• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Pendekatatan Scientific Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN I

C. Tinjauan Mengenai Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1. Implementasi Pendekatatan Scientific Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN I

III.PENYAJIAN DATA

A. Obyek Penelitian

Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi dan studi dokumentasi resmi dari pihak sekolah, maka diperoleh profil sekolah yang diteliti yaitu tentang Implementasi Kurikulum 2013 di SMP Negeri I Driyorejo

Kondisi lingkungan SMP NEGERI I Driyorejo adalah berada di daerah yang cukup kondusif dan sangat strategis, sehingga sangat baik untuk proses kegiatan belajar mengajar. Adapun potensi lingkungan yang dimiliki sekolah ini antara lain hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dengan orang tua atau wali murid, sarana ibadah yang cukup memadai serta memiliki mushola yang digunakan untuk kegiatan keagamaan, keamanan cukup terjamin karena di sekeliling sekolah telah dipagar tembok, memiliki gedung serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan sekolah baik ekstrakurikuler maupun intrakurikuler, pentas seni, olahraga dan sebagainya. Pengurus komite sekolah yang sangat mendukung dan responsive terhadap program-program sekolah. Selain itu, untuk menuju ke SMP NEGERI I Driyorejo mudah sekali akses yang bisa dicapai (Sumber : Dokumen Tata Usaha). Fasilitas-fasilitas angkutan umum mudah didapat, sehingga memudahkan untuk menuju ke SMP NEGERI I Driyorejo

B. Tinjauan Terhadap Hal-hal Yang Ditemukan

1. Implementasi Pendekatatan Scientific Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo.

Untuk memperoleh data ini peneliti menggunakan tehnik wawancara dan observasi langsung. Data diperoleh bahwa SMPN I Driyorejo adalah lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Pemerintah Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Gresik. Salah satu sekolah yang menjadi target sasaran implementasi Kurikulm 2013 di wilayah Jawa

Timur kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil wawancara dengan waka Kurikulum SMPN I Driyorejo: “Bahwa tahun pertama dilaksanakannya Kurikulum 2013 adalah mulai tahun pelajaran 2013/2014 sasaran pertama adalah peserta didik kelas VII, kemudian pada tahun kedua tahun pelajaran 2014/2015 sasarannya adalah kelas VIII dan tahun yang ketiga adalah kelas IX tahun ajaran 2015/2016.” 116

Berkaitan dengan pembahasan di atas, maka peneliti akan mendiskripsikan terhadap hasil temuan dari penelitian lapangan mengenai implementasi Pendekatan Scientific Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI Dan Budi Pekerti dan hasil observasi secara mendalam telah ditemukan bahwa di SMPN I Driyorejo guru PAI Dan Budi Pekerti telah menerapkan Pendekatatan Scientific Kurikulum 2013 dalam proses Pembelajarannya sesuai dengan yang diamanatkan dalam Permendikbud No.65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah Pendekatan Scientific / pendekatan ilmiah.

Menurut ungkapan GPAI kelas VII SMPN I Driyorejo tahun pelajaran 2014/2015 bahwa dalam proses pembelajarannya telah menerapkan Pendekatan Scientific Kurikulum 2013 tahap kedua di SMPN I Driyorejo sesuai dengan yang diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu menggali informasi melalui tahapan-tahapan sebagai

berikut: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,

menalar/mengasosiasi, dan mengkomunikasikan . Tahapan-tahapan tersebut dilakukan ketika memasuki pembelajaran inti. Sebelum kegiatan pembelajaran telah dipersiapkan RPP sebagai bahan acuan dalam

116 wawancara dengan waka Kurikulum SMPN I Driyorejo Soehartanto, hari senin tanggal 3 Nopember 2014 di ruang guru

pembelajaran, membuat lembar kerja, lembar penilaian sikap dan menyiapkan alat atau media pembelajaran yang diperlukan.117

Adapun langkah pertama yang dilakukan ketika kegiatan pembelajaran adalah pendahuluan; mengucapkan salam, mengajak peserta didik berdo‟a, kemudian membaca QS.al Fatihah dan surat-surat pendek pilihan, meyampaikan tema/topik pembahasan yang akan disampaikan dan tujuan pembelajaran yang sesuai, setelah itu membagi kelompok. Langkah kedua memasuki kegiatan inti yang dilakukan adalah mengamati gambar, kadang-kadang membaca sebuah cerita yang sudah dipersiapkan sesuai dengan topik pembahasan, kemudian hasil pengamatannya dituangkan dalam tulisan di lembaran yang tersedia berupa kesimpulan. Masing-masing kelompok di wakili satu peserta didik untuk menyampaikan hasilnya, selanjutnya beliau memberikan penguatan. Kemudian peserta didik diberi kesempatan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan hasil pengamatan atau materi yang dibahas, dari beberapa pertanyaan yang diajukan dibahas bersama, kadang-kadang peserta didik sendiri yang menjawab kadang-kadang-kadang-kadang GPAI yang menjawab jika permasalahan sudah tidak bisa diselesaikan oleh peserta didik. Setelah itu yang dilakukan peserta didik berdasarkan kelompok mencari/menggali informasi, dalam hal ini mereka mengumpulkan informasi- informasi dari beberapa sumber /buku yang terkait dengan sub-sub materi/permasalahan yang sedang dibahas. Jika informasi sudah terkumpul, dalam kegiatan ini yang dilakukan GPAI adalah memotivasi peserta didik berdiskusi untuk menganalisa informasi-informasi yang sudah terkumpul dari anggota kelompok masing-masing kemudian disusun menjadi sebuah karya tulis/makalah untuk dipresentasikan. Tindakan berikutnya, peserta didik mempresentasikan karya tulis yang telah disusun. Masing-masing kelompok menunjuk temannya sebagai presenter. Setelah itu beliau memberikan penguatan dan penilaian. Sebagai langkah yang terakhir dalam kegiatan pembelajaran adalah penutup dalam kegiatan ini peserta didik

