AKUNTABILITAS KINERJA
1. METODOLOGI PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA 2014
Pengukuran pencapaian kinerja tahun 2014 meliputi pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kinerja sasaran. Pengukuran kinerja kegiatan menggunakan indikator kinerja input (masukan), output (keluaran), outcome (hasil), sedangkan pengukuran kinerja sasaran menggunakan indikator makro yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Tata Ruang dan Permukiman yang mengacu dari Renstra Provinsi Sulawesi Selatan. Namun demikian untuk pengukuran indikator outcome masih menggunakan metode pengkuran estimasi karena belum adanya
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 61 standar pelayanan Minimal terkait kegiatan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan
Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat capaian kinerja kegiatan dan sasaran di atas adalah dengan menggunakan perbandingan sederhana antara target dan realisasi dalam tahun yang bersangkutan.
Untuk menghitung tingkat capaian kinerja sasaran, bobot yang diberikan adalah sama besar yang berarti diasumsikannya bahwa setiap indikator sasaran dari suatu sasaran memiliki pengaruh yang sama terhadap sasaran yang bersangkutan. Sementara itu, untuk analisis capaian masing-masing sasaran menggunakan analisis kasual tingkat capaian indikator masing-masing sasaran dengan menganalisis faktor-faktor substansi yang menjadi penyebab ketidaktercapainnya kinerja.
Berdasarkan penghitungan tingkat capain kinerja untuk masing-masing sasaran tersebut di atas, selanjutnya dihitung tingkat capaian kinerja secara keseluruhan dengan menggunakan metode rata-rata sederhana. Dari hasil penghitungan tersebut ditetapkan tingkat capain kinerja dengan menggunakan rentang penilaian sebagai berikut:
Urutan Rentang Capaian Kategori Capaian I Lebih besar dari 85% Sangat Baik II 70% sampai dengan 85% Baik
III 55% sampai 70% Cukup
IV Kurang dari 55% Kurang
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 62 2. ANALISIS ATAS PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 2014
Secara umum, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari 3 sasaran yang telah ditetapkan, pada umumnya telah mencapai kinerja yang diharapkan dengan kategori sangat baik.
Rata-Rata tingkat capaian kinerja sasarannya untuk tahun 2014 mencapai nilai 100% bahkan terdapat capaian di atas 100%. Namun dari sekian capaian tersebut masih terdapat beberapa diantaranya yang masih di bawah 50%. Hal ini umumnya disebabkan keterbatasan dan ketersediaan lahan/ lokasi maupun kendala teknis dan non teknis yang telah dilakukan baik saat survey, perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan, selain itu juga tidak luput dari keterbatasan pengalokasian anggaran.
Adapun rincian analisis capaian masing - masing sasaran dapat diuraikan sebagai berikut :
1 1
Meningkatnya keterpenuhan akan rumah layak huni (Khususnya rumah tangga miskin) dan infrastruktur permukiman yang
berkualitas
Rata-rata tingkat capaian kinerja sasaran ini untuk tahun 2014 secara keseluruhan mencapai rata-rata 100 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Target dan realisasi indikator keberhasilan tercapainya sasaran ini didukung oleh 2 (dua) program yaitu :
1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan; dan
2. Program Pengembangan Perumahan dan Permukiman
Adapun uraian sebagaimana 2 program yang mendukung sasaran tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 63
➢ Program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan.
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2014 akan rumah layak huni (khususnya rumah tangga pengguna air bersih / Cakupan
air bersih penduduk 84,00% 87,37% 104,00%
Persentase rumah tangga
bersanitasi 76,78% 82,61% 107,50%
Persentase penanganan
sampah 82,47% 82,47% 100%
Ketersediaan sistem jaringan pelayanan air minum
perdesaan di 350 kawasan perdesaan
perkotaan di 10 kawasan perkotaan
terlindungi perdesaan 50,69% 50,69% 100%
Persentase cakupan pelayanan air bersih perpipaan
terlindungi perkotaan 75,46% 75,46% 100%
Panjang drainase tersier yang
terbangun 10.000 m' 6.268,33
m' 62,68%
Jumlah MCK yang terbangun 5 Unit 2 Unit 40,00%
Jumlah kontainer yang
tersedia 10 Unit - 0%
Jumlah Arm Roll Truck yang
tersedia 1 Unit - 0%
Jumlah Motor sampah tiga
rida yang tersedia 5 Unit - 0%
Rasio aparat laki-laki dan perempuan yang terbina tentang teknik pengolahan air limbah dan persampahan
