DAFTAR PUSTAKA
Almatsier S. 2005.. Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia.Almatsier S. 2006. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia.
[Anonim]. 2008a. Vertigo. www.totalkesehatananda.com. [30 Maret 2011]. _______. 2008b. Kanker hati. www.totalkesehatananda.com. [30 Maret 2011]. _______. 2008c. Infeksi saluran kencing orang dewasa.
www.totalkesehatananda.com. [30 Maret 2011].
_______. 2009a. Peningkatan tekanan intrakranial. www.health.detik.com. [30 Maret 2011].
_______. 2009b. Asuhan keperawatan bronkopneumonia.
www.blog.ilmukeperawatan.com. [30 Maret 2011].
_______. 2011. Efusi pleura. www.medicastore.com. [30 Maret 2011]. Arisman. 2003. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Astawan M, Wahyuni M. 1988. Gizi dan Kesehatan Manula. Bogor: Medyatama
Sarana Perkasa.
Baliwati YF, Retnaningsih. 2004. Kebutuhan gizi. Di dalam: Baliwati YF, Khomsan A, Dwiriani CM, editor. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya. hlm 64-68.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2004. Angka Harapan Hidup. www.datastatistik-indonesia.com. [20 Desember 2010].
_______________________. 2007. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2007. Jakarta: BPS.
Daldiyono, Syam AF. 2002. Peran Nutrisi dalam Proses Penyembuhan Pasien Rawat Inap. Di dalam: Idrus Alwi, editor. Naskah Lengkap Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI Pr. hlm. 135 – 138.
Darmojo RB, Martono H. 2006. Buku Ajar Geriatri. Edisi ke-3. Jakarta: UI-Press [Depkominfo] Departemen Komunikasi dan Informasi. 2009. Jumlah lansia di
Indonesia 16,5 juta orang. www.depkominfo.go.id [25 Mei 2010].
[Depkes RI] Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI.
Dorfman L. 2004. Medical nutrition therapy for rheumatic disorders. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food,
Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 1121 - 1138.
Ettinger S. 2004. Macronutrients: Carbohydrates, Proteins, and Lipids. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 37 - 73.
Frary CD, Johnson RK. 2004. Energy. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 21 - 33.
Garrow et al. 2000. Human Nutrition and Dietetics. Edisi ke-10. London: Harcourt.
Gregoire MB, Spears MC. 2007. Foodservice Organization, a Managerial and Systems Approach. Ed ke-6. New Jersey: Prentice Hall.
Gibson RS. 2005. Principles of Nutritional Assessment. New york: Oxford University Press.
Hammond KA. Dietary and Clinical Assessment. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 407 - 430.
Harris NG. 2004. Nutrition in aging. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 318 – 335.
Harsono A. 2006. Naskah lengkap Continuing Education, Sindroma Steven Johnson: Diagnosis dan Penatalaksanaan. Surabaya: FK-Unair.
Hartono A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.
Hasse JM, Matarese LE. 2004. Medical nutrition therapy for liver, biliary system, and, exocrine, pancreas disorders. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 738 - 764.
Heimburger DC, Weinsler RL. 1997. Handbook of Clinical Nutrition. Edisi ke-3. Missouri: Mosby.
Mc Cance, Widdowsons. 2007. The Composition of Foods. Ed ke-6. London: The Royal Society of Chemistry.
[Komnas Lansia] Komisi Nasional Lanjut Usia. 2008. Pedoman Rumah Pelayanan dan Kegiatan Lansia. Jakarta: Komisi Nasional Lanjut Usia. Krummel DA. 2004. Medical nutrition therapy in cardiovascular disease. Di
dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 860 - 896.
[LIPI] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2004. Prosiding Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII, Ketahanan Pangan dan Gizi di Era Otonomi Daerah dan Globalisasi. Jakarta: LIPI.
McWhirter JP, Pennington CR. 1994. Incidence and recognition of malnutrition in hospital. British Medical Journal 308:945-8.
Mueller DH. 2004. Medical nutrition therapy for pulmonary disease. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 937 - 957.
[NCEP] National Cholesterol Education Program. 2002. Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III). Washington: National Institutes of Health. Payhe-Palacio J, Theis M. 2009. Introduce to Foodservice. Ed ke-11. New
Jersey: Prentice Hall.
