AKUNTABILITAS KINERJA
5) Indikator Kinerja Utama 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan
Ekonomi Indonesia tahun 2014 tumbuh sebesar 5,02 persen melambat bila dibandingkan tahun 2013 sebesar 5,58 persen, kemudian ekonomi Indonesia triwulan IV-2014 bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,61 persen.
Kemudian sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, adalah meningkatnya nilai PDB. Secara PDB nasional atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 2.607 triliun pada triwulan IV-2014 atau mengalami penurunan sebesar 0,59 persen dibandingkan triwulan III-2014. Sejalan dengan PDB nasional atas dasar harga berlaku, PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan IV-2014 juga mengalami penurunan sebesar 1,41 persen dibandingkan triwulan sebelumnya atau sebesar Rp. 734,6 triliun. Untuk pertumbuhan PDB Perikanan dari tahun ke tahun selalu meningkat, hal tersebut menggambarkan bahwa kemampuan sumberdaya perikanan sebagai andalan dalam perekonomian nasional.
a. Nilai PDB Perikanan atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2013-2014
PDB perikanan diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa perikanan yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (per tahun). Adapun angka persentase pertumbuhan PDB Perikanan diperoleh dengan membandingkan nilai PDB Perikanan (berdasarkan harga konstan) tahun 2014 dengan tahun 2013.
Pertumbuhan PDB perikanan tahun 2014 ditargetkan mencapai 6,97% berdasarkan data dari BPS, pertumbuhan PDB perikanan berdasarkan harga konstan tahun 2000 dalam kurun waktu setahun terakhir tercapai 7%, seperti pada tabel berikut.
29
Tabel 3.13 Target dan Realisasi IKU Pertumbuhan PDB Perikanan Tahun 2014
Nama IKU Target 2014 Realisasi 2014 Capaian % Pertumbuhan
PDB Perikanan 7,00 6,97 99,57
PDB subsektor perikanan atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2014 mencapai Rp. 93,02 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 6,79 persen dibandingkan triwulan III-2014. Untuk PDB subsektor perikanan atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan IV-2014 mencapai Rp. 17,42 triliun rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 4,58 persen dibandingkan triwulan 2014. Kemudian apabila dibandingkan dengan triwulan III-2013 yang berarti menunjukkan laju pertumbuhan sektor perikanan dalam setahun maka pertumbuhan sektor perikanan Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,11 persen.
Tabel 3.14 Pertumbuhan PDB Tahun 2014
Trw III-2014 Trw IV-2014 Trw III-2014 Trw IV-2014 PERTANIAN, PETERNAKAN,
KEHUTANAN DAN PERIKANAN 400,02 317,81 97,65 74,05
a. Tanaman Bahan Makanan 188,32 117,86 46,33 27,89 b. Tanaman Perkebunan 61,52 41,34 18,46 12,23 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 47,27 49,60 11,68 12,00 d. Kehutanan 15,80 15,99 4,53 4,51
e. Perikanan 87,11 93,02 16,66 17,42 PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 2.622,61 2.607,18 745,15 734,68
PDB TANPA MIGAS 2.443,58 2.447,45 712,04 703,10
Harga Berlaku Harga Konstan
LAPANGAN USAHA
b. Pertumbuhan PDB Perikanan
Selama tahun 2013 – 2014, pertumbuhan PDB Perikanan berada di atas pertumbuhan PDB Nasional dan sektor kelompok pertanian, seperti pada grafik di abawah. PDB Nasional memiliki kecenderungan mengalami penurunan sedangkan PDB Perikanan Pertumbuhan sektor perikanan pada triwulan IV-2014 tumbuh sebesar 8,11 persen dibandingkan triwulan III-2014 sebesar 6,51 persen. Pertumbuhan ini lebih besar daripada pertumbuhan sektor kelompok pertanian triwulan IV-2014 sebesar 2,58
30
persen dan pertumbuhan nasional triwulan IV-2014 sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli (purchasing power) dari para pelaku sektor kelautan dan perikanan dibandingkan sektor kelompok pertanian dan nasional.
