• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respon Peserta didik Terhadap Implementasi Pendekatatan Scientifc Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan

C. Tinjauan Mengenai Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

2. Respon Peserta didik Terhadap Implementasi Pendekatatan Scientifc Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan

mengeksplorasi, masing-masing kelompok mempelajari dan berdiskusi tentang materi yang mereka terima, mereka bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana. Kemudian mengasosiasi (menalar), tanggapan dari masing-masing anggota kelompok dirumuskan bersama dan dituangkan ke dalam kertas, masing-masing peserta didik dapat memilih makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi dan dapat menghindari yang diharamkan.126 Kegiatan inti yang terakhir, mengkomunikasikan, secara bergantian peserta didik melakukan paparan hasil diskusinya.

Ketiga, penutup; guru bersama peserta didik melakukan refleksi dan penguatan terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Guru memberikan apresiasi kepada “kelompok yang terbaik”. Kemudian memberikan informasi materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Setelah itu guru bersama peserta didik menutup pelajaran dengan berdo‟a.127

2. Respon Peserta didik Terhadap Implementasi Pendekatatan Scientifc Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo.

Pada permasalahan ini, peneliti memaparkan hasil temuannya melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi dan didukung pula hasil angket yang peneliti sebarkan pada tanggal 29 Mei 2015 mengenai respon peserta didik terhadap implementasi pendekatan Scientific Kurikulum 2013 dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo.

Di sini dapat dikatakan bahwa respon peserta didik terhadap implementasi pendekatan Scientific Kurikulum 2013 dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo adalah baik, hal ini dapat dibuktikan pada pengakuan peserta didik (hasil wawancara yang disajikan di atas)

126 Observasi pada pukul 6.30-8.45 hari Sabtu, tanggal 7 Maret 2015 di kelas VIII A

127 Observasi, dilakukan pada pukul 6.30-8.45, hari Sabtu, tanggal 14 Maret 2015 di kelas VIII A

Respon positif peserta didik mengikuti pembelajaran pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti itu dapat peneliti buktikan selain dari hasil wawancara sebagaimana yang dipaparkan di atas juga melalui kuesioner dari 32 peserta didik yang telah disebarkan pada hari Jum‟at, tanggal 29 Mei 2015 (akhir semester II )hampir semuanya selalu mengikuti pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti setiap kali pertemuan, lihat tabel berikut:

Tabel 3.2.1 Keaktifan Mengikuti Pembelajaran

NO Pilihan Keaktifan Mengikuti

Pembelajaran

Frekwensi Prosentasi

1 Selalu 26 81,25 %

2 Pernah tidak ikut 6 18,75 %

3 Kadang-kadang tidak ikut - -

4 Sering bolos - -

5 Tidak pernah ikut - -

Jumlah 32 100,0 %

Dari keseluruhan responden, 81,25 % selalu mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti setiap kali pertemuan dan 18,75 % pernah tidak mengikuti karena ada alasan tertentu. Sedangkan alasan bolos dan tidak pernah ikut tidak ada sama sekali. Hal ini menunjukkan kepedulian peserta didik terhadap pembelajaran Agama Islam Dan Budi Pekerti adalah tinggi.

Perasaan senang dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti melalui pendekatan scintific Kurikulum 2013 ditunjukkan pada sikap peserta didik yang terdapat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 3.2.2 Perasaan Senang Mengikuti Pembelajaran

NO Pilihan Perasaan Senang Mengikuti

Pembelajaran

Frekwensi Prosentasi

1 Sangat senang 11 34,38 %

3 Cukup senang 2 6,25 % 4 Kurang senang - - 5 Tidak senang - - Jumlah 32 100,00 %

Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa 100 % responden menyatakan senang dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti melalui pendekatan scintific Kurikulum 2013 , 34, 38 % responden menyatakan sangat senang, 59,38 % menyatakan senang dan 6,25 % menyatakan cukup senang. Sedang yang menyatakan kurang senang dan tidak senang, tidak ada sama sekali.

