• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj) PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj) PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2014"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

2014

PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

TAHUN 2014

(2)

i

KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014 disusun sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan kinerja organisasi. Penyusunan LAKIP Pusat Pendidikan KP mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, serta Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010-2014.

Sejalan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan secara umum dan khususnya Pusat Pendidikan KP telah

menerapkan metode Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat ukur manajemen

kinerja. Kinerja Pusat Pendidikan KP diukur atas dasar penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang merupakan indikator keberhasilan pencapaian sasaran strategis (SS) sebagaimana telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja (PK) Pusat Pendidikan KP Tahun 2014. Penetapan Kinerja (PK) Pusat Pendidikan KP Tahun 2014 terdiri atas 13 Sasaran Strategis (SS) dan 23 Indikator Kinerja Utama (IKU).

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan menginformasikan capaian kinerja, masalah dan solusi yang dilakukan dalam mewujudkan tugas dan tanggungjawab yang diemban/dilaksanakan di Tahun 2014 khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan. Sangat disadari bahwa laporan ini belum secara sempurna menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan, namun setidaknya berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil program atau kegiatan yang telah dilakukan oleh BPSDMKP.

Dengan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kepada semua pihak atas tenaga dan pikirannya

(3)

ii sehingga laporan ini dapat disusun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat untuk evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus sebagai bahan masukan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah kepada yang berkepentingan.

Jakarta, Januari 2015 Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Dr. Ir. I Nyoman Suyasa, MS NIP.195805191983031004

Lembar Pengesahan No Nama Pejabat Paraf

1. Kabid Program 2. Kasubbid Monev 3. Kasubbag TU

(4)

iii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar belakang ... 1

1.2. Tujuan ... 3

1.3. Tugas dan Fungsi ... 3

BAB II. PERENCANAAN KINERJA ... 8

2.1. Rencana Strategik ... 8

2.2. Rencana Pencapaian Program dan Kegiatan ... 9

2.3.Penetapan Kinerja ... 10

2.4. Pengukuran Kinerja ... 13

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 14

3.1. Capaian Kinerja Organisasi ... 14

3.2. Realisasi Anggaran Pusat Pendidikan KP Tahun 2014 ... 77

BAB IV. PENUTUP ... 89

(5)

iv DAFTAR TABEL

Halaman

2.1. Program, Sasaran dan Tujuan Pusat Pendidikan KP ... 10

2.2. Penetapan Kinerja Berdasarkan Balanced Scorecard Pusat Pendidikan KP Tahun 2014 ... 11

3.1. Pencapaian Kinerja Bidang Pendidikan KP Tahun 2014 ... 14

3.2. Realisasi NTN Tahun 2014 ... 17

3.3. Perbandingan Data NTN Tahun 2014 terhadap Realisasi Tahun 2013 ... 17

3.4. Perkembangan NTN dari Tahun 2010 – 2014 ... 18

3.5. Realisasi NTN Per Bulan 2014 ... 19

3.6. NTPi Tahun 2014 ... 21

3.7. Capaian IKU 1 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Th 2010 – 2014 ... 22

3.8. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan Tahun 2014 ... 23

3.9. Realisasi Pendapatan Pengolah dan Pemasar ... 25

3.10. Pencapaian IKU 1 Ditjen P2HP, 2013 – 2014 ... 25

3.11. Realisasi Rata-rata Pendapatan Petambak Garam per KK/bulan Tahun 2014 ... 26

3.12. Rata-rata pendapatan petambak garam per KK/bulan (rupiah) dan jumlah Produksi Garam rakyat Tahun 2014... 27

3.13. Target dan Realisasi IKU Pertumbuhan PDB Perikanan Tahun 2014... 29

3.14. Pertumbuhan PDB Tahun 2014 ... 29

3.15. Laju Pertumbuhan PDB Tahun 2013 – 2014 ... 30

3.16. Pertumbuhan PDB Tahun 2013 – 2014 ... 32

3.17. PDB Perikanan 2010 – 2014 ... 33

3.18. Capaian Kinerja Rasio SDM KKP yang Menyelesaikan Pendidikan Melalui Tugas Belajar dan Izin Belajar Dibnding total peserta ... 36

3.19. Jumlah SDM KKP yang Menyelesaikan Pendidikan Melalui Pendidikan Formal tahun 2104 ... 36

3.20. Realisasi Anggaran Pendukung ... 37

3.21. Realisasi Peserta Didik Yang berasal Dari Anak pelaku Utama ... 37

(6)

vii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1.1. Struktur Organisasi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan ... 6

3.1. Fluktuasi Caaian Nilai Tukar Nelayan Tahun 2014 ... 19

3.2. Plotting Capaian NTN Tahun 2014 per Provinsi Terhadap Angka Batas Kesejahteraan ... 20

3.3. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Tahun 2014 ... 24

3.4. Laju pertumbuhan PDB kelompok Pertanian Tahun 2013- 2014 ... 30

3.5. Laju Pertumbuhan PDB Nasional Atas Dasar Harga Konstan 2000 dan PDB Perikanan Atas Harga Konstan Tahun 2009 – 2014 ... 32

3.6. Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2010 – 2014 .... 34

3.7. Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 – 2014 ... 34

3.8. Laju Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2001 – 2014 ... 35

3.9. Anak Pelaku Utama dan Orang Tuanya ... 38

3.10. Kegiatan Wisuda Pendidikan KP ... 42

3.11. Kegiatan Sertifikasi Asesor Lingkup Pusdik KP Tahun 2014 ... 52

3.12. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2014 dengan Target Jangka Menengah Sesuai dengan Perencanaan Strategis Nasional ... 71

3.13. Kegiatan Peningkatan Profesionalisme Jabatan Fungsional Pendidik ... 78

(7)

v 3.23. Jumlah Anak Pelaku Utama yang Memperoleh Bantuan Biaya Pendidikan

Di Perguruan Tinggi Di luar satuan Pendidikan KP Tahun 2014 ... 39

3.24. Jumlah Anak pelaku Utama yang Memperoleh Bantuan Biaya Pendidikan KP Pendidikan Menengah ... 40

3.25. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 41

3.26. Jumlah tenaga Kerja dari Lulusan Pendidikan KP ... 42

3.27. Jumlah Lulusan Pendidikan di Satuan Pendidikan KP TP 2014 ... 42

3.28. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 43

3.29. Rasio Kebutuhan Tenaga Kerja Sektor KP di Wilayah Industrialisasi ... 44

3.30. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 44

3.31. Capaian Kinerja Jumlah Masyarakat KP yang Menerima Informasi Lapangan Kerja Sektor KP ... 46

3.32. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 46

3.33. Kegiatan Penyebaran Informasi Lapangan Kerja Sektor KP ... 46

3.34. Capaian Kinerja Jumlah Peserta Didik Vokasi Bidang KP ... 47

3.35. Jumlah Peserta Didik tahun 2014/2015 di Satuan Pendidikan KP ... 47

3.36. Reakisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 48

3.37. Capaian Kinerja Rasio Peserta Didik yang Terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri ... 49

3.38. Jumlah Peserta Didik Yang Terserap di Dunia Usaha/Dunia Industri Tahun 2014 ... 49

3.39. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 50

3.40. Capaian Kinerja Rasio SDM KKP Yang Melakukan Peningkatan Jenjang Pendidikan Formal ... 51

3.41. Jumlah Rencana Kebutuhan Peningkatan Jenjang Pendidikan Formal ... 51

3.42. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 52

3.43. Capaian Kinerja Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yang Meningkat Kompetensinya ... 53

3.44. Jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Yang Meningkat Kompetensinya... 53

3.45. Realisasi Anggaran Kegaiatan Pendukung ... 54

3.46. Capaian Kinerja Rasio Peserta Didik Yang Tidak terserap di Dunia Usaha Dan Dunia Industri Tahun 2014... 55

(8)

