• Tidak ada hasil yang ditemukan

Realisasi Anggaran Pusat Pendidikan KP Tahun 2014

AKUNTABILITAS KINERJA

4) Indikator Kinerja Utama 23

3.2. Realisasi Anggaran Pusat Pendidikan KP Tahun 2014

3.2. Realisasi Anggaran Pusat Pendidikan KP Tahun 2014

Pelaksanaan Program Pengembangan SDMKP di Pusat Pendidikan KP didukung anggaran sebesar Rp. 21.559.540.000,- yang secara umum alokasi anggaran dipergunakan untuk membiayai atau menunjang pelaksanaan operasional sesuai dengan tugas dan fungsi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Dalam pelaksanaannya anggaran yang terealisasi sampai dengan 31 Desember 2014 adalah sebesar

No Uraian Kegiatan Nilai Tahun 2013 Tahun Nilai 2014

1 Penilaian Mandiri Pelaksanaan RB 72,29 80.03

ANGGARAN IKU

Pagu (Rp) Realisasi

(Rp) Persentase Target Realisasi Persentase 156.150.000 154.742.000 99.09 80.00 80.03 100.03

78 Gambar 3.13. Kegiatan Peningkatan

Profesionalisme Jabatan Fungsional Pendidik (Guru dan Dosen)

95,31% dari target sebesar 95% atau mencapai kinerja sebesar 100,32%.

Tabel 3.71. Realisasi Anggaran Pusat Pendidikan KP 2014

Tahun Pagu Anggaran

(Rp) Anggaran (Rp) Realisasi Persentase (%)

2013 18.042.682.000 17.774.246.750 98,51 2014 21.559.540.000 20.547.346.867 95,31

Sumber data : Pusat Pendidikan KP

Sampai dengan akhir tahun anggaran terdapat sisa anggaran sebesar Rp. 1.012.193.133,-(4,61%), yang sebagian besar berasal dari kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor yang tidak dapat dilaksanakan. Kegiatan rapat/pertemuan di luar kantor yang direncanakan dilaksanakan pada bulan Desember terkendala dengan Surat Edaran Menpan dan RB Nomor 11 tahun 2104 tentang pembatasan kegiatan pertemuan/rapat di luar kantor.

Kegiatan Strategis yang dilaksanakan tahun 2014 adalah sebagai berikut :

a. Kegiatan Peningkatan Profesionalisme Jabatan Fungsional Pendidik (Guru dan Dosen)

Dalam rangka menyikapi persaingan dan tantangan di era pasar bebas dunia, diperlukan SDM yang memiliki kompetensi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengelola sumberdaya secara profesional dan berkelanjutan. Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan mampu tidaknya suatu bangsa tetap eksis, tangguh dan menjadi bangsa yang bermartabat tinggi di dunia internasional.

79

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, menyelenggarakan Pendidikan Tinggi dan Menengah untuk menciptakan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang handal dan professional di bidangnya agar dapat bersaing dan memanfaatkan potensi perikanan di Negara ini. Sumberdaya manusia ini diperankan oleh lulusan pendidikan kelautan dan perikanan, yang telah menjalani pendidikan di pendidikan tinggi maupun pendidikan menengah. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan oleh berbagai peran, diantaranya adalah Pendidik, Peserta didik, Sarana Pendidikan, dan Kelembagaan. Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan memiliki peran yang sangat besar dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan peningkatan daya saing pendidik. Agar peran yang strategis dan besar tersebut dapat dijalankan dengan baik, maka perlu dilakukan upaya peningkatan profesionalisme pendidik (Guru dan Dosen).