Gambar 3.4 Laju Pertumbuhan PDB Kelompok Pertanian Tahun 2013-2014
Tabel 3.15 Laju pertumbuhan PDB Tahun 2013-2014
Trw IV-2013 Trw III-2014 Trw IV-2014 PERTANIAN, PETERNAKAN,
KEHUTANAN DAN PERIKANAN 3,67 4,22 2,58
a. Tanaman Bahan Makanan 0,61 4,09 -0,23
b. Tanaman Perkebunan 5,42 2,86 2,54
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5,90 5,64 3,79
d. Kehutanan -1,77 -0,39 -2,56
e. Perikanan 8,16 6,51 8,11
PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 5,65 5,00 5,03 LAPANGAN USAHA Laju Pertumbuhan
Pertumbuhan PDB selama tahun 2013 ke 2014:
- Triwulan IV-2014 kinerja sektor perikanan mengalami pertumbuhan sebesar 8,11 persen hampir mendekati kinerja triwulan yang sama tahun yang lalu sebesar 8,15 persen.Pertumbuhan PDB Perikanan tahun 2014 tidak melebihi pertumbuhan pada tahun 2013, yang dapat disebabkan oleh beberapa komponen seperti tingkat konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor. - Pertumbuhan sektor perikanan ini disebabkan oleh peningkatan
31
Produksi perikanan tangkap tahun 2014 (angka sementara) meningkat sebesar 1,28 persen atau sebesar 5,78 juta ton sedangkan produksi perikanan budidaya tahun 2014 (angka sementara triwulan III) mencapai 9,53 juta ton. Komoditas perikanan tangkap seperti tuna mengalami peningkatan sebesar 1,68 persen (310 ribu ton) dibandingkan tahun 2013, cakalang meningkat sebesar 0,75 persen (484 ribu ton), tongkol meningkat sebesar 0,69 persen (454 ribu ton), dan udang meningkat sebesar 1,62 persen (255 ribu ton). Komoditas perikanan budidaya seperti ikan mas hingga semester 3 tahun 2014 mencapai 300 ribu ton, bandeng mencapai 425 ribu ton dan rumput laut mencapai 6,7 juta ton.
- Selain dipengaruhui oleh produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang mengalami peningkatan, faktor lain yang mempengaruhi adalah harga ikan. Selama tahun 2014 harga ikan di pasar produsen pergerakannya cukup stabil. Harga rata-rata ikan cakalang dan tongkol di pasar produsen masing-masing sebesar Rp. 18.888,51 dan Rp. 16.866,89, sedangkan harga ikan bandeng sebesar Rp. 18,699,- . - Kontribusi subsektor perikanan terhadap PDB atas dasar harga berlaku
pada triwulan IV-2014 mengalami kenaikan bila dibandingkan triwulan III-2014 sebesar 7,42 persen yaitu dari kontribusi sebesar 3,32 persen menjadi sebesar 3,57 persen dan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 7,31 persen yaitu dari kontribusi sebesar 3,32 persen menjadi sebesar 3,57 persen.
- Selain itu menunjukkan bahwa sektor perikanan mengalami pertumbuhan dibandingkan sektor-sektor yang lain, baik dalam sektor kelompok pertanian maupun secara nasional.
c. Pertumbuhan PDB selama tahun 2010 ke 2014:
Apabila ditelaah selama kurun waktu 2010-2014, maka pertumbuhan PDB perikanan meningkat rata-rata sebesar 1,64% per tahun. Dalam empat tahun terakhir PDB perikanan tumbuh di atas rata-rata nasional dan
32
sektor pertanian secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa perikanan memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan pada PDB kelompok pertanian secara umum, maupun pada PDB nasional.
Tabel 3.16 Pertumbuhan PDB Tahun 2010-2014 Indikator Kinerja Utama Tahun 2010 2011 2012 2013 2014* Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 6,04 6,96 6,49 6,86 6,97
Keterangan:*) s/d Triwulan IV, angka sangat sementara.
