BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
3. Investasi Asing Langsung
Menurut Krugman yang dimaksud dengan investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) adalah arus modal internasional dimana perusahaan dari suatu negara mendirikan atau memperluas perusahaannya di negara lain. Oleh karena itu tidak hanya terjadi pemindahan sumber daya, tetapi juga terjadi pemberlakuan kontrol terhadap perusahaan di luar negeri. Penelitian Sarwedi (2002) menjelaskan”bahwa”FDI”lebih”penting”dalam”menjamin”kelangsungan
pembangunan dibandingkan”denganaliranbantuanatau”modalportofolio yang nilai dan jumlahnya dapat berubah-ubah setiap waktu. Sebab”terjadinya”FDI”di”suatu”negara”diikuti”dengan”transfer”of”tech nology, know-how, management”skill, serta risiko usaha relatif
kecil”dan”lebih profitable.”Maksud”dari”transfer”teknologi adalah diperoleh mekanisme produksi, desain produk, peningkatan aktivitas
Research and Development perusahaan, meningkatkan kualitas output yangdihasilkandandapat”memperkuat”produktivitas”domestik.
Pemodal yang menanamkan modalnya secara langsung, maka secara fisik investor hadir dalam menjalankan usahanya. Hadirnya investasi asing secara langsung tersebut memberikan konsekuensi hukum bahwa badan usaha tersebut harus tunduk pada ketentuan hukum di negara yang ditanamkan modalnya.
Teori’Harrod-Domar’menggabungkan’dari pendapat kaum klasik dan Keynes, yang menekankan peran pertumbuhan’modal’dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar memandang bahwa pembentukan’modal’dianggap’sebagai pengeluaran yang akan menambah kemampuan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan jasa,
maupun sebagai pengeluaran yang akan”menambah permintaan
efektif”seluruh”masyarakat.”Apabila’pada”suatu”masa”tertentu”dilakuk
an sejumlah pembentukan modal, maka pada masa
berikutnya”perekonomian tersebut mempunyai kemampuan untuk
2004).
Modal asing tidak”hanya”membawa”uang”dan”mesin tetapi juga keterampilan teknik. Ia membuka daerah-daerah terpencil dan menggarap sumber-sumber”baru”yang belum”dimanfaatkan. Risiko”dan”kerugian pada tahap”perintisan”juga”ditanggung”modal”asing. Selanjutnya, modal asing mendorong”pengusaha”setempat”untuk”bekerja sama dengan perusahaan asing. Ia meniadakan”problem”neraca pembayaran dan menurunkan tekanan inflasi. Modal”asing”membantu memodernisasi masyarakat”dan memperkuat sektor negara maupun sektor swasta.
Investasi”asinglangsung merupakan”aliran”arusmodal”yang”berasal dari”luar’negeri’untuk membeli barang-barang modal dan”
perlengkapan-perlengkapan produksi dalam menambah kemampuan memproduksi
barang-barang dan jasa jasa yang tersedia dalam perekonomian (Sukirno, 2004). Keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya investasi asing langsung antara lain:
a. Produksibeberapaproduk”kebutuhan”masyarakat dengan tujuan untuk”ekspor (dengan”penggunaan”bahan”baku yang umumnya
berasal dari domestik akan meningkatkan kuantitas dan
kualitasnya).
b. Bila produksi mengalami kegagalan, maka seluruh risiko ditanggung oleh penanam modal dalam investasi asing langsung. c. Tenagakerja”domestikakan”memperoleh”kesempatan kerja dan
d. Terbukanya kesempatan untuk membangun perusahaan nasional yangsejenis,”sehingga”akan”dapatmeningkatkanpembangunan. e. Devisa”akan”meningkat”jumlahnya, selain”akan meningkatkan
nilai tukar dalam negeri, dana untuk pembangunan
juga”meningkat.
f. Langsung memperkenalkan manfaat ilmu, teknologi dan
organisasi yang”mutakhir”ke”negara”yang”dituju.
g. Mendorong”perusahaan”lokal untuk berinvestasi”lebih banyak
pada industri pendukung atau dengan bekerja sama
dengan”perusahaan asing.
h. Sebagian”laba pada umumnya”ditanamkan kembali pada pengembangan”atau”modernisasi”industri”terkait.
i. Kemungkinan”terjadi”pelarian”modal”berkurang.
