• Tidak ada hasil yang ditemukan

V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Keterkaitan Sektor Pariwisata dengan Sektor Lainnya

5.1.3 Indeks Daya Penyebaran dan Indek Daya Kepekaan

Untuk mengetahui sektor-sektor mana saja yang mempunyai kemampuan untuk memacu pertumbuhan sektor-sektor hulu dan/atau hilirnya, baik melalui keterkaitan input (mekanisme pasar input) maupun melalui keterkaitan output

(mekanisme pasar output) dapat dianalisis menggunakan daya penyebaran dan derajat kepekaan. Daya penyebaran merupakan jumlah dampak yang ditimbulkan akibat perubahan permintaan akhir suatu sektor terhadap output seluruh sektor ekonomi, sedangkan derajat kepekaan merupakan jumlah dampak yang menimbulkan perubahan permintaan akhir suatu sektor akibat perubahan seluruh sektor ekonomi.

Daya penyebaran dan derajat kepekaan belum dapat dipakai untuk membandingkan dampak yang terjadi pada setiap sektor, karena adanya perbedaan sifat dari permintaan akhir masing-masing sektor. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi, yaitu dengan cara membagi rata-rata dampak pada suatu sektor dengan rata-rata dampak seluruh sektor. Sehingga diperoleh Indeks Daya Penyebaran (IDP) dan Indeks Derajat Kepekaan (IDK).

Nilai IDP lebih besar dari satu menunjukkan bahwa daya penyebaran suatu sektor berada di atas rata-rata daya penyebaran seluruh sektor ekonomi, dengan kata lain sektor tersebut mempunyai kemampuan untuk merangsang pertumbuhan sektor-sektor hulunya. Sebaliknya, nilai IDP kurang dari satu menunjukkan sektor tersebut kurang mampu menarik sektor-sektor penyedia input untuk sektor tersebut.

Demikian juga untuk IDK, nilai lebih besar dari satu menunjukkan bahwa derajat kepekaan suatu sektor lebih tinggi dari rata-rata derajat kepekaan seluruh sektor ekonomi, dimana sektor tersebut mempunyai kemampuan mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya sebagai pemakai output sektor tersebut. Sedangkan untuk nilai IDK kurang dari satu berlaku sebaliknya.

Dari Gambar 11, bisa dilihat nilai IDP dan IDK dari masing-masing sektor perekonomian di Kabupaten Gianyar tahun 2009. Untuk sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan industri pariwisata, seperti industri tanpa migas, nilai IDP dan IDK-nya masing-masing 1,2287 dan 3,3444. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri tanpa migas memiliki daya penyebaran dan daya kepekaan di atas rata-rata seluruh sektor ekonomi. Dengan kata lain sektor industri tanpa migas mempunyai kemampuan relatif permintaan akhir dalam merangsang pertumbuhan produksi total seluruh sektor perekonomian, maupun dalam memenuhi permintaan akhir keseluruhan sektor perekonomian.

Demikian halnya dengan sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai IDP sebesar 1,5405 dan nilai IDK sebesar 1,1622, serta sektor hotel dengan nilai IDP dan IDK masing-masing sebesar 1,0338 dan 1,5166. Dimana sektor perdagangan besar dan eceran maupun sektor hotel, memiliki kemampuan yang hampir sama dengan sektor industri tanpa migas, memiliki daya penyebaran dan daya kepekaan di atas rata-rata seluruh sektor ekonomi.

Untuk sektor restoran, dengan nilai IDP lebih dari satu (1,2511) atau di atas rata-rata, mengindikasikan sektor ini mampu dalam meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor hulunya. Namun kurang mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya, karena mempunyai nilai IDK di bawah rata- rata yaitu sebesar 0,8844.

Berbeda halnya dengan sektor jasa hiburan dan rekreasi, nilai IDP (0,8914) maupun IDK (0,6029) sektor ini masih dibawah rata-rata yaitu kurang dari satu. Berdasarkan nilai IDP dan IDK yang dimilikinya sektor jasa hiburan dan rekreasi dikelompokkan sebagai sektor yang kurang mampu memacu pertumbuhan sektor-sektor hulu maupun hilirnya.

