B. Hotel Le Meridien Jimbaran Bali
7. Jabu sedapuren lepar ujung kayu (bicara guru)
Dihuni oleh guru (dukun) atau tabib yang mengetahui berbagai pengobatan. Tugasnya mengobati anggota rumah yang sakit.
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 32 8. Jabu sedapuren lepar benana kayu
Dihuni oleh puang kalimbubu dari jabu benana kayu disebut juga jabu pendungi ranan. Karena biasanya dalam runggun adat Karo persetujuan terakhir diberikan oleh puang kalimbubu.
2.4.1.9. Ornamen Suku Karo
Ornamen-ornamen mengandung arti mistik, ini berkaitan dengan kepercayaan pada masa itu Secara umum menggambarkan jati diri, kebersatuan keluarga dan permohonankeselamatan Mengunakan 5 warna : putih, merah, hitam, biru, kuning yang melambangkan jumlah marga di tanah Karo Bahan pewarnanya dibuat dari alam (dah atah taneh)selalu menggambarkan cicak di dinding rumah mereka, baik nampak seperti cicak sebenarnya ataupun bentuk yang menyerupainya Artinya, orang Batak dapat beradaptasi dengan lingkungannya seperti hidup cicak.
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 33 Gambar 2.15. Ornamen pada Rumah Adat Karo
Sumber : sorasirulo.com 2.4.1.10. Jenis Rumah Adat Karo
Rumah adat karo dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dan ditinjau dari dua hal, yaitu :
a. Bentuk Atapnya b. Binangunnya (rangka)
Si waluh jabu Berdasarkan bentuk atap, rumah adat karo dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
1. Rumah Sianjung-anjung
Rumah sianjung-anjung adalah rumah bermuka empat atau lebih, yang dapat juga terdiri atas satu atau dua tersek dan diberi bertanduk.
Gambar 2.16. Jenis Atap Rumah Sianjung-anjung Sumber: sorasirulo.com
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 34 2. Rumah Mecu
Rumah ini bentuknya sederhana, sama seperti rumah-rumah pada umumnya dan mungkin yang membedakannya adalah proses pendiriannya, penghuninya, fungsinya, serta model atapnya. Rumah Mecu ini bermuka dua dan mempunyai sepasang kepala kerbau bertanduk.
Gambar 2.17. Bentuk Atap Rumah Mecu Sumber: sorasirulo.com
2.4.1.11. Struktur Rumah Adat Siwaluh Jabu
Rumah adat siwaluh jabu ini berbentuk rumah panggung dengan ketinggian dua meter dari permukaan tanah. Ukuran rata-rata bangunan ini adalah 17×12 m2 dengan ketinggian kurang lebih 12 m.
Bangunan ini simetris pada kedua porosnya, sehingga pintu masuk pada kedua sisinya terlihat sama. Rumah adat Batak Karo dibangun dengan 16 tiang yang bertumpu pada batu-batu alam berukuran besar (pondasi). Terdapat pembagian penyaluran beban dari bangunan terhadap pondasinya, dimana delapan dari tiang-tiang ini menyangga lantai dan atap, sedangkan yang delapan lagi hanya menyangga lantai saja. Pada bangunan ini masih menggunakan struktur post and lintel, dimana pada bagian atas bangunan (semacam plafon) merupakan suatu penyusunan antar kayu yang dimana balok hanya menumpu pada kolom. Namun sudah ditemukan kemajuan dimana sudah digunakan sistem sendi pada bagian lantai untuk mengikat balok lantainya.
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 35 Gambar 2.18. Struktur Rumah Adat Siwaluh Jabu
Sumber : sorasirulo.com
2.4.2. Interpretasi Tema
Dalam Arsitektur Neo-Vernakular, tidak hanya menerapkan elemen-elemen fisik yang diterapkan dalam bentuk modern tapi juga elemen-elemen non fisik seperti budaya, pola piker, kepercayaan, tata letak, religi, dan lain-lain.
Arsitektur Neo-Vernakular dimaksudkan agar tetap dapat melestarikan unsur-unsur budaya lokal dengan lapisan modernisasi.
