BAB IV PRINSIP ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN YANG
C. Itikad Baik dalam Perjanjian yang Dilarang pada Putusan
Terdapat itikad baik yang dipertimbangkan oleh Hakim Pengadilan Negeri dalam pengecualian dalam perjanjian yang dilarang di Indonesia dalam hal jenis perjanjian tertutup. Bahwa dalam duduk perkara putusan 01/PDT.
KPPU/2013/PN/JKT.UT terdapat itikad baik PT. Pelindo yang melatar belakangi perjanjian yang dilarang di Indonesia.
Bongkar muat CPO selain dilakukan oleh PT. Pelindo, dilakukan juga oleh perusahaan bongkar muat lainnya. Sebelumnya pada kisaran tahun 2002 – 2008 Kapal tangki CPO harus angker / tambat sampai 34 hari untuk bisa melakukan bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur, karena bongkar muat CPO harus dilakukan di Dermaga multi purpose sehingga bercampur dengan kapal kargo, nelayan, dan jenis kapal lainnya.
Kondisi harus menunggu untuk bongkar muat tersebut menimbulkan operasional pengangkutan yang berbiaya tinggi bagi konsumen (Pemilik CPO), menurut kesaksian Emy Laksana dan Ivandi Al Ghafar di bawah sumpah, biaya kapal bersandar untuk tunggu bongkar muat, per hari sebesar USD 5.000. – 6.000.
Menjalankan amanat yang diberikan Undang-Undang untuk menjaga kelancaran lalu lintas barang di pelabuhan, PT. Pelindo pada tahun 2009 melakukan investasi kurang lebih Rp. 65 Milyar, yaitu membangun dermaga 7 khusus curah cair
beserta pipa-pipa yang terkoneksi dengan pipa-pipa milik 5 perusahaan tangki timbun, dengan investasi tersebut Kapal Tangki CPO dapat langsung melakukan bongkar muat CPO di dermaga 7 tanpa harus menunggu 3 – 4 hari.
Untuk mewujudkan tersebut PT. Pelindo melakukan perjanjian kerja sama yang dilarang dengan konsumen-konsumennya yaitu perjanjian tertutup. Agar Perjanjian kerja sama tersebut memberi kepastian kepada PT. Pelindo tidak mengalami kerugian yang sangat besar akibat investasi tersebut. Karena investasi tersebut cukup besar namun fasilitas tersebut hanya untuk pengguna jasa bongkar tertentu atau jasa bongkat muat CPO. Sehingga besar kemungkinannya untuk PT.
Pelindo mengalami kerugian akibat investasi bongkar muat CPO.
Setelah tercipta fasilitas bongkar muat CPO dengan investasi PT. Pelindo memberi banyak dampak positif yaitu dapat dilihat dari mulai beroperasinya dermaga 7 berdampak pada selesainya masalah inefisiensi pada kegiatan bongkar muat CPO dimana biaya dan waktu konsumen (Pemilik CPO) menjadi sangat efisien sejak menggunakan fasilitas dan sarana yang dibangun PT. Pelindo dibanding dengan bongkar muat CPO melalui pipa-pipa yang dibangun tangki timbun yang terhubung ke Dermaga 1, 2 dan 3 yang merupakan dermaga multi purpose.
KPPU menyimpulkan bahwa perjanjian penyewaan lahan dengan klausul jasa bongkar muat termasuk perjanjian yang dilarang oleh Pasal 15 ayat (2), pada hal PT.
Pelindo sudah menghabiskan banyak investasi untuk menyelesaikan masalah inefisiensi. Kemudian Hakim Pengadilan Negeri mengecualikan perjanjian yang dilarang dibuat oleh PT. Pelindo dengan konsumen-konsumennya karena perjanjian
yang dilarang tersebut banyak memberi dampak positif kepada pelaku usaha maupun masyarakat banyak. Karena keuntungan pelaku usaha biaya bongkar muat yang murah yang kemudian berdampak pada masyarakat dengan harga yang lebih murah.
