• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.1. Proses Pelaksanaan Penelitian

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti baik secara observasi maupun dengan cara mewawancarai langsung satu per satu informan yang telah ditetapkan. Penelitian ini berlangsung selama lebih kurang tiga bulan mulai dari bulan Mei 2015 hingga Juli 2015. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi menantu perempuan dengan mertua perempuan dalam menghadapi konflik serta penyebab konflik menantu perempuan dengan mertua perempuan yang sudah tinggal bersama di kota Medan. Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi mengenai karakteristik dan jumlah subjek yang akan dijadikan sebagai informan dalam penelitian ini. Adapun karakteristik informan yang menjadi subjek penelitian yaitu:

1. Subjek sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan mulai dari satu tahun hingga lima tahun karena bersatunya dua individu yang berbeda latar belakang serta kebiasaan bisa menimbulkan berbagai masalah, apalagi jika harus tinggal bersama dengan mertua perempuan. Ketika orang tua berada dalam satu atap dengan anak-anaknya yang telah berumah tangga, kemungkinan terjadinya konflik akan semakin besar.

Seperti artikel yang peneliti kutip

di http://www.suaramerdeka.com/hubungan-mertua-anak.

2. Subjek difokuskan kepada menantu perempuan karena mempunyai peran yang sama sebagai ibu rumah tangga dalam satu rumah yang mengakibatkan sulitnya menghindari konflik. Seperti artikel yang peneliti kutip di salah satu media online (http://www.intisari-online.com/majalah.asp?tahun=2004&edisi=497&file=warna0702&page= 02).

Proses awal penelitian ini dimulai dengan melakukan pengajuan judul kepada jurusan dan disetujui oleh dosen pembimbing. Setelah mendapat persetujuan untuk melakukan penelitian sesuai dengan judul yang peneliti ajukan, maka peneliti melakukan segala persiapan yang berhubungan dengan penelitian ini. Persiapan awal dimulai dengan melakukan observasi mengenai strategi komunikasi menantu perempuan dengan mertua perempuan dalam menghadapi konflik serta penyebab konflik menantu perempuan dengan mertua perempuan yang sudah tinggal bersama di kota Medan. Selanjutnya, peneliti membuat pedoman wawancara sebagai acuan dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada informan mengenai strategi komunikasi dalam menghadapi konflik serta penyebab konflik menantu perempuan dengan mertua perempuan yang sudah tinggal bersama. Kemudian, peneliti melanjutkan pencarian informan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada calon-calon informan. Proses wawancara dilakukan di berbagai tempat sesuai dengan permintaan masing-masing informan yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Lokasi wawancara ada yang dilaksanakan di rumah informan, di rumah adik ipar informan, dan ada juga di kantor informan bekerja. Waktu penelitian terlebih dahulu ditetapkan bersama-sama dengan cara mencari waktu senggang, sehingga proses wawancara dapat berlangsung dengan lancar tanpa banyak mengalami intervensi.

Informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang. Hal ini dikarenakan dari hasil wawancara dengan informan, peneliti tidak memperoleh data baru karena jawaban yang diberikan oleh informan sebagian besar memiliki maksud yang sama, sehingga penambahan informan tidak lagi diperlukan karena tidak memberikan informasi yang baru dan berarti bagi penelitian yang dilakukan. Dengan demikian, informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang, yaitu menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama satu tahun hingga lima tahun di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai strategi komunikasi menantu perempuan dengan mertua perempuan dalam menghadapi konflik serta untuk mengetahui

penyebab konflik menantu perempuan dengan mertua perempuan yang sudah tinggal bersama di Kota Medan.

Proses wawancara berlangsung sesuai dengan pedoman wawancara, yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada informan yang menyangkut tujuan penelitian. Melalui proses wawancara, peneliti akan memperoleh data mengenai informan secara lebih mendalam. Setelah wawancara selesai dilakukan, maka penelitian dilanjutkan ketahap berikutnya yaitu tahap analisis data. Pada tahap ini, peneliti menguraikan hasil wawancara terhadap kelima informan tersebut. Kemudian peneliti melakukan reduksi data hasil wawancara yaitu dengan cara merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan mencari pola serta tema data hasil wawancara. Kemudian peneliti melakukan penyajian data dan melakukan penarikan kesimpulan.

