ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian
4. Interpretasi Hasil
a. Pengaruh tingkat kepatuhan wajib pajak badan terhadap peningkatan penerimaan pajak
Hasil uji kausalitas menunjukkan bahwa variasi variabel tingkat kepatuhan wajib pajak badan hanya mampu menjelaskan 67,1% variasi variabel peningkatan penerimaan pajak. Tingkat kepatuhan wajib pajak badan secara individual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat kepatuhan wajib pajak badan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak atau dengan kata lain H1 diterima. Hasil ini dapat
70 disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan Wajib Pajak badan melaporkan dan melunasi kewajiban perpajakannya maka penerimaan pajak pada KPP akan meningkat.
Penelitian ini mendukung penelitian Euphrasia Susi Suhendra (2010) dan Asri Fika Agusti dan Vinola Herawati (2009), serta suryadi (2006) yang menyatakan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak badan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak pada kantor pelayanan pajak.
b. Pengaruh interaksi antara tingkat kepatuhan wajib pajak badan dengan penagihan terhadap peningkatan penerimaan pajak
Analisis interaksi tingkat kepatuhan wajib pajak badan dengan penagihan menunjukkan bahwa tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak. Variabel moderasi tingkat kepatuhan wajib pajak badan menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,464 > 0,005, hal ini menandakan bahwa penagihan pajak tidak dapat menjadi variabel moderating antara tingkat kepatuhan wajib pajak badan dan peningkatan penerimaan pajak atau dengan kata lain H2 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar atau semakin kecilnya penagihan pajak yang dilaksanakan, maka tidak ada pengaruhnya terhadap peningkatan penerimaan pajak. Hal ini dikarenakan sistem administrasi penagihan pajak yang rumit dan memerlukan waktu cukup lama, sehingga akan menghambat peningkatan penerimaan pajak ke dalam kas negara.
71 Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Zakiah M.Syahab dan Hantoro Arief Gisijanto (2008) yang menyatakan bahwa penagihan pajak berpengaruh terhadap penerimaan pajak penghasilan badan. Akan tetapi, mendukung penelitian yang dilakukan oleh Devi Endah Pratami (2010) yang menyatakan bahwa penagihan pajak menggunakan surat paksa tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak.
72
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat kepatuhan wajb pajak badan terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan dengan penagihan pajak sebagai variabel moderating yang dilakukan pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan pengujian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat kepatuhan wajib pajak badan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansinya yang memperoleh nilai sebesar 0,000 karena nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka Ha1 diterima.
2. Penagihan pajak tidak bisa menjadi variabel moderating antara tingkat kepatuhan wajb pajak badan dan peningkatan penerimaan pajak penghasilan. Hal ini karena tingkat signifikansi moderasinya sebesar 0,464 jauh di atas 0,05 sehingga Ha2 ditolak.
B. Implikasi
Implikasi dari hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak badan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan. Penerimaan pajak
73 penghasilan badan yang cukup besar ini akan memberikan kontribusi terhadap sumber penerimaan negara dalam menjalankan pembangunan nasional.
Dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak sebaiknya Direktorat Jenderal Pajak melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya pajak dalam kehidupan bernegara, karena pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang paling utama dari dalam negeri untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Selain itu fiskus atau petugas pajak yang berada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) diharapkan dapat lebih meningkatkan pembinaan atau sosialisasi mengenai peraturan-peraturan dan tata cara perpajakan kepada masyarakat agar masyarakat bisa lebih mengetahui dan mematuhi Undang-Undang Perpajakan yang berlaku sehingga mereka mempunyai kesadaran dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Dengan demikian wajib pajak diharapkan mematuhi peraturan perpajakan dan mempunyai kesadaran untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Baik badan maupun orang pribadi yang telah memenuhi syarat sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-Undang perpajakan wajib melaksanakan kewajiban perpajakannya diantaranya mendaftarkan diri sebagai wajib pajak atau pengusaha kena pajak, mengisi dan menyampaikan SPT, membayar atau menyetor pajak terutang, dan sebagainya. Oleh karena itu wajib pajak yang terdaftar tidak lalai dalam melaksanakan kewajibannya serta tidak mempunyai tunggakan atau hutang pajak, sehingga petugas pajak tidak perlu melakukan himbauan ataupun melakukan penagihan dengan mengeluarkan surat yang memiliki kekuatan hukum.
74 C. Keterbatasan
Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yang mungkin dapat melemahkan hasilnya. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tingkat pengaruh antara variabel independen tingkat kepatuhan wajib pajak badan dan variabel dependen peningkatan penerimaan pajak tidak kuat yang disebabkan oleh pemakaian variabel moderating yang kurang tepat.
2. Variabel penagihan pajak pada penelitian ini terbatas pada salah satu bentuk penagihan aktif yaitu surat paksa, bukan pada seluruh tata cara penagihan.
3. Ruang lingkup penelitian ini hanya dilakukan disatu Kantor Pelayanan Pajak sehingga hasil penelitian ini terbatas generalisasinya.
D. Saran
Terdapat beberapa saran dengan maksud untuk meningkatkan mutu penelitian selanjutnya. Untuk itu, penelitian selanjutnya sebaiknya:
1. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah atau mengganti variabel moderating penagihan pajak dengan variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap interaksi variabel kepatuhan pajak terhadap penerimaan pajak. Serta penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap optimalisasi penerimaan pajak, seperti
75 kemudahan dalam sistem administrasi perpajakan, pelayanan pajak dan undang-undang perpajakan.
2. Diharapkan penelitian selanjutnya menambah jumlah tahun pajak yang digunakan dalam penelitian menjadi 5 tahun atau lebih agar mendapatkan hasil yang lebih akurat.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas wilayah sampel penelitian, bukan hanya pada satu Kantor Pelayanan Pajak, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian dengan tingkat generalisasi yang lebih.
76