URAIAN TEORITIS
2.5. Indeks Pembangunan Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam proses pertumbuhan ekonomi. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, kinerja ekonomi akan mampu berjalan maksimal. Selanjutnya, bahwa antara pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi berhubungan erat, karena peningkatan pembangunan ekonomi merupakan prasyarat tercapainya pembangunan manusia yang akan mendukung peningkatan produktivitas melalui pengisian kesempatan kerja dengan usaha-usaha produktif sehingga tercapai peningkatan pendapatan. Oleh karena itu, dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi sangat diperlukan pembangunan manusia, termasuk dalam konteks ekonomi daerah. Dengan kata lain, peningkatan kualitas modal manusia juga akan memberikan manfaat dalam mengurangi ketimpangan antar daerah. Kualitas sumber daya manusia tercermin dari teerciptanya lingkungan yang memungkinkan bagi manusia untuk menikmati hidup sehat, umur panjang, dan menjalankan kehidupan yang produktif.
Pembangunan manusia menyangkut dimensi yang sangat luas. Upaya membuat pengukuran pencapaian pembangunan manusia yang telah dilakukan di suatu wilayah harus dapat memberikan gambaran tentang dampak dari pembangunan manusia bagi penduduk dan sekaligus dapat memberikan gambaran tentang persentase pencapaian terhadap sasaran ideal.
United Nation Development Program (UNDP) mendefinisikan pembangunan
manusia sebagai suatu proses untuk memperluas pilihan-pilihan bagi penduduk. Dalam konsep tersebut penduduk ditempatkan sebagai tujuan akhir (the ultimate end) sedangkan upaya pembangunan dipandang sebagai sarana (principal means) untuk mencapai tujuan
itu. Untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan manusia, empat hal pokok yang perlu diperhatikan adalah produktivitas, pemerataan, kesinambungan, pemberdayaan (UNDP, 1995 : 12). Secara ringkas empat hal pokok tersebut mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Produktivitas
Penduduk harus diberdayakan untuk meningkatkan produktivitas dan untuk berpartisipasi penuh dalam proses penciptaan pendapatan dan lapangan pekerjaan. Pembangunan ekonomi yang demikian merupakan himpunan bagian dari model pembangunan manusia.
2. Pemerataan
Penduduk harus memiliki kesempatan / peluang yang sama untuk mendapatkan akses terhadap semua sumber daya ekonomi dan sosial. Semua hambatan yang memperkecil kesempatan untuk memperoleh akses tersebut harus dihapus, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari kesempatan yang ada dan berpartisipasi dalam kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
3. Kesinambungan
Akses terhadap sumberdaya ekonomi dan sosial harus dipastikan tidak hanya untuk generasi-generasi yang akan datang. Semua sumberdaya fisik, manusia, dan lingkungan harus selalu diperbaharui (replenished).
4. Pemberdayaan
Penduduk harus selalu berpartisipasi penuh dalam keputusan dan proses yang akan menentukan (bentuk / arah) kehidupan mereka, serta untuk berpartisipasi dan mengambil manfaat dari proses pembangunan.
UNDP juga mengatakan bahwa pembangunan manusia adalah perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging the choices of people), yang dapat dilihat sebagai proses upaya
kearah perluasan pilihan dan sekaligus sebagai taraf yang dapat dicapai dari upaya tersebut. Pada saat yang sama, pembangunan manusia dapat pula dilihat sebagai pembangunan (formation) kemampuan manusia melalui perbaikan taraf kesehatan, pengetahuan, dan keterampilan, serta sekaligus sebagai pemanfaatan (utilization) kemampuan/keterampilan mereka (Urbanus, 2002).
Sebenarnya paradigma pembangunan manusia tidak berhenti sampai disana. Pilihan-pilihan tambahan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat luas seperti kebebasan politik, ekonomi dan sosial, sampai kesempatan untuk menjadi kreatif dan produktif, dan menikmati kehidupan yang sesuai dengan harkat pribadi dan jasmani hak-hak azasi manusia merupakan bagian dari paradima tersebut. Dengan demikian, paradigma pembangunan manusia memiliki dua sisi. Sisi pertama berupa formasi kapabilitas manusia seperti perbaikan taraf kesehatan, pendidikan dan keterampilan. Sisi lainnya adalah pemanfaatan kapabilitas mereka untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif, kultural, sosial dan politik. Jika kedua sisi itu tidak seimbang maka hasilnya adalah frustasi masyarakat (UNDP 1996 : 11).
Hasil pembangunan manusia dapat dijelaskan dengan menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human
Development Index merupakan indikator komposit tunggal yang walaupun tidak dapat
mengukur semua dimensi dari pembangunan manusia, tetapi mengukur tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang dinilai mencerminkan status kemampuan dasar (basic
capabilities) penduduk. Ketiga kemampuan dasar itu adalah usia hidup (longetivity) yang
diukur dengan angka harapan hidup waktu lahir (life expectanc at birth), pengetahuan
(knowledge) yang diukur dengan dua indikator yaitu angka melek huruf (literacy rate)
dan rata-rata lama sekolah (mean-years of schooling), dan standar hidup layak (decent
(adjusted real per capita expenditure) (Indeks Pembangunan Manusia, BPS Kabupaten
Serdang Bedagai).
