• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.4.1. Pengertian Iklim Organisasi Sekolah

Konsep iklim organisasi secara umum banyak digunakan dalam bidang organisasi suatu perusahaan atau dunia industri dan bisnis. Seperti Gibson (1985: 316) “climate is a set of properties of the work environment, perecived directly or in directly by the employes who work in this environment and is assumed to be a major force in influencing their behavior on the job“ maksudnya iklim adalah persepsi pekerja terhadap organisasi dan lingkungannya yang langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap para pekerja yang ada dalam organisasi itu.

Davis & Newstroon (1985:25) menyatakan bahwa“ Organizational climate to the human environment with in which an organizations employes do their work, climate is affected by almost everything that occurs in on

organization. Iklim organisasi adalah lingkungan manusia yang didalamnya

meliputi karyawan-karyawan yang bekerja dalam organisasi dan iklim organisasi dipengaruhi hampir segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi.

Dari kedua pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi adalah persepsi karyawan terhadap kegiatan organisasi termasuk di dalamnya bagaimana kepemimpinan dalam organisasi itu. Apabila persepsi pekerja /karyawan terhadap kepemimpinan organisasi otoriter maka tindakan pekerja /karyawan akan sesuai dengan persepsinya, walaupun sebenarnya pemimpin

sudah berupaya untuk melakukan kegiatan yang menggunakan kepemimpinan demokratis atau yang lain. Demikian pula bahwa lingkungan kerja dalam suatu organisasi merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh terhadap sikap kerja dan tingkah laku pekerja dalam bekerja. Hal ini sesuai dengan A. Tjahla (1989:41) yang menyatakan bahwa “lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap kualitas dan kuantitas kerja personal “.

Iklim organisasi seperti tersebut diatas memberikan indikasi bahwa setiap organisasi mempunyai iklim atau kepribadiannya/tabiatnya sendiri yang membedakannya dari organisasi lain dan yang mempengaruhi perilaku anggota- anggotanya (Mukiyat, 1990:97). Sehubungan dengan hal tersebut maka para pemimpin harus dapat menciptakan suatu iklim yang memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan organisasi dan dalam pada itu memenuhi kebutuhan-kebutuhan psikologis dan sosial dari pegawainya.

2.4.2. Iklim Organisasi Sekolah

a. Konsep iklim organisasi sekolah

Seperti halnya dalam pengertian iklim organisasi pada umumnya, pengertian iklim organisasi sekolah juga banyak pakar yang mendefinisikan. Muhamad (1985:85) mengatakan bahwa iklim organisasi sekolah suatu atribut organisasi dan sub sistemnya yang dapat mungkin disebabkan oleh anggota organisasi atau sub sistemnya terhadap anggota-anggota dan lingkungannya. Hoy dan Miskel (1991:221) mengemukakan rumusan iklim organisasi sekolah sebagai berikut : “The set of internal characteristies that distinguishes one school from another and influence the behavior of people on it is called the

organizational climate“. Apabila diterjemahkan secara bebas yang dimaksud dengan iklim organisasi sekolah adalah seperangkat karakteristik internal suatu sekolah yang membedakannya dengan sekolah lain dan karakteristik tersebut akan mempengaruhi perilaku orang yang ada dalam organisasi sekolah tersebut. Selanjutnya Hoy dan Miskel menyatakan bahwa iklim organisasi sekolah itu merupakan interaksi dari anggota-anggota kelompok sekolah yang terdiri dari para siswa, guru dan pimpinan sekolah yang kesemuanya mempunyai peranan dalam mengembangkan dimensi-dimensi organisasi dan individu dari suatu sistem sosial.

Masih terkait dengan konsep iklim organisasi sekolah, Depdikbud mengemukakan bahwa iklim organisasi sekolah adalah suasana di dalam organisasi sekolah yang diciptakan oleh pola hubungan antar pribadi yang berlaku. Pada hubungan antar pribadi tersebut dapat meliputi hubungan antara guru dengan pimpinan sekolah, antara guru dengan guru, antara guru dengan murid dan antara murid dengan murid.

Berdasarkan konsep dari pakar diatas maka dapat ditarik simpulan bahwa iklim organisasi sekolah adalah seperangkat karakteristik internal sekolah yang datang dari kepala sekolah maupun para guru yang secara langsung/tidak langsung mempengaruhi kinerja guru. Apabila diteliti lebih jauh maka iklim organisasi sekolah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola hubungan antar pribadi, antara guru dan kepala sekolah, guru dengan guru dan guru dengan siswa b. Ciri-ciri iklim organisasi sekolah

Iklim organisasi merupakan suatu telaah dalam suatu organisasi yang berakar pada disiplin ilmu psikologi sosial. Hal ini dinyatakan secara tegas oleh Hoy & Miskel (1991:220). Selanjutnya dikatakan bahwa iklim organisasi sekolah merupakan seperangkat internal yang mempunyai kesamaan pada beberapa gambar tentang kepribadian sehingga dapat diketahui bahwa iklim organisasi sekolah merupakan kepribadian sekolah.

Thomas Ross (1976;446-447) dan Hoy & Miskel (1991:223) mengemukakan delapan karakteristik atau ciri-ciri iklim organisasi sekolah yaitu “Hindrance, intimacy, disengagement, esprit, production emphasis, aloofness, consideration and thrust“. Dari delapan karakteristik atau ciri-ciri tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu karakteristik yang berkaitan dengan guru dan kepala sekolah. Karakteristik yang berkaitan dengan guru yaitu Hindrance (gangguan), intimacy (keakraban) disengagement (keadaan berlepas diri) dan esprit (semangat kerja). Sedangkan yang menyangkut karakteristik kepala sekolah adalah; production emphasis (perolehan pada hasil) aloofness (jarak sosial), consideration (pertimbangan) dan thrust (dorongan dan bimbingan).

Kedelapan karakteristik tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama, hindrance yaitu segala kegiatan atau pekerjaan yang menurut persepsi guru tidak ada gunanya dan hanya akan menghambat karir saja. Kedua, intimacy merujuk pada perasaan senang yang dialami oleh guru karena di sekolah tercipta hubungan yang hangat dan menyenangkan serta kondusif. Ketiga, disengagement merujuk adanya kecenderungan guru untuk melakukan suatu

pekerjaan dan tidak merasa terbebani akan tugas tersebut. Keempat, esprit merujuk adanya semangat kerja yang ada pada setiap guru karena merasa memperoleh atau terpenuhi kebutuhan mereka. Kelima, production emphasis merujuk kepada perilaku kepala sekolah yang menghendaki hasil kerja dari para guru, memberikan komando, perintah, tidak peduli terhadap kondisi situasi guru, yang penting tujuan atau hasil tercapai. Kondisi ini mirip dengan MBO ( Management by objective ). Keenam, aloofness merujuk kepada perilaku kepala sekolah yang serba formal dan kurang menunjukan adanya keakraban, kedekatan pribadi dan dalam komunikasi dengan para guru lebih sering menggunakan surat atau catatan tertulis dan cenderung tertutup atau menjaga jarak kepada staf (guru dan karyawan). Ketujuh; consideration yang merujuk kepada perilaku kepala sekolah yang bertolak belakang dengan aloofness karena pada iklim ini kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kondusif, menyenangkan, humoris, dan bersahabat serta selalu berusaha untuk memberikan bimbingan dan bantuan kepada para guru dan karyawan. Kedelapan : thrust yaitu sifat kepala sekolah yang berusaha untuk menggerakan organisasi dengan selalu memberikan contoh pada para guru dan karyawan.

Disamping kedelapan karakteristik organisasi sekolah seperti tersebut di atas Hoy & Miskel , (1991:239) mengemukakan bahwa terdapat iklim organisasi sekolah lain yang disebut dengan istilah Teacher principal behavioryang bersifat terbuka dan tertutup. Pada iklim organisasi terbuka ditandai adanya tingkat dorongan dan bimbingan tinggi, semangat kerja yang tinggi dan perilaku guru- guru yang semaunya sendiri berkurang. Iklim yang demikian akan berdampak

pada hubungan guru dan kepala sekolah yang familiar/kekeluargaan, menyenangkan dan demokratis serta tidak memaksakan kehendaknya sehingga para guru akan merasa memperoleh perhatian, bimbingan dan adanya kebebasan mengemukakan pendapat.

Iklim organisasi tertutup merujuk kepada kurang intimnya hubungan antara kepala sekolah dengan para guru, cenderung memerintah dan tidak sensitif terhadap keadaan guru, menjaga jarak yang ditandai dengan kurang tanggap terhadap kebutuhan guru dan karyawan. Demikian pula terhadap kinerja guru / karyawan selalu merasa tidak puas dan selalu menuntut hasil yang optimal. Kepala Sekolah kurang memberikan contoh bagaimana bekerja yang efektif. Iklim organisasi yang demikian akan berakibat pada guru bersikap apatis, semaunya sendiri, kurang disiplin dan muncul adanya rasa kecewa para guru. Apabila demikian keadaanya jelas akan mempengaruhi tingkat kepuasan dan kinerja guru di sekolah

2.4.3 Definisi konstruk

Berdasarkan konsep diatas maka definisi konstruk iklim organisasi sekolah adalah merupakan seperangkat karakteristik internal sekolah yang datang dari kepala sekolah maupun guru yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja guru. Secara eksplisit iklim organisasi tercermin dalam pola hubungan antar pribadi antara guru dengan kepala sekolah, guru dengan guru dan guru dengan murid.

Dokumen terkait