[PDGKI] Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia. 2008. Pedoman Tata Laksana Gizi Klinik. Jakarta: PDGKI.
Rindengan B, Novarianto H. 2006. Pembuatan dan Pemanfaatan Minyak Kelapa Murni. Jakarta: Penebar Swadaya.
Roedjito D. 1989. Kajian Penelitian Gizi. Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa. Sandjaja et al. 2009. Kamus Gizi. Jakarta: Kompas.
Setiati S. 2006. Terapi Nutrisi Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di Rumah Sakit. Di dalam: Harjodisastro D, Syam AF, Sukrisman L, editor. Dukungan Nutrisi pada Kasus Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI Pr. hlm. 64-77.
Soehardjo et al. 1988. Survey Konsumsi Pangan. Bogor: Faperta-IPB.
Stopler T. 2004. Medical nutrition therapy for anemia. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 838 - 856. Subandriyo VU, Santoso H. 1995. Pengelolaan Makanan di Rumah Sakit.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Supariasa IDN, Fajar I, Bakri B. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. Syafiq A et al. 2009. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers. Watson K. 2003. Keperawatan pada Lansia. Jakarta: EGC.
Wilkens KG. 2004. Medical nutrition therapy for renal disorders. Di dalam: L Kathleen Mahan dan Sylvia Escott-Stump, editor. Krause’s Food,
Nutrition, and Diet Therapy. Edisi ke-11. Philadelphia: Saunders Pr. hlm. 961 - 994.
Wirakusumah ES. 2001. Menu Sehat untuk Lanjut Usia. Jakarta: Puspa Swara. Witte KA, Clark AL. 2004. Nutrition and Heart Disease: Causation and
Lampiran 1 Kuesioner penelitian
Kuesioner Penelitian
KONSUMSI ENERGI DAN ZAT GIZI, SERTA STATUS GIZI
PASIEN LANSIA DI RUANG GAYATRI
RUMAH SAKIT DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR
Oleh:Arina Manasik
DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
2010
I. Biodata Pasien
Nama :
No. Rekam Medik :
Pendamping Wawancara :
Alamat Pasien :
Nomor Telepon/ Handphone :
Agama :
Suku Bangsa :
II. Karakteristik Individu
Jenis Kelamin : 1. L 2. P
Usia :……tahun
BB/ LLA (coret salah satu) : ………kg/……..cm TB/ PB (coret salah satu) : ………cm/ ………cm
Sumber biaya perawatan RS : 1. Penghasilan/ pensiunan 3. Askes
2. Keluarga 4. Lain-lain……..
Status Pernikahan : 1. Belum Menikah
2. Menikah dan masih memiliki pasangan 3. Duda/ Janda
Sebelum di RS dirawat oleh : 1. Tinggal sendiri 3. Panti Jompo 2. Keluarga 4. Lain-lain……….
Tanggal masuk :……… tanggal keluar :………… Lama dirawat :………..hari
Aktivitas fisik : Ambulatori/ Dapat duduk/ Tirah Baring (lingkarkan salah satu)
Faktor stress :
Penyakit yang diderita : 1………
2…………...………
3………..……….………
IV. Informasi Konsumsi
Hari 1 (Hari/ Tanggal:….../………..) a. Makanan RS Jenis Diet : Konsistensi Makanan : Waktu Makan Menu Bahan makanan Ukuran standar porsi Σ yang dikonsumsi
(√ salah satu) gr yang
dikonsumsi URT gr 0 ¼ ½ ¾ 1 b. Gizi Parenteral : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak c. Suplemen : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak d. Makanan Luar RS Waktu
