BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Instrumen Penelitian
Pelaksanaan dilakukan melalui tahap pra penelitian, siklus 1, dan siklus 2. Tahap-tahap akan diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap pra penelitian
Instrumen yang disiapkan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah: a. Instrumen observasi pada guru
Peneliti mendeskripsikan tindakan guru pada kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup selama pembelajaran sebelum menggunakan model PBL (lampiran 1, halaman160).
b. Instrumen observasi pada siswa
Peneliti mendeskripsikan perhatian siswa, dan kesiapan siswa selama pembelajaran sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (lampiran 2, halaman163).
c. Instrumen observasi terhadap kelas
Peneliti mendeskripsikan kondisi kelas mengenai tata letak, fasilitas kelas, kondisi kelas layak pakai atau tidak, sirkulasi udara, sarana dan prasarana yang dibutuhkan (lampiran 3, halaman 164).
d. Instrumen wawancara pada guru
Peneliti melakukan wawancara pada guru untuk memperoleh data yang lebih lengkap dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan daftar yang telah disusun (lampiran 4, halaman 165).
e. Instrumen wawancara pada siswa
Peneliti melakukan wawancara pada siswa untuk memperoleh data yang lebih lengkap dengan memberikan beberapa pertanyaan berdasarkan daftar yang telah disusun (lampiran 5, halaman 166).
2. Siklus I pada materi Siklus Akuntansi
Kegiatan siklus pertama direncanakan pada dua kali tatap muka di pertemuan kelas. Beberapa tahap diantaranya adalah sebagai berikut: a. Perencanaan PTK
Pada tahap ini dilakukan penyusunan rencana dengan model PBL agar dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Tahap perencanaan perangkat pembelajaran ini peneliti melakukan kegiatan konsultasi kepada guru mitra dan dosen pembimbing. Rencana tersebut meliputi:
1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pada tahap ini guru dan peneliti menyusun RPP. Cakupan isi RPP adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi bahan ajar (handout), strategi pembelajaran, sumber belajar, dan kegiatan langkah pembelajaran (lampiran 19, halaman 196).
2) Skenario pembelajaran
Skenario dibuat supaya mempermudah peneliti sebagai guru dalam mengajarkan materi dan memperlancar proses kegiatan belajar sesuai alokasi waktu yang direncanakan (lampiran 20, halaman 202).
3) Daftar pembagian kelompok
Pada tahap ini dilakukan pembagian kelompok berdasarkan perhitungan random yang dilakukan peneliti pada saat kegiatan observasi (lampiran 11, halaman 174).
b. Pelaksanaan PTK
Tindakan dilakukan sesuai dengan panduan perencanaan pembelajaran saintifik melalui Problem Based Learning (PBL). Tahap-tahap yang dibutuhkan dalam tindakan ini adalah:
1) Kegiatan pembuka
a) Guru memberikan salam pembuka. b) Guru melakukan kegiatan motivasi. c) Guru memberikan apersepsi.
d) Guru menjelaskan tujuan dan mekanisme pembelajaran. e) Guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai. f) Guru menyampaikan model pembelajaran yang dilakukan. 2) Kegiatan inti
Dalam kegiatan inti pembelajaran, siswi yang terdiri dari 34 orang dibagi menjadi 6 kelompok. Didalam kelompok guru memberikan lembar jawaban yang telah disediakan. Harapan guru dengan adanya kelompok adalah siswi dapat bekerja sama dengan baik, saling memotivasi dan saling menguatkan, saling menghargai pendapat, dan mampu memecahkan masalah dengan ide-ide yang mereka bagikan. Dalam kegiatan ini, tugas guru adalah mendampingi siswi dan yang lebih aktif adalah siswi. Mereka saling menyalurkan pengetahuan dari sumber informasi yang dimiliki melalui proses
kerjasama dalam tim. Kegiatan inti yang dilakukan dalam belajar mengajar meliputi:
a) Guru memberi video sebagai gambaran umum mengenai Siklus Akuntansi.
b) Guru menjelaskan model pembelajaran PBL.
c) Guru membagi siswa ke dalam kelompok, dimana masing-masing kelompok beranggotakan 5-6 orang.
d) Guru memberikan kesempatan tanya jawab kepada siswa apabila belum paham atas materi yang dipelajari.
e) Setiap kelompok akan mendapatkan satu kasus soal beserta kertas lembar jawab.
Kasus yang telah disediakan ada tiga, dibuat tiga kasus soal supaya semua siswa bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas sehingga siswa dapat bertukar pikiran dengan sesama siswa maupun dengan guru, masing-masing soal memiliki bidang akuntansi yang sama yaitu dibidang usaha jasa. Kasus 1 akan diberikan pada 2 kelompok, kasus 2 akan diberikan pada 2 kelompok, dan kasus 3 akan diberikan 2 kelompok. Saat kerja kelompok dimulai siswa harus lebih aktif dalam proses belajar, siswa saling berdiskusi dan membagi tugas supaya siswa dapat menyelesaikannya. Siswa mengerjakan kasus soal tersebut
berdasarkan pemahaman mereka yang telah diajarkan oleh Bapak Himawan dan berdasarkan sumber yang relevan seperti buku paket dan handout. Pemahaman dalam kelompok akan memudahkan siswa dalam memecahkan masalah. Kegiatan ini dimana siswa dalam satu kelompok mampu bersikap kritis dalam pemecahan masalah di dalam dunia kerja. Model pembelajaran ini dapat melatih dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah dari kehidupan aktual siswa dan juga untuk merangsang berpikir tingkat tinggi.
f) Presentasi siswa di kelas
Presentasi dilakukan siswa ketika sudah menyelesaikan jawaban dari soal PBL yang diberikan guru. Siswa mempresentasikan hasil kerja di depan kelas dengan menggunakan Overhead Projector (OP) yang telah disiapkan.
