• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengembangan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERUPA MAJALAH PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII

DI SMP NEGERI 1 SILO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Sains

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Oleh:

AYU SAFITRI NIM: T20189008

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

2022

(2)

ii

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERUPA MAJALAH PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII

DI SMP NEGERI 1 SILO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan Pendidikan Sains

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh :

AYU SAFITRI Nim : T20189008

Disetujui Pembimbing

Muhammad Eka Rahman, M.SEI.

NIDN. 2006118701

(3)

iii

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERUPA MAJALAH PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII

DI SMP NEGERI 1 SILO TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Telah diuji diterima untuk memenuhi salah satu Persyaratan memperoleh gelar Sajana Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Sains

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

Hari : Kamis

Tanggal : 22 Desember 2022

Tim Penguji

Ketua Sekretaris

MUSYAROFAH, M.Pd Abdurrahman Ahmad, M.Pd.

NIP. 198208022011012004 NIDN. 0730058801

Anggota :

1. Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag ( ) 2. Muhammad Eka Rahman, M.SEI. ( )

Menyetujui

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I NIP.196405111999032001

(4)

iv MOTTO











”Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

(QS. Al-Insyirah: [94]:5)1















“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai!”

(QS Ali Imran : 103)

1 QS. Al-Insyirah, 6-7.

(5)

v

PERSEMBAHAN

Segala puji syukur penulis persembahkan kepada Allah Yang Maha Esa semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridho dan rahmat Allah SWT.

Dengan penuh rasa haru skripsi yang jauh dari kata sempurna ini penulis persembahkan untuk:

1. Orang tua saya Bapak Sutrisno dan Mama Sulistiani yang senantiasa memberikan semangat, motivasi, dan doa serta selalu mendukung apa saja yang menjadi keputusan saya, sehingga saya diberikan kemudahan hingga sampai pada tahap ini.

2. Kakak saya Ahmad Riyan Permadhani dan Adik saya Dimas Septian Ramadhani. Serta semua keluarga yang turut memberikan semangat dan doa.

3. Semua sahabat, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan semangat.

4. Almamater tercinta, Tadris Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember yang selalu saya banggakan.

(6)

vi

KATA PENGANTAR

Bismillahirahmannirahim

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul

“Pengembangan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022”.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin tersusun dengan baik tanpa adanya dukungan dan doa dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan banyak terimakasih setulus hati kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., MM. selaku Rektor Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember yang telah mendukung dan memfasilitasi selama proses kegiatan belajar di lembaga ini.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memfasilitasi proses studi di FTIK Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember.

3. Ibu Dr. Indah Wahyuni, M.Pd.I selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sains Universita Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember.

4. Ibu Musyarofah, M.Pd, selaku Ketua Koordinator Studi Tadris IPS yang telah memberikan persetujuan judul skripsi ini.

5. Bapak Muhammad Eka Rahman M.SEI. selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah sangat sabar memberikan bimbingan, arahan, serta motivasi yang sangat berharga kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

(7)

vii

6. Semua Dosen Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan ilmunya kepada saya.

7. Bapak Dr. Sutomo, M.Pd, Bapak Imam Sujadi, S.Pd dan Bapak Dr. Hartono, M.Pd yang telah bersedia menjadi validator ahli dalam proses validasi produk yang saya kembangkan.

8. Bapak Sony Yudi Hardono, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Silo yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian dan Guru IPS SMP Negeri 1 Silo Bapak Imam Sujadi, S.Pd yang telah membantu saya dalam proses penelitian untuk menyelesaikan skripsi ini.

9. Kedua orang tua saya dan Keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan semangat kepada penulis.

10. Sahabat-sahabat saya yang selalu sabar mendengar keluh kesah penulis dan selalu memberikan semangat serta bantuan yang sangat berharga kepada penulis.

11. Teman-teman kelas IPS 1 angkatan 2018 yang sudah berjuang bersama, semoga kita sukses bersama.

12. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas segala jasa, kebaikan, serta bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

Jember,16 Desember 2022 Penulis

(8)

viii ABSTRAK

Ayu Safitri, 2022: Pengembangan Bahan Ajar Berupa majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022

Kata Kunci :Pengembangan, Bahan Ajar, Majalah.

Bahan ajar memiliki pengaruh besar dalam proses pembelajaran, sehingga perlu adanya bahan ajar inovatif dan kreatif yang dapat menunjang kegiatan belajar peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan peserta didik yang dilakukan di SMP Negeri 1 Silo didapati bahwa bentuk bahan ajar yang digunakan masih belum bervariasi dan belum bisa menarik minat peserta didik untuk belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengembangkan sebuah Bahan ajar yaitu pengembangan Bahan ajar majalah IPS.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana hasil uji kevalidan Bahan ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?, 2) Bagaimana hasil uji respon peserta didik terhadap Bahan ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?, 3) Bagaimana hasil uji keefektifan Bahan ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?. Dan Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan hasil uji kevalidan, uji respon peserta didik dan uji keefektifan Bahan ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022.

Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) yang menggunakan model pengembangan ADDIE dengan 5 tahapan yaitu :Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan evaluasi. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo.

Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa : 1) Bahan ajar majalah IPS dinyatakan layak digunakan dengan presentase kevalidan oleh ahli materi 76%

“valid”, ahli media 78,57% “valid”, dan ahli bahasa 90% “sangat valid”. 2) Hasil uji respon peserta didik terhadap majalah IPS didapatkan nilai presentase 89,75%

untuk uji skala kecil dan 91,74% Untuk uji skala besar dan keduanya masuk pada kategori “sangat menarik”. 3) Sedangkan untuk hasil uji efektifitas dari nilai pretest 40,80% “sangat kurang efektif” dan postest 83,54% “sangat efektif”

sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan majalah IPS. Sehingga majalah IPS efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Peneltian dan Pengembangan ... 8

D. Spesifikasi Produk yang diharapkan ... 8

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan... 9

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ... 10

G. Definisi Istilah atau Definisi Operasional ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA. ... 13

A. Penelitian Terdahulu ... 13

B. Kajian Teori ... 19

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 37

A. Model Penelitian dan Pengembangan ... 37

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 39

C. Uji Coba Produk ... 43

1. Desain Uji Coba ... 43

(10)

x

2. Subjek Uji Coba ... 43

3. Jenis Data ... 45

4. Instrumen Pengumpul Data ... 45

5. Teknik Analisis Data ... 51

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 54

A. Penyajian Data Uji Coba ... 54

B. Analisis Data ... 71

C. Revisi produk ... 80

BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 87

A. Kajian Produk yang telah Direvisi ... 87

B. Saran Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan Produk Lebih ... Lanjut ... 88

DAFTAR PUSTAKA ... 91

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 94

RIWAYAT HIDUP ... 137

(11)

xi

DAFTAR TABEL

No Uraian Hal.

