layanan yang telah disediakan oleh KAI, seperti angkutan barang dan gudang. Fokus dan penguatan peran penting PT KALOG ini diwujudkan pada tahapan pre-service dan post-service dari layanan yang diberikan KAI serta layanan terintegrasi berbasis teknologi informasi sepanjang rantai jasa layanan distribusi logistik.
Saat ini layanan logistik terpadu PT KALOG telah menjangkau wilayah Jawa dan Sumatera. Untuk mendukung layanan logistik secara terpadu, PT KALOG telah membangun sejumlah infrastruktur jasa logistik, seperti: terminal barang di Jakarta, Purwakarta, Semarang dan Surabaya, area pergudangan Pasar Turi, stockpile dan fasilitas loading/ unloading batu bara di Lahat dan Palembang, serta sejumlah kantor perwakilan seperti di Manggarai, Jakarta Gudang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya kota, Malang, dan kota lainnya di pulau Jawa.
distribution services, including services provided by KAI, such as: freight transport and warehouses. Focus and strengthening of PT KALOG’s vital role are realized in Pre- Service and Post-Service of KAI’s services and integrated IT-based services along the logistics chain.
Currently, integrated logistics services of PT KALOG have reached Java and Sumatera. To support integrated logistics services, PT KALOG has built a number of logistics infrastructure, among others: logistics terminals in Jakarta, Purwakarta, Semarang and Surabaya, Pasar Turi warehouse, stockpile and coal loading/unloading facilities in Lahat and Palembang, as well as a number of representative ofices in Manggarai, Jakarta Warehouse, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang and other cities on Java Island.
Komposisi kepemilikan saham PT KALOG adalah sebagai berikut:
Tabel: Komposisi Kepemilikan Saham
Table: Composition of Shareholders
Pemegang Saham Shareholders Penyertaan Modal Equity Capital Lembar Saham Shares Prosentase Percentage
PT Kereta Api Indonesia (Persero) 24,750,000,000 24,750 99.90%
Yayasan Pusaka 25,000,000 25 0.10%
Jumlah Total 24,775,000,000 24,775 100.00%
Susunan kepengurusan PT KALOG per 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:
Tabel: Kepengurusan PT KALOG
Table: Management of PT KALOG
Jabatan Position Nama Name
Komisaris Utama President Commissioner Bambang Budianto
Komisaris Commissioner Sri Mariastati
Komisaris Commissioner Imran Rasjid
Komisaris Commissioner A.Herlianto
PLT Direktur Utama Acting President Director Yusren
Direktur Director Sugeng Priyono
Direktur Director Gigis Saptono
Jumlah pegawai PT KALOG per 31 Desember 2016 sebanyak 252 pegawai di luar Dewan Komisaris dan Direksi. Komposisi pegawai PT KALOG adalah sebagai berikut:
Status Pegawai Status of Employee Jumlah Total
Pegawai Tetap Permanent Employee 134
Pegawai Tidak Tetap Non-Permanent Employee 95
Pegawai Perbantuan Seconded Employee 21
Pegawai Magang Internship 2
Jumlah Total 252
Shareholders composition of PT KALOG is as follows:
Management structure of PT KALOG as of December 31, 2016 is as follows:
As of December 31, 2016, PT KALOG had 252 employees (excluding Board of Commissioners and Board of Directors). Composition of PT KALOG’s employees is as follows:
KINERJA
Aspek Operasional
Sampai akhir tahun 2016, jaringan kantor layanan PT KALOG berjumlah 78 kantor yang terdiri dari 34 Kantor Cabang, 30 Kantor Perwakilan, 14 Kantor Agen. Volume muatan angkutan barang yang menjadi layanan bisnis PT KALOG terus meningkat sejalan dengan jangkauan bisnisnya. Selama tahun 2016, angkutan barang berbasis kereta api masih menempati porsi utama dari bisnis usaha PT KALOG dimana perusahaan berhasil mengangkut muatan dengan jumlah volume melebihi target yang telah ditentukan.
