HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Pengelolaan Pakan
5.2.2 Jumlah dan cara pemberian pakan
Jumlah pakan yang diberikan di penangkaran CV Surya Raya pada tiap kandang disesuaikan dengan kelas umur buaya dan ketersediaan pakan dari sumber pakan. Pada saat ketersediaan pakan dari sumber pakan banyak maka
38
pakan yang diberikan tiap kandang juga banyak, pada saat ketersediaan pakan terbatas maka pakan yang diberikan tiap kandang diperkirakan merata. Menurut Taylor (1979), kebutuhan makanan buaya berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor seperti spesies, jenis kelamin, umur, aktifitas, dan keadaan lingkungan.
Pemberian pakan di penangkaran CV Surya Raya biasanya dilakukan 2 kali dalam seminggu pada pagi atau sore hari tergantung ketersediaan pakan yang ada. Hal tersebut sesuai dengan yang disebutkan Ditjen PHPA dan PT Hexa Buana Conserve (1987) dalam Ginoga dan Suzanna (1995), bahwa untuk mendapatkan pertumbuhan maksimal buaya harus diberi makan dengan frekuensi pemberian makan pada anakan buaya satu kali sehari, sedangkan untuk buaya yang sedang dibesarkan dan buaya induk diberikan 2-3 kali seminggu. Ginoga dan Suzanna (1995) menyebutkan bahwa pemberian pakan pada buaya sebaiknya diberikan pada waktu sore hari dan makanan tersebut terlindung dari sinar matahari. Hal ini disebabkan aktifitas buaya lebih tinggi pada malam hari, begitu pula halnya dengan aktifitas makan buaya lebih tinggi pada malam hari dibandingkan siang hari. Jenis pakan seperti ayam, ikan, dan daging tidak disajikan secara bersamaan, tetapi dilakukan pergiliran sesuai ketersediaan pakan yang ada pada sumber pakan. Penyediaan pakan dalam sekali pemberian pakan untuk keseluruhan buaya yang terdapat di penangkaran CV Surya Raya berkisar 700-1.000 kg (1 ton) ikan atau ayam, tergantung ketersediaan dari sumber pakan. Perkiraan jumlah pemberian pakan di penangkaran CV Surya Raya tersaji pada Tabel 8.
Tabel 8 Perkiraan jumlah pemberian pakan buaya di penangkaran CV Surya Raya
No Kelas umur buaya
Rata-rata berat tubuh buaya (gram) Kebutuhan pakan terhadap berat tubuh (gram/minggu) Jumlah pakan yang diberikan (gram/minggu) Keterangan 1. Anakan buaya (hatchling): Umur 2 minggu-3 bulan* 95 – 359 9,5-35,9 40 - 140 Cukup
Umur 4-6 bulan** 610 - 1.960 61-196 160 - 200 Cukup
2. Buaya muda (juvenile) umur 7 bulan-1 tahun** 2.590 - 4.550 777-1.365 400 - 1000 Kurang 3. Remaja umur 2-4 tahun** 10.689 - 16.438 3.206,7-4.931,4 2.000- 4.000 Kurang
4. Induk > 8 tahun*** > 94.000 > 28.200 > 4.000 Kurang
Sumber pustaka rata-rata berat tubuh buaya: *Gumilar (2007); **Elmir (2008); ***Webb dan Manolis (1989).
Berdasarkan Tabel 8, rata-rata jumlah pakan yang diberikan untuk anakan buaya di penangkaran CV Surya Raya adalah 40-200 gram per minggu. Jumlah pakan tersebut telah mencukupi kebutuhan anakan buaya untuk beraktifitas yang ditandai dengan tidak adanya perilaku gelisah atau agresif karena anakan buaya tidak kelaparan. Jumlah pakan tersebut juga sudah sesuai bahkan melebihi jumlah pakan yang disebutkan Bolton (1989) bahwa anakan buaya pada saat pertama kali makan membutuhkan 5-10 % dari berat tubuh per minggu dan untuk bulan-bulan berikutnya mereka harus makan rata-rata sekitar 25-30 % dari berat tubuh per minggu.