Makan Menu Bahan makanan
Ukuran URT gram
Hari 2 (Hari/ Tanggal:….../………..) e. Makanan RS Jenis Diet : Konsistensi Makanan : Waktu Makan Menu Bahan makanan Ukuran standar porsi Σ yang dikonsumsi
(√ salah satu) gr yang
dikonsumsi URT gr 0 ¼ ½ ¾ 1 f. Gizi Parenteral : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak g. Suplemen : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak h. Makanan Luar RS Waktu
Makan Menu Bahan makanan
Ukuran URT gram
Hari 3 (Hari/ Tanggal:….../………..) i. Makanan RS Jenis Diet : Konsistensi Makanan : Waktu Makan Menu Bahan makanan Ukuran standar porsi Σ yang dikonsumsi
(√ salah satu) gr yang
dikonsumsi URT gr 0 ¼ ½ ¾ 1 j. Gizi Parenteral : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak k. Suplemen : 1. Ya (Jenis:………) 2. Tidak l. Makanan Luar RS Waktu
Makan Menu Bahan makanan
Ukuran URT gram
Lampiran 2 Struktur organisasi Ruang Gayatri
Penanggung Jawab R. Gayatri (dr. Eddy Supriadi, SpPD) Dokter Ruangan (dr. Iriawan) Pelaksana (Pujiastuti) Pelaksana (Galih Pristianto) Pelaksana (Fairus Ali Abdad)
Pelaksana (Anita Meidyastuti) Kepala Ruangan
(Ns. Aldi Andeksa, S.Kep)
Kepala Tim II (Ilem Br. Ginting) Kepala Tim I (Dedeh Sukarsih) Pelaksana (Semuel Sumoket) Administrasi (Ridwan Siban SAB)
Cleaning Service (Wahyu B) Pelaksana (Ratna Susilowati) Pelaksana (H. Aropah Maulana) Pelaksana (H. Andri Tiyono) Pelaksana (Eva S. Ramdhani) Pelaksana (Dwi Hartanto)
Lampiran 3 Keadaan Ruang Gayatri RSMM
Bagian depan Ruang Gayatri Bagian dalam Ruang Gayatri
Lampiran 4 Struktur organisasi Instalasi Gizi RSMM
Kepala Instalasi Gizi
(Hj. Hera Ganefi TD, DCN, MARS)
Kepala Unit Produksi
(Novarina Madjid, SKM) Koordinasi Penyelenggaraan Makanan Umum (Mutmainah, SP) Koordinasi Penyelenggaraan Makanan Napza (Dwi Setyarini, SKM) Koordinasi Penyelenggaraan Makanan Psikiatri (Meidersayenti, S.Gz)
Kepala Unit Perencanaan dan Perbekalan
(Nunung Nurusalma, SKM)
Koordinasi Administrasi, Perencanaan
(Suherman Munarto, AMG)
Koordinasi Perbekalan, Monitoring, dan Evaluasi
(Sri Hasanah, SP)
Kepala Unit Asuhan Nutrisi, Litbang Gizi dan Mutu
(Temu Salmawati, SP)
Koordinator Konsultasi Gizi Pelayanan Gizi, dan Rawat Inap
(Ernyati Pahpahan, AMG )
Koordinator Pelayanan Gizi Rawat Jalan, Litbang Gizi dan Mutu
Lampiran 5 Siklus menu pasien Ruang Gayatri dan pasien kelas II
Waktu I II III IV
Pagi Nasi/ Tim/ Bubur
Semur Ayam Suwir Sop Sayuran
Nasi/Tim/Bubur Semur Daging+Kentang Cah Wortel, Labu Siam,
Jagung Manis
Nasi/Tim/Bubur Telur Puyuh BB Kecap
Kacang Polong Sup Makaroni
Nasi/Tim/Bubur Tm. Bola-bola Daging+Kacang
Polong
Tm Buncis, Wortel, Supa
Snack Bubur Kacang Hijau Mini Cake Pandan Bolu Gulung Bubur Sumsum
Siang Nasi/ Tim/ Bubur
Daging BB Asam Manis+Brokoli Tm. Tahu Paprika Cah Sayuran Jeruk Nasi/Tim/Bubur Bola-bola Daging Tempe BB Kuning Kimlo Semangka Nasi/Tim/Bubur Bistik Daging Kacang Polong
Schotel Kentang Capcay Melon Nasi/Tim/Bubur Ayam BB Kecap Bacem Tempe Sayur Lodeh Pepaya