Dalam Arsitektur Neo-Vernakular, banyak ditemukan bentuk-bentuk yang sangat modern, namun dalam penerapannya masih menggunakan konsep lama daerah setempat yang dikemas dalam bentuk yang modern.
Arsitektur Neo-Vernakular ini menunjukkan suatu bentuk yang modern tetapi masih memiliki image daerah setempat walaupun material yang digunakan adalah bahan modern seperti kaca dan logam.
Dalam Arsitektur Neo-Vernakular, ide bentuk-bentuk diambil dari vernakular aslinya yang dikembangkan dalam bentuk modern.
2.4.3. Keterkaitan Tema dengan Judul
Kota Berastagi merupakan salah satu tujuan destinasi wisata di Indonesia. Panorama keindahan bukit barisan, hasil pertanian buah dan sayur yang berlimpah, kesejukan alam yang masih memiliki suhu yang rendah, merupakan alasan para wisatawan baik mancanegara maupun domestik untuk berkunjung ke kota ini. Jarak yang tidak jauh dari pusat Kota Medan juga memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan hanya menempuh waktu 1,5 jam menuju ke Berastagi dari Kota Medan. Berastagi
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 36 juga merupakan tempat yang strategis karena akan di lewati apabila kita hendak ingin menuju destinasi wisata lainnya di Provinsi Sumatera Utara.
Air terjun sipiso-piso, Taman Simalem Resort, hingga Danau Toba akan melewati Kota Berastagi.
Selain dengan wisata alam, Berastagi memiliki etnik yang sangat kental yaitu Suku Karo. Hal ini dapat dikembangkan menjadi suatu tujuan pariwisata dengan penanganan yang baik. Menampilkan keistimewaan Suku Karo akan membuat wisatawan yang berkunjung semakin terkesan dengan budaya setempat nya.
Tema Neo-Vernakular yang diangkat pada kasus ini diharapkan bisa menjadikan wisata budaya tentang Suku Karo yang menarik ditengah kemajuan era modernisasi pada saat sekarang ini. Mengkombinasikan unsur adat dengan kemasan modern diharapkan akan tetap menjaga kebudayaan Karo tetap utuh.
Melalui tema ini, diharapkan dapat membuat suatu Hotel Resort yang tidak hanya menampilkan wisata alam tetapi juga wisata budaya tentang suku Karo namun tetap memberikan sebuah respon modernisasi terhadap lingkungan dan iklim Kota Berastagi.
2.4.4. Studi Banding Arsitektur yang Mempunyai Tema Sejenis 1. Joglo Plawang Boutique Hotel, Yokyakarta
Joglo Plawang adalah sebuah hotel resort yang terletak di Yogyakarta, tepatnya Jalan Raya Pakem Turi KM 5, Karanggawang, Girikerto Turi Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Hotel ini berada di satu daerah dengan Merapi Golf Course. Hotel bintang 4 ini juga berada di satu wilayah dengan Monumen Yogya Kembali dan Taman Nasional Gunung Merapi.
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 37 Gambar 2.19. Suasana eksterior dan interior Joglo Plawang Hotel
Sumber : Jogloplawang.com
Hotel berbintang 4 ini memliki 23 kamar. Desain hotel ini adalah pencampuran antara arsitektur modern dan arsitektur tradisional Jawa. Bisa dilihat dari bagian interior kamar, lobby dan eksterior bangunan yang sudah memakai material seperti kaca, dan dipadukan dengan material tradisional seperti kayu. Atap dan ornament yang diperlihatkan juga sangat mencerminkan arsitektur Jawa.
Fasilitas-fasilitas yang disediakan pada Joglo Plawang Boutique Hotel ini dapat dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5. Tabel Fasilitas pada Joglo Plawang Hotel Fasilitas Umum Fasilitas Kamar Hotel 24 hour front desk Bathtub or shower
Bar/lounge Coffe/tea maker
Complimentary newspaper in
lobby Cable/satellite television channels Free parking nearby Complimentary toilet
Garden DVD Player
Gift Shop Garden view
Wi-Fi Inroom safe
Laundry facilities LCD television
Massage Mini bar
Safedeposit box Phone
Universitas Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 38 Outdoor swimming pool Refrigerator
Conference room Wakeup calls
Restaurant
Sumber : jogloplawang.com