Jumlah pakan yang diberikan pada buaya muda sampai dengan indukan di penangkaran buaya CV Surya Raya kurang sesuai dengan kebutuhan pakan yang seharusnya diberikan pada buaya muda sampai dengan indukan, namun berdasarkan pengamatan visual, kondisi buaya tidak terlihat seperti kekurangan pakan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi tubuh buaya rata-rata sehat, dapat mencapai ukuran potong ekonomis pada umur 2-4 tahun dengan panjang 1,8-2,20 m dan lebar dada 45-50 cm, serta dapat menghasilkan telur secara terus-menerus. Kondisi tersebut sesuai dengan yang disebutkan Bolton (1981) dalam Ratnani (2007) bahwa dengan sistem pemeliharaan yang baik dan pemberian makanan yang lengkap baik dalam jumlah maupun mutunya maka pertumbuhan buaya untuk mencapai ukuran potong ekonomis dapat dicapai dalam waktu yang relatif lebih cepat.
Cara penyajian dan pemberian pakan berdasarkan kelas umur buaya di kandang penangkaran CV Surya Raya tersaji pada Tabel 9.
Tabel 9 Cara penyajian dan pemberian pakan bedasarkan kelas umur buaya
No Kelas umur buaya Cara penyajian Cara pemberian
1 Anakan (hatchling):
- Umur 2 minggu-3
bulan
Ayam tanpa bulu dan tulang, ikan tanpa sisik dan duri. Pakan dipotong dadu ± 1 x 1 cm. Disebarkan ke daratan kandang Disebarkan ke daratan kandang Disebarkan ke daratan kandang Disebarkan ke daratan kandang Disebarkan ke daratan kandang
- Umur 4-6 bulan Ayam tanpa bulu, ikan tanpa
menghilangkan sisik dan duri. Pakan dipotong dadu ±1x1.
2 Buaya muda (juvenile)
umur 7 bulan-1 tahun
Ayam tanpa bulu dipotong ± 3 x 3 cm, ikan utuh
3 Remaja umur 2-3 tahun Ayam dan ikan utuh
40
Anakan buaya yang baru menetas tidak diberi makan hingga berumur 1-2 minggu, hal ini karena anakan yang baru menetas masih menggunakan persediaan kuning telur yang terdapat di dalam tubuhnya sebagai bahan makanan. Gumilar (2007) menyebutkan bahwa anakan buaya yang baru menetas umur 7-10 hari masih menggunakan bahan makanan berupa persediaan kuning telur yang terdapat dalam tubuhnya sehingga tidak perlu diberi makan. Setelah persediaan kuning telur dalam tubuhnya habis, barulah anakan buaya tersebut diberi makan. Berdasarkan Tabel 9, penyajian pakan berupa ayam untuk anakan buaya dan buaya mudadisajikan dengan menghilangkan bulunya agar pakan mudah dicerna. Gumilar (2007) menyebutkan bahwa kandungan ceratin yang terdapat pada bulu ayam tidak dapat dicerna oleh buaya, sehingga bisa mengakibatkan obstruksi (sulit untuk buang air besar) pada saluran pencernaan. Pakan untuk anakan buaya dan buaya muda juga disajikan dengan potongan-potongan kecil agar pakan mudah ditelan dan dicerna buaya (Gambar 15). Kondisi tersebut sesuai dengan yang disebutkan Ditjen PHPA (1976) bahwa anakan buaya baru dapat menangkap serangga dan sejenisnya hanya yang berukuran kecil dan mudah ditangkap. Anakan buaya yang baru menetas hingga berumur 3 bulan biasanya masih dalam keadaan kritis, memiliki sensitifitas yang sangat tinggi terhadap lingkungan dan kebisingan, dan memiliki resiko kematian yang cukup tinggi sehingga memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih intensif, salah satunya dalam hal pemberian pakan. Sebelum pakan diberikan, petugas terlebih dahulu menambahkan vitamin yang dicampurkan ke dalam makanannya. Vitamin tersebut berguna untuk penambah nafsu makan, mengurangi stres dan menjaga ketahanan tubuh. Penambahan vitamin tersebut dilakukan pada awal anakan buaya tersebut mulai diberi makanan dan disaat-saat ia butuh tambahan vitamin. Anakan buaya sengaja dilatih petugas untuk memakan sendiri, namun jika perut anakan buaya terlihat lebih kecil dari yang lainnya, maka pakan diberikan dengan cara disuapkan.
Gambar 15 Cara penyajian pakan ikan. Keterangan: (a) Ikan untuk pakan anakan buaya umur 2 minggu-3 bulan; (b) Ikan untuk pakan anakan buayaumur 4-6 bulan.