BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.2. Profil Informan
4.1.2.5. Informan V
Nama : Maria Pane
TTL : Dairi, 24 Desember 1983
Tempat Tinggal : Jl. Karya Mesjid No. 36 Medan
Usia : 32 tahun
Agama : Kristen Protestan
Lama tinggal bersama mertua : 5 tahun sampai sekarang Usia Pernikahan : 5 tahun (sejak 2010)
Ibu Maria Pane adalah perempuan berdarah batak toba yang merupakan anak keenam dari delapan bersaudara. Perempuan yang menyukai warna putih dan merah ini, sehari-harinya bekerja sebagai staf tata usaha di sekolah SMKN 12 Medan. Ibu Maria memiliki postur tubuh yang pendek dan kurus, memiliki warna kulit putih dengan rambut lurus dan pendek, serta gaya bicara yang khas dan kental seperti orang suku batak pada umumnya. Ibu Maria mempunyai satu orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki yang masing-masing anak tersebut masih menduduki bangku sekolah dasar. Ibu Maria menuturkan bahwa ia sudah menikah dengan laki-laki berdarah batak toba juga yang bernama Pandapotan Sihombing pada tahun 2010 sampai sekarang.
Sebelum Ibu Maria menikah, ia sudah mengetahui bahwa harus tinggal bersama dengan mertua perempuan. Ibu Maria menuturkan bahwa selama ia tinggal bersama mertua perempuan, ia merasakan ibu mertuanya yang suka membanding-bandingkan dan pilih kasih karena bukan hanya beliau yang tinggal bersama dengan ibu mertuanya, tetapi beliau juga tinggal bersama dengan adik ipar beserta istrinya. Ibu Maria juga menuturkan bahwa di tahun pertama ia tinggal bersama dengan ibu mertuanya, ia sering disepelekan dan ibu mertuanya yang suka berbicara kasar terhadapnya karena pendapatan yang dimiliki oleh beliau sangat sedikit.
Ibu Maria juga menuturkan bahwa ia pernah mengalami konflik yang besar dengan ibu mertua dan iparnya. Salah satu penyebab konflik tersebut karena masalah dana untuk kebutuhan sehari-hari. Beliau mengaku bahwa pendapatan yang dimiliki oleh beliau tidaklah sama dengan pendapatan yang dimiliki oleh adik iparnya. Ia juga menuturkan bahwa sebenarnya ia mempunyai keinginan untuk tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan, namun untuk sekaranag beliau masih belum bisa untuk tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan. Alasan mengapa ia masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan adalah karena ia membutuhkan bantuan ibu mertuanya untuk mengontrol anaknya dan tempat tinggal ibu mertuanya yang berdekatan dari sekolah anaknya. Itulah sebabnya, ia masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan sampai sekarang. Ia mengaku bahwa ia bisa berkonflik dengan ibu mertuanya sampai dua hingga tiga hari lamanya.
Ibu Maria juga menuturkan bahwa dalam menghadapi konflik dengan mertua perempuan, ia lebih memilih untuk diam. Ia juga mempunyai cara dalam menyelesaikan masalah dengan ibu mertuanya, ia menuturkan bahwa ia yang duluan mengajak mengobrol ibu mertuanya sambil mengadakan makan bersama. Beliau juga sering bercerita kepada suaminya apabila ia berkonflik dengan ibu mertuanya. Beliau juga menuturkan bahwa ia juga pernah mengalami konflik dengan adik iparnya karena masalah anak-anak mereka yang suka berkelahi. Meskipun ia pernah mengalami konflik dengan adik iparnya, ia menuturkan bahwa konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Selama melakukan proses wawancara dengan Ibu Maria yang pada saat itu mengenakan baju berwarna biru dan rok yang tidak terlalu pendek berwarna hitam, peneliti merasakan sikap Ibu Maria yang sangat ramah dengan gaya bicaranya yang khas dan kental seperti orang batak pada umumnya walaupun pada saat itu Ibu Maria sedang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Banyak suka dan duka yang ia rasakan selama tinggal bersama dengan mertua perempuan.
Tabel 4.1. Deskripsi Menantu Perempuan No. Nama
Informan
Deskripsi Menantu Perempuan
1. Masniyar Rambe
• Menikah dengan laki-laki berdarah jawa yang bernama Suhendra pada tahun 2000.
