• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA (LKJ) INSTANSI PEMERINTAH TRIWULAN IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KINERJA (LKJ) INSTANSI PEMERINTAH TRIWULAN IV"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA (LKJ) INSTANSI PEMERINTAH TRIWULAN IV

BRPPUPP PALEMBANG

BALAI RISET PERIKANAN PERAIRAN UMUM DAN PENYULUHAN PERIKANAN PUSAT RISET PERIKANAN PUSAT PELATIHAN DAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

(2)
(3)
(4)

DAFTAR ISI

Tim Penyusun ... ii

Kata Pengantar... IV Daftar Isi ... iv

I. Pendahuluan A. Latar Belakang ... 2

B. Tujuan ... 3

C. Gambaran Umum Organisasi ... 3

D. Keragaan SDM ... 5

II. Perencanaan Kinerja A. Rencana Strategis ... ... 9

B. Rencana Kerja Tahunan ... 22

C. Perjanjian Kinerja ... 23

D. Pengukuran Kinerja ... 26

IV. Akuntabilitas Kinerja A. Prestasi Indikator Kinerja Triwulan IV ... 28

B. Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 28

C. Akuntabilitas Keuangan Triwulan IV ... 52

IV. Penutup A. Capaian Kinerja Utama ... 54

B. Permasalahan dan Rekomendasi ... 55

(5)

Tabel 1. Out put dan pagu anggaran BRPPUPP T.A 2020 ... 23

Tabel 2. Perjanjian Kinerja BRPPUPP Tahun 2020 ... 24

Tabel 3. Indeks Capaian IKU ... 26

Tabel 4. Capaian IKU BRPPUPP TW IV Tahun 2020... 30

Tabel 5. Capaian IKU 1 ... 32

Tabel 6. Capaian IKU 2 ... 32

Tabel 7. Capaian IKU 3 ... 33

Tabel 8. Capaian IKU 4 ... 34

Tabel 9. Capaian IKU 5 ... 35

Tabel 10. Capaian IKU 6 ... 36

Tabel 11. Capaian IKU 7 ... 37

Tabel 12. Capaian IKU 8 ... 38

Tabel 13. Capaian IKU 9 ... 39

Tabel 14. Capaian IKU 10 ... 40

Tabel 15. Capaian IKU 11 ... 41

Tabel 16. Capaian IKU 12 ... 41

Tabel 17. Capaian IKU 13 ... 45

Tabel 18. Capaian IKU 14 ... 46

Tabel 19. Capaian IKU 15 ... 47

Tabel 20. Capaian IKU 16 ... 48

Tabel 21. Status dan progres penyelesaian temuan BPK/ITJEN KKP... 49

Tabel 22. Capaian IKU 17 ... 51

Tabel 23. Realisasi anggaran Triwulan IV ... 52

(6)

Gambar 1. Struktur Organisasi Balai Riset Perikanan Perairan Umum

dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) ... 5

Gambar 2. Grafik komponen pegawai BRPPUPP Palembang tahun 2020 ... 6

Gambar 3. Grafik fungsional peneliti BRPPUPP tahun 2020 ... 6

Gambar 4. Grafik fungsional penyuluh BRPPUPPtahun 2020 ... 7

Gambar 5. Dashboard Kinerja Triwulan IV ... 29

Gambar 6. Dashboard Kinerja Triwulan IV ... 55

(7)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

BAB I

PENDAHULUAN

• Latar Belakang

• Tujuan

• Tugas dan Fungsi

• Keragaan SDM BRPPUPP

• Sistematika Laporan Kinerja

(8)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

A. Latar Belakang

Renstra KKP menjelaskan Visi KKP, ditetapkan selaras dengan visi pembangunan nasional serta bertujuan untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia. Visi KKP adalah “Mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional”, yang mana di dalamnya mengandung tiga pilar yang menjadi Misi KKP yaitu: Kedaulatan (sovereignty), Keberlanjutan (sustainability), dan Kesejahteraan (prosperity).

Renstra Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Tahun 2019-2024 sebagai acuan pelaksanaan program kegiatan Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan disusun mengacu pada Renstra BRSDM Nomor 1/PER- BRSDM/2018,SK Renstra Pusat Riset Perikanan NOMOR.SK106/BRSDM.3/ RC.221/IV/2018 dan SK Renstra Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor:

SK.225/BRSDM/05/RC.221/IV/2018.

Penyusunan Rencana Strategis Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan dilakukan sebagai tindak lanjut dari penataan kelembagaan yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang mengatur pembentukan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) dan didalamnya juga mengatur tentang pembentukan Pusat Riset Perikanan dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan.

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, yang selanjutnya disingkat BRPPUPP, telah berdiri sejak tahun 1969, merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang riset perikanan perairan umum daratan dan penyuluhan perikanan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Salah satu tugas BRPPUPP adalah melaksanakan kegiatan riset perikanan perairan umum daratan dan penyuluhan di 5 (lima) provinsi yaitu provinsi Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu dan Lampung dengan jumlah penyuluh sebanyak 369 orang. Pelaksanaan riset meliputi ekosistem waduk, ekosistem danau, ekosistem sungai dan rawa banjiran, ekosistem

(9)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

estuaria, di bidang biologi, ekologi, dinamika populasi, lingkungan sumber daya dan plasma nutfah ikan perairan umum daratan. Kegiatan riset dan penyuluhan BRPPUPP ini mengacu kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor KEP.176/MEN/KU.611/2017 tanggal 22 Desember 2016.

B. Tujuan

Laporan Kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Penyusunan Laporan Kinerja BRPPUPP ini, bertujuan:

1. Memberikan informasi kinerja yang terukur atas capaian pada Triwulan IV Tahun 2020.

2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi BRPPUPP untuk meningkatkan Kinerjanya.

C. Tugas dan Fungsi

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan yang selanjutnya disingkat BRPPUPP, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor KEP.176/MEN/KU.611/2017 tanggal 22 Desember 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai

Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang Riset Perikanan Perairan Umum Daratan dan Penyuluhan Perikanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Riset Perikanan. Institusi ini mempunyai tugas melaksanakan kegiatan Riset Perikanan Perairan Umum Daratan yang meliputi seluruh wilayah Indonesia dan Penyuluhan Perikanan yang meliputi 5 (lima) Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung.

(10)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) Dalam melaksanakan tugasnya, BRPPUPP menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan;

2. Pelaksanaan Riset Perikanan Perairan Umum Daratan meliputi ekosistem waduk, ekosistem danau, ekosistem sungai dan rawa banjiran, dan ekosistem estuaria, di bidang biologi, ekologi, dinamika dan genetika populasi, lingkungan sumber daya dan plasma nutfah ikan perairan umum daratan;

3. Pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, dan kerja sama Riset Perikanan Perairan Umum Daratan;

4. Pengelolaan prasarana dan sarana riset;

5. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

6. Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan.

Keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BRPPUPP perlu dievaluasi, sesuai dengan Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) pasal 3, yaitu penyelenggaraan negara harus mengacu kepada azas proposionalitas, profesional dan akuntibilitas.

