BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Mulyasa (2010: 10) menjelaskan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat diartikan sebagai penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar sekelompok peserta didik.
Kusumah & Dwitagama (2010: 9), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara: (1) merencanakan, (2) melaksanakan, (3) merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
Saur (2014: 15) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata berupa siklus melalui proses kemampuan mendeteksi dan memecahkan masalah.
Dari beberapa pengertian di atas, disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bentuk kegiatan yang bersifat refleksi diri yang dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam suatu situasi kependidikan untuk memperbaiki pengajaran dalam pendidikan, meliputi: (a)
praktik-praktik kependidikan mereka, (b) pemahaman mereka tentang praktik-praktik tersebut, dan (c) situasi dimana praktik-praktik tersebut dilaksanakan.
2. Karakteristik PTK
Menurut Saur (2014: 20-21), karakteristik PTK adalah:
a. Permasalahan yang dipecahkan berasal dari masalah praktis serta bersifat kontekstual, spesifik, fleksibel, reflektif, siklus, dan terlokalisasi.
b. Tujuan utamanya berfokus pada perbaikan kinerja pendidik melalui perbaikan kualitas pembelajaran, inovasi pembelajaran, perbaikan hasil belajar akademik maupun non akademik.
c. Problem sholving oriented yaitu berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi guru dalam proses belajar di kelas.
d. Lingkup penelitian bersifat mikro, dilakukan untuk satu kelas, dan tidak mengganggu proses pembelajaran dimana guru menjalankan tugas secara rutin, karena hasilnya bukan untuk digeneralisasikan melainkan memecahkan masalah secara benar.
e. Variabel atau faktor yang dikaji sesuai dengan permasalahan dan cara pemecahan yang tercermin dalam judul penelitian.
f. PTK bersifat fleksibel dan adaptif.
Menurut Kunandar (2008: 58-60), PTK memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
a. Masalah yang diteliti adalah masalah nyata yang muncul dari dunia kerja. Dengan demikian PTK didasarkan pada masalah yang benar-benar dihadapi dalam proses belajar mengajar.
b. Berorientasi pada pemecahan masalah peningkatan mutu
PTK dilakukan oleh guru sebagai upaya memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelasnya melalui tindakan sebagai upaya menyempurnakan proses belajar di kelasnya. Bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran dengan asumsi semakin baik kualitas proses pembelajaran maka semakin baik hasil belajar siswa.
c. Siklus
Konsep tindakan (action) siklus dalam PTK terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi), dan analisis (refleksi).
d. Partisipatory (collaborative)
PTK dilaksanakan secara kolaboratif dengan pihak lain seperti teman sejawat yang berperan sebagai pengamat. Kolaborasi dalam pelaksanaannya seperti guru dengan teman sejawat, guru dengan kepala sekolah.
Dari beberapa karakteristik yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik utama PTK dilakukan di dalam kelas, muncul dari kesadaran guru untuk memperbaiki proses pembelajaran
yang dilakukan secara bertahap dan terus-menerus selama PTK dilakukan. PTK merupakan bagian penting dari upaya pengembangan profesionalisme guru karena PTK mampu membelajarkan guru serta siswa dapat berfikir kritis dan sistematis, mampu membelajarkan rasa keingintahuan siswa, meningkatkan motivasi siswa, dan mampu mengembangkan karakter siswa menjadi lebih baik.
3. Ciri-ciri khusus PTK (Hermawan, 2015: 14) Ciri-ciri khusus penelitian tindakan kelas antara lain:
a. PTK dilaksanakan karena adanya kesadaran diri guru sendiri.
