a. Segmen Usaha
Informasi segmen Perusahaan disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni pemasaran dan kredit, treasuri, dan ekspor-impor. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Perusahaan, sebagai berikut:
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 1.033.910 259.479 20.066 313.631 16.794 1.643.880 Pendapatan operasional lainnya 49.000 369.539 4.606 46.034 203 469.382 Jumlah Pendapatan 1.082.910 629.018 24.672 359.665 16.997 2.113.262 Beban
Beban bunga dan bagi hasil 442.379 6.699 - 90.985 4.048 544.111 Beban operasional lainnya 883.765 1.575 155 156.732 - 1.042.227 Jumlah Beban 1.326.144 8.274 155 247.717 4.048 1.586.338
Pendapatan segmen - bersih 526.924
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 598.325
Beban yang tidak dapat dialokasikan 1.058.361
Laba sebelum pajak 66.888
Beban pajak (14.715)
Laba bersih 52.173
30 Juni 2020
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 1.170.611 174.132 3.157 262.335 15.766 1.626.001 Pendapatan operasional lainnya 44.438 36.635 8.336 36.155 245 125.809 Jumlah Pendapatan 1.215.049 210.767 11.493 298.490 16.011 1.751.810 Beban
Beban bunga dan bagi hasil 446.375 4.647 - 88.099 3.453 542.574 Beban operasional lainnya 754.031 (38.495) 79 137.960 - 853.575 Jumlah Beban 1.200.406 (33.848) 79 226.059 3.453 1.396.149
Pendapatan segmen - bersih 355.661
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 574.058
Beban yang tidak dapat dialokasikan 902.090
Laba sebelum pajak 27.629
Beban pajak (5.526)
Laba bersih 22.103
30 Juni 2019
Bank Umum Unit Usaha Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Ekspor-impor
Aset
Aset segmen 15.862.542 11.378.908 497.816 4.651.114 615.351 33.005.731 Aset yang tidak dapat
dialokasikan 4.296.722
Jumlah Aset 37.302.453
Liabilitas
Liabilitas segmen 26.773.974 10.108 197.479 179.015 3 27.160.579 Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 549.255
Dana Syirkah Temporer 3.912.229 4.439 3.916.668
Jumlah Liabilitas 31.626.502
30 Juni 2020
Bank Umum Unit Usaha Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Ekspor-impor
Aset
Aset segmen 18.510.643 7.422.592 1.472.628 4.321.837 602.233 32.329.933 Aset yang tidak dapat
dialokasikan 4.229.623
Jumlah Aset 36.559.556
Liabilitas
Liabilitas segmen 25.401.001 13.274 265.212 216.112 4 25.895.603 Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 490.316
Dana Syirkah Temporer 3.567.660 531.514 4.099.174
Jumlah Liabilitas 30.485.093
31 Desember 2019
b. Segmen Geografis
Pendapatan bunga dan bagi hasil berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut: 30 Juni 2020 30 Juni 2019
DKI Jakarta 1.260.121 1.114.153
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 168.167 231.534
Pulau Sumatera 106.914 132.219
Pulau Kalimantan 43.513 53.180
Pulau Sulawesi dan Maluku 36.298 54.213
Pulau Bali dan Lombok 28.707 40.165
Pulau Papua 160 537
Jumlah 1.643.880 1.626.001
Nilai tercatat aset segmen dan tambahan atas aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau lokasi aset tersebut adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Aset Segmen Penambahan Aset Tetap 30 Juni 2020 31 Desember 2019 30 Juni 2020 31 Desember 2019 DKI Jakarta 28.050.659 26.864.460 121.095 231.769 Pulau Jawa
(diluar Jakarta) 2.134.937 2.451.837 1.128 4.240 Pulau Sumatera 1.426.196 1.468.965 1.307 1.978
Pulau Kalimantan 562.247 620.442 337 741
Pulau Sulawesi dan Maluku 473.008 508.716 168 562
Pulau Bali dan Lombok 358.483 405.332 398 525
Pulau Papua 201 10.181 22 381