Snack Agar Pelangi Cocktail Buah Dadar isi Vla Pisang Penyet
Sore Nasi/Tim/Bubur
Pepes Ikan Kakap Oseng-oseng Tempe
Sayur BB kuning Pisang Raja Sereh
Nasi/Tim/Bubur Ayam Bakar BB Kecap
Tahu Bacem Bening Bayam+Labu Siam
Pepaya
Nasi/Tim/Bubur Tm. Ayam Brokoli
Sop Tahu
Tm. Labu Siam,Wortel,Soun Pisang Raja Sereh
Nasi/Tim/Bubur Semur Daging+Brokoli
Tahu BB Saos Tomat Bening Bayam Labu Siam
Anggur
Waktu V VI VII VIII
Pagi Nasi/Tim/Bubur
Ayam Saos Tiram Paprika Sop Sayuran Nasi/Tim/Bubur Orak-arik Telur Sop Makaroni Nasi/Tim/Bubur Soto Daging Tm Labu Siam, Soun
Nasi/Tim/Bubur Bistik Ayam
Tm. Buncis,Wortel,Jamur Supa
Snack Biskuit Regal Puding Hunkwe Bubur Kacang Hijau Roti
Siang Nasi/Tim/Bubur
Kakap Asam Manis Sop Tahu Cah Sayuran Pisang Ambon
Nasi/Tim/Bubur Rolade Daging Saos Tomat
Oseng Tahu+Paprika Kimlo
Melon
Nasi/Tim/Bubur Gurame Saos Tomat Oseng-oseng Tempe Paprika
Cah Buncis Semi Wortel Jeruk
Nasi/Tim/Bubur
Daging Iris Saos Tomat+Paprika Schotel Kentang
Capcay Papaya
Snack Sop Buah Papais Brownies Kukus Puding Agar
Sore Nasi/Tim/Bubur Semur Daging Tempe+Soun Tm. Sayuran (Wortel,Bakso, Nasi/Tim/Bubur Opor Ayam BB Perkedel Kentang Cah Kacang Panjang+Wortel
Nasi/Tim/Bubur Empal Daging Tumis Oyong, Wortel,Soun
Mi Schotel
Nasi/Tim/Bubur Ayam Bakar Tahu BB Kuning
Kb.Kol,Sawi Hijau) Semangka
Semangka Anggur Hijau,Wortel,Bakso,Taoge
Pisang Raja Sereh
Lampiran 5 Siklus menu pasien Ruang Gayatri dan pasien kelas II (lanjutan)
Waktu IX X XI
Pagi Nasi/ Tim/ Bubur
Telur puyuh BB Kuning Tm.Bayam+Wortel
Nasi/Tim/Bubur Bistik Daging Tm Sawi Hijau,Tahu, Wortel
Nasi/Tim/Bubur Ayam Suwir
Cah
Wortel,Brokoli,Kapri,Jaur Merang
Snack Sus Isi Vla Mini Cake Cokelat Fooding Cokelat Saos Vla
Siang Nasi/ Tim/ Bubur
Empal Daging Bacem Tempe
Sayur Asem Semangka
Nasi/Tim/Bubur Ayam Ungkep Bakar
Tempe Saos Tomat Sop Sayur Jeruk Manis
Nasi/Tim/Bubur Bola-bola daging Makaroni Schotel Tumis Buncis, Wortel Semi
Baso Semangka
Snack Sarang Burung Pie Buah Bolu Gulung
Sore Nasi/Tim/Bubur Ayam Ungkep Semur Tahu Kimlo Melon Nasi/Tim/Bubur Ikan Gurame Saos Tomat
Tahu Bacem Sayur Lodeh
Pepaya
Nasi/Tim/Bubur Puyung Hai Saos Tomat
Oseng Tempe Paprika Sup Kuning Segar
Lampiran 6 Keadaan Instalasi Gizi dan Pantry
Pengolahan makanan bagi pasien umum Pantry saat distribusi makanan
Lampiran 7 Data karakteristik pasien
Nores Nama Jenis
kelamin Usia Biaya
Status pernikahan
Pihak yang merawat sebelumnya
Lama rawat
(hari) Status gizi Penyakit**
1 Tan Kin Yo Wanita 65 Keluarga Duda/janda Keluarga 10 kurang 2,4
2 Menah Wanita 100 Keluarga Duda/janda Keluarga Apk* kurang 2,8
3 Rahmat Pria 71 Keluarga Duda/janda Keluarga 6 normal 3,4,5
4 Taber Pria 75 Lain-lain Menikah Keluarga 33 normal 1,2,3
5 Arwi Pria 65 Keluarga Duda/janda Keluarga 3 normal 3,4,8
6 Maemunah Pria 77 Askes Duda/janda Keluarga 5 normal 2,3
7 Enil Pria 70 Keluarga Duda/janda Keluarga Apk* lebih 1,2
8 Nurhasanah Pria 60 Lain-lain Menikah Keluarga 5 normal 2,4,6,8
