• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Informan Penelitian

C. Informan Penelitian

Informan penelitian ini adalah wanita keturunan Jawa yang tinggal di D.I Yogyakarta dan telah menikah. Hal ini bertujuan agar peneliti tetap fokus

pada konteks penelitian, yaitu masyarakat Jawa yang telah mengalami

langsung pernikahan yang sedang dijalaninya. Informan dalam penelitian ini,

terdiri dari sepuluh informan yang berasal dari dua generasi, yaitu lima wanita

yang menikah di tahun 1960-an dan lima wanita yang menikah di tahun

2000-an. Hal ini dimaksudkan agar peneliti mengetahui perubahan apa yang terjadi

dalam pernikahan Jawa dari kedua generasi tersebut. Berikut data demografi

informan:

1. Informan yang menikah di tahun 1960-an: a. Informan 1

Usia : 67 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Katolik

Tahun menikah : 1960

Pendidikan : SD kelas 4

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa yang masih tradisional.

Sejak lahir informan sudah tinggal di Yogyakarta. Dalam kesehariannya

informan menggunakan bahasa Jawa dengan suami dan anak-anaknya. Informan tinggal di daerah pedesaan, sehingga informan masih

pedesaannya. Informan menikah dengan proses perjodohan yang

dilakukan oleh kedua orangtuanya saat informan berusia 18 tahun.

b. Informan 2

Usia : 65 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Katolik

Tahun menikah : 1963

Pendidikan : SD kelas 4

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa yang masih tradisional

dan tinggal di daerah pedesaan. Informan sudah tinggal di Yogyakarta

sejak lahir. Orangtua informan tinggal dekat dengan rumah informan.

Dalam kesehariannya, informan masih bertani dan menggunakan bahasa

Jawa saat berkomunikasi dengan orang-orang sekitarnya. Kehidupan

tradisional yang dijalaninya sejak kecil, membuatnya menjalani

nilai-nilai budaya Jawa dalam masyarakat di daerah tempatnya tinggal.

Informan mengalami perjodohan saat ia berusia 19 tahun.

c. Informan 3

Usia : 61 tahun

Jenis Kelamin : wanita

 

Tahun menikah : 1968

Pendidikan : SMA Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan tinggal di daerah

perkotaan. Sejak lahir informan telah menetap di Yogyakarta. Dalam

kesehariannya, informan menggunakan bahasa Jawa dan masih

menjalani nilai-nilai budaya Jawa yang tradisional. Informan menikah

pada usia 20 tahun, yaitu dua tahun setelah informan lulus SMA.

Informan menikah dengan teman sekolahnya yang sudah dikenal

sebelumnya, sehingga informan tidak mengalami perjodohan.

d. Informan 4

Usia : 68 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Islam

Tahun menikah : 1960

Pendidikan : SMA

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa yang masih tradisional.

Sejak lahir informan telah menetap di Yogyakarta. Informan menikah di

usia 19 tahun setelah lulus SMA, calon suami informan merupakan temannya saat masih duduk di bangku SMA, sehingga informan tidak

menggunakan bahasa Jawa saat berkomuniasi dengan suami, anak-anak,

maupun orang-orang di sekitarnya.

e. Informan 5

Usia : 65 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Islam

Tahun menikah : 1964

Pendidikan : SMA

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan telah sejak lahir tinggal di Yogyakarta. Informan tinggal di daerah perkotaan dan menikah

setelah lulus SMA dan setelah bekerja selama dua tahun. Informan

menikah dengan temannya sendiri saat masih bersekolah, sehingga

informan tidak mengalami proses perjodohan. Dalam kehidupan

sehari-hari, informan menggunakan bahasa Jawa dan masih menjalani

nilai-nilai budaya Jawa tradisional yang diyakini oleh masyarakat sekitar

tempatnya menetap.

