BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
4. Kemudahan Berusaha
Kemudahan berusaha atau Ease”of’Doing”Business (EDB) adalah
suatu sistem’efisien’yang’membuat’investor’dan’pebisnis lebih mudah berinvestasi dan’mengembangkan”usahanya. Hal ini karena kemudahan berusaha dilakukan secara”efisien, transparan”dan”mengimplementasi
dengan cara sederhana sehingga membuat para pebisnis terus mengupayakan untuk mendorong”usahanya (Luh & Dianawati, 2015).
Kemudahan berusaha berfokus pada aturan yang membantu sektor swasta mendorong”perusahaan’memulai usahanya berkembang dan menghindari adanya distorsi pasar. Kemudahan berusaha menampilkan data mengenai peran”penting”dari”pemerintah”serta aturan-aturan”yang dibuat”pemerintah untuk”operasional sehari-hari pada perusahaan domestik berskala kecil. Hal tersebut bertujuan untuk mengefisienkan aturan yang telah dibuat, agar mudah diakses oleh semua yang berkepentingan.
Laporan”kemudahan”berusaha menjadi tolok ukur untuk menentukan lingkungan bisnis dengan memberikan indikator kuantitatif pada aturan yang memengaruhi berbagai bidang kehidupan bisnis. Laporan kemudahan berusaha pertama kali diterbitkan pada tahun 2004, laporan kemudahan berusaha mencakup 48 negara di Afrika Sub-Sahara, 32 di Amerika Latin dan Karibia, 25 di Asia Timur dan Pasifik, 25 di Eropa dan Asia Tengah, 20 di Timur Tengah dan Afrika Utara, 8 di Asia Selatan, dan 32 negara OECD berpenghasilan tinggi. Sehingga memiliki jumlah 190 negara. Kemudahan berusaha melihat usaha kecil dan menengah (UKM) domestik dan menyelidiki aturan yang meningkatkan aktivitas bisnis. Sebagaimana dinyatakan dalam situs web World Bank’s Doing Business, “tujuan utama dari laporan kemudahan berusaha adalah memberikan dasar objektif untuk memahami dan meningkatkan aturan untuk bisnis di seluruh
dunia.” Perlu dicatat bahwa indikator "mendapatkan listrik" pertama kali dimasukkan dalam laporan Doing Business pada tahun 2010.
Laporan kemudahan”berusaha menyediakan”data secara”kuantitatif dalam”peraturan”untuk”memulai usaha, mendaftarkan properti, perlindungan investor”kaum”minoritas, perdagangan”lintas”negara, penegakan”kontrak, pembayaran”pajak, izin”konstruksi, mendapatkan kredit, menyelesaikan kebangkrutan, dan mendapatkan”listrik. Dengan faktor yang diukur sebagai berikut:
Tabel.2. 1 Indikator Kemudahan Berusaha
NO. INDIKATOR FAKTOR YANG DIUKUR
1. Memulai”bisnis Prosedur,’waktu,’biaya,’dan setoran
modal awal minimum untuk
memulai”bisnis”sebuah”perusahaan perseroan”terbatas.
2. Pendaftaran”properti Prosedur,’waktu,’dan”biaya untuk mentransfer properti”dan kualitas sistem”administrasi”tanah.
3. Perlindungan”investor Hak-hak pemegang saham
minoritas”dalam transaksi pihak terkait serta tata kelola pada perusahaan”tersebut.
4. Perdagangan”lintas
negara
Waktu”dan”biaya yang digunakan
untuk ekspor”produk dengan
keunggulan”komperatif”dan impor terhadap”suku”cadang.
5. Penegakan”kontrak Waktu dan biaya dalam
penyelesaian”sengketa komersial dan”kualitas”proses”peradilan. 6. Pembayaran”pajak Pembayaran,’waktu,’dan’tarif’pajak
total’pada perusahaan dengan tujuan untuk”memenuhi segala”peraturan yang”berkaitan”dengan”pajak.