Namun kerugian yang dapat diperoleh dengan adanya investasi asing langsung antara lain:
a. Penyediaan sejumlah modal oleh perusahaan-perusahaan multinasional dalam kenyataannya justru menurunkan tingkat tabungan”maupun investasi domestik di negara tuan rumah sehubungan dengan”akan”terciptanya”aneka bentuk persaingan tidak sehat”yang”bersumber”dari perjanjian-perjanjian produksi ekslusif antara pihak perusahaan multinasional dengan pihak pemerintah”di”negara”tuan”rumah.
dapatkan”dalam”perekonomian”tuan”rumah.
c. Terhambat atau terganggunya perkembangan perusahaan-perusahaan domestik yang sebenarnya bisa menjadi pemasok barang sejenis.
d. Terpacunya”tingkat konsumsi domestik sehingga menurunkan minat masyarakat”untuk”menabungkan”atau”menginvestasikan tambahan pendapatan.
e. Dalam jangka panjang, investasi asing dapat mengurangi penghasilan devisa”baik”dari sisi”neraca transaksi”berjalan maupun neraca modal.
f. Kecilnya kontribusi yang didapatkan bagi”penerimaan
pemerintah dalam bentuk pajak”yang disebabkan”oleh
adanya”konsesi-konsesi pajak”yang”bersifat”liberal, pemberian
fasilitas penanaman modal yang”berlebihan,
subsidi-subsidi”terselubung, serta proteksi yang diberikan oleh
pemerintah”negara”tuan”rumah.
Ada beberapa jenis FDI yaitu (Kurniati et al., 2007): FDI vertikal merupakan investasi dimana perusahaan akan melakukan kegiatan produksi”di”negara-negara”yang memiliki biaya”tenaga”kerja rendah, kemudian hasil”produksi di”negara”tersebut”akan”disalurkan”kembali ke negara induk. Misalnya”suatu”produk’yang’proses’produksinya
capital-intensive akan memindahkan proses produksinya ke negara-negara yang
memproduksi barang sama dibeberapa negara. Investasi asing jenis ini memiliki motivasi untuk mencari pasar baru. Keuntungan dari investasi asing dengan jenis horizontal adalah”efisiensi”dalam”biaya”transportasi, karena tempat produksi yang’ada’menjadi’lebih’dekat’dengan’konsumen. FDI”juga”dapat dibedakan menjadi”jenis greenfield dan akuisisi (pengambilalihan). Investasi”dengan”jenis greenfield”akan membangun unit”produksi”yang”baru, sementara”FDI tipe”akuisisi akan membeli sebagian’kepemilikan’dari’perusahaan’yang’sudah’ada’sebelumnya.
Sementara’itu, FDI”juga”dapat’dibedakan’berdasarkan motivasi yang
melatarbelakangi investor asing: resource seeking yaitu
investasi”untuk”mencari”faktor-faktor”produksi yang lebih efisien di negara lain karena lebih murah; market seeking yaitu investasi dengan tujuan mencari pasar baru (merger dan akuisisi) atau mempertahankan pasar yang lama; dan efficiency seeking yaitu investasi untuk meningkatkan efisiensinya dengan mengambil keuntungan dari economic
scale dan scope. Tipe FDI ini banyak digunakan di negara-negara
berkembang.
Teori”eklektis”menetapkan”tiga persyaratan”yang diperlukan bila sebuah”perusahaan”akan”berkecimpung dalam investasi asing. Pertama, adanya keunggulan”spesifik”perusahaan. Kedua, keunggulan internalisasi dan ketiga adalah”keunggulan”spesifik”negara. Pertama”dan”kedua dapat menghasilkan investasi asing yang mengarahkan ke ekspor maupun
produksi”lokal”saja (Febrina, 2014).
Menurut Boediono (1990) dalam”teori”makro Keynes, keputusan investasi akan dilaksanakan atau tidak tergantung pada perbandingan antara besarnya keuntungan yang diharapkan (yang menyatakan dalam
persentase satuan waktu) di suatu pihak dan biaya penggunaan
dana”atau”tingkat bunga”di”pihak”lain (Putri & Sulasmiyati, 2018). Misalnya, apabila tingkat bunga yang berlaku dipasar uang sebesar 2% setiap bulan (atau 24% setahun), sedangkan keuntungan yang diharapkan sebesar 50% maka investasi tersebut masih menguntungkan, karena keuntungan (kotor) yang diharapkan 50% - 24% = 26% pertahun. Maka”jika”pengusaha”tersebut”rasional, investasi tersebut akan dilaksanakansecara”ringkas:
1) Jika”keuntungan”yang”diharapkan”lebih”besar”daripada bunga, maka”investasi dilaksanakan.
2) Jika keuntungan yang diharapkan lebih kecil daripada bunga, maka investasi tidak dilaksanakan.
3) Jika keuntungan yang diharapkan sama dengan bunga, maka investasi bisa dilaksanakan bisa juga tidak.