vi 3.47. Jumlah Peserta Didik Yang Tidak Terserap di Dunia Usaha dan Dunia

Industri ... 56

3.48. Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 56

3.49. Capaian Kinerja Pada Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 56

3.50. Eselon dan Jenjang Pangkat Struktural ... 57

3.51. Hasil Pengukuran Indeks Kesenjangan Kompetensi Pejabat Struktural Eselon II dan III ... 58

3.52. Perbandingan Capaian Kinerja dengan target Thn 2014 ... 58

3.53. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2013 dan 2014 ... 59

3.54. Perbandingan Antara Realisasi Capaian IKU 17 dan Realisasi Anggaran Kegiatan Pendukung ... 59

3.55. Capaian Indikator Kinerja Utama 18 ... 60

3.56. Perbandingan Capaian IKU 18 Terhadap Capaian Tahun Sebelumnya ... 61

3.57. Publikasi Tahun 2014 ... 63

3.58. Capaian Kinerja Perpustakaan Lingkup BPSDMKP Tahun 2014 ... 64

3.59. Anggaran Pelaksanaan Kegiatan Pendukung ... 65

3.60. Perbandingan Capaian tahun 2013 dan 2014 ... 66

3.61. Dukungan Anggaran Terkait dengan capaian IKU 19 ... 66

3.62. Perbandingan Capaian Kinerja dengan Target Tahun 2014 ... 69

3.63. Perbandingan Realisasi Kinerja serta Capaian Kinerja Tahun 2014 dengan Tahun sebelumnya ... 71

3.64. Perbandingan antara realisasi capaian AKIP dengan realisasi anggaran kegiatan pendukung ... 72

3.65. Rekapitulasi Nilai IKM Lingkup BPSDMKP ... 73

3.66. Perbandingan Capaian Tahun ini dengan Tahun Sebelumnya ... 73

3.67. Perbandingan Capaian Nilai inisiatif Anti Korupsi BPSDMKP 2013 dan 2014 ... 75

3.68. Perbandingan Penilaian Pelaksanaan RB Antara Asesor dan Tim Itjen ... 76

3.69. Perbandingan Capaian tahun ini dengan Tahun sebelumnya ... 77

3.70. Realisasi Anggaran Dukungan Kegiatan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi ... 77

(9)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pusat Pendidikan Kelautan Perikanan mempunyai fungsi yang antara lain penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pendidikan menengah kejuruan di bidang kelautan dan perikanan. Untuk mewujudkan fungsi tersebut, Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan mempunyai kegiatan dan Satuan Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Kerja (Satker). Dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, Pusat Pendidikan KP berkewajiban untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintan (LAKIP), sehingga peranan, fungsi dan hasil kinerja dapat dievaluasi dan dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 perihal Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor.239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) No.29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dimana ketiga peraturan tersebut secara prinsip mengatur tentang adanya kewajiban pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan tugas, fungsi dan kebijakan yang dilakukan bagi setiap Instansi Pemerintah Penyelenggara Negara, yang diantaranya mewajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan menyampaikan kepada instansi Pembina Penyelenggara Negara, yaitu Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 15 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bab XI Bagian Keempat bahwa Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan bahan kebijakan dan program, serta melaksanakan penyusunan pedoman, standar,

(10)

2 bimbingan, monitoring, dan evaluasi tata penyelenggaraan, kebutuhan pendidikan, pengembangan dan pembinaan kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan pendidikan, lembaga, dan tenaga pendidik di bidang kelautan dan perikanan.

Secara kelembagaan, susunan organisasi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 15 tahun 2010, Pasal 961, terdiri dari; Bidang Program, Monitoring, dan Evaluasi, Bidang Penyelenggaraan Pendidikan, Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan, Subbagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Pendidikan KP membawahi Unit Pelaksana Teknis Pusat pendidikan yang terdiri dari : Sekolah Tinggi Perikanan (STP Jurusan Penyuluhan Bogor dan BAPPL Serang), Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Bitung dan Politeknik KP Sorong; Sekolah Usaha Menengah Perikanan Negeri (SUPM N) Ladong, SUPM N Pariaman, SUPM N Kota agung, SUPM N Pontianak, SUPM N Tegal, SUPM N Bone, SUPM N Waiheru, SUPM N Sorong dan SUPM N Tegal di Kupang.

LAKIP Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014 merupakan salah satu kewajiban dan bentuk pertanggungjawaban terhadap tugas dan fungsi serta menggambarkan berbagai capaian kinerja (sasaran, indikator kinerja,target dan realisasi) yang dilengkapi dengan analisis dan evaluasi terhadap Penetapan Kinerja (PK) dengan Balanced Scorecard (BSC).

Dasar pelaksanaan kegiatan Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, berdasarkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang terdiri dari kebijakan dalam Rencana Strategik (Renstra) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rencana Strategik BPSDMKP tahun 2010-2014 dan Penetapan Kinerja Pusat Pendidikan KP tahun 2014.

(11)

3

1.2. Tujuan

Tujuan penyusunan Laporan Kinerja Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014 adalah :

a. Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban terhadap tugas dan fungsi

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014.

b. Menyediakan bahan informasi kepada pihak-pihak terkait tentang kinerja

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014. 1.3. Tugas dan fungsi

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.15/MEN/2010 tanggal 6 Agustus 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat Pendidikan KP adalah salah satu unit kerja eselon II di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan bertugas melaksanakan penyiapan perumusan bahan kebijakan dan program, serta melaksanakan penyusunan pedoman, standar, bimbingan, monitoring, dan evaluasi tata penyelenggaraan, kebutuhan pendidikan, pengembangan dan pembinaan kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan pendidikan, lembaga, dan tenaga pendidik di bidang kelautan dan perikanan. Dalam melaksanakan tugas dimaksud, Pusat Pendidikan menyelenggarakan fungsi:

a. pengkajian dan penyiapan perumusan bahan kebijakan, perencanaan,

program pendidikan di bidang kelautan dan perikanan;

b. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan tugas belajar di bidang kelautan

dan perikanan;

c. pelaksanaan penyusunan pedoman, standar, dan bimbingan tata

penyelenggaraan pendidikan serta pengembangan penyusunan

kebutuhan

d. pendidikan di bidang kelautan dan perikanan;

e. penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pendidikan menengah kejuruan di

(12)

4

f. pelaksanaan pengembangan dan pembinaan kelembagaan, tenaga

pendidik, peserta didik, dan alumni pendidikan berstandar internasional di bidang kelautan dan perikanan;

g. monitoring dan evaluasi penyelenggaraan dan hasil pendidikan di bidang

kelautan dan perikanan; dan

h. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan didukung oleh bidang-bidang, yang terdiri dari:

a. Bidang Program, Monitoring, dan Evaluasi; b. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan; c. Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan; d. Subbagian Tata Usaha; dan

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

1. Bidang Program, Monitoring, dan Evaluasi

Mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan penyiapan perumusan kebijakan, perencanaan, program, anggaran, monitoring, evaluasi, serta kerja sama pendidikan dan tugas belajar di bidang kelautan dan perikanan. Bidang Program mempunyai fungsi :

a. penyiapan bahan pengkajian, perumusan dan pengembangan

kebijakan, penyerasian dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, serta kerja sama pendidikan di bidang kelautan dan perikanan dan tugas belajar.

b. penyiapan bahan dan pelaksanaan monitoring, evaluasi, penyiapan

data dan informasi di bidang pendidikan kelautan dan perikanan serta pelaporan pelaksanaan pendidikan.

2. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan

Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan standar kompetensi, pedoman, metode, kurikulum, silabus, modul, peserta didik dan alumni, sarana, prasarana, pembinaan, bimbingan tata penyelenggaraan dan

(13)

5 sistem penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan. Adapun fungsinya:

a. penyiapan bahan penyusunan standar kompetensi, pedoman, metode,

kurikulum, silabus, modul, pembinaan, bimbingan tata

penyelenggaraan pendidikan dan sistem penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi di bidang kelautan dan perikanan.

b. penyiapan bahan penyusunan kebutuhan pendidikan serta kebutuhan

sarana dan prasarana, peserta didik dan alumni pendidikan di bidang kelautan dan perikanan.

3. Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan

Mempunyai tugas melaksanakan pengembangan, pembinaan dan analisis kelembagaan pendidikan, pedoman, standar, ketenagaan dosen, guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Adapun fungsinya :

a. penyiapan pengembangan, pembinaan, pedoman, standar, dan analisis

kelembagaan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan; dan

b. penyiapan pengembangan, pembinaan, pedoman, standar, dan analisis

ketenagaan dosen, guru, dan tenaga kependidikan lainnya

Melihat tugas dan fungsi Pusat Pendidikan KP, maka permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi Pusat Pendidikan KP di tahun 2014 adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan akses pendidikan KP bagi Anak Pelaku Utama Pengembangan

kelembagaan Pendidikan Institut dan Politeknik;

2. Pembangunan Kampus Teaching Factory STP di Karawang (Jawa Barat)

dan Kampus Konservasi di Wakatobi (Sulawesi Tenggara);

3. Penyesuaian Kurikulum Nasional di Pendidikan Tinggi dan Menengah

Kelautan dan Perikanan dengan kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

(14)

6

5. Mendorong para lulusan satuan pendidikan lingkup KKP untuk menjadi

tenaga profesional atau wirausaha muda di sektor kelautan dan perikanan;

Setiap strategic issued dijabarkan lebih lanjut ke dalam program/kegiatan

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Sesuai renstra KKP Tahun 2010-2014 unit kerja eselon I mempunyai satu Program. Pusat Pendidikan Kelautan

dan Perikanan mempunyai kegiatan “Terciptanya SDM Yang Kompeten

dibidang KP melalui Pendidikan Kelautan dan Perikanan”. Dengan sasaran meningkatnya lulusan pendidikan yang dapat diserap oleh

(15)

7 Struktur Organisasi Pusat Pendidikan KP

V

Gambar 1.1. Struktur Organisasi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

SUBBIDANG METODE DAN KURIKULUM

PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PROGRAM, MONITORING, DAN EVALUASI BIDANG KELEMBAGAAN DAN KETENAGAAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG

MONITORING DAN EVALUASI PESERTA DIDIK, SUBBIDANG SARANA DAN PRASARANA

SUBBIDANG KETENAGAAN SUBBIDANG KELEMBAGAAN

KELOMPOK

JABATAN FUNSIONAL PELAKSANA UNIT TEKNIS

(16)

8

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1. Rencana Strategik

Peraturan Presiden RI No. Per.06/MEN/2010 tentang Rencana Strategik KKP tahun 2010-2014 dan Rencana Strategis (RENSTRA) Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan. Penyusunan LAKIP Pusat Pendidikan Triwulan III Tahun Anggaran 2014 mengacu pada Renstra KKP dan BPSDMKP Tahun 2010-2014. Dalam rangka mewujudkan visi KKP, maka Visi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu adalah sebagai berikut :

Menghasilkan SDM terdidik yang kompeten bagi pembangunan kelautan dan

perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat”.