Seorang pendidik tidak hanya dituntut pakar dalam bidang kajian ilmunya (mengajarkan, meneliti dan mengabdikannya kepada masyarakat) tetapi juga dituntut untuk mampu berkomunikasi (verbal dan tulisan), mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, memiliki jaringan (networking) yang luas, peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi diluar, bersikap outward looking, dan lain-lain. Sebagai kebijakan Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, bahwa seorang pendidik (guru dan dosen) harus bertindak sebagai Konsultan (Tenaga Ahli), Asesor (Penilai), dan Fasilitator (fasilitasi dan pelayanan kebutuhan unit produksi). Pendidik yang profesional akan meningkatkan mutu pembelajaran dalam rangka mewujudkan SDM yang unggul, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Kegiatan Peningkatan Profesionalisme Jabatan fungsional Pendidik (Guru dan Dosen) dilaksanakan pada tanggal 1 – 3 September 2014 di Golden Boutique Hotel, jalan Angkasa No. 7 Jakarta. Kegiatan melibatkan

80

satuan pendidikan KP, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, Biro Kepegawaian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan diikuti oleh pendidik dari satuan pendidikan KP sebanyak 45 orang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah :

a. Meningkatkan kompetensi dan kinerja pendidik (guru dan dosen) menuju profesionalisme sesuai dengan jabatannya;

b. Memahami standar kinerja jabatan fungsionalnya;

c. Mengidentifikasi permasalahan, solusi pemecahan dan rencana tindak lanjut.

b. Pengembangan dan Pembinaan Kelembagaan Pendidikan KP

Dalam rangka mendukung Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan, pembangunan sektor kelautan dan perikanan secara nasional dibingkai dalam kerangka pro-poor, pro-job dan pro-growth, yang menekankan pada pendayagunaan sumberdaya kelautan dan perikanan. Dalam rangka percepatan implementasi pembangunan kelautan dan perikanan untuk mengatasi pemulihan ekonomi menuju masyarakat yang lebih sejahtera melalui pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang profesional dan berdaya saing tinggi.

Besarnya potensi kelautan dan perikanan yang belum diimbangi dengan pemanfaatan secara optimal untuk tujuan kemakmuran rakyat, telah memunculkan isu kemiskinan nelayan, rendahnya produksi hasil kelautan dan perikanan dan masih belum terpenuhinya standar mutu pasar internasional dari hasil pengolahan perikanan. Percepatan implementasi pembangunan kelautan dan perikanan untuk mengatasi pemulihan ekonomi menuju masyarakat yang lebih sejahtera melalui pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal dan berkelanjutan diperlukan berbagai langkah strategis berupa kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas SDM yang profesional

81

dan berdaya saing tinggi diperlukan suatu sistem pendidikan yang memadai dan berkualitas.

Undang – Undang Dasar 1945 pada pembukaan di alinea ke dua dengan jelas mengatakan “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan pasal 31 ayat (1) tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Amanat tersebut telah dijabarkan lebih lanjut dalam program pembangunan kelautan dan perikanan. yaitu Program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan dijabarkan lebih lanjut oleh Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dalam program pendidikan yaitu pengembangan dan pembinaan kelembagaan pendidikan KP.

Tingkat penyerapan tenaga lulusan SUPM dan Akademi Perikanan oleh dunia usaha dan dunia industri sukup tinggi, namun kebutuhan akan tenaga tersebut semakin tinggi dan tidak sebanding dengan output yang dihasilkan SUPM dan Akademi Perikanan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan pengembangan dan pembinaan kelembagaan pendidikan KP. Dengan pengembangan lembaga pendidikan kelautan dan perikanan dari SUPM Kupang menjadi SUPM Negeri Kupang serta dari Akademi Perikanan menjadi Politeknik KP, maka tenaga terdidik yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan di bidang kelautan dan perikanan serta mendukung visi dan misi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Kelembagaan Pendidikan KP yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Pembahasan Perubahan Status Kupang

2. Pembinaan Kelembagaan dan Ketenagaan Pada SUPM Kupang

3. Pembahasan Perubahan Organisasi dan Tata Kerja Akademi Perikanan menjadi Politeknik Kelautan dan Perikanan.

c. Penambahan Program Studi Pada Pendidikan Tinggi KP

Saat ini, Indonesia masih menghadapi permasalahan dengan produk perikanan terutama terkait dengan mutu dan keamanan pangan, susut hasil produk perikanan masih tinggi (27,8%), utilitas industri masih

