• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

4. Uji hipotesis

 Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima, artinya varians dinyatakan homogen.

 Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak, artinya varians dinyatakan heterogen.

Hasil penghitungan uji homogenitas varian data (Levene Statistic) dengan program SPSS dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.5

Hasil Uji Homogenitas Pretest dan Posttest Keterampilan Menulis Karangan

Test of Homogeneity of Variancesa

Levene Statistic df1 df2 Sig.

. 3 6 .230

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.230 lebih besar dari 0.05 atau 0.230 > 0.05. Artinya skor hasil tes tidak memiliki perbedaan varian atau homogen.

4. Uji hipotesis

Selanjutnya dilanjutkan pada perhitungan uji t dengan menggunakan bantuan komputer menggunakan aplikasi SPSS Versi 16.00. Uji-t data pretest dan posttest menulis karangan ini, bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa, terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan atau tidak. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS.

 Jika probabilitas > 0,05, maka Ho diterima.  Jika probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak.

Adapun hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji-t terhadap hasil pretest-postest dapat dilihat pada tabel di bawah hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6

Hasil Uji-t Data Pretest-Posttest Keterampilan Menulis Karangan

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 58.332 10.268 5.681 .000 POSTTES T .046 .144 .071 4.320 .752

Hasil analisis uji t diketahui bahwa nilai t Hitung yang diperoleh adalah 4.320 dengan frekuensi d.b = (N-1 ) = 22 - 1 = 21. Pada taraf signifikan 0,05 (5%) diperoleh nilai t Tabel = 1.720. Jadi, t Hitung > t Tabel atau Hipotesis nol (H0) ditolak dan Hipotesis alternative (H1) diterima. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran webbed berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis karangan.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan, terlihat bahwa perolehan nilai setelah diberi perlakuan lebih tinggi dari perolehan nilai sebelum diberi perlakuan. Hal ini dapat dilihat dari pretest diperoleh skor tertinggi sebesar 72, skor terendah sebesar 51, rata-rata pretest sebesar 61,59, median sebesar 61, modus sebesar 61 dan standar deviasi sebesar 5,92. Selanjutnya nilai posttest skor

tertinggi sebesar 94, skor terendah sebesar 60, rata-rata posttest sebesar 70,59, median sebesar 69, modus sebesar 69 dan standar deviasi sebesar 9,15.

Dari hasil analisis uji t diketahui bahwa nilai t Hitung yang diperoleh adalah 4.320 dengan frekuensi d.b = (N-1 ) = 22 - 1 = 21. Pada taraf signifikan 0,05 (5%) diperoleh nilai t Tabel = 1.720. Jadi, t Hitung > t Tabel atau Hipotesis nol (H0) ditolak dan Hipotesis alternative (H1) diterima. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran webbed berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis karangan.

Model dimaknakan sebagai suatu obyek atau konsep yang digunakan untuk mempresentasikan sesuatu hal. Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk rencana pembelajaran, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Diantara model pembelajaran, model pembelajaran webbed adalah pembelajaran yang mengintegrasikan materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema.

Model pembelajaran webbed termasuk salah satu model yang melibatkan kecerdasan. Ini dibuktikan dengan pengaplikasian dalam penggunaan model pembelajaran, webbed adalah model pembelajaran yang mudah dipahami dan digunakan dalam suatu pelajaran. Model pembelajaran webbed dapat memegang peranan penting dalam suatu mata pelajaran. Penggunaan model pembelajaran webbed sebagai model pembelajaran menulis, selain mudah untuk dimengerti juga memudahkan siswa dalam memunculkan ide yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan berupa karangan. Karena model pembelajaran webbed mengintegrasikan pengajaran dan pengalaman belajar melalui keterpaduan tema. Tema yang diberikan dalam membuat karangan pun menjadi pengikat keterkaitan

antara satu paragraf dengan paragraf lain dan satu ide pokok dengan ide pokok yang lainnya. Tema yang diberikan atau disajikan kepada siswa pun harus menarik dan membuat antusias siswa dalam mengerjakan karangan.

Meskipun ada saja siswa yang tidak mau mengerjakan. Alasannya tidak bisa, tidak dapat mengembangkan ide yang telah dibuat dan bahkan ada saja yang mengatakan malas dalam membuat sebuah karangan. Namun, setelah diberi arahan dan motivasi serta pembelajaran yang menarik yang diberikan oleh peneliti, siswa tersebut diberi arahan dan motivasi serta kiat mengerjakan karangan melalui pembelajaran webbed yang diberikan peneliti, siswa tersebut mampu membuat dan menyelesaikan karangannya. Memang tidak mudah menuangkan ide dalam bentuk tulisan, perlu adanya latihan menulis terus menerus, karena menulis merupakan kegiatan keterampilan praktis.

Kegiatan menulis sebenarnya dapat dilatih tidak hanya di sekolah namun kegiatan menulis dapat pula dilakukan di rumah. Model pembelajaran webbed yang diberikan peneliti merupakan salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dari model pembelajaran tematik. Model pembelajaran webbed ini membantu siswa dalam menuangkan ide ke bentuk tulisan dengan mengembangkan tema karangan yang disajikan oleh peneliti. Sehingga keterampilan menulis karangan siswa memperoleh peningkatan.

Penelitian yang sebelumnya yang relevan dengan penelitian ini menunjukkan hasil yang sama yaitu penelitian yang dilakukan oleh Endah Nurhayati dengan judul Keefektifan Model Pembelajaran Webbed dalam Menulis Karangan pada Siswa Kelas V SD Negeri 26 Mojokerto. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa data yang dianalisis dengan menggunakan uji t pada taraf signifikan 95% (α = 0,05). Jadi dapat disimpulkan terdapat perbedaan

signifikan siswa yang mengikuti pembelajaran model webbed dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

Penelitian yang serupa juga dilakukan oleh Riki Harkemri dengan judul penelitian: Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan melalui Pembelajaran Model Webbed pada Siswa Kelas VII SMPN 30 Bulukumba. Dari hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa penggunaan model pembelajaran webbed terdapat pengaruh terhadap hasil menulis karangan siswa berdasarkan hasil uji t.

Berdasarkan hasil temuan ini maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran webbed berpengaruh terhadap keterampilan menulis karangan siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil tes menulis karangan sebelum dan sesudah diberkannya model pembelajaran webbed. Hasil posttest siswa menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan hasil pretest.

Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat dinyatakan bahwa, model pembelajaran webbed merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa.

BAB V

Dokumen terkait