Struktur organisasi BRPPUPP dipimpin oleh seorang Kepala Balai yang membawahi (i) Subbagian Tata Usaha, (ii) Seksi Tata Operasional, (IV) Seksi Pelayanan Teknis dan Sarana, (I) Seksi Penyuluhan dan (v) Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha terdiri atas (i) Urusan Keuangan dan Umum dan (ii) Urusan Kepegawaian, Seksi Tata Operasional membawahi dua Subseksi, yaitu: (i) Subseksi Program dan Anggaran serta (ii) Subseksi Monitoring dan Evaluasi, Seksi Pelayanan Teknis dan Sarana terdiri atas (i) Subseksi Pelayanan Teknis (ii) Subseksi Prasarana dan Sarana, dan Seksi Penyuluhan terdiri atas (i) Subseksi Kelembagaan Kelompok (ii) Subseksi Penyelenggaraan.

(11)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) Struktur organisasi BRPPUPP tersaji dalam gambar berikut.

Gambar 1. Struktur Organisasi BRPPUPP

D. Keragaan SDM BRPPUPP

Komposisi pegawai BRPPUPP per januari 2020 sebanyak 681 Pegawai, terdiri atas 22 orang Peneliti, 11 orang Teknisi, 13 Pejabat Struktural, 24 orang tenaga Administrasi, 2 orang Pustakawan, 307 orang Penyuluh Perikanan, 219 orang Penyuluh Perikanan Bantu, 11 orang tenaga PPNPM, 42 orang tenaga Outsourcing. Tenaga PPNPM dan outsourcing berperan dalam membantu kegiatan laboratorium (kualifikasi S1 dan D3), administrasi, security, Driver, cleaning service, Gardener. Jumlah pegawai BRPPUPP tersaji dalam grafik dibawah ini:

(12)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

Gambar 2. Grafik Komponen Pegawai BRPPUPP Tahun 2020 Jika dilihat dari jumlah fungsional maka sebaran pegawai BRPPUPP akan tersaji sebagai berikut:

Gambar 3. Grafik Fungsional Peneliti dan Teknisi BRPPUPP tahun 2020

(13)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

Gambar 4. Grafik Fungsional Penyuluh Perikanan BRPPUPP tahun 2020

E. Sistematika Penulisan

Merujuk Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja, sistematika penyajian laporan sebagai berikut:

1. Ringkasan Eksekutif, pada bagian ini berisi ringkasan dari laporan ini, antara lain berisi uraian singkat tentang tujuan, sasaran, capain kinerja dan kendala selama Triwulan IV Tahun 2020.

2. Bab I Pendahuluan, pada bab ini berisi hal-hal umum tentang BRSDM seperti tugas dan fungsi, struktur organisasi, serta keragaan pegawai di BRSDM

3. Bab II Perencanaan Kinerja, pada bab ini uraian singkat tentang Rencana Strategis BRSDM 2019-2024, Rencana Kerja Tahunan, dan Penetapan kinerja BRSDM Tahun 2020 serta Pengukuran Kinerja.

(14)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) 4. Bab IV Akuntabilitas Kinerja, bab ini dijelaskan hasil capaian kinerja dari indikator-indikator kinerja yang telah diuraikan pada bab sebelumnya disertai beberapa capaian indikator kinerja lainnya

5. Bab IV Penutup, bab ini berisi uraian singkat terkait Kesimpulan, Pemasalahan dan Rekomendasi.

(15)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

BAB. II

PERENCANAAN KINERJA

• Rencana Strategis

• Rencana Kerja Tahunan

• Perjanjian Kinerja

• Pengukuran Kinerja

(16)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

A. Rencana Strategis

Negara Kesatuan Republik Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam, salah satunya adalah perairan umum daratan. Perairan umum di Indonesia tercatat seluas 54 juta ha, terdiri dari 12 juta ha sungai dan rawa, 2,1 juta ha danau (alami dan buatan), dan 39,9 juta ha perairan rawa pasang surut.

Perairan umum mempunyai posisi strategis dan berfungsi serba guna, selain dimanfaatkan oleh sektor perikanan juga dimanfaatkan oleh sektor Pekerjaan Umum, perindustrian, pertambangan, kehutanan, pertanian, pariwisata, transmigrasi, perhubungan dan pemukiman (Ilyas et al, 1990).

Perairan umum daratan terdiri dari sungai, rawa (rawa banjiran, rawa gambut dan rawa pasang surut), estuaria, danau dan waduk serta genangan air lainnya. Sungai merupakan perairan yang mengalir (lotic water), memiliki karakteristik mengalir searah dari hulu ke hilir, aliran bagian hulu lebih deras dari pada yang hilir (Ewusie, 1990; Odum, 1993). Sungai-sungai besar banyak tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Keanekaragaman ikan di sungai cukup tinggi sebagai contoh di DAS Kapuas telah ditemukan lebih dari 300 jenis ikan, di DAS Barito lebih dari 110 jenis, sedangkan di DAS Musi lebih dari 200 jenis (Dudley,1996; Husnah et al., 2008). Tiap tipe ekosistem sungai bagian hulu, tengah dan hilir mempunyai jenis ikan yang khas. Jenis ikan khas di hulu sungai (up-stream) sebagai contoh ikan Semah (Tor douronensis), bagian tengah (midle-stream) yaitu ikan Belida (Chitala lopis), dan bagian hilir (lower-stream) yaitu Sembilang (Paraplotosus albilabris)(Utomo, et al 2007). Keanekaragaman jenis ikan penghuni sungai cukup tinggi, namun belum ada data yang akurat untuk mengungkapkan hal ini karena penelitian masih bersifat spasial.

Setelah pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) I 2005-2009, pengembangan sektor kelautan dan perikanan pada RPJMN II 2010-2014 semakin menjadi arus utama. Demikian pula dengan sub sektor perikanan tangkap di dalamnya, baik itu perikanan tangkap di laut maupun di perairan umum daratan (PUD). Pelaksanaan pengarusutamaan tersebut mengacu kepada tema RPJMN II sebagaimana telah tercantum dalam RPJPN 2005-2025, yakni “memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK, dan memperkuat

(17)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) daya saing perekonomian”. Selanjutnya, tema tersebut dijabarkan dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. RPJMN dimaksud menjadi acuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Renstra Badan Riset dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, dan diadopsi menjadi Renstra Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan.

Menindaklanjuti implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana penyuluh perikanan yang semula merupakan pegawai daerah dan terhitung bulan Juli 2017 telah dialihkan statusnya menjadi pegawai pusat sebanyak 3.216 orang. Dan BRPPUPP Palembang memiliki penyuluh perikanan sebanyak 369 orang yang tersebar di 5 Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

1. Visi

Dalam mendukung terwujudnya cita-cita nasional dengan kuatnya ketahanan pangan, tingkat kesejahteraan yang meningkat dari masyarakat diperlukan pembangunan fundamental berdasarkan kajian yang terukur dan dapat di implementasikan stakeholder perikanan. Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan sebagai salah satu instansi pelaksana dalam pengkajian sumberdaya dan pemanfaatan perikanan khususnya wilayah daratan bertanggung jawab secara langsung guna memberikan kajian, analisa, data, dan informasi yang kredibel dan dapat diperacaya dalam pembangunan perikanan daratan.