117 wawancara dengan bapak Abdul Ghofur Salam Guru PAI Dan Budi Pekerti, pada hari selasa, tanggal 4 Mei 2015, di Musholla SMPN I Driyorejo, selesai sholat Dzuhur berjamaah

disuruh membuat kesimpulan terhadap hal-hal yang telah dibahas bersama secara individu, kemudian dikumpulkan. Guru memberikan reward kepada kelompok yang terbaik dalam presentasinya dan terakhir memberikan tugas peserta didik berupa LKS untuk dikerjakan di rumah, kemudian ditutup dengan doa bersama.118

Langkah-langkah proses pembelajaran yang dilakukan GPAI Kls VII tersebut sudah sesuai dengan tahapan-tahapan pendekatan scientific yang dikehendaki oleh Kurikulum 2013 yaitu 119:

e. Mengamati (Observasing )

Kegiatan pertama pada pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran adalah mengamati/ Observasing. Bentuk kegiatan yang dilakukan peserta didik adalah melihat, mengamati, membaca, mendengar, menyimak (tanpa dan dengan alat). Metode observasi adalah salah satu strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual dan media asli dalam rangka membelajarkan peserta didik yang mengutamakan kebermaknaan proses belajar.

f. Menanya ( Questioning )

Langkah kedua pada pendekatan ilmiah ( Scientific approach)adalah Menanya ( Questioning ) . Bertanya merupakan salah satu pintu masuk untuk memperoleh pengetahuan. Karena itu bertanya dalam kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berfikir peserta didik. Di samping itu, bertanya juga merupakan bagian penting untuk melaksanakan pembelajaran inquiry, yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya.120

g. Mengumpulkan informasi ( Eksplorasi )

118 Ibid

119 Hosnan, M. ( 2014 ), Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21, Ghalia Indonesia, Bogor. hlm. 39

Kegiatan mengumpulkan informasi ( Eksplorasi ) merupakan tindak lanjut dari bertanya. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk itu , peserta didik dapat membaca buku yang lebih banyak, memperhatikan fenomena atau obyek yang lebih teliti, atau bahkan melakukan. Dalam kegiatan.ini dapat terkumpul sejumlah informasi.121

h. Menalar ( mengasosiasi )

Menalar (associating) atau mengolah informasi dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a tahun 2013 adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan, baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan atau eksperimen maupun dari hasil kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan. Kegiatan ini dilakukan untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan dari informasi tersebut.122

i. Mengkomunikasikan (Communicating )

Dalam tahap ini, peserta didik diberi kesempatan untuk memaparkan, menampilkan, mendialogkan, dan menyimpulkan apa yang telah didapat dari tahap sebelumnya. Hasil tersebut dapat disampaikan di depan kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik (individu) atau kelompok.123

Adapun data yang peneliti peroleh melalui observasi adalah pertama peneliti lakukan terhadap GPAI yang sedang mengajar di kelas VIII A . Materi pembelajaran yang disampaikan adalah bidang fikih yaitu tentang

121 Ibid, hlm.57

122 Ibid, hlm.68

123

Direktorat Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam,Kementrian Agama RI, (2014), Panduan Pendekatan scientific Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti, hlm.12.

makanan dan minuman ( halal dan haram). Dalam penyampaikan materi pembelajaran ini GPAI menggunakan model pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran Kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan /tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda (heterogen).124

Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks. Tujuan dibentuknya kelompok adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar.125

Adapun langkah-langkah proses pembelajaran yang ditempuh oleh GPAI tersebut adalah :

Pertama, kegiatan pendahuluan ; guru memberi salam, memeriksa kehadiran peserta didik , mengatur posisi tempat duduk, Do‟a dan dilanjut membaca surat-surat pendek yang dipandu secara sentral dari pusat ( kantor guru ) dengan pengeras suara oleh peserta didik pilihan. Memberi informasi tentang tujuan pembelajaran dan langkah-langkah yang harus ditempuh peserta didik dalam pembelajaran. Membentuk 6 kelompok peserta didik berdasarkan urutan tempat duduk. Membagikan selembar wacana sesuai dengan topik permasalahan ( tentang makanan dan minuman yang halal dan haram untuk dimakan ).

Kedua, kegiatan inti; mengamati; aktifitas peserta didik mengamati gambar dan mengkaji selembar wacana yang telah dibagikan pada masing-masing kelompok. Menanya; dalam kegiatan ini peserta didik bertanya kepada guru dan temannya terkait dengan wacana yang telah dikaji dan materi pelajaran yang dibahas dalam masing-masing kelompok. Kegiatan selanjutnya,

124 Ibid, hlm 21

125 Trianto, (2007), Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Prestasi Pustaka, Jakarta, hlm. 41.

mengeksplorasi, masing-masing kelompok mempelajari dan berdiskusi tentang materi yang mereka terima, mereka bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana. Kemudian mengasosiasi (menalar), tanggapan dari masing-masing anggota kelompok dirumuskan bersama dan dituangkan ke dalam kertas, masing-masing peserta didik dapat memilih makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi dan dapat menghindari yang diharamkan.126 Kegiatan inti yang terakhir, mengkomunikasikan, secara bergantian peserta didik melakukan paparan hasil diskusinya.

Ketiga, penutup; guru bersama peserta didik melakukan refleksi dan penguatan terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru memberikan apresiasi kepada “kelompok yang terbaik”. Kemudian memberikan informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Setelah itu guru bersama peserta didik menutup pelajaran dengan berdo‟a.127

2. Respon Peserta didik Terhadap Implementasi Pendekatatan Scientifc