B. Prosedur Penelitian dan pengembangan
4. Instrumen Pengumpul Data
Instrumen pengumpul data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.53 Instrumen pengumpul data dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, angket dan tes.
53Sudaryono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method, (Depok :Rajawali Pers, 2019), 216.
a. Wawancara
Wawancara/interview adalah suatu proses tanya jawab. Lisan untukk menggali informasi, dalam makna 2 orang atau lebih berhadapan secara fisik, yang satu bisa melihat muka yang lain dan mendengar dengan telinga sendiri dari suaranya.54
Peneliti dalam penelitian ini menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur, yang mana peneliti melakukan wawancara yang bebas tanpa pedoman. wawancara. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
b. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter data yang relevan penelitian.55
Teknik pengumpulan data dokumentasi dilakukan dengan tujuan memperoleh data-data dari tempat penelitian. Seperti daftar nama-nama siswa yang menjadi subyek penelitian.
c. Tes
Tes yang digunakan berupa pretest dan postest. Pretest biasanya dilakukan sebelum dilakukannya proses pembelajaran, yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa sebelum pembelajaran. Sedangkan postest dilakukan setelah melakukan proses
54Sukandar rumidi, Metode Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula, (Gadjah Mada University Press, 2012), 88.
55Sudaryono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Mix Method, 229.
pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar yang dikembangkan, yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi dan tujuan-tujan mana yang telah dikuasai peserta didik dan bagian-bagian mana yang belum dikuasai peserta didik dan sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap komponen-komponen bahan ajar yang dikembangkan.56
d. Angket
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipan /responden mengisi pertanyaan atau pernyataan yang diberikan peneliti kemudian setelah diisi dengan lengkap responden mengembalikan kepada peneliti.57Kuesioner sangat cocok digunakan apabila jumalah responden cukup besar serta tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner ini dapat berupa pertanyaan atau pernyataan tertutup dan terbuka, serta kuesioner ini dapat diberikan langsung kepada responden maupun melalui internet/online seperti berupa google form.58
Angket dalam penelitian ini ditujukan kepada ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan peserta didik. Agket yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk cheklist dengan penilaian skor pada setiap aspek menggunakan skala likert dengan skala 1-5.59
56Endang Sri Wahyuningsih, Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar (Yogyakarta: CV Budi Utama. 2020)., 25.
57Sugiyono, Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D), (Bandung :Alfabeta, 2019), 216.
58Sugiyono, Metode PeNelitian Kuantitayif, Kualitatif dan R&D, 142.
59Sahlan, Evaluasi Pembelajaran : Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik, (Jember : STAIN Jember Press, 2015), 121.
Tabel 3.1
Kriteria Skala Penilaian
Kriteria Skor
Sangat Baik (SB) 1
Baik (B) 2
Cukup (C) 3
Kurang (K) 4
Sangat Kurang (SK) 5
Instrumen Pengumpulan data berupa angket dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
1) Angket untuk ahli materi
Angket ini digunakan untuk mengetahui data berupa kualitas materi dari bahan ajar majalah yang dikembangkan peneliti.
Berikut kisi-kisi penilaian ahli materi dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Angket Ahli Materi
No Aspek Indikator
JumlahB utirSoal
1.
Aspek Kelayakan Isi
Kesesuaian materi dengan KI dan KD 1 Kelengkapan uraian materi sesuai
dengan tingkat perkembangan siswa
1 Jabaran materi cukup memenuhi
tuntutan kurikulum
1
2. AspekMateri
Kebenaran konsep dari aspek keilmuan
1 Sistematika penyampaian materi 1
Kemenarikan materi 1
Kelengkapan materi 1
Tidak terjadi pengulangan materi yang berlebihan
1 Materi sesuai kurikulum yang berlaku 1 Kesesuain gambar dengan materi yang
disajikan
1
Jumlah pertanyaan 10
Sumber :Skripsi, Inta Niatul Hasanah (2021)
2) Angket Untuk Ahli Media
Angket ini digunakan untuk menilai kualitas majalah yang dikembangkan. Berikut kisi-kisi penilaian angket ahli media dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 3.3
Kisi-kisi Angket Ahli Media
No Aspek Indikator Jumlah
Butir Soal
1.
Tampilan (Layout)
Tampilan majalah indah dan rapi 1 Tampilan majalah dapat memotivasi
siswa untuk belajar dan memahami
1
Kesesuain warna cover 1
Gambar dan tulisan yang ditampilkan jelas
1 Gambar-gambar pada Majalah layak
untuk digunakan
1 Perpaduan warna pada tampilan
Majalah sesuai
1
2. Tulisan
Warna huruf (font) pada tampilan Majalah
1 Huruf yang jelas dan mudah dibaca 1 Penggunaan variasi huruf tidak
berlebihan
1 Spasiantara baris susunan normal 1
Spasi antar huruf normal 1
Tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf
1
3. Ukuran
Dengan ukuran yang normal dan tipis mudah dibawa ketika ingin digunakan
1 Dengan ukuran yang sesuai Majalah
mudah dibawa kemana dan kapan saja
1
Jumlah Pertanyaan 14
Sumber :Skripsi, Inta Niatul Hasanah (2021)
3) Angket Untuk Ahli Bahasa
Angket ini digunakan untuk menilai kelayakan bahasa pada majalah yang dikembangkan. Berikut kisi-kisi penilaian angket ahli bahasa dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 3.4
Kisi-kisi Angket Ahli Bahasa
No Aspek Indikator Jumlah
Butir Soal 1
Aspek Kelayakan
Bahasa
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia (baik, benar dan tepat)
1
2 Menggunakan bahasa yang
komunikatif
1 3 Tidak mengulang kata/kelompok
kata yang sama, kecuali merupakan satu kesatuan pengertian
1
4 Ketepatan penggunaan ejaan 1
5 Ketepatan penggunaan istilah 1
6 Struktur susunan sudah tepat 1
Jumlah Butir Pertanyaan 6
Sumber :Skripsi, Inta Niatul Hasanah (2021)
4) Angket Untuk Respon Peserta Didik
Angket digunakan untuk mengetahui respons peserta didik serta pendapatnya terhadap majalah. Berikut kisi-kisi respon siswa terhadap Majalah.