9 Oma Wanita 63 Keluarga Menikah Keluarga Apk* lebih 2
10 Anah Pria 70 Keluarga Duda/janda Keluarga Apk* lebih 2,5
11 Sakinah Pria 65 Keluarga Duda/janda Keluarga Apk* normal 2,5
12 Kosasih Wanita 75 Keluarga Menikah Keluarga 4 normal 3,4,8
13 Amud Wanita 81 Askes Menikah Keluarga 3 normal 2,5,8
14 Marifat Pria 85 Keluarga Duda/janda Keluarga 3 normal 2,5
15 Yakub Wanita 70 Askes Menikah Keluarga 8 kurang 3,4,8
16 Enduh Wanita 76 Keluarga Menikah Keluarga 5 normal 2,4,5
17 Siti Ulyah Pria 77 Keluarga Duda/janda Keluarga 7 normal 2,5,8
18 Emeh Pria 76 Askes Duda/janda Keluarga 6 kurang 2,8
19 Suminta Wanita 60 Keluarga Menikah Keluarga 3 lebih 2,6
20 Mumud Pria 75 Keluarga Duda/janda Tinggal sendiri Apk* kurang 2,6
21 Ara Pria 80 Keluarga Duda/janda Keluarga 3 normal 2
22 Rosid Wanita 71 Keluarga Menikah Keluarga 7 normal 1,2,3
23 Emy Pria 68 Askes Menikah Keluarga 10 normal 1,2,3
24 Arsy Pria 75 Askes Duda/janda Keluarga Apk* normal 2,5,8
25 Mariam Pria 72 Askes Duda/janda Keluarga 4 normal 1,2,3
26 Maemunah Pria 68 Askes Duda/janda Tinggal sendiri 8 normal 1,2
27 Fatimah Wanita 70 Keluarga Duda/janda Keluarga 6 lebih 2,8
28 Isah Wanita 69 Askes Duda/janda Keluarga 8 normal 3,7
29 Arsudin Pria 71 Askes Menikah Keluarga Apk* kurang 5,6,8
30 Abd. Karim Pria 60 Keluarga Duda/janda Keluarga Apk* kurang 2,5
*Apk= Atas permintaan keluarga
Lampiran 8 Perhitungan tingkat konsumsi minimal makanan RS
1. Tingkat konsumsi minimal makanan RS agar memenuhi kebutuhan protein pasien
Diketahui:
Ketersediaan protein makanan RS (100%) = 1,8 g/ kg BB/ hari Asupan protein yang disarankan = minimal 1,0 g/ kg BB/ hari
Maka, tingkat konsumsi minimal protein = 1
1,8× 100% = 55,5% ≈ 50%.
Kebutuhan protein pasien dapat terpenuhi apabila protein dari makanan RS terutama lauk hewani dan nabati dikonsumsi sebanyak minimal 75%.
2. Tingkat konsumsi minimal makanan RS agar memenuhi kebutuhan karbohidrat pasien
Diketahui:
Ketersediaan karbohidrat makanan RS (100%) = 66,6% dari total keb. E/ hari Asupan karbohidrat yang disarankan = minimal 45% dari total keb. E/ hari
Maka, tingkat konsumsi minimal karbohidrat = 45%
66,6%× 100% = 67,6% ≈ 75%.
Kebutuhan karbohidrat pasien dapat terpenuhi apabila karbohidrat dari makanan RS terutama makanan pokok dikonsumsi sebanyak minimal 75%.
3. Tingkat konsumsi minimal makanan RS agar memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pasien
Diketahui:
Tingkat ketersediaan vitamin B1 makanan RS (100%) = 78% terhadap AKG. Tingkat konsumsi terhadap AKG minimal = 77%
Maka, tingkat konsumsi minimal vitamin dan mineral =77%
78%× 100% = 98,7% ≈ 100%.
Kebutuhan vitamin dan mineral pasien dapat terpenuhi apabila vitamin dan mineral dari makanan RS terutama sayuran dan buah-buahan dikonsumsi seluruhnya.
(keterangan: berdasarkan tingkat ketersediaan vitamin B1, karena vitamin B1 memiliki tingkat ketersediaan terkecil dibandingkan vitamin dan mineral lainnya namun masih di dalam kategori cukup untuk memenuhi AKG).