Perhatian peserta didik dalam tahap pengamatan melalui kegiatan mengamati, membaca, mengkaji atau menyimak materi pembelajaran rata-rata dari keseluruhan responden berusaha untuk mengamati secara detail sampai mereka faham, sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.2.3 Perhatian Dalam Tahap Pengamatan

NO Pilihan Perhatian Dalam Tahap

Pengamatan

Frekwensi Prosentasi

1 mengamati dengan detail 16 50 %

2 mengamati secara global 14 45,75 %

3 mengamati sepintas 2 6,25 %

4 Llhat-lihat saja - -

5 mengabaikan semuanya - -

Jumlah 32 100.00 %

Pada tahap pengamatan dalam proses pembelajaran peserta didik penuh perhatian, mereka berusaha untuk memahami obyek yang diamati dengan serius terbukti dari keseluruhan responden memilih alternatif mengamati dengan detail 50 %, mengamati secara global 45,75 %, mengamati sepintas 6,25 %, sedangkan yang hanya melihat-lihat saja dan yang mengabaikan

semuanya dari aktifitas pengamatan tidak ada sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki perhatian penuh pada tahap pengamatan.

Setelah kegiatan pengamatan, peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya, dalam tahap ini responden memberikan jawaban bervariatif karena masing-masing individu memiliki keberanian yang berbeda-beda. Dalam hal ini dibutuhkan seorang guru yang harus betul-betul mampu memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik untuk mampu mengungkapkan pertanyaan. Lihat tabel di bawah ini:

Tabel 3.2.4 Keaktifan Dalam Bertanya

NO Pilihan Keaktifan Dalam Bertanya Frekwensi Prosentasi

1 Aktif bertanya dan menjawab 2 6,25 %

2 Sering bertanya dan menjawab 5 18,75 %

3 Kadang-kadang bertanya dan

menjawab

15 46,88 %

4 Selalu berusaha bertanya dan atau menjawab, tapi malu, tidak berani mengungkapkan

9 28,12 %

5 Diam saja, malas bertanya dan

menjawab - -

Jumlah 32 100.00 %

Partisipasi peserta didik dalam kegiatan tanyajawab cukup tinggi walaupun masih ada beberapa peserta didik yang masih malu-malu untuk bertanya, bahkan tidak berani bertanya, padahal mereka memiliki keinginan untuk bertanya. Dari keseluruhan responden ada 6,25% yang aktif bertanya dan menjawab, 18,75 % sering bertanya, 46,88 % kadang-kadang bertanya dan menjawab, 28,12 % Selalu berusaha bertanya dan atau menjawab, tapi malu, tidak berani mengungkapkan, dan 0 % responden yang diam saja karena malas. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik memiliki respon yang positif dalam kegiatan tanyajawab.

Adapun tingkat kepedulian peserta didik dalam menggali informasi tidak hanya mengandalkan di buku paket saja, namun berusaha untuk mencari literatur-literatur yang lain. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 3.2.5

Kepedulian Dalam Berusaha mengumpulkan Informasi

NO Pilihan Kepedulian Dalam

Berusaha mengumpulkan Informasi

Frekwensi Prosentasi

1 selalu berusaha dengan cara mencari literatur-literatur yang lain

13 40,63 %

2 berusaha maksimal, walaupun hanya di buku paket

14 43,75 %

3 berusaha secukupnya, walaupun tidak lengkap

5 15,63 %

4 jarang berusaha sendiri, sering menyontek teman

- -

5 tidak pernah berusaha, malas. - -

Jumlah 32 100.00 %

Dari keseluruhan responden terdapat 40,63 % yang memilih alternatif jawaban selalu berusaha dengan cara mencari literatur-literatur yang lain, sedang 43,75 % responden memilih berusaha maksimal, walaupun hanya di buku paket, 15,63 % berusaha secukupnya, walaupun tidak lengkap, dan 0 % responden yang memilih alteratif jawaban (d) jarang berusaha sendiri, sering menyontek teman dan (e) tidak pernah berusaha, karena malas. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki kepedulian yang tinggi dalam berusaha menggali informasi.