Gambar 3.5 Laju Pertumbuhan PDB Nasional Atas Dasar Harga Konstan 2000 dan PDB Perikanan Atas Harga Konstan Tahun 2009 – 2014
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah PUSAT PENDIDIKAN KP 2014
33
Tabel 3.17. PDB Perikanan, 2010-2014 (Rp Miliar)
I II III
Kelompok Pertanian / Agriculture Group 985.470,50 1.091.447,10 1.193.452,90 1.311.037,30 361.004,70 368.745,50 398.427,20
a. Tanaman Bahan Makanan / Food Crops 482.377,10 529.967,80 574.916,30 621.832,70 190.716,90 171.326,90 187.493,70 b. Tanaman Perkebunan / Estate Crops 136.048,50 153.709,30 162.542,60 175.248,40 36.080,30 55.068,80 61.855,10 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya / Livestock & Its product 119.371,70 129.297,70 145.720,00 165.162,90 43.263,80 44.214,80 47.116,70 d. K e h u t a n a n / Forestry 48.289,80 51.781,30 54.906,50 56.994,20 13.207,80 15.872,60 15.082,80
e. P e r i k a n a n / Fisheries 199.383,40 226.691,00 255.367,50 291.799,10 77.735,90 82.262,40 86.878,90
6.446.851,90
7.419.187,10 8.229.439,40 9.083.972,20 2.404.227,90 2.483.840,50 2.619.869,70 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 5.941.951,90 6.795.885,60 7.588.322,50 8.416.039,50 2.220.590,70 2.304.397,10 2.438.808,80
Persentase PDB Perikanan / Fisheries GDP Sharring
Persentase terhadap kelompok pertanian / To Agriculture group 20,23 20,77 21,40 22,26 21,53 22,31 21,81 Persentase terhadap PDB / To GDP 3,09 3,06 3,10 3,21 3,23 3,31 3,32
3,36
3,34 3,37 3,47 3,50 3,57 3,56
Kelompok Pertanian / Agriculture Group 304.777,10 315.036,80 328.279,70 339.890,20 88.583,40 91.057,90 97.193,40
a. Tanaman Bahan Makanan / Food Crops 151.500,70 154.153,90 158.910,10 161.969,50 47.403,20 42.705,70 46.061,20 b. Tanaman Perkebunan / Estate Crops 47.150,60 49.260,40 52.325,40 54.903,00 10.686,50 16.209,50 18.535,30 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya / Livestock & Its product 38.214,40 40.040,30 41.918,60 43.914,00 11.064,10 11.265,80 11.637,90 d. K e h u t a n a n / Forestry 17.249,60 17.395,50 17.423,00 17.442,50 3.843,80 4.595,70 4.326,20
e. P e r i k a n a n / Fisheries 50.661,80 54.186,70 57.702,60 61.661,20 15.585,80 16.281,20 16.632,80
2.314.458,80
2.464.566,10 2.618.938,40 2.770.345,10 706.533,00 724.133,30 745.576,60 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 2.171.113,50 2.322.653,10 2.481.796,70 2.636.976,00 673.807,20 691.606,70 712.620,90
Pertumbuhan PDB Year on Year (Y on Y)
Perikanan/ Fisheries 6,04 6,96 6,49 6,86 6,89 6,25 6,34
Kelompok Pertanian / Agriculture Group 3,01 3,37 4,20 3,54 3,16 3,43 3,74 6,22
6,49 6,26 5,78 5,20 5,12 5,01 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 6,60 6,98 6,85 6,25 5,56 5,49 5,32
2013**) B e rd a sa r h a rg a b e rl a ku A t cu rr e n t p ri ce s
PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)
Persentase terhadap PDB tanpa Migas / To GDP Without Oil & Gas
B e rd a sa r h a rg a k o n sta n t h n 2 0 0 0 A t 2 0 0 0 C o n sta n t P ri ce s
PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)
PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)
LAPANGAN USAHA Tahun
INDUSTRIAL ORIGIN 2010 2011 2012*) 2014***)
Sumber: Badan Pusat Statistik Keterangan:
*) Angka sementara **) Angka sangat sementara ***) Angka sangat sangat sementara
d. Nilai PDB Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku dan PDB Perikanan Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Tahun 2014
Perkembangan nilai PDB triwulanan atas dasar harga berlaku dan PDB triwulanan atas harga konstan 2000 menunjukkan adanya faktor musiman. Selama triwulan I sampai dengan III terjadi peningkatan nilai PDB dari triwulan ke triwulan dan pada triwulan IV terjadi penurunan dibanding triwulan sebelumnya (triwulan III). Pola ini berulang dari tahun ke tahun sepanjang tahun 2010-2014.