Untuk mewujudkan Visi tersebut dirumuskan Misi Pusat Pendidikan KP yaitu:

1) Menghasilkan SDM KP terdidik yang mampu mengoptimalkan

pemanfaatan sumber daya KP.

2) Menghasilkan SDM KP terdidik yang mampu meningkatkan nilai tambah

dan daya saing produk KP.

3) Menghasilkan SDM KP terdidik yang mampu memelihara daya dukung

dan kualitas lingkungan sumber daya KP.

Misi merupakan gambaran organisasi kedepan yang akan diwujudkan dalam pengembangan SDM KP. Visi dan Misi ini akan dicapai dengan menetapkan tujuan organisasi. Tujuan tersebut merupakan arah yang akan dihasilkan dalam kurun waktu lima tahun yang direncanakan sesuai dengan strategi pelaksanaan pengembangan SDM KP di bidang pendidikan yaitu :

1. Menyelenggarakan pendidikan bagi anak nelayan, pembudidaya dan

pengolah ikan melalui bantuan biaya pendidikan di UPT KKP, serta pemberian materi bidang kelautan dan perikanan pada Program Pendidikan Kesetaraan (Paket B dan Paket C);

(17)

9

2. Melaksanakan proses pembelajaran kewirausahaan sesuai kurikulum dalam

rangka menghasilkan wirausahawan muda; Melaksanakan peningkatan kompetensi lulusan sesuai standar kompetensi kerja nasional dan internasional di Pendidikan Menengah dengan tujuan menjadikan SUPM sebagai pusat rujukan (center of excellence) dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelautan dan Perikanan di Indonesia sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar;

3. Mengembangkan kelembagaan pendidikan kelautan dan perikanan melalui

pendirian Politeknik Kelautan dan Perikanan.

Dengan mengacu kepada kebijakan pelaksanaan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan Program Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan tahun 2010-2014, Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan mempunyai kebijakan, antara lain :

1. Memberikan kesempatan yang lebih besar kepada putra/putri pelaku

utama kelautan dan perikanan untuk memperoleh pendidikan di bidang kelautan dan perikanan;

2. Peningkatan kapasitas satuan pendidikan lingkup KKP (kuantitas dan

kualitas);

3. Mendorong para lulusan satuan pendidikan lingkup KKP untuk menjadi

tenaga profesional atau wirausaha muda di sektor kelautan dan perikanan.

2.2. Rencana Pencapaian Program dan Kegiatan

Sesuai Renstra Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010-2014, BPSDMKP akan melaksanakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Untuk tercapainya rencana pencapaian program dan kegiatan dibidang pendidikan kelautan dan perikanan dapat dilihat dalam Tabel 2.1. dibawah ini.

(18)

10 Tabel 2.1. Program, Sasaran dan Tujuan Pusat Pendidikan KP

NO. PROGRAM/ KEGIATAN SASARAN TUJUAN

Program Pengembangan SDM KP Pendidikan Kelautan dan Perikanan Untuk memenuhi

ketersediaan tenaga terdidik kompeten sesuai standar kebutuhan dan serta kebutuhan nasional.

Menyediakan tenaga-tenaga terdidik yang kompeten sesuai standar kebutuhan dan prioritas nasional.

Untuk optimalnya pencapaian Program tersebut, perlu didukung dengan kegiatan Pendidikan Kelautan dan Perikanan dibagi dalam 6 (enam) kelompok kegiatan yang meliputi :

1. Penyelenggaraan Pendidikan Kelautan dan Perikanan; 2. Pengembangan Sistem Pendidikan Kelautan dan Perikanan;

3. Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Aparatur;

4. Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan;

5. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan; 6. Pengembangan Sertifikasi Kompetensi dan Kelembagaan Pendidikan

Kelautan dan Perikanan. 2.3. Penetapan Kinerja

Kewajiban penyusunan Penetapan Kinerja didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Dokumen Penetapan Kinerja (PK) merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki oleh instansi, memuat pernyataan kesanggupan pencapaian

(19)

11 kinerja, serta mencantumkan sasaran strategis, indikator kinerja utama organisasi, beserta target kinerja dan anggaran.

Dokumen penetapan kinerja dimanfaatkan oleh setiap pimpinan instansi pemerintah untuk :

1. Memantau dan mengendalikan pencapaian kinerja organisasi; 2. Melaporkan capaian realisasi kinerja dalam LAKIP;

3. Menilai keberhasilan organisasi.

Pada setiap akhir periode tahun anggaran, dokumen Penetapan Kinerja akan diukur pencapaiannya, dengan membandingkan antara target kinerja dengan realisasi kinerjanya. Hasil pengukuran kinerja tersebut akan dilaporkan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Untuk menilai tingkat keberhasilan pencapaian sasaran kinerja Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan tahun 2014 dilakukan pengukuran

dengan Balanced Scorecard (BSC) yang ditetapkan Kepala BPSDMKP dengan

sasaran dan indikator kinerja yang ditargetkan pada pelaksanaan kegiatan

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan tahun 2014. Balanced Scorecard

(BSC) adalah sebuah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk kegiatan usaha untuk menyelaraskan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan.

Dalam Balanced Scorecard (BSC), kinerja strategi organisasi diukur secara

seimbang antara pencapaian kinerja keuangan dan non keuangan, kinerja jangka pendek dan jangka panjang serta kinerja yang bersifat internal dan eksternal.

Penetapan Kinerja Pusat Pendidikan KP Tahun 2014 terdiri dari 13 Sasaran Strategis (SS) dan 24 Indikator Kinerja Utama. Susunan Penetapan Kinerja Pusat Pendidikan KP Tahun 2014 adalah sebagaimana tersaji dalam tabel berikut :

(20)

12

Tabel 2.2. Penetapan Kinerja Berdasarkan Balanced Scorecard (BSC) Pusat

Pendidikan KP Tahun 2014.

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target

2014 Stakeholder Perspective

SS1 Meningkatnya

kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan

1 Nilai Tukar Nelayan 112

2 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan 105

3 Rata-rata pendapatan pengolah &

pemasar (KK/bulan) Rp. 2.0 Jt 4 Rata-rata pendapatan petambak

garam (KK/bulan) Rp. 2.0 Jt 5 Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 7.25% SS2 Tersedianya SDM KKP yang Kompeten melalui pendidikan formal

6 Rasio jumlah SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui pendidikan formal 27% SS3 Meningkatnya masyarakat KP yang berkontribusi positif terhadap pelaksanaan pembangunan Kelautan dan Perikanan

7 Rasio peserta didik yang berasal

dari anak pelaku utama 40%

SS4 Meluasnya kesiapan masyarakat untuk usaha dan kesempatan kerja di bidang KP

8 Jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP (Orang) 1650 SS5 Terselenggaranya pemetaan yang mencerminkan kebutuhan tenaga kerja KP

9 Rasio kebutuhan tenaga kerja KP

di wilayah industrialisasi 5%

Internal Process Perspective

SS6 Terselenggaranya informasi

pasar kerja di sektor KP 10 Jumlah masyarakat KP yang menerima informasi tentang lapangan kerja di sektor KP

15.000

SS7 Terselenggaranya program pendidikan vokasi di bidang KP dengan pendekatan teaching factory

11 Jumlah peserta didik vokasi bidang KP dengan pendekatan teaching factory

6108

12 Rasio peserta didik yang terserap di dunia usaha dan dunia industri dibanding total lulusan pendidikan

95%

SS8 Terselenggaranya

Pendidikan Aparatur sesuai kompetensi yang

dibutuhkan

13 Rasio jumlah SDM KKP yang melakukan peningkatan jenjang pendidikan formal terhadap jumlah kebutuhan yang akan ditingkatkan

(21)

13

14 Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang meningkat kompetensinya (Orang)

330

SS9 Terselenggaranya monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan KP serta alumni satuan pendidikan KP

