• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Kinerja Utama

Dalam dokumen BAB I P E N D A H U L U A N (Halaman 88-102)

AKUNTABILITAS KINERJA

3. Indikator Kinerja Utama

#

Meningkatnya keterpenuhan kebutuhan akan rumah layak huni (khususnya rumah tangga miskin) dan infrastruktur

permukiman yang berkualitas.

➢ Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan.

Penyediaan air bersih menjadi salah satu fokus utama untuk ditangani sejalan dengan komitmen internasional yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDG’s) 2015 dan Target Provinsi Sulawesi Selatan hingga tahun 2014.

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 89 Cepatnya pertumbuhan dan perkembangan kawasan perkotaan maupun di pedesaan mengakibatkan beban hidup semakin tinggi dan kualitas permukiman seperti sanitasi dan air bersih mengalami degradasi. Gejala peningkatan kebutuhan air diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi penduduk dan kemajuan kegiatan ekonomi baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas Penanganan Penyehatan lingkungan permukiman / sanitasi merupakan upaya membuang limbah cair domestik dan sampah untuk menjamin kebersihan dan lingkungan hidup sehat, baik di lingkungan rumah tangga maupun di lingkungan perumahan. Adapun bagian dari Pengembangan tersebut terdiri Pengelolaan Air limbah, Persampahan dan Sistem Saluran Drainase.

Penyediaan layanan sanitasi menjadi salah satu fokus utama untuk ditangani sejalan dengan komitmen internasional yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDG’s) 2015 dan Target Provinsi Sulawesi Selatan hingga tahun 2014. Di harapkan dengan pembenahan layanan tersebut maka kehidupan masyarakat dalam hal kesehatan dan kebersihan, khususnya di kawasan perkotaan bisa ditingkatkan. Tujuan Program ini adalah terwujudnya penyelenggaraan prasarana dan sarana penyehatan lingkungan permukiman dalam rangka mewujudkan kawasan permukiman yang layak huni, sehat, aman, produktif dan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Secara Umum rata-rata tingkat capaian kinerja sasaran ini untuk tahun 2014 mencapai 100 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Target dan realisasi indikator keberhasilan tercapainya sasaran ini dapat diuraikan sebagai berikut :

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 90

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 91 miskin) dan infrastruktur permukiman yang berkualitas dilakukan pada Program Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan terlihat bahwa cakupan pelayanan air bersih perpipaan terlindungi baik perdesaan maupun perkotaan telah dilaksanakan dengan baik sesuai target yang diharapkan 50,69% (Perdesaan) di tahun 2014 terjadi peningkatan dibanding tahun 2013 sebesar 49,78% dan untuk cakupan di perkotaan meningkat menjadi 75,46% dibanding tahun 2013 terealisasi 70,84 %.

Akan tetapi secara komulatif tingkat capaian air bersih perpipaan di tahun 2014 ini sebesar 60,09 % terjadi peningkatan dari sebelumnya tahun 2013 dengan capaian sebesar 57,65 %. Hal ini menjadi bagian dari meningkatnya persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih sebesar 87,37% (104 % melebihi target 84,00%) tahun 2014.

Adapun Output yaitu bertambahnya jangkauan ketersediaan sistem jaringan pelayanan air minum perdesaan dan perkotaan di 21 Kawasan perdesaan pada 7 kabupaten/kota (35 % dari target 60 kawasan perdesaan) antara lain di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Selayar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Toraja Utara. Dibanding tahun 2013 penambahan sistem jaringan prasarana dan sarana air bersih/minum terdapat di 61 kawasan perdesaan dan di 3 kawasan perkotaaan.

Sementara untuk penyediaan sarana air minum perkotaan belum dilaksanakan melalui APBD di tahun 2014 ini disebabkan oleh permasalahan lokasi dan anggaran. Adapun ketersediaan jaringan air minum di Sulawesi Selatan di perkotaan sebagian besar dilaksanakan melalui penambahan kapasitas SPAM IKK kecamatan pada sumber

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 92 anggaran APBN Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Sulawesi Selatan.

