• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI TEORITIK DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

E. Instrumen Penelitian

Tes kemampuan pemahaman konsep berupa tes tertulis yang soal-soalnya berbentuk uraian, tipe soal uraian digunakan agar mempermudah mengidentifikasi pemahaman konsep siswa ditinjau dari bagaimana langkah-langkah siswa dalam menyelesaikan persoalan. Tes yang sama diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu berupa post test yang diberikan untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelompok

eksperimen setelah diberikan perlakuan berupa pembelajaran dengan pendekatan Brain Based Learning, dan kelompok kontrol setelah diberikan pendekatan biasa (konvensional). Adapun indikator-indikator yang akan diukur dapat dilihat dari kisi-kisi instrument pemahaman konsep pada Tabel 3.2 berikut:

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Tes Pemahaman Konsep Matematika

Indikator Soal Aspek Pemahaman Konsep Nomor Soal Instrumental Relasional

Menggunakan konsep perhitungan luas persegi dan persegi panjang dalam pemecahan masalah

1a

Menentukan keliling persegi dan

persegi panjang

1b

Menentukan luas daerah dan keliling dari gabungan beberapa persegi panjang

2

Menggunakan konsep perhitungan luas jajar genjang dan persegi untuk mencari luas daerah yang tidak diarsir

3

Menentukan keliling dan luas trapesium jika diketahui panjang sisi-sisinya

4

Menggunakan konsep perhitungan luas trapesium untuk mencari panjang sisi-sisi sejajarnya jika diketahui perbandingan sisi-sisi sejajarnya

5

Menentukan keliling dan luas dari

suatu bangun belah ketupat

6a

Menentukan keliling dan luas dari

suatu bangun layang-layang

6b

Menggunakan konsep perhitungan keliling belah ketupat untuk mencari luasnya jika diketahui sisi dan salah satu diagonalnya

Menggunakan konsep perhitungan luas segitiga untuk mencari luas

daerah yang diarsir

8

Menentukan keliling dari suatu

bangun segitiga

9a

Menggunakan konsep luas segitiga untuk mencari panjang garis tinggi

segitiga tersebut

9b

Jumlah Soal 5 7 12

Sedangkan untuk memperoleh data kemampuan pemahaman konsep matematika digunakan rubrik penskoran tiap soal seperti yang disajikan pada Tabel 3.3 berikut:2

Tabel 3.3

Rubrik Penskoran Tes Pemahaman Konsep Matematika

Skor Kriteria Keterangan

4 Pemahaman konsep terhadap soal matematika lengkap, penggunaan istilah dan notasi matematika tepat, penggunaan algoritma secara lengkap dan benar.

Jawaban tepat,

perhitungan benar dan tepat dalam

menggunakan konsep 3 Pemahaman konsep terhadap soal

matematika hampir lengkap, terdapat sedikit kesalahan dalam penggunaan istilah dan notasi matematika, penggunaan

algoritma secara lengkap, perhitungan secara umum benar namun terdapat sedikit kesalahan.

Jawaban kurang tepat tetapi terdapat sedikit kesalahan perhitungan

2 Pemahaman konsep terhadap soal

matematika kurang lengkap, penggunaan

Jawaban kurang tepat, terdapat banyak

2

General Scoring Rubrics Mathematics, Smarter Balanced Assessment Concortium,

www.smarterbalanced.org/wordpress/wp-content/upload/2014/10/Smarter-Balanced-Mathematics-General-Rubrics-Final.pdf

istilah dan notasi matematika kurang tepat, perhitungan sebagian besar salah

kesalahan perhitungan 1 Pemahaman konsep terhadap soal

matematika sangat terbatas, perhitungan salah

Jawaban kurang tepat, perhitungan salah

0 Tidak paham konsep sama sekali Tidak menjawab soal

Namun sebelum melakukan tes terlebih dahulu dilakukan uji kualitas instrumen tes yaitu :

1. Uji Validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid.3 Instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu instrumen atau alat evaluasi dikatakan valid apabila ia dapat mengevaluasi dengan tepat sesuatu yang dievaluasi itu.

Untuk menghitung koefisien validitas instrumen salah satunya dengan menggunakan rumus korelasi product momen memakai angka kasar (raw score) sebagai berikut:4

 

  2 2 2 2 xy Y) ( Y N X) ( X N Y) X)( ( XY N r Dengan keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y

N = Banyak subjek

X = Nilai rata-rata soal tes pertama perorangan Y = Nilai rata-rata soal tes kedua perorangan ∑X = Jumlah nilai-nilai X

∑X2

= Jumlah kuadrat nilai-nilai X ∑Y = Jumlah nilai-nilai Y

3

Sugiyono, op. cit, hal 173

4

∑Y2

= Jumlah kuadrat nilai-nilai Y

XY = Perkalian nilai X dan Y perorangan ∑XY = Jumlah perkalian nilai X dan Y Dengan ketentuan:

Jika < , maka soal tersebut dinyatakan tidak valid. Jika , maka soal tersebut dinyatakan valid.