Saat ini penggunaan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human
Development Index (HDI) sebagai indikator kesejahteraan memperoleh penerimaan secara
luas di seluruh dunia, bahkan telah memperoleh penerimaan pada tingkat daerah. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan indeks pembangunan manusia sebagai acuan untuk menentukan tingkat kesejahteraan dalam bentuk ranking kesejahteraan suatu negara atau daerah. Hal ini dianggap penting karena perencanaan pembangunan dewasa ini umumnya menggunakan pendekatan partisipatif.
Dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia digunakan tahap-tahap sebagai berikut :
1. Tahapan pertama penghitungan IPM adalah menghitung indeks masing-masing komponen IPM (usia hidup, pengetahuan, dan standar hidup layak) dengan hubungan matematis sebagai berikut :
Indeks (Xi) = (Xi – Xmin) / (Xmaks – Xmin)
Xi = Indikator komponen IPM ke-i (i = 1,2,3) Xmin = Nilai minimum Xi
Xmaks = Nilai maksimum Xi
Persamaan diatas akan menghasilkan nilai 0 ≤ Xi ≤ 1, untuk mempermudah membaca skala dinyatakan dalam 100 persen sehingga interval nilai menjadi 0 ≤ Xi ≤ 100.
2. Tahapan kedua penghitungan IPM adalah menghitung rata-rata sederhana dari masing-masing indeks Xi dengan hubungan matematis :
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) = 1/3Xi
Dimana :
X(1) = Indeks Angka Harapan Hidup
X(2) = 2/3 (Indeks Melek Huruf) + 1/3 (Indeks Rata-rata Lama Sekolah) X(3) = Indeks Konsumsi Perkapita yang disesuaikan
Untuk melihat perkembangan tingkatan status IPM di kabupaten/kota, dibedakan 4 kriteria dimana status menengah dipecah menjadi dua seperti dibawah ini :
1. Rendah dengan nilai IPM kurang dari 50
2. Menengah Bawah dengan nilai IPM berada diantara 50 sampai kurang dari 66 3. Menengah Atas dengan nilai IPM berada diantara 66 sampai kurang dari 80 4. Tinggi dengan nilai IPM lebih atau sama dengan 80.
Tabel 2.1
Nilai Maksimum dan Minimum Indikator Komponen IPM Indikator Nilai Nilai Catatan
Maksimum Minimum
Angka Harapan Hidup Angka Melek Huruf Rata-rata lama sekolah Konsumsi per kapita yang disesuaikan (000) 85 100 15 732,7 25 0 0 360,0
sesuai standar global (UNDP)
Sesuai standar global (UNDP)
Sesuai standar global (UNDP)
UNDP menggunakan GDP Per kapita riil yang disesuaikan
Sumber : Indeks Pembangunan Manusia, BPS Provinsi Sumatera Utara
Dalam konteks pembangunan daerah, IPM ditetapkan sebagai salah satu ukuran utama yang dicantumkan dalam pola dasar pembangunan daerah yang akan datang. Hal ini merupakan langkah penting karena IPM menduduki salah satu posisi penting dalam
manajemen pembangunan daerah, oleh karena pelaksanaan pembangunan secara luas yang meliputi unsur perencanaan, pengawasan dan evaluasi.
Selain IPM terdapat juga Indeks Pembangunan Daerah (IPD) sebagai suatu konsep ukuran pembangunan, yang terdiri dari (1) keberdayaan pemerintah; (2) perkembangan wilayah; dan (3) keberdayaan masyarakat. Setiap kriteria tersebut dapat dibagi-bagi lagi ke dalam beberapa aspek atau unsur. Misalnya, aspek-aspek yang tercakup dalam kriteria keberdayaan pemerintah adalah kemampuan dan kualitas aparat pemerintah itu sendiri; atau sarana dan prasarana yang digunakan aparat untuk melayani masyarakat. Definisi keberdayaan pemerintah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya atau hasil pemberdayaan pemerintah (reinventing government) di suatu daerah. Perkembangan wilayah didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kondisi ekonomi wilayah, penyediaan fasilitas publik, serta potensi fisik dan lingkungan suatu daerah. Kriteria yang terakhir yaitu keberdayaan masyarakat, didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya dan hasil pemberdayaan masyarakat di suatu daerah.
Kedudukan dan peranan Indeks Pembangunan Manusia dalam manajemen pembangunan akan lebih terlihat jika dilengkapi dengan suatu data set yang berisikan indikator yang relevan dengan IPM dan disusun sebagai suatu sistem data base pembangunan manusia. Sistem data base tersebut merupakan sumber data utama dalam identifikasi lebih lanjut yang dilakukan untuk mengenali lebih dalam permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan upaya dan hasil-hasil serta dampak pembangunan manusia. Identifikasi tersebut dibuat kedalam suatu analisis situasi pembangunan manusia yang mengkaji berbagai kendala dalam implementasi program pembangunan pada periode sebelumnya dan potensi yang dimiliki suatu wilayah untuk dimasukkan sebagai masukan dalam perencanaan pembangunan daerah periode yang akan datang. Proses ini merupakan kajian yang dapat menghasilkan rekomendasi bagi implikasi kebijakan pembangunan
yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, maka IPM merupakan alat advokasi kepada para pengambil keputusan dan perumus kebijakan tentang langkah-langkah pada masa mendatang yang perlu dilakukan (BPS Provinsi Sumatera Utara).
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian adalah langkah-langkah sistematik atau prosedur yang akan dilakukan dalam pengumpulan data atau informasi empiris guna memecahkan permasalahan dan menguji hipotesis penelitian. Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: