• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan akhir dari penelitian ini untuk menemukan model yang fit kinerja guru pembimbing sekolah yang dikembangkan berdasarkan model Structural Equation Model (SEM). Menurut Ghozali (2004:8) pemodelan yang mendasarkan pada SEM meliputi tujuh langkah yang diawali dengan (a) model berbasis teori (b) pengembangan diagram alur untuk menunjukkan hubungan kausalitas (c) konversi diagram alur kedalam serangkaian persamaan struktural dan model spesifikasi, dan model pengukuran (d) pemilihan matriks input dan tehnik estimasi atas model yang dibangun (e) menilai problem identifikasi, (f) evaluasi model, dan (g) interpretasi dan modifikasi model.

Melalui kajian teoretis yang telah dikemukakan pada bab terdahulu bahwa kinerja guru pembimbing sekolah dipengaruhi oleh kepuasan kerja, kepemimpinan kepala sekolah, iklim organisasi dan budaya organisasi. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut diperoleh berdasarkan teori yang diambil dari berbagai pakar dan salah satunya adalah Robbins (1991;2001;2003,2007). Kajian teori yang telah lama diperoleh ataupun teori yang baru akan dikembangkan oleh peneliti bukan untuk menguji sebuah teori ataupun menguji teori yang bersifat kausalitas melainkan bersifat confirmatory. Berdasarkan telaah teoretis yang demikian maka pengembangan model teoretis telah memenuhi ketentuan yang disyaratkan oleh pemodelan Structural Equation Model (SEM ).

2.8.2. Pengembangan diagram jalur.

Berdasarkan model teoretis yang dibangun, hubungan kausalitas antar variabel penelitian divisualisasikan dalam sebuah gambar diagram jalur (Path diagram). Melalui gambar ini akan dapat dilihat bagaimana keterkaitan dan hubungan kausalitas antar variabel yang akan diteliti. Sesuai dengan pemodelan SEM, maka penelitian ini mendasarkan pada faktor yaitu berupa konsep-konsep yang mempunyai dasar teori sebagai acuan dalam menganalisis berbagai bentuk hubungan antar variabel.

Sesuai dengan alur berfikir seperti yang telah dikemukakan pada langkah pertama, maka diagram jalur penelitian tentang model hubungan iklim organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah,

kepuasan kerja dan kinerja guru pembimbing SMA se eks Karesidenan Semarang terlihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.7 Paradigma penelitian model keterkaitan antara, iklim organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah, kepuasan kerja dan kinerja guru pembimbing

Berdasarkan pada diagram jalur seperti di atas, maka dapat dikemukakan bahwa dalam diagram tersebut dapat ditemukenali adanya dua konstruk yaitu konstruk eksogen dan konstruk endogen. Konstruk eksogen merupakan variabel independent atau variabel bebas yang tidak diprediksi oleh variabel lain dalam model. Dalam diagram jalur tersebut maka yang menjadi konstruk eksogen adalah iklim organisasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan kepala sekolah Sedangkan konstruk endogen merupakan faktor-faktor atau variabel yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk. Adapun yang menjadi konstruk

KEPEMIMP KEP.SEK X1 IKLIM ORGANISSI X2 BUDAYA ORGANISSI X3 KINERJA GURU Y2 KEPKERJA Y1

endogen atau variabel tergantung adalah kepuasan kerja dan kinerja guru pembimbing sekolah.

2.8.3 Spesifikasi model.

Berdasarkan diagram path seperti tersebut di atas maka langkah selanjutnya adalah menentukan spesifikasi model pengukuran sehingga dapat diketahui bagaimana gambaran, sifat, dan jumlah parameter yang akan diestimasi. Melalui spesifikasi model ini akan dapat terlihat bagaimana hubungan dan pengaruh variabel bebas terhadap vasriabel tergantung

2.8.4 Memilih matriks input dan estimasi model.

Melalui pemodelan SEM maka matriks yang akan digunakan adalah matriks varians/kovarians sebagai data input untuk keseluruhan estimasi yang dilakukan. Matriks ini digunakan karena secara metodologis sesuai dengan konsep hubungan yang bersifat kausalitas. Untuk memenuhi persyaratan metodologis karena analisis yang akan digunakan adalah Linear Structural Relation (LISREL) maka jumlah sample minmal antara 100 sampai 200 (Ferdinand: 2000). Dengan demikian maka dalam penelitian ini penulis menggunakan sampel melebihi dari sampel minimal atau yang sesuai dengan persayaratan yang dimaksud. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini lebih dari batas minimal karena ada pakar yang mengatakan sampel lebih dari minimal lebih baik dari pada kurang dari minimal.Demikian pula peneliti berasumsi dengan jumlah sampel yang lebih banyak, maka penarikan kesimpulan akan memberikan gambaran yang signifikan. Disamping itu karena dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah manusia yang

mempunyai pendapat, persepsi yang bervariasi, maka pemilihan sampel yang mendekati populasi secara statistik dapat dipertanggung jawabkan.

2.8.5 Masalah identifikasi

Masalah identifikasi merupakan problem yang sering terjadi dalam model yang dikembangkan dalam rangka memberikan estimasi terhadap model yang ada. Masalah ini muncul terkait dengan adanya standart error untuk satu atau beberapa koefisien yang relatif tinggi, program tidak dapat menunjukkan atau menghasilkan matriks informasi yang seharusnya disajikan, munculnya angka korelasi yang sangat tinggi antar koefisien korelasi tentang estimasi yang didapat.

Dalam penelitian ini identifikasi model dilakukan dengan mengkonstrain model yang dalam program LISREL. Menurut Ghozali (2005:46) dapat dilakukan dengan:

a. Menambah indikator (variabel manifest) kedalam model. b. Dengan menentukan (fix) parameter tambahan menjadi nol.

c. Mengasumsikan bahwa parameter yang satu dengan parameter yang lain memiliki nilai yang sama.

2.8.6 Penilaian model fit.

Suatu model dikatakan fit apabila kovarians matriks suatu model adalah sama dengan kovarians matriks data Untuk menguji model ini dilakukan berbagai kegiatan antara lain: (1) melihat ukuran sampel apakah lebih dari 100 sampel atau tidak. (2), melihat sebaran data apakah data tersebut memenuhi normalitas atau

tidak (3) melihat apakah ada data yang ekstrim atau tidak agar tidak menggangu normalitas data. (4).melihat apakah memenuhi syarat multicolinearity yaitu apakah terdapat angka korelasi yang sempurna atau besar di antara variabel- variabel independen,(5).Uji kesesuaian dan uji statistik yaitu melakukan pengujian dengan menggunakan beberapa fit indeks untuk mengukur kebenaran model yang diajukan seperti menggunakan χ2-Chi Square Statistics, Goodness of fit, adjusted goodness of fit index, Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA ).

2.8.7 Modifikasi model.

Modifikasi model adalah merupakan salah satu langkah dalam LISREL apabila berdasarkan penilaian model ternyata tidak fit. Modifikasi model ini dlakukan tidak hanya semata-mata untuk mencari model mana yang fit tetapi lebih didasarkan pada teori yang mendukungnya. Dengan modifikasi model ini akan diperoleh model yang diharapkan dalam penelitian.

Dokumen terkait