BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
C. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur tingkat aktualisasi diri siswa-siswa kelas XI SMK Mikael Solo tahun pelajaran 2009/2010. Kuesioner menggunakan rating scale (skala bertingkat) yang disusun mengikuti prinsip-prinsip skala Likert, yaitu suatu ukuran subjektif yang memuat sejumlah pernyataan. Masing-masing pernyataan dilengkapi dengan pilihan yang menunjukkan tingkatan, mulai dari sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Kuesioner aktualisasi diri yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama merupakan bagian pengantar, identitas responden serta petunjuk pengisian. Bagian kedua adalah pernyataan yang mengungkap aspek-aspek aktualisasi diri dan indikator-indikator item. Kuesioner aktualisasi diri disusun berdasarkan kisi-kisi yang disajikan pada tabel 2:
Tabel 2
Kisi-kisi Kuesioner Aktualisasi Diri
No Aspek Indikator No item Jml
1. Keterbukaan pada Pengalaman.
a. Bersikap realistis b. Fleksibel
c. Mampu menerima pengalaman yang terjadi dalam hidup baik suka maupun duka
d. Tidak bersikap defensif, terbuka pada perasaan. Favorabel: 1, 39 Unfavorabel: 21, 46 Favorabel: 20 Unfavorabel: 12 Favorabel: 9 Unfavorabel: 40 Favorabel: 33 Unfavorabel: 26 10
2. Kehidupan Eksistensial. a. Mampu menerima dirinya sendiri baik kelebihan maupun kelemahannya.
b. Mampu menyesuaikan diri dan lingkungan.
c. Mampu menemukan makna dari setiap pengalaman hidupnya.
d. Menjalani kehidupan yang kini dan sekarang. Favorabel: 49 Unfavorabel: 28 Favorabel: 17 Unfavorabel: 8 Favorabel: 3,45 Unfavorabel: 36, 10 Favorabel: 23 Unfavorabel: 30 10 3. Kepercayaan terhadap Organisme Orang Sendiri.
a. Percaya diri dalam mengambil keputusan maupun tindakan .
b. Bertanggung jawab pada setiap keputusan yang diambil.
c. Mampu mempertimbangkan setiap situasi dan kondisi agar tidak merugikan orang lain.
Favorabel: 5, 43 Unfavorabel: 32, 19 Favorabel: 13, 47 Unfavorabel: 50, 44 Favorabel: 14 Unfavorabel: 38 10
4. Perasaan Bebas. a. Bertindak untuk memilih tanpa ancaman dan paksaan.
b. Tidak tergantung pada orang lain. c. Tidak mudah dipengaruhi oleh orang
lain. Favorabel: 22, 31, 29 Unfavorabel:18,48,42 Favorabel: 7 Unfavorabel: 15 Favorabel: 11 Unfavorabel: 2 10 5. Kreativitas, Spontanitas dan Humor. a. Berfikir fleksibel
b. Apa adanya tidak dibuat-buat c. Memiliki rasa humor
Favorabel: 41, 35 Unfavorabel: 16, 24 Favorabel: 25, 27 Unfavorabel: 4, 34 Favorabel: 37 Unfavorabel: 6 10
2. Format Pertanyaan
Item-item yang digunakan dalam kuesioner aktualisasi diri pada penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang bersifat favorabel dan pernyataan yang bersifat unfavorabel. Kuesioner yang digunakan bersifat tertutup dan menggunakan 4 alternatif jawaban untuk setiap item, yaitu (SS) Sangat Setuju, (S) Setuju, (TS) Tidak Setuju, (STS) Sangat Tidak Setuju. Format kuesioner dapat dilihat pada lampiran 1.
3. Penentuan Skor (Skoring)
Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item pernyataan adalah sebagai berikut:
a. Untuk pernyataan yang bersifat favorabel jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 4, Setuju (S) diberi skor 3, Tidak Setuju (TS) diberi skor 2, dan Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 1.
b. Untuk pernyataan yang bersifat unfavorabel jawaban Sangat Setuju (SS) diberi skor 1, Setuju (S) diberi skor 2, Tidak Setuju (TS) diberi skor 3, dan Sangat Tidak Setuju (STS) diberi skor 4.
Subjek diminta untuk memilih salah satu alternatif jawaban dengan cara memberi tanda centang (√) sesuai dengan pilihannya. Jawaban-jawaban pernyataan diakumulasi untuk mengungkap tingkat aktualisasi diri. Semakin tinggi skor, maka semakin tinggi aktualisasi diri sedangkan semakin rendah, maka semakin rendah pula aktualisasi dirinya.
4. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas
Validitas adalah taraf sampai dimana suatu alat ukur, mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 1995:242). Validitas menurut Azwar (2005:5) yaitu sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisa rasional atau lewat professional judgement (Azwar 2004:45). Menurut Furchan (2004:296) validitas isi tidak dapat dinyatakan dengan angka namun pengesahannya berdasarkan pertimbangan yang diberikan oleh sejumlah ahli (Expert Judgement).
