Pengertian Media Pembelajaran
Media adalah alat atau sarana untuk menyebarluaskan informasi, seperti surat kabar, radio, gambar dan televisi.
Menurut Martin, Schram, Gagne (dalam Sutarsih, 2008) media adalah mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa, ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak, seperti komputer, televisi, OHP, video tape, slide, buku, film, model, gambar, transparansi, dan lain-lain.
Kata media berasal dari Bahasa latin medius yang secara harfiah berarti" tengah", "perantara" atau "pengantar". Dalam Bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari sumber dari penerima. Gagne (dalam Hermawan, 2011) menyatakan bahwa media adalah segala macam komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Persamaan dapat ditarik bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian,
Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS
dan minat sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar berlangsung.
Meskipun media banyak ragamnya akan tetapi kenyataanya tidak banyak jenis media yang bisa digunakan oleh guru sekolah. Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkanya adalah media cetak (buku) dan papan tulis. Media pembelajaran memiliki tiga peranan, yaitu peran sebagai penarik perhatian
(attentional role), peran komunikasi
(Communications role), dan peran retensi
(retention role). Dalam peranannya sebagai penarik perhatian siswa, media bersifat mengundang perhatian peserta didik, meningkatkan rasa keingin tahuan siswa, serta menyampaikan informasi.
Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut: 1. Memperjelas penyajian suatu pesan
agar tidak terlalu bersifat verbalistis. 2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu
dan daya indera seperti :
a. Obyek yang terlalu besar, dapat digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, gambar video, atau model
b. Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film slide, gambar video atau gambar
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse, highspeed photografi atau slow motion playback video
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu dapat
ditampilkan lagi melalui rekaman film, video, atau foto
e. Obyek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model, diagram, dll
f. Konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dalam bentuk film, slide, gambar atau video
3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
a. Menimbulkan gairah belajar b. Memungkinkan interaksi lang-
sung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan
c. Memungkinkan siswa belajar sendiri menurut minat dan kemampuannya
4. Dengan sifat yang unik pada siswa juga dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda-beda, sedangkan kurikulum dan materi pembelajaran yang sama untuk setiap siswa, masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran dalam kemampuannya:
a. Memberikan perangsang yang sama
b. Menyamakan pengalaman
c. Menimbulkan persepsi yang sama Dilihat dari keistimewaan ini, media pembelajaran mempunyai fungsi yang jelas untuk menghindari atau memperkecil gangguan, komunikasi penyampaian pesan belajar.
Menurut Degeng, 1990 (dalam Sutarsih, 2008) Hal-hal perlu dipertimbangkan oleh guru/pendidik
Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS
dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran antara lain :
a) Tidak ada satu media yang paling unggul untuk semua tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak cocok untuk tujuan yang lain. b) Media adalah bagian integral dari
proses belajar-mengajar. Hal ini berarti media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar-mengajar.
c) Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar siswa. Kemudian belajar siswa haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan media.
d) Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu. Melainkan mempunyai tujuan menyatu dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.
e) Pemilihan media pembelajaran hendaknya obyektif dan tidak didasarkan pada keinginan pribadi. f) Penggunaan beberapa media
pembelajaran akan membingungkan siswa. Penggunaan multimedia bukan berarti menggunakan media yang banyak sekaligus.
g) Kebaikan dan keburukan media pembelajaran tidak tergantung pada kekongritan dan keabstrakan media yang konkrit wujudnya, mungkin sukar dipahami karena rumitnya, tetapi media abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
Tujuan Media Pengajaran
Tujuan utama dalam menggunakan media adalah agar pesan atau informasi yang dikomunikasikan tersebut dapat diserap semaksimal mungkin oleh para siswa sebagai penerima informasi Soeparno (dalam, Mahmuda, 2008) Dengan demikian informasi akan lebih cepat dan mudah untuk diproses oleh peserta didik tanpa harus melalui proses yang panjang yang akan menjadikannya menjadi jenuh, apalagi dalam proses pembelajaran Bahasa, dimana peserta didik dibekali keterampilan Berbahasa dengan cara berlatih secara kontinyu untuk memperoleh keterampilan tersebut. Padahal berlatih secara kontinyu adalah hal yang membosankan, sehingga kehadiran media sangat diperlukan.
Kegunaan Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar
Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:
a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis. b) Mengatasi keterbatasan ruang,
waktu dan daya indera.
c) Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif peserta didik Arif (dalam Mahmuda, 2008).
Demikian kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar sangat urgen sekali untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, utamanya untuk belajar Bahasa bahkan terkadang tanpa memerlukan biaya sama sekali. Seperti
Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS
papan tulis, benda peraga, gambar dan foto serta kartu.
Cara Memilih Media
Secara ringkas mengenalkan bagaimana cara memilih media sebagai berikut :
a) Hendaknya mengetahui karekteristik setiap media.
b) Hendaknya memilih media yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
c) Hendaknya memilih media yang sesuai dengan metode yang dipergunakan.
d) Hendaknya memilih media yang sesuai dengan materi yang akan dikomunikasikan.
e) Hendaknya memilih media yang sesuai dengan keadaan siswa, jumlah, usia maupun tingkat pendidikannya. f) Hendaknya memilih media yang
sesuai dengan situasi kondisi lingkungan tempat media dipergunakan.
g) Janganlah memilih media dengan alasan barang tersebut baru atau barang tersebut satu-satunya yang kita miliki Soeparno (dalam Mahmuda, 2008).