15 Rasio peserta didik yang tidak terserap di dunia usaha dan dunia industri dibanding total lulusan pendidikan

5%

Learning Growth Perspective

SS10 Tersedianya SDM KKP yang kompeten dan profesional

16 Indeks Kesenjangan Kompetensi Eselon III dan IV

50% SS11 Tersedianya informasi yang

valid, handal dan mudah diakses

17 Service Level Agreement di Pusat

Pendidikan KP 75%

18 Jumlah rekomendasi APIEP yang ditindaklanjuti dibanding total rekomendasi yang diberikan di Pusdik KP

100%

SS12 Terwujudnya good governance & clean government

19 Tingkat kualitas akuntabilitas

Pusdik KP A

20 Nilai Inisiatif anti korupsi Pusdik

KP 7.75

21 Indeks Kepuasan Masyarakat

Pusdik KP 6.75

22 Nilai Penerapan RB di Pusdik KP 80 (setara level 4) 23 Persentase Perencanaan program

dan anggaran yang berbasis kinerja di Pusdik KP

80%

SS13 Terkelolanya anggaran

secara optimal 24 Persentase penyerapan DIPA Pusdik KP > 95%

2.4. Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara target (rencana) yang telah ditetapkan pada awal tahun dengan realisasi yang dicapai oleh masing-masing Indikator Kinerja Utama (IKU) pada akhir tahun anggaran. Pengukuran dilakukan berdasarkan Manual IKU pada masing-masing Indikator Kinerja Utama. Manual IKU sebagaimana terdapat pada lampiran 2.

(22)

14

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Capaian Kinerja Organisasi

Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2015 melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok penyelenggaraan pendidikan yang pada dasarnya lebih ditujukan bagi keluarga nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan. Untuk optimalnya pencapaian tujuan dan sasaran tersebut dicapai melalui kegiatan strategis serta didukung oleh rencana aksi. Pencapaian kinerja Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Tahun 2014 adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1. Pencapaian Kinerja Bidang Pendidikan KP tahun 2014.

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Utama Target Realisasi Prosentase (%)

SS1 Meningkatnya kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan

1 Nilai Tukar Nelayan 2 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan 3 Rata-rata pendapatan pengolah & pemasar (KK/bulan) 4 Rata-rata pendapatan petambak garam (KK/bulan) 5 Pertumbuhan PDB Perikanan (%) SS2 Tersedianya SDM KKP yang Kompeten melalui pendidikan formal 6 Rasio jumlah SDM KKP yang menyelesaikan pendidikan melalui pendidikan formal 27% 27,71% 102,63 SS3 Meningkatnya masyarakat KP yang berkontribusi positif terhadap pelaksanaan

7 Rasio peserta didik yang berasal dari anak pelaku utama

40% 43,06% ( 924 orang)

(23)

15 pembangunan Kelautan dan Perikanan SS4 Meluasnya kesiapan masyarakat untuk usaha dan kesempatan kerja di bidang KP

8 Jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan KP (Orang) 1.650 1.665 100,91 SS5 Terselenggaranya pemetaan yang mencerminkan kebutuhan tenaga kerja KP 9 Rasio kebutuhan tenaga kerja KP di wilayah industrialisasi 5% 5% 100 SS6 Terselenggaranya informasi pasar kerja di sektor KP 10 Jumlah masyarakat KP yang menerima informasi tentang lapangan kerja di sektor KP 15.000 16.594 110,63 SS7 Terselenggaranya program pendidikan vokasi di bidang KP dengan pendekatan teaching factory 11 Jumlah peserta didik vokasi bidang KP dengan

pendekatan teaching factory

6.108 6.533 106,96

12 Rasio peserta didik yang terserap di dunia usaha dan dunia industri dibanding total lulusan pendidikan 95% 95,74% 100,78 SS8 Terselenggaranya Pendidikan Aparatur sesuai kompetensi yang dibutuhkan 13 Rasio jumlah SDM KKP yang melakukan peningkatan jenjang pendidikan formal terhadap jumlah kebutuhan yang akan ditingkatkan 75% 100% 133,33 14 Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang meningkat kompetensinya (Orang) 300 338 102,42 SS9 Terselenggaranya monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan KP serta alumni satuan pendidikan KP

15 Rasio peserta didik yang tidak terserap di dunia usaha dan dunia industri dibanding total lulusan pendidikan

(24)

16 SS10 Tersedianya SDM KKP yang kompeten dan profesional 16 Indeks Kesenjangan Kompetensi Eselon III dan IV 50% 30% 166,67 SS11 Tersedianya informasi yang valid, handal dan mudah diakses 17 Service Level Agreement di Pusat Pendidikan KP 75% 93% 124 18 Jumlah rekomendasi APIEP yang ditindaklanjuti dibanding total rekomendasi yang diberikan di Pusdik KP 100% 100% 100 SS12 Terwujudnya good governance & clean government 19 Tingkat kualitas akuntabilitas Pusdik KP 75.01 79,14 105,52 20 Indeks Kepuasan Masyarakat Pusdik KP 6,75 7,68 113,78 21 Nilai Inisiatif anti

korupsi Pusdik KP 7,75 9,44 121,81 22 Nilai Penerapan RB di Pusdik KP 80 80,3 100,37 23 Persentase Perencanaan program dan anggaran yang berbasis kinerja di Pusdik KP 80% 100% 125 SS13 Terkelolanya anggaran secara optimal 24 Persentase penyerapan DIPA Pusdik KP 95% 95,31% 100,37

Pencapaian kinerja bidang pendidikan tahun 2014 dapat dijelaskan sebagai berikut :

Capaian Indikator Kinerja Stakeholder Perspective

1) Indikator Kinerja Utama 1

Nilai Tukar Nelayan

NTN adalah salah satu alat ukur kesejahteraan nelayan yang diperoleh dari perbandingan besarnya harga yang diterima oleh nelayan dengan harga yang dibayarkan oleh nelayan.Bisa dikatakan salah satu faktor yang menentukan tingkat penerimaan nelayan adalah jumlah tangkapan ikan oleh nelayan.Pada triwulan III tahun 2014, terdapat perubahan target NTN dari triwulan sebelumnya yakni semula 112 menjadi 104.

(25)

17 Penurunan target ini disebabkan oleh adanya penghematan anggaran yang berdampak pada pengurangan upaya – upaya (kegiatan) untuk mencapai target NTN yang semula. Tabel berikut ini adalah capaian NTN selama tahun 2014.

Tabel. 3.2. Realisasi NTN tahun 2014

Indikator Target Realisasi %

NTN 104,00 104,63 100,61

Mulai November 2013 dilakukan perubahan tahun dasar dalam penghitungan NTN dari tahun dasar 2007 menjadi tahun dasar 2012. Perubahan tahun dasar ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan/pergesaran pola produksi perikanan dan pola produksi konsumsi rumah tangga perikanan di pedesaan, serta perluasan cakupan. Perbedaan antara NTN tahun dasar 2007 dengan NTN tahun 2012 adalah meningkatnya cakupan jumlah komoditas baik pada komoditas It maupun Ib. Penghitungan NTN tahun dasar 2012 juga mengalami perluasan pada NTP sub sektor perikanan menjadi NTN dan NTPis agar perhitungan indeks dapat dijaga ketepatannya. Selain itu terdapat penambahan lokasi penghitungan menjadi 33 provinsi dimana Provinsi DKI Jakarta masuk didalamnya.

Tabel 3.3 Perbandingan Data NTN Tahun 2014 terhadap Realisasi Tahun 2013 Indikator Realisasi Naik (%) 201 3 201 4 NTN 103,31 104,63 1,28

Rata – rata Nasional Indeks Harga yang diterima

Nelayan (lt)

138 ,38

116

,9 -15,52

Rata – rata Nasional Indeks Harga yang dibayar Nelayan (lb)

133 ,82

111

,74 -16,50

Berdasarkan data pada Tabel tersebut, terlihat bahwa secara nasional capaian NTN tahun 2014 melebihi capaian tahun 2013, namun apabila dilihat dari indeks harga yang diterima dan yang dibayarkan oleh

(26)

18 nelayan maka terjadi penurunan di tahun 2014. Namun demikian penurunan kedua indeks tersebut secara bersamaan dengan besaran yang hampir sama sehingga NTN Nasional tahun 2014 tetap melebihi angka 100 yang merupakan batas kesejahteraan.

Tabel 3.4. Perkembangan NTN dari tahun 2010-2014

IKU REALISASI Kenaikan

rata-rata/tahun (%)

NTN 2010 2011 2012 2013 2014

105,5 106,24 105,37 103,31 104,63

NTN Tahun 2014 juga melebihi capaian Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang hanya sebesar 99,25 pada akhir tahun 2014. Hal ini disebabkan harga yang diterima oleh pembudidaya ikan lebih kecil dibandingkan yang diterima nelayan. Realisasi NTN per bulan dari Januari sampai Desember 2014 seperti pada tabel berikut.