Tabel 3.2.6

NO Pilihan Keaktifan Dalam Berdiskusi Frekwens

i

Prosentas i

1 aktif memberikan pendapat 16 50 %

2 cukup aktif memberikan pendapat 12 37,5 %

3 kadang-kadang ikut memberikan pendapat 4 12,5 %

4 hanya mendengarkan dan melihat teman berpendapat

- -

5 Tidak pernah memperhatikan, tapi

pura-pura mendengarkan. - -

Jumlah 32 100.00 %

Dalam kegiatan berdiskusi, peserta didik menunjukkan keaktifannya dalam memberikan pendapat, terbukti dalam tabel tersebut menunjukkan 50 % responden menjawab aktif memberikan pendapat, 37,5 % menjawab cukup aktif memberikan pendapat dan 12,5 % kadang-kadang ikut memberikan pendapat, sedangkan yang menjawab hanya mendengarkan dan melihat teman berpendapat dan Tidak pernah memperhatikan, tapi pura-pura mendengarkan, tidak ada sama sekali responden yang memilih opsi 2 yang terakhir.

Ketika tahap prensentasi dalam pembelajaran tiba, hampir keseluruhan dari masing-masing peserta didik mempersiapkan diri baik secara individu atau kelompok. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: .

Tabel 3.2.7 Semangat Berusaha Untuk Tampil

NO Pilihan Semangat Berusaha

Untuk Tampil

Frekwensi Prosentasi

1 berusaha maksimal tampil lebih baik 15 46,88 %

2 berusaha tampil dengan baik 16 50 %

3 berusaha tampil seadanya 1 3,13 %

4 tampil saja, yang penting dapat nilai - -

Jumlah 32 100.00 %

Hasil kuesioner dari keseluruhan (32) responden sebagaimana tabel di atas telah mendiskripsikan bahwa semangat berusaha mempersiapkan presentasi yang akan ditampilkan dengan baik adalah sangat tinggi,hal ini terbukti ada 46,88 % responden yang memilih jawaban berusaha maksimal tampil lebih baik, 50 % berusaha tampil dengan baik dan hanya 1 responden memilih berusaha tampil seadanya. Untuk 2 opsi yang terakhir 0 % tidak ada yang memilih.

Adapun kepedulian peserta didik terhadap guru ketika memberikan penguatan atau kesimpulan seusai diskusi, maka sikap peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2.8 Perhatian Terhadap Guru Ketika Memberikan penguatan

NO Pilihan Perhatian Terhadap Guru

Ketika Memberikan penguatan

Frekwensi Prosentasi

1 mendengarkan dengan penuh perhatian

16 50 %

2 mendengarkan dengan baik 16 50 %

3 mendengarkan sekedarnya - -

4 mendengarkan sambil mengerjakan aktivitas yang lain

- -

5 Mengabaikan - -

Jumlah 32 100.00 %

Jika guru dalam mengajar mampu memberikan dorongan kepada peserta didik, berpenampilan menarik dan mampu menjelaskan dengan penuh ekspresi wajah dan intonasi suara yang memadahi, maka bagi peserta didik akan memiliki daya ketertarikan tersendiri dari penampilan guru sehingga mereka memberikan perhatian penuh. Tabel diatas telah mendiskripsikan tingkat kepedulian peserta didik terhadap guru ketika memberikan penguatan. Dari 32 responden ada 50 % yang memilih jawaban mendengarkan dengan

penuh perhatian, 50 % responden mendengarkan dengan baik, dan 0 % responden yang mendengarkan sambil mengerjakan aktivitas yang lain dan yang mengabaikan atau tidak memberikan perrhatian kepada guru tidak ada sama sekali. Hal ini telah mendiskripsikann bahwa tingkat perhatian peserta didikk ketika ada guru menjelaskan adalah sangat tinggi terbukti 100 % mereka memperhatikan dengan baik.

Adapun perasaan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti dengan pendekatan scientific, mereka rata merasa puas. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2.9

Kepuasan Setelah Mengikuti Pembelajaran

NO Pilihan Kepuasan Setelah Mengikuti

Pembelajaran

Frekwens i

Prosentas i

1 Sangat puas karena materi lebih mudah diingat, difaham dan lebih mendalam

10 31,25 %

2 Puas karena materi mudah diingat, difaham dan cukup mendalam

20 62,5 %

3 Cukup puas walaupun materi belum bisa diingat dan difaham secara mendalam

2 6,25 %

4 Kurang puas karena materi hanya bisa diingat dan difaham sepintas lalu dan kurang mendalam

- -

5

Tidak puas karena materi sulit untuk diingat dan difaham, sehingga membuat saya tertekan dan semakin bingung