Adapun keinginan tersebut dituangkan dalam visi Balai Riset Perikanan Perairan Umum Daratan dan Penyuluhan Perikanan sebagai berikut:

“Mewujudkan Sains Dan Teknologi Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan untuk Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Kelestarian dan Pemanfaatan yang Berkesinambungan”

(18)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) 2. Misi

Dalam pencapaian Visi Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan memiliki misi sebagai berikut:

a. Melaksanakan penelitian potensi sumberdaya ikan di perairan umum daratan;

b. Melakukan penelitian kegiatan perikanan tangkap di perairan umum daratan;

c. Melakukan penelitian bio-ekologi ikan di perairan umum daratan;

d. Meningkatkan pemanfaatan praktis hasil penelitian melalui diseminasi, simposium dan workshop kepada stakeholder;

e. Menyebarluaskan informasi dan teknologi hasil penelitian dalam berbagai bentuk publikasi ilmiah dan semi ilmiah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 24/PERMEN-KP/2017 tentang Organisai dan Tata Kerja Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan.

BRPPUPP memiliki tugas Melaksanakan kegiatan riset perikanan perairan umum daratan dan penyuluhan perikanan, dengan fungsi /uraian tugas sebagai berikut :

a. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan, evaluasi, dan laporan;

b. Pelaksanaan riset perikanan perairan umum daratan meliputi ekosistem waduk, ekosistem danau, ekosistem sungai dan rawa banjiran, dan ekosistem estuaria, di bidang biologi, ekologi, dinamika dan genetika populasi, lingkungan sumber daya dan plasma nutfah ikan perairan umum daratan;

c. Pelayanan teknis, jasa, informasi, komunikasi, dan kerja sama riset perikanan perairan umum daratan;

d. Penyusunan materi, metodologi, pelaksanaan penyuluhan perikanan, serta pengembangan dan fasilitasi kelembagaan dan forum masyarakat bagi pelaku utama dan pelaku usaha;

(19)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) e. Penyusunan kebutuhan peningkatan kapasitas penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS), swadaya, dan swasta;

f. Pengelolaan prasarana sarana riset perikanan perairan umum daratan dan penyuluhan perikanan; dan

g. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

3. Tujuan

Menjabarkan misi pembangunan kelautan dan perikanan, maka tujuan pembangunan kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut:

Kedaulatan (Sovereignity), yakni :

1. Meningkatkan pengawasan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

2. Mengembangkan sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.

Keberlanjutan (Sustainability), yakni :

3. Mengoptimalkan pengelolaan ruang laut, konservasi dan keanekaragamanhayati laut.

4. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya.

5. Meningkatkan daya saing dan sistem logistik hasil kelautan dan perikanan.

Kesejahteraan (Prosperity), yakni :

6. Mengembangkan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat.

7. Mengembangkan inovasi iptek kelautan dan perikanan.

4. Sasaran Strategis

Sasaran Strategis BRPPUPP tahun 2020-2024 berdasarkan tujuan yang akan dicapai dibagi dalam empat prespektif yaitu:

(20)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) 1. Stakeholders Prespective

Menjabarkan misi ”pengelolaan SDKP”, maka sasaran strategis pertama (SS-1) yang akan dicapai adalah ” Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan”, dengan 6 indikator kinerja utama yaitu:

1. Data dan Informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan target pada tahun 2020 sebanyak 1 Dokumen, target pada tahun 2024 sebanyak 1 Dokumen.

2. Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di wilayah target pada tahun 2020 sebanyak 8 WPP PD, target pada tahun 2024 sebanyak 6 WPP PD)

3. Sarana dan Prasarana BRPPUPP yang ditingkatkan kapasitasnya target pada 2020 1 unit, target pada 2024 1 unit.

4. Karya Tulis Ilmiah BRPPUPP Yang dipublikasi target pada 2020 sebanyak 20 KTI, target pada 2024 sebnayak 20 KTI

5. Jejaring dan/atau kerjasama BRPPUPP yang disepakati dan/atau Ditindaklanjuti target pada 2020 4 jejaring, target pada 2024 2 jejaring

6. Sertifikasi kelembagaan BRPPUPP target pada 2020 1 dokumen, target pada 2024 1 dokumen.

2. Customer Perspective

Sasaran Strategis kedua yang akan dicapai adalah Terlaksananya Pendampinagn Kelompok Pelaku Usaha/Utama Dalam Mendukung terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat, dengan 3 indikator Utama yaitu:

1. Kelompok pelaku utama /usaha yang disuluh di SATMINKAL BRPPUPP target pada tahun 2020 4.853 kelompok, target pada tahun 2024 4.853 kelompok

2. Kelompok yang dinilai kelas kelompoknya di SATMINKAL BRPPUPP target tahun 2020 sebanyak 203kelompok, target pada 2024 sebanyak 203 kelompok

(21)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) 3. Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk Ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku pelaku utama perikanan di SATMINKAL BRPPUPP target pada tahun 2020 213 kelompok, target pada tahun 2024 sebanyak 213 kelompok.

c. Internal Process Prespective

Sasaran Strategis ketiga yang akan dicapai adalah Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang Meningkat terdiri dari 3 indikator Kinerja utama yaitu:

1. Percontohan penyuluh KP yang diterapkan di SATMINKAL BRPPUPP target pada tahun 2020 sebanyak 1 lokasi, target pada tahun 2024 sebanyak 1 lokasi.

2. Sarana dan prasarana PUSLATLUH yang ditingkatkan kapasitasnya target pada tahun 2020 1 paket, target pada 2024 1 Paket)

3. Usaha mikro kecil dan koperasi sektor KP yang dibina di BRPPUPP target pada tahun 2020 sebanyak 767 unit, target pada tahun 2024 sebanyak 767 unit.

d. LEARN & GROWTH PERSPECTIVE

Sasaran Strategis ketiga yang akan dicapai adalah Tata Kelola Pemerintahan BRPPUPP yang baik, teridi atas 4 indikator utama kegiatan yaitu:

1. Indeks Profesionalitas ASN lingkup BRPPUPP target pada tahun 2020 sebesar 72%, target pada 2024 sebesar 80%

2. Presentase Unit Kerja BRPPUPP yang menerapkan sistem management pengetahuan terstandar target pada tahun 2020 sebesar 82%, target pada tahun 2024 sebesar 85%

3. Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran BRPPUPP target pada tahun

(22)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) 4. Batas tertinggi persentase temuan LHK BPK atas Laporan Keuangan (LK) BRPPUPP dibandingkan realisasi anggaran BRPPUPP TA.2019, Nilai Kinerja Anggaran BRPPUPP target pada tahun 2024 sebesar 1%, target pada tahun 2024 sebesar 1%.

