• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indonesia Mata Pelajaran IPS

Dalam dokumen Jurnal Vol.2 No.2.pdf (Halaman 64-66)

MUNTRI, S.Pd

Pendahuluan

Semua guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan, siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Akan tetapi harapan- harapan itu tidak selalu dapat terwujud. Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa mengerjakan soal atau jika mengerjakan soalpun jawabannya asal-asalan.

Pembelajaran IPS masih menekan- kan pada konsep-konsep yang terdapat di dalam buku, dan juga belum memanfaat- kan pendekatan media dalam pembelajar- an secara maksimal. Mengajak siswa berinteraksi langsung dengan media pembelajaran jarang dilakukan. Guru IPS sebagian masih mempertahankan urutan- urutan dalam buku tanpa memperdulikan kesesuaian dengan lingkungan belajar siswa. Hal ini membuat pembelajaran

tidak efektif, karena siswa kurang merespon terhadap pelajaran yang disampaikan. Maka pengajaran semacam ini cenderung menyebabkan kebosanan kepada siswa pada saat berada di dalam kelas. Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah–masalah kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga hasil belajar siswa mencapai tujuan yang diharapkan.

Hal ini juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 65. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pemanfaatan media kartu bergambar dalam pembelajaran IPS sangat efektif dan efisien karena dapat dilaksanakan dalam materi jenis-jenis pekerjaan untuk membedakan jenis pekerjaan yang menghasilkan barang maupun jasa (2) memanfaatan media kartu bergambar dapat meningkatkan aktifitas, partisipasi dan motivasi belajar siswa di SDN Kramat II Dan (3) secara kuantitatif hasil belajar siswa di SDN Kramat II setelah memanfaatkan media kartu bergambar dalam pembelajaran IPS menunjukkan tingkat ketuntasan belajar yang tinggi.

Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS

Karena pada prosentase ketuntasan belajar sebelum memanfaatkan media kartu bergambar mencapai 50%, dan setelah memanfaatkan media kartu bergambar meningkat menjadi 70%. Siklus Iprosentase ketuntasan belajar sebelum memanfaatkan media kartu bergambar sebanyak 70% dan meningkat menjadi 100% pada siklus II setelah memanfaatkan media kartu bergambar.

Masalah-masalah yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran tidak muncul begitu saja, tetapi ada faktor– faktor penyebabnya. Apabila guru mampu mengidentifikasi penyebab timbulnya masalah yang dialami oleh siswa , maka guru tersebut akan dapat melakukan penanganan–penanganan yang tepat dalam memecahkan masalah pembe-lajarannya. Contoh masalah yang sering muncul dalam pembelajaran yaitu siswa kurang memahami penjelasan guru, siswa tidak mengerti kata, kalimat, bentuk kalimat, yang diucapkan ataupun yang ditulis. HalIni mungkin karena penjelasan guru tidak disertai alat peraga atau alat peraga kurang atau bahkan tidak sesuai.

Sejujurnya penggunaan alat peraga untuk pembelajaran IPS di SD jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan oleh guru-guru SD, padahal alat peraga itu bisa dibuat atau diciptakan oleh seorang guru.Alat peraga IPS tidak perlu mahal, kita bisa menemukannya di sekitar kita seperti mencari referensi melalui internet, majalah koran bekas ataupun mengcopy dari buku-buku pelajaran. Oleh karena itu penelitian yang kami laksanakan ini mencoba menggunakan alat peraga atau media kartu bergambar

sederhana ditunjang oleh metode yang sesuai dengan materi pelajaran yang diharapkan dapat membantu pemahaman siswa tentang jenis-jenis pekerjaan dan membatu meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Kramat II ini dengan memper-timbangkan usaha-usaha agar siswa dapat belajar dengan menyenang-kan, agar siswa dapat dengan jelas membedakan jenis-jenis pekerjaan yang menghasilkan barang ataupun yang menghasilkan jasa. Pola pembelajaran seperti ini akan membantu siswa dalam proses berpikir dan pada gilirannya siswa aktif dalam belajar.

Pengertian media kartu bergambar adalah alat bantu yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu huruf. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran dengan menggunakan buku, film, video dan bisa juga berupa kartu bergambar.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa terpacu untuk membuat perubahan dalam pembelajaran yang semula hanya terpaku dengan metode ceramah dan tanya jawab menjadi pembelajaran yang PAKEMI (Pembelajar- an yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan inovatif) dengan menggunakan media kartu bergambar dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka penelitian ini rumusan masalahnya adalah:

“Bagaimana penggunaaan media kartu bergambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis pekerjaan mata pelajaran IPS Kelas III SDN Kramat II Lamongan?”

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:

1. Meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis pekerjaan baik yang menghasilkan barang maupun yang menghasilkan jasa dengan mengguna- kan media pembelajaran berupa kartu bergambar pada materi jenis-jenis pekerjaan pada pelajaran IPS Kelas III SDN Kramat II Lamongan tahun pelajaran 2015 /2016.

2. Meningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN Kramat II setelah dilaksana- kan pembelajaran dengan mengguna- kan media pembelajaran berupa kartu bergambar.

Manfaat Penelitian

Manfaat perbaikan penelitian sebagaai berikut:

1. Dapat memberikan sumbangan bagi guru khususnya dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. 2. Dapat memberikan informasi

kepada guru dan semua pengajar mengenai manfaat pembelajaran melalui media bergambar dalam meningkatkan prestasi belajar pada pada materi jenis-jenis pekerjaan. 3. Siswa dapat lebih memahami

tentang materi yang di berikan

dengan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada materi jenis-jenis pekerjaan.

4. Bagi sekolah penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang rendah.

Dalam dokumen Jurnal Vol.2 No.2.pdf (Halaman 64-66)

Dokumen terkait