggu dan hari yang oleh Pemerintah ditetapkan sebagai hari libur nasional

“HMETD” berarti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli Efek baru, termasuk saham, Efek yang dapat dikonversikan menjadi saham dan waran, sebelum ditawarkan kepada Pihak lain. Hak tersebut wajib dapat dialihkan

“HRC” berarti baja lembaran panas yaitu produk dari pabrik baja lembaran panas

“Hot Strip Mill” berarti pabrik baja lembaran panas

“IAPI” berarti Institut Akuntan Publik Indonesia

“Ironmaking” berarti pembuatan besi

”Iron Ore Pellet” berarti pelet bijih besi yang merupakan bahan baku utama untuk pabrik besi reduksi langsung

“Joint Venture” berarti perusahaan patungan

“Karyawan” berarti adalah karyawan tetap Perseroan

“Krakatau Steel Group” berarti PT Krakatau Steel (Persero) beserta 11 anak perusahaannya

“KSEI” berarti singkatan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta, yang bertugas mengadministrasikan penyimpanan efek berdasarkan Perjanjian Pendaftaran efek pada Penitipan Kolektif

“L/C” berarti Letter of Credit

(8)

“Ladle Furnace (LF)” berarti dapur ladle yang memproses penambahan paduan baja cair setelah diproses di dapur busur listrik

“Masyarakat” berarti Perorangan dan/atau badan hukum, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing dan/atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan di luar Indonesia

“Menkumham” berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dahulu Menteri Kehakiman Republik Indonesia, sebagaimana pernah diubah menjadi “Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia” dan “Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

“MESA” berarti singkatan dari Management and Employee Stock Allocation atau Program Penjatahan Saham Manajemen dan Karyawan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.89/C/DU-KS/kpts/2010 tanggal 27 September 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepemilikan Saham Perusahaan oleh Karyawan dan Manajemen melalui MESA dan MESOP.

“MESOP” berarti singkatan dari Management and Employee Stock Option Plan atau Program Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen dan Karyawan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.89/C/DU-KS/ kpts/2010 tanggal 27 September 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kepemilikan Saham Perusahaan oleh Karyawan dan Manajemen melalui MESA dan MESOP.

“Otoritas Jasa Keuangan

atau OJK” berarti Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tersebut

“Pemegang Rekening” berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Peraturan KSEI

“Pemerintah” berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia “Penawaran Umum Terbatas

untuk Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I atau PMHMETD I”

berarti penawaran atas sebanyak 3.571.396.900 (tiga miliar lima ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu sembilan ratus) Saham HMETD dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) per saham. Setiap pemegang 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) saham yang namanya terdaftar dalam DPS Perseroan pada tanggal penutupan Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) berhak atas 56.599 (lima puluh enam ribu lima ratus sembilan puluh sembilan) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham HMETD dengan Harga Pelaksanaan yang akan ditentukan kemudian, yang harus dibayar penuh saat mengajukan FPPS. Saham dari PMHMETD I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down)

(9)

“Peraturan KSEI” berarti peraturan KSEI No. KEP-0013/DIR/KSEI/0612 tanggal 11 Juni 2012 tentang Jasa Kustodian Sentral sebagaimana telah disetujui oleh OJK sesuai dengan surat keputusan Bapepam dan LK No. S-6953/BL/2012 tanggal 6 Juni 2012 perihal Persetujuan atas rancangan Peraturan KSEI tentang Jasa Kustodian Sentral, berikut perubahan-perubahannya dan/ atau penambahan-penambahannya,dan/atau perubahan-perubahannya di kemudian hari.

“Peraturan No. IX.E.1” berarti Peraturan No. IX.E.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 Tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu

“Peraturan No. IX.E.2” berarti Peraturan No. IX.E.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011 Tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama

“Peraturan No. IX.J.1” berarti Peraturan No. IX.J.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No.Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik

“Periode Perdagangan” berarti periode dimana Pemegang Saham dan/atau pemegang HMETD dapat menjual atau mengalihkan HMETD yang dimilikinya serta melaksanakan HMETD yang dimilikinya

“Perjanjian Pembelian Sisa

Saham” berarti Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I Perusahaan Perseroan (Persero) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk No.2 tanggal 3 November 2016, yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, Notaris di Jakarta antara Perseroan dan PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas berikut perubahan-perubahannya, dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari

“Pernyataan Pendaftaran” berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 19 UUPM juncto Peraturan OJK No. 32/ 2015, berikut dokumen-dokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada OJK sebelum melakukan Penawaran Umum kepada Masyarakat termasuk perubahan-perubahan, tambahan-tambahan serta pembetulan-pembetulan untuk memenuhi persyaratan OJK

“Pernyataan Efektif” berarti telah diterimanya surat dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK oleh Perseroan yang memberitahukan bahwa OJK tidak memerlukan informasi tambahan dan tidak mempunyai tanggapan lebih lanjut secara tertulis terhadap Pernyataan Pendaftaran yang telah disampaikan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD I

“Perseroan berarti badan hukum yang melakukan Penawaran Umum yang dalam hal ini adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, berkedudukan di Cilegon.

“Perusahaan Efek” berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM

”Pipe Mill” berarti pabrik pipa baja

(10)

“POJK No. 32/2014” berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2014 Tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka

“POJK No. 33/2014” berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik

“POJK No. 34/2014” berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik

“POJK No. 35/2014” berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik

“POJK No. 30/2015” berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 Tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum

“POJK No. 32/2015” berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

“POJK No. 33/2015” berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2015 tentang Bentuk dan isi Prospektus Dalam Rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

“POJK No. 55/2015” berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit

“POJK No. 56/2015” berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Penyusunan Piagam Unit Audit Internal

“PSAK” berarti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di

Indonesia

“RH Degasser ” berarti proses pemurnian baja cair dengan cara menghilangkan pengotor melalui penurunan tekanan pada tingkat vakum

“Rekening Efek” berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau dana milik pemegang saham yang diadministrasikan oleh KSEI, Anggota Bursa atau Bank Kustodian berdasarkan kontrak pembukaan rekening efek yang ditandatangani pemegang saham.

