• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian

F. Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2011: 148), instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamatu. Dengan kata lain, instrumen penelitian merupakan alat ukur dalam penelitian.

Penentuan instrumen penelitian disesuaikan denan teknik pengumpulan data yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan

48

tes. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi dan skala psikologi.

1. Lembar Observasi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa

Lembar observasi minat belajar siswa dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun isi dari lembar observasi minat belajar siswa berdasarkan kajian teori pada bab sebelumnya. Berikut lembar observasinya:

Tabel 1. Kisi-kisi Lembar Observasi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa Variabel Indikator Butir Pertanyaan

Hasil Observasi Ya Tidak Keterangan Minat Belajar Bahasa Jawa Perhatian dan Ketertarikan Siswa

Siswa tidak bicara sendiri Saya ikut menyanyi saat

pelajaran bahasa Jawa Siswa tampak gembira Siswa mengikuti pelajaran

bercerita

Siswa ikut bermain

Siswa mengajak temannya untuk memperhatikan Siswa memperhatikan

sungguh-sungguh Siswa tidak mengantuk Partisipasi/

Keterlibatan Siswa

Siswa menjawab

pertanyaan guru

Siswa bertanya kepada guru

Siswa mau maju ke depan

Siswa ikut

bermain/cerita/menyanyi Perasaan Senang Siswa senang saat

bernyanyi

Siswa senang saat bercerita

49

2. Lembar Skala Psikologi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa

Skala psikologi dalam penelitian ini digunakan peneliti untuk mengukur minat belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Lembar angket yang digunakan menggunakan skala psikologi. Indikator-indikator minat belajar siswa disusun berdasarkan kajian teori pada bab sebelumnya yang kemudian dibuat kisi-kisi minat belajar siswa sebagai berikut.

Tabel 2. Kisi-kisi Skala Psikologi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa

Variabel Indikator Butir Pertanyaan Nomor Item

Minat Belajar Bahasa Jawa

Perhatian dan Ketertarikan Siswa

Saya tidak bicara sendiri Saya suka pelajaran bahasa

Jawa

Saya ikut menyanyi jika diajak menyanyi saat pelajaran bahasa Jawa

Saya senang dengan pelajaran hari ini

Saya senang bercerita dengan media

Saya ikut bermain dan belajar 2 1 3 4 5 6

Partisipasi Siswa Saya menjawab pertanyaan guru

Saya bertanya kepada guru Saya mau maju ke depan

7 8 9

Perasaan Senang Saya senang saat bernyanyi Saya senang saat bercerita Saya senang belajar dengan

bermain hari ini

10 11 12

50 G. Teknik Analisis Data

Analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif, kuantitatif. Tujuan dari analisis data adalah untuk mendeskripsikan kegiatan siswa selama proses belajar mengajar (Trianto, 2010: 62).

Data yang dianalisis secara kuantitatif berupa skala psikologi untuk mengukur minat belajar bahasa Jawa. Skala psikologi dihitung melalui tahap berikut.

1. Menghitung skor skala psikologi minat belajar bahasa Jawa di prasiklus dan tiap satu siklus selesai

Tiap angket atau skala psikologi per siswa diskor. Kemudian dikategorikan dalam kategori rendah, sedang, atau tinggi. Rumus yang digunakan untuk pengkategorian mengadaptasi dari Saifuddin Azwar (2010: 43). Rumus ini menggunakan mean dan standart deviasi. Skala dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3. Norma Pengkategorian

No Interval Kategori 1 M + 1,5 SD < X Sangat tinggi 2 M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD Tinggi 3 M –0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD Sedang 4 M –1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD Rendah 5 X ≤ M – 1,5 SD Sangat rendah Keterangan: M = mean SD = Standart Deviasi X = angka yang diperoleh

Setelah mengetahui norma pengkategorian, maka didapat ketetapan pengkaktegorian seperti dalam tabel berikut:

