• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kalau Aku Jadi

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 43-45)

K

etika menjelang hari pemungutan suara pada pemilihan legislatif, banyak orang anggota partai peserta pemilihan umum mencalonkan diri menjadi anggota dewan perwakilan rakyat daerah.khususnya buat daerah pemil- ihan kota tebing tinggi ada ratusan orang yang terdaftar.

Mereka masing masing mewakili partai yang terdaftar seba- gai peserta pemilu. Diluar itu , tak mungkin orang yang sebagai anggota partai menjadi peserta. Paling paling bisa bertindak sebagai tim sukses dari calon anggota legislatif. Dan bertindak untuk mencari orang orang yang bisa di rekrut sebagai calon pemilih.

Dengan memberikan penga- rahan oleh calon yang bersangkutan, para calon pemilih mendapat penger- tian apa itu pemilihan umum, teris- timewa bagi calon pemilih pemula. Dengan demikian di harapkan tidak terjadi kesalahan dalam menentukan pilihannya kelak. Dan hasilnya benar, maka calon anggota legislatif itu akan menduduki kursi yang sudah disediakan untuk para pemenang. Jadilah ia seorang anggota dewan yang terhormat. Dan mendapat peng- hasilan tiap bulannya. Sekian juta rupiah.

Penghasilannya akan ber- tambah, kalau ia bisa menjdi se-

orang yang berfikir ekonomi untuk

menambah penghasilannya. Dan hal ini sudah menjadi rahasi umum setiap anggota dewan akan mendapat tambahan dengan berbuat sebagai pemborong,misalnya. Hal ini akan membuat ia tak keberatan memberi- kan orang orang yang telah memban- tunya dalam pemilihan yang lalu.

Hal ini sudah merupakan suatu keadaan yang berlaku di kalangan anggota dewan pada masa lalu. Hampir setiap anggota dewan berbuat seperti itu untuk bisa mem- beri bantuan kepada orang yang telah menolongnya untuk memenangkan pemilihan. Mana mungkin ia akan memberikan hasil bulanannya untuk diberikan kepada orang lain. Sedang- kn ia juga mempunyai keluarga yang harus di hidupinya.

Hasil bulanannya itulah yang di bawanya pulang untuk keluarg- anya serta kebutuhan lainnya. Belum lagi untuk keperluan anaknya yang sedang bersekolah. Ya kalau masih tingkat sekolah dasar, kebutuhan- nya belum begitu besar. Tapi anak anaknya sekolah lebih tinggi bahkan kalau ada yang sedang kuliah,betapa

besarnya biaya yang harus dikeluar- kannya.

Kebutuhannya itu harus di tanggulanginya setiap bulan, tak bisa tak ada harus ada. Kalau anak itu akan bersekolah dan bahkan kuliah. Tanggung jawab sebagai orang tua tak menghindar dari kewajiban itu.

Makanya banyak orang menganggap menjadi anggota dewan pasti senang dan berpenghasilan be- sar. Betul kalau kita kaji dari satu sisi saja. Kerja mereka datang isi daftar hadir. Kemudian sidang kalau ada yang harus di bicarakannya. Kalau tidak mereka duduk - duduk saja dan berbincang masalah apa saja yang timbul dalam kelompok itu. Tiap bulan teken uang penghasilannya. Kalau sesekali bisa teken bon untuk keperluan yang mendadak. Gampang saja bisa menghasilkan uang dengan mudah.

Begitulah gambaran anggota dewan pada masa lalu dan apa mung- kin hal ini akan beulang kembali. Kita hanya bisa menanti waktu yang berjalan sesuai dengan kondisi yang berlaku di masanya.

Suatu waktu anggota dewan akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat dalam suasana reses yang diadakan. Mereka yang bergabung dalam rombongan tersebut akan memberikan ceramah tentang pro- gram yang akan di laksanakan oleh pemerintah tentang pembangunan yang akan di kerjakan unuk daerah ini.