82

rendah (<50%), maraknya penggunaan bahan ilegal, meningkatnya persyaratan dan standar internasional, persaingan ketat (ancaman negara pesaing seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia). Untuk itu, diperlukan sumberdaya manusia yang memiliki keahlian pengolahan hasil perikanan dan sekaligus memiliki keahlian konservasi sumberdaya kelautan yang diharapkan dapat mendukung perkembangan industri pengolahan hasil perikanan dan ikut memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam produk perikanan.

Negara Indonesia secara nasional maupun lokal masih menghadapi permasalahan masih tingginya tingkat pengangguran karena masih terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Pemerintah pusat maupun daerah mencari dan menciptakan setiap peluang ekonomi yang ada secara mandiri dan kreatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peran strategis didalam pemberdayaan masyarakat. Lulusan Sekolah Pendidikan tinggi KP diharapkan dapat mendirikan dan menjalankan usaha pengolahan ikan. Dengan Pembukaan Program Studi baru akan turut mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan (propoor) dan pengangguran (projob).

Program Studi yang ada saat ini belum mampu untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja khususnya yang berkualifikasi pendidikan vokasi. Hal ini berkaitan dengan permasalahan dalam pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan antara lain adalah :

1. Pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan belum sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan masyarakat,

2. Pengetahuan yang diberikan belum mampu menghasilkan peserta didik yang siap kerja,

3. Semakin kompleksnya permasalahan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan di masa mendatang (misalnya berkaitan dengan isu global warming, sea and human security, sosiologi kemaritiman dan lain sebagainya),

83

4. Minimnya tenaga kerja dengan bekal profesionalisme sesuai dengan lapangan kerja (vocation) sejalan dengan tuntutan pembangunan dan perubahan lingkungan global.

Penambahan Program Studi baru saat ini mutlak diperlukan, agar potensi sumberdaya kelautan yang ada mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi pembangunan nasional. Sumbangan ini tidak hanya bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional di masa datang, akan tetapi juga berdampak baik terhadap perubahan lingkungan yang begitu dinamis. Dengan demikian, pada masa yang akan datang, investasi yang diperlukan untuk mengelola sumberdaya kelautan tidak hanya investasi dalam bentuk modal finansial saja, akan tetapi juga diperlukan investasi sumberdaya manusia (SDM) berkualitas yang mampu mengisi kebutuhan SDM di bidang kelautan dan perikanan.

d. Penambahan Program Keahlian pada Pendidikan Menengah KP

Indonesia yang memiliki 17.504 pulau dan panjang garis pantai 108.000 km terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta diapit oleh dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Luas wilayah Indonesia seluruhnya mencapai 5.193.252 km2 dimana 2/3 (3.288.683 km2) luas wilayahnya terdiri dari lautan dan 1/3-nya (1.904.569 km2) terdiri dari daratan, yang terbentang luas dari Sabang di sebelah Barat sampai Merauke di sebelah Timur. Diantara tantangan global dalam pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan adalah globalisasi dan revolusi informasi. Salah satu grand strategi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah melakukan upaya revolusi biru dimana salah satunya fokus pengembangannya adalah pengembangan Sumberdaya manusia di bidang Kelauatan dan Perikanan.

Saat ini, Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan dengan produk perikanan terutama terkait dengan mutu dan keamanan pangan, susut hasil produk perikanan masih tinggi (27,8%), utilitas industri masih rendah (<50%), maraknya penggunaan bahan ilegal, meningkatnya persyaratan dan standar internasional, persaingan ketat

84

(ancaman negara pesaing seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia). Untuk itu, diperlukan sumberdaya manusia yang memiliki keahlian pengolahan hasil perikanan yang diharapkan dapat mendukung perkembangan industri pengolahan hasil perikanan dan ikut memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam produk perikanan.