5. Potensi dan Permasalahan a. Potensi

Produksi perikanan tangkap merupakan hasil perhitungan gabungan dari volume produksi yang didaratkan sektor usaha perikanan, sentra pendaratan hasil perikanan dan hasil estimasi di desa sampel yakni desa perikanan yang terpilih sebagai desa untuk dilakukan kegiatan pengumpulan/pendataan statistik perikanan tangkap, dipilih secara metodologi melalui kerangka survei. Sementara itu nilai produksi perikanan tangkap merupakan perhitungan gabungan dari nilai produksi yang didaratkan perusahaan perikanan, pelabuhan perikanan dan hasil estimasi di desa sampel yakni desa perikanan yang terpilih sebagai desa untuk dilakukan kegiatan pengumpulan/pendataan statistik perikanan tangkap, dipilih secara metodologi melalui kerangka survei.

Produksi perikanan tangkap diarahkan untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional dalam rangka pemenuhan protein hewani sebagai sumber gizi masyarakat yang berkualitas. Untuk komoditas tertentu juga mendukung peningkatan devisa negara melalui ekspor.

Total data produksi yang disajikan dalam kerangka laporan produksi perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersumber dari data perolehan survei dan estimasi Dirjen Perikanan Tangkap. Hasil menggambarkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini karena dominasi data masih merupakan kontribusi besar sektor tangkap perikanan laut. Kenaikan volume

(23)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) produksi perikanan tangkap periode 2010-2014 rata-rata sebesar 4,52% per tahun, yaitu 5.384.418 ton pada tahun 2010 menjadi 6.200.180 ton pada tahun 2014. Produksi tetap didominasi perikanan tangkap di laut yaitu sebesar 5.779.990 (93,22%) sedangkan produksi perikanan tangkap di perairan umum daratan sebesar 420.190 (7,27%). Sementara itu, capaian nilai produksi perikanan tangkap tahun 2014 sebesar Rp 108,53 trilyun, terdiri dari nilai produksi perikanan tangkap di laut sebesar Rp 99,90 triliun dan perairan umum daratan sebesar Rp 8,62 triliun. Nilai produksi perikanan tangkap selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan rata-rata sebesar 10,60% per tahun. Kenaikan terbesar disumbangkan dari perikanan tangkap di perairan laut. Terus meningkatnya hasil produksi tangkap sektor perikanan pedalaman/ perairan umum dengan rata-rata 9,52% pertahun menjadi perhatian khusus. Di mana perikanan perairan umum sangat tergantung dengan wilayah tangkap yang juga digunakan untuk banyak kepentingan. Kegiatan penangkapan lestari yang berbasis dengan kelestarian sumberdaya ikan menjadi konsen penting dalam keberlanjutan perikanan periaran umum itu sendiri.

Keberadaan SDM KP yang kompeten memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan secara keseluruhan. Peranan strategis tersebut dilaksanakan melalui kegiatanpelatihan dan penyuluhan kelautan dan perikanan.

Untuk mempercepat proses alih teknologi dan memperkuat kapasitas kelompok pelaku utama/pelaku usaha, pada tahun 2017 terdapat 5.783orang Penyuluh Perikanan yang terdiri atas 2.500 orang Penyuluh Perikanan bantu, 3.283 orang penyuluh PNS, tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai tindaklanjut dari amanah ditetapkannya Undang-Undang

(24)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) urusan penyelenggaraan penyuluhan perikanan selanjutnya menjadi urusan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Setelah melalui serangkaian proses identifikasi dan verifikasi personel, pendanaan, prasarana dan dokumen (P3D), maka sejak Juli 2017 seluruh Penyuluh Perikanan pengangkatan daerah secara status berubah menjadi Penyuluh Pusat. Terhitung mulai 01 Januari 2018 penyuluh perikanan secara administrasi dibagi menjadi 9 Satuan Administrasi Pangkalan (Satminkal) yang tersebar di Indonesia.

b. Permasalahan

• Degradasi Lingkungan

Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya tingkat kesejahteraan berdampak pada perubahan tata guna lahan/perairan yang mempengaruhi mutu lingkungan habitat ikan, menyempitnya kawasan perikanan tangkap, rusaknya tempat pemijahan (spawning ground), pencemaran bahan beracun, bahkan terganggunya ruaya ikan. Perubahan iklim global baik pemanasan, pendinginan ataupun perubahan siklus musim hujan-kemarau juga akan mempengaruhi siklus hidup ikan.

• Penangkapan yang tidak bijaksana

Meningkatnya jumlah penduduk dan pengguna wilayah perairan umum menjadikan tingkat pemanfaatan meningkat.

Salah satunya adalah kegiatan penangkapan yang diperuntukan baik untuk peruntukan konsumsi rumah tangga atau komersial perdagangan. Tingkah laku penangkapan yang semakin intensif mendorong masyarakat berlomba mendapatkan produksi maksimal yang sudah tidak berimbang dengan sumber daya yang tersedia. Hal ini menjadikan timbul kegiatan penangkapan yang membahayakan, baik untuk nelayan itu sendiri dan sumber daya

(25)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) ikan ke depan. Kegiatan perikanan yang dilakukan secara tidak bijaksana yaitu tangkap lebih maupun penggunaan alat tangkap berbahaya, menggunakan bahan peledak dan beracun akan berdampak terhadap keberlanjutan sumber daya ikan. Kegiatan penangkapan merusak juga berkontribusi pada kerusakan lingkungan baik secara permanen atau sementara, baik menimbulkan dampak yang dapat direduksi atau tidak tereduksi.

• Persaingan pemanfaatan perairan umum

Perairan umum merupakan perairan multi guna yang dimanfaatkan oleh berbagai sektor pembangunan (multisektor) sehingga dapat terjadi persaingan dalam pemanfaatan yang didasarkan atas kepentingan masing-masing sektor. Dampak yang mungkin terjadi meliputi reklamasi/pengeringan rawa untuk pertanian, reklamasi untuk pemukiman, pembuatan bendungan, dan pembuangan limbah baik dari kegiatan rumah tangga, pertanian, pariwisata maupun industri yang semuanya dapat mengganggu kehidupan ikan.

Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi ancaman terhadap kelestarian sumber daya ikan yang dampaknya dapat diklasifikasikan menjadi a). Tingkat tekanan tinggi, b) Tingkat tekanan sedang, c). Tingkat tekanan rendah, dan d). Dampak yang belum kelihatan nyata.

• Tingkat tekanan tinggi

Indikator perairan mendapat tekanan tinggi yaitu ada pencemaran bahan organik dan anorganik di atas ambang batas mutu air; ditandai terjadi kematian ikan yang berulang kali, alih fungsi lahan kelihatan jelas; di sekitar perairan banyak terdapat industri dan perumahan penduduk, mengalami pendangkalan, sulit mendapatkan ikan asli, profesi nelayan banyak beralih ke profesi lain, hasil tangkapan hanya untuk keperluan rumah

(26)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) tekanan tinggi adalah Sungai Bengawan Solo, Sungai Berantas, Sungai Citarum, Waduk Cirata, dan Danau Rawa Pening.