“Rekening Penawaran

Umum” berarti rekening yang dibuka atas nama PPEE untuk menampung dana yang diterima dari investor

“Rolling” berarti pengerolan

“RUPS” berarti Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan sesuai

dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan UUPT dan UUPM serta peraturan-peraturan pelaksanaannya

“RUPSLB” berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroandan UUPT dan UUPM serta peraturan-peraturan pelaksanaannya

“Saham HMETD” berarti seluruh saham hasil pelaksanaan HMETD yang merupakan saham baru yang diperoleh oleh pemegang HMETD dalam PMHMETD I yaitu sebanyak 3.571.396.900 (tiga miliar lima ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu sembilan ratus) Saham

(11)

“SBHMETD” berarti saham biasa atas nama Perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan pada tanggal Prospektus ini diterbitkan

“Section Mill” berarti pabrik baja profil

“SBLC” berarti Stand by Letter of Credit

“SKBDN” berarti Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri

“Slab Steel Plant” berarti pabrik slab baja

”Sponge Iron” berarti besi spons yaitu produk dari pabrik besi reduksi langsung

“Steel Billet” berarti billet baja yaitu produk setengah jadi dari pabrik billet baja

”Steel Bar” berarti baja tulangan yaitu produk dari pabrik baja tulangan

”Steel Section” berarti baja profil yaitu produk dari pabrik baja profil

”Steel Pipe” berarti pipa baja yaitu produk dari pabrik pipa baja

”Steel Plate” berarti pelat baja yaitu produk yang diproduksi oleh pabrik pelat atau pabrik baja lembaran panas

“Steelmaking” berarti pembuatan baja

”Strand” berarti jalur yang dilengkapi dengan mesin dan peralatan penunjang lainnya pada proses pengecoran baja

”Tinplate” berarti pelat timah yaitu produk CRC yang dilapisi dengan timah diproduksi oleh pabrik pelat timah

”TERP” berarti Theoritical Ex-Right Price atau Harga Pasar Teoritis

”TR” berarti singkatan dari Trust Receipt

”UPAS” berarti Usance Paid At Sight

“USD” berarti Dollar Amerika Serikat

“UU No. 1/1995” berarti Undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas yang berdasarkan Pasal 160 UUPT telah dinyatakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“UUPM” berarti Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995, Tambahan No. 3608

“UUPT” berarti Undang-undang No.40 Tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007

tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No.106 Tahun 2007, Tambahan No.4756 berikut peraturan pelaksanaannya dan segala perubahan-perubahannya atau pembaharuan-pembaharuannya di kemudian hari serta Peraturan Pelaksanaannya

“UUWDP” berarti Undang-undang No.3 Tahun 1982 tanggal 1 Pebruari 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan, Lembaran Negara Republik Indonesia No.7 Tahun1982, Tambahan No.3214 berikut peraturan pelaksanaannya dan segala perubahan-perubahannya atau pembaharuan-pembaharuannya di kemudian hari serta Peraturan Pelaksanaannya

”WR” berarti baja batang kawat yaitu produk dari pabrik baja batang kawat

(12)

SINGKATAN ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI

“KW” berarti PT Krakatau Wajatama, bergerak dibidang manufaktur baja tulangan dan profil/ section, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KDL” berarti PT Krakatau Daya Listrik, bergerak dibidang distributor dan penghasil listrik, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KHIP” berarti PT KHI Pipe Industries, bergerak dibidang manufaktur pipa baja, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KIEC” berarti PT Krakatau Industrial Estate Cilegon, bergerak dibidang pengusahaan kawasan industri, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KE” berarti PT Krakatau Engineering, bergerak dibidang rekayasa industri dan rancang bangun, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KBS” berarti PT Krakatau Bandar Samudera, bergerak dibidang jasa pengelolaan pelabuhan, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KTI” berarti PT Krakatau Tirta Industri, bergerak dibidang distributor dan pengolahan air, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“KM” berarti PT Krakatau Medika, bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan, kepemilikan saham sebesar 97,55%

“KIT” berarti PT Krakatau Information Technology, bergerak dibidang jasa teknologi informasi, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“MJIS” berarti Meratus Jaya Iron And Steel, Manufaktur besi spons, kepemilikan saham sebesar 66,00%

“KNR” berarti PT Krakatau National Resources, Industri pengolahan hasil tambang, kepemilikan saham sebesar 100,00%

“Krakatau POSCO” berarti PT Krakatau POSCO, perusahaan patungan yang didirikan oleh Perseroan dan POSCO, perusahaan baja yang berkedudukan di Korea Selatan, yang bergerak di bidang manufaktur slab dan pelat baja. Kepemilikan saham Perseroan adalah sebesar 30%

“KNSS” berarti PT Krakatau Nippon Steel Sumikin, perusahaan patungan yang didirikan oleh Perseroan dan Nippon Steel Sumitomo Metal Corporation (NSSMC), perusahaan baja yang berkedudukan di Jepang, yang memproduksigalvanizing and annealing processing line yang berlokasi di Krakatau Industrial Estate di Cilegon, Indonesia. Berdasarkan perjanjian joint venture, NSSMC pada awalnya memiliki 80,0% saham dalam PT KNSS, sementara Perseroan pada awalnya memiliki 20,0% saham.

“KOS” berarti PT Krakatau Osaka Steel, perusahaan patungan yang didirikan oleh Perseroan dan Osaka Steel Corporation Limited (OSC), perusahaan baja yang berkedudukan di Jepang, yang memproduksi baja tulangan dan baja profilyang berlokasi di Krakatau Industrial Estate di Cilegon, Indonesia. Berdasarkan perjanjian joint venture, OSC pada awalnya memiliki 80,0% saham dalam PT KOS, sementara Perseroan pada awalnya memiliki 20,0% saham.

(13)

RINGKASAN

Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci, serta laporan keuangan dan catatan-catatan yang tercantum dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Kecuali dinyatakan lain, seluruh pembahasan atas informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini dilakukan pada tingkat konsolidasian. Semua informasi keuangan Perseroan disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang disajikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

1. TINJAUAN UMUM

Perseroan, berkedudukan di Kota Cilegon adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas Perseroan No.34, tanggal 27 Oktober 1971, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.25, tanggal 29 Desember 1971, keduanya dibuat di hadapan Tan Thong Kie, S.H., Notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Penetapan No.J.A.5/224/4 tanggal 31 Desember 1971, telah didaftarkan dalam buku register yang berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No.22 dan No.23 tanggal 6 Januari 1972 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.44 tanggal 8 Pebruari 1972, Tambahan No.19.

Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 51 tanggal 27 April 2015, dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., MKn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan dan telah memperoleh persetujuan Menkumham sesuai dengan Surat Keputusannya No. AHU-AH.01.03-0931523 tanggal 12 Mei 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai dengan UUPT No. AHU-3504091.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 12 Mei 2015.

Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasarnya, maksud dan tujuan Perseroan ialah melakukan usaha di bidang industri besi dan baja serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Kegiatan Usaha Utama, yaitu industri baja terpadu, yang memproduksi besi spons, slab baja, billet baja, baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat; perdagangan, yang meliputi kegiatan pemasaran, distribusi dan keagenan, baik dalam maupun luar negeri; pemberian jasa rekayasa dan konstruksi, pemeliharaan mesin, konsultasi teknis maupun penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan usaha Perseroan.

(14)

2. PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I

Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB untuk menerbitkan sebanyak 3.571.396.900 (tiga miliar lima ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu sembilan ratus) saham baru dengan nilai nominal Rp 500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Estimasi jumlah dana yang akan diterima oleh Perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sekitar Rp1.874.983.372.500 (satu triliun delapan ratus tujuh puluh empat miliar sembilan ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus Rupiah). Setiap pemegang 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 22 November 2016 berhak memperoleh 56.599 (lima puluh enam ribu lima ratus sembilan puluh sembilan) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp525 (lima ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Sesuai dengan POJK No. 32/2015, PMHMETD I ini menjadi efektif setelah disetujui oleh RUPSLB Perseroan yang telah diadakan pada tanggal 25 Agustus 2016 dan diperolehnya pernyataan efektif OJK yang dikeluarkan pada tanggal 10 November 2016.

Jenis Penawaran : HMETD

Nilai Nominal : Rp 500 (lima ratus Rupiah)

Harga Pelaksanaan : Rp525 (lima ratus dua puluh lima Rupiah)

Rasio Konversi : 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) Saham Lama berhak atas 56.599 (lima puluh enam ribu lima ratus sembilan puluh sembilan) HMETD

Seri Saham : Saham Biasa atas nama Seri B

Dilusi Kepemilikan : 18,46% (delapan belas koma empat enam persen) Periode Perdagangan HMETD : 24 – 30 November 2016

Periode Pelaksanaan HMETD : 24 – 30 November 2016 Tanggal Pencatatan Efek di Bursa : 24 November 2016

Pencatatan : BEI

Berdasarkan harga penutupan saham Perseroan tanggal 24 Oktober 2016 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp525 (lima ratus dua puluh lima Rupiah), maka harga teoritis HMETD Perseroan adalah sebesar Rp672 (enam ratus tujuh puluh dua Rupiah).

Berikut ini komposisi permodalan Perseroan terakhir beserta susunan Pemegang Saham berdasarkan DPS per tanggal 31 Juli 2016:

Modal Saham

Terdiri Dari Saham Seri A Dwiwarna dan saham Biasa Atas Nama Seri B Dengan Nilai Nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) Setiap Saham

Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rupiah)

Persentase (%)

Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Negara Republik Indonesia 80,00

- Saham Seri A Dwiwarna 1 500 - Saham Biasa Atas Nama Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500 Masyarakat

- Saham Biasa Atas Nama Seri B 3.155.000.000 1.577.500.000.000

20,00

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00

(15)

Apabila seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I ini, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:

Nama Pemegang Saham

Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I

Nilai Nominal Rp.500,- per saham Nilai Nominal Rp.500,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rp) % Jumlah Saham

Jumlah Nilai Nominal

(Rp) %

Modal Dasar

Seri A Dwiwarna 1 500 0.00 1 500 0.00

Seri B 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00

Jumlah Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 Modal Ditempatkan dan

Disetor

Saham Seri A Dwiwarna

- Negara Republik

Indonesia Seri A 1 500 0,00 1 500 0,00

Saham Seri B

- Negara Republik

Indonesia Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500 80,00 15.477.117.519 7.738.558.759.500 80,00

- Masyarakat 3.155.000.000 1.577.500.000.000 20,00 3.869.279.380 1.934.639.690.000 20,00

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00 19.346.396.900 9.673.198.450.000 100,00 Saham Dalam Portepel

Seri A Dwiwarna - - -

-Seri B 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Jumlah Saham Dalam

Portepel 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Apabila seluruh saham HMETD yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD I ini tidak dilaksanakan oleh seluruh pemegang saham Perseroan, kecuali pemegang saham Negara Republik Indonesia melaksanakan haknya dan apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa Saham Baru yang belum dilaksanakan, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:

Nama Pemegang Saham

Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I

Nilai Nominal Rp.500,- per saham Nilai Nominal Rp.500,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rp) % Jumlah Saham

Jumlah Nilai Nominal

(Rp) %

Modal Dasar

Seri A Dwiwarna 1 500 0.00 1 500 0.00

Seri B 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00

Jumlah Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 Modal Ditempatkan dan

Disetor

Saham Seri A Dwiwarna

- Negara Republik

Indonesia Seri A 1 500 0,00 1 500 0,00

Saham Seri B

- Negara Republik

Indonesia Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500 80,00 15.477.117.519 7.738.558.759.500 80,00

- Masyarakat 3.155.000.000 1.577.500.000.000 20,00 3.155.000.000 1.577.500.000.000 16,31

- Pembeli Siaga - - 714.279.380 357.139.690.000 3,69

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00 19.346.396.900 9.673.198.450.000 100,00 Saham Dalam Portepel

Seri A Dwiwarna -

-Seri B 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Jumlah Saham Dalam

(16)

Pemegang Saham Utama Perseroan yakni Negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PMHMETD I ini sebagaimana diatur Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016, yang pelaksanaannya telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 43 Tahun 2016 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Krakatau Steel Tbk.

Dalam hal para pemegang saham publik tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini sesuai dengan HMETD-nya, maka para pemegang saham publik akan mengalami penurunan kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 18,46% (delapan belas koma empat enam persen).