50 orang
(65 : 35 ) % - 0%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 64
PPMU-PAMSIMAS Tingkat Provinsi
1 Dok.
Dari tabel di atas terlihat bahwa Sasaran Meningkatnya kebutuhan akan rumah layak huni (khususnya rumah tangga miskin) dan infrastruktur permukiman yang berkualitas dilakukan pada Program Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan terlihat bahwa cakupan pelayanan air bersih perpipaan terlindungi baik perdesaan maupun perkotaan telah dilaksanakan dengan baik sesuai target yang diharapkan 50,69% (Perdesaan) dan 75,46% (perkotaan). hal ini menjadi bagian dari meningkatnya persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih sebesar 87,37% (104 % melebihi target 84,00%) tahun 2014. Adapun Output yaitu bertambahnya jangkauan ketersediaan sistem jaringan pelayanan air minum perdesaan dan perkotaan di 21 Kawasan perdesaan pada 7 kabupaten/kota (35 % dari target 60 kawasan perdesaan) antara lain di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Selayar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Toraja Utara. Sementara untuk penyediaan sarana air minum perkotaan belum dilaksanakan melalui APBD disebabkan oleh permasalahan lokasi dan anggaran. Adapun ketersediaan jaringan air minum di Sulawesi Selatan di perkotaan sebagian besar dilaksanakan melalui penambahan kapasitas SPAM IKK kecamatan pada
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 65 sumber anggaran APBN Satker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Sulawesi Selatan.
Dalam rangka mendukung pengembangan hal tersebut di atas juga telah disusun AMDAL dan DED Air Bersih Mamminasata. Namun untuk pengadaan Lahan IPA Regional Mamminasata belum dapat terlaksana karena terkendala permasalahan lahan, akan tetapi di tahun 2015 kembali diajukan karena merupakan program strategis dalam pengembangan air bersih khususnya di kawasan Mamminasata. Dengan bertambahnya ketersediaan prasarana dan sarana air bersih ini berarti tingkat cakupan pelayanan pemenuhan dan kualitas air bersih masyarakat menjadi lebih baik, dan ini berdampak pada perbaikan kualitas kehidupan khususnya derajat kesehatan masyarakat. sehingga pelayanan Pemerintah terhadap penduduk/rumah tangga khususnya dalam layanan air minum akan semakin meningkat.
Persentase Rumah tangga bersanitasi dicapai sebesar 82,61%
(107,5% melebihi target 76,78%) dan persentase penanganan persampahan sebesar 82,47 % (100% dari target) di tahun 2014. Adapun Outputnya antara lain bertambahnya sarana dan prasarana air limbah berupa drainase tersier sepanjang 6.268 M’ (62,68% dari target 10.000 m’
yang direncanakan) yang tersebar di 14 kabupaten/kota yaitu Gowa, Takalar, Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Maros, Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Luwu, Luwu Timur dan Luwu Utara. Sementara untuk MCK yang terbangun sebanyak 2 unit dari target 5 unit (40% dari target 5 Unit) di kabupaten Maros. Sedangkan kawasan di kabupaten/kota yang menjadi percontohan pengelolaan persampahan sistem komposting belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan lokasi dan anggaran. Penambahan kapasitas jaringan air limbah juga dilaksanakan melalui sumber anggaran APBN Satker Pengembangan Kinerja Penyehatan Lingkungan Permukiman Sulawesi Selatan. Dengan terlaksananya pembangunan sektor ini maka akan semakin memudahkan masyarakat memperoleh layanan terhadap penyehatan lingkungan permukiman (PLP), sehingga dapat meningkatkan cakupan sanitasi lingkungan kepada setiap penduduk/rumah tangga.
Dalam mendukung pelaksanaan tersebut di atas telah dilakukan itu pembinaan aparat kabupaten / kota dalam hal pengelolaan air limbah dan persampahan yang terfasilitasi sebanyak 111 orang (64,86 : 35,14 ) % dari
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 66 target 50 orang (65 : 35 ) %. Selain itu jug telah dilakukan Pra Lokakarya dan Lokakarya Sanitasi yang diikuti 50 Orang aparat provinsi dan kab/kota.
