• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

E. Instrumen Penelitian

Sugiyono (2014: 222) mengatakan bahwa yang menjadi instrumen atau alat peneliti adalah peneliti itu sendiri. Peneliti harus paham terhadap metode kualitatif, menguasai teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta memiliki kesiapan untuk memasuki lapangan. Ciri khas penelitian kualitatif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan, dimana pengamat memungkinkan melihat dan mengamati sendiri dari situasi yang mungkin terjadi.

Dalam pengambilan data di lapangan, peneliti dibantu oleh pedoman wawancara, pedoman observasi, dan alat dokumentasi. Hal ini dilakukan peneliti untuk memudahkan dalam pengambilan dan pengumpulan data. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan isntrumen sebagai berikut:

1) Pedoman Wawancara

Sugiyono (2014: 233) memamarkan bahwa wawancara semi terstruktur di dalam pelaksanaannya lebih bebas dibandingkan dengan

dan Guru kelas 1, guru kelas 2, dan guru kelas 3 sekolah dasar inklusi. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang muncul SD “Suka Bahagia” di wilayah Kabupaten Sleman. Pedoman wawancara ini berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai permasalahan sekolah inklusi berdasarkan 8 aspek sekolah dasar inklusi di SD “Suka Bahagia” wilayah Kabupaten Sleman. Peneliti menyusun beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada responden sesuai dengan indikator-indikator yang akan diteliti. Berikut kisi-kisi pedoman wawancara yang digunakan peneliti: Tabel 3.1 Kisi-kisi wawancara tentang permasalahan penyelenggaraan sekolah inklusi di Wilayah Kabupaten Sleman

No Aspek Indikator Pertanyaan Pokok

1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengakomodasikan semua anak

Menerima semua tipe anak berkebutuhan khusus

Tipe anak berkebutuhan khusus seperti apa saja yang diterima di SD “Suka Bahagia”?

Apakah ada kategori tertentu dari anak berkebutuhan khusus tersebut?

Mengukur sumber daya pendidikan dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah

Apakah sekolah miliki konselor/ psikolog/ GPK untuk mendampingi penerimaan peserta didik baru?

Mempersiapkan sarana dan prasarana

Apakah sekolah menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk menerima peserta didik baru? Merencanakan sumber

daya biaya

Bagaimana perencanaan sumber daya biaya yang dilakukan sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)?

2. Identifikasi Mengidentifikasi tipe anak berkebutuhan khusus

Bagaimana cara sekolah mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus?

3. Adaptasi Kurikulum (Kurikulum fleksibel)

Menyusun Kurikulum Bagaimana sekolah merancang kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan siswa?

4. Merancang bahan ajar dan kegiatan pembelajaran yang ramah anak

Menyusun perencanaan pembelajaran bagi siswa

Bagaimana penyusunan perencanaan pembelajaran di sekolah yang sesuai dengan kebutuhan siswa?

Menentukan bahan ajar yang terdiri dari pengetahuan,

keterampilan, dan sikap.

Bagaimana penentuan bahan ajar yang mengaitkan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap di sekolah?

anak mengoptimalkan proses belajar mengajar

memanajemen kelas (untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar)?

Mengarahkan

pengelompokan siswa untuk pengajaran di ruang kelas

Bagaimana cara guru memposisikan siswa berkebutuhan khusus dan tidak berkebutuhan khusus di kelas?

6. Asessmen Upaya pengumpulan

informasi untuk memantau kemajuan pendidikan

Bagaimana cara guru untuk memantau kemajuan hasil belajar siswa?

Melakukan penyaringan atau screening

Apakah sekolah, melakukan penyaringan atau screening secara berkala?

Melakukan diagnosis menyangkut kelayakan atas layanan pendidikan khusus

Bagaimana cara sekolah mendiagnosis kelayakan atas layanan pendidikan khusus?

Melakukan penempatan program pada anak berkebutuhan khusus

Program apa yang diberikan sekolah pada anak berkebutuhan khusus?

