• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Keberhasilan Pengelolaan Penangkaran

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.8 Indikator Keberhasilan Pengelolaan Penangkaran

Keberhasilan pengelolaan penangkaran buaya di CV Surya Raya dapat dilihat dari dua indikator utama yakni teknis pengelolaan penangkaran terutama dari aspek reproduksi dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran. Berdasarkan aspek reproduksi, buaya yang ditangkarkan telah berhasil menghasilkan keturunan hingga generasi ketiga (F3), sedangkan berdasarkan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran, masyarakat memperoleh dampak positif adanya penangkaran misalnya terlibat langsung menjadi tenaga kerja di penangkaran, sehingga secara tidak langsung adanya usaha penangkaran ini dapat mengurangi pengangguran di daerah sekitar.

Hasil pengamatan menunjukkan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkaran dari aspek reproduksi dan sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkaran tersaji pada Tabel 17.

Tabel 17 Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkaran

No. Aspek keberhasilan penangkaran Faktor yang mempengaruhi

1. Reproduksi Pemilihan bibit, nisbah kelamin tiap kandang

breeding, letak dan perlengkapan kandang breeding, serta teknologi penetasan telur.

2. Sosial ekonomi masyarakat sekitar

penangkaran

Keterlibatan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan penangkaran.

1. Reproduksi

Pengelolaan reproduksi yang dilakukan penangkaran CV Surya Raya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan reproduksi buaya yang ditangkarkan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pemilihan bibit yang berkualitas dengan memperhatikan kondisi fisik yang sehat, cepat tumbuh, dan indukan yang berasal dari populasi yang berbeda sangat berpengaruh terhadap keberhasilan reproduksi. Di penangkaran ini, buaya supit tidak berhasil berkembangbiak karena indukan buaya supit diambil dari satu sarang sehingga terjadi inbreeding. Thohari (1989)

menyebutkan bahwa salah satu akibat terjadinya perkawinan dari keturunan segaris adalah rentannya kemampuan bereproduksi.

Pembagian nisbah kelamin jantan terhadap betina dengan perbandingan ideal yaitu 1 : 4 sangat menentukan keberhasilan reproduksi karena dengan demikian kebutuhan indukan pada saat musim kawin terpenuhi. Ketidakberhasilan reproduksi pada buaya supit di penangkaran ini disebabkan karena nisbah kelamin jantan terhadap betina yang tidak ideal yaitu 12 : 1. Kandang breeding sebaiknya terletak di tempat yang tenang, sehingga buaya yang akan berkembangbiak tidak terganggu. Letak kandang breeding buaya supit di bagian depan menyebabkan mudahnya interaksi dengan pengunjung, sehingga aktifitas reproduksi buaya supit terganggu. Penyediaan perlengkapan kandang breeding sudah sesuai dengan kebutuhan buaya untuk melakukan aktifitas seperti berenang, berjemur, kawin dan bertelur. Salah satu teknologi reproduksi yang digunakan di penangkaran CV Surya Raya yaitu dengan penetasan telur secara buatan. Penetasan telur dalam inkubator dengan menggunakan media penetasan Sphagnum moss, telah menunjukkan keberhasilan penetasan dengan daya tetas telur sebesar 73 %. 2. Sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran

Keberhasilan penangkaran dari aspek sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar penangkaran dipengaruhi adanya keterlibatan masyarakat terhadap kegiatan yang terkait dengan penangkaran. Usaha penangkaran tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penangkaran. Masyarakat dapat menerima keberadaan penangkaran dengan segala konsekuensinya, baik dampak positif maupun negatif penangkaran.

Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 12 orang yang bekerja di penangkaran CV Surya Raya, 10 kios pedagang kaki lima yang menjual makanan dan lima kios pedagang souvenir di lokasi penangkaran, terdapat enam unit warung makan, tiga kios penjual bensin dan satu bengkel motor yang berada di luar lokasi penangkaran. Berdasarkan hasil wawancara, para pedagang yang berjualan di areal penangkaran merupakan warga Kelurahan Teritip. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secara tidak langsung keberadaan penangkaran CV Surya Raya telah memberikan manfaat positif, karena dengan bekerja di

74

penangkaran dan mendirikan berbagai usaha, warga sekitar penangkaran dapat mensejahterakan keluarganya.

Manfaat tidak langsung adanya penangkaran antara lain jasa transportasi (angkutan kota) ke arah Kelurahan Teritip menjadi ramai pada akhir pekan atau hari libur nasional oleh pengunjung penangkaran; nama daerah Kelurahan Teritip menjadi terkenal dibandingkan dengan nama penangkaran CV Surya Raya, karena rata-rata pengunjung menyebut nama penangkaran tersebut dengan sebutan

“penangkaran buaya Teritip”; aksesibilitas dan fasilitas umum (misalnya: jalan

raya dan SPBU) di Kelurahan Teritip menjadi lebih baik karena banyak pengunjung yang memanfaatkan fasilitas tersebut; serta secara tidak langsung keberadaan penangkaran dapat menambah pendapatan daerah dari hasil pajak tiket pengunjung dan retribusi kendaraan.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengelolaan penangkaran buaya di CV Surya Raya terdiri dari lima kegiatan utama yaitu pengelolaan perkandangan, pengelolaan pakan, penyakit dan perawatan kesehatan, pengelolaan reproduksi, serta pengelolaan pemanfaatan hasil. Teknik pengelolaan penangkaran termasuk kategori pengelolaan intensif.

2. Ditinjau dari aspek reproduksi dan sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran, pengelolaan reproduksi untuk buaya muara dan buaya air tawar termasuk dalam kategori berhasil, sedangkan dari aspek reproduksi pada buaya supit belum berhasil. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkaran dari aspek reproduksi meliputi pemilihan bibit, nisbah kelamin tiap kandang breeding, letak dan perlengkapan kandang breeding, serta teknologi penetasan telur, sedangkan dari aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar penangkaran dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan penangkaran.

6.2 Saran

Saran yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

1. Perbaikan seluruh aspek pengelolaan penangkaran terutama dalam hal perkandangan maupun reproduksi untuk buaya supit.

2. Perlu diadakan restocking dengan mengembalikan ± 10 % dari buaya yang akan dipotong setiap tahunnya ke habitat alamnya.

3. Penelitian mengenai pengaruh pembuangan limbah penangkaran buaya CV Surya Raya terhadap kualitas air di sekitar penangkaran.

4. Papan interpretasi mengenai buaya muara, buaya air tawar, dan buaya supit untuk menambah pengetahuan pengunjung.

5. Pengaturan kuota masuk pengunjung dalam kegiatan wisata agar buaya tidak terganggu.

76

Dokumen terkait