Selain itu telah dilaksanakan sinkronisasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan Perencanaan Proyek Manajemen Unit (PPMU - PAMSIMAS, AMPL, dan SANIMAS) yang diapresiasi dalam 3 dokumen laporan hasil pelaksanaan yang mana keluarannya berupa pertemuan dan rapat koordinasi pelaksanaan tahun 2014. Diharapkan dengan adanya program pada setiap manajemen unit tersebut di atas baik terkait air bersih maupun penyehatan lingkungan dapat lebih membuka akses kordinasi antara masing-masing sektor yang pada akhirnya menghasilkan kinerja yang sinergitas dan terpadu.
Sasaran tersebut telah dilakukan dengan sangat baik yang selanjutnya akan dilakukan operasional secara berkelanjutan dengan tingkat capaian rata-rata di atas 100 %.
➢ Program pengembangan perumahan dan permukiman
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2014 akan rumah layak huni (khususnya rumah tangga
Cakupan layanan rumah layak
huni yang terjangkau 15,00% 15,00% 100%
Cakupan lingkungan yang sehat dan aman yang
didukung dengan PSU 20,00% 20,00% 100%
Panjang jalan lingkungan pada yang terbangun pada kawasan perumahan PNS/TNI/POLRI, Kasiba, Lisiba, KTP2D dan Rusun
4.800 M' 47.687,00
M' 993,48%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 67 yang terbangun pada kawasan perumahan
Panjang jalan lingkungan yang terbangun pada kawasan
Jumlah aparat yang
Bertambah pengetahuannya
Jumlah unit rumah yang di fasilitasi dalam rangka peningkatan kualitas layak
1.000 Unit
rumah 969 Unit 96,90%
Rasio laki-laki dan perempuan yang berpartisipasi dalam sosialisasi dan tindak lanjut pemeliharaan lingkungan
Panjang jalan lingkungan pada
kawasan strategis 6.500 m' 19.145,65
M' 294,55%
Panjang jembatan pada
kawasan strategis 120 m' - 0%
Jumlah aparat yang terlatih dalam hal standar prosedur
manual bidang pemukiman 3 orang 75 orang 100%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 68 yang bertambah kualitas SDM tentang Pengembangan dan
Jumlah dokumen yang terbit tentang pedoman standarisasi
Jumlah peserta sosialisasi SNI
Bahan bangunan 75 orang 75 orang 100%
Jumlah aparat Provinsi yang bertambah penetahuannya dalam hal pengujian bahan bangunan melalui kursus dan pelatihan
3 orang 3 Orang 100%
Jumlah Rekomendasi yang terbit hasil uji bahan bangunan
Jumlah majalah yang terbit tentang informasi bangunan
Jumlah bangunan / gedung negara yang mengalami peningkatan nilai dengan pembangunan sarana pagar
1 Unit 1 Unit 100%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 69 pembangunan sarana pagar
2 Unit 2 Unit 100%
Jumlah Fasilitas Sosial yang
terbangun bagi masyarakat 2 Unit 2 Unit 100%
Jumlah kawasan dalam
pematangan lahan 1 Kws 1 Kws 100%
Jumlah aparat provinsi dan kab/kota yang terbina setelah mengikuti bintek / sosialisasi tentang penataan bangunan dan lingkungan
25 orang 36 Orang 144%
Jumlah dokumen harga satuan
bangunan gedung 1 dok 1 dok 100%
jumlah laporan verifikasi dan registrasi dokumen
perencanaan
1 laporan 1 laporan 100%
Jumlah software program dan pengembangan sistem Perpres 73 Tahun 2011 ttg bangunan gedung
Jumlah aparat yang terbina setelah mengikuti Sosilisasi Pembinaan Pengelolaan Teknis Bangunan Gedung
60 orang 70 orang 116%
Jumlah kawasan cagar budaya
yang direvitalisasi 2 Kws 5 Kws 250%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 70
Jumlah bangunan bersejarah
yang direvitalisasi 1 Bgn - 0%
Dari tabel di atas terlihat bahwa Sasaran Meningkatnya kebutuhan akan rumah layak huni (khususnya rumah tangga miskin) dan infrastruktur permukiman yang berkualitas juga dilakukan pada Program Program Pengembangan Perumahan dan Permukiman terlihat bahwa pencapaian kualitas lingkungan perumahan dan pemukiman yang masih diperlukan fasilitas prasarana dan sarana yang memadai dan sehat, terutama kondisi kawasan kumuh yang saat ini
persentasenya masih terdapat 0,100 % wilayah perkotaan atau 4.106,70 Ha yang belum tertangani di berbagai kawasan kabupaten/kota
sampai dengan tahun 2014.
