BAB II KAJIAN PUSTAKA
F. Pengembangan Karakter Sosial
Menurut American Dictionary of the English Language (Agus Wibowo, 2015: 7), karakter merupakan istilah yang menunjuk pada nilai-nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.
Sementara dalam Kamus Bahasa Indonesia kata “karakter” diartikan sebagai tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain, dan watak.
Karakter dan sosial sama dengan orang yang memiliki watak atau sifat kejiwaan yang mampu berbaur dengan orang lain. Orang berkarakter itu berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Berdasarkan definisi singkat di atas kita bisa memahami watak dan sifat seseorang yang menjadi dasar untuk membedakan seseorang dengan yang lainnya dan juga dapat melihat nilai-nilai yang terkandung dalam watak dan sifat seseorang.
Thomas Lickona (Agus, 2015: 8), memberi definisi sangat lengkap mengenai karakter. Menurut Lickona (2015: 8), karakter adalah “A reliable inner disposition to respond to situations in a morally good
way.” Lickona juga menambahkan bahwa, “Character so conceived has three interrelated parts: moral knowing, moral feeling, and moral behavior.” Proses internalisasi karakter menurut Lickona melalui tiga tahapan penting:
a. Pertama, anak didik memiliki pengetahuan tentang kebaikan (moral knowing)
b. Kedua, pengetahuan tentang kebaikan selanjutnya timbul komitmen anak didik terhadap kebaikan (moral feeling)
c. Ketiga, setelah anak didik memiliki komitmen tentang kebaikan, mereka akhirnya benar-benar melakukan kebaikan (moral behavior)
Dari berbagai definisi mengenai karakter sebagaimana telah diuraikan secara ringkas dapat disimpulkan bahwa karakter itu sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral; sifat jiwa manusia, mulai dari angan-angan hingga terjelma sebagai tenaga; cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkung keluarga, masyarakat, bangsa dan negara; serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivation), keterampilan (skills); watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang digunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak.
2. Indikator Pengembangan Karakter Sosial
Dalam silabus akuntansi keuangan SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen diungkapkan indikator pengembangan karakter diantaranya adalah:
a. Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi
b. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, responsif, dan proaktif, dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika profesi bidang komputer akuntansi
c. Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga keselarasan, lingkungan kerja dan lingkungan alam.
3. Implementasi Saintifik dalam Internalisasi Nilai-Nilai
Menurut Agus Wibowo (2015: 128), guru yang baik akan senantiasa memberikan petuah dan nasihat kepada para siswanya, tidak ada kata bosan dalam memberikan nasihat kepada siswa. Hal ini merupakan salah satu tugas guru dalam mengantarkan anak asuhnya ke jenjang kesuksesan hidup.
Melalui pendekatan saintifik kita bisa mencoba menanamkan nilai-nilai kehidupan pada siswa. Berikut ini pendidikan karakter yang bisa didekatkan kepada para siswa melalui pendekatan saintifik:
Tabel 2.3
Nilai-nilai yang Terkandung dalam Pendidikan Karakter
No Nilai Deskripsi
1 Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2 Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
3 Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya.
4 Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5 Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya dan sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas sebaik-baiknya.
6 Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7 Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
No Nilai Deskripsi
8 Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak & kewajiban diri & orang lain.
9
Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu beupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari suatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan egara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11
Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13
Bersahabat/ Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.
14 Cinta Damai Sikap, perkataan, tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas dirinya.
15
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebijakan bagi dirinya.
16 Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat.
No Nilai Deskripsi
17
Peduli Lingkungan
Sikap & tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
18
Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan untuk diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara dan Tuhan yang Maha Esa.
Dari tabel 2.3 di atas adalah bagaimana kita menilai karakter-karakter siswa yang berbeda-beda melalui pembelajaran saintifik ini. Penilaian pengembangan pendidikan karakter diamati pada pengamatan fisik, pra-penerapan model, dan sesudah penerapan model.