Jumlah 33.005.731 32.329.933 124.455 240.196 43. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perPerusahaanan telah mengalami perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha perPerusahaanan dan meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (Good Corporate Governance). Sebagai tanggapan Perusahaan terhadap kondisi tersebut, Perusahaan telah mengimplementasikan kerangka menajemen risiko secara terpadu yang dituangkan dalam Kebijakan Penerapan Manajemen Risiko. Kerangka tersebut digunakan sebagai dasar dalam menetapkan strategi, struktur organisasi, kebijakan dan pedoman serta memperkuat infrastruktur manajemen risiko guna memastikan bahwa semua risiko yang dihadapi Perusahaan dapat diidentifikasi, diukur, dikendalikan, dimitigasi dan dilaporkan dengan baik. Dalam pelaksanaannya, penerapan manajemen risiko Perusahaan meliputi pengawasan aktif manajemen, penerapan kebijakan dan prosedur, penetapan limit risiko, proses identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko, penerapan sistem informasi dan pengendalian risiko serta sistem pengendalian internal. Pengelolaan risiko dilakukan secara konsolidasi baik dari sisi konvensional maupun Unit Usaha Syariah (UUS) antara lain terkait produk-produk DPK, portofolio kredit dan pembiayaan, pengelolaan likuiditas, serta aktivitas operasional.
Perusahaan menerapkan konsep 3 (tiga) Baris Pertahanan (three lines of defenses) yaitu unit pengelola risiko, unit manajemen risiko, dan audit internal. Unit pengelola risiko mengelola risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis sehari-hari sedangkan unit manajemen risiko bertanggung jawab untuk menetapkan kerangka kerja manajemen risiko dan mengembangkan perangkat dan metodologi yang diperlukan. Unit Audit Internal berfungsi untuk memberikan dukungan secara independen bagi efektivitas pendekatan manajemen risiko sekaligus sebagai lini ketiga dari pengendalian intern. Perusahaan menerapkan konsep 3 (tiga) Baris Pertahanan (three lines of
defenses) yaitu unit pengelola risiko, unit manajemen risiko, dan audit internal. Unit pengelola
risiko mengelola risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis sehari-hari sedangkan unit manajemen risiko bertanggung jawab untuk menetapkan kerangka kerja manajemen risiko dan mengembangkan perangkat dan metodologi yang diperlukan. Unit Audit Internal berfungsi untuk memberikan dukungan secara independen bagi efektivitas pendekatan manajemen risiko sekaligus sebagai lini ketiga dari pengendalian intern.
Perusahaan telah membentuk beberapa unit kerja dan komite yang bertanggung jawab untuk mengendalikan dan memitigasi risiko yang secara potensial dihadapi oleh Perusahaan. Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) telah dibentuk dalam rangka memastikan bahwa kerangka manajemen risiko yang ada telah memadai dan memiliki mekanisme kontrol untuk meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi oleh Perusahaan. SKMR bekerja secara independen terhadap unit-unit operasional dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Manajemen Risiko. Adapun tugas dan tanggung jawab SKMR mencakup:
a. Memberikan masukan kepada Direksi dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan kerangka manajemen risiko;
b. Mengembangkan prosedur dan alat untuk identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko;
c. Mendesain dan menerapkan perangkat yang dibutuhkan dalam penerapan manajemen risiko; d. Memantau implementasi kebijakan, strategi, dan kerangka manajemen risiko yang
direkomendasikan oleh Komite Manajemen Risiko dan yang telah disetujui oleh Direksi; e. Memantau posisi/eksposur risiko secara keseluruhan, maupun per risiko termasuk
pemantauan kepatuhan terhadap toleransi risiko dan limit yang ditetapkan;
f. Melakukan stress testing guna mengetahui dampak dari implementasi kebijakan dan strategi manajemen risiko terhadap portofolio atau kinerja Perusahaan secara keseluruhan;