Gambar 11 Nilai Indeks Daya Penyebaran dan Nilai Indeks Daya Kepekaan Sektor-Sektor Perekonomian Kabupaten Gianyar Tahun 2009

Untuk sektor-sektor pertanian, hanya sektor peternakan dan hasil-hasilnya yang mempunyai nilai IDP (1,4221) dan IDK (1,2451) di atas rata-rata seluruh sektor ekonomi. Sektor tanaman bahan makanan, dengan nilai IDP kurang dari

0.9936 0.6029 0.6239 0.6027 0.7452 0.7170 0.7894 0.6832 1.1435 1.0310 0.8361 1.1527 1.5166 0.8844 1.1622 1.0137 0.8690 3.3444 0.7178 0.7872 0.6411 1.2451 0.8298 1.0676 0.9027 0.8914 0.8777 0.8896 0.8213 1.0373 0.8279 1.0307 0.8821 1.0103 1.0343 1.0338 1.0338 1.2511 1.5405 1.3466 1.0515 1.2287 0.7251 0.9315 0.7591 1.4221 0.7755 0.6952 0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000

Jasa Perorangan dan Rumah Tangga Jasa Hiburan dan Rekreasi Jasa Sosial Kemasyarakatan Pemerintahan Umum Jasa Perusahaan Lembaga Keuangan tanpa Bank Sewa Bangunan Jasa Penunjang Keuangan Bank Komunikasi Jasa Penunjang Angkutan Angkutan Jalan Raya Hotel Restoran Perdagangan Besar dan Eceran Bangunan Listrik, gas dan air bersih Industri Tanpa Migas Penggalian Perikanan Kehutanan Peternakan dan Hasil‐hasilnya Tanaman Perkebunan Tanaman Bahan Makanan

IDP IDK

satu (0,6952) atau di bawah rata-rata, mengindikasikan sektor ini kurang mampu dalam meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor hulunya. Namun mampu mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya, karena mempunyai nilai IDK di atas rata-rata yaitu sebesar 1,0676. Sedangkan sektor tanaman perkebunan (IDP 0,7755; IDK 0,8298), kehutanan(IDP 0,7591; IDK 0,6411), dan perikanan(IDP 0,9315; IDK 0,7872) adalah sektor-sektor sektor yang kurang mampu memacu pertumbuhan sektor-sektor hulu maupun hilirnya.

Secara garis besar, sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Gianyar tahun 2009 dapat dikelompokkan berdasarkan Indeks Daya Penyebaran (IDP) dan Indeks Derajat Kepekaan, seperti ditunjukkan dalam Tabel 30.

Tabel 30 Pengelompokan Sektor-Sektor Perekonomian Kabupaten Gianyar Tahun 2009 Berdasarkan Nilai IDP dan IDK

IDP > 1 IDP < 1

3. Peternakan dan Hasil-hasilnya 1. Tanaman Bahan Makanan 7. Industri Tanpa Migas 16. Bank

9. Bangunan

IDK > 1 10. Perdagangan Besar dan Eceran

12. Hotel 13. Angkutan Jalan Raya

15. Komunikasi

8. Listrik, gas dan air bersih 2. Tanaman Perkebunan

11. Restoran 4. Kehutanan

IDK < 1 14. Jasa Penunjang Angkutan 5. Perikanan 17. Jasa Penunjang Keuangan 6. Penggalian

19. Lembaga Keuangan tanpa Bank 18. Sewa Bangunan

20. Jasa Perusahaan

21. Pemerintahan Umum

22. Jasa Sosial Kemasyarakatan

23. Jasa Hiburan dan Rekreasi

24. Jasa Perorangan dan Rumah

Tangga

Sumber : Hasil Analisis (2011)

Empat Kuadran Pengelompokan sektor-sektor ekonomi berdasarkan nilai IDP dan IDK (Daryanto dan Hafizrianda 2010; Woroutami 2010) :

‐ Kuadran II adalah sektor-sektor yang mempunyai IDP di bawah rata-rata, tetapi IDK di atas rata-rata

‐ Kuadran III adalah sektor-sektor yang mempunyai IDP di atas rata-rata, tetapi IDK di bawah rata-rata

‐ Kuadran IV adalah sektor-sektor yang mempunyai IDP dan IDK di bawah rata-rata.