Volume
Volume
Satuan
Unit 2016 2015
Angkutan Kontainer Container Transport TEUS 69,780 55,498
Pengelolaan Area Area Management TEUS - -
Angkutan Semen Cement Transport ton 2,246,036 1,637,659
Angkutan BHP Kurir BHP Courier Transport ton 23,929 27,407
Angkutan Air Galon Galon Water Transport Gallon 3,384,192 2,745,589
Angkutan Pasir Sand Transport Jumbo Bag - 684
Angkutan Tepung Terigu Fluor Transport ton - -
Loading-Unloading Batu Bara } Coal Loading-Unloading ton 4,548,893 3,627,585
Dalam menghadapi tantangan dan kondisi baik perekonomian dan sektor logistik nasional, PT KALOG telah menyusun dan menerapkan serangkaian inisiatif untuk memastikan keberlangsungan bisnis Perusahaan difokuskan pada pengembangan dan penguatan masing-masing lini bisnis. Tantangan yang dihadapi pada sektor logistik menuntut manajemen beserta jajaran untuk dapat menyikapi secara cepat dan tepat diantaranya melalui:
1. Pengoperasian KA Kontainer Pelabuhan relasi JICT – CDP yang merupakan salah satu upaya mengurangi dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok yang dicanangkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI melalui pengoperasian kereta api Pelabuhan yang akan berkontiribusi dalam mengurangi kemacetan jalan
PERFORMANCE
Operations
At end of 2016, ofice network of PT KALOG had 78 ofices consisting of 34 Branch Ofices, 30 Representative Ofices and 14 Agent Ofices.
The volume of cargo freight which is the core business of PT KALOG continued to increase in line with its scope of business. During 2016, rail-based freight transport still dominated PT KALOG’s business as the Company managed to exceed the freight transport volume target.
To encounter the challenges as well as the national economy and logistics sector, PT KALOG has developed and implemented a series of initiatives to ensure that the Company’s business continuity is focused on development and strengthening of each business line. The challenges faced in the logistics sector require management to be able to respond quickly and appropriately through:
1. Operations of Port Container Railway connecting JICT - CDP as an effort to reduce dwelling time at Tanjung Priok Port as proclaimed by the Coordinating Ministry of Maritime Affairs through operations of Port Railway which will contribute to congestion reduction. Tanjung Priok Port Railway
raya. KA Pelabuhan Tanjung Priok diresmikan ada 24 Juni 2016. Pengoperasian KA Pelabuhan melalui JICT menuju CDP telah memberikan kontribusi positif bagi Perusahaan selain berdampak pada upaya peningkatan kelancaran sistem logistik nasional.
2. Upaya pengembangan angkutan kereta
api kontainer juga diwujudkan melalui layanan angkutan kereta api kontainer yang menghubungkan Semarang baik dari Jakarta maupun Surabaya dengan relasi Sungai Lagoa (SAO) – Semarang Pethek (SMC) dan Kalimas (KLM) – Semarang Pethek (SMC) yang diresmikan pada 20 September 2016. Layanan tersebut merupakan layanan angkutan barang berbasis kereta api satu-satunya yang menghubungkan Semarang.
3. Peningkatan okupansi angkutan BHP Kurir melalui pengoperasian KA Over Night Service (ONS) lintas selatan SF 8 (delapan) gerbong relasi Jakarta Gudang – Surabaya Turi yang diberangkatkan perdana pada 28 Oktober 2016. Pengoperasian KA ONS lintas selatan juga bertujuan untuk meningkatkan layanan dengan menawarkan banyaknya kota yang dilalui seperti Cirebon, Purwokerto, Gombong, Kebumen, Solo, Jombang dan kota lainnya sehingga menyediakan akses layanan dan kemudahan lebih bagi pelanggan. 4. Pada tanggal 5 Desember 2016, PT KALOG mulai
mengoperasikan layanan KA Kontainer relasi KEK Sei Mangke – Pelabuhan Belawan, yang akan beroperasi dua hari sekali dengan SF 15 GD. Pengoperasian KA barang KEK Sei Mangkei+.- Pelabuhan Belawan merupakan salah satu ekspansi usaha Perusahaan yang bertujuan untuk mengoptimalkan angkutan barang berbasis KA dan mendorong pertumbuhan industri di Kawasan KEK Sei Mangkei.