Sehingga itikad baik PT. Pelindo yang telah menginvestasi sebesar 65 milyar untuk mewujudkan biaya bongkar muat yang murah berakibat pengecualian perjanjian yang dilarang di Indonesia walaupun tidak termasuk pengecualian perjanjian yang dilarang yang diatur oleh UU nomor 5 tahun 1999. Itikad baik tersebut merupakan pertimbangan Hakim dalam mewujudkan keadilan atas itikad baik yang diperbuat oleh PT. Pelindo.
Bahwa hakim disamping harus memegan kepastian hukum, hakim harus menegakkan keadilan. Keadilan adalah hakikat hukum dan tujuan tertinggi hukum.
Itikad baik adalah jalan bagi hakim untuk menuju kepada keadilan.96
96Ridwan Khairandy, Op cit, hlm 1-2
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Perjanjian yang dilarang di Indonesia dalam UU nomor 5 tahun 1999 berakibat batal demi hukum karena melanggar UU.
2. Dalam Perkara PT. Pelindo Putusan Nomor 02/KPPU-I/2013 bahwa PT. Pelindo telah melanggar Pasal 19 UU nomor 5 tahun 1999, KPPU menggunakan pendekatan Per Se Illegal, Dalam menentukan suatu perjanjian yang dilarang telah melanggar ketentuan hukum persaingan usaha, khususnya Indonesia, undang-undang menggunakan pendekatan per se illegal dan rule of reason sebagai alat bukti. Kedua pendekatan tersebut telah lama diterapkan untuk menilai suatu tindakan tertentu dalam bisnis melanggar UU persaingan usaha, sehingga KPPU cukup membuktikan bahwa telah terjadi pelanggaran sesuai dengan jenis perjanjian atau perbuatannya. Sehingga pelaku usaha dianggap telah melakukan perbuatan yang dilarang tanpa melihat akibat atau efek yang ditimbulkan dari perbuatan/perjanjian tersebut.
3. Prinsip Itikad baik merupakan prinsip yang lebih dekat dengan keadilan. Dalam putusan nomor 01/PDT.KPPU/2013/PN/JKT.UT bahwa Hakim membatalkan putusan KPPU nomor 02/KPPU-I/2013 yang PT. Pelindo terbukti melakukan perjanjian yang dilarang. Pembatalan putusan KPPU tersebut dikarenakan itikad baik PT. Pelindo yang terbukti sangat banyak berdampak positif bagi masyarakat
dan negara sehingga untuk mewujudkan keadilan maka perjanjian yang dilarang oleh PT. Pelindo diberikan pengecualian.
B. Saran
1. Indonesia dapat memasukkan pengecualian terhadap perjanjian yang dilarang yang berdampak positif pada masyarakat dan/atau negara dalam UU persaingan usaha, dan perlu juga memperbolehkan perjanjian yang dilarang dengan ketentuan-ketentuan yang di izinkan oleh pemerintah untuk memajukan ekonomi negara.
2. Selain meggunakan pendekatan Per Se Illegal, KPPU juga harus mengedepankan keadilan dalam menentukan perjanjian yang dilarang, karena pendekatan Per Se Illegal yang digunakan KPPU memiliki kelebihan dalam membuktikan suatu perjanjian yang dilarang namun memiliki kekurangan belum tentu perjanjian yang dilarang tersebut layak untuk dibatalkan maka keadilan perlu diutamakan oleh KPPU dalam menentukan perjanjian yang dilarang.
3. Peraturan di Indonesia harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan itikad baik (membuat peraturan dan ketentuan-ketentuan mengenai itikad bak di dalam KUH Perdata dan UU persaingan usaha) sehingga dapat menerapkan itikad baik di Indonesia untuk memberikan kepastian hukum dalam itikad baik.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-Buku
Ashsofa, Burhan,Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Black, Henry Campbell, Black Law Dictionary. St. Paul Minn West: Publishing.co, 1999.
Brunggink, J. J. H, Refleksi Tentang Hukum, Bandung: Cirtra Aditya Bakti,1999.
Fajar, Mukti dan Yulianto Achmad,Dualisme Penelitan Hukum Normatif Dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2013.
Firdaus, M, Kamus Hukum Kontemporer. Jakarta: Sinar Grafika,2016.
Fuadi, Munir, Hukum Anti Monopoli Menyongsong Era Persaingan. Bandung: Citra aditya bakti, 1997.
Fuady, Munir, Hukum Anti Monopoli Menyongsong Era Persaingan Sehat. Bandung:
Citra aditya,1999.
Friedman, W.,Teori dan Filsafat Umum. Jakarta: Raja Grafindo,2006.
Gijjsels, Jan dan Mark Van Hoecke,Apakah Teori Hukum Itu? . Bandung:Laboratium Hukum-FH Universitas Katolik Parahyangan, 2001.
Ginting, Elyas Ras, Hukum Anti Monopoli Indonesia dan Perbandingan UU nomor 5 tahun 1999. Bandung: Citra Aditya,2001.
Gordley, James, Myths of French Civil Code, The American Journal of Camparitive Law,1994.
Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Di IndonesiaEdisi Revisi. Jakarta: Sinar Grafika, 1996.
Hanitijo, Ronny, Meteodelogi Penelitan Hukum. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1982.
_____________, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Jakarta: Ghalia Indonesia,1990.
Hartono, Sunaryati, Penelitian Hukum Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20. Bandung:
Alumni, 1994.
Hermansyah, Pokok-pokok Persaingan Usaha Di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada, 2008.
Holmes, Eric M. A, Contextual Study of Commercial Good Faith: Good Faith Disclosure in Contract Formation. University of Pittsburg Law Review, Vol 39 nomor 3, 1978.
HS, Salim dan Erlies Septiana Nurbani, Penerapan Teori Hukum pada Penelitian tesis dan Disertasi. Jakarta: PT. Rajawali pers, 2013.
Ibrahim, Johnny, Hukum Persaingan Usaha. Malang: Bayu Media, 2006.
Lubis, M. Solly, Filsafat Ilmu dan Penelitian. Bandung: CV. Mandar Madju, 1994.
______________, Diktat Teori Hukum. Medan: Rangkaian Sari Kuliah Semester II, Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum USU: 2007.
Kagramonto, L. Budi, Mengenai Hukum Persainga Usaha: Berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1999. Surabaya: Laros, 2009.
Khairandy, Ridwan, Itikad Baik Dalam Kebebasan Berkontrak. Jakarta: Pascasarjana UI, 2004.
Marbun, Kamus Hukum Indonesia. Surabaya: Reality Publisher, 2009.
Margono, Suyud, Hukum Anti Monopoli. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2014.
____________________, Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana Pranada Media Group, 2008.
Meuwissen, D. H. M, Teori Hukum. Jurnal Hukum Pro Justitia, Tahun XII No.2, 1994.
Moleong, Lexy J., Metodologi Penilitian Hukum Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006.
______________, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014.
Nugroho, Susanti Adi, Hukum Persaingan Usaha. Jakarta: Kencana, 2014.
Puspaningrum, Galuh, Hukum Perjanjian Yang Dilarang Dalam Persaingan Usaha.
Yogyakarta: Aswaja, 2015.
Prayoga, Ayudha. D, Persaingan Usaha dan Hukum yang mengaturnya di Indonesia.
Jakarta: Proyek ELIPS, 2000.
Rahardjo, Satjipto, Ilmu Hukum. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2000.
Ridwan, Kebebasan Berkontrak, Pacta Sunt Servanda Versus Itikad Baik. Jakarta:
UI-Press, 2015.
Rokan, Mustaka Kamal, Hukum Persaingan Usaha Teori Dan Praktiknya Di Indonesia. Jakarta: Raja Wali Press, 2010.
Salim, Hukum Kontrak . Jakarta: Sinar Grafika, 2015.