• Tingkat tekanan sedang

Perairan yang mendapat tekanan sedang ditandai pencemaran bahan organik dan anoganik secara temporal dan parsial pada bagian perairan tertentu, terjadi dampak kematian ikan namun tidak lama kemudian baik kembali, alih fungsi lahan sudah kelihatan pengaruhnya, pengelolaan oleh kearifan lokal masih ada, masih banyak jenis ikan asli namun populasinya cenderung menurun, ada jenis ikan sudah langka bahkan punah, dan masih dijumpai nelayan tetap yang kehidupannya tiap hari mencari ikan dimana hasil tangkapan di samping untuk keperluan sendiri juga dipasarkan ke luar daerah baik dalam bentuk segar maupun olahan. Contoh PUD yang SD ikan sudah mendapat tekanan sedang antara lain Sungai Musi, Sungai Batanghari Jambi, Sungai Barito, Waduk Gajah Mungkur, Waduk Kedung Ombo, Danau Laut Air Tawar, Danau Toba, dan Danau Maninjau.

• Tingkat tekanan rendah

Perairan mendapat tekanan rendah ditandai pencemaran bahan organik dan organik yang baru sedikit, alih fungsi lahan mulai kelihatan pengaruhnya, jauh dari perkotaan, masih banyak jenis ikan asli namun sudah terjadi penurunan populasi pada jenis tertentu, masyarakat yang tinggal di perairan tersebut sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tetap, hasil tangkapan bukan hanya untuk keperluan sendiri namun juga dipasarkan ke luar daerah dalam bentuk segar maupun olahan, dan pengelolaan sumber daya ikan dilakukan berdasarkan kearifan lokal. Contoh perairan yang mendapat tekanan rendah yaitu kawasan Danau Sentarum Kalimantan Barat, Waduk Koto Panjang, dan Waduk Riam Kanan.

(27)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) • Dampak tekanan belum kelihatan nyata

Sangat sedikit perairan yang tekanannya belum kelihatan nyata, umumnya terletak di daerah pedalaman, jauh dari sumber pencemaran, kekayaan jenis ikan asli masih tinggi, bahkan masih ditemukan ikan yang tergolong langka, dikelola ketat berdasarkan peraturan adat setempat secara turun menurun, dan seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar perairan merupakan nelayan tetap, contohnya di Danau Belaram dan Danau Empangau, Kalimantan Barat.

• Ketersediaan dan kompilasi data yang valid pengelolaan perikanan masih terbatas.

- Pencatatan data masih terspasial dan terpisah belum terintegrasi dan belum ada platform untuk pencatatan data PUD

- Stakeholder PUD terdiri dari usaha perikanan kecil yang sangat banyak jumlahnya dan hasilnya banyak yang dikonsumsi secara mandiri.

- Perikanan PUD lebih banyak bersifat parttime job dibanding pekerjaan utama.

- Hasil dari perikanan PUD kecil dan biasanya Undervalue.

- Perikanan PUD didominasi oleh masyarakat kurang mampu dan berpendidikan kurang.

• Penyuluhan Perikanan

Aspek ketenagaan penyuluh perikanan, dimana Penyuluh Perikanan sangat berperan dalam pengenalan potensi wilayah dan sosial budaya, serta kondisi pelaku utama dan pelaku usaha bidang perikanan beberapa permasalahan yang dihadapi diantaranya:

i. Jumlah Penyuluh Perikanan yang masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah pelaku utama yang akan disuluh;

ii. Masih terjadi alih tugas penyuluh perikanan PNS menjadi jabatan lainnya; Kompetensi sebagian penyuluh perikanan masih belum

(28)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) iii. Penyebaran penyuluh perikanan tidak merata di semua kabupaten/kota potensi perikanan;

iv. Penyuluh perikanan masih sulit mendapatkan akses terhadap teknologi, informasi pasar, modal dan sumberdaya lainnya;

v. Peningkatan kompetensi penyuluh perikanan (diklat fungsional dan teknis) masih kurang.

Aspek Penyelenggaraan Penyuluhan, antara lain:

i. Kelembagaan penyuluhan perikanan belum berjalan dengan optimal;

ii. Legislasi dan regulasi belum seluruhnya tersedia;

iii. Kualitas dan kuantitas (jumlah dan penyebaran) penyuluh perikanan masih belum memadai ;

iv. Penyelenggaraan penyuluhan sebagian polivalen, jejaring kerja terbatas dan penyebarluasan teknologi dari sumber ke pengguna teknologi belum berjalan secara efektif;

v. Kuantitas dan kualitas materi penyuluhan perikanan masih terbatas dalam aksesibilitasnya;

vi. Sarpras penyuluhan belum mencukupi kebutuhan pelaksanaan tugas penyuluh;

vii. Pembiayaan penyelenggaraan penyuluhan masih terbatas;

viii. Batasan peran pemerintah daerah belum jelas, terutama terkait penyelenggaran penyuluhan pasca UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

B. Rencana Kerja Tahunan

Dalam rangka mendukung pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis, maka Rencana Kerja BRPPUPP Tahun 2020 menetapkan 2 Kegiatan yaitu Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan dan Riset Perikanan dengan pagu anggaran Rp. 82.523.172.000,- dengan rincian kegiatan:

(29)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) Tabel 1. Output dan pagu anggaran 2020

N

o Output Pelatihan dan

Penyuluhan KP Pagu

(Rp) 1 KELOMPOK/PELAKU

UTAMA/USAHA YANG

MENDAPATKAN PENYULUHAN

9.793.410.000

2 Satuan Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Yang Terstandar

2.000.000.000

3 Percontohan

Penyuluhan Kelautan dan Perikanan yang diterapkan

86.000.000

4 LAYANAN DUKUNGAN MANAJEMEN SATKER

211.101.000

5 LAYANAN

PERKANTORAN 49.115.508.000

A TOTAL 61.206.019.000

C. Perjanjian Kinerja

Dalam upaya untuk menjamin tercapainya sasaran dan target secara optimal dan tepat waktu, visi dan misi BRPPUPP harus menjadi acuan sekaligus landasan penyusunan strategi. Berdasarkan, visi dan misi tersebut selanjutnya dirumuskan sasaran strategis BRPPUPP. Selanjutnya, Sasaran Strategis BRPPUPP tahun 2020 yang telah ditetapkan, dijabarkan ke dalam indikator kinerja dengan target kinerja 4 Sasaran Strategis BRPPUPP diwujudkan oleh 17 Indikator Kinerja Utama. Pada triwulan IV tahun 2020 terdapat revisi perjanjian kinerja berupa perubahan target tahunan pada IKU Kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh di Satminkal BRPPUPP (kelompok) target semula 4.690 kelompok menjadi 4.853 kelompok, perubahan target tersebut dikarenakan banyak penyuluh yang pensiun dan beralih fungsi ke jabatan lain, sehingga dipandang perlu melakukan penyesuaian target agar target total Pusat 41.000 tercapai. Penyesuaian target berdasarkan jumlah penyuluh yang eksisting. 1 IKU tambahan pada triwulan II yaitu IKU Nilai Kinerja Anggaran yang merupakan penambahan IKU dari Sekertariat Jendral KKP melalui rapat