Aspek Keuangan
Laporan posisi keuangan menunjukkan pertumbuhan aset sebesar Rp75,39 miliar atau 20,5% terutama karena kenaikan aset tidak lancar sebesar Rp79,31 miliar atau 38,1% dibandingkan tahun 2015. Sebaliknya aset lancar turun Rp3,92 miliar atau 2,5%. Jumlah liabilitas tumbuh Rp48,97 miliar atau 18,4% didorong kenaikan
was launched on June 24, 2016. The operations of Port Railway through JICT to CDP has contributed positively to the Company and improvement of the national logistics system.
2. Container railway transport is also developed by realizing container railway transport connecting Semarang from both Jakarta and Surabaya connecting Lagoa River (SAO) - Semarang Pethek (SMC) and Kalimas (KLM) - Semarang Pethek (SMC) which was launched on September 20, 2016. This service is the only railway-based freight transport service that connects Semarang.
3. Increase in transport occupancy of BHP Courier through operations of KA Over Night Service (ONS) south lane SF 8 (eight) connecting Jakarta Gudang - Surabaya Turi which departed on October 28, 2016. The operations of KA ONS south lane is also aimed at improving services by offering many destinations, such as: Cirebon, Purwokerto, Gombong, Kebumen, Solo, Jombang and other cities so as to provide access to services and convenience to customers.
4. On December 5, 2016, PT KALOG started operating Container Railway connecting KEK Sei Mangke- Belawan Port, which will operate once in two days with SF 15 GD. The operations of freight transport KEK Sei Mangkei - Belawan Port is one of the Company’s business expansions aiming to optimize railway-based freight transport and to encourage industrial growth in KEK Sei Mangkei.
Financials
The statement of inancial position shows asset growth of Rp75.39 billion or 20.5%, mainly due to an increase in non-current assets of Rp79.31 billion or 38.1% compared to 2015. On the other hand, current assets slightly decreased by Rp3.92 billion or 2.5%. Total liabilities rose by Rp48.97 billion or 18.4%,
liabilitas jangka panjang sebesar Rp40,83 miliar atau 35,7%. Liabilitas jangka pendek juga mengalami kenaikan sebesar Rp8,14 miliar atau 5,3%.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain menunjukan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar Rp57,13 miliar atau 9,7% dari Rp586,43 miliar di tahun 2015 menjadi Rp643,56 miliar. Pendapatan Perusahaan terdiri dari pendapatan angkutan KA (angkutan petikemas, angkutan barang semen, angkutan barang hantaran dan angkutan barang lainnya), bongkar muat (Lo Lo) batu bara, pendapatan pengelolaan area dan pendapatan lainnya non KA. Perusahaan mencatat peningkatan laba kotor sebesar Rp40,72 miliar atau 74,9% dan laba usaha naik Rp8,54 miliar atau 19,4%. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp43,51 miliar, naik 34,1% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp32,45 miliar. Perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp32,51 miliar, naik 36,8% dibandingkan Rp23,77 miliar pada tahun 2015.