51

Tabel 4. Tabel Pengkategorian

No Interval Kategori 1 36 < X Sangat tinggi 2 28 < X ≤ 36 Tinggi 3 20 < X ≤ 28 Sedang 4 12 < X ≤ 20 Rendah 5 X ≤ 12 Sangat rendah

2. Mencari presentase siswa tiap kategori

Menurut Sudjono (2012: 43) rumus untuk menghitung frekuensi relatif (presentase) adalah sebagai berikut:

Keterangan:

P : angka presentase

F : jumlah frekuensi jawaban N : jumlah subyek (responden)

3. Mencari rerata minat belajar Bahasa Jawa tiap akhir siklus

Mencari rerata minat belajar bahasa Jawa dilakukan pada tiap akhir siklus guna mengetahui apakah rerata tiap siklus dan prasiklus meningkat atau tidak. Rumus yang digunakan yakni:

Keterangan:

Mean : rerata

Σx : jumlah semua skor n : jumlah responden

52 H.Kriteria Keberhasilan

Penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil apabila ≥ 80% siswa mempunyai perhatian dan respon yang baik terhadap pembelajaran bahasa Jawa, memiliki skor minat belajar dalam kriteria tinggi. Dari segi proses ditandai dengan siswa melaksanakan indikator yang ada dalam lembar observasi.

53 BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Kondisi Awal (Prasiklus)

Kegiatan awal dilakukan untuk mengobservasi kegiatan pembelajaran yang ada dan untuk mengetahui skor minat awal siswa kelas I A sebelum diberi tindakan apapun. Prasiklus ini dilakukan pada tanggal 10 November 2016 dan 27 Maret 2017. Untuk mengetahui skor minat siswa, peneliti melakukan pengamatan dan menyebarkan skala psikologi bagi siswa. Pada saat melakukan observasi pada siswa tampak bahwa saat pembelajaran bahasa Jawa berlangsung hampir seluruh siswa tidak memperhatikan pelajaran tersebut sehingga guru harus memanggil nama siswa satu per satu untuk mengingatkan. Ada beberapa siswa yang memainkan alat tulisnya, ada yang mengobrol dengan teman yang lain, ada pula yang lesu dan mengantuk. Fokus siswa pada guru dan pembelajaran hanya berlangsung sebentar. Namun, ketika guru mengajak untuk bernyanyi, siswa nampak sangat antusias.

Selain melakukan observasi, peneliti juga memberikan angket skala psikologi kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui skor minat siswa. Berikut skor perolehan angket skala psikologi minat belajar bahasa Jawa siswa kelas I A:

54

Tabel 5. Perolehan Skor Skala Psikologi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa Prasiklus

No Nama Skor Kategori

1 ADPP 28 Sedang 2 AKM 27 Sedang 3 BIS 33 Tinggi 4 DKFD 27 Sedang 5 DRP 24 Sedang 6 FBP 15 Rendah 7 FF 27 Sedang 8 FAA 26 Sedang 9 FPP 26 Sedang 10 GA 20 Rendah 11 GAE 28 Sedang 12 HAY 27 Sedang 13 JAP 24 Sedang 14 KNKL 26 Sedang 15 KABS 26 Sedang 16 LBA 19 Rendah 17 MDAS 28 Sedang 18 MHY 27 Sedang 19 NSR 28 Sedang 20 NAB 27 Sedang 21 PYAW 0 - 22 RDFK 25 Sedang 23 SEZ 27 Sedang 24 TKA 16 Rendah 25 YRF 28 Sedang 26 ZMH 26 Sedang 27 VDV 26 Sedang Rata-rata 24.5 Sedang

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kebanyakan siswa memiliki minat dalam kategori sedang. Sebanyak 80,9% siswa berada dalam kategori sedang. Sedangkan 15,3% siswa kategori rendah dan 3,8% siswa kategori tinggi dengan responden 26 siswa.