Dalam rangka mendukung pengembangan hal tersebut di atas juga telah disusun AMDAL dan DED Air Bersih Mamminasata. Namun untuk pengadaan Lahan IPA Regional Mamminasata belum dapat terlaksana karena terkendala permasalahan lahan, akan tetapi di tahun 2015 penganggarannya diajukan kembali karena merupakan program strategis dalam pengembangan air bersih khususnya di kawasan Mamminasata. Dengan bertambahnya ketersediaan prasarana dan sarana air bersih ini berarti tingkat cakupan pelayanan pemenuhan dan kualitas air bersih masyarakat menjadi lebih baik, dan ini berdampak pada perbaikan kualitas kehidupan khususnya derajat kesehatan masyarakat. sehingga pelayanan Pemerintah terhadap penduduk/rumah tangga khususnya dalam layanan air minum akan semakin meningkat.

Persentase Rumah tangga bersanitasi meningkat sebesar 82,61%

(107,5% melebihi target 76,78%) di tahun 2014 dan dibanding tahun 2013 persentasenya 81,08 %. Sementara persentase penanganan persampahan sebesar 82,47 % (100% dari target) di tahun 2014.

Adapun Outputnya antara lain bertambahnya sarana dan prasarana air limbah berupa drainase tersier sepanjang 6.268 M’ (62,68% dari target 10.000 m’ yang direncanakan) yang tersebar di 14 kabupaten/kota yaitu Gowa, Takalar, Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Maros, Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Luwu, Luwu Timur dan Luwu Utara.

Dibanding tahun 2013 terbangun sepanjang 12.560,90 m’. Sementara untuk MCK yang terbangun sebanyak 2 unit dari target 5 unit (40% dari target 5 Unit) di kabupaten Maros dan dibanding tahun 2013 terbangun sebanyak 3 unit. Sedangkan kawasan di kabupaten/kota yang menjadi

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 93 percontohan pengelolaan persampahan sistem komposting belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan lokasi dan anggaran. Penambahan kapasitas jaringan air limbah juga dilaksanakan melalui sumber anggaran APBN Satker Pengembangan Kinerja Penyehatan Lingkungan Permukiman Sulawesi Selatan. Dengan terlaksananya pembangunan sektor ini maka akan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan terhadap penyehatan lingkungan permukiman (PLP), sehingga dapat meningkatkan cakupan sanitasi lingkungan kepada setiap penduduk/rumah tangga.

Dalam mendukung pelaksanaan tersebut di atas telah dilakukan itu pembinaan aparat kabupaten / kota dalam hal pengelolaan air limbah dan persampahan yang terfasilitasi sebanyak 111 orang (64,86 : 35,14 ) % dari target 50 orang (65 : 35 ) %. Selain itu jug telah dilakukan Pra Lokakarya dan Lokakarya Sanitasi yang diikuti 50 Orang aparat provinsi dan kab/kota.

Untuk lebih meningkatkan pencapaian jangkauan dan cakupan sistem pelayanan air bersih, sanitasi dan persampahan di provinsi Sulawesi Selatan sampai kepada target yang diinginkan tahun 2014 , maka dalam rangka pencapaian target tersebut indikator kinerja ini mendapat dukungan dana yang bersumber dari APBN sebagaimana yang tergambar pada tabel alokasi dana dan realisasi anggaran APBN tahun 2014 pada pembahasan selanjutnya.

Dengan bertambahnya ketersediaan prasarana dan sarana air bersih, sanitasi dan persampahan ini berarti tingkat cakupan pelayanan pemenuhan dan kualitas air bersih masyarakat menjadi lebih baik, dan ini berdampak pada perbaikan kualitas kehidupan khususnya derajat kesehatan masyarakat. Dan indikator sasaran tersebut telah dilakukan

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 94 dengan sangat baik yang selanjutnya akan dilakukan operasional kegiatan berkelanjutan. Sasaran tersebut telah dilakukan dengan sangat baik yang selanjutnya akan dilakukan operasional secara berkelanjutan dengan tingkat capaian rata-rata di atas 100 %.