Berdasarkan hasil perhitungan dari 12 soal yang diujicobakan diperoleh 10 soal yang valid. 10 soal tersebut mewakili indikator pada aspek instrumental yaitu nomor 1b, 4, 6a, 6b, dan 9a. Sedangkan sisanya mewakili indikator pada aspek relasional yaitu pada nomor 1a, 2, 3, 8, 9b.

2. Uji Reliabilitas

Untuk mengukur reliabilitas tes soal uraian pada penelitian ini digunakan rumus Alpha:5 =

∑ Keterangan : = reliabilitas instrumen n = banyaknya butir soal

∑ = jumlah varians skor tiap-tiap item = varians skor total

= skor tiap soal = banyaknya sampel

Butir soal yang diuji reliabilitasnya disini adalah soal yang telah dinyatakan valid pada uji validitas. Sedangkan interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes (

)

diadaptasi dari Juknis Analisis Butir Soal di SMA yang dapat dilihat pada Tabel 3.4.

5

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), Edisi Kedua, cet. 1, hal. 122

Tabel 3.4 Klasifikasi Reliabilitas Keterangan 0,19 0,20 < 0,39 0,40 < ≤ 0,69 0,70 < 0,89 0,90 < 1,00

reliabilitas sangat rendah reliabilitas rendah

reliabilitas sedang reliabilitas tinggi reliabilitas sangat tinggi

Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas pada instrumen yang di ujicobakan, diperoleh nilai 0.803, artinya reliabilitas soal tinggi.

3. Taraf Kesukaran

Untuk mengetahui apakah instrument tes yang diberikan tergolong mudah, sedang atau sulit maka digunakan rumus berikut :6

P

=

Keterangan :

P = indeks kesukaran

B = skor seluruh siswa untuk setiap butir soal

JS = jumlah skor maksimum yang diperoleh siswa peserta tes

Adapun kategori mudah atau sulitnya soal dapat dilihat pada tabel berikut:7 Tabel 3.5

Kategori Indeks Kesukaran

P Keterangan

0,00 < P 0,30 0,30 < P 0,70 0,70 < P ≤ 1,00

Soal kategori sulit Soal kategori sedang Soal kategori mudah

6

Arikunto, ibid, hal 223 7

Berdasarkan hasil perhitungan, dari 12 soal diperoleh 7 soal dengan kategori mudah, 4 soal dengan kategori sedang dan 1 soal dengan kategori sulit. 4. Daya Pembeda

Untuk membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah digunakan daya pembeda soal. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:8

D =

Keterangan : D = daya pembeda

BA = skor maksimum yang diperoleh peserta kelompok atas BB = skor maksimum yang diperoleh peserta kelompok bawah JA = jumlah skor peserta kelompok atas

JB = jumlah skor peserta kelompok bawah

Sebelum daya pembeda dihitung dengan rumus tersebut, terlebih dahulu data diurutkan dari yang terkecil untuk kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.

Adapun kriteria daya beda dapat dilihat pada Tabel berikut:9 Tabel 3.6

Kriteria Daya Pembeda Instrumen Tes

D Keterangan D ≤ 0 0,00 < D ≤ 0,20 0,20 < D ≤ 0,40 0,40 < D ≤ 0,70 0,70 < D ≤ 1,00

Sangat jelek maka butir soal dihilangkan Daya pembeda jelek

Daya pembeda cukup Daya pembeda baik Daya pembeda baik sekali

Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh daya pembeda dengan kriteria baik sebanyak 2 soal, cukup sebanyak 8 soal, jelek sebanyak 1 soal dan sangat

8

Arikunto, ibid, hal. 228 9

jelek sebanyak satu soal. Soal yang memiliki kriteria sangat jelek dan jelek merupakan soal tidak valid.

Hasil uji validitas, taraf kesukaran dan daya pembeda dengan reliabilitas tinggi dapat dilihat pada Tabel 3.7:

Tabel 3.7

Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen

No. Validitas Kesukaran Daya Beda Keterangan

1a Valid Mudah Cukup Digunakan

1b Valid Mudah Cukup Digunakan

2 Valid Sedang Cukup Digunakan

3 Valid Sedang Cukup Digunakan

4 Valid Mudah Cukup Digunakan

5 Tidak Valid Mudah Sangat Jelek Tidak Digunakan

6a Valid Mudah Cukup Digunakan

6b Valid Mudah Cukup Digunakan

7 Tidak Valid Sedang Jelek Tidak Digunakan

8 Valid Sedang Baik Digunakan

9a Valid Mudah Baik Digunakan

9b Valid Sulit Cukup Digunakan

Dokumen terkait