- -

Jumlah 32 100.00 %

Dari keseluruhan (32) responden telah memberikan pilihn jawaban yang menggambarkan perasaannya ketika selesai mengikuti pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti. Hasil kuesioner yang tersebar ada 31,25 % responden

menjawab sangat puas karena materi lebih mudah diingat, difaham dan lebih mendalam, 62,5 % Puas karena materi mudah diingat, difaham dan cukup mendalam, 6,25 % Cukup puas walaupun materi belum bisa diingat dan difaham secara mendalam, dan 0% responden yang tidak memilih alternatif jawaban yang menyatakan kurang puas karena materi hanya bisa diingat dan difaham sepintas lalu dan kurang mendalam. Dan tidak ada sama sekali responden yang menjawab tidak puas karena materi sulit untuk diingat dan difaham, sehingga membuat saya tertekan dan semakin bingung. Hal ini menggambarkan bahwa peserta didik memiliki perasaan puas dengan materi pembelajaran yang disampaikan dengan melalui langkah-langkah ilmiah, karena dengan langkah –langkah tersebut peserta didik merasa bisa memahami lebih mendalam dan mudah diingat.

Harapan positif peserta didik terhadap pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti melalui pendekatan scientific dapat dilihat hasil kuesioner yang terdapat pada tabel di bawah;

Tabel 3.2.10

Harapan Terhadap Pembelajaran Melalui Pendekatan Scientific

NO Pilihan Harapan Terhadap

Pembelajaran Melalui Pendekatan

Scientific

Frekwensi Prosentasi

1 tetap dipertahankan dan perlu ditingkatkan kembali

21 65,63 %

2 tetap dipertahankan meskipun dalam pola yang sederhana

11 34,38 %

3 tetap dilalui, namun pada materi-materi tertentu saja

- -

4 tidak usah melalui langkah-langkah Pendekatan Scientific, guru harus lebih banyak menjelaskan, siswa lebih banyak

mendengarkan

5

tidak usah melalui langkah-langkah Pendekatan Scientific,guru yang menjelaskan sampai tuntas, tanpa membebani siswa tugas

- -

Jumlah 32 100.00 %

Hasil kuesioner yang terdapat pada tabel di atas dapat mendiskripsikan tentang harapan yang diinginkan oleh peserta didik terhadap pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti melalui pendekatan scientific. Dari keseluruhan (32 ) responden ada 65,63 % yang memilih jawaban tetap dipertahankan dan perlu ditingkatkan kembali, 34,38 % tetap dipertahankan meskipun dalam pola yang sederhana, dan 0 % responden yang menjawab tidak usah melalui langkah-langkah Pendekatan Scientific, guru harus lebih banyak menjelaskan, peserta didik lebih banyak mendengarkan, sedang responden yang menjawab tidak usah melalui langkah-langkah Pendekatan Scientific,guru yang menjelaskan sampai tuntas, tanpa membebani siswa tugas, tidak ada sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik punya harapan lebih bagus untuk dipertahankan pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti melalui pendekatan Scientific.

Respon positif dari peserta didik berdasarkan hasil kuesioner sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, telah diperkuat oleh hasil pengamatan peneliti terhadap guru PAI ketika mengajar di kelas VII C tentang ASMAUL HUSNA. Hasil temuan tersebut, menunjukkan perilaku semangat peserta didik.

Menurut teori asosiasi, bahwa proses pembelajaran akan berhasil secara efektif jika terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik. Pola interaksi itu dilakukan melalui stimulus dan respon (S-R).128.

128 Hosnan,M., ( 2014 ), Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21, Ghalia Indonesia, Bogor, hlm.69

Merujuk pada teori S-R ( stimulus-respon), proses pembelajaran akan makin efektif jika peserta didik makin giat belajar. Dengan begitu berarti makin tinggi pula kemampuannya dalam menghubungkan teori S dengan R.

3. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Implementasi Pendekatatan

Scientifc Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan

Budi Pekerti di SMPN I Driyorejo..

Berdasarkan temuan-temuan peneliti dari hasil wawancara dan observasi dengan informan yang terkait maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang menjadi faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam menerapkan pembelajaran pendekatan scientific di SMPN I Driyorejo..dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Faktor dari peserta didik b. Faktor dari guru

c. Faktor sarana dan prasarana d. Faktor lingkungan.