Tabel 3.5
Kisi-kisi Respon Peserta Didik
No Aspek Indikator Jumlah
Butir Soal Tampilan buku majalah menarik 1 Tampilan cover majalah menarik 1 Gambar dan tulisan menarik 1
1. Kegrafikan
Ukuran buku majalah menarik karena ukurannya yang normal
1 Majalah mudah dibawa kemana dan
kapan saja sehingga mempermudah dalam belajar
1
Keterangan gambar sesuai dengan gambar yang dijelaskan
1
2. Kualitas Isi
Materi yang ada di majalah mudah dipahami
1 Materi yang ada dimajalah dapat
membantu kegiatan pembelajaran
1 Materi yang dipaparkan menarik untuk
dibaca dan dipelajari
1 Gambar dan contoh dapat membantu
untuk memahami materi
1
Jumlah Pertanyaan 10
Sumber :Skripsi, Inta Niatul Hasanah (2021) 5. Teknik Analisis Data
a. Analisis tingkat kevalidan
Tingkat kevalidan produk bahan ajar berupa majalah diukur dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa. Data yang diperoleh untuk menganalisis tingkat kevalidan diperoleh dari lembar validasi yang diberikan peneliti untuk diisi para ahli. Berikut rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan bahan ajar berupa majalah.
Data validitas majalah kemudian diklasifikasikan dengan mencari presentase seluruh aspek dengan rumus (Ali, 1993: 72) :
N = x 100%
Keterangan :
N =Jumlah presentase skor k = Jumlah skor yang diperoleh Nk = Jumlah skor maksimal
Penentuan kriteria kelayakan majalah berdasarkan skala likert, dengan kriteria sebagai berikut :
Tabel 3.6
Kriteria Penilaian validasi produk oleh pakar
No Rentang Skor Kriteria
1 81% - 100% Sangat valid
2 61% - 80% Valid
3 41% - 60% Valid denganrevisi
4 21% - 40% Tidak Valid
5 1% - 20% Sangat tidak valid
Sumber :Skripsi, Eka Kurniawati (2015)
Bahan ajar berupa majalah dapat diujikan kepada peserta didik jika sudah memenuhi kriteria valid.
b. Analisis data angket respon siswa
Presentase respons peserta didik yang memberikan tanggapan sesuai dengan kriteria tertentu, yakni dengan rumus sebagai berikut;
V-au = x 100%
Keterangan :
V-au = Validasi audience (nilai presentase)
Tse = total skor empiric yang didapat dari respon siswa Tsh = Total skor yang diharapkan
Kriteria kemenarikan produk majalah oleh audience (peserta didik)secara deskriptif dijelaskan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.7 Kriteria Kemenarikan
Penilaian Kriteria
81% - 100% Sangat Menarik
61% - 80% Menarik
41% - 60% Cukup Menarik
21% - 40% Tidak Menarik
0% - 20% Sangat Tidak Menarik
Sumber :Skripsi, Inta Niatul Hasanah (2021)
c. Analisis tingkat keefektifan
Analisis keefektifan majalah dihitung dari hasil analisis data tes kognitif siswa berupa hasil pre-test dan post-est. Pre-tes dilakukan sebelum pembelajaran, sedangkan post-tes dilakukan setelah pembelajaran dengan menggunakan majalah. Rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat keefektifan produk dapat dilihat di bawah ini.
P = x 100%
Keterangan :
P = Presentase Klasikal
T = Total Nilai yang Diperoleh n = Total Nilai Maksimum.
Tabel 3.8
Tabel Tingkat Keefektifan Produk Kriteria
Pencapaian
Tingkat Keefektifan
Keterangan 85,01%-100% Sangat Efektif Dapat digunakan
Tanpa Perbaikan 70,01%-85,00% Efektif Dapat digunakan
dengan sedikit revisi 50,01%70,00% Kurang Efektif Dapat digunakan
dengan banyak revisi 01,00%-50,00% Sangat Kurang
Efektif
Tidak dapat dipergunakan
54 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A. Penyajian Data Uji Coba
Dalam Pengembangan produk berupa majalah ini peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE yang memiliki lima tahap penelitian yaitu :tahap analisis (Analysis), tahap desain (Design), tahap pengembangan (Development), tahap implementasi (Implementation) dan tahap evaluasi (Evaluation). Langkah-langkah dalan penelitian ini dijelaskan dalam uraian berikut :
1. Tahap Analisis (Analysis)