2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu... 18

3.1 Kriteria Skala Penilaian... 48

3.2 Kisi-kisi Angket Ahli Materi ... 48

3.3 Kisi-kisi Angket Ahli Media ... 49

3.4 Kisi-kisi Angket Ahli Bahasa... 50

3.5 Kisi-kisi Respon Peserta Didik ... 50

3.6 Kriteria Penilaian Validasi Produk Oleh Pakar ... 52

3.7 Kriteria Kemenarikan ... 52

3.8 Tingkat Keefektifan Produk ... 53

4.1 Pembuatan Desain Produk Majalah (Storyboard) ... 56

4.2 Langkah-langkah pembuatan bahan ajar majalah IPS ... 59

4.3 Hasil validasi materi ... 62

4.4 Hasil validasi media. ... 63

4.5 Hasil validasi bahasa sebelum revisi ... 64

4.6 Hasil validasi bahasa sesudah revisi ... 65

4.7 Daftar Nama Peserta Didik Uji Coba Skala Kecil ... 66

4.8 Hasil Uji Respon Peserta didik Pada Uji Coba Skala Kecil ... 66

4.9 Daftar Nama Peserta Didik Uji Coba Skala Besar ... 68

4.10 Hasil Respon Peserta didik Pada Uji Coba Skala Besar ... 69

4.11 Data Hasil Nilai Pre-Test dan Post-Test Peserta didik ... 70

4.12 Kriteria Penilaian Validasi Produk Oleh Pakar ... 72

4.13 KriteriaPenilaianValidasiProduk Oleh Pakar ... 73

4.14 Kriteria PenilaianValidasi Produk Oleh Pakar ... 75

4.15 Kriteria Kemenarikan ... 76

4.16 Kriteria Kemenarikan ... 78

4.17 Perbandingan Majalah Sebelum dan Sesudah Direvisi Ahli Materi ... 81

4.18 Perbandingan Majalah Sebelum dan Sesudah Direvisi Ahli Media ... 82

4.19 Perbandingan Majalah Sebelum dan Sesudah Direvisi Ahli Bahasa ... 84

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Hal.

3.1 Langkah-langkah Model ADDIE ... 38

(13)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1Pernyataan Keaslian Tulisan Lampiran 2 Surat Izin Penelitian

Lampiran 3 Surat Bukti Selesai Penelitian Lampiran 4 Lembar Hasil Validasi Ahli materi Lampiran 5 Lembar Hasil Validasi Ahli Media

Lampiran 6 Lembar Hasil Validasi Ahli Bahasa Sebelum Revisi Lampiran 7Lembar Hasil Validasi Ahli Bahasa Sesudah Revisi Lampiran 8 Lembar Uji Respon Peserta Didik (Skala Kecil) Lampiran 9 Lembar Uji Respon PesertaDidik (Skala Besar) Lampiran 10 Soal Pre-Test dan Pos-Test

Lampiran 11Kunci Jawaban

Lampiran 12 Lembar Jawaban Hasil Pre-test Lampiran 13 Lembar Jawaban Hasil Post-test Lampiran 14 RPP

Lampiran 15 Lembar JawabanDiskusi Lampiran 16 Jurnal Kegiatan

Lampiran 17 Matrik Penelitian Lampiran 18 Hasil Produk

Lampiran 19 Dokumentasi Kegiatan Lampiran 20 Biodata Penulis

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu hal penting dalam kehidupan manusia adalah pendidikan, karena pendidikan merupakan aspek utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya manusia (human resource) yang memiliki keterampilan dan keahlian sesuai tuntutan pembangunan bangsa. Pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu setiap individu yang terlibat dalam pendidikan dituntut berperan serta secara maksimal guna meningkatkan mutu pendidikan tertentu.

Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai suatu usaha pemberian informasi dan keterampilan saja, namun diperluas sehingga mencangkup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan, dan kemampuan individu sehingga tercapai pola hidup pribadi dan sosial yang memuaskan.2

Dari segi etimologis pendidikan berasal dari bahasa Yunani

“Paedagogike”. Ini adalah kata majemuk yang terdiri dari kata “PAES” yang berarti “Anak” dan kata “Ago” yang berarti aku membimbing. Jadi Paedagogike berarti akum membimbing anak. Orang yang pekerjanannya membimbing anak dengan maksud membawanya ketempat belajar, dalam bahasa Yunani disebut “Paedagogos”. Jika kata ini di artikan secara simbolis,

2Dwi Nugroho Hidayantoet al., PengantarI lmu Pendidikan Teoretis SistematisUntuk Guru &

Calon Guru (Depok :Rajawali Pers, 2020), 2.

(15)

maka perbuatan membimbing seperti pada yang dijelaskan diatas itu, merupakan inti perbuatan mendidik yang tugasnya hanya untuk membimbing saja, dan kemudian pada suatu saat itu harus melepaskan anak itu kembali (ke dalam masyarakat).3S edangkan dalam bukunya Paulo Freire menyebutkan pendidikan dengan konsep “banking”, Artinya pendidikan berpandangan bahwasannya peserta didik adalah sebuah wadah kosong yang harus diisi oleh Pendidik. Langeveld juga menjelaskan bahwa pendidikan adalah suatu proses pendewasaan atau dengan kata lain merupakan bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan.4

Sekolah adalah salah satu lembaga formal dalam bidang pendidikan.

Pendidikan yang terdapat di sekolah tidak akan pernah lepas dari peran seorang pendidik. Dimana pendidik yang berperan sebagai fasilitator dan juga motivator memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.

Pendidik diharapkan memiliki kekreatifan dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan penguasaan materi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Proses pendidikan secara formal diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar yang baik dicapai melalui interaksi beberapa faktor yang saling mendukung satu sama lain. Salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran adalah penggunaan bahan ajar. Bahan ajar merupakan bagian yang penting dalam proses pembelajaran yang menempati kedudukan yang menentukan keberhasilan belajar mengajar yang

3Abu Ahmadi & Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, (Jakarta :RinekaCipta, 2015), 70.

4 Mohammad Fahmi Nugraha et al., Pengantar Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah Dasar (Tasikmalaya : Edu Publisher, 2020), 2-3.

(16)

berkaitan dengan ketercapaian tujuan pembelajaran serta menentukan kegiatan-kegiatan belajar mengajar. Karena itu bahan pengajaran perlu mendapat pertimbangan secara cermat.5

Penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran juga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik karena melalui bahan ajar peserta didik akan lebih tertarik untuk belajar. Selain itu juga bahan ajar dapat membantu mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi. Penggunaan bahan ajar di dalam proses pembelajaran bukan bermaksud mengganti cara mengajar pendidik, melainkan untuk melengkapi dan membantu para pendidik dalam menyampaikan materi atau informasi. Dengan menggunakan bahan ajar, yang diharapkan terjadi interaksi antar peserta didik maupun antara pendidik dengan peserta didik. Sebenarnya tidak ada ketentuan kapan suatu bahan ajar harus digunakan, tetapi para pendidik harus memiliki kemampuan dalam memilih dan menggunakan bahan ajar yang tepat dan berdayaguna.6

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti berupa wawancara langsung dengan salah satu pendidik mata pelajaran IPS kelas VIII Bapak Imam Sujadi, S.Pd. Terkait dengan penggunaan Bahan ajar yang digunakan dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Silo yaitu berupa buku paket dan LKS, yang mana untuk buku paket sendiri sifatnya masih meminjam diperpustakaan dan ketika pembelajaran selesai maka buku paket tersebut harus dikembalikan. Sehingga yang dipelajari oleh peserta didik

5 Anindya Fajarini & Depict Pristine Adi, Pengembangan Bahan Ajar, (Sleman : Kamojoyo Press, 2021), 2.

6Olivia feby Mon Harahap, dkk. MEDIA PEMBELAJARAN Teori dan Perspektif Penggunaan Media Pembelajaran dalam Pembelajaran Bahasa Inggris (CV. Azka Pustaka,2022), 34.