➢ Program pengembangan perumahan dan permukiman

SASARAN

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 95

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 96 miskin) dan infrastruktur permukiman yang berkualitas juga dilakukan pada Program Program Pengembangan Perumahan dan Permukiman terlihat bahwa pencapaian kualitas lingkungan perumahan dan pemukiman yang masih diperlukan fasilitas prasarana dan sarana yang memadai dan sehat, terutama kondisi kawasan kumuh yang saat ini

persentasenya masih terdapat 0,100 % wilayah perkotaan atau 4.106,70 Ha yang belum tertangani di berbagai kawasan kabupaten/kota

sampai dengan tahun 2014, dan dibanding tahun 2013 terdapat 4.145,48 Ha atau 0,101 %.

Peran serta Pemerintah Daerah terus di tingkatkan melalui Pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan perumahan dan permukiman, peningkatan kualitas lingkungan kawasan permukiman kumuh padat perkotaan serta bagi masyarakat kurang mampu. Adapun upaya-upaya yang dilakukan yaitu pembangunan jalan lingkungan di beberapa kabupaten kota pada kawasan perumahan PNS/TNI/POLRI, Kasiba, Lisiba, KTP2D, Rusun dan swasta dengan panjang 47.687 m’

(993,48% yang mana jauh melebihi dari target yang direncanakan 4.800 m’) dan dibandingkan realisasi di tahun 2013 capaiannya sangat baik yaitu 94.297,28 m’ (542,27% dari target). Sedangkan pembangunan drainase lingkungan pada kawasan yang sama dilakukan sepanjang 15.962 m’ ( 319,24% yang juga melebihi dari target rencana 5.000 m’) yang tersebar di 22 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dan sebagai pembanding capaian tahun 2013 yaitu 24.145,20 m’ (2.557,75 % dari target). Hal ini menunjukkan semakin terbukanya aksesibilitas masyarakat di kawasan-kawasan perumahan sehingga mobilitas perekonomian masyakarat menjadi lebih baik dan meningkat. Selain itu dengan pembangunan infrastruktur drainase lingkungan menjadikan luas

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 97 genangan akan semakin berkurang, sehingga dampak banjir dapat diminalisir pada kawasan tersebut.

Sementara pada kawasan permukiman masyarakat berpenghasilan rendah dan kumuh juga dibangun jalan lingkungan sepanjang 17.548 m’

(3.509,7% dari target 500 m’) yang tersebar di 78 lokasi 12 kabupaten/kota yaitu Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Sinjai,

Wajo, Bone, Luwu, Luwu Timur, Toraja Utara, Selayar, dan Bulukumba.

Caian tersebut dibanding tahun 2013 dapat terbangun sepanjang 10.252,77 m’. Dengan tersediannya infrastruktur tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di kawasan permukiman tersebut, termasuk memperbaiki akses ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan mayarakat, sehingga berdampak semakin baiknya lingkungan pada kawasan MBR dan kumuh yang tertangani.

Selain itu di kawasan strategis juga dilakukan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 19.145,65 m’ ( 294,55% dari target 6.500 m’) yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota yaitu Makassar, Maros, Bantaeng, Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Enrekang jauh melebihi dari target tahun 2014 ini. Dan dibanding tahun sebelumnya 2013 yang dapat dibangun sepanjang 15.684,4 m’. Hal ini menunjukkan bahwa semakin terbukanya kantong-kantong perekonomian dan aksesibilitas masyarakat khususnya di kawasan strategis seperti kawasan lahan pangan berkelanjutan, sehingga mobilitas hasil-hasil produksi menjadi lebih baik terutama jangkauan pemasaran kebutuhan utama terhadap kawasan lainnya dapat dilakukan. Sejalan dengan hal tersebut selanjutnya akan menjalin sinergitas hubungan perekonomian,