Saliman,Abdul, Hukum Bisnis Untuk Perusahaan Teori dan Contoh Kasus. Jakarta:
Kencana, 2014.
Silalahi, M. Udin, Perusahaan Saling Mematikan dan Bersekongkol: Bagaimana cara memenangkannya ?. Jakarta: Elex Media komputindo, 2007.
Siswanto, Aris, Hukum Persaingan Usaha. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
Setiawan, Ketut, Hukum Perikatan. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.
Setiawan, Pengaruh Yurispudensi terhadap peraturan perundang-undangan. Varia Peradilan, tahun VI nomor 65, 1991.
Soekanto, Soerjono, Pengantar Penilitian Hukum. Jakarta: UI-Press, 2012.
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif : Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Penebit Rajawali Press, 2013.
____________________________, Penilitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.
Soerodjo, Irawan, Hukum Perjanjan Dan Pertanahan.Yogyakarta: Laksbang, 2016.
Soreroso, Perjanjian Dibawah Tangan. Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Sukendar, Kedudukan Lembaga Negara Khusus (Auxilary State’s Organ) dalam konfigurasi ketatangeraan Modern Indonesia. Jakarta: Junal Hukum Persaingan Usaha edisi 1, 2009.
Sunggono, Bambang, Metodologi Penelitian Hukum. Jakarta: Rajawali Pers, 1997.
Suriansyah, Hukum Perjanjian Yang Dilarang Dalam Persaingan Usaha Yogyakarta:
Aswaja, 2015.
Suryabrata, Samayadi, Metodelogi Penelitan. Jakarta: Raja Grafndo Persada, 1998.
Schermeaier, Martin Joseph, Bonafides in Roman Contract Law. Cambridge:
University Press, 2000.
Sjahdeini, Sutan Remy, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan Seimbang bagi Para Pihak dalam Perjanjian Kredit di Indonesia. Jakarta: Institut Bankir Indonesia, 1993.
Rahardjo, Satjipto, Hukum Dalam Jagat Ketertiban. Jakarta: UKI Press, 2006.
Randal, Jason, The Implied Covenant of Good Faith and Fair Dealing in Alaska: One Court’s License to Override Contractual Expectaion. Alaska: law Reviews vol 11, 1994.
Rindjin, Ketut, Etika Bisnis dan Implementasinya. Jakarta: Gramedia, 2004.
Resta, Ngurah Wahyu, Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tana. Bali: Universitas Udayana Masters thesis, 2016.
Ross, Stephen F, Principles of Antitrust Law. Westbury New york: The Foundation Press, 1990.
Rawls, John, A Theory of Justice . London: Oxford University Press, 1971.
Tjokromidjojo, Bintoro dan Mustofa Adidjoyo, Teori dan Strategi Pembangunan Nasional. Jakarta: CV. Haji Mas Agung, 1998.
Ujan, Andrea Ata, Filsafat Hukum-Membangun Hukum, Membela Keadilan.
Yogyakarta: Kanisius, 2009.
Usman, Rachmad, Hukum Acara Persaingan Usaha. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
Usman, Rachmadi, Kelembagaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha dalam penegakan Hukum Persaingan Usaha”, dalam jurnal Cita hukum volume 2 nomor 2. Banjarmasin: Fakultas Hukum Universitas Lambung, 2010.
Viswandro, Kamus Istilah Hukum. Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2014.
Watson, Alan, Roman law and Compartive Law. Athens: University of Georgia Press, 1995.
Wuisman, JJJ., Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia, 1996.
Zimmerman, Reinhard and Simon Whitttaker, Good Faith in European Contract Law. Cambridge: University Press, 2000.
B. Perundang-Undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat.
C. Sumber Lain
Association, America Bar, 1999. Section of Antitrust Law, Monograph 23, the rule of reason
Bernd Tremmf, EU Competion Law and Contracts: Individual Exemption and Block Exemption, International Contract Advisor, Volume II.