(17)

ketika sampai di rumah hanya bahan ajar berupa LKS. Selain itu juga bahan ajar yang tersedia di sekolah lebih banyak menyajikan teori-teori dengan penyajian yang kurang menarik dan juga menampilkan sedikit gambar sehingga peserta didik sulit untuk memahami. Salah satu faktor tersebut menyebabkan peserta didik kurang berminat untuk membaca sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Serta peserta didik juga terlihat bosan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kurang adanya variasi dari penggunaan bahan ajar. Terlebih lagi pada mata pelajaran IPS yang notabenenya lebih banyak teori. Yang pada kenyataannya pembelajaran IPS oleh peserta didik dianggap membosankan dan kurang menarik. Hal-hal tersebut menyebabkan kurangnya minat peserta didik dalam belajar IPS.7

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).Peningkatan kualitas dalam pembelajaran dapat melalui peningkatan kemampuan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. IPS merupakan kumpulan dari satu kesatuan ilmu ilmu sosial yang diolah berdasarkan prinsip pendidikan dengan tujuan memperbaiki, mengembangkan, dan memajukan hubungan-hubungan kemanusiaan.8

Sebagai seorang pendidik, pendidik memiliki peran yang sangat penting untuk mengatur dan menciptakan suasana kelas agar kondusif dan menarik bagi peserta didik. Serta pendidik juga dituntut untuk pintar membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran karena dengan adanya inovasi-inovasi

7Imam Sujadi, diwawancarai oleh Penulis, Jember, 10 Maret 2022.

8Moh. Sutomo, Pengembangan Kurikulum IPS, (Surabaya : Pustaka Radja, 2019), 4.

(18)

yang kreatif akan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Sehingga peserta didik dapat berperan aktif dan memahami setiap informasi yang diberikan pendidik termasuk dalam penggunaan bahan ajar dapat merangsang peserta didik untuk mudah memahami pelajaran.

Dengan adanya inovasi Bahan ajar diharapkan peserta didik lebih mudah memahami isi yang disampaikan dalam buku pelajaran, dan dapat mengingat lebih lama karena pada dasarnya manusia lebih mudah memahami sebuah gambar dari pada tulisan. Untuk membentuk bahan ajar yang relevan dan menarik bagi peserta didik, maka perlu adanya pengembangan bahan ajar.

Dengan adanya pengembangan bahan ajar diharapkan dapat menarik rasa ingin tahu akan suatu materi yang diajarkan dan memotivasi belajar peserta didik.

Salah satu jenis bahan ajar yang dapat digunakan yakni bahan ajar berupa majalah. Majalah adalah salah satu bahan ajar yang menarik untuk peserta didik. Karena, secara umum majalah memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari penulis, dan menyampaikan informasi yang tidak membosankan. Serta tampilan majalah yang menarik dengan banyaknya gambar.

Majalah adalah jenis bahan ajar yang terdiri dari sekumpulan kertas cetakan yang disatukan. Tulisan-tulisan di dalam majalah dibuat bukan oleh tulisan tangan namun oleh suatu mesin cetak. Majalah biasanya berisi berbagai macam topik tulisan yang sesuai dengan tujuan dan topik dari majalah yang bersangkutan. Kelebihan majalah sebagai bahan ajar diantaranya

(19)

yaitu bentuknya yang lebih tipis dibandingkan dengan buku teks sehingga bisa dibawa dan dibaca dimana saja, gambar-gambar yang menarik dan merangsang peserta didik untuk membaca keseluruhan majalah. Materi lebih ringkas dibanding buku teks tetapi materi tetap lengkap.9 Pentingnya mengembangkan majalah sebagai bahan ajar karena majalah yang banyak beredar dikalangan siswa hanya menampilkan sebuah produk dan informasi- informasi tentang artis maupun perkembangan ilmu teknologi, tetapi jarang sekali ditemukan majalah yang memuat materi pembelajaran. Padahal siswa cenderung tertarik pada buku bacaan yang desainnya lebih santai dan banyak gambar.10

Majalah juga mempunyai kelebihan dalam pembelajaran, disamping sifat-sifat majalah yang khas, harus diakui efektivitas media dalam pembelajaran merupakan segi yang menguntungkan dalam Pendidikan. Hasil penelitian Febby Dwi Safitri (2017) menunjukkan bahwa penggunaan majalah Biogmagz yang dikembangkan di SMK Negeri 5 Jember menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sehingga dapat dikatakan penggunaan majalah Biogmagz dalam pembelajaran tergolong efektif dalam meningkatan hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini penerapan bahan ajar akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga menumbuhkan motivasi belajar dan mampu merangsang keinginan peserta didik untuk membaca dan menyimak.

9Maryani Ningsih, dkk, Pengembangan Bahan Ajar Majalah Dengan Model Hannafin Peck Pada Mata Pelajaran IPS di SDN 5 Kampung Baru Singaraja, Jurnal EDUTECH Universitas Pendidikan Ganesa, Vol 6 No. 2 (2018) : 288.

10Fitri, Andriyani. Pengaruh Penggunaan Majalah Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Minat dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seyegan, (Skripsi.Yogyakarta, 2014).

(20)

Merupakan suatu potensi untuk mengembangkan majalah sebagai sebuah bahan ajar. Penggunaan majalah diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pembelajaran sehingga muncul motivasi dalam diri peserta didik untuk belajar dengan media tersebut. Melalui majalah, materi yang terdapat di dalam majalah tersebut dapat dituangkan secara lebih menarik dalam ilustrasi gambar dan menyeluruh dengan alur yang jelas. 11

Penggunaan bahan ajar berbentuk majalah ini mempermudah peserta didik dalam memahami isi dari materi IPS yang notabenenya banyak sekali teori dan untuk menarik peserta didik membentuk proses belajar yang menyenangkan sehingga peserta didik tidak bosan atau tidur dikelas.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka diadakan penelitian dan pengembangan bahan ajar berupa majalah. Dengan mengangkat judul

“Pengembangan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022.” Dengan demikian pula, keberhasilan dari produk pengembangan ini bisa dijadikan salah satu pilihan media pembelajaran yang digunakan oleh para pendidik dalam pengajaran.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana hasil uji kevalidan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?

11 Eka Efrida, Pengembangan Media Pembelajaran Berupa majalah Islami Berbasis Digital Untuk Keterampilan Menyimak Peserta Didik Subtema Sumber Energi, (Skripsi : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2020), 8

(21)

2. Bagaimana hasil uji respon peserta didik terhadap Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?

3. Bagaimana hasil uji keefektifan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022?

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

1. Untuk mendeskripsikan hasil uji kevalidan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Untuk mendeskripsikan hasil uji respon peserta didik terhadap Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022.

3. Untuk mendeskripsikan hasil uji keefektifan Bahan Ajar Berupa Majalah Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Silo Tahun Pelajaran 2021/2022.

D. Spesifikasi produk

Majalah yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki spesifikasi sebagai berikut :

1. Produk hasil pengembangan dari penelitian ini adalah Bahan Ajar berupa majalah yang diterapkan pada kelas VIII semester genap.

2. Bahan Ajar berupa majalah disimpan dalam bentuk cetak.

(22)

3. Bahan Ajar berupa majalah dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, kompetensi inti dan kompetensi dasar.

4. Bahan ajar berupa majalah memuat gambar-gambar yang menarik, uraian materi serta latihan soal yang dikemas dalam bentuk permainan.

5. Materi dan pembahasan yang tercakup dalam majalah ini mengenai materi Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan.

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Berikut argumentasi mengapa perlu adanya pengubahan dari kondisi nyata kekondisi yang ideal.12

1. Bagi peserta didik

a. Mempermudah peserta didik dalam memahami materi pembelajaran.

b. Peserta didik dapat fokus belajar dan lebih kreatif karena menggunakan Bahan Ajar berupa majalah.

2. Bagi pendidik

a. Menambah wawasan pendidik tentang alternatif Bahan Ajar yang bermanfaat untuk mendukung proses pembelajaran.

b. Menjadi motivasi bagi pendidik untuk memanfaatkan Bahan Ajar yang lebih menarik.

3. Bagi sekolah

a. Memberikan dorongan kepada sekolah dalam mengembangkan Bahan Ajar sehingga tercipta susasan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak monoton.

12Tim penyusun, Pedoman Karya Ilmiah, (Jember : IAIN Jember, 2020), 65.

(23)

4. Bagi peneliti

a. Menambah pengetahuan dan pemahaman serta dapat mengaplikasikan dan mensosialisasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan.

b. Majalah yang dikembangkan peneliti dapat memberikan pengalaman bagaimana mengembangkan Bahan Ajar terutama majalah.

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan pengembangan

Pengembangan bahan ajar berupa majalah ini berdasarkan pada asumsi – asumsi dan keterbatasan sebagai berikut :

1. Asumsi Pengembangan

a. Dengan Bahan ajar berupa majalah, diharapkan dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan.

b. Menghasilkan produk bahan ajar berupa majalah yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber refrensi dalam pembelajaran.

c. Belum tersedianya bahan ajar berupa majalah di sekolah.

2. Keterbatasan pengembangan

a. Keterbatasan pengembangan Bahan Ajar berupa majalah ini terletak pada materi karena hanya memuat materi tentang Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan.

b. Hasil belajar yang diteliti dibatasi pada ranah kognitif G. Definisi istilah atau Definisi oprasional

Definisi istilah atau definisi oprasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan.

(24)

1. Pengembangan

Pengembangan merupakan proses penterjemahan spesifikasi desain kedalam bentuk fisik. Pengembangan merupakan proses penulisan dan pembuatan atau produksi bahan-bahan pembelajaran.13 Penelitian pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk berdasarkan temuan-temuan uji lapangan dan kemudian direvisi begitupun seterusnya.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwasannya pengembangan adalah suatu kegiatan dalam pembuatan suatu produk pembelajaran.

2. Bahan Ajar

Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis, sehingga tercipta satu lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa belajar.14

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwasannnya bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pelajran yang disusun secara sistematis, yang digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.

3. Majalah

Majalah adalah bahan ajar berbasis cetak yang berisi konten- konten beserta gambar, dikemas secara menarik dan ditampilkan dengan sederhana agar memudahkan pembaca dalam memahami konsep.15

13Yudi Hari Yanto&Sugianti, Penelitian Pengembangan Model ADDIE dan R2D2 :Teori&Praktek, (Pasuruan : lembaga Academic & research Institute, 2020), 21.

14 Bahraeni, Efektifitas Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pendidikan Islam Berbasis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Melalui Kegiatan Desiminasi Pada STAIS DDI MAROS, Vol VI, Nomor 1 (Januari-Juni 2017), 102.

15Nurjannah Pratiwi, Gardjoto, dan Afreni Hamidah, Pengembangan Majalah Biologi Sebagai Media Pembelajaran Pada Pokok Bahasan Protista Kelas X MIA di SMAN 7 Kota Jambi, Jurnal Biodik, Vol 3 No 1 (Juni 2017), 28.

(25)

Jadi dapat ditarik kesimpulan yang dimaksud majalah adalah sebuah bahan ajar cetak yang berisi informasi beserta gambar-gambar yang dikemas semenarik mungkin untuk menarik minat pembaca.

(26)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan. Berikut peneliti mencantumkan hasil-hasil penelitian terdahulu, yaitu sebagai berikut :

1. Penelitian yang dikemukakan oleh Febby Dwi Safitri “Pengembangan Bahan Ajar Biologi berupa Majalah Biogmaz Pada Pokok Bahasan Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan untuk Siswa Kelas XI SMK”.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar biologi berupa Majalah Sains (Biomagz) pada pokok bahasan pertumbuhan dan perkembangan hewan kelas XI SMK yang tervalidasi, untuk mengetahui keefektifan hasil uji coba bahan ajar biologi berupa Majalah Sains (Biomagz) pada pokok bahasan pertumbuhan dan perkembangan hewan kelas XI SMK, dan untuk mengetahui kepraktisan hasil uji coba bahan ajar biologi berupa Majalah Sains (Biomagz) pada pokok bahasan pertumbuhan dan perkembangan hewan kelas XI SMK. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D) dengan menggunakan model four-D .

Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji validasi ahli dan pengguna dalam pengembangan bahan ajar Biomagz pada pokok bahasan pertumbuhan dan perkembangan hewan untuk siswa kelas XI SMK dengan nilai validasi 86,10 yang diinterpretasikan dalam

(27)

kategori valid. Hasil uji keefektifan bahan ajar Biomagz mempunyai nilai peningkatan hasil belajar berdasarkan Normalized gain sebesar 0,68 dengan kriteria peningkatan dalam kategori sedang. Dan sedangkan untuk hasil uji kepraktisan bahan ajar Biomagz mempunyai rata-rata penilaian respon siswa terhadap Biomagz sebesar 91,66% dan diinterpretasikan dalam kategori sangat baik dengan keputusan Biomagz praktis dan layak digunakandalam pembelajaran.16

2. Penelitian yang dikemukakan oleh Muizzudin Rifki Alhanif

“Pengembangan Media Pembelajaran Majalah Fisika Terintegrasi Keislaman Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Surya Untuk SMP/MTS Kelas VII”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media pembelajaran majalah fisika terintegrasi keislaman pada materi tata surya dalam meningkatkan hasil belajar siswa untuk SMP/MTS kelas VII dan untuk mengetahui hasil belajar siswa menggunakan media pembelajaran fisika terintegrasi keislaman pada materi tata surya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D). menggunakan model Borg & Gall.

Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa produk berupa Majalah Fisika Terintegrasi keislaman yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kelayakan diperoleh dari hasil validasi oleh ahli materi dengan nilai 4,1 termasuk dalam kategori baik, validasi ahli media dengan nilai 4,44 termasuk dalam

16 Febby Dwi Safitri, Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berupa Majalah Biomagz Pada Pokok Bahasan Pertumbuhan dan Perkembangan hewan Untuk Siswa Kelas XI SMK, (Skripsi : Universitas Jember,2017).