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham dalam rangka PMHMETD I ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 24 November 2016 sampai dengan 30 November 2016 baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek sesuai dengan POJK No. 32/2015.

Keterangan selengkapnya mengenai PMHMETD I dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini. 3. KETERANGAN MENGENAI ENTITAS ANAK

Pada tanggal 30 Juni 2016, Perseroan memiliki 11 Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan secara tidak langsung dengan kepemilikan di atas 50% dan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Perseroan. Entitas Anak tersebut adalah: A. PT Krakatau Wajatama (KW) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1992 Manufaktur baja profil dan baja

tulangan

B. PT Krakatau Daya Listrik (KDL) Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Distributor dan penghasil listrik C. PT KHI Pipe Industries (KHIP) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1973 Manufaktur pipa baja

D. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1982 Pengusahaan Kawasan Industri E. PT Krakatau Engineering (KE) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1988 Rekayasa dan kontruksi F. PT Krakatau Bandar Samudera

(KBS)

Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Jasa pengelolaan pelabuhan G. PT Krakatau Tirta Industri (KTI) Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Distributor dan pengolahan air H. PT Krakatau Medika (KM) Operasi 97,55% Kota Cilegon 1996 Jasa pelayanan kesehatan I. PT Krakatau Information

Technology (KIT)

Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1993 Jasa teknologi informasi J. PT Meratus Jaya Iron & Steel

(MJIS)

Operasi 66,00% Jakarta Selatan 2008 Manufaktur besi spons K. PT Krakatau National Resources

(KNR)

Operasi 100,00% Jakarta Selatan 2013 Industri pengolahan hasil tambang

* Dimiliki Perseroan secara langsung maupun tidak langsung melalui Entitas Anak

4. RENCANA PENGGUNAAN DANA

Perseroan bermaksud untuk menggunakan keseluruhan dana kas bersih yang akan diperoleh dari PMHMETD I, setelah dikurangi dengan biaya emisi dan estimasi biaya-biaya lainnya yang terkait dengan PMHMETD I, untuk :

• Sekitar 66% sebagai ekuitas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja Proyek Pembangunan Hot Strip Mill No. 2 (HSM#2).

(17)

Strip Mill No. 2 (HSM#2) sedang dalam tahap Desain Dasar (Basic Design) dengan estimasi waktu dimulainya operasi pada 2019.

• Sekitar 34% sebagai ekuitas untuk Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1x150 MW.

Ekuitas yang dimaksud adalah porsi dana sendiri yang disiapkan untuk Proyek tersebut. Proyek akan dilaksanakan oleh Perseroan atau entitas anak Perseroan yaitu KDL. Dalam hal pembangunan dilakukan oleh KDL, aliran dana hasil PMHMETD I untuk proyek tersebut akan diberikan oleh Perseroan kepada KDL melalui setoran modal. Saat Prospektus ini diterbitkan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 1x150 MW sedang dalam tahap persiapan pengadaan pelaksana proyek dengan estimasi waktu dimulainya operasi pada 2019.

5. RISIKO USAHA PERSEROAN

Seperti halnya bidang usaha lainnya, bidang usaha Perseroan juga tidak lepas dari tantangan dan risiko secara makro maupun mikro. Perseroan telah mengurutkan risiko usaha yang diperkirakan dapat mempengaruhi usaha Perseroan secara umum sesuai dengan bobot risiko, dimulai dari risiko utama Perseroan yang dikelompokkan sebagai berikut:

A. RISIKO USAHA PERSEROAN

1. Risiko Pasokan Bahan Baku, Energi, Barang dan Jasa Utama Perseroan 2. Risiko Persaingan dari Industri Baja Lain

3. Risiko Investasi Proyek Strategis

4. Risiko Ketidakmampuan Perseroan Dalam Melakukan Perbaikan Modal (Pendanaan) 5. Risiko Tidak Berjalannya Skenario Bisnis Perusahaan Joint Venture (JV)

6. Risiko Ketidakcukupan Pertanggungan Asuransi Perseroan 7. Risiko Sumber Daya Manusia

8. Risiko Kuatnya Kontrol Pemerintah Atas Pengelolaan Perseroan 9. Risiko Perubahan Teknologi

10. Risiko Pengoperasian Bisnis Inti Perseroan Yang Seluruhnya Berlokasi / Terkonsentrasi di Cilegon

11. Risiko Kegagalan Perseroan Memenuhi Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku B. RISIKO TERKAIT INDUSTRI BAJA

1. Risiko Volatilitas Bisnis Baja

2. Risiko Dampak Lingkungan Industri Pengolahan Baja C. RISIKO UMUM

1. Risiko Perubahan Kondisi Perekonomian Secara Makro Dan Global 2. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing (Depresiasi Nilai Tukar Rupiah)

3. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundangan Yang Berlaku Terkait Bidang Usaha Perusahaan Terbuka

4. Risiko Tuntutan Atau Gugatan Hukum

i. Risiko Klaim Masyarakat Atas Kepemilikan Aset Tanah

ii. Risiko Tuntutan Masyarakat Sekitar Terkait Isu Pencemaran Lingkungan

5. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah (Dihapusnya Tarif Impor dan Bea Anti Dumping) 6. Risiko Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Internasional

D. RISIKO YANG BERKAITAN DENGAN ENTITAS ANAK PERSEROAN

(18)

E. RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERBITAN SAHAM BARU (FLUKTUASI HARGA) Di samping risiko yang dihadapi oleh Perseroan, kegiatan usaha dan industri Perseroan, kepemilikan saham mengandung risiko-risiko di bawah ini:

1. Kondisi pasar modal Indonesia dapat mempengaruhi harga atau likuiditas saham. 2. Harga saham Perseroan dapat berfluktuasi.

3. Penjualan saham Perseroan di masa mendatang dapat mempengaruhi harga pasar dari saham tersebut.

4. Kemampuan pemegang saham untuk berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas di masa yang akan datang mungkin terbatas.