34 Gambar 3.6 Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2010 – 2014
Grafik 4 menunjukkan PDB Nasional atas harga berlaku tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun 2013, atau mencapai Rp. 10.094 trilliun setelah tahun sebelumnya sebesar Rp. 9.087 trilliun.
Gambar 3.7. Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 - 2014
Grafik 5 menunjukkan bahwa baik PDB Nasional atas harga berlaku maupun PDB Nasional atas harga konstan 2000 tahun 2014 menunjukkan adanya faktor musiman. Triwulan I, triwulan II dan triwulan III menunjukkan pertumbuhan sedangkan triwulan IV menunjukkan penurunan. Penurunan pada setiap triwulan IV rata-rata sebesar -2,2 persen dari tahun 2000 hingga 2014. Penurunan ini disebabkan adanya faktor musimam pada sektor sektor kelompok pertanian terutama subsektor tanaman bahan makan dan tanaman perkebunan bahkan
35
beberapa komoditas tanaman bahan makan telah melewati masa panen pada triwulan III.
Gambar 3.8 Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2001 - 2014
Grafik 6 menunjukkan pertumbuhan sektor perikanan tahun 2014 sebesar 6,96 persen, pertumbuhan ini lebih tinggai dari pertumbuhan kelompok pertanian sebesar 3,3 persen dan PDB Nasional sebesar 5,1 persen. Pertumbuhan sektor perikanan tahun 2014 lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan sejak tahun 2009 – 2014 sebesar 6,25 persen, hal ini menunjukkan bahwa sektor perikanan baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya menunjukkan potensi besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Capaian Indikator Kinerja Customer Perspective 6). Indikator Kinerja Utama 6
Rasio Jumlah SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui pendidikan formal
Salah satu upaya dalam peningkatan pengetahuan, kemampuan dan profesionalisme SDM kelautan dan perikanan melalui pendidikan formal adalah dengan pemberian tugas belajar dan bantuan biaya bagi pegawai yang melakukan izin belajar, baik jenjang S1, S2 maupun S3. Pemberian tugas belajar dan bantuan biaya pendidikan dan dukungan fasilitasi bagi pegawai izin belajar diharapkan dapat memberikan dampak yang baik di bidang teknis maupun manajerial di bidang kelautan dan perikanan. Maksud dari kegiatan ini adalah guna membantu meningkatkan kualitas
36
dan profesionalisme sumberdaya aparatur kelautan dan perikanan. Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menganalisis, menyajikan hasil pelaksanaan tugas dengan baik dan memberikan sumbangan pemikiran bagi perumusan kebijakan kementerian lebih lanjut. Pencapaian jumlah aparatur KKP yang melakukan tugas belajar dan izin belajar dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 3.18. Capaian kinerja rasio SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui tugas belajar dan ijin belajar dibanding total peserta.
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase
(%) 2 Tersedianya SDM KKP yang Kompeten melalui pendidikan formal 6 Rasio jumlah SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui tugas belajar dan ijin belajar
27% 27,71% 102,63
Tabel 3.19. Jumlah SDM KP yang menyelesaikan pendidikan melalui pendidikan formal tahun 2014
Kegiatan 2013 % 2014 %
Peserta
(orang) lulus (orang) Jumlah yang (orang) Peserta Jumlah yang lulus (orang) Tugas
belajar 140 52 37,1 203 56 27,71
Izin belajar 129 36
Jumlah 140 52 332 92
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
Faktor keberhasilan pencapaian target rasio jumlah SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui pendidikan formal yaitu adanya kegiatan pendataan dan monitoring peserta tugas belajar dan izin belajar serta administrasi yang lengkap. Dukungan anggaran terhadap IKU 6 adalah sebagaimana tertera dalam tabel di bawah ini :
37
Tabel. 3.20. Realisasi anggaran kegiatan pendukung
No Kegiatan Pendukung Pagu Anggaran (Rp)
Realisasi
(Rp) Persentase (%)
1. Dukungan pendidikan
gelar tugas belajar 6.225.563.000 6.223.028.800 99,96 2 Dukungan pendidikan
gelar izin belajar 695.639.000 675.743.450 97,14
Sumber data : Pusat Pendidikan KP 7). Indikator Kinerja Utama
Peserta didik yang berasal dari anak pelaku utama
Untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan terutama para pelaku utama kelautan dan perikanan, maka dilakukan upaya meningkatkan kualifikasi pendidikan dan pengetahuan. Kebijakan pendidikan KP salah satunya adalah penerimaan peserta didik yang berasal dari anak pelaku utama sebesar 40%. Sebagai bentuk dukungan, maka Pusat Pendidikan KP memberikan bantuan biaya pendidikan bagi anak pelaku utama KP agar dapat melanjutkan pendidikannya.