Pada masyarakat di beri kes- empatan untuk mengajukan pertan- yaan - pertanyaan yang akan dijawab atau akan menjadi bahan untuk di bicarakan dalam sidang dewan per- wakilan rakyat daerah kelak.

Dengan menerima masu- kan usul - usul dari masyarakat itu akan mejadi bahan para anggota dewan dalam musyawarah yang akan diadakan. Hal ini sangat membantu para anggota dewan tersebut. Den- gan demikian telah terjadi hubungan timbal balik antara anggota dewan dengan masyarakat, dimana mereka berasal dari daerah pemilihannya. Karena telah menerima masukan dari yang hadir dalam pertemuan itu, para anggota dengan mudah melihat dan mendengar apa apa yang telah di sampaikan oleh masyarakat.

Melihat hal ini kita dapat merasakan situasi yang positif ten- tang anggota dewan bekerja sebagai wakil rakyat yang telah menerima mandat dari masyarakat.

Tinggal masyarakat menunggu hasil kerja para anggota dewan dalam

melaksanakan kewajibannya seba- gai orang telah menerima tugas dari rakyat.

Apakah benar mereka mel- akukan tugas itu dengan sepenuh hati tanpa memperhitungkan laba ruginya bagi mereka sendiri. Tapi yang jelas hal itu sudah merupakan hutang yang harus di bayar. Karena ini menyang- kut kepentingan masyarakat banyak dalam era pembangunan masa kini. Segala sesuatunya harus di bangun untuk kepentingan rakyat.

Ada yang menarik dalam hal ini,tentang sikap anggota dewan yang sekarang cepat tanggap dengan apa yang di laporkan masyarakat kepadanya.

Misalnya ada masyarakat melaporkan adanya perjudian yang terselubung dalam sebuah rumah. Setelah mendapat informasi tentang alamat dan daerahnya tempat ke- jadian anggota dewan,cepat bertindak menuju ketempat yang disebutkan.

Dan ternyata kegiatan per- judian tersebut langsug di tutup dan tidak bisa bermain kembali. Den- gan sikap seperti yang di tunjukkan oleh anggota dewan,telah membuat masyarakat telah menerima sikap yang sportif dan positif. Dan pasti anggota masyarakat memberi repon penghargaan juga.

Melihat hal ini, seorang dengan tenang berkata kalau seperti itulah kerja anggota dewan yang terhormat, masyarakat akan menjadi lebih tenang dalam kehidupannya sehari hari. Semuanya bisa di bangun milai dari yang besar sampai jalan setapak di kelurahan,ini membuat rakyat gampang untuk bisa keluar masuk melalui jalan setapak ini. Dan kehidupannya juga lebih baik. Ka- rena mereka bisa berusaha membwa barang dari kampung menuju kota untuk di jual di pasar.

Banyak yang bisa di per- buat para anggota dewan dalam masa priodenya dan masyarakat bisa menikmati pembangunan yang di bangun pemerintah daerah. Dengan demikian keberhasilan pembangu- nan mendapat apresiasi dari anggota masyarakat.

Kalau aku, kata seorang te- man akan berbuat seperti itu bila aku menjadi seorang anggota dewan dan menjadi ingatan mereka apa yang di perbuat oleh anggota dewan tersebut.

Dengan demikian aku telah berjasa kepada sesama. Semoga hal menjadi perhatian kita bersama . Iya kan ?

SINERGI

Opini

S

aya suka ber-

cerita.Tapi karena tahu Saya bercerita tidak sebaik yang lain, Saya juga suka mendengar cerita. Mendengar ce- rita dari orang lain soal hidupnya selalu berhasil menarik perhatian Saya. Karena Saya percaya setiap cerita adalah pelajaran, termasuk cerita bohong sekalipun. Menga- jarkan diri Saya, untuk tidak gam- pang percaya. Mudah-mudahan Kita sepakat sampai disini bahwa sebuah cerita adalah pelajaran.