Dalam melakukan pengamatan tahap awal, peneliti kemudian melakukan penelitian untuk pertama kali menuju ke tempat di mana informan pertama tersebut tinggal, namun pada saat peneliti ingin mewawancarai informan tersebut, peneliti bertemu dengan adik ipar dari informan dan menyarankan peneliti untuk pulang dan datang kembali pada malam hari karena informan tersebut sedang beristirahat. Setelah peneliti pulang dan datang kembali pada malam hari, akhirnya peneliti bertemu dengan Informan I yaitu Ibu Masniyar Rambe yang merupakan menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun, namun karena sekarang tempat tinggal Ibu Masniyar yang berdekatan dari tempat tinggal ipar-iparnya yang membuat ibu mertuanya memiliki hak kebebasan untuk tinggal di mana saja. Akan tetapi, meskipun tempat tinggal Ibu Masniyar yang berdekatan dari tempat tinggal ipar-iparnya, ibu mertuanya lebih memilih dan sering tinggal bersama dengan Ibu Masniyar.

Kemudian peneliti menanyakan langsung kepada informan tersebut untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini, akan tetapi informan tersebut merasa ragu-ragu untuk menjadi informan dalam penelitian ini dengan alasan tidak mengerti bagaimana harus menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh peneliti. Kemudian peneliti memberikan penjelasan kepada informan tersebut bahwa pertanyaan yang akan diajukan oleh peneliti tidaklah

begitu sulit untuk dipahami. Setelah peneliti memberikan penjelasan kepada informan tersebut, akhirnya informan tersebut mau dan bersedia dalam kegiatan wawancara ini. Peneliti melakukan wawancara dengan beliau sebanyak dua kali karena pada saat wawancara sedang berlangsung, kondisi rumah dari adik ipar informan sangat ramai sehingga peneliti tidak dapat menyelesaikan wawancara dalam satu hari. Lokasi wawancara pertama dilakukan di rumah adik ipar informan dan wawancara yang kedua dilakukan dirumah informan. Setelah wawancara kedua selesai, peneliti meminta nomor kontak Ibu Masniyar agar nantinya dapat dihubungi apabila masih ada informasi yang kurang di kemudian hari.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara yang kedua dengan Informan II yaitu Ibu Syarli Melisa yang merupakan menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun sampai sekarang. Ibu Syarli merupakan teman kerja dari kakak peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk menghubungi informan tersebut. Kemudian peneliti menghubungi Ibu Syarli untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini. Setelah peneliti menghubungi beliau untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini dan juga memberikan penjelasan mengenai penelitian ini, akhirnya beliau bersedia dan mau menjadi informan dalam penelitian ini.

Setelah sepakat bersama-sama dalam mencari waktu senggang, akhirnya peneliti melakukan penelitian kedua menuju ke tempat di mana informan tersebut tinggal. Lokasi wawancara dalam penelitian kedua ini dilakukan di rumah informan tersebut. Wawancara dengan Ibu Syarli berlangsung cukup lama, sehingga peneliti dapat menyelesaikan wawancara dengan beliau dalam satu hari. Setelah selesai melakukan wawancara dengan beliau, peneliti meminta kesediaan beliau untuk diwawancarai kembali apabila peneliti mendapati masih ada kekurangan dalam wawancara tersebut di kemudian hari.

Peneliti selanjutnya melakukan wawancara yang ketiga dengan Informan III yaitu Ibu Rita Esti yang merupakan menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama dua tahun sampai sekarang. Ibu Rita merupakan teman kerja dari kakak peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk

menghubungi informan tersebut. Kemudian peneliti menghubungi Ibu Rita untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini. Setelah peneliti menghubungi beliau untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini dan juga memberikan penjelasan mengenai penelitian ini, akhirnya beliau bersedia dan mau menjadi informan dalam penelitian ini.