Keterangan lebih lanjut mengenai risiko usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VI Prospektus ini. 6. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

(dalam ribuan Dolar AS) 30 Juni 2016 31 Desember 2015 31 Desember 2014

Total Aset Lancar 939.084 892.290 1.058.624

Total Aset Tidak Lancar 2.971.166 2.809.854 1.545.733

TOTAL ASET 3.910.250 3.702.144 2.604.357

Total Liabilitas Jangka Pendek 1.234.934 1.457.187 1.413.295 Total Liabilitas Jangka Panjang 859.920 456.853 305.129

TOTAL LIABILITAS 2.094.854 1.914.040 1.718.424

TOTAL EKUITAS 1.815.396 1.788.104 885.933

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.910.250 3.702.144 2.604.357

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

(dalam ribuan Dolar AS) Untuk Periode 6 bulan yang

berakhir pada 30 Juni

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember

2016 2015

(Tidak Diaudit) 2015 2014

PENDAPATAN NETO 659.151 677.238 1.321.823 1.868.845

BEBAN POKOK PENDAPATAN (559.232) (716.125) (1.358.255) (1.827.514)

LABA (RUGI) BRUTO 99.919 (38.887) (36.432) 41.331

LABA (RUGI) OPERASI 26.693 (103.683) (183.549) (70.854)

RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN MANFAAT

PAJAK PENGHASILAN (101.766) (158.380) (327.458) (182.985)

TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF

PERIODE BERJALAN 27.292 (151.779) 902.171 (160.304)

RUGI PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

Pemilik entitas induk (87.545) (134.932) (320.029) (147.114) Kepentingan nonpengendali (5.736) (2.686) (6.485) (7.071)

TOTAL (93.281) (137.618) (326.514) (154.185)

RUGI PER SAHAM DASAR YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS

(19)

Laporan Arus Kas Konsolidasian

Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Operasi 70.362 (51.157) (73.922) (2.298) Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Investasi (27.382) (151.546) (228.044) (226.097) Diperoleh dari (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 78.714 101.380 202.084 280.512

EBITDA(1) 68.502 (58.061) (91.653) (14.712)

Marjin Laba Bruto(2) 15,16% -5,74% -2,76% 2,21%

Marjin Laba Operasi (3) 4,05% -15,31% -13,89% -3,79%

Marjin Laba Periode Berjalan (4) -14,15% -20,32% -24,70% -8,25%

Marjin EBITDA (5) 10,39% -8,57% -6,93% -0,79%

EBITDA terhadap beban bunga kotor(6) 1,1 kali -1,5 kali -1,0 kali -0,3 kali

Rasio Lancar(7) 76,04% 59,18% 61,23% 74,90%

Rasio Kas (8) 20,29% 8,99% 9,10% 16,75%

Rasio Liabilitas Terhadap Ekuitas(9) 115,39% 244,00% 107,04% 193,97%

Rasio Liabilitas Terhadap Aset(10) 53,57% 70,93% 51,70% 65,98%

Imbal Hasil terhadap Ekuitas(11) -5,14% -18,75% -18,26% -17,40%

Imbal Hasil terhadap Aset(12) -2,45% -5,37% -10,35% -5,92%

Utang neto(13) terhadap EBITDA(14) 22 (23) (15) (66)

Utang neto terhadap jumlah kapitalisasi(15) 0,4 0,6 0,4 0,5

Rasio Pertumbuhan Aset(16) 154,83% n.a 142,15% 109,28%

Rasio Pertumbuhan Liabilitas(17) 116,94% n.a 111,38% 128,60%

Rasio Pertumbuhan Ekuitas(18) 247,28% n.a 201,83% 84,62%

Rasio Pertumbuhan Pendapatan Neto(19) 97,33% n.a 70,73% 89,66%

Rasio Pertumbuhan Laba Periode Berjalan(20) 67,78% n.a 211,77% 1133,88%

Catatan:

(1) Perseroan mendefinisikan EBITDA sebagai laba (rugi) untuk periode yang relevan, yang disesuaikan dengan cara

menambahkan/(mengurangi): (i) beban bunga, (ii) beban (manfaat) pajak, (iii) beban penyusutan, (iv) kepentingan non pengendali atas laba (rugi) Entitas Anak, (v) rugi (laba) pelepasan aset tetap, (vi) penghapusan/penurunan jumlah investasi, (vii) rugi (laba) selisih kurs neto, (vii) beban pinjaman yang dikapitalisasi ke aset tetap dan (ix) bagian laba (rugi) entitas

asosiasi. Namun, perhitungan EBITDA ini mengeluarkan penyusutan dari properti investasi. EBITDA bukan merupakan

ukuran standar dalam Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Karena bisnis pembuatan baja membutuhkan modal yang besar, maka kebutuhan atas investasi barang modal, serta tingkat utang dan beban bunga dapat mempunyai dampak yang

signifikan terhadap laba perusahaan-perusahaan dengan kinerja usaha serupa. Oleh karena itu, Perseroan berkeyakinan

bahwa EBITDA memberikan gambaran yang berguna atas kinerja usaha Perseroan, dan merupakan suatu indikator

kinerja usaha Perseroan. Investor sebaiknya tidak menggunakan, baik definisi EBITDA yang digunakan oleh Perseroan

secara terpisah, atau sebagai indikasi kinerja usaha, likuiditas, atau ukuran standar lain apapun, berdasarkan Standar

Akuntansi Keuangan di Indonesia, maupun definisi EBITDA yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain. Dana yang

tergambarkan melalui penyajian EBITDA mungkin tidak tersedia untuk pembayaran utang, karena adanya

pembatasan-pembatasan dalam perjanjian utang, kebutuhan investasi barang modal, dan komitmen lainnya. Definisi EBITDA dalam perjanjian-perjanjian tertentu yang terkait dengan utang Perseroan dapat berbeda dari definisi yang digunakan oleh

Perseroan.