Melakukan penempatan kurikulum untuk memulai pengajaran siswa

Bagaimana guru menerapkan kurikulum untuk memulai pengajaran siswa di kelas?

Melakukan evaluasi pengajaran untuk anak berkebutuhan khusus

Bagaimana bentuk evaluasi pengajaran untuk anak berkebutuhan khusus?

Melakukan evaluasi program pada anak berkebutuhan khusus

Bagaimana pelaksanaan evaluasi program pada anak berkebutuhan khusus? 7. Pengadaan dan pemanfaatan media pembelajaran adaptif Memahami pentingnya Media Pembelajaran Adaptif sebagai sarana dalam pembelajaran

Apakah sekolah menggunakan media pembelajaran?

8. Penilaian dan evaluasi pembelajaran

Menentukan KKM Bagaimana sekolah/ guru menentukan KKM bagi anak berkebutuhan khusus dan anak tidak berkebutuhan khusus? Menjelaskan karakteristik

evaluasi

Bagaimana bentuk evaluasi yang digunakan?

Menunjukkan kegunaan kegiatan evaluasi

Apa tujuan dari dilakukannya kegiatan evaluasi bagi siswa?

untuk penyusunan berlandaskan teori dari Kustawan, Friend, Ilahi, dan Triani yang lebih lengkapnya terdapat pada kajian teori BAB II penelitian ini. Teori dari Kustawan digunakan untuk menentukan aspek-aspek sekolah inklusi yang digunakan peneliti sebagai acuan penelitian. Teori-teori dari beberapa tokoh yang lain digunakan untuk mengembangkan aspek-aspek sekolah inklusi menjadi beberapa indikator yang kemudian dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan dengan jumlah 50 item untuk menguak kondisi permasalahan penyelenggaraan sekolah inklusi kelas bawah SD “Suka Bahagia” di Wilayah Kabupaten Sleman.

2) Observasi

Peneliti melakukan observasi menggunakan catatan anekdot mengenai 8 aspek sekolah inklusi aspek sekolah inklusi yang kemudian dijadikan sebagai instrumen observasi. Berikut disajikan kisi-kisi intrumen evaluasi.

Tabel 3.2 Kisi-kisi observasi tentang permasalahan penyelenggaraan sekolah inklusi di Wilayah Kabupaten Sleman

No Aspek Catatan Anekdot

1 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengakomodasikan semua anak

2 Identifikasi

3 Adaptasi Kurikulum (Kurikulum fleksibel)

4 Merancang bahan ajar dan kegiatan pembelajaran yang ramah anak 5 Penataan kelas yang ramah anak

6 Asessmen

7 Pengadaan dan pemanfaatan media pembelajaran adaptif 8 Penilaian dan evaluasi pembelajaran

3) Dokumentasi

Peneliti melakukan observasi menggunakan catatan anekdot mengenai 8 aspek sekolah inklusi aspek sekolah inklusi yang kemudian dijadikan sebagai instrumen observasi. Berikut disajikan kisi-kisi intrumen evaluasi.

lembar daftar dokumentasi mengenai 8 aspek penerapan sekolah inklusi. Berikut akan disajikan kisi-kisi instrumen dokumentasi.

Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar daftar dokumentasi tentang permasalahan penyelenggaraan sekolah inklusi di Wilayah Kabupaten Sleman

No Aspek Daftar Dokumen Ya () Tidak () Keterangan

1 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengakomodasikan semua anak 2 Identifikasi 3 Adaptasi Kurikulum (Kurikulum fleksibel) 4 Merancang bahan ajar dan

kegiatan pembelajaran yang ramah anak

5 Penataan kelas yang ramah anak

6 Asessmen

7 Pengadaan dan pemanfaatan media pembelajaran adaptif

8 Penilaian dan evaluasi pembelajaran

F. Kredibilitas dan Transferabilitas

Dokumen terkait