Guru tersadar bahwa pembelajaran yang dilakukan mempunyai kekurangan karena hasil belajar lewat tes tidak sesuai dengan harapan.
b. Penelitian dilakukan melalui refleksi diri
Guru tersadar kalau nilai hasil ulangan siswa yang dilakukan dengan tes ternyata tidak mencapai KKM, maka guru melakukan refleksi diri sehingga guru berusaha untuk memperbaiki apa yang diharapkan
c. PTK dilakukan di kelasnya sendiri
PTK paling utama terjadi dalam lingkup kelas. Beberapa diantaranya yang terdapat di kelas adalah guru, siswa, media, materi ajar, metode, pengelolaan kelas, dan lainnya yang berkaitan dengan pembelajaran.
d. PTK bertujuan memperbaiki proses pembelajaran dan memperbaiki hasil belajar anak didik agar meningkat optimal.
4. Prinsip PTK (Hermawan, 2015: 16-17)
Prinsip adalah sikap mental yang dipakai sebagai pedoman terhadap suatu hal, agar suatu hal tersebut dapat dijalankan dan tidak mengganggu dengan hal lain. PTK memiliki prinsip-prinsip yang harus diperhatikan oleh guru di Sekolah. Prinsip tersebut di antaranya:
a. PTK dilaksanakan tidak menganggu komitmen pembelajaran.
b. PTK terfokus pada masalah nyata yang dihadapi kelas, dan dimulai dari masalah sederhana, menantang dan akurat.
c. PTK memilih strategi, metode dan media yang tepat.
d. PTK mensyaratkan rumusan masalah dan hipotesis meyakinkan.
e. Guru membuat jurnal untuk mencatat perubahan.
f. Guru memiliki kemampuan reflektif.
g. PTK sesuai dengan langkah-langkah.
5. Rencana Kegiatan PTK (Heris Hendriana, 2014: 41-43)
Penelitian tindakan kelas dilakukan melalui proses yang dinamis (siklus), diantaranya:
a. Penyusunan rencana (Planning)
Perencanaan adalah mengembangkan rencana tindakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Perencanaan disusun pada masalah dan hipotesis tindakan sehingga perubahan yang diharapkan dapat mengidentifikasi hasil proses belajar mengajar sekaligus mengungkap faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan tindakan. Penyusunan rencana siklus I diantaranya: 1) Merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan.
2) Menentukan pokok bahasan yang digunakan dalam penelitian. 3) Mengembangkan skenario pembelajaran.
4) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 5) Menyiapkan sumber belajar.
6) Mengembangkan format evaluasi dan observasi pembelajaran. b. Pelaksanaan tindakan (acting)
Pelaksanaan tindakan adalah hal yang dilakukan dengan sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Pelaksanaan tindakan yang berlangsung di dalam kelas adalah realisasi dari segala teori pendidikan dan teknik mengajar yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan hendaknya cukup fleksibel untuk mencapai perbaikan dan peningkatan yang diinginkan. Tindakan dapat berupa menerapkan hal yang mengacu pada skenario dan RPP.
c. Pengamatan atau observasi tindakan (Observing)
Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh terkait tindakan. Observasi dalam PTK berupa pengumpulan data perubahan kinerja Proses Belajar Mengajar (PBM). Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Data yang dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan dan tindakan yang telah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil instruksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen format observasi dan menilai hasil tindakan format evaluasi yang dikembangkan oleh peneliti.
d. Refleksi terhadap tindakan (reflecting)
Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis. Dalam suatu refleksi yang tajam dan terpercaya akan didapat suatu masukan yang sangat berharga dan akurat bagi penentu langkah tindakan selanjutnya. Kegiatan yang dilakukan dalam refleksi diantaranya sebagai berikut:
1) Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap kegiatan tindakan.
2) Merenungkan kembali mengenai kekuatan dan kelemahan dari tindakan yang direncanakan.
3) Memperkirakan implikasi dari tindakan yang direncanakan.
4) Menjawab penyebab kondisi yang terjadi selama pelaksanaan.
5) Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan sebagainya.
6) Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan pada siklus berikutnya.