Peran serta Pemerintah Daerah terus di tingkatkan melalui Pembangunan dan pengembangan infrastruktur kawasan perumahan dan permukiman, peningkatan kualitas lingkungan kawasan permukiman kumuh padat perkotaan serta bagi masyarakat kurang mampu. Adapun upaya-upaya yang dilakukan yaitu pembangunan jalan lingkungan di beberapa kabupaten kota pada kawasan perumahan PNS/TNI/POLRI, Kasiba, Lisiba, KTP2D, Rusun dan swasta dengan panjang 47.687 m’
(993,48% yang mana jauh melebihi dari target yang direncanakan 4.800 m’) dan pembangunan drainase lingkungan pada kawasan yang sama sepanjang 15.962 m’ ( 319,24% yang juga melebihi dari target rencana 5.000 m’) yang tersebar di 22 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan. Hal ini menunjukkan semakin terbukanya aksesibilitas masyarakat di kawasan-kawasan perumahan sehingga mobilitas perekonomian masyakarat menjadi lebih baik dan meningkat. Selain itu dengan pembangunan infrastruktur drainase lingkungan menjadikan luas genangan akan
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 71 semakin berkurang, sehingga dampak banjir dapat diminalisir pada kawasan tersebut.
Sementara pada kawasan permukiman masyarakat berpenghasilan rendah dan kumuh juga dibangun jalan lingkungan sepanjang 17.548 m’
(3.509,7% dari target 500 m’) yang tersebar di 78 lokasi 12 kabupaten/kota yaitu Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Sinjai,
Wajo, Bone, Luwu, Luwu Timur, Toraja Utara, Selayar, dan Bulukumba.
Dengan tersediannya infrastruktur tersebut dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di kawasan permukiman tersebut, termasuk memperbaiki akses ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan mayarakat, sehingga berdampak semakin baiknya lingkungan pada kawasan MBR dan kumuh yang tertangani.
Selain itu di kawasan strategis juga dilakukan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 19.145,65 m’ ( 294,55% dari target 6.500 m’) yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota yaitu Makassar, Maros, Bantaeng, Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja dan Enrekang jauh melebihi dari target tahun 2014 ini. Hal ini menunjukkan bahwa semakin terbukanya kantong-kantong perekonomian dan aksesibilitas masyarakat khususnya di kawasan strategis seperti kawasan lahan pangan berkelanjutan, sehingga mobilitas hasil-hasil produksi menjadi lebih baik terutama jangkauan pemasaran kebutuhan utama terhadap kawasan lainnya dapat dilakukan. Sejalan dengan hal tersebut selanjutnya akan menjalin sinergitas hubungan perekonomian, yang mana pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.
Pencapaian rasio rumah layak huni sebesar 0,30 telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui peningkatan kualitas rumah bagi
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 72 masyarakat berpenghasilan rendah, yaitu dengan melakukan peningkatan kualitas bagi rumah rakyat miskin sebanyak 969 unit rumah (96,90 % dari target 1.000 unit rumah) yang tersebar di 24 kabupaten / kota. Hal ini merupakan wujud dari perhatian Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota dalam membantu peningkatan derajat dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Mendukung hal tersebut di atas juga telah dilakukan Sosialisasi
peraturan perundang-undangan bidang perumahan yang sebanyak 30 orang aparat kabuaten/kota se Sulawesi Selatan (100 % dari target),
Penyuluhan dan pengawasan lingkungan sehat perumahan kepada masyarakat dan aparat terkait sebanyak 45 orang peserta diamana Rasio laki-laki dan perempuan yang berpartisipasi dalam sosialisasi dan tindak lanjut pemeliharaan lingkungan sehat perumahan (0 : 100)%. Selain itu pelaksanaan strategi penetapan kebijakan perumahan dan permukiman telah dilakukan serta Sinkronisasi dan koordinasi pelaksanaan serta Perencanaan Proyek Manajemen Unit (PPMU - PPIP) telah dilaksanakan dan diapresiasi dalam dokumen laporan hasil pelaksanaan yang mana keluarannya berupa pertemuan dan rapat koordinasi pelaksanaan tahun 2014. Diharapkan dengan adanya koordinasi pedoman perencanaan dan pelaksanaan pembangunan perumahan di Sulawesi Selatan serta program pada setiap manajemen unit tersebut di atas baik terkait pengembangan infrastruktur permukiman dapat lebih membuka akses kordinasi antara masing-masing sektor yang pada akhirnya menghasilkan kinerja yang sinergitas dan terpadu.