N

o Output Riset

Perikanan Pagu

(Rp) 1 DATA DAN

INFORMASI SUMBERDAYA PERIKANAN DI PERAIRAN UMUM DARATAN (PUD) YANG DIHASILKAN

2.106.210.000

2 SARAN

PRASARANA RISET

PERIKANAN 1.476.000.000 3 LAYANAN

DUKUNGAN MANAJEMEN SATKER

586.223.000

4 LAYANAN

PERKANTORAN 17.148.720.000

B TOTAL 21.317.153.000

TOTAL A+B 82.523.172.000

(30)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) koordinasi dengan biro perencanaan KKP. Rincian dan target Perjanjian Kinerja pada tahun 2020 di sajikan sebagaimana pada Tabel berikut:

Tabel 2. Perjanjian Kinerja BRPPUPP

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020

1

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

1

Data dan informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan (paket)

1

2

Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan NRI di Perairan Daratan (WPP NRI PD) (paket)

8

3

Sarana dan Prasarana BRPPU- PP yang ditingkatkan

kapasitasnya (Paket)

1

4 Karya Tulis Ilmiah BRPPU-PP

yang dipublikasikan (Dokumen) 20

5

Jejaring dan/atau Kerjasama BRPPU-PP yang disepakati dan / atau ditindaklanjuti (Dokumen)

4

6 Sertifikasi Kelembagaan

BRPPU-PP (Lembaga) 1

2

Terlaksananya

pendampingan kelompok pelaku usaha/utama dalam mendukung terwujudnya

kesejahteraan masyarakat 7

Kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

4853

8

Kelompok yang dinilai kelas kelompoknya di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

203

(31)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) KP

9

Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk

ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

213

3 Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang meningkat

10

Percontohan penyuluhan KP yang diterapkan di Satminkal BRPPUPP (unit)

1

11

Sarana dan prasarana Puslatluh yang ditingkatkan kapasitasnya di BRPPUPP

1

12

Usaha Mikro Kecil dan Koperasi Sektor KP yang dibina di

BRPPUPP (unit)

767

4 Tata kelola pemerintahan BRPPU-PP yang baik

13 Indeks Profesionalitas ASN

BRPPU-PP (Indeks) 72

14

Persentase unit kerja BRPPU-PP yang menerapkan sistem

manajemen pengetahuan yang terstandar (%)

82

15 Nilai Kinerja Pelaksanaan

Anggaran BRPPU-PP (Nilai) 88

16

Batas Tertinggi Presentase Temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan (LK) BRPPU-PP dibandingkan Realisasi

Anggaran BRPPU-PP TA. 2020 (%)

1

17 Nilai Kinerja Anggaran BRPPU-

PP (Nilai) 85

(32)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) D. Pengukuran Kinerja

1. Rumus Pengukuran Kinerja

Pengukuran capaian kinerja BRSDM Tahun 2020, dilakukan dengan membandingkan antara data target dan realisasi IKU, akan diperoleh indeks capaian IKU. Penghitungan indeks capaian IKU perlu memperhitungkan jenis polarisasi IKU yang berlaku yaitu maximize, minimize, dan stabilize. Ketentuan penetapan indeks capaian IKU adalah:

1. Angka maksimum adalah 120;

2. Angka minimum adalah 0;

3. Formula penghitungan indeks capain IKU untuk setiap jenis polarisasi adalah berbeda;

4. Adapun status Indeks capaian IKU adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Indeks capaian IKU

Baik Sedang Buruk

Indeks Capaian > 100

% Indeks Capaian =

100% Indeks Capaian < 100

%

Pengukuran kinerja dilakukan dengan mengacu kepada Manual IKU pada masing-masing Indikator yang ada dalam dokumen Balanced Scores Card (BSC).

2. Metode Pengukuran Kinerja

Metode pengukuran kinerja lingkup BRPPUPP dilakukan secara berkala setiap 3 (tiga) bulan sekali (triwulanan), yaitu pada bulan Maret (B03), Juni (B06), September (B09) dan Desember (B12). Selaku pihak yang bertanggungjawab dalam pengukuran, telah ditugaskan kepada Tim SAKIP dan Laporan Kinerja BRPPUPP yang ditetapkan melalui ditetapkan Surat Keputusan Kepala BRPPUPP Nomor: 135 /BRSDM- BRPPUPP/TU.111/I/2020 tanggal 3 januari 2020 tentang tentang Tim Pelaksana Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Penyusun laporan kinerja Instansi Pemerintah BRPPUPP. Keanggotaan Tim SAKIP dan Laporan Kinerja terdiri dari pejabat struktural eselon IV dan V serta staf yang mewakili. Dalam pelaksanaannya, capaian kinerja triwulanan

(33)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department

(IFRDMD) dipantau oleh Tim SAKIP dan Laporan Kinerja yang menjadi penanggung jawab kegiatan, selanjutnya penanggung jawab kegiatan melaporkannya kepada Kepala BRPPUPP. Berdasarkan laporan unit kerja penanggung jawab kegiatan, seksi Tata Operasional BRPPUPP merangkum seluruh hasil yang dicapai dan melakukan evaluasi untuk mengendalikan pencapaian pelaksanaan program/kegiatan secara keseluruhan.

(34)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

BAB IV

AKUNTABILITAS KINERJA

• Prestasi Indikator Kinerja Utama Triwulan IV Tahun 2020

• Evaluasi dan Analisis Kinerja

• Akuntabilitas Keuangan

(35)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

A.Prestasi Kinerja

Pengukuran capaian kinerja BRPPUPP Triwulan IV tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja utama (key perfomance indicator disingkat KPI) pada masing-masing perspektif.

Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan dengan bantuan perangkat lunak berbasis balanced score card dari Kementerian Kelautan Perikanan, yaitu pada http://kinerjaku.kkp.go.id. Dari hasil pengukuran kinerja tersebut, diperoleh data capaian kinerja BRPPUPP di tingkat korporat triwulan IV tahun 2020 sebesar 106,90% per 17 Desember 2020, sebagaimana dashboard kinerjaku sebagai berikut:

Gambar 5. Dashbord Kinerja Triwulan IV BRPPUPP

Selama Triwulan IV tahun 2020, dari 17 IKU BRPPUPP, terdapat 15 IKU berstatus hijau, 1 IKU berstatus merah dan 1 IKU berstatus Kuning.

B. Evaluasi dan analisis kinerja

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja digunakan sebagai

(36)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi BRPPUPP. Pengukuran kinerja dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah diidentifikasi agar sasaransasaran strategis dan tujuan strategis sebagaimana telah ditetapkan dalam Peta Strategi BRPPUPP yang menjadi kontrak kinerja pada Tahun 2020 dapat tercapai.