2. Siklus I a. Perencanaan

55

Tahap Perencanaan pada siklus I bertujuan untuk mempersiapkan kebutuhan dalam pelaksanaan penilitian. Pada tahap perencanaan di siklus I ini kegiatan yang dilakukan meliputi:

1) Peneliti bersama guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang akan digunakan sesuai dengan metode Bermain, Cerita, Menyanyi yang sudah direncanakan.

2) Peneliti mempersiapkan alat dan keperluan untuk melakukan penelitian pada siklus I ini (lembar observasi guru, lembar skala psikologi siswa, lembar observasi terhadap siswa, media pembelajaran, kamera untuk mengambil gambar).

3) Peneliti mensimulasikan lagu dan permainan yang akan digunakan pada siklus I ini.

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan dalam siklus I peneliti laksanakan sebanyak dua kali yakni pada tanggal 30 Maret 2017 dan 6 April 2017. Setiap pertemuan tersedia waktu 2 x 35 menit. Adapun pelaksanaan dalam setiap pertemuan sebagai berikut:

1) Pertemuan Pertama

Pada pelaksanaan tindakan pertemuan pertama ini pembelajaran membahas tentang punakawan. Diawali dengan perkenalan satu tokoh, yakni tokoh Gareng. Adapun pelaksaan tindakan sebagai berikut:

56

Dikarenakan pelajaran bahasa Jawa bukan pelajaran awal tapi pelajaran setelah istirahat maka guru mengawali dengan menyapa siswa yang baru saja istirahat. Kemudian salah satu siswa memimpin doa agar mereka diberi kelancaran saat pembelajaran. Kemudian guru mepresensi siswa. Untuk memusatkan perhatian siswa, guru mengawali dengan mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang sudah mereka biasa nyanyikan, yaitu lagu 1, 2, 3 tangane sedheku. Siswa nampak langsung ikut bernyanyi. Pada saat pertemuan pertama ini ada satu anak yang tidak masuk sekolah.

b) Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti ini, mula-mula guru mengeluarkan media wayang Gareng. Terdapat siswa yang langsung memperhatikan guru dan bercoloteh “apik kui, kui Bagong”, dan yang lain menimpali “udu yo, kui Semar”. Kemudian guru menjawab “ayo digathekke ndhisik”. Siswa dan guru mengamati wayang yang dibawa. Guru menceritakan kisah tentang Gareng dengan media wayang ini. Guru menjelaskan awal mula nama Gareng dan lain-lain. Kemudian guru memberi pertanyaan seputar cerita Gareng tadi. Untuk lebih jelasnya, siswa membaca bacaan tentang Gareng di buku.

Setelah bercerita dan siswa membaca cerita sendiri. Guru meminta salah satu siswa untuk maju ke depan menceritakan. Siswa nampak berebutan untuk maju ke depan. Akhirnya guru memilih salah satu siswa. Siswa tersebut maju ke depan dan menceritakan apa yang sudah ia dengan dan baca sambil membawa wayang Gareng.

57

Setelah siswa mengetahui tentang Gareng, guru mengajak siswa untuk keluar kelas. Guru mengajarkan lagu “tut tut gujes”. Lagu ini akan digunakan untuk permainan seperti ular naga panjangnya. Siswa nampak antusias saat bermain. Namun, ada sedikit kendala ketika siswa laki-laki berebut untuk baris paling depan. Setiap siswa yang masuk perangkap akan diberi pertanyaan oleh guru.

Setelah permainan selesai, guru dan siswa masuk ke dalam kelas. Guru kembali mengeluarkan wayang. Kali ini wayang Punakawan. Guru mencoba mengenalkan wayang Punakawan ke siswa sebagai awal permulaan untuk pertemuan selanjutnya.

c) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup diisi dengan kesimpulan pelajaran hari ini. Guru mencoba memberi pertanyaan sederhana seputar pelajaran hari ini seperti “kepiye sifat e Gareng?”, siswa serempak menjawab. Guru kemudian memberi tahu materi bahasa Jawa yang akan diberikan pertemuan selanjutnya. Sebelum berdoa, guru mengajak siswa menyanyikan sebuah lagu yakni “tut tut gujes”. Kegiatan diakhiri dengan berdoa.

2) Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua, pelajaran masih seputar tentang Punakawan. Karena memang peneliti mengambil satu bab tentang Punakawan. Jika pada pertemuan pertama sudah memperkenalkan tentang Gareng, maka pada pertemuan kedua membahas semua Punakawan. Adapun pelaksanaan tindakan sebagai berikut:

58 a) Kegiatan Awal

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu yang masih sama dengan minggu lalu, yakni lagu 1, 2, 3 tangan e sedheku. Guru mempresensi siswa yang hadir. Guru awalnya bertanya pada siswa agar siswa kembali mengingat apa yang sudah dipelajarai di pertemuan “sinten ingkang kemutan minggu wingi ibu crios babagan menapa?” siswa ada yang menjawab “babagan Gareng” ada pula yang menjawab “punakawan ya”. Siswa nampak begitu rileks saat mengikuti pembelajaran.

b) Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti, guru mengawali dengan mengeluarkan wayang Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Siswa nampak minat terhadap wayang tersebut dibuktikan dengan siswa serius menatap guru dan wayang. Ada pula siswa yang mengatakan “asik, dolanan wayang meneh. Bu aku cerita bu”. Guru kemudian meminta siswa untuk mengamati wayang-wayang tersebut.

Guru setelah meminta siswa untuk mengamati, kemudian menunjuk beberapa siswa untuk menceritakan tentang tokoh Punakawan secara bergantian. Siswa yang maju ke depan untuk menceritakan tokoh wayang yang dipegangnya menceritakan tentang ciri-ciri wayang tersebut. Setelah siswa berani menceritakan, guru mengajari siswa untuk menyanyikan lagu wayang Punakawan. Setelah menyanyikan lagu dengan gerakannya, siswa diminta untuk mengerjakan LKS yakni menjodohkan gambae wayang dengan nama yang benar.

59 c) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup pada pertemuan kedua ini pada dasarnya sama dengan kegiatan penutup pada pertemuan pertama. Diisi dengan guru menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran hari ini. Kemudia dilanjutkan menyanyikan lagu cublak-cublak suweng sebelum berdoa pulang. Untuk mengakhiri, salah seorang siswa memimpin doa penutup dan pulang.

c. Observasi Siswa

Dalam observasi ini, peneliti mengamati minat belajar bahasa Jawa siswa dalam kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kisi-kisi yang ada. Peneliti mengamati keseluruhan siswa, terutama ketika metode bermain, cerita, menyanyi dilakukan oleh guru. Dalam observasi ini hasilnya bisa digunakan untuk menjadi pedoman rencana tindakan pada siklus II. Dalam observasi ini, peneliti menggunakan lembar observasi yang ditujukan untuk keselurahan siswa, bukan tiap individu siswa. Selain menggunakan lembar observasi, peneliti juga menggunakan kamera untuk mengabadikan setiap aktivitas ssiwa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Dari hasil observasi siswa pada siklus I pertemuan pertama didapat data bahwa beberapa siswa masih berbicara sendiri. Namun, saat guru sudah menggunakan media ataupun ditegur guru, siswa akan langsung memperhatikan. Berbeda dari observasi sebelum siklus, siswa tidak menampakkan wajah mengantuk. Bahkan biasanya siswa yang meletakkan kepala di meja pun nampak mengamati guru. Belum terlihat siswa yang mengajak siswa lainnya untuk ikut memperhatikan dengan serius. Saat guru

60

mengajak menyanyi, bercerita, dan bermain siswa nampak antusias sekali mengikutinya. Siswa juga terlihat gembira.