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 98 yang mana pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Pencapaian rasio rumah layak huni sebesar 0,30 telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui peningkatan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu dengan melakukan peningkatan kualitas bagi rumah rakyat miskin sebanyak 969 unit rumah (96,90 % dari target 1.000 unit rumah) yang tersebar di 24 kabupaten / kota. Hal ini merupakan wujud dari perhatian Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota dalam membantu peningkatan derajat dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penataan Kawasan Centre Point of Indonesia (COI) juga telah dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman sejak tahun 2010, dan pada tahun 2014 ini juga telah menyelesaikan tahapan Sayembara dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Wisma Negara. Namun belum terdapat realisasi fisik di lapangan oleh karena adanya beberapa pertimbangan, walaupun berdasarkan beberapa dokumen pendukung terkait hal tersebut telah tersedia sebagai prasyarat dilakukannya pembangunan fisik pada kawasan ini . Wisma Negara diharapkan menjadi bagian dari tindak lanjut pengembangan kawasan terpadu COI. Hal ini menjadi bentuk dukungan moril bagi kepentingan publik di sektor sosial ekonomi dan budaya yang bernuansa nasional.

Pembangunan dan peningkatan bangunan gedung juga telah

dilaksanakan antara lain yaitu gedung perkantoran yang terbangun (1 Unit : Gedung Siaran Kantor Dinas Perhubungan), gedung perkantoran

dlm pemeliharaan (1 Unit : Kws. Kampus II Badan Diklat Pemprov.

Sulsel), bangunan/gedung negara yg mengalami peningkatan nilai dengan

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 99

pembangunan sarana pagar (1 Unit : Gd. SDN. No. 204 Sompe Kec. Sabbangparu Kab. Wajo), fasiltas umum masyarakat yang

mengalami peningkatan nilai dengan pembangunan sarana pagar (2 Unit : Lapangan Upacara Ds. Bonerate Kec. Passimarannu Kab. Selayar

dan Lap. Sepak Bola Ds. Onto Kab. Selayar), Fasilitas Sosial yg terbangun

bagi masyarakat (2 Unit : Museum Mini Gantarang Lalang Bata Ds. Bontomarannu kab. Selayar dan Mushallah SMPN Bikeru Sinjai Selatan

Kab. Sinjai), kawasan dalam pematangan / Penimbunan lahan (2 Kws : Kws. Gereja Toraja Evata Panakkukang & Gereja Lahairoi

Jl. Komp. IDI Makassar), dan Pembangunan Toilet Kantor Gubernur.

Secara umum terealisasi rata-rata 100 % dan seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa dengan semakin baiknya akses pilihan demikian pula dengan sarana penunjang aktifitas masyarakat yang mana diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesempurnaan dalam pemanfaatan penataan bangunan dan lingkungan.

Pengembangan / Revitalisasi terhadap Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Bersejarah juga telah dilakukan di tahun 2014 ini seperti revitalisasi kawasan cagar budaya di 5 Kws kabupaten/kota (250 % dari target) yaitu : (Kws Pekuburan Ds.Sengka, Kec. Bonto Nompo Selatan

Kab. Gowa, Kws.Makam Bersejarah Lingk. Lembang-Lembang Kel. Malilingi Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng, Kws. Makam Kuburan

Tongkonan Karre Penanian Kab. Torut, Kws. Makam Karaeng Labuakkang

Kab. Pangkep dan Kws. Taman Makam Pahlawan Kec. Maiwa Kab. Enrekang). Jika dibandingkan tahun sebelumnya 2013 cagar budaya

yang direvitalisasi sebanyak 3 kawasan. Dengan dilaksanakan revitalisasi pada kawasan tersebut menjadikannya lebih berkualitas dan terpelihara, sehingga dapat menarik para pengunjung baik wisatawan nusantara

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 100 maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke obyek cagar budaya dan bersejarah tersebut yang secara tidak langsung memberikan dampak dan berkontribusi positif kepada daerah dan masyarakat sekitar.