(27)

19 Tabel 3.5. Realisasi NTN per bulan 2014

Berdasarkan data pada Tabel 5 dan Grafik 1 terlihat bahwa capaian angka NTN selama tahun 2014 mengalami fluktuasi yang sangat dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima nelayan (lt) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (lb), dimana fluktuasi kedua indeks ini akan menyebabkan fluktuasi angka NTN.

Selama periode Januari – Juni 2014 capaian NTN cenderung stabil di atas 103, dan mulai mengalami peningkatan yang pada bulan Juli yang mencapai 106,02 atau meningkat sebesar 1,61% dari sebelumnya.

Bulan Komponen Indeks Harga yang Diterima Nelayan Indeks Harga yang Dibayarkan Nelayan NTN Nasional Januari 113,02 109,01 103,69 Februari 113,70 109,35 103,98 Maret 113,26 109,55 103,38 April 113,65 109,77 103,53 Mei 114,32 110,05 103,89 Juni 115,39 110,59 104,34 Juli 118.07 111.37 106.02 Agustus 118.96 111.77 106.44 September 119.22 112.07 106.38 Oktober 119.94 112.45 106.66 November 120.12 115.22 104.26 Desember 123,18 119,63 102,97 Rata - rata 116.90 111.74 104.63

Sumber : Laporan Sosial ekonomi BPS Janu – Des 2014 diolah Dit. PUPI 113.02 113.7 113.26 113.65 114.32 115.39 118.07 118.96 119.22 119.94 120.12 123.18 109.01 109.35 109.55 109.77 110.05 110.59 111.37 111.77 112.07 112.45 115.22 119.63 103.69 103.98 103.38 103.53 103.89 104.34 106.02 106.44 106.38 106.66 104.26 102.97 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Indeks Harga yang Diterima Nelayan Indeks Harga yang Dibayar Nelayan NTN Nasional

(28)

20 Fluktuasi NTN selama tahun 2014 dipengaruhi dengan adanya:

-Naiknya harga ikan di pasaran yang bertepatan dengan bulan puasa

dimana terdapat permintaan akan ikan yang cukup tinggi sehingga yang diterima oleh nelayan juga relatif mengalami kenaikan yang signifikan. Pada bulan Juli, komponen pengeluaran (makanan jadi, perumahan, kesehatan, transportasi dan komunikasi serta inflasi umum) juga mengalami peningkatan dikarenakan perayaan Hari Raya Idul Fitri, namun besarnya peningkatan komponen pengeluaran tersebut masih jauh dibawah peningkatan harga yang diterima nelayan. Komponen indeks yang diterima nelayan juga dipengaruhi oleh musim penangkapan yang rata-rata cukup baik di seluruh Indonesia pada periode tersebut.

-Periode bulan Juli – Oktober 2014, kencenderungan capaian NTN terus

meningkat pada kisaran 106 namun pada bulan November NTN mengalami penurunan yang drastis menjadi 104,26 atau sebesar 2,25% yang disebabkan oleh kenaikan komponen pengeluaran sebesar 2,46% sedangkan harga yang diterima nelayan hanya naik sebesar 0,15%. Kenaikan komponen pengeluaran disebabkan oleh kenaikan harga BBM bersubsidi dan terbatasnya kuota BBM untuk nelayan. Penurunan angka NTN juga terjadi pada bulan Desember 2014 yang

Gambar 3.2. Plotting Capaian NTN Tahun 2014 per Provinsi terhadap Angka Batas Kesejahteraan (100)

98.25 100.00 101.07 97.60 97.41 101.03 96.76 103.85 101.14 101.67 100.49 103.88 100.47 102.45 104.68 104.56 104.69 99.69 100.35 96.75 101.58 100.63 99.84 99.86 102.43 105.44 101.62 101.06 102.53 100.93 103.14 100.60 97.67 96.00 100.00 104.00 108.00

(29)

21 disebabkan oleh kondisi yang sama pada bulan November. Secara rata- rata, kenaikan indeks harga yang dibayarkan nelayan yakni 0,85% melebihi kenaikan indeks harga yang diterima nelayan sebesar 0,79%, yang berdampak pada rata – rata kenaikan NTN tidak cukup besar. Berdasarkan standar kesejahteraan nelayan adalah di atas 100, maka terdapat 24 provinsi yang capaian NTN nya di atas 100 dan sebanyak 9 provinsi yang capaian NTN nya pada kisaran 96,6 – 99,9 yakni Provinsi Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Papua sebagaimana pada Gambar 2.

2) Indikator Kinerja Utama 2

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan

Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) merupakan rasio antara indeks harga yang diterima oleh pembudidaya ikan (It) terhadap indeks harga yang dibayar oleh pembudidaya ikan (Ib). NTPi merupakan indikator tingkat kemampuan/daya beli pembudidaya ikan, sehingga dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan secara relatif dan merupakan ukuran kemampuan / daya keluarga pembudidaya ikan untuk memenuhi kebutuhan subsistennya. NTPi ini digunakan untuk mempertimbangkan seluruh penerimaan (revenue) dan seluruh pengeluaran (expenditure) keluarga pembudidaya ikan dan keperluan produksi ikan. Semakin tinggi NTPi,

maka akan semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya

beli/kesejahteraan pembudidaya. Tabel 3.6 NTPi Tahun 2014

Indikator Target Realisasi %

NTPi 102 101,36 99,37

Rata-rata NTPi dari Januari – Desember 2014 sebesar 101,36 bila dibandingkan dengan tahun 2013 NTPi menurun sebanyak 3,34 dan masih 99,37% dibandingkan dengan target 102 tahun 2014. Hal serupa juga terjadi pada NTPi pada tahun 2010-2014 yang mengalami penurunan dari tahun 2010 sebesar 105,55 menjadi 101,36 pada tahun 2014 (tabel

(30)

22 4). Hal ini dikarenakan pada tahun 2010 hingga Oktober 2013 penghitungan NTPi masih bergabung dengan NTN yang dihitung dengan tahun dasar 2007. Namun sejak Oktober 2013, NTPi dihitung dengan menggunakan perhitungan tahun dasar 2012 dengan menyesuaikan perubahan pola produksi dan perubahan pola konsumsi rumah tangga. Pada penghitungan dengan tahun dasar 2012 cakupan jumlah komoditas dan lokasi perhitungan juga mengalami penambahan menjadi 33 provinsi. Dengan asumsi volume produksi sama, maka nilai NTPi >100 menunjukkan kesejahteraan nelayan/pembudidaya meningkat.

Tabel 3.7 Capaian IKU 1 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Tahun 2010-2014 IKU 2010 2011 2012 2013 a) 2014 Keterangan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Non Kumulatif, dihitung bulanan. Capaian sampai dengan triwulan III adalah 101,69(merupakan nilai rata-rata dari bulan Januari-September 2014) atau 99,70%. Data 101,36 merupakan data rata-rata dari bulan Januari – Desember 2014. - Target b) b) b) 104 102 c) Terdapat perubahan target pada bulan Oktober dari semula 105 menjadi 102 karena adanya penghematan anggaran dan adanya perubahan cara penghitungan tahun dasar. - Realisasi 105,55 106,26 105,37 104,70 101,36 d) - Persentase 100,67 99,37 Ket:

a) angka sementara, NTPi Januari- Oktober dihitung berdasarkan tahun dasar 2007, sedangkan NTPi November – Desember 2013 dihitung berdasarkan tahun dasar 2012.

b) belum ditentukan targetnya

c) target mengalami perubahan berdasarkan Penetapan Kinerja Tahun 2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 580/MEN-KP/X/2014 dikarenakan adanya penghematan anggaran serta perubahan penghitungan tahun dasar NTPi.

(31)

23 Tabel 3.8 Nilai Tukar Pembudidaya Ikan Tahun 2014

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli AgustusSeptemberOktober NovemberDesemberJan s/d Des Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) 101.64 101.69 101.52 101.78 101.92 101.38 101.89 101.79 101.61 101.41 100.46 99.25 101.36 Indeks Harga yang Diterima

Pembudidaya Ikan (It) 110.85 111.38 111.54 111.92 112.26 112.3 113.63 113.92 114 114.23 114.35 115.34 112.98

Budidaya Air Tawar 109.6 110.19 110.41 110.9 111.41 111.46 113.05 113.19 113.07 113.22 113.48 114.46 112.04 Budidaya Laut 109.07 109.36 109.37 109.36 109.32 109.43 109.93 109.98 110.15 110.44 110.46 111.66 109.88 Budidaya Air Payau 110.11 110.45 110.39 110.54 110.52 110.76 111.39 111.75 112.41 113.01 113.01 114.24 111.55

Indeks Harga yang Dibayar

Pembudidaya Ikan (Ib) 109.07 109.53 109.87 109.97 110.15 110.77 111.52 111.92 112.2 112.65 113.83 116.2 111.47

Indeks Konsumsi Rumah Tangga 111.37 111.93 112.23 112.18 112.4 113.25 114.3 114.81 115.14 115.71 117.26 120.37 114.25 Indeks BPPBM 105.11 105.4 105.77 106.1 106.23 106.46 106.68 106.87 107.1 107.33 107.93 109.08 106.67

Komponen NTPI 2014

*keterangan : Sumber data dari BPS

NTPi selama Januari hingga Desember 2014, fluktuatif sebagaimana pada gambar dibawah. Secara keseluruhan indeks harga yang diterima oleh pembudidaya mengalami peningkatan setiap bulannya, namun demikian kenaikannya lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang harus dibayarkan oleh pembudidaya. Hal ini kemungkinan dikarenakan inflasi harga-harga kebutuhan bahan pokok sebagai akibat dari adanya kenaikan harga BBM pada bulan November 2014 serta dampak dari melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika, yang menyebabkan harga bahan baku pakan ikan ikut melonjak dan berakibat pada semakin tingginya biaya produksi.