Tabel: Kinerja Keuangan Utama PT KALOG
Table: Main Financial Performance of PT KALOG
(Dalam jutaan Rupiah) (In million Rupiah)
URAIAN 2015 2016 ∆ DESCRIPTION
(Rp) (%)
Aset Assets
Aset lancar 159,312 155,396 (3,916) -2.5 Current assets
Aset tidak lancar 208,161 287,470 79,309 38.1 Fixed assets
Jumlah Aset 367,473 442,866 75,393 20.5 Total assets
Liabilitas Liabilities
Liabilitas jangka pendek 152,387 160,529 8,142 5.3 Short-term liabilities
Liabilitas jangka panjang 114,289 155,118 40,829 35.7 Long-term liabilities
Jumlah Liabilitas 266,676 315,647 48,971 18.4 Total Liabilities
Ekuitas 100,796 127,218 26,422 26.2 Equity
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 367,472 442,866 75,394 20.5 Total Liabilities and Equity
Pendapatan usaha 586,429 643,557 57,128 9.7 Revenues
Beban pokok pendapatan (532,051) (548,460) (16,409) 3.1 Cost of revenues
Laba (Rugi) Kotor 54,378 95,097 40,719 74.9 Gross Proit (Loss)
Beban usaha dan beban lain-lain (10,390) (42,564) (32,174) 309.7 Operating and other expenses
Laba (Rugi) Usaha 43,988 52,533 8,545 19.4 Operating Income (Loss)
Pendapatan (beban) keuangan (11,540) (9,026) 2,514 -21.8 Financial income (expenses)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 32,448 43,507 11,059 34.1 Income (Loss) Before Income Tax
driven by a rise in non-current liabilities of Rp40.83 billion or 35.7%. Current liabilities also increased by Rp8.14 billion or 5.3%.
The statement comprehensive income indicates revenue increase of Rp57.13 billion or 9.7% from Rp586.43 billion in 2015 to Rp643.56 billion. The Company’s revenue consisted of freight transport (container transport, cement transport, parcel delivery and others), coal loading - unloading (Lo Lo), area management and other non-transport revenues.
The Company recorded increases in gross proit of Rp40.72 billion or 74.9% and also in operating income of Rp8.54 billion or 19.4%. Income before tax was recorded at Rp43.51 billion, grew by 34.1% compared to 2015 of Rp32.45 billion. The Company earned a net income of Rp32.51 billion, rose by 36.8% compared to Rp23.77 billion in 2015.
PROSPEK USAHA DAN STRATEGI
PERUSAHAAN
Indonesia adalah negara kepulauan dengan kondisi geograis yang begitu luas dan jumlah penduduk yang lebih dari 230 juta orang maka permintaan akan distribusi retail/barang akan menjadi pasar yang sangat luas bagi sektor logistik. Perkembangan perekonomian dunia masih terus bergejolak dan menuju titik keseimbangan di sepanjang tahun 2016, sehingga berbagai perubahan (sudden shift) terjadi dalam berbagai sektor ekonomi, serta harga minyak mentah dunia yang terus berluktuasi, dan ditambah kesiapan para penyedia logistik di Indonesia dalam memasuki Kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh karena itu, beberapa tantangan dan peluang industri logistik nasional adalah:
1. Ekonomi nasional yang tumbuh hanya 5,02% di tahun 2016 menyebabkan sektor logistik tidak mengalami pertumbuhan signiikan. Hal lain yang mempengaruhi kelambatan pertumbuhan industri logistik adalah dampak dari pertumbuhan semu (fake growth) yang terjadi selama lima tahun terakhir.
2. Seiring dengan kebijakan Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, seperti rel kereta api pelabuhan, kereta api bandara, rel kereta dan jalan tol trans Sumatera dan Sulawesi, tol laut dan lainnya, akan terjadi perubahan dalam penggunaan moda transportasi. Konsep multi moda yang eisien dan efektif tentunya menjadi peluang dan tantangan yang harus diperhitungkan.
3. Fokus pembangunan khususnya pada industri holtikultura dan perikanan, masih membuka peluang yang cukup besar dalam bisnis cold chain logistics.
4. Pembangunan infrastruktur secara besar-besaran membutuhkan bahan baku semen, pasir, besi baja dalam jumlah yang sangat besar, sehingga memberikan peluang bagi industri logistik infrastruktur dalam hal pengangkutan barang.