Tabel. 4. Capaian Indikator Kinerja Triwulan IV tahun 2020

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020

Target TW IV

Realisasi TW IV

1

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

1

Data dan informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan (paket)

1 1 1

2

Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan NRI di Perairan Daratan (WPP NRI PD) (paket)

8 8 8

3

Sarana dan Prasarana BRPPU-PP yang ditingkatkan kapasitasnya (Paket)

1 1 1

4 Karya Tulis Ilmiah BRPPU-PP yang

dipublikasikan (Dokumen) 20 20 17

5

Jejaring dan/atau Kerjasama BRPPU-PP yang disepakati dan / atau ditindaklanjuti (Dokumen)

4 4 4

6 Sertifikasi Kelembagaan BRPPU-PP

(Lembaga) 1 1 1

2

Terlaksananya pendampingan kelompok pelaku usaha/utama dalam mendukung

7

Kelompok pelaku utama/usaha yang disuluh di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

4.853 4853 5.731

(37)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD) terwujudnya

kesejahteraan

masyarakat KP 8

Kelompok yang dinilai kelas kelompoknya di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

203 203 1032

9

Calon kelompok pelaku utama yang disiapkan untuk ditumbuhkan menjadi kelompok pelaku utama perikanan di Satminkal BRPPUPP (kelompok)

213 213 693

3

Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang meningkat

10

Percontohan penyuluhan KP yang diterapkan di Satminkal BRPPUPP (unit)

1 1 1

11

Sarana dan prasarana Puslatluh yang ditingkatkan kapasitasnya di BRPPUPP

1 1 -

12

Usaha Mikro Kecil dan Koperasi Sektor KP yang dibina di BRPPUPP (unit)

767 767 880

4

Tata kelola pemerintahan BRPPU-PP yang baik

13 Indeks Profesionalitas ASN BRPPU-

PP (Indeks) 72 72 74,72

14

Persentase unit kerja BRPPU-PP yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar (%)

82 82 87

15 Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran

BRPPU-PP (Nilai) 88 88 85,04

16

Batas Tertinggi Presentase Temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan (LK) BRPPU-PP dibandingkan Realisasi Anggaran BRPPU-PP TA.

2020 (%)

1 1 0,16

17 Nilai Kinerja Anggaran BRPPU-PP

(Nilai) 85 85 89

(38)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

SASARAN STRATEGIS 1 :

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan Indikator Kinerja 1

Data dan Informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan

Tabel 5. Capaian IKU Data dan Informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan

Untuk indikator ini capaian kinerjanya baru akan diukur pada triwulan IV.

Kegiatan pendukung indikator ini adalah kegiatan riset kajian stok dan potensi sumberdaya ikan di WPP PD 422, kegiatan riset sudah selesai dilaksanakan.

Penyusunan policy brief telah selesai dilakukan.

Pagu anggaran sebesar RP.424.082.000 sampai dengan triwulan IV terealisasi sebesar RP. 394.937.504. atau sebesar 93,13%

Indikator Kinerja 2

Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di wilayah pengelolaan perikanan NRI di perairan daratan (WPP PD)

Tabel 6. Capaian IKU Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di wilayah pengelolaan perikanan NRI di perairan daratan (WPP PD)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

1

Data dan Informasi hasil riset BRPPU-PP yang digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan

1 1 1

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi

BRPPU-PP yang 2

Data dan/atau informasi stok sumber daya perikanan di wilayah pengelolaan perikanan NRI di perairan

8 8 8

(39)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

Untuk indikator kinerja ini akan diukur pada triwulan IV.

Kegiatan pendukung indikator ini adalah kegiatan riset kajian stok dan potensi sumberdaya ikan di 8 WPP PD yaitu 411, 412, 413, 421, 422, 433, 436, 438 kegiatan riset sudah selesai dilaksanakan dengan capaian sebesar 100%, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya diperiode yang sama pada triwulan IV tahun 2019 sebanyak 6 WPP PD juga pada akhir triwulan IV tercapai sebesar 100%.

Pagu anggaran sebesar RP. 2.206.210.000 sampai dengan triwulan IV telah terrealisasi sebesar RP. 2.089.548.102 atau sebesar 94,71%.

Indikator Kinerja 3

Sarana dan Prasarana BRPPUPP yang ditingkatkan kapasitasnya

Tabel 7. Capaian IKU Sarana dan Prasarana BRPPUPP yang ditingkatkan kapasitasnya

Definisi IKU ini adalah Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana yang berbentuk pengadaan fisik/belanja modal yang dilaksanakan oleh BRPPUPP yang merupakan satuan kerja lingkup Pusriskan. Bukti capaian berupa BAST antara Pejabat Pembuat komitmen Kegiatan Riset Perikanan dengan pihak Rekanan yang melaksanakan Pengadaan. Pada triwulan IV tahun 2020 seluruh pengadaan yang menjadi kegiatan IKU ini telah selesai dilaksanakan dengan capaian fisik sebesar 100%.

Kegiatan pendukung IKU ini adalah pekerjaan revitalisasi kolam patratani untuk kegiatan silvofishery, renovasi turap instalasi mariana, revitalisasi kolam percobaan instalasi mariana, renovasi rumah dinas taman sari, pembangunan pagar dan taman anwar sastro, konsultan perencana dan konsultan pengawas pembangunan.

dimanfaatkan daratan (WPP PD)

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

3

Sarana dan Prasarana BRPPUPP yang ditingkatkan kapasitasnya

1 1 1

(40)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

Pagu anggaran kegiatan ini sebesar RP. 1.476.000.000 sampai dengan triwulan IV telah terealisasi sebesar RP 1.356.528.300 atau sebesar 91,91 %. Sisa anggaran sebesar 119.471.700 merupakan sisa kontrak dari kegiatan pengadaan yang dilaksanakan.

Indikator Kinerja 4

Karya Tulis Ilmiah BRPPUPP Yang dipublikasi

Definisi IKU ini adalah Tulisan yang disusun berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan dari kegiatan riset yang telah diterbitkan di media jurnal terakreditasi, prosiding, bunga rampai, buku hasil riset, naskah akademik dan buletin ilmiah yang diterbitkan dalam negeri dan/atau luar negeri, naskah orasi ilmiah, buku ajar pada tahun berjalan. Serta Menyesuaiakan PERKA LIPI tentang Karya Tulis Ilmiah. Dengan formulasi sebagai berikut:

(1) Jumlah karya tulis ilmiah yang sudah diterbitkan di tahun berjalan (2) Perhitungan berdasarkan penulis pertama untuk terbitan dalam negeri, untuk terbitan internasional dihitungkan sampai penulis kedua

(3) Tulisan yang diterbitkan pada media jurnal terakreditasi, prosiding, bunga rampai, buku hasil riset, naskah akademik dan buletin ilmiah yang diterbitkan dalam negeri dan/atau luar negeri, naskah orasi ilmiah, buku ajar.

Bukti capaian berupa Karya Tulis Ilmiah yang telah tercantum dalam jurnal, prosiding, bunga rampai, dan buletin ilmiah yang telah diterbitkan pada tahun berjalan.

Tabel 8. Capaian IKU Karya Tulis Ilmiah BRPPUPP Yang dipublikasi

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

4 Karya Tulis Ilmiah BRPPUPP

Yang dipublikasi 20 20 17

(41)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

Pada triwulan IV tahun 2020 IKU ini telah tercapai sebanyak 17 Karya Tulis Ilmiah dari target yang ditetapkan sebanyak 20 Karya Tulis Ilmiah dengan persentase capaian sebesar 85%.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun 2019 capaian karya tulis ilmiah sebesar 16 karya tulis ilmiah yang terpublikasi dari target triwulan IV sebanyak 20 karya tulis ilmiah atau sebesar 80% dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sejak tahun 2019 target penulisan KTI sebanyak 20 KTI selalu tidak tercapai oleh karena itu ditahun mendatang perlu semakin didorong peningkatan produktifitas penyusunan karya tulis ilmiah para peneliti BRPPUPP dengan cara menerbitkan surat edaran untuk semua peneliti BRPPUPP agar diwajibkan dapat menghasilkan karya tulis ilmiah minimal 1 untuk setiap peneliti BRPPUPP.