g. Mengkaji usulan aktivitas dan/atau produk baru yang dikembangkan oleh suatu unit tertentu Perusahaan. Pengkajian difokuskan terutama pada aspek kemampuan Perusahaan untuk mengelola aktivitas dan/atau produk baru termasuk kelengkapan sistem dan prosedur yang digunakan serta dampaknya terhadap eksposur risiko Perusahaan secara keseluruhan; h. Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja bisnis dan/atau kepada Komite Manajemen
Risiko terkait penerapan manajemen risiko antara lain mengenai besaran atau maksimum eksposur risiko yang dapat dipelihara Perusahaan;
i. Mengevaluasi akurasi dan validitas data yang digunakan oleh Perusahaan untuk mengukur risiko bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan intern;
j. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Direktur Utama, Direktur Manajemen Risiko, dan Komite Manajemen Risiko secara berkala atau paling kurang secara triwulanan. Frekuensi laporan harus ditingkatkan apabila kondisi pasar berubah dengan cepat;
k. Melaksanakan kaji ulang secara berkala dengan frekuensi yang disesuaikan kebutuhan Perusahaan, untuk memastikan:
1. kecukupan kerangka Manajemen Risiko; 2. keakuratan metodologi penilaian Risiko; dan 3. kecukupan sistem informasi Manajemen Risiko.
Pengelolaan risiko perusahaan tidak luput dari adanya pengaruh dari faktor kondisi makro ekonomi. Pandemi Covid 19 yang sedang terjadi sejak Triwulan I/2020 mulai berdampak pada sektor-sektor ekonomi salah satunya pada sektor ekonomi lembaga jasa keuangan. Pada Triwulan II/2020 dampak dari pandemi mulai terlihat mempengaruhi kinerja dan juga strategi bisnis Perusahaan. Secara pengelolaan risiko kredit, pada Triwulan II/2020 Perusahaan secara aktif melakukan restrukturisasi kredit yang terdampak Covid 19. Secara likuiditas, Perusahaan mengambil langkah antisipatif dengan menjaga likuiditas pada level yang sangat aman. Pengimpunan dana diupayakan oleh Perusahaan dengan tetap menjaga keseimbangan cost of
fund. Dari sisi operasional Perusahaan, hingga saat ini Perusahaan masih menerapkan langkah
antisipatif penyebaran virus di lingkungan kantor dengan melakukan split operation unit critical,
partial work from home, penutupan sejumlah kantor, dan tindakan pencegahan lainnya. Namun
demikian, sejauh ini seluruh aktivitas operasional dapat terkendali dan berjalan dengan baik. Perusahaan melakukan pengelolaan terhadap 8 (delapan) jenis risiko, yang antara lain sebagai berikut:
1. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi liabilitasnya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan dana), treasuri, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).
Dalam mengelola risiko kredit, Perusahaan memiliki appetite dalam menetapkan jumlah portofolio kredit untuk setiap segmen usaha yaitu: Korporasi, Retail, Mikro, dan Consumer, baik untuk konvensional maupun syariah.
Perusahaan telah membentuk beberapa unit kerja dan komite yang bertanggung jawab untuk mengendalikan dan memitigasi risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan. Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) berupaya untuk secara bertahap menyempurnakan metodologi pengukuran dan memastikan bahwa kerangka manajemen risiko yang ada telah memadai dalam mengidentifikasi dan memiliki mekanisme kontrol untuk meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi oleh Perusahaan. Dalam hal meningkatkan prinsip kehati-hatian dalam penyediaan Dana baik konvensional maupun Syariah khususnya penyediaan dana dalam jumlah tertentu maka Perusahaan telah menetapkan adanya kewajiban untuk dilakukannya
Independent Review oleh Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Kepatuhan.
Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan-kebijakan dan proses-proses yang meliputi kriteria pemberian kredit dan persetujuan kredit, penetapan harga, pemantauan, pengelolaan kredit bermasalah dan manajemen portofolio. Perusahaan juga dengan ketat memantau perkembangan portofolio kredit Perusahaan yang memungkinkan Perusahaan untuk melakukan tindakan pencegahan secara tepat waktu (Early Warning) apabila terjadi penurunan kualitas kredit. Adapun Perusahaan telah memiliki unit khusus Early Warning agar dapat memonitor portfolio kredit dengan lebih ketat dari sisi kinerja usaha debitur serta pemantauan covenant debitur dan lainnya secara berkala. Adapun hasil Early Warning ini berupa Watchlist Account yang juga dilakukan pembahasan dengan unit bisnis mengenai
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan yang antara lain mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit. Kebijakan dan prosedur tersebut dievaluasi /dikaji secara berkala untuk disesuaikan perubahan kondisi serta arah kebijakan Perusahaan agar potensi risiko dapat dimitigasi.
Proses pemantauan kualitas kredit sampai dengan penanganan kredit bermasalah terus ditingkatkan dengan berbagai strategi yang dimonitor secara periodik untuk memastikan agar kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Pengelolaan kredit yang efektif dapat meminimalkan kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Selain itu, mengelola sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas, serta mempersiapkan kebijakan dan prosedur kerja.
Proses underwriting kredit telah dikaji ulang dengan melakukan revisi maupun menerbitkan beberapa kebijakan perkreditan disetiap segmen kredit termasuk kewenangan dalam memutus kredit, Monitoring Kredit, Ketentuan Penanganan Kredit/Pembiayaan yang Terdampak Penyebaran Covid-19 dan lainnya. Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan kredit yang sehat perusahaan juga mengadakan training dan workshop antara lain yaitu
Workshop Retail, Refreshment Produk Mikro, Dasar PerPerusahaanan Syariah, Economic Outlook.
Selain itu, terkait dengan masa Pandemi Covid-19, Perusahaan juga telah menyusun strategi dan action plan untuk aktivitas perkreditan, yang akan lebih fokus pada debitur existing terutama yang terdampak dan akselarasi proses restrukturisasi bagi debitur yang terdampak, penghentian sementara penyaluran kredit (untuk segmen non korporasi) dan fokus pada supervisi perpanjangan kredit serta secara selektif menerapkan pembatasan pencairan terhadap unused/kelonggaran tarik fasilitas kredit dan memberikan penyaluran kredit kepada debitur-debitur yang memiliki jaminan/agunan yang memadai dan dan sektor –sektor yang masih memiliki prospek usaha.
Sejak bulan Januari 2020, Perusahaan telah mengimplementasikan PSAK 71 dalam hal pembentukan impairment kredit sesuai dengan penetapan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Perusahaan telah membangun infrastruktur dan sistem IT yang dapat melakukan Classification & Measurement, perhitungan Impairment (Collective & Individual), serta Disclosure Reporting. Cakupan penurunan nilai berdasarkan PSAK 71 (IFRS 9) telah memperhitungkan kerugian di masa mendatang (expected credit loss
model).
Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan menggunakan metode Expected Credit
Loss sesuai dengan ketentuan PSAK 71 (IFRS 9) menghitung penurunan nilai pada Portofolio
(1) Kredit; (2) Treasury; (3) Trade Finance baik untuk On B/S maupun Off B/S setiap bulan. Perusahaan melakukan permodelan Probability Of Default, Loss Given Default , Exposure At
Default, dan Forward Looking of Macroeconomic untuk semua segmentasi portofolio
instrument keuangan sesuai dengan metodologi yang telah ditentukan oleh Perusahaan. Berikut adalah eksposur maksimum instrumen keuangan dalam laporan posisi keuangan dan
rekening administratif yang terkait risiko kredit pada periode 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019:
Jumlah Bruto Jumlah Neto Jumlah Bruto Jumlah Neto
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek
Reksadana 69.208 69.208 68.234 68.234 Aset Lain-lain
Tagihan Derivatif 1.895 1.895 104 104
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya
Efek-efek
Obligasi korporasi 2.676.852 2.676.852 328.405 328.405
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Giro pada bank lain 338.682 338.451 360.934 360.934 Penempatan pada bank lain
Call money 675.000 674.893 138.825 138.825 Efek-efek
Obligasi korporasi 174.917 174.606 984.804 984.804 Tagihan atas wesel ekspor 299.387 299.370 994.975 994.975 Kredit yang diberikan (termasuk
pembiayaan prinsip syariah) 20.903.419 19.159.169 22.497.252 21.314.497 Tagihan akseptasi 317.157 197.323 385.012 265.212 Pendapatan yang masih akan diterima 213.801 213.801 220.625 220.625 Aset lain-lain 116.389 115.587 108.968 108.187
Jumlah 25.786.707 23.921.155 26.088.138 24.784.802
Komitmen dan kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 597.086 597.086 443.001 443.001 Bank garansi 1.051.548 1.051.548 1.488.089 1.488.089
Irrevocable letters of credit 35.256 35.256 118.901 118.901
Jumlah 1.683.890 1.683.890 2.049.991 2.049.991
30 Juni 2020 31 Desember 2019
Eksposur maksimum risiko kredit tercermin dari persentase setiap kategori kredit yang diberikan terhadap jumlah kredit. Portofolio kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 20 jenis sektor ekonomi, dimana untuk posisi 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019, kelompok sektor ekonomi yang memperoleh penyaluran kredit terbesar dari Perusahaan adalah sektor ekonomi Perdagangan Besar dan Eceran dan Rumah Tangga.
Sebagai bagian dari manajemen portofolio, Perusahaan juga melakukan pemantauan perkembangan risiko portofolio kredit melalui perhitungan Credit Risk Profile yang menggambarkan potensi risiko inheren dan efektifitas kualitas penerapan manajemen risiko. Perusahaan juga melakukan monitoring perkembangan dan kualitas portofolio berdasarkan konsentrasi per kategori portofolio, 25 debitur besar, sektor industri, sektor wilayah, jenis produk, tujuan penggunaan, dan jenis valuta. Dengan demikian, Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi risiko secara portofolio maupun secara individu dan juga melalui penyempurnaan proses penerapan manajemen risiko kredit, baik melalui penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun pengembangan sistem informasi kredit yang memadai.
Berikut adalah eksposur risiko kredit atas aset Perusahaan (termasuk pembiayaan yang diberikan berdasarkan prinsip syariah) pada tanggal 30 Juni 2020 dan 31 Desember 2019:
Telah jatuh tempo Belum jatuh tempo tetapi tidak
dan tidak mengalami mengalami Mengalami
penurunan nilai penurunan nilai penurunan Jumlah Giro pada bank lain 338.682 - - 338.682 Penempatan pada bank lain
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 675.000 - - 675.000 Efek-efek
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 69.208 - - 69.208 Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lainnya 2.676.852 - - 2.676.852 Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 474.304 - - 474.304 Kredit yang diberikan 19.840.021 - 1.063.398 20.903.419 Tagihan akseptasi 317.157 - 119.800 436.957 Pendapatan yang masih akan diterima 213.801 - - 213.801 Aset lain-lain 115.587 - 802 116.389 Jumlah 24.720.612 - 1.184.000 25.904.612
30 Juni 2020
Telah jatuh tempo Belum jatuh tempo tetapi tidak
dan tidak mengalami mengalami Mengalami
penurunan nilai penurunan nilai penurunan Jumlah Giro pada bank lain 360.934 - - 360.934 Penempatan pada bank lain
Pinjaman yang diberikan dan
piutang 138.825 - - 138.825 Efek-efek
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 68.234 - - 68.234 Dimiliki hingga jatuh tempo 949.921 - - 949.921 Tersedia untuk dijual 328.405 - - 328.405 Pinjaman yang diberikan dan
piutang 994.975 - - 994.975 Kredit yang diberikan 20.710.546 - 1.786.706 22.497.252 Tagihan akseptasi 265.212 - 119.800 385.012 Pendapatan yang masih akan diterima 220.625 - - 220.625 Aset lain-lain 108.187 - 781 108.968 Jumlah 24.145.864 - 1.907.287 26.053.151
31 Desember 2019
2. Risiko Pasar
Dalam melaksanakan aktivitasnya, Perusahaan terekspos pada risiko pasar yang terdiri atas risiko suku bunga dan risiko nilai tukar. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional Perusahaan seperti kegiatan treasuri dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance). Perusahaan senantiasa melakukan pengelolaan terhadap risiko pasar tersebut secara rutin dan/atau berkala.