BUSINESS PROSPECT AND STRATEGIES
Indonesia is an archipelago with a vast geographical condition and a population of more than 230 million. Therefore, demand for retail/goods distribution will be a huge market for the logistics sector. The world economy continues to luctuate and heading to the equilibrium throughout 2016, so that various suddenshifts occurred in various economic sectors, the world crude oil prices luctuated and the logistics providers in Indonesia are well prepared to embrace the ASEAN Economic Community. Hence, several challenges and opportunities of the national logistics industry are:
1. The national economy that grew by only 5.02% in 2016, driving insigniicant growth in the logistics sector. Another factor causing the slow growth was the impact of fake growth over the last ive years.
2. In line with the Government’s policy on infrastructure development, including port railways, airport railways, Trans Sumatera and Trans Sulawesi railways and highways, sea toll road and others, there will be changes in the use of transport mode. Effective and eficient multi-modal transportation concept is certainly an opportunity and challenge to be taken into account.
3. The development focus, particularly on the horticulture and ishery industries, still opens considerable opportunities in the cold chain logistics business.
4. Massive infrastructure development requires large quantities of cement, sand and steel; hence, there is an opportunity for the infrastructure logistics industry in terms of freight transport.
5. Pertumbuhan bisnis e-commerce atau online yang terus naik setiap tahunnya akan meningkatkan kebutuhan jasa pengiriman. Ke depan, pertumbuhan bisnis belanja lewat dunia maya diprediksi akan terus meningkat pesat. Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kurun waktu 2006- 2016, jumlah usaha e-commerce di Indonesia meningkat sekitar 17%. Estimasi penjualan e-commerce B2C di Indonesia juga mengalami kenaikan signiikan dengan nilai transaksi tahun 2016 diperkirakan mencapai USD4,89 miliar. Pertumbuhan nilai transaksi e-commerce tentu akan memberi pengaruh positif pada industri jasa pengiriman.
Dengan potensi pasar yang terbuka lebar, PT KALOG melakukan kombinasi strategi sebagai berikut: • Revitalisasi layanan jasa logistik yang menaikkan
customer value (kecepatan, ketepatan, keeisienan, keandalan);
• Percepatan akuisisi pasar melalui keunggulan kompetitif cost, delivery, dan lexibility;
• Optimalisasi jaringan kereta api untuk meningkatkan cakupan pelayanan dan sekaligus mengimbangi ekspansi pesaing;
• Equal treatment dalam menyusun service level
dengan para vendor transportasi;
• Membangun sistem operasi berbasis proses bisnis yang eisien;
• Penguatan tim pelayanan jasa logistik KALOG; • Brand building dan repositioning ke layanan jasa
logistik berbasis kereta api;
• Penetrasi pasar melalui account representative dan agency.
Dengan kombinasi strategi di atas, diharapkan PT KALOG ke depan dapat menjadi perusahaan penyedia total logistics solution yang memberikan pelayanan jasa distribusi end-to-end bagi para pelanggannya.
5. The growth of e-commerce or online business that continues to rise every year will increase the need for shipping services. Looking ahead, the growth of online shopping business is predicted to continue to increase rapidly. Based on Economic Census 2016 conducted by Central Bureau of Statistics (BPS), in the period 2006-2016, the number of e-commerce businesses in Indonesia grew by approximately 17%. B2C e-commerce sales in Indonesia also increased signiicantly with transaction value in 2016 was estimated to reach USD4.89 billion. The growth of e-commerce transaction value will certainly have positive impact on the shipping industry.
With a wide-open market, PT KALOG combined the following strategies:
• Revitalization of logistics services that increase customer value (speed, accuracy, eficiency, reliability);
• Accelerated market acquisition through competitive advantage derived from cost, delivery and lexibility;
• Optimization of railway network to increase scope of service and at the same time catching up with competitors’ expansion;
• Equal treatment in preparing service level with transport vendors;
• Building eficient business process-based operating system;
• Strengthening KALOG logistics service team; • Brand building and repositioning to rail-based
logistics services; and
• Market penetration through account representative and agency.
With combination of the aforementioned strategies, it is expected that going forward PT KALOG can become a total logistics solution provider that provides end- to-end distribution services to its customers.