7. Izin”konstruksi Prosedur,”waktu,”dan”biaya untuk
menyelesaikan semua izin dalam membangun semua gudang dan kontrol”kualitas serta mekanisme keamanan”dalam”sistem”perizinan.
8. Mendapatkan”kredit Hukum”yang mengatur jaminan yang dapat”bergerak”serta sistem informasi’yang’mengatur’kredit.
9. Menyelesaikan
kebangkrutan
Waktu, biaya, hasil, dan”tingkat
pemulihan untuk kebangkrutan
komersial’serta”kekuatan”kerangka hukum”kebangkrutan.
10. Mendapatkan”listrik Prosedur,”waktu,”dan biaya untuk dapat”terhubung”ke jaringan listrik, keandalan pasokan listrik serta biaya dalam”pemakaian”listrik.
Sumber: World Bank 2018
Laporan kemudahan berusaha menyajikan data dalam dua bentuk,
distance to frontier (DTF) dan peringkat kemudahan berusaha yang
didasarkan pada skor DTF. Skor distance to Frontier (DTF) merupakan indeks kemudahan berusaha yang menggunakan pendekatan rata-rata sederhana untuk menghitung dan mengukur masing-masing indikator yang tercantum pada kemudahan berusaha. Data yang dipublikasikan oleh World Bank merupakan perhitungan pertama pada skor DTF yang dilakukan’untuk’menghitung’masing-masing’indikator (setiap topik) lalu data dirata-ratakan pada semua indikator (ke 10 topik) dengan tujuan untuk menghitung’jarak’agregat’ke’skor garis perbatasan. Sedangkan peringkat kemudahan berusaha membandingkan negara satu sama lain.
Jika dibandingkan dari tahun ke tahun, skor DTF menunjukkan seberapa besar lingkungan peraturan bisnis untuk wirausahawan lokal dalam suatu perekonomian”telah”berubah”dari waktu ke waktu secara absolut, sementara peringkat kemudahan berusaha hanya menunjukkan seberapa besar lingkungan peraturan bisnis telah relatif berubah terhadap itu di negara lain.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor DTF membantu mengukur jarak masing-masing ekonomi ke “perbatasan”, yang mewakili kinerja terbaik untuk diamati pada masing-masing indikator ekonomi dalam melakukan bisnis. Sehingga dapat dilihat kesenjangan pada tiap negara antara kinerja ekonomi dan kinerja terbaik di seluruh sampel dari 41 indikator untuk 10 topik kemudahan berusaha. Sedangkan peringkat kemudahan berusaha melengkapi skor DTF dengan menampilkan data atau informasi’mengenai’kinerja’ekonomi’dalam’peraturan bisnis relatif terhadap kinerja ekonomi’yang’telah’diukur’oleh’Doing Business. Rentan
peringkat ekonomi suatu negara ini dari 1 sampai 190 (World Bank, 2015). Peringkat 1’merupakan’negara’yang’terbaik atau negara yang mempunyai regulasi atau aturan dalam menerapkan iklim bisnis yang kondusif.
Skor”DTF”dan’peringkat’dari masing-masing indikator bervariasi, sehingga”seringkali”secara substansial pada indikator mengindikasi bahwa kinerjayangkuat”dari”sebuah”ekonomi”pada”tahun”tertentu hadir bersama dengan”kinerja”yang”lemah”pada”ekonomi”lain.
Skor”DTF”merupakan”cara yang”cepat untuk”menilai”keragaman dari kinerja”peraturan berusaha”sebuah”ekonomi”di masing-masing negara, skala 0 mencerminkanskorterburuk dan skala”100 menunjukkan skor yang paling baik (World Bank, 2018). Misalnya, skor 76 dalam Doing
Business 2018 menggambarkan 24 poin persentase dari perbatasan,
berdasarkan kinerja terbaik di seluruh ekonomi dari waktu ke waktu. Skor 85 dalam Doing Business 2019 menunjukkan bahwa ekonomi membaik.
Perbedaan antara skor DTF setiap negara dengan tahun sebelumnya menggambarkan sejauh mana negara telah menutup kesenjangan peraturan dari waktu ke waktu.