Selanjutnya, NTPi untuk periode 2015-2019 masih menjadi tolok ukur dalam penilaian kinerja pembangunan perikanan budidaya, dengan target ditahun 2015 sebesar 102, yang berarti bahwa masih diperlukan kerja keras dalam pencapaian IKU ini mengingat capaian sementara tahun 2014 masih sebesar 99,37% dari target 2015.

(32)

24 Jan Feb Mar Aprl Mei Juni Juli Agts Sept Okt Nov Des

NTPi 101.6 101.6 101.5 101.7 101.9 101.3 101.8 101.7 101.6 101.4 100.4 99.25 97.5 98 98.5 99 99.5 100 100.5 101 101.5 102 102.5 N T Pi

Gambar 3.3. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) Tahun 2014

Secara umum, beberapa kendala dalam pencapaian NTPi diantaranya adalah biaya produksi perikanan budidaya, terutama untuk pakan masih cukup tinggi yaitu mencapai 60-70% dari biaya produksi selain itu naiknya harga kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga BBM memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pencapaian NTPi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk peningkatan upaya penyediaan pakan murah dan terjangkau serta berkualitas sesuai dengan jenis komoditas yang dikembangkan melalui perekayasaan teknologi.

3) Indikator Kinerja Utama 3

Rata-rata Pendapatan Pengolah dan Pemasar (KK/Bulan)

Pendapatan dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat secara relatif dan merupakan ukuran kemampuan keluarga pengolah dan pemasar hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kontek Pendapatan pengolah dan pemasar dihitung dari rata-rata pendapatan penerima program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP-P2HP) sebagai dampak dari sasaran program penerima bantuan PUMP-P2HP, ditargetkan di tahun 2014 sebesar Rp. 2 juta/bulan/KK. Capaian PUMP-P2HP merupakan kegiatan pemberdayaan dimana salah satunya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pengolah dan pemasar hasil perikanan dalam wadah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar). Pada tahun 2014, fasilitas bantuan tersebut berupa penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diberikan kepada

(33)

25 1.000 Poklahsar yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia senilai Rp

30 miliar.

Tabel 3.9 Realisasi Pendapatan Pengolah dan Pemasar

Indikator Target Realisasi %

Rata-rata Pendapatan Pengolah dan

Pemasar (KK/Bulan), (Rp Juta) 2,0 2,56 120

Capaian rata-rata pendapatan pengolah dan pemasar dihitung dari pendapatan penerima program Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP-P2HP) tahun sebelumnya sebagai dampak dari sasaran program penerima bantuan PUMP. Dari sampel kelompok pada 100 kab/kota di 29 provinsi penerima PUMP P2HP tahun sebelumnya, diperoleh hasil hitungan rata-rata pendapatan pengolah dan pemasar (KK/Bulan) sebesar Rp 2.560.170,-, atau setara dengan pencapaian 120% dari target. Rata-rata pendapatan pengolah dan pemasar ini relatif meningkat 1,07% apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 2.297.705,-

Tabel 3.10. Pencapaian IKU-1 Ditjen P2HP, 2013-2014

Indikator Kinerja Utama Tahun Pertumbuhan (%) 2013 2014 Rata-rata Pendapatan Pengolah dan Pemasar (KK/Bulan) (Rp Juta) 2,30 2,56 11,42

Di tahun ini dari sampel kelompok pada 100 kab/kota di 29 provinsi penerima PUMP P2HP tahun sebelumnya, diperoleh hasil hitungan rata-rata pendapatan pengolah dan pemasar (KK/Bulan) sebesar Rp 2.560.170,-, atau setara dengan pencapaian 120% dari target sebesar Rp2,0 juta. Jika dibandingkan dengan tahun 2013 rata-rata pendapatan pengolah dan pemasar sebesar Rp2,3 juta meningkat sebesar 11,42%. Sebagai contoh keberhasilan dari program PUMP-P2HP dalam bentuk bantuan langsung masyarakat yang dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan kelompok untuk pengembangan usahanya, dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan pengolah dan pemasar di atas upah

(34)

26 rata minimum DKI Jakarta tahun 2014 sebesar Rp 2.441.301,- per KK/bulan.

4) Indikator Kinerja Utama 4

Rata-rata pendapatan usaha masyarakat Kelautan per orang/bulan (KK/Bulan)

Target pendapatan petani garam di tahun 2014 adalah sebesar Rp 2.000.000, realisasi hingga bulan Desember 2014 adalah Rp. 2.900.000,- jadi pencapaiannya adalah 145%. Apabila dibandingkan dengan nilai estimasi pendapatan rata-rata per KK/bulan untuk kelompok PUGAR 2013 sebesar Rp. 2.819.466 pendapatan Tahun 2014 yakni Rp2.900.000 atau mengalami kenaikan sebesar 2,86%.Peningkatan ini dikarenakan oleh kenaikan harga di tahun 2014 lebih baik dari 2013 yaitu rata-rata sebesar Rp 900/kg dibandingkan dengan tahun 2013 rata-rata sebesar Rp500/kg. Namun demikian jika dibandingkan laju kenaikan pendapatan petambak garam KK/bulan tersebut tidak setinggi laju kenaikan harga rata-rata/kg yang prosentasinya mencapai 80%.

Tabel 3.11. Realisasi Rata-rata pendapatan petambak garam per KK/bulan (rupiah) tahun 2014

Indikator Target Realisasi (%)

Rata-rata pendapatan petambak garam per KK/bulan (juta rupiah)

2,00 2,90 145

Keberhasilan pencapaian kinerja ditunjang dengan adanya:

- Harga garam yang masih naik turun di pasaran sangat mempengaruhi

pendapatan petani garam, masalah yang utama adalah belum adanya penetapan harga garam di pasar oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah kewenangan Kementrian Perdagangan.

- Disamping itu pengenalan kepada petani garam pada teknologi

produksi garam seperti teknologi ulir filter, geomembran, dan proses

pasca produksi seperti pengolahan pemutihan dan penghalusan garam, mendorong petani untuk menghasilkan garam dengan kualitas yang lebih baik, sehingga dapat menaikkan harga jual garam.

(35)

27 Rata-rata Pendapatan Petambak Garam per-Kepala Keluarga/bulan dihitung dari jumlah pendapatan petambak garam penerima PUGAR atau biasa disebut KUGAR per-Kepala Keluarga selama musim panen dibagi lama bulan produksi. Dari laporan 42 Kabupaten/Kota penerima PUGAR di tahun 2013, diketahui bahwa lama masa produksi rata – rata secara nasional sekitar 5 bulan, termasuk masa persiapan, masa evaporasi dan pemanenan, dan pemulihan lahan. Daerah–daerah tertentu yang menggunakan sistem perebusan memiliki masa produksi yang lebih variatif dan lama, misalnya Aceh Utara yang mulai memproses sejak pertengahan Januari–Desember 2013.