Tabel 3.21. Realisasi Peserta Didik Yang Berasal Dari Anak Pelaku Utama
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase
(%) 3 Meningkatnya masyarakat KP yang berkontribusi positif terhadap pelaksanaan pembangunan KP
7 Rasio peserta didik yang berasal dari anak pelaku utama
40% 43,06% 107,64
Capaian sasaran jumlah peserta didik satuan pendidikan KP Triwulan IV Tahun 2014 yang berasal dari keluarga nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan dari target 858 orang (40% dari 2146 orang) dapat tercapai sejumlah 924 orang (43,06%) atau sebesar 107,64% (rincian dapat dilihat pada Tabel 3.3). Bantuan biaya pendidikan KP bagi anak pelaku utama di luar Satuan Pendidikan KP terdiri dari perguruan tinggi 50 orang dan pendidikan menengah sebanyak 250 orang. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari keaktifan satuan pendidikan KP dalam
38 Gambar 3. 9. Anak pelaku utama dan orang tuanya
menginformasikan dan mencari peserta didik yang berasal dari anak pelaku utama.
Tabel 3.22. Jumlah Anak Pelaku Utama di Satuan Pendidikan KP Tahun 2014.
NO. SATUAN PENDIDIKAN PESERTA DIDIK ANAK PELAKU
UTAMA TH 2013 PESERTA DIDIK ANAK PELAKU UTAMA TH 2014 1 STP Jakarta 265 119 2 AP Sidoarjo 150 61 3 AP Bitung 148 66 4 AP Sorong 131 58 5 SUPMN Ladong 137 60 6 SUPMN Pariaman 171 70
7 SUPMN Kota Agung 154 60
8 SUPMN Pontianak 132 57 9 SUPMN Tegal 209 95 10 SUPMN Bone 186 62 11 SUPMN Waiheru 234 131 12 SUPMN Sorong 171 65 13 SUPMN Kupang 68 20 JUMLAH 2.328 924
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
Pada tahun 2013 peserta didik anak pelaku utama dihitung secara keseluruhan dari kelas/tingkat 1 sampai dengan kelas/tingkat akhir, sedangkan pada tahun 2014 peserta didik anak pelaku utama dihitung dari siswa baru (kelas/tingkat 1) yang diterima. Selain membiayai anak
pelaku utama di satuan pendidikan KP, Pusat Pendidikan KP juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak pelaku utama yang melanjutkan pendidikan jenjang menengah dan pendidikan tinggi di satuan pendidikan di luar Kementerian Kelautan dan Perikanan.
39
Tabel 3.23. Jumlah Anak Pelaku Utama yang memperoleh bantuan biaya pendidikan KP di Perguruan Tinggi di Luar Satuan Pendidikan KP Tahun Anggaran 2014.