Layaknya sebuah pela- jaran, cerita juga menawarkan tingkatan-tingkatan kesulitan di dalamnya. Pelajaran eksak tentu- lah tidak sama dengan pelajaran sosial. Pelajaran eksak jauh lebih sulit apalagi di dalamnya ada uru- san hitung menghitung ketimbang

pelajaran sosial yang sifatnya lebih banyak tulis menulis. Ya, cerita juga demikian, ada pemaha- man akan pelajaran yang gampang Kita mengerti ada yang tidak. Cerita menawarkan rupa-rupa pelajaran, rupa-rupa pemahaman. Kita dibikin mudah mengerti atau tidak tahu setengah mati.

Berbesar hati adalah topik cerita kesukaan Saya seka- ligus pelajaran paling sulit yang memaksa Saya untuk mengerti. Pelajaran yang hidup yang luput di ajarkan di bangku sekolah. Maka Saya pun selalu, setiap ada kesempatan, setiap ada celah, dengan orang yang berbeda, me- minta untuk diajarkan lewat satu cerita tentang hidupnya dengan topik itu. Berbesar hati adalah pelajaran hidup paling sulit. Saya harap kesulitan Kita sama, maka Kita berteman selamanya. Agar setidaknya Kita selalu mencoba bersama-sama mempelajarinya lantas menerapkannya, bagaimana berbesar hati itu.

Sulit bukan berarti tidak bisa, itu yang pernah Saya dengar dari seorang teman. Lantas Saya pun mau mengatasi kesulitan itu dengan berusaha memahaminya. Berbesar hati adalah hal yang mudah untuk diceritakan tapi sulit untuk dipahami, dilakukan. Ban- yak yang ingin menang, tapi tak banyak yang siap kalah. Banyak yang berjuang untuk mendapat hasil yang terbaik, tapi tak ban-

yak yang sanggup menerima hasil yang buruk. Kita siap melompat untuk terbang tapi tak siap untuk jatuh. Berbesar hati tidak mudah, benar Kita sama-sama tahu kesu- litan kita. Kita sama-sama tahu berbesar hati seperti apa yang Kita maksud disini. Kita sama-sama mengerti sulitnya pelajaran yang satu ini.

Orang yang suka bercerita pastilah membaca, mendengar, melihat atau mengalami sendiri sampai ia tahu bagaimana cara bercerita yang baik dan cerita apa yang dimilikinya. Tidak ada cara lain, berbesar hati pun demikian tampaknya. Kita tidak pernah bisa mengerti caranya berbesar hati kalau kita tidak pernah mencoba berusaha mengalaminya. Mem- baca cerita, mendengar dari orang lain atau melihat langsung tak cukup kuat untuk bisa menjadikan Kita paham bagaimana rasanya. Apa yang harus kita lakukan ada- lah belajar menerapkannya. Sulit bukan berarti tidak bisa, kata-kata teman Saya memang sakti.

Kesulitan kita sama, marilah bersama-sama menga- tasinya. Pemahaman kita akan membesarkan kita, pelajaran sulit ini bisa kita pahami. Untuk semua keadaan yang menempatkan Kita dalam kondisi yang tidak kita in- ginkan, dalam kondisi yang tidak kita sukai, dalam kondisi yang tidak menguntungkan, mari men- jadi besar dengan berbesar hati.

Menjadi Besar Dengan

Berbesar Hati

Oleh : Ary Miranda, S.Stp

SINERGI

Opini

A

da tiga persoalan yang meningkat di negara kita ini. Masing masing mempunyai pesoalan yang berbeda satu sama lain. Dan tidak saling beringgungan.

P e r s o a l a n i t u menyang- kut masalah korupsi, narkotika dan partai yang berseteru sesama kad- ernya. Semuanya harus di selesai- kan dengan cara yang tidak mer- ugikan salah satu, tapi hukum harus di tegakkan dengan baik dan betul. Masalah korupsi sudah bisa kita li- hat betapa banyak yang telah dis- elesaikan melalui pengadilan dan mereka yang terlibat masalah itu pun sudah menjalani hukumannya.