Penataan Kawasan Centre Point of Indonesia (COI) juga telah dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman sejak tahun 2010, dan
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 73 pada tahun 2014 ini juga telah menyelesaikan tahapan Sayembara dan Penyusunan Dokumen Perencanaan Wisma Negara. Namun belum terdapat realisasi fisik di lapangan oleh karena adanya beberapa pertimbangan, walaupun berdasarkan beberapa dokumen pendukung terkait hal tersebut telah tersedia sebagai prasyarat dilakukannya pembangunan fisik pada kawasan ini . Wisma Negara diharapkan menjadi bagian dari tindak lanjut pengembangan kawasan terpadu COI. Hal ini menjadi bentuk dukungan moril bagi kepentingan publik di sektor sosial ekonomi dan budaya yang bernuansa nasional.
Pembangunan dan peningkatan bangunan gedung juga telah
dilaksanakan antara lain yaitu gedung perkantoran yang terbangun (1 Unit : Gedung Siaran Kantor Dinas Perhubungan), gedung perkantoran
dlm pemeliharaan (1 Unit : Kws. Kampus II Badan Diklat Pemprov.
Sulsel), bangunan/gedung negara yg mengalami peningkatan nilai dengan
pembangunan sarana pagar (1 Unit : Gd. SDN. No. 204 Sompe Kec. Sabbangparu Kab. Wajo), fasiltas umum masyarakat yang
mengalami peningkatan nilai dengan pembangunan sarana pagar (2 Unit : Lapangan Upacara Ds. Bonerate Kec. Passimarannu Kab. Selayar
dan Lap. Sepak Bola Ds. Onto Kab. Selayar), Fasilitas Sosial yg terbangun
bagi masyarakat (2 Unit : Museum Mini Gantarang Lalang Bata Ds. Bontomarannu kab. Selayar dan Mushallah SMPN Bikeru Sinjai Selatan
Kab. Sinjai), kawasan dalam pematangan / Penimbunan lahan (2 Kws : Kws. Gereja Toraja Evata Panakkukang & Gereja Lahairoi
Jl. Komp. IDI Makassar), dan Pembangunan Toilet Kantor Gubernur.
Secara umum terealisasi rata-rata 100 % dan seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa dengan semakin baiknya akses pilihan demikian pula dengan sarana penunjang aktifitas masyarakat yang mana diharapkan
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 74 dapat meningkatkan kualitas kesempurnaan dalam pemanfaatan penataan bangunan dan lingkungan.
Selain itu pelaksanaan pembinaan teknis bangunan gedung telah dilakukan dengan capaian jumlah aparat provinsi dan kab/kota yang terbina setelah mengikuti bintek / sosialisasi tentang penataan bangunan dan lingkungan (25 Orang), Jumlah dokumen harga satuan bangunan gedung (1 Dok), jumlah laporan verifikasi dan registrasi dokumen perencanaan (1 Dok. Lap.), Jumlah laporan pengelola teknis (1 Dok.
Lap.), Jumlah dokumen pendataan bangunan gedung (1 Dok). Sosialisasi Perpres 73 Tahun 2011 ttg bangunan gedung (60 Orang), Sosialisasi Pendataan Bangunan Gedung (30 Orang), Sosialisasi Penatausahaan Rumah Negara (60 Orang), Sosialisasi Penyusunan Harga Satuan Bangunan Gedung (60 Orang), Sosialisasi Pembinaan Pengelolaan Teknis Bangunan Gedung (60 Orang). Secara umum terealisasi 100 %, hal ini merupakan bentuk dukungan teknis dalam proses pembangunan terkait bangunan dan lingkungan gedung.
Pengembangan / Revitalisasi terhadap Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Bersejarah juga telah dilakukan di tahun 2014 ini seperti revitalisasi kawasan cagar budaya di 5 Kws kabupaten/kota (250 % dari target) yaitu : (Kws Pekuburan Ds.Sengka, Kec. Bonto Nompo Selatan
Kab. Gowa, Kws.Makam Bersejarah Lingk. Lembang-Lembang Kel. Malilingi Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng, Kws. Makam Kuburan
Tongkonan Karre Penanian Kab. Torut, Kws. Makam Karaeng Labuakkang
Kab. Pangkep dan Kws. Taman Makam Pahlawan Kec. Maiwa Kab. Enrekang). Dengan dilaksanakan revitalisasi pada kawasan tersebut
menjadikannya lebih berkualitas dan terpelihara, sehingga dapat menarik para pengunjung baik wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 75 datang berkunjung ke obyek cagar budaya dan bersejarah tersebut yang secara tidak langsung memberikan dampak dan berkontribusi positif kepada daerah dan masyarakat sekitar.