2. Informan yang menikah di tahun 2000-an: a. Informan 1

Usia : 34 tahun

 

Agama : Islam

Tahun menikah : 2003

Pendidikan : Perguruan Tinggi

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan telah menetap sejak lahir

di Yogyakarta. Informan menetap di daerah perkotaan bersama kedua

orangtuanya. Namun, setelah menikah informan tinggal terpisah dari

kedua orangtuanya. Dalam kesehariannya, informan menggunakan

bahasa Jawa saat berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Informan

mengaku bahwa dirinya masih menjalani tradisi adat istiadat budaya

Jawa dalam masyakat Jawa di sekitarnya seperti upacara pernikahan,

tujuh bulanan, kenduri dan lain sebagainya.

b. Informan 2

Usia : 29 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Islam

Tahun menikah : 2002

Pendidikan : SMA

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa yang lahir di kota Semarang. Namun, ayah informan merupakan orang asli Yogyakarta, sehingga

di Yogyakarta. Informan menetap di daerah pinggiran kota

Yogyakarta, sehingga sifat tradisional masyarakatnya juga masih kental. Informan mengaku bahwa orangtuanya menanamkan nilai-nilai

budaya Jawa sejak ia kecil, apalagi ayah informan pernah berprofesi

sebagai seorang ”dalang pewayangan”. Informan tidak melanjutkan

sekolahnya sampai perguruan tinggi karena masalah biaya, sehingga

setelah lulus SMA, informan memutuskan untuk langsung bekerja.

c. Informan 3:

Usia : 35 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Islam

Tahun menikah : 2004

Pendidikan : SMA

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan telah menetap di Yogyakarta sejak lahir. Dalam kesehariannya, informan menggunakan

bahasa Jawa dan masih menjalani adat istiadat tradisional dalam

masyarakat Jawa di sekitarnya. Informan tinggal di daerah pinggiran

kota Yogyakarta, sehingga sifat tradisional budaya Jawa masih kental.

Informan tidak melanjutkan sekolahnya sampai perguruan tinggi karena informan tidak mau membebani kedua orangtuanya dalam hal biaya.

 

menikah pada usia 30 tahun karena informan baru menemukan pasangan

yang tepat di usianya yang ke-30 tahun.

d. Informan 4:

Usia : 30 tahun

Jenis Kelamin : wanita

Agama : Islam

Tahun menikah : 2002

Pendidikan : Perguruan Tinggi

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan telah menetap di

Yogyakarta sejak lahir. Dalam kesehariannya, informan menggunakan

bahasa Jawa saat berkomunikasi dengan orang-orang sekitarnya.

Informan mengaku bahwa dirinya masih menjalani tradisi budaya Jawa

dalam berbagai upacara adat agar dapat slamet di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, informan masih tergolong menjalani adat istiadat

tradisional dalam masyarakat Jawa di daerahnya menetap. Informan

menikah pada usia 23 tahun setelah selesai kuliah dan telah bekerja

kurang lebih satu tahun sebelum ia menikah.

e. Informan 5:

Usia : 32 tahun

Agama : Islam

Tahun menikah : 2001

Pendidikan : Perguruan Tinggi

Latar Belakang

Informan berasal dari keturunan Jawa dan telah menetap sejak lahir

di daerah perkotaan Yogyakarta. Dalam kesehariannya, informan

menggunakan bahasa Jawa dan masih menjalani adat istiadat budaya

Jawa dalam masyarakat Jawa di sekitarnya. Informan menikah ketika

berusia 24 tahun setelah ia lulus kuliah dan telah bekerja selama dua

tahun.

D. Metode Pengambilan Data

Metode pengambilan data yang digunakan peneliti yaitu, dengan

menggunakan wawancara semi terstruktur (Creswell, 1998). Wawancara

dilakukan secara informal dan menggunakan pedoman umum wawancara.

Menurut Patton (dalam Poerwandari, 2005), wawancara informal merupakan

proses wawancara yang didasarkan sepenuhnya pada berkembangnya

pertanyaan-pertanyaan secara spontan dalam interaksi ilmiah. Sementara

wawancara dengan pedoman umum, yaitu proses wawancara dimana peneliti

dilengkapi dengan pedoman wawancara yang umum dengan mencamtumkan

isu-isu yang harus diliput tanpa menentukan urutan pertanyaan bahkan mungkin tanpa bentuk pertanyaan eksplisit. Pedoman wawancara digunakan

 

sekaligus menjadi daftar pengecek apakah aspek-aspek relevan telah dibahas

atau ditanyakan (h. 127). Pada pelaksanaan wawancara, peneliti menggunakan alat perekam (“Mp4”) dengan tujuan sebagai kroscek terhadap hasil

wawancara kepada informan.