Media Kartu Bergambar
Pengertian media kartu bergambar adalah alat bantu yang dipergunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu huruf.
Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran dengan menggunakan buku, film, video dan bisa juga berupa kartu bergambar.
Kelebihan dan Kelemahan Media Gambar Menurut Basuki dan Farida (2001:42), mengemukakan kelebihan dan keterbatas-an media gambar, yaitu :
Kelebihan media gambar : 1. Umumnya murah harganya 2. Mudah didapat
3. Mudah digunakan
4. Dapat memperjelas suatu masalah 5. Lebih realistis
6. Dapat membantu mengatasi keter- batasan pengamatan
7. Dapat mengatasi keterbatasan ruang Keterbatasan media gambar :
a. Semata-mata hanya medium visual b. Ukuran gambar seringkali kurang
tepat untuk pengajaran dalam kelompok besar
c. Memerlukan ketersediaan sumber ketrampilan dan kejelian guru untuk dapat memanfaatkannya.
Menurut Arif S. Sadiman (1992) mengemukakan kelebihan dan keterbatasan media gambar adalah:
Kelebihan media gambar :
1) Sifatnya konkrit : lebih realistis menunjukkan pokok masalah yang dibandingkan dengan gambar verbal semata
2) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
3) Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita
4) Dapat memperjelas suatu masalah kesalah pahaman dalam bidang apa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalah pahaman
Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS
5) Murah harganya dan gampang di dapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus
Kelemahan media gambar :
a) Hanya menekankan persepsi indra mata
b) Gambar benda yang terlaku kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
c) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar
d) Memerlukan keterbatasan sumber dan ketrampilan kejelian untuk dapat memanfaatkannya.
Dagne (dalam Mahmuda, 2008) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Namun pada dasarnya media pembelajarantersebut dipakai oleh seorang guru untuk:
1) Memperjelas informasi/pesan peng- ajaran
2) Memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting
3) Memberi variasi pengajaran 4) Memperjelas struktur pengajaran 5) Memotivasi proses belajar siswa
dalam (Mahmuda,2008). Pembelajaran IPS di SD
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD harus memperhatikan kebutuhan anak yang berusia antara 6-12 tahun. Anak dalam kelompok usia 7-11 tahun menurut Piaget (1963) berada dalam perkembangan kemampuan intelektual/kognitifnya pada tingkatan kongkrit operasional. Mereka memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh, dan
menganggap tahun yang akan sebagai waktu yang masih jauh. Yang mereka perdulikan adalah sekarang (kongkrit), dan bukan masa depan yang belum mereka pahami (abstrak). Padahal bahan materi IPS penuh dengan pesan-pesan yang bersifat abstrak.
Konsep-konsep seperti waktu, perubahan, kesinambungan (continuity), arah mata angin, lingkungan, ritual, akulturasi, kekuasaan, demokrasi, nilai, peranan, permintaan, atau kelangkaan adalah konsep-konsep abstrak yang dalam program studi IPS harus dibelajarkan kepada siswa SD.
Mata pelajaran IPS bertujuan agar anak didik memiliki kemampuan sbb : 1. Mengenal konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan masyara- kat dan lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial .
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanu- siaan
4. Memiliki kemampuan berkomonikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global yang memiliki ruang lingkup meliputi aspek-aspek sbb :
Manusia, tempat, dan lingkungan.
Waktu, keberlanjutan, dan perubah-an .
Sistem sosial dan budaya.
Perilaku ekonomi dan kesejah- teraan.
Penggunaan Media Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Jenis-Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia Mata Pelajaran IPS
Metode Penelitian
Subyek Penelitian
Sesuai dengan tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk memperbaiki proses belajar mengajar maka yamg menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Kramat II Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Tahun 2015/ 2016 yang berjumlah 17 siswa. Rata- rata usia mereka antara 8 dan 9 tahun.
Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kramat II Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan.
Waktu Penelitian
Pelaksanaan waktu Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus:
Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 17 Pebruari 2016
Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 24 pebruari 2016
Mata Pelajaran
Penelitian ini mengkhususkan pada mata pelajaran IPS dengan Kompetensi Dasar mengenal jenis-jenis pekerjaan pada indikator menjelaskan jenis-jenis pekerjaan yang menghasilkan barang dan menghasilkan jasa.
Desain Prosedur dan Penelitian
Dalam suat penelitian dibutuhkan suat rancangan dan pelaksanaan prosedur penelitian yang baik. Oleh karena itu suat penelitian harus benar-benar dipersiapkan dengan baik sebelum dilaksanakan di lapangan. Kegiatan penelitian ini
dilaksanakan melalui 2 siklus, setiap siklus memiliki tahapan sebagai berikut: 1. Perencaanaan (Planning)
2. Pelaksanaan (Action)
3. Pengamatan (Obsevasing)dan 4. Refleksi (Reflecting)
Tehnik analisis Data
Dalam melaksanakan penelitian ini guru melaksanakan metode tanya jawab yang bertujuan menggali pengetahuan dan menarik keaktifan siswa dalam mengenal materi yang akan disajikan oleh guru. Menggunakan metode ceramah beserta alat peraga berupa media kartu bergambar dengan tujuan memberi pemahaman kepada siswa dengan memberi penjelasan lebih detail mengenai materi agar tercapai hasil yang maksimal.
Penelitian ini menggunakan instrumen penilaian sebagai berikut: a. Lembar pengamatan kegiatan siswa b. Lembar pengamatan kegiatan Guru c. Tes Lembar Kerja Siswa berupa rubrik
penilaian