Hal partisipasi atau keterlibatan siswa, siswa sudah menampakkan. Sebagian besar siswa menjawab pertanyaan guru, baik pertanyaan yang ditujukkan secara klasikal maupun secara individu. Siswa juga terlihat ada rasa ingin tahu dan mau bertanya pada guru. Siswa juga senang jika ditunjuk untuk maju ke depan. Namun, ada satu dua siswa yang kurang antusias jika diminta maju ke depan.

d. Angket Skala Psikologi

Skala psikologi digunakan untuk mengukur peningkatan minat siswa terhadap pembelajaran bahasa Jawa. Skala psikologi ini dibagi di akhir siklus atau di pertemuan kedua pada tanggal 6 April 2017. Dalam angket disediakan 12 (dua belas) pernyataan dengan 3 pilihan jawaban, yakni ya, kadang-kadang, tidak. Bentuk angket dibuat pilihan ganda agar memudahkan siswa kelas I. Adapun perolehan skor skala psikologi sebagai berikut:

61

Tabel 6. Perolehan Skor Skala Psikologi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa Siklus I

No Nama Skor Kategori

1 ADPP 29 Tinggi 2 AKM 28 Sedang 3 BIS 34 Tinggi 4 DKFD 34 Tinggi 5 DRP 30 Tinggi 6 FBP 28 Sedang 7 FF 30 Tinggi 8 FAA 30 Tinggi 9 FPP 30 Tinggi 10 GA 29 Tinggi 11 GAE 29 Tinggi 12 HAY 31 Tinggi 13 JAP 29 Tinggi 14 KNKL 27 Sedang 15 KABS 30 Tinggi 16 LBA 29 Tinggi 17 MDAS 28 Sedang 18 MHY 30 Tinggi 19 NSR 25 Sedang 20 NAB 30 Tinggi 21 PYAW 29 Tinggi 22 RDFK 30 Tinggi 23 SEZ 31 Tinggi 24 TKA 28 Sedang 25 YRF 34 Tinggi 26 ZMH 33 Tinggi 27 VDV 0 - Rata-rata 28,7 Tinggi

Dari skor tersebut terdapat 26 responden dengan 20 siswa memiliki minat di kategori tinggi dan 6 siswa di kategori sedang dengan presentase 76,9% siswa di kategori tinggi dan 23,1% di kategori sedang. Jika dibandingkan dari hasil sebelumnya maka di dapat data sebagai berikut:

62

Tabel 7. Perbandingan Perolehan Skor Skala Psikologi Minat Belajar Bahasa Jawa Siswa Prasiklus dan Siklus I

No Nama Perolehan Skor Keterangan

Prasiklus Siklus I 1 ADPP 28 29 Meningkat 2 AKM 27 28 Meningkat 3 BIS 33 34 Meningkat 4 DKFD 27 34 Meningkat 5 DRP 24 30 Meningkat 6 FBP 15 28 Meningkat 7 FF 27 30 Meningkat 8 FAA 26 30 Meningkat 9 FPP 26 30 Meningkat 10 GA 20 29 Meningkat 11 GAE 28 29 Meningkat 12 HAY 27 31 Meningkat 13 JAP 24 29 Meningkat 14 KNKL 26 27 Meningkat 15 KABS 26 30 Meningkat 16 LBA 19 29 Meningkat 17 MDAS 28 28 Tetap 18 MHY 27 30 Meningkat 19 NSR 28 25 Menurun 20 NAB 27 30 Meningkat 21 PYAW 0 29 - 22 RDFK 25 30 Meningkat 23 SEZ 27 31 Meningkat 24 TKA 16 28 Meningkat 25 YRF 28 34 Meningkat 26 ZMH 26 33 Meningkat 27 VDV 26 0 - Rata-rata 24,5 28,7 Meningkat

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa ada 2 siswa yang tidak dapat dibandingkan skor perolehannya dikarenakan tidak hadir baik dalam pertemuan pertama maupun pertemuan kedua. Jika dilihat dari tabel diatas, diketahui bahwa 23 siswa atau 92% skornya meningkat dari prasiklus ke siklus I. Sedangkan 1 anak atau 4% mengalami penurunan, begitu juga dengan 1 anak atau 4% skornya sama dari prasiklus ke siklus I.