(28)

kategori amat baik, validasi ahli integrasi Islam dengan nilai 3,67 termasuk dalam kategori baik, validasi guru IPA dengan nilai 4,5 termasuk dalam kategori amat baik. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran majalah fisika terintegrasi keislaman adalah meningkat. Hal ini dibuktikan dengan uji t-test diperoleh hasil thitung = 4,09, dengan a = 5% dan dk = 20+18-2 = 38 diperoleh t tabel=2,024 menunjukan bahwa t hitung>t tabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti hasil belajar siswa pada materi tata surya dengan media pembelajaran majalah fisika lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang pembelajaranya menggunakan LKS. 17

3. Penelitian yang dikemukakan oleh Mahdia Fitria “Pengembangan Majalah Sains Digital Berbasis Literasi Sains Pada Materi Pemanasan Global Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Rambipuji”. Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas bahan ajar majalah sains pada materi pemanasan global untuk kelas VII SMO Negeri 1 Rambipuji, dan untuk mengetahui respon siswa setelah menggunakan bahan ajar majalah sains berbasis literasi sains pada materi pemanasan global untuk kelas VII SMP Negeri 1 Rambipuji. Jenis penelitian menggunakan desain penelitian R &D (Research and Development) dengan mode Hannafin and Peck.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berupa majalah sains berbasis literasi sains berdasarkan penilaian ahli materi memenuhi kriteria validasi yaitu sebesar 95%, ahli media memenuhi

17Muizzudin Rifki Alhanif, Pengembangan Media Pembelajaran Majalah Fisika Terintegrasi Keislaman Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Surya Untuk SMP/MTS Kelas VII, (Skripsi : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2019)

(29)

kriteria validasi sebesar 86,15% dan respons siswa menyatakan menarik 87,11%, sehingga bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan menarik. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: bahan ajar majalah sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran dan memnuhi kriteria menarik untuk digunakan.18

4. Penelitian yang dikemukakan oleh Inta Niatul Hasanah “Pengembangan Majalah Sains Berbasis Al-Qur’an Pada Materi Sistem Gerak Manusia Untuk Siswa SMP/MTS Kelas VIII”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas majalah sains berbasis al –Quran pada materi Sistem Gerak Manusia untuk siswa SMP/MTS kelas VIII dan untuk Mendeskripsikan respon peserta didik terhadap terhadap pengembangan majalah sains berbasis al-Quran pada materi Sistem Gerak Manusia untuk siswa SMP/MTS Kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan yaitu 4-D (Define, Design, Develop dan Dissiminate).

Hasil penelitian yaitu. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli dan uji respons peserta didik terhadap majalah sains berbasis al-Qur’an menyatakan : 1.) Kevalidan materi sebesar 88.75%, kevalidan keagamaan sebesar 85%, kevalidan media sebesar 97.14%, dan pengguna (Guru) sebesar 90,30% ,hal ini menunjukkan tingkat validitas majalah sains bebasis al-Qur’an dinyatakan sangat valid dengan presentase rata-rata dari tiga validator sebesar 90,29%. 2.) Hasil respons peserta didik skala kecil

18 Mahdia Fitria, Pengembangan Majalah sains Digital Berbasis Literasi Sains Pada Mteri Pemanasan Global Untuk siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Rambipuji, (Skripsi : IAIN Jember,2021)

(30)

sebesar 90,96% dan skala besar 90,66%. Hasil tersebut menunjukkan respon peserta didik termasuk dalam kategori sangat menarik untuk pengembangan majalah sains berbasis al-Qur’an pada materi Sistem gerak Manusia untuk siswa SMP/MTS Kelas VIII.19

5. Penelitian yang dikemukakan oleh Rozana Sundari “Pengembangan Majalah Biologi Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan majalah biologi sebagai media pembelajaran pada materi sistem pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten bireuen, untuk menganalisis hasil uji kelayakan majalah bilogi sebagai media pembelajaran pada materi sistem pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen dan untuk menganalisis respon peserta didik terhadap majalah biologi sebagai media pembelajaran pada materi sistem pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE yang dikembangakan oleh Robert Maribe Branch.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desain media menghasilkan media pembelajaran majalah biologi dengan uji kelayakan diperoleh hasil 90% dengan kriteria sangat layak dan kelayakan terhadap materi sistem pencernaan mendapatkan hasil 81,25% dengan kategori layak. Hasil respon siswa mendapatkan hasil 84% dengan kategori baik.

19Inta Niatul Hasanah, Pengembangan Majalah Sains Berbasis Al-Qur’an Pada Materi Sistem Gerak Manusia Untuk Siswa SMP/MTS Kelas VIII, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2021)

(31)

Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran majalah biologi pada materi sistem pencernaan sangat layak digunakan sebagai media belajar di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen.20

Tabel 2.1

Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan

No Nama

peneliti

Judul Persamaan Perbedaan

1 2 3 4 5

1.

Febby Dwi Safitri (2017)

Pengembangan Bahan Ajar Biologi Berupa Majalah Biomagz Pada

Pokok Bahasan

Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan Untuk Siswa Kelas XI SMK.

- Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D).

- Mengembangkan media

pembelajaran berupa majalah

- Lokasi Penelitian - Materi

yang dibahas - Mengguna

kan model pengemba ngan four- D

2.

Muizzudin Rifki Alhanif .(2019)

Pengembangan Media Pembelajaran Majalah Fisika Terintegrasi Keislaman Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tata Surya Untuk SMP/MTS Kelas VII

- Mengembangkan media

pembelajaranberu pamajalah

- Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D).

- Mengguna kan model pengemba ngan Borg

& Gall - Lokasi

penelitian - Materi

yang di bahas 3. Mahdia

Fitria (2021)

Pengembangan Majalah Sains Digital Berbasis Literasi Sains Pada Materi Pemanasan

- Mengembangkan media

pembelajaran berupa majalah

- Menggun akan model pengemba

1 2 3 4 5

Global Untuk Siswa Kelas VII SMO Negeri 1 Rambipuji.

- Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian

ngan Hannafin dan Peck

20 Rozana Sundari, Pengembangan Majalah Biologi Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Sistem Pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, 2021).

(32)

ini adalah pengembangan (R&D).

- Lokasi penelitian - Materi

yang dibahas

4.

Inta Niatul Hasanah (2021)

Pengembangan Majalah Sains Berbasis Al- Qur’an Pada Materi Sistem Gerak Manusia Untuk Siswa SMP/MTS Kelas VIII

- Mengembangkan media

pembelajaran berupa majalah - Jenis penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D).

- Menggun akan model pengemba nga4-D - Lokasi

penelitian - Materi

yang dibahas

5.

Rozana Sundari (2021)

Pengembangan Majalah Biologi Sebagai Media Pembelajaran Pada

Materi Sistem

Pencernaan di SMPN 1 Gandapura Kabupaten Bireuen

- Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (R&D).

- Mengembangkan media

pembelajaran berupa majalah Menggunakan model

pengembangan ADDIE

- Lokasi Penelitian - Materi

yang dibahas

B. Kajian Teori 1. Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan Ajar

Dalam proses pembelajaran kedudukan bahan ajar sangat penting, karena dengan bahan ajar akan terdapat manfaat bagi pendidik dan peserta didik. Bagi pendidik, manfaat bahan ajar di antaranya menghemat waktu mengajar, menempatkan pendidik sebagai

(33)

fasilitator, menciptakan suasana pembelajaran yang efisien dan interaktif. Bagi peserta didik, manfaat bahan ajar dapat mendorong kemandirian belajar, memperluas waktu belajar karena kapanpun mereka dapat belajar yang penting ada kemauan untuk belajar. 21

Bahan ajar adalah sesuatu yang digunakan guru atau peserta didik untuk memudahkan proses pembelajaran. bentuknya bisa berupa buku bacaan, buku kerja (LKS), maupun tayangan. Mungkin juga berupa surat kabar, bahan digital, foto, kartu atau juga bahan diskusi anatarpeserta didik. Dengan demikian, bahan ajar dapat berupa banyak hal yang dipandang dapat untuk meingkatkan pengetahuan dan atau pengalaman peserta didik. Bahan ajar di dalamnya dapat berupa materi tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai peserta didik terkait kompetensi dasar tertentu.22

Bahan ajar adalah seperangkat bahan yang memuat materi atau isi pembelajaran yang dikumpulkan dari berbagai sumber belajar yang dibuat secara sistematis yang harus diserap peserta didik melalui pembelajaran yang menyenangkan.23

Menurut Winkel bahan ajar adalah bahan yang digunakan untuk belajar dan yang membantu untuk mencapai tujuan instruksional. Sedangkan menurut Sungkono, bahan ajar adalah suatu

21 Bahraeni, Efektifitas Pengembangan Bahan Ajar Ilmu Pendidikan Islam Berbasis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Melalui Kegiatan Desiminasi Pada STAIS DDI MAROS, Volume VI , Nomor 1, (Januari-Juni 2017), 100-101.