(2) Rasio marjin laba bruto dihitung dengan membagi laba (rugi) bruto dengan pendapatan neto

(3) Marjin Laba Operasi dihitung dengan membandingkan laba operasi terhadap pendapatan neto

(4) Marjin Laba Periode Berjalan dihitung dengan membandingkan laba periode berjalan terhadap pendapatan neto

(5) Marjin EBITDA dihitung dengan membagi EBITDA dengan pendapatan neto

(6) Rasio EBITDA terhadap beban bunga kotor dihitung dengan membagi EBITDA dengan beban bunga kotor dalam periode

yang sama, beban bunga kotor adalah beban bunga neto ditambah dengan finance charge, termasuk commitment charges

(20)

(7) Rasio Lancar dihitung dengan membandingkan jumlah aset lancar terhadap total liabilitas lancar

(8) Rasio Kas dihitung dengan membandingkan kas dan setara kas terhadap total liabilitas lancar

(9) Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas dihitung dengan membandingkan total liabilitas terhadap total ekuitas

(10) Rasio Liabilitas terhadap Aset dihitung dengan membandingkan total liabilitas terhadap total aset

(11) Rasio Imbal hasil terhadap Ekuitas dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan total ekuitas pada periode yang sama

(12) Rasio Imbal hasil terhadap Aset dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan total aset rata-rata pada periode yang sama, total aset rata-rata dihitung dengan menjumlahkan aset pada awal tahun dan akhir tahun dibagi dua.

(13) Utang Neto merupakan total liabilitas yang memiliki bunga, termasuk pinjaman bank jangka pendek, total bagian lancar dan

tidak lancar pinjaman jangka panjang, factoring payables, dikurangi kas dan setara kas

(14) Rasio Utang Neto terhadap EBITDA dihitung dengan membagi utang neto terhadap EBITDA pada periode yang sama (15) Rasio Utang Neto terhadap total kapitalisasi dihitung dengan membagi utang neto dengan total kapitalisasi pada periode

yang sama, dalam hal ini total kapitalisasi adalah total utang ditambah dengan total ekuitas.

(16) Rasio Pertumbuhan Aset per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total aset pada tanggal tersebut terhadap total aset per 30 Juni 2015

(17) Rasio Pertumbuhan Liabilitas per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total liabilitas pada tanggal tersebut

terhadap total liabilitas per 30 Juni 2015

(18) Rasio Pertumbuhan Ekuitas per 30 Juni 2016 dihitung dengan membandingkan total ekuitas pada periode tanggal terhadap

total ekuitas per 30 Juni 2015

(19) Rasio Pertumbuhan Pendapatan Neto untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 dihitung dengan

membandingkan pendapatan neto pada periode tersebut terhadap pendapatan neto untuk periode yang berakhir pada

tanggal 30 Juni 2015

(20) Rasio Pertumbuhan Laba Periode Berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2016 dihitung dengan

membandingkan laba periode berjalan pada periode tersebut terhadap laba periode berjalan untuk periode yang berakhir

pada tanggal 30 Juni 2015

7. KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN

Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sebelum berakhirnya tahun keuangan, dividen interim dapat dibagikan sepanjang hal itu diperbolehkan oleh Anggaran Dasar Perseroan dan pembagian dividen interim tidak menyebabkan aset bersih Perseroan menjadi kurang dari modal ditempatkan dan disetor penuh dan cadangan wajib Perseroan. Pembagian dividen interim tersebut ditetapkan oleh Direksi setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Jika setelah berakhirnya tahun keuangan dimana terjadi pembagian dividen interim Perseroan mengalami kerugian, maka dividen interim yang telah dibagikan tersebut harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Dewan Komisaris serta Direksi akan bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk pengembalian dimaksud jika dividen interim tidak dikembalikan oleh pemegang saham.

Pada tahun 2015 tidak ada pembayaran dividen atas kinerja tahun 2014. Demikian juga pada tahun 2014 dan 2013, tidak ada pembayaran dividen atas kinerja tahun 2013 dan 2012. Pada tahun 2012 dilakukan pembayaran dividen sebesar Rp15 (angka penuh) per-lembar saham atau sebanyak-banyaknya Rp238.991juta atau 23,36% dari laba neto tahun buku 2011.

Perseroan memiliki kebijakan dividen untuk melakukan pembayaran dividen tunai sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih Perseroan dengan memperhatikan kinerja dan posisi keuangan Perseroan, kecuali ditetapkan lain oleh RUPS.

Dengan tetap memperhatikan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, Direksi Perseroan dapat, dari waktu kewaktu, mengubah kebijakan pembagian dividen Perseroan. Dalam kebijakannya, Direksi Perseroan dapat mengurangi jumlah dividen yang akan dibayarkan atau tidak melakukan pembayaran dividen sama sekali. Pembayaran dividen di masa yang akan datang akan bergantung, antara lain, pada hasil operasi, laba ditahan, kebutuhan kas, kondisi keuangan, peluang bisnis, kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan, serta faktor-faktor lain yang dianggap relevan oleh Direksi Perseroan. Tidak ada jaminan bahwa Perseroan akan mampu membayar dividen atau akan membayar dividen atau keduanya di masa yang akan datang.

(21)

Para pemegang saham baru yang berasal Penawaran Umum ini akan memperoleh hak-hak yang sama dan sederajat dengan pemegang saham lama Perseroan, termasuk hak untuk menerima dividen. 8. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

Keterangan lebih lanjut mengenai HMETD dapat dilihat pada Bab XIV dalam Prospektus ini. 9. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM

Perseroan telah menunjuk Biro Administrasi Efek, PT BSR Indonesia sebagai Pelaksana Pengelola Administrasi Saham dan sebagai Agen Pelaksana PMHMETD I Perseroan, sesuai dengan Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka Penawaran Umum Untuk Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I Perusahaan Perseroan (Persero) PT Krakatau Steel Tbk. No. 44 tanggal 25 Agustus 2016 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta.

(22)
(23)

I. PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK

MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU I

Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB untuk menerbitkan sebanyak 3.571.396.900 (tiga miliar lima ratus tujuh puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu sembilan ratus) Saham Baru atau sebesar 18,46% (delapan belas koma empat enam persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I dengan nilai nominal Rp 500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Estimasi jumlah dana yang akan diterima oleh Perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sekitar Rp1.874.983.372.500 (satu triliun delapan ratus tujuh puluh empat miliar sembilan ratus delapan puluh tiga juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus Rupiah) Setiap pemegang 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 22 November 2016 berhak memperoleh 56.599 (lima puluh enam ribu lima ratus sembilan puluh sembilan) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp525 (lima ratus dua puluh lima Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Seri saham yang diterbitkan adalah Saham Biasa atas nama Seri B.

HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI sesuai POJK No. 32/2015 selama 5 (lima) Hari Bursa mulai tanggal 24 November 2016 sampai dengan 30 November 2016. Saham HMETD ini akan dikeluarkan dari portepel dan pencatatan saham hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 24 November 2016. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 30 November 2016 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak akan berlaku.Saham HMETD memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal (termasuk hak atas dividen) dengan saham lain Perseroan yang telah disetor penuh. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down).

Pemegang Saham Perseroan yakni Negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PMHMETD Iini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016, yang pelaksanaannya telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 43 Tahun 2016 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Krakatau Steel Tbk.

Jika Saham HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa Saham HMETD, maka seluruh sisa Saham HMETD tersebut wajib dibeli oleh Pembeli Siaga. Sisa Saham HMETD yang wajib dibeli oleh Pembeli Siaga tersebut tidak termasuk saham yang berasal dari pelaksanaan HMETD Pemegang Saham Utama dalam PMHMETD I ini.

Jl. Industri No.5 P.O. Box 14 Cilegon Banten 42435

Telepon: (0254) 392 159, 392003 (Hunting),

Faksimili: (0254) 372246

Kantor Jakarta

Gedung Krakatau Steel, Lantai 4 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.54

Jakarta Selatan 12950 Telepon: (021) 5221255 (Hunting), Faksimili: (021) 5200876, 5204208,

5200793

Pabrik

Cilegon - Cigading Plant Site Banten 42435

Website: www.krakatausteel.com, Alamat E-mail: [email protected]

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN YAITU RISIKO PASOKAN BAHAN BAKU, ENERGI, BARANG & JASA UTAMA PERSEROAN

DALAM KURUN WAKTU 12 (DUA BELAS) BULAN SETELAH EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PMHMETD I INI, PERSEROAN TIDAK AKAN MENERBITKAN ATAU MENCATATKAN SAHAM BARU ATAU EFEK LAINNYA YANG DAPAT DIKONVERSIKAN MENJADI SAHAM DI LUAR YANG DITAWARKAN DALAM PMHMETD I INI

SETIAP HMETD DALAM BENTUK PECAHAN AKAN DIBULATKAN KE BAWAH (ROUND DOWN), SESUAI DENGAN KETENTUAN POJK NO. 32/2015, DALAM HAL PEMEGANG SAHAM MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN EFEK TERSEBUT WAJIB DIJUAL OLEH PERSEROAN DAN HASIL PENJUALANNYA DIMASUKKAN KE DALAM REKENING PERSEROAN

(24)

Perseroan, berkedudukan di Kota Cilegon adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas Perseroan No.34, tanggal 27 Oktober 1971, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.25, tanggal 29 Desember 1971, keduanya dibuat di hadapan Tan Thong Kie, S.H., Notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Penetapan No.J.A.5/224/4 tanggal 31 Desember 1971, telah didaftarkan dalam buku register yang berada di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta berturut-turut di bawah No.22 dan No.23 tanggal 6 Januari 1972 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.44 tanggal 8 Pebruari 1972, Tambahan No.19.

Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan sehubungan dengan Penawaran Umum, Perseroan telah mengubah anggaran dasarnya untuk disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perseroan terbuka sesuai dengan Peraturan No. IX.J.1,dan meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor. Perubahan anggaran dasar tersebut dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 135 tanggal 21 Agustus 2010, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Keputusan No. AHU-43147.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 1 September 2010, daftar perseroan sesuai dengan UUPT No. AHU-0065860.AH.01.09.Tahun 2010 tanggal 1 September 2010 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai dengan UUWDP dengan No. TDP 30017300217 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kota Cilegon No. 0217/BH.30-04/IX/2010 tanggal 20 September 2010 (“Akta No. 135/2010”).

Perubahan terakhir Anggaran dasar Perseroan adalah sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 51 tanggal 27 April 2015, dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., MKn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang isinya antara lain sehubungan dengan perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 dan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 dan penyempurnaan ketentan pasal 15 ayat (2) huruf b angka xiv Anggaran Dasar Perseroan; Akta tersebut telah diterima dan di catat di dalam database Sistem Adminitrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.03-0931523 tanggal 12 Mei 2015, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan sesuai dengan UUPT No. AHU-3504091.AH.01.11. Tahun 2015. tanggal 12 Mei 2015.

Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasarnya, maksud dan tujuan Perseroan ialah melakukan usaha dibidang industri besi dan baja serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a. Kegiatan Usaha Utama, yaitu industri baja terpadu, yang memproduksi besi spons, slab baja, billet baja, baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang kawat; perdagangan, yang meliputi kegiatan pemasaran, distribusi dan keagenan, baik dalam maupun luar negeri; pemberian jasa rekayasa dan konstruksi, pemeliharaan mesin, konsultasi teknis maupun penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan usaha Perseroan.

(25)

Nama Perusahaan Status Kepemilikan Perseroan

Kedudukan, Tahun Penyertaan

Kegiatan Usaha A. PT Krakatau Wajatama (KW) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1992 Manufaktur baja profil dan baja

tulangan

B. PT Krakatau Daya Listrik (KDL) Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Distributor dan penghasil listrik C. PT KHI Pipe Industries (KHIP) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1973 Manufaktur pipa baja

D. PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1982 Pengusahaan Kawasan Industri

E. PT Krakatau Engineering (KE) Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1988 Rekayasa dan kontruksi F. PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Jasa pengelolaan pelabuhan G. PT Krakatau Tirta Industri (KTI) Operasi 100,00%* Kota Cilegon 1996 Distributor dan pengolahan air H. PT Krakatau Medika (KM) Operasi 97,55% Kota Cilegon 1996 Jasa pelayanan kesehatan I. PT Krakatau Information Technology

(KIT)

Operasi 100,00%* Jakarta Selatan 1993 Jasa teknologi informasi J. PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) Operasi 66,00% Jakarta Selatan 2008 Manufaktur besi spons K. PT Krakatau National Resources

(KNR)

Operasi 100,00% Jakarta Selatan 2013 Industri pengolahan hasil tambang

* Dimiliki Perseroan secara langsung maupun tidak langsung melalui Entitas Anak

Berikut ini komposisi permodalan Perseroan terakhir beserta susunan Pemegang Saham berdasarkan DPS per tanggal 31 Juli 2016:

Modal Saham

Terdiri Dari Saham Seri A Dwiwarna dan saham Biasa Atas Nama Seri B Dengan Nilai Nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) Setiap Saham

Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rupiah)

Persentase (%)

Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Negara Republik Indonesia 80,00

- Saham Seri A Dwiwarna 1 500 - Saham Biasa Atas Nama Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500

Masyarakat 20,00

- Saham Biasa Atas Nama Seri B 3.155.000.000 1.577.500.000.000

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00

(26)

Apabila seluruh pemegang saham Perseroan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD I ini, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:

Nama Pemegang Saham

Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I

Nilai Nominal Rp.500,- per saham Nilai Nominal Rp.500,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rp) % Jumlah Saham

Jumlah Nilai Nominal

(Rp) %

Modal Dasar

Seri A Dwiwarna 1 500 0.00 1 500 0.00

Seri B 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00

Jumlah Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 Modal Ditempatkan dan

Disetor

Saham Seri A Dwiwarna

- Negara Republik

Indonesia Seri A 1 500 0,00 1 500 0,00

Saham Seri B

- Negara Republik

Indonesia Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500 80,00 15.477.117.519 7.738.558.759.500 80,00

- Masyarakat 3.155.000.000 1.577.500.000.000 20,00 3.869.279.380 1.934.639.690.000 20,00

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00 19.346.396.900 9.673.198.450.000 100,00 Saham Dalam Portepel

Seri A Dwiwarna - - -

-Seri B 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Jumlah Saham Dalam

Portepel 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Apabila seluruh saham HMETD yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD I ini tidak dilaksanakan oleh seluruh pemegang saham Perseroan, kecuali pemegang saham Negara Republik Indonesia melaksanakan haknya dan apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa Saham Baru yang belum dilaksanakan, maka susunan modal saham Perseroan setelah PMHMETD I secara proforma adalah sebagai berikut:

Nama Pemegang Saham

Sebelum PMHMETD I Setelah PMHMETD I

Nilai Nominal Rp.500,- per saham Nilai Nominal Rp.500,- per saham

Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal

(Rp) % Jumlah Saham

Jumlah Nilai Nominal

(Rp) %

Modal Dasar

Seri A Dwiwarna 1 500 0.00 1 500 0.00

Seri B 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00 39.999.999.999 19.999.999.999.500 100,00

Jumlah Modal Dasar 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 40.000.000.000 20.000.000.000.000 100,00 Modal Ditempatkan dan

Disetor

Saham Seri A Dwiwarna

- Negara Republik

Indonesia Seri A 1 500 0,00 1 500 0,00

Saham Seri B

- Negara Republik

Indonesia Seri B 12.619.999.999 6.309.999.999.500 80,00 15.477.117.519 7.738.558.759.500 80,00

- Masyarakat 3.155.000.000 1.577.500.000.000 20,00 3.155.000.000 1.577.500.000.000 16,31

- Pembeli Siaga - - 714.279.380 357.139.690.000 3,69

Jumlah Modal Ditempatkan dan

Disetor 15.775.000.000 7.887.500.000.000 100,00 19.346.396.900 9.673.198.450.000 100,00 Saham Dalam Portepel

Seri A Dwiwarna -

-Seri B 24.225.000.000 12.112.500.000.000 20.653.603.100 10.326.801.550.000

Jumlah Saham Dalam

(27)

Pemegang Saham Utama Perseroan yakni Negara Republik Indonesia akan melaksanakan haknya sesuai dengan porsi kepemilikan dalam PMHMETD I ini sebagaimana diatur Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2015 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016, yang pelaksanaannya telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 43 Tahun 2016 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Krakatau Steel Tbk.

Dalam hal para pemegang saham publik tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham HMETD yang ditawarkan dalam PMHMETD I ini sesuai dengan HMETD-nya, maka para pemegang saham publik akan mengalami penurunan kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 18,46% (delapan belas koma empat enam persen).

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham dalam rangka PMHMETD I ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 24 November 2016 sampai dengan 30 November 2016 baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek sesuai dengan POJK No. 32/2015.

Perseroan telah menyelenggarakan RUPSLB pada tanggal 25 Agustus 2016 dengan dan telah memperoleh persetujuan sebagai berikut:

1. Rapat menyetujui Penambahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak-banyaknya 4.991.935.374 (empat miliar sembilan ratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh lima ribu tiga ratus tujuh puluh empat) saham Seri B, dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham, yang akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan yang disyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Rapat memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan Penambahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan melalui Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) dengan memberikan HMETD (PMHMETD) setelah terpenuhinya persyaratan sebagaimana butir 1 di atas termasuk namun tidak terbatas pada pemenuhan syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk POJK Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang antara lain meliputi :

a. Menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan dalam rangka PMHMETD dengan persetujuan Dewan Komisaris;

b. Menentukan rasio HMETD yang akan diberikan kepada Pemegang Saham yang berhak berdasarkan kepemilikan Pemegang Saham tersebut atas saham Perseroan;

c. Menentukan harga pelaksanaan HMETD, yang akan ditentukan dengan persetujuan Dewan Komisaris;

d. Menentukan kepastian tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang memuat nama-nama Pemegang Saham Perseroan yang berhak atas HMETD;

e. Menentukan kepastian penggunaan dana; f. Menentukan kepastian jadwal PMHMETD; dan

g. Menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka PMHMETD termasuk akta-akta Notaris.

Gambar

Tabel Historis Kinerja Saham KRAS di Bursa Efek Indonesia
Tabel berikut menyajikan jumlah HRC, CRC, WR, baja profil, baja tulangan, dan pipa baja yang dijual dan harga rata-rata masing-masing produk Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini:
Tabel berikut ini menyajikan perincian beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan untuk produk baja sebagai persentase terhadap jumlah beban pokok pendapatan konsolidasian Perseroan untuk periode-periode sebagai berikut:
Tabel berikut ini menyajikan komponen dari beban usaha dan sebagai persentase dari total beban usaha untuk masing-masing periode di bawah ini.
+7

Referensi

Dokumen terkait