Tabel 3.12. Rata-rata pendapatan petambak garam per KK/bulan (rupiah) dan Jumlah produksi garam rakyat (jt ton) Tahun 2014

Harga garam bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, dan setelah pengolahan data (lihat tabel pengolahan) diketahui bahwa per hektar lahan mampu menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp. 2.900.000,- Petambak PUGAR mengolah/mendayagunakan lahan antara 0,5 s/d 1 Ha. Dengan luasan lahan 27.897,59 Ha dan jumlah total petambak sebanyak 58.007. Namun pada kenyataannya di lapangan,

NO Kab/Kota Produksi (ton) Pendapatan Rata2 NO Kab/Kota Produksi (ton) Pendapatan Rata2

1 Aceh Utara 2.970,00 36.151.685 22 Kota Pasuruan 10.760,00 48.909.091

2 Aceh Timur 661,17 8.699.605 23 Bangkalan 8.641,62 18.407.038

3 Aceh Besar 442,48 6.755.420 24 Karangasem 1.430,51 13.754.904

4 Pidie 4.020,25 45.334.734 25 Buleleng 6.243,60 22.086.735

5 Cirebon 314.480,00 19.911.359 26 Bima 156.339,00 12.756.119

6 Indramayu 311.187,40 40.731.335 27 Sumbawa 4.559,00 15.596.579

7 Karawang 3.735,78 6.886.230 28 Kota Bima 3.016,40 3.188.477

8 Brebes 25.461,30 13.295.718 29 Lombok Timur 22.881,10 18.959.683

9 Jepara 72.871,70 42.445.887 30 Lombok Barat 9.313,23 26.806.172

10 Demak 105.587,00 34.696.251 31 Lombok Tengah 2.101,44 8.898.955

11 Rembang 141.943,13 15.677.804 32 Nagekeo 1.865,73 2.166.654

12 Pati 287.997,00 21.235.585 33 Ende 720,40 2.163.363

13 Tuban 24.952,38 31.505.530 34 TTU 260,45 636.575

14 Lamongan 32.810,00 38.927.119 35 Kupang 3.146,45 9.146.657

15 Pasuruan 16.086,95 25.477.070 36 Alor 261,10 4.607.647

16 Gresik 8.664,75 37.964.111 37 Sumba Timur 622,38 669.780

17 Probolinggo 25.148,82 22.788.197 38 Manggarai 329,20 1.288.174

18 Kota Surabaya 156.220,76 71.095.613 39 Kota Palu 1.123,58 7.022.375 19 Pamekasan 89.282,50 12.166.842 40 Jeneponto 24.547,95 3.286.205

20 Sampang 256.540,10 24.436.445 41 Pangkep 54.893,99 27.041.374

21 Sumenep 292.051,54 12.418.384 42 Takalar 15.957,05 30.107.642

43 Selayar 762,00 8.021.053

(36)

28 tengkulak tidak menggunakan standar harga sesuai kualitas namun disamaratakan.

5) Indikator Kinerja Utama 5

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan

Ekonomi Indonesia tahun 2014 tumbuh sebesar 5,02 persen melambat bila dibandingkan tahun 2013 sebesar 5,58 persen, kemudian ekonomi Indonesia triwulan IV-2014 bila dibandingkan triwulan IV-2013 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,61 persen.

Kemudian sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan, adalah meningkatnya nilai PDB. Secara PDB nasional atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 2.607 triliun pada triwulan IV-2014 atau mengalami penurunan sebesar 0,59 persen dibandingkan triwulan III-2014. Sejalan dengan PDB nasional atas dasar harga berlaku, PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan IV-2014 juga mengalami penurunan sebesar 1,41 persen dibandingkan triwulan sebelumnya atau sebesar Rp. 734,6 triliun. Untuk pertumbuhan PDB Perikanan dari tahun ke tahun selalu meningkat, hal tersebut menggambarkan bahwa kemampuan sumberdaya perikanan sebagai andalan dalam perekonomian nasional.

a. Nilai PDB Perikanan atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2013-2014

PDB perikanan diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa perikanan yang diproduksi dalam jangka waktu tertentu (per tahun). Adapun angka persentase pertumbuhan PDB Perikanan diperoleh dengan membandingkan nilai PDB Perikanan (berdasarkan harga konstan) tahun 2014 dengan tahun 2013.

Pertumbuhan PDB perikanan tahun 2014 ditargetkan mencapai 6,97% berdasarkan data dari BPS, pertumbuhan PDB perikanan berdasarkan harga konstan tahun 2000 dalam kurun waktu setahun terakhir tercapai 7%, seperti pada tabel berikut.

(37)

29 Tabel 3.13 Target dan Realisasi IKU Pertumbuhan PDB Perikanan Tahun 2014

Nama IKU Target 2014 Realisasi 2014 Capaian % Pertumbuhan

PDB Perikanan 7,00 6,97 99,57

PDB subsektor perikanan atas dasar harga berlaku pada triwulan IV-2014 mencapai Rp. 93,02 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 6,79 persen dibandingkan triwulan III-2014. Untuk PDB subsektor perikanan atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan IV-2014 mencapai Rp. 17,42 triliun rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 4,58 persen dibandingkan triwulan 2014. Kemudian apabila dibandingkan dengan triwulan III-2013 yang berarti menunjukkan laju pertumbuhan sektor perikanan dalam setahun maka pertumbuhan sektor perikanan Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,11 persen.

Tabel 3.14 Pertumbuhan PDB Tahun 2014

Trw III-2014 Trw IV-2014 Trw III-2014 Trw IV-2014

PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 400,02 317,81 97,65 74,05 a. Tanaman Bahan Makanan 188,32 117,86 46,33 27,89 b. Tanaman Perkebunan 61,52 41,34 18,46 12,23 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 47,27 49,60 11,68 12,00 d. Kehutanan 15,80 15,99 4,53 4,51 e. Perikanan 87,11 93,02 16,66 17,42

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 2.622,61 2.607,18 745,15 734,68 PDB TANPA MIGAS 2.443,58 2.447,45 712,04 703,10

Harga Berlaku Harga Konstan

LAPANGAN USAHA

b. Pertumbuhan PDB Perikanan

Selama tahun 2013 – 2014, pertumbuhan PDB Perikanan berada di atas pertumbuhan PDB Nasional dan sektor kelompok pertanian, seperti pada grafik di abawah. PDB Nasional memiliki kecenderungan mengalami penurunan sedangkan PDB Perikanan Pertumbuhan sektor perikanan pada triwulan IV-2014 tumbuh sebesar 8,11 persen dibandingkan triwulan III-2014 sebesar 6,51 persen. Pertumbuhan ini lebih besar daripada pertumbuhan sektor kelompok pertanian triwulan IV-2014 sebesar 2,58

(38)

30 persen dan pertumbuhan nasional triwulan IV-2014 sebesar 5,03 persen.

Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli (purchasing

power) dari para pelaku sektor kelautan dan perikanan dibandingkan sektor kelompok pertanian dan nasional.

Gambar 3.4 Laju Pertumbuhan PDB Kelompok Pertanian Tahun 2013-2014

Tabel 3.15 Laju pertumbuhan PDB Tahun 2013-2014

Trw IV-2013 Trw III-2014 Trw IV-2014 PERTANIAN, PETERNAKAN,

KEHUTANAN DAN PERIKANAN 3,67 4,22 2,58

a. Tanaman Bahan Makanan 0,61 4,09 -0,23

b. Tanaman Perkebunan 5,42 2,86 2,54

c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 5,90 5,64 3,79

d. Kehutanan -1,77 -0,39 -2,56

e. Perikanan 8,16 6,51 8,11

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) 5,65 5,00 5,03

LAPANGAN USAHA Laju Pertumbuhan

Pertumbuhan PDB selama tahun 2013 ke 2014:

- Triwulan IV-2014 kinerja sektor perikanan mengalami pertumbuhan

sebesar 8,11 persen hampir mendekati kinerja triwulan yang sama tahun yang lalu sebesar 8,15 persen.Pertumbuhan PDB Perikanan tahun 2014 tidak melebihi pertumbuhan pada tahun 2013, yang dapat disebabkan oleh beberapa komponen seperti tingkat konsumsi masyarakat, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor dan impor.

- Pertumbuhan sektor perikanan ini disebabkan oleh peningkatan

(39)

31 Produksi perikanan tangkap tahun 2014 (angka sementara) meningkat sebesar 1,28 persen atau sebesar 5,78 juta ton sedangkan produksi perikanan budidaya tahun 2014 (angka sementara triwulan III) mencapai 9,53 juta ton. Komoditas perikanan tangkap seperti tuna mengalami peningkatan sebesar 1,68 persen (310 ribu ton) dibandingkan tahun 2013, cakalang meningkat sebesar 0,75 persen (484 ribu ton), tongkol meningkat sebesar 0,69 persen (454 ribu ton), dan udang meningkat sebesar 1,62 persen (255 ribu ton). Komoditas perikanan budidaya seperti ikan mas hingga semester 3 tahun 2014 mencapai 300 ribu ton, bandeng mencapai 425 ribu ton dan rumput laut mencapai 6,7 juta ton.

- Selain dipengaruhui oleh produksi perikanan tangkap dan perikanan

budidaya yang mengalami peningkatan, faktor lain yang mempengaruhi adalah harga ikan. Selama tahun 2014 harga ikan di pasar produsen pergerakannya cukup stabil. Harga rata-rata ikan cakalang dan tongkol di pasar produsen masing-masing sebesar Rp. 18.888,51 dan Rp. 16.866,89, sedangkan harga ikan bandeng sebesar Rp. 18,699,- .

- Kontribusi subsektor perikanan terhadap PDB atas dasar harga berlaku

pada triwulan IV-2014 mengalami kenaikan bila dibandingkan triwulan III-2014 sebesar 7,42 persen yaitu dari kontribusi sebesar 3,32 persen menjadi sebesar 3,57 persen dan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 7,31 persen yaitu dari kontribusi sebesar 3,32 persen menjadi sebesar 3,57 persen.