Negara Indonesia secara nasional maupun lokal masih menghadapi permasalahan masih tingginya tingkat pengangguran karena masih terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Pemerintah pusat maupun daerah mencari dan menciptakan setiap peluang ekonomi yang ada secara mandiri dan kreatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki peran strategis didalam pemberdayaan masyarakat. Lulusan Sekolah Pendidikan KP diharapkan dapat mendirikan dan menjalankan usaha pengolahan ikan skala kecil menengah. Dengan demikian adanya program studi ini akan turut mengdukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan (propoor) dan pengangguran (projob).

Disisi lain program keahlian pada pendidikan KP lingkup BPSDMKP yang ada belum mampu untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja khususnya yang berkualifikasi pendidikan vokasi. Hal ini berkaitan dengan permasalahan dalam pengembangan pendidikan kelautan dan perikanan antara lain adalah :

 Pengembangan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan belum sesuai dengan kebutuhan pasar dan permintaan masyarakat,

 Pengetahuan yang diberikan belum mampu menghasilkan peserta didik yang siap kerja,

 Semakin kompleksnya permasalahan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan di masa mendatang (misalnya berkaitan dengan isu global warming, sea and human security, sosiologi kemaritiman dan lain sebagainya),

85

 Minimnya tenaga kerja dengan bekal profesionalisme sesuai dengan lapangan kerja (vocation) sejalan dengan tuntutan pembangunan dan perubahan lingkungan global.

Penambahan Program Keahlian saat ini mutlak diperlukan, agar potensi sumberdaya kelautan yang ada mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi pembangunan nasional. Sumbangan ini tidak hanya bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional di masa datang, akan tetapi juga berdampak baik terhadap perubahan lingkungan yang begitu dinamis. Dengan demikian, pada masa yang akan datang, investasi yang diperlukan untuk mengelola sumberdaya kelautan tidak hanya investasi dalam bentuk modal finansial saja, akan tetapi juga diperlukan investasi sumberdaya manusia (SDM) berkualitas yang mampu mengisi kebutuhan SDM di bidang kelautan dan perikanan.

e. Peningkatan Akreditasi Pada Satuan Pendidikan KP

Pembinaan dan pengembangan terhadap lembaga pendidikan kelautan dan perikanan memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung keberhasilan pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Hal ini tidak lepas dari besarnya sumberdaya kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia. Sedangkan pembangunan ilmu kelautan dan perikanan mempunyai peran ganda dalam pembangunan, yaitu di satu sisi berdaya guna menunjang pembangunan kelautan dan perikanan, dan di sisi lain menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia di bidang kelautan dan perikanan melalui suatu sistem pendidikan yang berkualitas dan terintegrasi dengan kebutuhan pasar, masyarakat dan lingkungan pada saat ini mutlak dilakukan, agar potensi sumberdaya kelautan yang ada mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi pembangunan nasional. Sumbangan ini tidak hanya bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional di masa datang, akan tetapi juga berdampak baik terhadap perubahan lingkungan yang begitu dinamis. Dengan demikian, pada masa yang akan datang, investasi yang diperlukan untuk mengelola

86

sumberdaya kelautan tidak hanya investasi dalam bentuk modal finansial saja, akan tetapi juga diperlukan investasi sumberdaya manusia (SDM) berkualitas yang mampu mengisi kebutuhan SDM di bidang kelautan dan perikanan.

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM yang handal untuk semua pelaku pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, maka diperlukan suatu pengakuan kualitas terhadap Kelembagaan Pendidikan Kelautan dan Perikanan yang ada dilingkup BPSDMK, yaitu berupa peningkatan akreditasi Pendidikan KP. Dengan demikian, melalui peningkatan akreditasi Pendidikan ini akan dimungkinkan dilakukannya upaya pengembangan program pendidikan kelautan yang terarah, sesuai dengan kebutuhan.