22 E. Kosasih, Pengembangan Bahan Ajar,(Jakarta Timur : PT Bumi Aksara,2020), 1.

23 Ina Magdalena, dkk. Analisis Bahan Ajar, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial : Vol 2, Nomor 2 (Juli, 2020), 315.

(34)

perangkat bahan yang memuat materi atau isi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.24

Bahan ajar adalah segala bahan (baik itu informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.25

b. Tujuan dan Manfaat bahan ajar

1) Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didi, yaitu bahan ajar yang sesuai dengan lingkungan siswa.

2) Memberikan manfaat bagi guru seperti memperoleh bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik, tidak lagi bergantung pada buku teks yang terkadang sulit didapatkan, menambah refrensi guru dalam menulis atau membuat bahan ajar, komunikasi dalam belajar menjadi lebih efektif, dan dapat menguntungkanjika dikumpulkan menjadi buku kemudian diterbitkan.

3) Memberi manfaat bagi peserta didik dengan menjadikan pembelajaran lebih menarik, peserta didik dapat belajar mandiri tanpa kehadiran guru, dan mempermudah peserta didik memahami setiap kompetensi yang ada. Selain itu, bahan ajar akan menggiring

24 Anyndia Fajarini & Depict Pristine Adi, Pengembangan Bahan Ajar IPS, 1-2.

25 Andi Prastowo, Sumber Belajar & Pusat Sumber Belajar Teori dan Aplikasinya di sekolah/Madrasah, (Depok : Prenadamedia Group, 2018), 51.

(35)

peserta didik membentuk pola pikir dalam memahami suatu konsep pembelajaran.26

c. Jenis-jenis bahan ajar

Ditinjau dari segi pendayagunaannya, bahan ajar dibedakan menjadi dua macam, yaitu bahan ajar yang didesain dan bahan ajar yang dimanfaatkan.

1) Bahan ajar didesain, artinya bahan ajar yang secara khusus dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional dalam rangka mempermudah tindak belajar-mengajar yang formal dan direncanakan secara sistematis. Misalnya, buku teks, buku refrensi, buku cerita, surat kabar, dan sebagainya yang khusus dibuat dan dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan.

2) Bahan ajar yang dimanfaatkan atau yang tidak secara khusus dirancang untuk keperluan instruksional , tetapi telah tersdia dan dapat diperoleh karena memang sudah ada di alam dan lingkungan sekitar, serta dapat digunakan untuk kepentingan belajar.27

Jika dilihat dari sifatnya menurut Prastowo bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu :

1) Bahan ajar berbasis cetak. Yang termasuk dalam kategori bahan ajar ini adalah buku, pamplet, panduan belajar siswa, bahan tutorial, buku kerja, siswa, peta, foto, bahan dari majalah atau koran, dan lain sebagainya.

26 Fitriani Nur & Masita, Pengembangan Pemelajaran Matematika. (Makasar : Nas Media Indonesia, 2022), 93.

27 E. Kosasih, pengembangan Bahan Ajar, 2021, 5-6.

(36)

2) Bahan ajar berbasiskan teknologi. Yang termasuk dalam kategori bahan ajar ini adalah audio cassete, siaran radio, slide, vidio interaktif, siaran televisi, dan multimedia.

3) Bahan yang digunakan untuk praktik atau proyek contoh : lembar observasi, lembar wawancara, dan lain sebagainya.

4) Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia (terutama untuk keperluan pendidikan jarak jauh). Contoh: telepon, handphone, dan lain sebagainya.28

d. Peran Bahan Ajar

Pemanfaatan bahan ajar dalam proses pembelajaran memiliki peran penting, peran tersebut menurut Belawati (2003) meliputi peran bagi guru, siswa, dalam pembelajaran klasikal, individual, maupun kelompok.

1) Peran bahan ajar bagi guru

a) Menghemat waktu guru dalam mengajar, adanya bahan ajar, siswa dapat ditugasi mempelajari terlebih dahulu topik atau materi yang akan dipelajarinya, sehingga gurutidak perlu menjelaskan secara rinci lagi.

b) Mengubah peran guru dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator. Adanya bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran maka guru lebih bersifat memfasilitasi siswa dari pada penyampai materi pelajaran.

28 Anyndia Fajarini & Depict Pristine Adi, Pengembangan bahan ajar IPS, 2021, 12.

(37)

c) Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Adanya bahan ajar maka pembelajaran akan lebih efektif karena guru memiliki banyak waktu untuk membimbing siswanya dalam memahami suatu topik pembelajaran, dan juga metode yang digunakannya lebih variatif dan interaktif karena guru tidak cenderung berceramah.

2) Peran bahan ajar bagi peserta didik

a) Siswa dapat belajar tanpa kehadiran/harus ada guru

b) Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja dikehendaki.

c) Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan sendiri d) Siswa dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri e) Membantu potensi untuk menjadi pelajaran mandiri

3) Peran bahan ajar dalam pembelajaran klasikal

a) Dapat dijadikan sebagai bahan yang tak terpisahkan dari buku utama

b) Dapat dijadikan pelengkap/suplemen buku utama

c) Dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa d) Dapat dijadikan sebagai bahan yang mengandung penjelasan

tentang bagaimana mencari penerapan, hubungan, serta keterkaitan anatara satu topik dengan topik lainnya.

4) Peran bahan ajar dalam pembelajaran individual a) Sebagai media utama dalam proses pembelajaran

b) Alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa memperoleh informasi

(38)

c) Penunjang media pembelajaran individual lainnya 5) Peran bahan ajar dalam pembelajaran kelompok

a) Sebagai bahan terintegrasi dengan proses belajar kelompok b) Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama.29

2. Majalah

a. Pengertian Majalah.

Majalah mengandung pesan yang dapat menjadi sumber belajar bagi siswa. Majalah merupakan sumber informasi aktual yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa.

Majalah adalah media komunikasi masa dalam bentuk cetak yang tidak perlu diragukan lagi peranan dan pengaruhnya terhadap masyarakat pembaca pada umumnya. Ditinjau dari segi isinya, majalah dapat dibedakan menajadi majalah umum dan majalah sekolah.30

Kamus Cambridge mengartikan majalah sebagai suatu jenis buku tipis dengan halaman berukuran besar dan sampul yang berisi artikel- artikel dan fotografi, serta dipublikasikan setiap minggu atau setiap bulan.31

Majalah merupakan media yang berisikan informasi yang ditampilkan dalam teks dan gambar yang dipadukan dengan warna menarik. Selanjutnya, majalah adalah bahan ajar cetak yang berisi

29 Nurul Huda Panggabean & Amir danis, Desain Pengembangan Bahan Ajar Berbasis SAINS, 6- 8.

30Daryanto, Media pembelajaran Peranannya Sangat penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran Edisi Kedua Revisi, (Yogyakarta : Gava Media, 2016), 24.