NO SATUAN PENDIDIKAN PROVINSI KABUPATEN TAHUN 2013
(orang)
TAHUN 2014 (orang)
1 Universitas Bung Hatta Sumatera Barat Padang 26 5
2 Universitas Satya Negara Indonesia DKI Jakarta Jakarta Selatan 8 -
3 Universitas Djuanda Jawa Barat Bogor 3 3
4 Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon Jawa Barat Cirebon 9 3
5 Universitas Pancasakti Tegal Jawa Tengah Tegal 11 4
6 Universitas Pekalongan Jawa Tengah Pekalongan 11 5
7 Politeknik Negeri Pontianak Kalimantan Barat Pontianak 8 - 8 Universitas Muhammadiyah Pontianak Kalimantan Barat Pontianak - 3 9 Universitas Mulawarman Kalimantan Timur Samarinda 13 3 10 Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu Sulawesi Tengah Palu 6 3
11 Universitas Alkhairaat Sulawesi Tengah Palu 8 3
12 Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan Banjarmasin 7 2 13 Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan
Kepulauan
Sulawesi
Selatan Pangkajene Kepulauan 18 4
14 Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Balik Diwa Sulawesi Selatan Makassar 22 4
15 Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara Kendari 27 -
16 Universitas Kristen Artha Wacana Nusa Tenggara Timur Kupang 8 3 17 Universitas Muhammadyah Kupang Nusa Tenggara Timur Kupang 4 2 18 Universitas Muhammadiyah Sorong Papua Barat Kota Sorong 11 3
Total 200 50
40
Tabel 3.24. Jumlah Anak Pelaku Utama yang memperoleh bantuan biaya pendidikan KP Pendidikan Menengah di Luar Satuan Pendidikan KP Tahun Anggaran 2014
NO SATUAN PENDIDIKAN PROVINSI TAHUN 2013
(orang)
TAHUN 2014 (orang)
1 SMK N 1 Bendahara Nangroe Aceh Darussalam 4 5
2 SMK N 1 Jeunieb Nangroe Aceh Darussalam - 2
3 SMK N 3 Sibolga Sumatera Utara 4 -
4 SMK N 1 Curup Selatan Bengkulu 4 5
5 SMK N1 Bunguran Timur Kepulauan Riau 4 4
6 UPT SUPM Internasional Dumai Riau 4 5
7 SMK N 2 Kalianda Lampung 4 4
8 SMK N 6 Bandar Lampung Lampung 4 5
9 SMK N 2 Tanjung Pandan Bangka Belitung 6 6
10 SMK N 1 Selat Nasik Bangka Belitung 4 6
11 SMK N 10 Padang Sumatera Barat - 2
12 SMK N 2 Painan Sumatera Barat 6 7
13 SMK N 1 Pandeglang Banten - 7
14 SMK N 1 Cidaun Jawa Barat 4 -
15 SMK N 1 Mundu Jawa Barat 5 4
16 SMK N 5 Garut Jawa Barat 4 5
17 SMK Hasanudin Kandanghaur Jawa Barat 8 8
18 SMK N 2 Indramayu Jawa Barat - 5
19 SMK Nusantara Batang Jawa Tengah 7 6
20 SMK N 2 Rembang Jawa Tengah 7 6
21 SMK N 1 Jepara Jawa Tengah 4 7
22 SMK N 1 Bulakamba Jawa Tengah - 3
23 SMK N 2 Purbalingga Jawa Tengah 4 6
24 SMK N 4 Purworejo Jawa Tengah 4 6
25 SMK N 1 Karimunjawa Jawa Tengah 5 7
26 SMK Yamipura Jawa Tengah 4 7
27 SMK SUPM Al Ma’arif Jawa Tengah 4 5
28 SMK N 1 Glagah Jawa Timur 4 5
29 SMK Puger Jember Jawa Timur 4 6
30 SMK N 2 Pacitan Jawa Timur 4 3
32 SMK N 1 Jelai Kalimantan
Tengah
4 4
33 SMK N 1 Kusambi Kalimantan Selatan 4 -
34 SMK N 1 Tarakan Kalimantan Utara - 4
41
36 SMK N Tambukan Utara Sulawesi Utara 4
37 SMK N 2 Benteng Sulawesi Selatan 4
38 SMK N 2 Bantaeng Sulawesi Selatan 8
39 SMK N 3 Jeneponto Sulawesi Selatan 4 2
40 SMK N 4 Takalar Sulawesi Selatan 4 4
41 SMK N 1 Galesong Selatan Sulawesi Selatan 4 5
42 SMK N 2 Sinjai Sulawesi Selatan 6 7
43 SMK N 4 Sinjai Sulawesi Selatan 7 7
44 SMK N 9 Makassar Sulawesi Selatan 6 7
45 SMK N 1 Tiworo Tengah Sulawesi Tenggara 5 6
46 SMK Pelayaran KP Karya Persada Napabalano Sulawesi Barat - 5
47 SMK N 2 Kintamani Bali 5 8