Perairan laut Indonesia merupakan potensi bangsa yang sangat besar. Potensi tersebut tidak bermakna bila tidak dikelola dengan baik sehingga diperlukan sumberdaya manusia yang terdidik agar dalam mengelola perairan laut dapat dilakukan secara optimal, berkelanjutan dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip kelestarian. Untuk mengelola sumberdaya laut dan ikan, perlu dipandu oleh SDM yang memiliki keahlian dan kompetensi di bidang kelautan dan perikanan. Dengan demikian diharapkan dapat menunjang percepatan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan.

Dalam rangka menyiapkan SDM kelautan dan perikanan dimaksud maka Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan sebagai pembina teknis lembaga pendidikan Kelautan dan Perikanan diharapkan mengembangkan kualitas dengan melakukan Peningkatan Akreditasi Program Keahlian dan Program Studi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Kegiatan peningkatan akreditasi pada satuan pendidikan KP yang telah dilaksanakan adalah Evaluasi Kelengkapan Berkas Akreditasi dan Ujicoba Pengisian Borang Akreditasi pada Satuan pendidikan KP, sekaligus sosialisasi QSS (Quality Standar System) Pendidikan dan Pelatihan, Ujian serta Sertifikasi Pelaut Kapal Penangkap Ikan.

87 Gambar 3.14. Kegiatan Workshop Penyusunan

Butir Soal dan Analisis Soal Tahun 2014 Pendidikan KP

f. Workshop Penyusunan Butir Soal dan Analisa Soal

Setiap tahun guru SUPM lingkup KKP diminta untuk menyusun soal ujian yang bertujuan melihat hasil keseluruhan proses belajar mengajar. Soal yang disusun harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Standar Komptensi Lulusan yang ada. Dalam kenyataannya, tidak semua guru merasa mudah, cepat, dan tepat dalam menyusun soal ujian yang baik. Sering dijumpai adanya soal-soal ujian yang kurang baik dan tidak memenuhi standar. Kekurangan itu dapat berupa penggunaan tata bahasa yang kurang jelas, pilihan jawaban panjangnya tidak sama, soal berikutnya bergantung pada jawaban soal sebelumnya, dan pilihan jawaban yang berupa angka ditulis acak atau tidak berurutan. Bahkan ada soal yang dibuat mendahului pembuatan kisi-kisi soal

Persoalan seperti ini akan teratasi jika para guru bisa melakukan langkah-langkah penyusunan soal dan memenuhi kaidah-kaidah penyusunan soal yang baik. Langkah penyusunan soal yang baik tersebut mengikuti alur yang pakem yaitu : menentukan tujuan tes, menyusun kisi-kisi soal, penulisan soal, penelaahan soal, melakukan uji coba soal termasuk analisisnya dan membuat skor. Setiap langkah dalam penyusunan soal tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan cermat menurut pedoman yang ditetapkan.

Untuk memberikan pemahaman bagaimana cara penyusunan soal yang baik, Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan melakukan Workshop Penyusunan Butir Soal dan Analisa Soal pada SUPM lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan menghadirkan Narasumber yang kompeten. Kegiatan melibatkan SUPM Lingkup KKP, narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Pusat Pendidikan KP.

88

Output dari kegiatan ini adalah usulan soal untuk Ujian Nasional tahun 2015.

89

BAB IV

PENUTUP

Hasil evaluasi capaian kinerja bidang pendidikan KP Tahun 2014 telah melaksanakan program atau target kinerja yang telah di tetapkan oleh Badan Pengembangan SDM KP. Capaian kinerja bidang pendidikan KP tahun 2014 adalah sebanyak 13 Sasaran Strategis (SS) dan 24 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang semuanya telah melampaui target yang telah ditetapkan.

Dokumen terkait