• Tidak mengetahui harus tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun sampai sekarang.
• Memiliki panggilan unik yaitu inong. • Usia: 38 tahun.
• Suku: mandailing. • Agama: Islam.
• Pekerjaan: ibu rumah tangga. • Anak keempat dari lima bersaudara. • Mempunyai dua orang anak perempuan.
• Memiliki postur tubuh yang sedikit gemuk dan tinggi badan yang tidak begitu tinggi, serta memiliki warna kulit hitam manis dengan rambut panjang dan keriting.
• Mempunyai keinginan untuk tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Alasan mengapa masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan karena keadaan ekonomi.
• Pernah mengalami konflik dengan mertua perempuan.
2. Syarli Melisa • Menikah dengan laki-laki berdarah melayu yang bernama Imam pada tahun 2012.
perempuan.
• Sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun sampai sekarang.
• Usia: 27 tahun. • Suku: melayu. • Agama: Islam. • Pekerjaan: BUMN
• Anak ketiga dari empat bersaudara. • Mempunyai satu orang anak perempuan
• Memiliki postur tubuh pendek dan kurus, memiliki warna kulit putih dengan rambut lurus dan pendek, serta memiliki sikap yang ramah dan gaya bicara apa adanya.
• Belum mempunyai keinginan untuk tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Alasan mengapa masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan karena ibu mertuanya yang tinggal sendiri.
• Jarang mengalami konflik dengan mertua perempuan karena ia mempunyai sifat yang cuek dan tidak terlalu peduli terhadap mertua perempuan.
3. Rita Esti • Menikah dengan laki-laki berdarah melayu yang bernama Hendra pada tahun 2012.
• Mengetahui harus tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama dua tahun sampai sekarang.
• Usia: 30 tahun. • Suku: jawa. • Agama: Islam.
• Pekerjaan: BUMN
• Anak pertama dari empat bersaudara. • Mempunyai satu orang anak perempuan.
• Memiliki suara yang cenderung halus dan sedikit pelan, serta memiliki warna kulit putih dan postur tubuh yang gemuk.
• Belum mempunyai keinginan untuk tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Alasan mengapa masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan karena ia membutuhkan bantuan ibu mertuanya untuk menjaga dan merawat anaknya yang masih kecil. • Pernah mengalami konflik dengan mertua
perempuan.
4. Betti Dameria • Menikah dengan laki-laki berdarah tionghua yang bernama Kawito Ang Lie pada tahun 1995.
• Pernah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun delapan bulan.
• Usia: 42 tahun. • Suku: batak toba.
• Agama: Kristen Protestan. • Pekerjaan: Wirausaha.
• Anak pertama dari empat bersaudara. • Mempunyai satu orang anak laki-laki.
• Memiliki postur tubuh yang sedikit gemuk dan tinggi, memiliki warna kulit hitam manis dengan rambut panjang dan keriting, serta memiliki suara yang lantang dan gaya bicara apa adanya.
• Sudah tidak tinggal bersama dengan mertua perempuan.
dengan mertua perempuan karena ibu mertuanya yang suka membanding-bandingkan dan pilih kasih.
• Pernah mengalami konflik dengan mertua perempuan.
5. Maria Pane • Menikah dengan laki-laki berdarah batak toba yang bernama Pandapotan Sihombing pada tahun 2010.
• Mengetahui harus tinggal bersama dengan mertua perempuan.
• Sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama lima tahun sampai sekarang.
• Usia: 32 tahun. • Suku: batak toba.
• Agama: Kristen Protestan.
• Pekerjaan: Staf tata usaha SMKN 12 Medan. • Anak keenam dari delapan bersaudara.
• Mempunyai dua orang anak; satu perempuan dan satu laki-laki.
• Menyukai warna putih dan merah.
• Memiliki postur tubuh yang pendek dan kurus, memiliki warna kulit putih dengan rambut lurus dan pendek, serta gaya bicara yang khas dan kental seperti orang suku batak pada umumnya. • Mempunyai keinginan untuk tidak tinggal
bersama dengan mertua perempuan.
• Alasan mengapa masih bertahan tinggal bersama dengan mertua perempuan karena ia membutuhkan bantuan ibu mertuanya untuk mengontol anaknya dan tempat tinggal ibu mertuanya yang berdekatan dari sekolah anaknya.
• Pernah mengalami konflik dengan mertua