48 SMK N 2 Negara Bali - 6
49 SMK N 1 Sakra Nusa Tenggara Barat 1 -
50 SMK N 1 Alas Nusa Tenggara Barat 6 5
51 SMK- PP Negeri Rea Timur Sulawesi Barat - 7
52 SMK N 1 Leihetu Maluku 4 -
53 SMK N 1 Sabu Barat Nusa Tenggara Timur 4 -
54 SMK N 1 Popayato Sulawesi Utara - 4
55 SMK N 1 Seram Barat Maluku - 8
56 SMK N 2 Kairatu Maluku - 8
JUMLAH 200 250
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
Tabel. 3.25. Realisasi anggaran kegiatan pendukung
No Kegiatan Pendukung Pagu
Anggaran (Rp)
Realisasi
(Rp) Persentase (%)
1. Dukungan biaya pendidikan bagi anak pelaku utama
1.345.642.000 1.303.957.700 96,90
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
Keberhasilan pencapaian target IKU 7 tidak terlepas dari satuan pendidikan dalam mempromosikan satuan pendidikan di wilayah berbasis pelaku utama (nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, dan petambak garam) serta aktif mencari dan memprioritaskan anak pelaku utama untuk diterima sebagai peserta didik.
42 8). Indikator Kinerja Utama 8
Jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP
Capaian sasaran Jumlah lulusan pendidikan yang kompeten sesuai standar dan kebutuhan, sesuai dengan Rencana Strategis Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dan untuk mendukung pencapaian keberhasilan pembangunan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan. Dari target 1.650 orang dapat tercapai sejumlah 1.665 orang atau sebesar 100,91%. Capaian tersebut dihasilkan dari jumlah lulusan Satuan Pendidikan Menengah (SUPM) dan Pendidikan Tinggi (Politeknik dan STP) di lingkup BPSDMKP. Tabel 3.26. Jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Prosentase
(%) 3 Meningkatnya masyarakat KP yang berkontribusi positif terhadap pelaksanaan pembangunan KP 8 Jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP (orang)
1.650 1.665 100,91
Tabel 3.27. Jumlah Lulusan Pendidikan di Satuan Pendidikan KP Tahun Pelajaran 2014
NO. SATUAN PENDIDIKAN LULUSAN TAHUN
2013
LULUSAN TAHUN
2014
1 STP – Jakarta 334 300
2 Politeknik KP Sidoarjo – Jawa Timur 97 121
3 Politeknik KP Bitung – Sulawesi Selatan 64 103
4 Politeknik KP Sorong – Irian Jaya Barat 71 86
5 SUPMN Ladong – NAD 96 124
6 SUPMN Pariaman – Sumatera Barat 97 127
7 SUPMN Kota Agung – Lampung 79 123
43
8 SUPMN Pontianak – Kalimantan Barat 82 117
9 SUPMN Tegal – Jawa Tengah 144 175
10 SUPMN Bone – Sulawesi Selatan 108 132
11 SUPMN Waiheru – Maluku 87 115
12 SUPMN Sorong – Irian Jaya Barat 100 90
13 SUPMN Kupang – Nusa Tenggara Timur 36 32
14 SUPM Dumai – Riau - -
15 Tugas Belajar KKP (S2) di STP Jakarta - 20
16 Lulusan Penerima Bantuan Anak Pelaku Utama
Non-KKP 25 -
JUMLAH 1.420 1.665
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
Dari tabel di atas dapat dilihat terdapat kenaikan jumlah lulusan dari 1.420 orang pada tahun 2013 menjadi 1.665 orang pada tahun 2014 atau terjadi kenaikan sebesar 17,25% dan capaian kinerja sebesar 100,91%. Faktor keberhasilan pencapian target jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP diantaranya adalah peserta didik menyelesaikan pendidikannya dengan baik di satuan pendidikan KP dan adanya kegiatan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan KP dalam mendukung kelulusan siswa, seperti kurikulum pendidikan KP, penyusunan silabus, ujian nasional KKP dan penentuan kelulusan.