Kuesioner dalam penelitian ini menggunakan validitas isi yaitu menggunakan professional judgement/judgement ahli. Professional judgement dilakukan oleh:
1. Dosen Pembimbing Skripsi
2. Koordinator BK SMK Mikael Solo 3. Sub-Pamong SMK Mikael Sol
Nama-nama yang memberikan judgement dapat dilihat pada lampiran 2.
Untuk pemilihan item-item yang akan digunakan dalam penelitian dengan melakukan penghitungan item total dengan teknik Product
Moment dari Pearson (Masidjo, 1995:246) dengan rumus sebagai berikut: N∑XY – (∑X) (∑Y) r xy = √{N∑X² - (∑X)²} {N∑Y²- (∑Y)²} Keterangan:
r xy = Koefisien korelasi validitas item
X = Skor item tertentu yang akan diuji validitasnya
Y = Skor total aspek yang memuat item yang diuji validitasnya. N = Jumlah responden
Proses penghitungan dilakukan dengan cara memberi skor pada tiap item dan mentabulasikan ke dalam data penelitian. Penghitungan dilakukan dengan SPSS 12. Pemilihan item berdasarkan korelasi item-total, biasanya digunakan batasan ri ≥ 0,275. Semua item yang memiliki koefisien korelasi minimal 0,275 dianggap memiliki daya diskriminasinya tinggi dan jika kurang dari 0,275 diinterpretasikan memiliki daya diskriminasi yang rendah (Azwar, 1999:65). Rekapitulasi Hasil Penghitungan Item Total Corelations dengan menggunakan Product Moment dan SPSS 12.0 terdapat pada lampiran 3. Hasil validitas berdasarkan program SPSS versi 12.0 yang dilakukan terhadap 50 item terdapat 6 item gugur. Item-item yang gugur tersebut tidak digunakan dalam analisis data. Pada tabel 3 akan disajikan tabel rincian item yang gugur:
Tabel 3
Rincian Item yang Gugur
b. Reliabilitas instrument
Reliabilitas berasal dari kata rely dan ability (Azwar, 2004:4). Reliabilitas suatu tes merupakan taraf dimana instrumen mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya, yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995:209). Reliabilitas ini mengukur sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek belum berubah dan dapat dipercaya. Reliabilitas tidak berurusan dengan yang ingin diukur. Pengukuran bisa reliabel (dapat dipercaya) tanpa harus valid (Furchan, 2004:313)
Pengukuran tingkat reliabilitas instrument ditempuh dengan metode belah dua (split-half method). Metode belah dua yang dipakai berdasarkan nomer item bernomer ganjil merupakan belahan pertama
No ASPEK No
item
Nomor item &Pernyataan r xy
1. Keterbukaan pada Pengalaman 40 Saya merasa hidup saya hancur dan tidak berguna ketika putus cinta.
0,192 2. Kehidupan Eksistensial 10
45
Saya merasa Tuhan tidak adil terhadap diri saya.
Saya merasa puas dengan keadaan dan keberadaan diri saya saat ini.
0,258 0,251 3. Kepercayaan terhadap Organisme
Sendiri
-
4. Perasaan Bebas 2
22
Saya akan memaksa kehendak saya agar oranglain menyetujui keputusan saya.
Saya akan memberikan pujian pada teman saya yang mengalami keberhasilan.
0,246 0,246
5. Kreativitas, Spontanitas dan Humor 4 Saya selalu mengikuti mode masa kini supaya saya diterima oleh teman-teman saya.
dan nomer genap adalah belahan kedua. Proses penghitungan reliabilitas dengan cara memberi skor pada tiap item yang bernomer gasal dijadikan belahan pertama (x) dan item yang bernomer genap dijadikan belahan kedua (y). Kemudian mentabulasi dengan bantuan Microsoft Excel dan penghitungan selanjutnya dilakukan dengan SPSS 12.0.
Reliabilitas kuesioner dihitung menggunakan rumus Pearson dan diperoleh hasil rtt=0,773. Penghitungan reliabilitas ada dalam lampiran 3. Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00 untuk memberikan arti terhadap koefisien reliabilitas yang diperoleh, dipakai besar koefisien korelasi dalam tabel statistik atau dasar signifikansi 1%. Dengan demikian reliabilitas tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Di bawah ini disajikan tabel 4 klasifikasi koefisien korelasi reliabilitas:
Tabel 4
Daftar Korelasi Reliabilitas
Koefisien Korelasi Kategori
0,91 – 1,00 Sangat Tinggi
0,71 – 0,90 Tinggi
0,41 – 0,70 Cukup
0,21 – 0,40 Rendah