Kinerja UPTD Pengembangan Sumber Daya Lokal dilaksanakan melalui pembinaan dan peningkatan kinerja aparatur dengan hasil yang dicapai yaitu Jumlah aparat yang terlatih dalam hal standar prosedur manual bidang pemukiman sebanyak 5 Orang dan Jumlah aparat pemerintah yang bertambah kualitas SDM tentang Pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Lokal melalui kursus pengujian sebanyak 1 orang.
Selain itu terkait harga satuan dan pemetaan bahan bangunan lokal telah dilakukan dengan hasil jumlah dokumen yang terbit tentang pedoman standarisasi bahan bangunan lokal sebanyak 4 edisi Buku Pedoman dan jumlah peserta sosialisasi SNI Bahan bangunan sebanyak 75 Orang.
Melalui Sistem Pengujian Bahan Bangunan telah diterbitkannya 500 Rekomendasi Hasil Uji bahan bangunan yang berkualitas standar dan layak, serta mengikutsertakan aparat Provinsi dalam hal pengujian bahan bangunan melalui kursus dan pelatihan sebanyak 3 Orang.
Operasonal website PIP2B di tahun 2013 tetap dilanjutkan dengan juga menerbitkan 1 Majalah/Buletin tentang informasi bangunan gedung dan norma permukiman serta ketersediaan sistem informasi website tentang PIP2B (1 Sistem Informasi Web), sehingga hasil-hasil pembangunan sumber daya lokal tetap dapat diakses. Selain itu Peningkatan SDM aparat melalui Seminar (PIP2B) terkait peraturan di bidang permukiman dan bangunan gedung sebanyak 1 Kali.
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 76 Secara umum kinerja UPTD SDL rata-rata 100%, hal ini diharapkan agar pengembangan sumber daya lokal yang berhubungan dengan standar prosedural perkim dan NSPM bangunan gedung dan yang terutama adalah dalam hal pengujian bahan bangunan menjadi sarana pengendalian dan evaluasi bahan dan material lokal yang digunakan, sehingga ke depan dapat menghasilkan obyek obyek pembangunan infrastruktur yang baik dan berkualitas.
Sasaran tersebut telah dilakukan dengan sangat baik yang selanjutnya akan dilakukan operasional secara berkelanjutan dengan tingkat capaian rata-rata di atas 100 %.
2
Terwujudnya perencanaan dan pengendalian pembangunan yang berkualitas, sensistif gender dan memperhatikan kearifan lokal
Rata-rata tingkat capaian kinerja sasaran ini untuk tahun 2014 mencapai 100 % yang termasuk dalam kategori sangat baik. Target dan realisasi indikator keberhasilan tercapainya sasaran ini dapat diuraikan sebagai berikut :
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA
TAHUN 2014
TARGET CAPAIAN PERSENTASE (%)
Rasio ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 77 kawasan RTH / Hutan kota untuk penghijauan
Jumlah kawasan kab/kota yang difasilitasi dalam program KSP dan KSN berdasarkan RTRW
Jumlah aparat yang terbina dalam pengembangan pembuatan RTH / Hutan kota di Sulsel
Jumlah aparat yang terbina dalam pengendalian
pemanfaatan ruang prov.
Sulsel
50 orang 50 orang 100%
Jumlah PERGUB yang terbit terkait penyelenggaraan penataan ruang
1 PERGUB - 0%
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 78 tata ruang termasuk data RTH / Hutan Kota
Jumlah dokumen RDTR penataan kawasan Maritim Mamminasata
1 Produk
dokumen - 0%
Jumlah dokumen RDTR penataan kawasan Pendidikan Mamminasata
1 Produk
dokumen - 0%
Jumlah RDTR penataan kawasan Bantaran Sungai Tallo, Sungai Maros dan Pammukulu
Lakip Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014 79 Jumlah aparat yang terbina
tentang peraturan
monitoring dan evaluasi 11 program prioritas KSN
Jumlah DED RTH kawasan
strategis Mamminasata 2 DED RTH - 0%
Bertambahnya kuantitas
RTH di Mamminasata 2 obyek RTH - 0%
Jumlah aparat yang terbina melalui pelatihan
persampahan 3R kawasan Mamminasata
50 Orang - 0%
Jumlah aparat yang terbina melalui pelatihan
Jumlah aparat yang terbina melalui pelatihan