3) Kegiatan penutup
a) Guru dan siswa bersama-sama mencermati jawaban atas kelompok yang telah presentasi.
b) Guru dan siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran.
c) Guru memberikan kuesioner dan soal Problem Based Learning untuk mengetahui motivasi, sikap kritis, dan karakter sosial.
e) Guru memberikan salam.
c. Observasi/pengamatan fisik (Observing)
Pengamatan dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pengamatan secara tidak langsung dilakukan dengan cara mendokumentasikan dalam video recorder. Sementara pengamatan langsung yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Instrumen observasi tindakan guru
Observasi guru untuk mengetahui perilaku guru pada kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup selama pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (lampiran 21, halaman 205).
2) Instrumen observasi perilaku siswa
Peneliti mendeskripsikan perhatian siswa, sikap, dan kesiapan siswa di kelas selama proses belajar dengan menerapkan model Problem Based Learning (lampiran 22, halaman 208)
3) Instrumen observasi pada kelas
Lembar observasi kelas digunakan untuk mencatat keadaan kelas selama pembelajaran berlangsung dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning(lampiran 23, halaman 209).
d. Refleksi/evaluasi
Guru bersama dengan siswa melakukan refleksi atas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.
Refleksi bertujuan untuk menganalisis, memaknai, dan membuat kesimpulan dari pembelajaran (lampiran 32, halaman 256 dan lampiran 34, halaman 259).
3. Siklus II pada materi Siklus Akuntansi
Tahap-tahap kegiatan siklus kedua sama dengan siklus pertama yaitu adanya langkah perencanaan (pembagian kelompok belajar, dan penyusunan perangkat pembelajaran), pelaksanaan tindakan (kegiatan tatap muka, kegiatan kelompok, presentasi), observasi/pengamatan fisik dan refleksi/evaluasi. Tindakan pada siklus kedua ini dasarnya adalah perbaikan siklus 1 pada refleksi/evaluasi dari guru dan siswi setelah pembelajaran. Siklus 2 bila sudah mencapai indikator yang diharapkan akan dijadikan sebagai penelitian setelah penerapan PBL.
Selain instrumen pengumpulan data, peneliti menggunakan beberapa perangkat pembelajaran dalam belajar yakni sebagai berikut:
a. Handout materi (lampiran 27, halaman 216)
Pembuatan handout bertujuan agar mempermudah siswi dalam memahami pembelajaran. Penyusunan handout tersebut mengacu pada materi siklus akuntansi yang terdiri atas jurnal umum, buku besar, AJP, neraca saldo, kertas kerja, dan penyusunan laporan keuangan.
b. Lembar kerja siswi (lampiran 28, halaman 220)
Peneliti sudah menyediakan lembar kerja siswi berisi tabel/kolom yang dibutuhkan pada saat mengerjakan siklus akuntansi, adanya tabel ini
bertujuan untuk mempersingkat waktu siswi dalam mengemukakan jawaban soal kasus yang diperolehnya. Lembar kerja siswi setiap kelompok diberikan 1 paket. Lembar kerja ini diberikan supaya siswi bekerja sama dalam tim sebagai sarana untuk menggali pengetahuan yang dimilikinya, kemudian dituangkan dalam proses mengerjakan soal.
c. Soal model PBL kasus 1 (lampiran 24, halaman 210)
Soal digunakan untuk menumbuhkan sikap/berpikir kritis siswi mengenai kondisi perusahaan jasa. Soal kasus 1 tentang jasa salon cantika yang telah beroperasi sejak Januari 2015. Siswi diminta menganalisis dan mengerjakan analisis selama bulan Agustus 2015.
d. Soal model PBL kasus 2 (lampiran 25, halaman 212)
Soal digunakan untuk menumbuhkan sikap/berpikir kritis siswi mengenai kondisi perusahaan jasa. Soal kasus 2 tentang jasa rental mobil “sukses” yang telah beroperasi sejak Maret 2015. Siswi diminta menganalisis dan mengerjakan analisis selama bulan Maret 2016.
e. Soal model PBL kasus 3 (lampiran 26, halaman 214)
Soal digunakan untuk menumbuhkan sikap/berpikir kritis siswi mengenai kondisi perusahaan jasa. Soal kasus 3 tentang jasa servis TV “cemerlang” yang telah beroperasi sejak Desember 2014. Siswi diminta menganalisis dan mengerjakan analisis selama bulan Desember 2015.
f. Lembar skor kelompok
Lembar skor kelompok digunakan untuk menilai sikap kekritisan siswi dalam memecahkan masalah. Lembar skor kelompok ini, peneliti buat sebagai catatan dari pengamatan proses belajar yang telah berlangsung. Indikator untuk mengukur sikap kritis yang dinilai meliputi cara menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasinya untuk dijadikan sebuah laporan hasil belajar.
g. Kunci jawaban kasus 1 (lampiran 29, halaman 229).
Kunci jawaban 1 akan digunakan oleh peneliti dan guru Mata Pelajaran Akuntansi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
h. Kunci jawaban kasus 2 (lampiran 30, halaman 238).
Kunci jawaban 2 akan digunakan oleh peneliti dan guru Mata Pelajaran Akuntansi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
i. Kunci jawaban kasus 3 (lampiran 31, halaman 247).
Kunci jawaban 3 akan digunakan oleh peneliti dan guru Mata Pelajaran Akuntansi sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.