Berikut contoh pedoman umum dalam wawancara semi terstuktur yang

telah dilakukan:

1. Bagaimana usia ideal untuk menikah menurut Anda?

2. Bagaimana pengalaman Anda terkait dengan usia ideal untuk menikah?

3. Bagaimana kondisi saat Anda memutuskan untuk menikah?

4. Bagaimana makna pernikahan menurut Anda?

5. Bagaimana perasaan Anda antara sebelum dan sesudah menikah?

E. Prosedur Pengambilan Data

Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam pengambilan data

penelitian antara lain:

1. Meminta izin untuk melakukan wawancara awal terhadap informan

penelitian.

2. Menyiapkan surat keterangan penelitian dari fakultas kepada pengelola

yayasan kelompok bermain PAUD ARH untuk memperoleh perizinan

dalam mewawancarai orangtua murid.

3. Melakukan wawancara awal. Wawancara awal dilakukan pada tanggal 10

mendapatkan gambaran awal mengenai perubahan umum berkaitan

dengan pernikahan di kedua zaman yang berbeda.

4. Melakukan tahap persiapan penelitian dengan membuat pedoman umum wawancara yang disesuaikan dengan informan penelitian dan hasil

wawancara awal.

5. Melakukan penelitian dalam kurun waktu 10 September 2009 sampai

dengan 14 oktober 2009, yang dibagi dalam 2 tahap kegiatan sebagai

berikut:

a. Wawancara informan yang menikah di tahun 1960-an, sebagai berikut:

Pada tanggal 10 September 2009, peneliti melakukan wawancara

terhadap informan yang pertama. Wawancara berikutnya, yaitu

terhadap informan kedua dilakukan pada tanggal 12 September 2009.

Kemudian, pada tanggal 13 September 2009, peneliti kembali

mewawancarai informan pertama dan kedua guna menambah

informasi data yang kurang lengkap.

Wawancara berikutnya, yaitu terhadap informan ketiga dilakukan

pada tanggal 14 September 2009. Kemudian, pada tanggal 17

September 2009, peneliti mewawancarai informan keempat. Peneliti

kembali mewawancarai informan ketiga dan keempat pada tanggal 19

September 2009 untuk menanyakan data yang kurang lengkap.

Wawancara terakhir yaitu, terhadap informan kelima dilakukan pada

 

b. Wawancara informan yang menikah di tahun 2000-an, sebagai berikut:

Pada tanggal 23 September 2009, peneliti melakukan wawancara terhadap informan pertama dan kedua di hari yang sama. Wawancara

selanjutnya, yaitu terhadap informan ketiga dan keempat dilakukan

pada tanggal 28 September 2009. Pada tanggal 30 September 2009,

peneliti kembali mewawancarai informan pertama sampai informan

keempat untuk menanyakan data yang kurang lengkap. Wawancara

terhadap informan terakhir, yaitu informan kelima dilakukan pada

tanggal 7 dan 14 Oktober 2009.

F. Analisis Data

Dalam melakukan analisis data, peneliti menggunakan Interpretative

phenomenological analysis (Smith, 2008). Analisis fenomenologis

interpretatif bertujuan untuk mengeksplorasi secara terperinci bagaimana para

partisipan memaknai dunia personal dan dunia sosial mereka (Smith, 2006).

Langkah awal yang dilakukan peneliti, yaitu membuat unit makna dari

setiap baris transkip verbatim berdasarkan jawaban informan. Unit makna

yaitu, arti yang berkaitan logis dan jelas yang tersimpan dalam protokol

wawancara atau jawaban informan. Satu kata dapat merupakan unit makna.