Sasaran tersebut telah dilakukan dengan sangat baik yang selanjutnya akan dilakukan operasional secara berkelanjutan dengan tingkat capaian rata-rata di atas 100 %.

#

Terwujudnya perencanaan dan pengendalian pembangunan yang berkualitas, sensitif gender dan memperhatikan kearifan lokal.

➢ Program pengembangan perumahan dan permukiman

SASARAN perencanaan dan pengendalian pembangunan yang berkualitas, sensistif gender dan memperhatikan kearifan lokal yang dihasilkan oleh Program Penyelenggaraan Penataan Ruang adalah sebagai berikut :

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 101 Memenuhi rasio ketaatan terhadap RTRW sebesar 0,58 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah memfasilitasi seluruh kabupaten dan kota dalam rangka pendampingan penyusunan RTRW, sehingga koneksitas setiap perencanaan pada suatu wilayah dapat menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan terpadu. Sehubungan dengan hal tersebut di atas

telah dilakukan penyusunan produk peninjauan kembali RTRW Provinsi (1 Produk dokumen) dalam rangka penyesuaian dan penyempurnaan pada

terhadap kondisi-kondisi saat ini di Sulawesi Selatan. Sehubungan dengan itu produk RTR kawasan strategis Provinsi (2 Produk RTR : RTR Kws Lahan Pangan Berkelanjutan dan RTR Kawasan Terpadu Pusat Bisnis, Sosial, Budaya dan Pariwisata COI) telah selesai dan dokumen tersebut telah siap diajukan kepada DPRD untuk di PERDA-kan di tahun 2015 sebagaimana di tahun 2013 telah dilakukan penyusunan Ranperda dan Penyempurnaan Materi Teknis dokumen tersebut. Sedangkan untuk RDTR kawasan strategis kabupaten kota yang difasilitasi antara lain 14 RDTR kawasan kab/kota (lanjutan) sehingga acuan dan rujukan terkait tindak lanjut dokumen rencana teknis RTRW yaitu RDTR kawasan strategis provinsi maupun RDTR kawasan Kab/kota dilakukan sesuai potensi dan kemampuan daerah dalam pengembangan wilayah masing-masing.

Selain itu dukungan terhadap pengembangan dan peningkatan Rasio Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan rasio persatuan luas wilayah ber HPL/HGB 18,00 telah dilakukan Lanjutan Perencanaan kawasan RTH / Hutan kota untuk penghijauan kab/kota di tahun 2014 untuk Kab. Takalar, Gowa, Maros dan Enrekang serta penyusunan DED Hutan Kota di Kab/kota : Maros, Pangkep, Pinrang, Barru, Sidrap, Soppeng, Bone, Wajo, Luwu, Lutra, Palopo, Enrekang, Tator, Torut, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar. Sedangkan pengembangannya dilakukan melalui fasilitasi

pembangunan kawasan RTH / Hutan kota di Sulsel dilaksanakan di 2 Kawasan kab/kota yaitu Kab. Enrekang dan Luwu. Sebagaimana Hal

tersebut di atas juga telah dilakukan di tahun sebelumnya 2013 yaitu untuk

Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 102 kabupaten / kota : Sidrap, Barru dan Bone untuk perencanaannya termasuk penyusunan DED RTH serta Hutan Kota pada beberapa Kabupaten/Kota lainnya termasuk Kabupaten Sidrap dan Barru.

Secara Umum rata-rata tingkat capaian kinerja sasaran ini untuk tahun 2014 mencapai di atas 100 % yang termasuk dalam kategori sangat baik.

Dalam dokumen BAB I P E N D A H U L U A N (Halaman 88-102)

Dokumen terkait