• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

F. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Instrumen pembelajaran, meliputi Rencana Pembelajaran (RP) dan Lembar

commit to user

b. Instrumen pengambilan data, yaitu soal berbentuk pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban sebanyak 35 butir untuk dikerjakan dalam waktu 90 menit. Kemudian diberi angket interaksi sosial yang terdiri dari 30 pernyataan dan 4 alternatif jawaban.

Sebelum digunakan sebagai pengambil data, soal tes dan angket interaksi sosial harus memenuhi syarat tertentu. Syarat tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Instrumen Tes Kemampuan Kognitif Siswa

Sebelum digunakan instrumen tes diuji coba di kelas X B MA Al- Mukmin pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 untuk mengetahui kualitas soal yang meliputi validitas item, reliabilitas tes, derajad kesukaran item, dan daya pembeda item.

a. Validitas

Item soal dikatakan valid apabila item tersebut mempunyai kesejajaran dalam skor soal. Untuk mengetahui validitas item digunakan teknik poin biserial, yaitu

= � − �

��

Keterangan :

= Koefisien korelasi point biserial

� = Rerata skor dari subyek yang menjawab betul dari item yang dicari validitasnya

� = Rerata skor soal

�� = Standar deviasi dari skor total

= Proporsi siswa yang menjawab betul item =

= Proporsi siswa yang menjawab salah (q = 1- p )

( Anas Sudijono, 2008 : 185) Kriteria item :

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

46

< rtabel = Soal dikatakan invalid

Berdasarkan perhitungan terhadap 47 item tes uji coba kemampuan kognitif Fisika siswa diperoleh keputusan ada 35 item tes yang valid, yaitu item nomor 1, 2, 3, 5, 6, 8, 9, 12, 13, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 42, 43, 44 dan 46. Untuk lebih lengkapnya lihat lampiran 32.

b. Reliabilitas

Reliabilitas tes adalah tingkat atau derajat konsisten item bersangkutan, yaitu berkenaan dengan pertanyaan apakah suatu item atau alat ukur teliti dapat dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Item dikatakan reliabel jika selalu memberi hasil yang sama pada waktu atau kesempatan yang berbeda. Uji reliabilitas soal tes pada penelitian ini menggunakan rumus KR – 20, yaitu :

11

=

1

� −

( Suharsimi Arikunto, 2006 :188 ) dengan :

11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan

= banyaknya item

� = Variansi total

= Jumlah hasil perkalian antara p dan q

= Proporsi subyek yang menjawab dengan benar = Proporsi subyek yang menjawab dengan salah Kriteria reliabilitas adalah :

0,00 11 < 0,20 = reliabilitas tes sangat rendah 0,20 11 < 0,40 = reliabilitas tes rendah 0,40 11 < 0,60 = reliabilitas tes cukup 0,60 11 < 0,80 = reliabilitas tes tinggi 0,80 11 < 1,00 = reliabilitas tes sangat tinggi

Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas terhadap instrumen tes uji coba kemampuan kognitif siswa diperoleh r11 = 0,932. Sehingga keputusan yang

commit to user

c. Taraf Kesukaran

Taraf kesukaran tes adalah kemampuan tes tersebut dalam menjaring banyaknya subyek peserta tes yang dapat mengerjakan dengan betul.

Rumus yang digunakan untuk menghitung indeks kesukaran adalah :

� =

��

( Suharsimi Arikunto, 2001 : 208 ) dengan :

P = Indeks kesukaran

B = Banyaknya siswa yang menjawab benar JS = Jumlah siswa peserta tes

Klasifikasi soal :

0,00 � 0,30= soal dikatakan sukar 0,30 < � 0,70 = soal dikatakan sedang 0,70 < � 1,00 = soal dikatakan mudah

Berdasarkan hasil analisis didapatkan soal dengan kriteria mudah pada nomor item 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 17, 19, 21, 22, 25, 27, 40, 41, 42, 43, dan 45. Item dengan taraf kesukaran sedang adalah nomor 2, 5, 16, 23, 24, 26, 28, 30, 31, 32, 33, 35, 36, 37, 38, 39, 44, dan 46. Item dengan taraf kesukaran sukar adalah nomor 1, 3, 13, 14, 18, 20, 29, 34, dan 47. Untuk lebih lengkapnya lihat lampiran 32.

d. Daya Pembeda

Daya pembeda tes adalah kemampuan tes tersebut dalam memisahkan subyek yang pandai dan subyek yang kurang pandai Angka yang menunjukkan daya beda disebut indeks diskriminasi.