Indikator Kinerja 5

Jejaring dan/atau kerjasama BRPPUPP yang disepakati dan/atau Ditindaklanjuti

Definisi IKU ini adalah Kerja sama riset dan SDM adalah penyelenggaraan kerja sama antara BRPPUPP dengan pihak mitra pada tahun yang masih berjalan (on going) dan/atau terbentuk di tahun 2018 dan yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan ruang lingkup meliputi:

1. Penelitian, pengembangan dan penerapan iptek;

2. Peningkatan kapasitas SDM dan kelembagaan

3. Pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, tenaga ahli dan materialpenelitian;

4. Perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan hasil litbang;

5. Diseminasi dan publikasi;

6. Pertemuan ilmiah, seminar bersama dan lokakarya bersama;

7. Peningkatan pelayanan publik atas ilmu pengetahuan dan teknologi Jejaring kerjasama yang dihasilkan bisa juga berasal dari usulan inisiasi kerjasama stakeholder yang dikoordinasikan/disetujui oleh BRSDM.

Bukti capaian berupa Dokumen kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh pejabat

(42)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

SK/dokumen lainnya yang sejenis) atau Rencana Kerja Bersama dengan Pemerintah Daerah yang ditandatangani oleh para pihak.

Tabel 9. Capaian IKU Jejaring dan/atau kerjasama BRPPUPP yang disepakati dan/atau Ditindaklanjuti

Sampai dengan triwulan IV tahun 2020 telah tercapai sebanyak 4 jejaring dan/atau kerjasama BRPPUPP yang disepakati dan/atau ditindaklanjuti dari target yang ditetapkan sebesar 4 jejaring dengan persen capaian sebanyak 100%.

Indikator Kinerja 6

Sertifikasi kelembagaan BRPPUPP

Definisi IKU ini adalah Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah lembaga riset perikanan yang terstandard di bawah BRSDM yang masih berlangsung dapat juga berupa Lembaga riset perikanan yang terstandar seperti akreditasi ISO/KNAPPP/PUI

Tabel 10. Capaian IKU Sertifikasi kelembagaan BRPPUPP

Pada triwulan IV tahun 2020 telah tercapai 1 Sertifikasi kelembagaan BRPPUPP yaitu Pusat Unggulan Iptek (PUI) dengan tema Pengelolaan Perikanan Perairan Umum daratan di BRPPUPP. Dengan demikian IKU ini telah tercapai 100% ditriwulan IV ini.

SASARAN STRATEGIS 2:

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020

Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

5

Jejaring dan/atau kerjasama BRPPUPP yang disepakati dan/atau Ditindaklanjuti

4 4 4

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

Hasil riset dan inovasi BRPPU-PP yang dimanfaatkan

6 Sertifikasi kelembagaan

BRPPUPP 1 1 1

(43)

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Inland Fishery Resources Development And Management Department (IFRDMD)

TERLAKSANANYA PENDAMPINGAN KELOMPOK PELAKU USAHA/UTAMA DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Indikator Kinerja 7

Kelompok pelaku utama /usaha yang disuluh di SATMINKAL BRPPUPP

Definisi dari IKU ini adalah Merupakan indikator yang menunjukkan jumlah kelompok pelaku utama/ pelaku usaha yang disuluh oleh penyuluh perikanan

Bukti capaian berupa Data Masyarakat KP yang telah disuluh oleh penyuluh perikanan by name yang disahkan oleh Kepala Puslatluh, Dokumen penyampaian data dari Eselon II kepada Kepala BRSDM, serta Data yang disajikan merupakan legal terdapat pengesahan pimpinan.

Tabel 11. Capaian IKU Kelompok pelaku utama /usaha yang disuluh di SATMINKAL BRPPUPP

Pada triwulan IV tahun 2020 capaian indikator kinerja ini telah mencapai 5.731 kelompok atau sebesar 118% dari target yang ditetapkan sebesar 4.853 kelompok Pada periode yang sama ditahun 2019 indikator kinerja ini tercapai sebesar 11.960 kelompok dari target 3.040 kelompok atau sebesar 393%.

Jika dibandingkan dengan target tahunan pada PK maka capaian triwulan IV tahun 2020 sebesar 118% atau telah melebihi target tahunan yang ditetapkan.

Anggaran kegiatan IKU ini sebesar Rp.9.793.410.000 sampai dengan triwulan IV telah terealisasi sebesar Rp. 9.103.853.108 atau sebesar 92,96%. Kegiatan pendukung IKU ini antara lain; penyusunan materi penyuluhan berbasis online, penyusunan profil kelompok

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 Target TW IV

Realisasi TW IV

TERLAKSANANYA PENDAMPINGAN KELOMPOK PELAKU USAHA/UTAMA DALAM MENDUKUNG

TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (kelompok)

7

Kelompok pelaku utama /usaha yang disuluh di SATMINKAL BRPPUPP

4.853 4.853 5.731

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi BRPPUPP
Gambar 2. Grafik Komponen Pegawai BRPPUPP Tahun 2020  Jika dilihat dari jumlah fungsional maka sebaran pegawai BRPPUPP akan  tersaji sebagai berikut:
Gambar 4. Grafik Fungsional Penyuluh Perikanan  BRPPUPP tahun 2020
Tabel 2. Perjanjian Kinerja BRPPUPP
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel : 3.6.. BAPENDA Kabupaten Pemalang 2020 28 Perbandingan capaian kinerja Rasio PAD terhadap potensi/target PAD sebagaimana tabel diatas. Berdasarkan grafik 3.1

Jika dibandingkan dengan hasil capaian pada tahun 2014 maka capaian sekarang sudah melebihi 16,56 persen dimana rata-rata capaian APK untuk semua jenjang pendidikan telah

KEGIATAN ANGGARAN TARGET REALISASI KINERJA PADA TRIWULAN REALISASI CAPAIAN. KINERJA

Dalam melakukan pengukuran capaian kinerja, Dinas Perhubungan Kabupaten Berau pada tahun 2018 telah dilakukan secara berkala (triwulan) , semester, dan tahunan serta masih

REALISASI KINERJA PADA TRIWULAN REALISASI CAPAIAN KINERJA TAHUN 2020 TINGKAT CAPAIAN KINERJA TAHUN 2020 I II III IV 1 Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup

Dari tabel tersebut diatas, dapat dijelaskan bahwa dalam rangka pencapaian Sasaran strategis RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016-2021, khususnya Tahun Anggaran 2016 telah

Penyusunan LKIP Triwulan IV Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung Tahun 2015 merupakan perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan yang dicerminkan dari

Laporan capaian kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala Triwulan IV Tahun Anggaran