Pemantauan terhadap risiko pasar dilakukan secara harian yang memuat informasi mengenai posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan, Posisi Devisa Neto (PDN) serta pemantauan limit-limit risiko pasar lainnya, seperti Value at Risk (VaR) nilai tukar, Off Market Rate, maksimum posisi surat berharga per penerbit, seri, kategori dan maksimum periode per kategori surat berharga.
a. Risiko Suku Bunga
Pengelolaan risiko suku bunga dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan baik dalam
trading book maupun Perusahaaning book. Risiko suku bunga dalam trading book
dihitung dengan metode standar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku, yaitu meliputi risiko spesifik (menggunakan Metode Jatuh Tempo) dan risiko umum. Risiko suku bunga dalam Perusahaaning book dikelola dengan melakukan analisa
repricing gap antara Risk Sensitive Asset (RSA) dan Risk Sensitive Liabilities (RSL).
Analisa repricing gap dilakukan untuk mengukur dampak dari perubahan suku bunga (naik/turun) pada Perusahaaning book tersebut terhadap pendapatan bunga bersih (Net
Interest Income/NII) dan nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity/EVE).
Pengelolaan risiko suku bunga dilengkapi dengan analisa sensitivitas secara periodik untuk mengukur dampak dari perubahan suku bunga yang signifikan.
Risiko suku bunga dipantau secara harian antara lain terhadap posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan khususnya yang terekspos risiko pasar, yaitu surat berharga dalam kategori Available for Sale dan Trading Book. Perusahaan memiliki , Limit PV01 dan limit/Management Action Trigger yang menjadi acuan bagi Perusahaan dalam mengambil tindakan apabila terdapat potensi kerugian (potential loss) yang timbul dari proses marked
to market.
Tabel berikut merupakan rata-rata suku bunga efektif per tahun untuk aset dan liabilitas yang signifikan (tidak termasuk akun Syariah):
Rupiah Mata Uang Asing Rupiah Mata Uang Asing
% % % %
Aset
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia 2,85 0,53 2,91 1,85
Kredit yang diberikan 11,19 11,87 13,03 11,68 Liabilitas
Simpanan 3,40 0,22 4,04 0,33
Simpanan dari bank lain 4,20 0,81 2,89 1,35 30 Juni 2020 31 Desember 2019
Tabel berikut ini menyajikan portofolio Perusahaan (tidak termasuk portofolio yang diperdagangkan) pada nilai tercatatnya, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun > 2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 338.682 - - - - 338.682 Kredit yang diberikan 700.636 729.733 3.512.859 570.929 8.288.151 13.802.308
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 16.501.842 - - - - 16.501.842 Simpanan dari bank lain 71.307 - - - - 71.307
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun > 2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 360.934 - - - - 360.934 Kredit yang diberikan 1.341.505 1.204.561 3.802.449 964.808 7.949.390 15.262.713
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 15.379.999 - - - - 15.379.999 Simpanan dari bank lain 28.156 - - - - 28.156
31 Desember 2019
b. Risiko Nilai Tukar
Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas Posisi Devisa Neto (PDN) sesuai ketentuan regulator yaitu Perusahaan wajib mengelola dan memelihara PDN paling tinggi 20% dari Modal. Selain itu, pengelolaan risiko nilai tukar secara harian juga dilakukan Perusahaan dengan cara menghitung potensi kerugian yang mungkin timbul sebagai dampak dari adanya perubahan nilai tukar terhadap posisi Perusahaan menggunakan metode historical Value at Risk (VAR) menggunakan 500 data historis dengan tingkat kepercayaan 99%.