Setelah sepakat bersama-sama dalam mencari waktu senggang, peneliti pun melakukan penelitian ketiga menuju ke tempat di mana informan tersebut bekerja. Lokasi wawancara dalam penelitian ketiga ini dilakukan di tempat beliau bekerja. Wawancara dengan Ibu Rita berlangsung cukup lama, sehingga peneliti dapat menyelesaikan wawancara dengan beliau dalam satu hari. Setelah selesai melakukan wawancara dengan beliau, peneliti meminta kesediaan beliau untuk diwawancarai kembali apabila peneliti mendapati masih ada kekurangan dalam wawancara tersebut di kemudian hari.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara yang keempat dengan Informan IV yaitu Ibu Betti Dameria yang merupakan menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama tiga tahun delapan bulan, namun sekarang Ibu Betti tidak lagi tinggal bersama dengan mertua perempuan karena terus-menerus berkonflik dengan ibu mertuanya. Beliau menuturkan bahwa penyebab ia tidak lagi tinggal bersama dengan ibu mertuanya karena ibu mertuanya yang suka membanding-bandingkan dan pilih kasih terhadapnya. Ibu Betti bukanlah satu-satunya menantu perempuan yang tinggal bersama dengan ibu mertuanya, akan tetapi terdapat tiga orang menantu perempuan dalam satu rumah yang membuat Ibu Betti tidak lagi nyaman untuk tinggal bersama dengan ibu mertuanya. Akhirnya, ia memilih untuk tidak tinggal bersama dengan ibu mertuanya. Meskipun beliau tidak lagi tinggal bersama dengan ibu mertuanya, ia tetap tinggal berdekatan dari tempat tinggal ibu mertuanya.

Ibu Betti merupakan teman dari ibu peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk menghubungi informan tersebut. Kemudian peneliti menghubungi Ibu Betti untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini. Setelah peneliti menghubungi Ibu Betti untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini dan juga memberikan penjelasan mengenai

penelitian ini, akhirnya beliau bersedia dan mau menjadi informan dalam penelitian ini. Setelah sepakat bersama-sama dalam mencari waktu senggang, akhirnya peneliti melakukan penelitian keempat menuju ke tempat di mana informan tersebut tinggal. Lokasi wawancara dalam penelitian keempat ini dilakukan di rumah informan tersebut. Wawancara dengan Ibu Betti berlangsung cukup lama, sehingga peneliti dapat menyelesaikan wawancara dengan beliau dalam satu hari. Setelah selesai melakukan wawancara dengan beliau, peneliti meminta kesediaan beliau untuk diwawancarai kembali apabila peneliti mendapati masih ada kekurangan dalam wawancara tersebut di kemudian hari.

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara yang kelima dengan Informan V yaitu Ibu Maria Pane yang merupakan menantu perempuan yang sudah tinggal bersama dengan mertua perempuan selama lima tahun sampai sekarang. Ibu Maria merupakan teman kerja dari ibu peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk menghubungi informan tersebut. Peneliti kemudian menghubungi Ibu Maria untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini. Setelah peneliti menghubungi Ibu Maria untuk menanyakan kesediaannya menjadi informan dalam penelitian ini dan juga memberikan penjelasan mengenai penelitian ini, akhirnya beliau bersedia dan mau menjadi informan dalam penelitian ini. Sebelum melakukan proses wawancara dengan Ibu Maria, peneliti sebelumnya menghubungi beliau dan menanyakan kepada beliau mengenai kapan beliau bisa untuk diwawancarai. Lalu beliau menjawab bahwa ia bisa diwawancarai kapan saja dan menyarankan peneliti untuk datang ke tempat ia bekerja.

Peneliti kemudian melakukan penelitian kelima menuju ke tempat di mana informan tersebut bekerja. Walaupun pada saat itu Ibu Maria sedang terlihat sibuk dengan pekerjaannya, ia tetap mau dan bersedia untuk diwawancarai. Wawancara dengan Ibu Maria berlangsung cukup lama, sehingga peneliti dapat menyelesaikan wawancara dengan beliau dalam satu hari. Setelah selesai melakukan wawancara dengan beliau, peneliti meminta kesediaan beliau untuk diwawancarai kembali apabila peneliti mendapati masih ada kekurangan dalam wawancara tersebut di kemudian hari.

Setelah peneliti mendapatkan data yang sudah cukup dalam dari kelima informan tersebut dan sekaligus dinilai sudah memiliki kesamaan informasi dari informan-informan tersebut maka, peneliti mengakhiri penelitian ini.

4.1.2. Profil Informan

Dokumen terkait