• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Uji Coba Instrumen

Uji coba instrumen penelitian dilakukan sebelum kuesioner diberikan kepada responden. Tujuannya adalah untuk menghindari pernyataan-pernyataan yang kurang dipahami oleh siswa, menghilangkan kata-kata yang

sulit untuk dipahami dan mempertimbangkan pengurangan dan penambahan butir atau item kuesioner.

Instrumen ditentukan oleh tingkat kesahihan dan keterandalan. Uji coba instrumen ini dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reabilitas instrumen penelitian. Pelaksanaan uji coba instrumen penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2012. Kuesioner ini diuji cobakan pada 39 siswa kelas V SD Negeri Pete yang beralamat di Margomulyo, Seyegan, Sleman. Siswa kelas V SD Negeri Pete digunakan oleh peneliti sebagai uji coba validitas dan reabilitas karena mereka dianggap memiliki latar belakang yang sama dengan siswa kelas V SD Negeri Sompokan yang digunakan untuk penelitian. Kesamaan dalam latar belakang, misalnya guru, lingkungan sekolah, lingkungan sekitar sekolah, intelegensi, latar belakang keluarga, dan sebagainya.

1. Pengujian Validitas

Masidjo, 1995 : 242 mengemukakan bahwa validitas adalah suatu taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur. Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya juga dapat dilihat setelah perbandingan dengan suatu tes lain yang telah valid. Koefisien validitas suatu tes dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara 0 sampai dengan 1,00. Ancar-ancar besar koefisien yang dimaksud adalah :

Tabel 3.5

Klasifikasi Koefisien Korelasi Validitas

Koefisien Korelasi Kualifikasi

± 0,91 – ± 1,00 ± 0,71 – ± 0,90 ± 0,41 – ± 0,70 ± 0,21 – ± 0,40 0 – ± 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

Dalam penelitian ini, peneliti menghitungnya dengan validitas butir memakai teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut (Masidjo, 1995 : 247) :

Keterangan :

rxy : koefisien korelasi

∑x : jumlah skor dalam sebaran x (skor item per butir) ∑y : jumlah skor dalam sebaran y (skor item total)

∑xy : jumlah hasil kali skor x dan skor y yang berpasangan ∑x2

: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑y2

: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : jumlah responden

Setelah itu perhitungan validitas selanjutnya dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS Statistic 17.0 for Windows. Adapun langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut :

a. Memasukkan data skor yang diperoleh siswa ke dalam data uji coba dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007.

b. Menghitung skor total yang diperoleh oleh setiap siswa dengan bantuan Microsoft Office Excel 2007.

c. Mentabulasikan data tersebut ke dalam uji coba pada program SPSSStatistic 17.0 for Windows.

d. Menguji validitas dengan tahap : analyze – correlate – bivariete – memindahkan semua item ke dalam kotak variabel – diberi tanda cek () pada kotak dengan pilihan Pearson dan Two Tailed pada kolom Test of Significace – klik OK.

Berdasarkan konsultasi dengan dosen pembimbing bahwa harga koefisien korelasi minimal ≥ 0,30. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Azwar (2009:65) bahwa kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi dengan batasan rxy ≥ 0,30. Hal ini berarti, untuk item yang nilai korelasinya < 0,30 dinyatakan gugur atau tidak valid. Sedangkan yang nilai korelasinya ≥ 0,30 dinyatakan valid.

Setelah dilakukan penghitungan, terdapat 34 item yang valid. Untuk mengetahui hasil analisis uji coba kuesioner minat belajar, dapat dilihat pada lampiran 4 tabel hasil analisis uji coba validitas kuesioner minat belajar siswa kelas V SD Negeri Pete tahun pelajaran 2011/2012.