Secara keseluruhan keempat tahapan dalam PTK ini membentuk suatu siklus. Siklus ini kemudian diikuti oleh siklus-siklus lain secara berkesinambungan seperti bentuk sebuah spiral. Untuk mempermudah siklus yang dimaksud dalam penelitian ini, akan digambarkan siklus PTK sebagai berikut:
Gambar 2.1
Model Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
6. Tujuan PTK (Kunandar, 2008: 63-64)
Dari adanya siklus 1, siklus 2 pada gambar 2.1 di atas, ada tujuan penelitian tindakan kelas diantaranya sebagai berikut:
a. Untuk memecahkan masalah nyata yang terjadi di dalam kelas dalam interaksi antara guru dengan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru.
b. Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus-menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
c. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran.
d. Peningkatan mutu hasil pendidikan melalui perbaikan praktik pembelajaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
e. Meningkatkan profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
f. Tercipta sikap siswa & guru yang proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pengajaran secara berkelanjutan.
g. Sebagai alat inovatif terhadap sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
7. Kelebihan dan Kelemahan PTK
PTK sebagai jenis penelitian, memiliki kelebihan dan kelemahan, yaitu:
a. Kelebihan PTK
Shumsky (1982) dalam buku (Kunandar, 2008: 69), kelebihannya adalah sebagai berikut:
1) Kerja sama dalam PTK menimbulkan rasa memiliki.
2) Kerja sama dalam PTK mendorong kreativitas dan pemikiran kritis dalam hal ini guru yang sekaligus menjadi peneliti.
3) Melalui kerja sama, kemungkinan untuk adanya perubahan lebih baik akan meningkat.
4) Kerja sama dalam PTK meningkatkan kesepakatan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
b. Kelemahan PTK
Shumsky (1982) dalam buku (Kunandar, 2008: 69), kelemahannya adalah sebagai berikut:
1) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar PTK pada pihak peneliti (guru).
2) Berkenaan dengan waktu. Karena PTK memerlukan komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya, faktor waktu dapat
menjadi kendala yang besar. Hal ini belum optimal karena kegiatan rutinnya dan aktivitas PTK.
3) Guru harus peka terhadap kelas. Bila tidak, maka penilaian cenderung tidak objektif.
8. Jenis-jenis PTK
Berdasarkan sumber http://www.seputarpengetahuan.com/2016/04/4-jenis-penelitian-tindakan-kelas-dan-penjelasannya.html, jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ada empat, beberapa diantaranya sebagai berikut:
a. Penelitian Tindakan Kelas Diagnostik
Suatu penelitian tindakan kelas diagnostik adalah penelitian yang dirancang dengan menuntun penelitian ke arah suatu tindakan. Dalam hal ini peneliti mendiagnosis dan memasuki situasi yang terdapat dalam latar belakang penelitian, sebagai contoh peneliti berupaya menangani perselisihan, perkelahian, dan konflik yang dilakukan antar siswa yang terdapat di suatu Sekolah atau kelas.
b. Penelitian Tindakan Kelas Partisipan
Suatu penelitian tindakan partisipan terjadi apabila peneliti terlibat langsung di dalam penelitian sejak awal hingga akhir penelitian yang berupa laporan. Sejak perencanaan penelitian, peneliti senantiasa terlibat. Selanjutnya peneliti memantau, mencatat dan mengumpulkan data, kemudian menganalisis data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitiannya. Penelitian tindakan kelas
partisipan dapat juga dilakukan di Sekolah secara langsung sejak awal penelitian hingga berakhirnya penelitian.
c. Penelitian Tindakan Kelas Empiris
Suatu penelitian tindakan kelas empiris terjadi apabila peneliti berupaya melaksanakan suatu tindakan atau aksi dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi tersebut berlangsung. Pada prinsipnya proses penelitiannya berkenaan dengan penyimpangan catatan dan pengumpulan pengalaman peneliti dalam pekerjaan sehari-hari.
d. Penelitian Tindakan Kelas Eksperimental
Suatu penelitian tindakan kelas eksperimental terjadi apabila penelitian tindakan kelas ini dapat diselenggarakan dengan berupaya menerapkan teknik atau strategi secara efektif dan efesien di dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari strategi atau teknik yang diterapkan penelitian tindakan kelas ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang paling efektif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.