- Selain itu menunjukkan bahwa sektor perikanan mengalami

pertumbuhan dibandingkan sektor-sektor yang lain, baik dalam sektor kelompok pertanian maupun secara nasional.

c. Pertumbuhan PDB selama tahun 2010 ke 2014:

Apabila ditelaah selama kurun waktu 2010-2014, maka pertumbuhan PDB perikanan meningkat rata-rata sebesar 1,64% per tahun. Dalam empat tahun terakhir PDB perikanan tumbuh di atas rata-rata nasional dan

(40)

32 sektor pertanian secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa perikanan memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan pada PDB kelompok pertanian secara umum, maupun pada PDB nasional.

Tabel 3.16 Pertumbuhan PDB Tahun 2010-2014

Indikator Kinerja Utama Tahun 2010 2011 2012 2013 2014* Pertumbuhan PDB Perikanan (%) 6,04 6,96 6,49 6,86 6,97 Keterangan:*) s/d Triwulan IV, angka sangat sementara.

Gambar 3.5 Laju Pertumbuhan PDB Nasional Atas Dasar Harga Konstan 2000 dan PDB Perikanan Atas Harga Konstan Tahun 2009 – 2014

(41)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

PUSAT PENDIDIKAN KP 2014

33

Tabel 3.17. PDB Perikanan, 2010-2014 (Rp Miliar)

I II III Kelompok Pertanian / Agriculture Group 985.470,50 1.091.447,10 1.193.452,90 1.311.037,30 361.004,70 368.745,50 398.427,20

a. Tanaman Bahan Makanan / Food Crops 482.377,10 529.967,80 574.916,30 621.832,70 190.716,90 171.326,90 187.493,70 b. Tanaman Perkebunan / Estate Crops 136.048,50 153.709,30 162.542,60 175.248,40 36.080,30 55.068,80 61.855,10 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya / Livestock & Its product 119.371,70 129.297,70 145.720,00 165.162,90 43.263,80 44.214,80 47.116,70 d. K e h u t a n a n / Forestry 48.289,80 51.781,30 54.906,50 56.994,20 13.207,80 15.872,60 15.082,80

e. P e r i k a n a n / Fisheries 199.383,40 226.691,00 255.367,50 291.799,10 77.735,90 82.262,40 86.878,90

6.446.851,90

7.419.187,10 8.229.439,40 9.083.972,20 2.404.227,90 2.483.840,50 2.619.869,70 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 5.941.951,90 6.795.885,60 7.588.322,50 8.416.039,50 2.220.590,70 2.304.397,10 2.438.808,80

Persentase PDB Perikanan / Fisheries GDP Sharring

Persentase terhadap kelompok pertanian / To Agriculture group 20,23 20,77 21,40 22,26 21,53 22,31 21,81 Persentase terhadap PDB / To GDP 3,09 3,06 3,10 3,21 3,23 3,31 3,32

3,36

3,34 3,37 3,47 3,50 3,57 3,56

Kelompok Pertanian / Agriculture Group 304.777,10 315.036,80 328.279,70 339.890,20 88.583,40 91.057,90 97.193,40

a. Tanaman Bahan Makanan / Food Crops 151.500,70 154.153,90 158.910,10 161.969,50 47.403,20 42.705,70 46.061,20 b. Tanaman Perkebunan / Estate Crops 47.150,60 49.260,40 52.325,40 54.903,00 10.686,50 16.209,50 18.535,30 c. Peternakan dan Hasil-hasilnya / Livestock & Its product 38.214,40 40.040,30 41.918,60 43.914,00 11.064,10 11.265,80 11.637,90 d. K e h u t a n a n / Forestry 17.249,60 17.395,50 17.423,00 17.442,50 3.843,80 4.595,70 4.326,20

e. P e r i k a n a n / Fisheries 50.661,80 54.186,70 57.702,60 61.661,20 15.585,80 16.281,20 16.632,80

2.314.458,80

2.464.566,10 2.618.938,40 2.770.345,10 706.533,00 724.133,30 745.576,60 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 2.171.113,50 2.322.653,10 2.481.796,70 2.636.976,00 673.807,20 691.606,70 712.620,90

Pertumbuhan PDB Year on Year (Y on Y)

Perikanan/ Fisheries 6,04 6,96 6,49 6,86 6,89 6,25 6,34

Kelompok Pertanian / Agriculture Group 3,01 3,37 4,20 3,54 3,16 3,43 3,74 6,22

6,49 6,26 5,78 5,20 5,12 5,01 PDB TANPA MIGAS / GDP Without Oil & Gas 6,60 6,98 6,85 6,25 5,56 5,49 5,32

2013**) B e rd a sa r h a rg a b e rl a ku A t cu rr e n t p ri ce s

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)

Persentase terhadap PDB tanpa Migas / To GDP Without Oil & Gas

B e rd a sa r h a rg a k o n sta n t h n 2 0 0 0 A t 2 0 0 0 C o n sta n t P ri ce s

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) / Gross Domestic Product (GDP)

LAPANGAN USAHA Tahun

INDUSTRIAL ORIGIN 2010 2011 2012*) 2014***)

Sumber: Badan Pusat Statistik Keterangan:

*) Angka sementara **) Angka sangat sementara ***) Angka sangat sangat sementara

d. Nilai PDB Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku dan PDB Perikanan Atas

Dasar Harga Konstan Tahun 2000 Tahun 2014

Perkembangan nilai PDB triwulanan atas dasar harga berlaku dan PDB triwulanan atas harga konstan 2000 menunjukkan adanya faktor musiman. Selama triwulan I sampai dengan III terjadi peningkatan nilai PDB dari triwulan ke triwulan dan pada triwulan IV terjadi penurunan dibanding triwulan sebelumnya (triwulan III). Pola ini berulang dari tahun ke tahun sepanjang tahun 2010-2014.

(42)

34 Gambar 3.6 Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2010 – 2014

Grafik 4 menunjukkan PDB Nasional atas harga berlaku tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun 2013, atau mencapai Rp. 10.094 trilliun setelah tahun sebelumnya sebesar Rp. 9.087 trilliun.

Gambar 3.7. Perkembangan Nilai PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 - 2014

Grafik 5 menunjukkan bahwa baik PDB Nasional atas harga berlaku maupun PDB Nasional atas harga konstan 2000 tahun 2014 menunjukkan adanya faktor musiman. Triwulan I, triwulan II dan triwulan III menunjukkan pertumbuhan sedangkan triwulan IV menunjukkan penurunan. Penurunan pada setiap triwulan IV rata-rata sebesar -2,2 persen dari tahun 2000 hingga 2014. Penurunan ini disebabkan adanya faktor musimam pada sektor sektor kelompok pertanian terutama subsektor tanaman bahan makan dan tanaman perkebunan bahkan

Gambar

Gambar 1.1. Struktur Organisasi Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan
Tabel 3.3 Perbandingan Data NTN Tahun 2014 terhadap Realisasi Tahun  2013  Indikator  Realisasi   Naik (%) 201 3  2014  NTN  103 ,31  104 ,63  1,28  Rata – rata  Nasional Indeks
Gambar  3.2.  Plotting  Capaian  NTN  Tahun  2014  per  Provinsi    terhadap  Angka Batas Kesejahteraan  (100)
Tabel  3.7  Capaian  IKU  1  Nilai  Tukar  Pembudidaya  Ikan  (NTPi)    Tahun  2010-2014  IKU  2010  2011  2012  2013 a)  2014  Keterangan  Nilai  Tukar  Pembudidaya  Ikan (NTPi)   Non  Kumulatif, dihitung bulanan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Inspektorat Kabupaten Blora, terakhir kali dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Organisasi dan Tata kerja Lembaga Teknis Daerah

satu sasaran strategis dalam IKU dengan capaian target berupa meningkatnya Jumlah Peserta KB Aktif merupakan hasil tugas pokok fungsi BKKBN Prov Kaltim, tahun

Capaian kinerja Kecamatan Gayamsari dengan pemanfaatan dan perpaduan indikator yang ada dan dengan segala keterbatasan dan kekurangan dari masing – masing

“TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN YANG BERSIH, BERWIBAWA DAN EFISIEN MELALUI PENGAWASAN YANG PROFESIONAL” Dalam rangka mewujudkan visi dan misi tersebut dalam tahun

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) 1. Data dan Informasi hasil riset BRPPU-PP

Brebes, Jepara dan Demak dengan jumlah petambak garam sebanyak 12.410 orang. Hal ini turut berperan dalam meningkatkan pendapatan petambak garam di Jawa Tengah, selain

Uraian Indikator Kebijakan Program Meningkatkan Pelayanan Publik Jumlah produk Hukum Daerah Penataan peraturan perundang- undangan Penataan daerah otonomi baru Upaya kesehatan

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pelalawan selaku pembantu Bupati Pelalawan dalam pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Bidang Ke-PU- an, melaksanakan kewajiban