METODE PENELITIAN
D. Instrumen Penelitian
1) Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono 2013: 64). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu penggunaan model pembelajaran webbed.
2) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono 2013: 64). Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu keterampilan menulis karangan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena yang diamati. Instrumen penelitian yang digunakan ada dua jenis yaitu:
1) Instrumen Tes
Tes Menurut Sudijono (2011: 67) adalah cara yang dipergunakan atau prosedur (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas (baik berupa pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab) atau perintah-perintah (yang harus dikerjakan) oleh testee, sehingga (atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut) dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis dalam bentuk uraian yang diberikan kepada sampel penelitian untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan. Hasil dari tes tersebut akan dibandingkan untuk mengetahui perbedaan nilai atau kemampuan siswa dalam menyusun karangan dengan menggunakan model pembelajaran webbed dan tidak menggunakan model pembelajaran webbed. Lima aspek tersebut terbagi ke dalam beberapa kriteria yang digunakan sebagai kriteria penilaian menulis karangan.
a. Aspek isi
Aspek isi meliputi tiga kriteria, yaitu kesamaan tulisan dengan objek, ketepatan tulisan dengan objek, dan penciptaan kesan pembaca.
b. Aspek organisasi
Aspek isi meliputi tiga kriteria, yaitu kesatuan alinea, kepaduan alinea, dan kejelasan isi.
c. Aspek kosakata
Aspek isi meliputi dua kriteria, yaitu potensi kata tepat dan pilihan kata tepat.
d. Aspek penggunaan bahasa
Aspek isi meliputi dua kriteria, yaitu ketepatan struktur kalimat dan kalimat bervariasi.
e. Aspek mekanik
Aspek isi meliputi dua kriteria, yaitu diksi dan pemakaian tanda baca tepat. Berikut tabel skor penilaian menyusun karangan:
Tabel 3.2
Skor Penilaian Menulis Karangan
ASPEK SKOR Isi 30 Organisasi 20 Kosakata 20 Penggunaan Bahasa 25 Mekanik 5 Jumlah 100
Pedoman penilaian karangan dalam tabel berdasarkan teori penilaian hasil karangan yang banyak dipergunakan pada program ESL (English as a Second Language) dari buku Nurgiyantoro (2010: 441) yaitu sebagai berikut.
Tabel 3.3
Pedoman Penilaian Menulis Karangan
KOMPONEN YANG DINILAI RENTANGAN SKOR KRITERIA ISI (Skor Maksimum 30) 27-30
SANGAT-BAIK : Padat informasi, substansif, pengembangan tesis tuntas, relevan dengan permasalahan dan tuntas
22-26
CUKUP-BAIK:Informasi cukup, substansi cukup,pengembangan tesis terbatas, relevan dengan masalah tetapi tidak lengkap
17-21
SEDANG-CUKUP:Informasi terbatas, substansi kurang,pengembangan tesis tidak cukup,permasalahan tidak cukup.
13 – 16
SANGAT-KURANG:Tidak berisi, tidak ada substansi,tidak ada pengembangan tesis, tidak ada permasalahan
ORGANISASI (Skor Maksimum 20)
18 – 20
SANGAT BAIK:Ekspresi lancar, gagasan diungkapkan dengan jelas, padat,tertata dengan baik, urutan logis dan Kohesif
14 – 17
CUKUP-BAIK:Kurang lancar, kurang terorganisir tetapi ide utama terlihat, beban
pendukung terbatas,urutan logis tetapi tidak lengkap
10 – 13
SEDANG-CUKUP:Tidak lancar, gagasan kacau,terpotong-potong, urutan dan pengembangan tidak logis
7 – 9
SANGAT KURANG:Tidak komunikatif, tidak terorganisir, tidak layak nilai
KOSAKATA (Skor Maksimum 20)
18 – 20
SANGAT BAIK:Pemanfaatan potensi kata canggih,pilihan kata dan ungkapan tepat,menguasai pembentukan kata
10 – 13
SEDANG-CUKUP:Pemanfaatan potensi kata terbatas,sering terjadi kesalahan pengunaan kosakata dan dapat merusak makna
7 – 9
SANGAT-KURANG:Pemanfaatan potensi kata asal-asalan,pengetahuan tentang kosakata rendah dan tidak layak nilai
PENGGUNAAN BAHASA
(Skor Maksimum 25)
22 – 25
SANGAT BAIK-SEMPURNAKonstruksi kompleks tetapi efektif,hanya terjadi sedikit kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan
18 – 21
CUKUP-BAIK :Konstruksi sederhana tetapi efektif,kesalahan kecil pada konstruksi kompleks, terjadi sejumlah kesalahan
tetapi makna tidak kabur
11 – 17 dalam konstruksi kalimat, makna membingungkan atau kabur
5 – 10
SANGAT-KURANG:Tidak menguasai aturan sintaksis,terdapat banyak kesalahan, tidak komunikatif, tidak layak nilai
MEKANIK
(Skor Maksimum 5)
5
SANGAT BAIK-SEMPURNA:Menguasai aturan penulisan, hanya terdapat beberapa kesalahan ejaan
4
CUKUP BAIK: Kadang-kadang terjadi kesalahan ejaan tetapi tidak mengaburkan Makna
3
SEDANG-CUKUP: Sering terjadi kesalahan ejaan, makna membingungkan atau kabur
2
SANGAT KURANG:Tidak menguasai aturan penulisan,terdapat banyak kesalahan ejaan, tulisan tidak terbaca, tidak layak nilai.
Jumlah 100
Kriteria yang digunakan untuk menentukan nilai siswa adalah skala lima bedasarkan teknik kategorisasi standar hasil belajar yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut:
Tabel 3.4
Kategorisasi Standar Hasil Belajar yang Ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional No Nilai Kategori 1 2 3 1 90 < × ≤ 100 Sangat Tinggi 2 80 < × ≤ 100 Tinggi 3 65 < × ≤ 79 Sedang 4 55 < × ≤ 64 Rendah 5 0 < × ≤ 54 Sangat Rendah
Hasil belajar siswa juga diarahkan pada pencapian hasil belajar secara individual. Kriteria seorang murid dikatakan tuntas belajar apabila memiliki nilai minimal 65 sesuai dengan KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah. Kategorisasi ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut:
Tabel 3.5
Kategori Standar Ketuntasan Hasl Belajar Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri 87 Manipi
Nilai Kategori Ketuntasan Belajar
1 2
65 < × ≤ 100 Tuntas
Berdasarkan pedoman diatas, guru dapat mengetahui kemampuan menulis karangan dengan melakukan penilaian. Penilaian dilakukan dengan rumus:
Nilai = X Skor ideal (100) 2) Dokumentasi
Menurut Mahmud (2011: 183) Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subjek penelitian, tetapi melalui dokumen. Dokumentasi yang dapat berupa foto dan dokumen-dokumen lain sebagai bukti otentik penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen ini bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Menurut Sugiyono (2013: 329) Dokumentasi merupakan cara lain untuk memperoleh data dari responden. Pada teknik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam- macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden. Dokumentasi yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil karya tulisan siswa dalam menulis karangan.