31Ahmad Faizin karimi, Panduan Praktis Menerbitkan Majalah Sekolah, (Gresik :Caremedia Communication, 2021), 7.

(39)

konten yang disertai gambar, dikemas, dan ditampilkan secara menarik dan sederhana agar memudahkan pembaca dalam memahami konsep.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa majalah merupakan media cetak yang hanya berisikan teks dan gambar yang ditampilkan dengan menarik sehingga memudahkan pembaca dalam memahami informasi yang terkandung didalamnya.32

Majalah menyerupai buku, tetapi penyajiannya lebih ringan dan lebih menarik, karena porsi gambar biasanya lebih banyak dari pada buku. Bahasa yang digunakan pun juga tidak selalu menggunakan bahasa baku seperti pada buku pelajaran.33 Majalah mengandung pesan yang dapat menjadi sumber belajar bagi siswa. Majalah merupakan sumber informasi aktual yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa.

Majalah pada penelitian ini adalah media yang dapat dipakai untuk alat menguasai materi IPS, majalah juga bisa mendukung pemahaman peserta didik mengenai materi yang dijelaskan oleh pendidik dan agar menciptakan suasana kelas yang menarik.

b. Ciri-ciri Majalah

Tom E Rolnicki, dkk dalam Scholastic Journalism menyebutkan tiga ciri khas majalah yang membedakannya dengan media lain yaitu pada sampul, desain, dan liputan. Sampul majalah berbeda dengan

32Sri Hardiati Sartika, dkk, Teknologi dan Media dalam Pembelajaran, (Yayasan Kita menulis, 2022), 62.

33Muizzudin Rifki Alhanif, Pengembangan Media Pembelajaran Majalah Fisika, 2019. 20

(40)

koran. Jika pada koran, di halaman mukanya berisi banyak berita dengan satu berita utama (headline) maka pada majalah, sampul berisi judul-judul dari berita sampul (cover story) saja. Berita sampul adalah tulisan tentang topik tertentu yang menjadi pembahasan utama edisi majalah tertentu. Majalah memiliki desain yang konsisten dan keterkaitan antar rubrik, serta tiap artikel cenderung didukung elemen visual, ini membedakan majalah dengan jurnal ilmiah. Terkait liputan majalah cenderung menggunakan jenis berita feature yang mengedapankan human interest (minat kemanusiaan) sebagai konsekuensi jangka penerbitannya yang tidak secepat koran sehingga sebenarnya berita straigh news tidak tepat diterapkan.34

c. Macam-macam majalah

1) Majalah bergambar yang berbentuk majalah Ini berisi laporan berbasis gambar. itu gambar Acara khusus atau artikel dengan foto.

2) Majalah Anak, yaitu majalah dengan format isi dunia anak.

3) Majalah berita adalah majalah yang memberitakan berita Gaya penulisan yang unik, dilengkapi dengan foto dan gambar.

4) Majalah budaya adalah majalah yang dikhususkan untuk konten dan masalah budaya mereka, diterbitkan secara mingguan, bulanan, atau mingguan reguler.

34Ahmad Faizin karimi, Panduan Praktis Menerbitkan Majalah Sekolah , 8.

(41)

5) Majalah ilmiah, yaitu jurnal yang mengkhususkan isinya tentang bidang ilmiah seperti teknik radio, elektronik, ekonomi, hukum,dll.

6) Majalah hiburan, majalah yang berisi Esai, cerita pendek, cerita bergambar, dll.

7) Majalah religi, yaitu majalah yang isinya khusus berkaitan dengan masalah agama.

8) Majalah keluarga, yaitu majalah yang memuat artikel tentang masalah keluarga.

9) Majalah khas, yaitu majalah dengan konten khusus tentang berbagai pekerjaan.

10) Majalah mode adalah itu Berisi pola dan lampiran untuk pola iklan.

11) Majalah Remaja Sebuah majalah yang dikhususkan untuk isu-isu remaja.

12) Majalah Sastra adalah majalah khusus yang isinya secara khusus dibahas Isu-isu sastra dan resensi buku atau peristiwa kontemporer bidang sastra.

13) Majalah pendidikan, yaitu isi dari Unsur Bimbingan dan Pengetahuan.

Majalah pendidikan memuat unsur muatan mengacu kepada aspek tema, isi dan bobot tulisan tulisan yang disajikan diharapkan selalu mangarah kepada tema induk pendidikan dalam setiap edisi. Tema

(42)

itu sekaligus menjadi ciri khas majalah pendidikan yang bersangkutan. Kemudian isi majalah hendaknya selalu bervariatif, mengacu pada dunia pendidikan. Bahan ajar berupa majalah untuk Mata Pelajaran IPS dalam penelitian ini dikembangkan dengan tujuan menyampaikan materi tentang Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan.35

d. Rubrik Majalah

Rubrik merupakan pembagian dalam sebuah media atau majalah, misalnya rubrik olahraga, rubrik opini dan lain sebagainya. Beberapa rubrik dalam majalah disebut rubrik tetap dan ada juga yang tidak tetap. Rubrik tetap yaitu rubrik yang selalu ada pada tiap edisi, contohnya sebagai berikut: 1) Rubrik salam redaksi yaitu rubrik yang berisi kata-kata pembuka atau pengantar dari redaksi. 2) Rubrik dalam berlangganan yaitu bagian dalam majalah yang berisi keterangan untuk berlangganan dan bisa disertai dengan tempat-tempat pendistribusian majalah tersebut. 3) Rubrik iklan yaitu bagian dalam majalah yang berisi keterangan promosi barang/jasa tertentu. 4) Rubrik mengenal cover yaitu bagaian bagian yang membahas secara khusus mengenai model cover, profile dan kehidupannya, biasanya dalam bentuk hasil tanya jawab atau wawancara dan bisa dalam bentuk laporan atau liputan mengenai model cover tersebut. Namun, untuk beberapa majalah tertentu yang tidak memakai model orang lain sebagai cover,

35Eka Efrida, Pengembangan Media Pembelajaran Berupa majalah Islami Berbasis Digital Untuk Keterampilan Menyimak Peserta Didik Subtema Sumber Energi, 2020, 27-28.

(43)

misalnya makanan, interior, rumah, peristiwa, pemandangan atau desain tertentu, isinya juga mengenai apa yang ditampilkan pada cover tersebut. 36

e. Kelebihan dan Kekurangan Majalah

Kelebihan majalah IPS sebagai bahan ajar pada pokok bahasan Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan yaitu pertama, peserta didik dapat menggunakan secara langsung tanpa menggunakan perangkat komputer karana majalah IPS ini berupa media cetak. Selain itu dapat menambah variasi bahan ajar yang dapat menunjang proses belajar siswa secara mandiri. Kedua, secara keseluruhan bahan ajar ini berisi materi pokok mengenai Tumbuh dan Berkembangnya Semangat Kebangsaan yang disajikan dalam bahasa yang mudah dipahami.

Selain itu bahan ajar dilengkapi dengan evaluasi berupa teka teki silang mengenai materi Tumbuh dan berkembangnya Semangat keangsaan. Ketiga, majalah disajikan dengan tampilan penuh warna dan gambar dengan penggunaan kerta kilap (glossy) agar dapat menarik minat siswa dalam membaca.

Sedangkan kekurangannya yaitu sulit menampilkan gerak dalam halaman majalah dan dalam proses pembuatan memerluakan waktu yang cukup lama dan biaya tinggi. 37

36Hawani, Pengembangan Majalah Biologi Berbasis Al Quran Hadist Pada Mata Pelajaran Biologi Untuk Peserta Didik Kelas X di Tingkat SMA/MA, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018), 26.