Sebagai instrumen penelitian, peneliti akan menggunakan soal yang harus dijawab para siswa. dengan demikian, peneliti akan merevisi 10 item pernyataan yang berasal dari indikator yang berbeda agar sebaran itemnya merata. Adapun sebaran dari hasil penghitungan validitas item dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.6

Validitas Item Kuesioner Minat Belajar

No Indikator Jumlah soal Jumlah Keterangan (+) (-) Valid Tidak Valid 1 Perhatian pada pelajaran 9 3 12 8 4 2 Terciptanya konsentrasi pada pelajaran 5 5 10 6 4

3 Respon atas pertanyaan teman dan guru

3 2 5 3 2 4 Menyelesaikan tugas yang diberikan 5 4 9 3 6 5 Sikap terhadap pelajaran 6 3 9 7 2

6 Rasa suka terhadap obyek

3 2 5 4 1

7 Suasana pembelajaran 3 2 5 2 3 8 Keinginan yang besar

terhadap suatu hal

3 2 5 4 1

Dari 34 item yang valid diuji reabilitasnya sehingga dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Peneliti merevisi 10 item yang tidak valid agar dapat digunakan sebagai instrumen penelitian, dan dapat dilihat pada lampiran 8 tabel revisi item pernyataan kuesioner. Setelah dilakukan revisi, didapat 44 pernyataan yang siap digunakan sebagai kuesioner penelitian. Pernyataan 44 item tersebut terdiri dari 26 item positif dan 18 item negatif. Untuk sebaran item pernyataan kuesioner dapat dilihat pada lampiran 10.

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam

taraf ketetapan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995 : 209). Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Kountur (2003:156) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah suatu instrumen penelitian disebut reliabel apabila instrumen tersebut konsisten dalam memberikan penilaian atas apa yang dia ukur.

Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut dengan koefisien reliabilitas atau rn. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara 0 sampai dengan 1,00. Adapun tabel klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas suatu tes menurut Masidjo (1995 : 209) sebagai berikut :

Tabel 3.7

Klasifikasi Koefisien Korelasi Reliabilitas

Koefisien Korelasi Kualifikasi

± 0,91 – ± 1,00 ± 0,71 – ± 0,90 ± 0,41 – ± 0,70 ± 0,21 – ± 0,40 0 – ± 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

Proses perhitungan taraf reliabilitas adalah dengan memberikan skor pada setiap butir pernyataan kemudian memasukkannya ke dalam data uji coba. Skor-skor uji coba siswa yang telah diperoleh dapat dilihat pada lampiran 2. Skor tersebut nilainya 4, 3, 2 dan 1 selanjutnya skor tersebut harus diubah menjadi skor diskrit (nominal). Skor diskrit adalah skor yang hanya memiliki dua tipe jawaban yaitu ya dan tidak. Skor diskrit dalam uji

coba ini diubah menjadi nilai 1 dan 0. Hasil skor siswa yang telah diubah menjadi skor diskrit dapat dilihat pada lampiran 3.

Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas menggunakan teknik belah dua (Split – half method). Hasil dari suatu tes dibelah menjadi dua bagian yaitu bagian pertama yang berasal dari item-item bernomor ganjil dan bagian kedua berasal dari item-item bernomor genap. Dibawah ini merupakan langkah-langkah mencari taraf reliabilitas suatu tes dengan metode belah dua (Split – half method) :

a. Langkah pertama

Menghitung koefisien korelasi skor item ganjil dan genap dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut :

=

Keterangan :

rxy = koefisien korelasi

∑x = jumlah skor dalam sebaran x (skor item ganjil) ∑y = jumlah skor dalam sebaran y (skor item genap) ∑xy = jumlah hasil kali skor x dan skor y yang berpasangan ∑x2

= jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x ∑y2

= jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N = jumlah responden

b. Langkah kedua

Menghitung indeks reliabilitas ganjil – genap angket minat belajar dengan rumus Sperman Brown.

=

Keterangan :

r

tt = koefisien reliabilitas

rgg

= koefisien ganjil – genap

Tabel 3.8

Hasil Perhitungan Koefisien Reabilitas Uji Coba Angket Koefisien Reabilitas

Uji Coba Keterangan

Minat Belajar 0,89 Tinggi

Berdasarkan koefisien reabilitas yang telah diperoleh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba alat ukur angket minat belajar memiliki koefisien reabilitas tinggi. Hasil perhitungan dapat kita lihat pada lampiran 7. Setelah diketahui hasil koefisien reabilitas di atas, maka 34 item yang valid tersebut dapat digunakan sebagi instrumen penelitian. Kemudian 34 valid tersebut digabung dengan 10 item yang sudah direvisi dan dapat dilihat pada lampiran 9 kisi-kisi kuesioner penelitian.

Dokumen terkait