Adapun rumus yang digunakan adalah :

� =

� − � = � − �

( Suharsimi Arikunto, 2001 : 213 ) dengan :

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

48

BA = Banyaknya kelompok atas yang menjawab butir soal benar

BB = Banyaknya kelompok bawah yang menjawab butir soal benar

JA = Jumlah siswa kelompok atas

JB = Jumlah siswa kelompok bawah

PA = Proporsi siswa kelompok atas yang menjawab butir soal benar

PB = Proporsi siswa kelompok bawah yang menjawab butir soal benar

Klasifikasi :

D > 0,70 : soal daya bedanya baik sekali 0,40 < D 0,70 : soal daya bedanya baik 0,20 < � 0,40 : soal daya bedanya cukup D 0,20 : soal daya bedanya jelek

Setelah dilakukan analisis, item dengan daya beda jelek adalah nomor 4, 7, 10, 11, 14, 22, 26, 41, 45, dan 47. Item dengan daya beda cukup adalah nomor 1, 3, 8, 15, 16, 17, 19, 21, 24, 25, 27, 29, 33, 34, 38, 40, 42, dan 43. Item dengan daya beda baik adalah nomor 2, 6, 9, 12, 13, 18, 20, 23, 28, 30, 31, 35, 37, 44, dan 46. Sedangkan item dengan daya beda baik sekali adalah nomor 5, 32, 36, dan 39. Untuk lebih lengkapnya lihat lampiran 32.

2. Instrumen Angket Interaksi Sosial Siswa

Penyusunan item angket interaksi sosial siswa dikelompokkan menjadi item positif dan negatif. Pernyataan positif diberikan nilai sebagai berikut :

Jawaban selalu : 4 Jawaban sering : 3

Jawaban kadang-kadang : 2 Jawaban tidak pernah : 1

Untuk pernyataan negatif diberikan nilai sebagai berikut : Jawaban selalu : 1

Jawaban sering : 2

Jawaban kadang-kadang : 3 Jawaban tidak pernah : 4

commit to user

Sebelum digunakan, angket interaksi sosial siswa diujicobakan di kelas XB MA Al-Mukmin pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 untuk mengetahui validitas dan reliabilitas angket.

a. Validitas

Untuk menghitung validitas item digunakan teknik product moment :

  

 

2 2



2

 

2

xy Y Y N X X N Y . X XY N r

   dengan :

rxy : Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

N : Jumlah subyek

X : jumlah skor item tiap nomor soal yang dijawab benar Y : jumlah skor item seluruh nomor soal yang dijawab Jika rxy > rxy tabel, maka item soal dikatakan valid

( Suharsimi Arikunto, 2006 : 170 ) Berdasarkan analisis, terdapat 30 item angket uji coba interaksi sosial siswa yang valid yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 10, 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 21, 22, 24, 25, 28, 29, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 40, dan 41. Untuk lebih lengkapnya lihat lampiran 23.

b. Reliabilitas

Karena skor pada pengukuran interaksi sosial merupakan rentangan, maka digunakan rumus alpha :

11 = − 1 1− �2 �2 Keterangan : r11 : reliabilitas instrumen

k : banyaknya butir soal

�2: jumlah varians butir

�2: varians total

Jika r11 > r tabel instrumen dikatakan reliabel. Rumus alpha digunakan

karena instrumen tingkat interaksi sosial siswa tidak menggunakan skor 1 atau 0 melainkan skala yang memiliki rentangan 0 sampai 4.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

50

( Suharsimi Arikunto, 2006:196 ) Berdasarkan analisis terhadap instrumen angket uji coba interaksi sosial siswa diperoleh r 11 = 0, 908 sedangkan r tabel = 0,381 sehingga keputusan yang

diambil adalah angket reliabel.

Dokumen terkait