37 Nurjannah Pratiwi, Gardjoto, dan Afreni Hamidah, Pengembangan Majalah Biologi Sebagai Media Pembelajaran Pada Pokok Bahasan Protista Kelas X MIA di SMAN 7 Kota Jambi, Jurnal Biodik, Vol 3 No 1 (Juni 2017), 34.

(44)

3. Majalah Sebagai Bahan Ajar

Bahan ajar dapat diartikan sebagai segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru atau instrukstur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang tidak tertulis.38

Jika dilihat dari sifatnya menurut Prastowo bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yakni; (1) Bahan ajara berbasis cetak, (2) Bahan ajar berbasis teknologi, (2) Bahan ajar yang digunakan untuk praktek /proyek, (4) Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia. Majalah sendiri merupakan salah satu contoh bentuk bahan ajar berbasis cetak.39 Majalah adalah bahan ajar cetak yang berisi konten yang disertai gambar, dikemas, dan ditampilkan secara menarik dan sederhana agar memudahkan pembaca dalam memahami konsep. Majalah mengandung pesan yang dapat menjadi sumber belajar bagi siswa. Majalah merupakan sumber informasi aktual yang dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Melalui majalah ilmiah atau majalah pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar secara kreatif, yang dimaksud dengan

“belajar secara kreatif” adalah setiap baik secarakelompok maupun individu termotivasi untuk terus berkarya dan beraktivitas atau berfikir kritis dan logis berdasarkan berita aktual yang disajikan dalam majalah sehingga dapat diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

38 Nurul Huda Panggabean & Amir danis, Desain pengembangan Bahan Ajar Berbasis SAINS, (Yayasan Kita Menulis, 2020), 3.

39 Anyndia Fajarini & Depict Pristine Adi, Pengembangan bahan ajar IPS, 2021, 12.

(45)

4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan nama mata pelajaran ditingkat sekolah atau nama program studi di perguruan tinggi yang identik dengan istilah “Social Studies” dalam kurikulum di persekolahan di negara lain, khususnya di negara-negara Barat seperti Australia dan Amerika Serikat. Nama IPS yang lebih dikenal social studies dinegara lain itu merupakan istilah hasil kesepakatan dari para ahli atau pakar kiata di Indonesia. Namun, pengertian IPS di tingkat persekolahan itu sendiri mempunyai perbedaan makna khususnya antara IPS untuk Sekolah Dasar (SD) dengan IPS di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan IPS untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengertian IPS di persekolahan tersebut ada yang berarti program pengajaran, ada yang berarti mata pelajaran yang berdiri sendiri, ada yng berarti gabungan (paduan) dari sejumlah mata pelajaran atau disiplini lmu. Perbedaan ini juga dapat pula diidentifikasi dari perbedaan pendekatan yang diterapkan pada masing- masing jenjang persekolahan tersebut.40

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan bidang ilmu sosial yang memusatkan kajiannya pada aktivitas kehidupan manusia dengan demikian fokus kajian Ilmu Pengetahuan Sosial adalah aktivitas

40Idad Suhada, Konsep Dasar IPS, (Bandung : PT RemajaRosdakarya, 2017), 25.

(46)

manusia dalam berbagai dimensi dan karakteristik manusia sebagai mahluk sosial (homo socius).41

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosil dan humaniora, yaitu :sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum dan budaya.42

Jadi, Social Studies atau IPS adalah program pembelajaran yang bertujuan untuk membantu dan melatih peserta didik, agar memiliki kemampuan untuk mengenal dan menganalisis suatu persoalan dari berbagai sudut pandang secara komprehensif. Sebagai contoh kita membahas Candi Borobudur, sang guru pasti akan membicarakan letak dan keadaan geografisnya (Geografi), latar belakang didirikan, tujuan, waktu dan tokoh pemrakarsanya (Sejarah), nilai ekonomis sebagai pusat wisata terbesar di Jawa (Ekonomi), kerjasama sosial budaya keterlekatan masyarakat dengannilai-nilai spiritual (Sosiologi).

Semuanya ini dikaji secara komprehensif, dan pembahasan serupa bisa terjadi pada topik apapun, sehingga dipeolrh gambaran sesuatu yang lebih utuh dan menyeluruh.43

b. Karakteristik Ilmu Pengetahuan Sosial

Terdapat beberapa karakteristik mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diantaranya sebagai berikut :

1) Menautkan teori ilmu dengan fakta ataupun sebaliknya.

41Moh. Sutomo, Pengembangan Kurikulum IPS, (Surabaya : Pustaka Radja, 2019)., 1.

42Ahmad Susanto, Pengembangan Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar, (Jakarta :Prenada media Group, 2014), 6.

43Dadang Supardan, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Perspektif Filosofi dan Kurikulum, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2018), 17.

(47)

2) IPS menghayati hal-hal, arti, dan penghayatan hubungan antar manusia yang bersifat manusiawi.

3) Mengutamakan peran aktif peserta didik melalui proses belajar inkuiri.

4) Pengembangan program pembelajaran senantiasa melaksankan prinsip-prinsip, karakteristik (sifatdasar), dan pendekatan yang menjadi ciri IPS itu sendiri.

5) Penelaahan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bersifat komprehensif.

6) Berusaha untuk memuaskan peserta didik yang berbeda melalui program maupun pembelajarannya.

7) IPS dihadapkan secara konsep dan kehidupan sosial yang sangat labil.

8) Pembelajaran tidak mengutamakan pengetahuan semata.

9) Program pembelajaran disusun dengan meningkatkan atau menghubungkan bahan-bahan dari berbagai disiplin ilmu sosial dan lainnya dengan kehidupan nyata dimasyarakat, pengalaman, permasalahan, kebutuhan dan memproyeksikannya kepada kehidupan dimasa depan.44

c. Tujuan dan Manfaat Ilmu Pengetahuan Sosial.

Dalam Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standart Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, Menjelaskan bahwa

44Moh. Sutomo, 4-5.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitan ini adalah (1) membuat kriteria bahan ajar IPS Terpadu yang dibutuhkan siswa, (2) membuat model dan materi bahan ajar IPS Terpadu untuk siswa kelas VIII,

Setelah penelitian dilakukan diperoleh hasil berikut: (1) kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan ajar kebencanaan meliputi: a) isi materi bahan ajar kebencanaan berbasis

Model bahan ajar buku mata pelajaran IPS materi sebaran barang tambang di Indonesia agar menarik minat baca siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama pada aspek materi

Tujuan penelitian (1) Mengetahui kriteria bahan ajar yang diinginkan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran pada materi interaksi manusia dengan lingkungan

bahwa siswa menggunakan bahan ajar berupa buku ajar dan lembar kerja siswa (LKS) namun beliau mengatakan “buku ajar akuntansi kelas XI dengan materi siklus akuntansi

Alasan pemilihan bahan ajar tentunya dilihat dari materi yang terkandung dalam bahan ajar apakah telah sesuai dengan kebutuhan siswa serta memenuhi Standar

pembelajaran. Adapun peran bahan ajar bagi guru adalah sebagai berikut: a) Menghemat waktu dalam mengajar; b) Mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi fasilitator;

Model bahan ajar buku mata pelajaran IPS materi sebaran barang tambang di Indonesia agar menarik minat baca siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama pada aspek materi