Tabel. 3.28. Realisasi anggaran kegiatan pendukung
No Kegiatan Pendukung Pagu Anggaran
(Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%)
1. Fasilitasi wisuda pendidikan
tinggi dan menengah KP 344.380.000 315.35.700 91,57
2. Pengujian dan pengawasan
UKK SUPM 205.250.000 203.920.100 99,35
3. Penyusunan Soal UN KKP
2014 176.342.000 176.037.500 99,83
4. Pengawasan dan supervisi UN
KKP 2014 229.554.000 216.449.300 94,29
5. Koreksi LJK dan analisis hasil
UN 2014 83.826.000 83.003.000 99.02
6. Kompilasi Nilai dan Penerbitan
Ijazah SUPM TP 2013/2014 235.893.000 234.433.000 99.38 7. Penentuan kelulusan dan
penerbitan SKHUN 147.745.000 147.468.000 99,81
8. Workshop penyusunan butir
soal dan analisa butir soal 271.411.000 266.206.900 98.08 Sumber data : Pusat Pendidikan KP
44 9). Indikator Kinerja Utama 9
Rasio kebutuhan tenaga kerja KP di wilayah industrialisasi
Pusdik KP sebagai penentu kebijakan, bertanggung jawab dalam pelaksanaan monitoring penyerapan lulusan satuan pendidikan KP dalam dunia kerja. Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengetahui jumlah kebutuhan tenaga kerja KP di wilayah industrialisasi. Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatnya lulusan satuan pendidikan KP yang diserap oleh dunia usaha/industri setiap tahunnya. Monitoring kebutuhan tenaga kerja KP di wilayah industrialisasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana lulusan satuan pendidikan KP akan terserap dalam dunia kerja sejalan dengan rencana strategi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan dan untuk mengetahui tingkat kesejahteraannya.
Tabel 3.29. Rasio kebutuhan tenaga kerja sektor KP di wilayah industrialisasi
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase
(%) 5 Terselenggaranya pemetaan yang mencerminkan kebutuhan tenaga kerja KP 9 Rasio kebutuhan tenaga kerja KP di wilayah industrialisasi 5% 5% 100
Tabel. 3.30. Realisasi anggaran kegiatan pendukung
No Kegiatan Pendukung Pagu
Anggaran (Rp)
Realisasi
(Rp) Persentase (%)
1. Pemetaan anak usia
sekolah 261.659.000 253.413.400 96.85
Sumber data : Pusat Pendidikan KP
10). Indikator Kinerja Utama 10
Jumlah masyarakat KP yang menerima informasi tentang lapangan kerja sektor KP
Dalam rangka menyiapkan SDM pengelola potensi kelautan dan perikanan Indonesia, setiap tahunnya diluluskan peserta didik kelautan dan perikanan yang terdiri dari bidang keahlian budidaya, pengolahan ikan, pengelolaan sumber daya, permesinan perikanan dan penangkapan
45
ikan. Para lulusan ini diharapkan dapat bekerja sesuai dengan bidang keilmuan yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Sehingga investasi yang dikeluarkan dapat mencapai sasaran, memberikan kontribusi terhadap pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan. Dalam rangka memfasilitasi penempatan lulusan pendidikan pada industri kelautan dan perikanan yang sesuai, serta memberikan wawasan pengembangan usaha di sektor kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan layanan informasi ketenagakerjaan di sektor kelautan dan perikanan, yang selanjutnya disebut marine fisheries job center. Layanan ini merupakan bentuk pelaksanaan fungsi pemerintah (the state) untuk memfasilitasi sinergi antara perusahaan (investor – the private sector) dengan masyarakat (civil society).
Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap percepatan penurunan angka pengangguran yang oleh BPS pada tahun 2011 tercatat mencapai 8,32 juta orang setara dengan 7,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 237,8 juta orang. Dengan terserapnya tenaga kerja tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi kelautan dan perikanan, peningkatan devisa dan mensejahterkan masyarakat kelautan dan perikanan.
Untuk mendukung hal tersebut, dunia usaha dan dunia industri yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan diharapkan memberikan dukungan memanfaatkan P2IKKP (Pusat Pelayanan Informasi Ketenagakerjaan Kelautan dan Perikanan)/job center ini dengan