63 e. Refleksi

Setelah mengadakan pertemuan kedua di siklus I, peneliti dan guru melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tindakan siklus I. refleksi bertujuan untuk mengetahui kekurangan apa yang ada di siklus I ini sehingga bisa menjadi pedoman untuk melaksanakan siklus II. Refleksi siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 8. Hasil Refleksi Siklus I

No Hasil Refleksi Rekomendasi Tindakan

1 Guru masih belum mau terbuka saat mengajar sambil bernyanyi, dikarenakan lagu yang digunakan belum familiar

Guru akan banyak belajar dengan lagu. Agar lebih hafal dan familiar.

2 Saat pertemuan pertama perhatian guru belum merata sehingga saat di kelas masih banyak siswa yang berbicara sendiri

Guru akan lebih perhatian. Dan perhatiannya akan lebih menyeluruh ke semua siswa di kelas.

3 Siswa tampak senang bila belajar sambil bermain dan bernyanyi

Pembelajaran pada siklus berikutnya tetap menggunakan permaianan dan bernyanyi agar siswa tetap minat dan tertarik 4 Guru dalam mengajak siswa untuk

bercerita masih kurang

Guru lebih menenkankan metode BCM, khususnya cerita sehingga siswa tertarik dan antusias untuk bercerita.

3. Siklus II a. Perencanaan

Kegiatan perencanaan pada siklus II ini berdasarkan pada hasil refleksi siklus I. berikut perencanaan pada siklus II:

1) Guru dan peneliti menyusun Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan pada siklus II. Dalam RPP siklus II ditekankan pada bermain dan mampu mengajak siswa untuk bercerita. Sedangkan

64

bernyanyinya guru sudah mulai familiar dengan lagunya. Di dalam siklus II ini, model permaianan juga mengarah pada kerja kelompok.

2) Peneliti dan guru bermediasi tentang membagi perhatian terhadap seluruh kelas. Agar siswa yang duduk di bangku belakang juga mendapat perhatian.

3) Peneliti dan guru membuat skenario pembelajaran dengan guru mencoba menyisipi ajakan kepada siswa agar mau bercerita ke depan kelas.

4) Peneliti memepersiapakan keperluan yang akan digunakan pada siklus II seperti lembar observasi guru, lembar observasi siswa, angkaet skala psikologi minat siswa, media pembelajaran (puzzle, lagu), serta kamera untuk dokumentasi.

5) Guru kembali mengingat lagu-lagu bersama peneliti dan membaca ulang RPP yang telah dibuat bersama.

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan dua kali pula sama seperti siklus I. pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017 dan pertemuan kedua pada tanggal 20 April 2017. Setiap pertemuan tersedia waktu 2 x 35 menit. Adapun pelaksanaan dalam setiap pertemuan sebagai berikut: 1) Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama masih membahas tentang Punakawan. Pada pertemuan ini siswa lebih banyak mengenal pribadi salah satu tokoh dan ciri-ciri fisiknya yang menonjol. Serta menjelaskan ciri-ciri-ciri-ciri yang lain misal

65

sifatnya, anak ke berapa, dan sejarah hidupnya. Adapun pelaksanaan tindakan berikut:

a) Kegiatan Awal

Kegiatan awal ini diawali dengan guru mengajak berdoa yang dipimpin salah satu siswa. Kemudian guru memberikan salam. Untuk mengawali pembelajaran guru mengajak siswa untuk bernyanyi wayang punakawan. Kemudian guru mengatakan “sinten ingkang kemutan criyos Punakawan”. Semua siswa tampak mengangkat tangannya.