Beberapa kalimat juga dapat merupakan unit makna. Selain itu, unit makna

juga dapat merupakan sebuah ide yang kompleks dari suatu protokol wawancara (Ratner, 2001). Setelah membuat unit makna dari setiap protokol

yang telah ditentukan oleh peneliti. Tema sentral merupakan sebuah refleksi

dari peneliti terhadap unit makna yang telah diidentifikasi. Jika dalam unit makna terdapat kata “oh hell” maka, peneliti dapat menafsirkan kata tersebut

dengan “anger”atau ”marah”. Tema sentral harus dapat mewakili signifikansi

psikologis yang terdapat dalam unit makna.

Setelah pemberian tema sentral pada unit makna, selanjutnya beberapa

tema sentral yang saling berhubungan diorganisasikan menjadi satu kategori

yang disebut dengan tema umum. Tema umum berfungsi memberikan nama

pada makna dari tema sentral. Berdasarkan tema umum tersebut, kemudian

dibuatlah struktur umum dari hasil verbatim wawancara informan penelitian.

Setiap tema umum terdapat dalam penjelasan struktur umum, sehingga terlihat

persamaan dan perbedaan di antara informan kedua generasi yang berbeda.

Setelah stuktur umum didapatkan, kemudian peneliti membuat alur sebab dan

akibatnya. Kemudian, hasil kategorisasi tersebut diolah dan diambil

kesimpulan umum dari wawancara tersebut (Ratner, 2001). Berikut akan

dijabarkan cara peneliti melakukan analisis data berdasarkan transkrip

 

1. Penentuan Unit Makna

Tabel 1

Penentuan unit makna

Pertanyaan Jawaban informan Unit Makna Menurut mbah idealnya wanita menikah usia berapa? 22-23 tahun [22-23 tahun] Menurut mbah kondisi yang sekarang seperti apa mbah?

Kalau anak-anak sekarang menikah umur 25 keatas...kalau sudah dapat pasangan baru menikah. Tidak seperti dulu.. kalau dulu dijodohkan, kalau sekarang cari jodoh sendiri..

[Kalau anak-anak sekarang menikah umur 25 keatas...kalau sudah dapat pasangan baru menikah]. [Tidak seperti dulu.. kalau dulu dijodohkan, kalau sekarang cari jodoh sendiri..]

2. Pemberian Tema Sentral

Tabel 2

Pemberian Tema Sentral

Tema Sentral Unit Makna

Usia ideal wanita menikah [22-23 tahun]

Anak-anak sekarang menikah dengan inisiatif sendiri

[Kalau anak-anak sekarang menikah umur 25 keatas...kalau sudah dapat pasangan baru menikah]

zaman dulu menikah inisiatif orangtua, zaman sekarang inisiatif sendiri

[Tidak seperti dulu.. kalau dulu dijodohkan, kalau sekarang cari jodoh sendiri..]

3. Pengelompokkan Tema Umum Tabel 3

Pengelompokkan Tema umum

Tema umum Tema sentral

Inisiatif menikah di zaman dahulu kurang demokratis

Anak-anak sekarang menikah dengan inisiatif sendiri

zaman dulu menikah inisiatif orangtua, zaman sekarang inisiatif sendiri

4. Pemberian Struktur Umum Tabel 4

Pengelompokkan Struktur Umum

Unit Makna Tema Sentral Tema Umum Struktur Umum [Kalau anak-anak sekarang menikah umur 25 keatas...kalau sudah dapat pasangan baru menikah]. Anak-anak sekarang menikah dengan inisiatif sendiri Inisiatif menikah di zaman dahulu kurang demokratis Informan yang mengalami perjodohan di

tahun 1960-an, kurang memiliki kebebasan berinisiatif untuk memilih pasangan mereka. Orangtua informanlah yang lebih

berperan dalam mempertemukan

informan dengan calon suaminya. Berbeda dengan pandangan informan terhadap

anak-anak zaman sekarang yang lebih demokratis dalam memilih pasangan hidupnya.

[Tidak seperti dulu.. kalau dulu dijodohkan, kalau sekarang cari jodoh sendiri..] zaman dulu menikah inisiatif orangtua, zaman sekarang inisiatif sendiri

 

Dokumen terkait