b) Kegiatan Inti

Kegiatan inti diwalai dengan guru membentuk 4 kelompok dari keseluruhan siswa. Kemudian guru mengulangi cerita tentang Punakawan (halaman 85 pada buku Gagrag Anyar). Kemudian guru mengeluarkan puzzle sebagai media permaianan hari ini. Tampak siswa sangat antusia dan hampir berebutan saat guru mengeluarkan puzzle tersebut. Guru membagi 1 kelompok dengan 1 puzzle yang ada. Guru meminta siswa menyusun puzzle tersebut bersama kelompok masing-masing. Setelah puzzle selesai, siswa menebak gambar tokoh siapa yang kelompok mereka susun tersebut. Setelah itu salah satu dari kelompok menceritakan tentang tokoh yang mereka susun dibantu teman sekelompoknya. Setelah semua kelompok bercerita, siswa dan guru saling bertanya jawab misal “anak angkat nomer siji sapa jeneng e?”. anak dengan serempak menjawab “Gareng”. Setelah itu siswa diminta guru untuk belajar menulis sesuai dengan yang ada di buku.

66

Kegiatan penutup dilakukan dengan guru memberi simpulan dari pembelajaran hari ini. Kegitan hari itu pun diakhiri dengan menyanyikan lagu wayang Punakawan lagi.

2) Pertemuan Kedua

Sama halnya dengan siklus I dan pertemuan pertama pada siklus II, pembelajaran bahasa Jawa kali ini masih dengan tema yang sama yakni Punakawan. Bedanya pada pertemuan II ini guru akan memberi contoh unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kegiatannya sebagai

berikut:

a) Kegiatan Awal

Kegiatan awal ini diawali dengan guru mengajak berdoa yang dipimpin salah satu siswa. Kemudian guru memberikan salam. Untuk mengawali pembelajaran guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu Ayo Sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan guru menyapa siswanya.

b) Kegiatan Inti

Kegiatan inti diawali dengan guru mengambil media papan. Papan ini digunakan untuk menjelaskan pada siswa perbedaan membaca ê, é, è. Mula-mula guru menunjukkan kartu bertuliskan Petruk. Kemudian menggantungnya pada kolom huruf yang tepat. Begitu juga dengan kartu Gareng, Semar. Selanjutnya siswa mengangkat tangan untuk maju ke depan menggantungkan kartu yang lain. Siswa nampak antusias. Tidak semua siswa benar saat menempelkan kartu pada kolom, tapi guru selalu mengapresiasi dengan tepuk tangan dan kembali menjelaskan.

67

Setelah itu guru kembali mengeluarkan wayang. Di sini guru memberi beberapa pertanyaan spontan seperti ”nek Semar iku sapane Gareng? Nek Petruk iku sapane Bagong?”. Siswa menjawab dengan lantang dan bersamaan. Guru mengajarkan unggah-ungguh yang biasa ada di keluarga. Siswa memperhatikan guru. Namun ada beberapa siswa yang tidak minat.

c) Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup dilakukan dengan guru memberi simpulan dari pembelajaran hari ini. Kegitan hari itu pun diakhiri dengan menyanyikan lagu 1, 2, 3 tangan e sedheku.

c. Observasi Siswa

Siklus II ini, pada pertemuan pertama dan kedua dalam hal perhatian siswa, siswa sudah 50% persen lebih tidak berbicara sendiri saat pelajaran berlangsung. Siswa ikut bernyanyi saat ada lagu yang harus dinyanyikan. Siswa terlihat senang dan sangat antusias, apalagi ketika bermain puzzle. Setiap kelompok yang ada mau bercerita tentang tokoh yang ada. Siswa juga nampak mengajak siswa lain untuk berpartisipasi, apalagi ketika bermain puzzle, karena saat bermain puzzle mereka harus mengerjakan secara berkelompok. Pada pertemuan pertama, tidak ada siswa yang mengantuk. Namun, ketika pertemuan kedua ada 1, 2 anak yang mengantuk ketika guru menjelaskan.

Dokumen terkait