Sedang masalah narkoba kini masih menjadi perhatian masyarakat banyak dan tetap mengharapkan ke- bijaksanaan pemerintah dalam men- gatasnya betul betul di harapkan . walau sudah d jalankan hukuman mati terhadap pelaku kejahatan narkoba tersebut, masih juga ada pelaku yang masih bergerak menjalankan oper- asinya untuk mengedarkan barang haram tersebut ke tengah masyarakat banyak untuk para konsumennya.

Dan hal ini sudah terbuk- ti di lapangan sudah berapa ban- yak yang tertangkap pihak kepoli- sian. Bahkan barang bukti tersebut tidak sedikit jumlahnya. Ukuran- nya berkilo kilo gram, kalau di kumpulkan semuanya. Dan berapa nilai rupiahnya. Milyaran munkin.

Dan berapa banyak ang- gota masyarakat yang menjadi kor- ban akibat memakai barang haram tersebut. Mereka tidak saja dari golongan P N S d a n m u n k i n saja dari kalangan atas yang berpang- kat. Belum lagi dari kalangan ar- tis yang memakai barang tersebut. Berapa jumlah korban yang meninggal setiap harinya akibat me- makai barang tersebut. Dan berapa jumlah mereka yang mengalami re- habilitas. Itupun kalau memang ce-

pat ketahuan bahwa ia merupakan sebagai pemakai. Kalau tidak, payah untuk mengatasinya. Dan jadilah ia korban dan terus sebagai pemakai ak- tifselama bisa dan mempunyai uang untuk menutupi keperluan membe- linya. Kalau tidak ia akan menjadi orang yang tidak waras, karena ter- gantungan terhadap barang tersebut. S a m p a i k i n i m a s a l a h narkoba masih menjadi bahan ber- ita yang tetap hangat di media, baik di surat kabar ataupun di televisi.

Ternyata bahwa kita sebagai sasaran operasianal mereka untuk di hancurkan masa depan bangsa ini terutama bagi masa depan generasi mudanya. Bila ini tak bisa di putuskan mata rantai mereka, masa depan gen- erasi mudanya akan menjadi parah. Hal ini merupakan kerja berat para orang tua yang mempunyai anak anak muda untuk menjaga masa depan mereka akan menjadi lebih baik. Tan- pa pengaruh sebagai pemakai barang haram yang sangat berbahaya un- tuk kesehatan jiwa dan raga mereka. J a n g a n h a n y a menimpa- kan kesalahan anak anak dalam ber- gaul, ytapi juga menjaga bagaima- na mereka bergaul setiap harinya. Secara nasiaonal keharmo- nisan antara legislatif dan eksekutif terlihat nyata dan benar. Lihat saja mis- alnya persoalan gubernur DKI dengan legislatifnya. Sampai sapai gubernur melaporkan kepada presiden dan men- tri dalam negri tentang persoalan yang di hadapinya, lengkap dengan lapork- an tertulisnya, ia serahkan kepada ba- pak presiden dan mentri dalam negri. Hal ini baru terjadi sejak pe- nulis ketahui sejak pandai membaca surat kabar yang sebelumnya belum pernah terjadi. Dan merupakan kejadi- an yang sangat menggemparkan dan menjadi perhatian semua orang. Beta- pa berani gubernur melawan legislatif yang selama ini diketahui bahwa leg- islatif itu kelompok orang yang diang- gap tahu segala. Dan tak bisa di lawan.

Itu di masa lalu atau di masa orde baru, bukan orde reformasi masa kini. Segalanya harus terbuka dan tidak takut di ketahui oleh masyarakat banyak. E m u a n y a t r a n f a r a n dan rakyat bisamengetahui dengan pasti apa yang terjadi di negara kita ini.

Begitulah apa yang terjadi di ibukota negara kita ini, peroalan anta- ra gubernur dan legislatifnya mencuat keluar. Dan bisa di tonton oleh khlayak melalui layar televisi yang di siarkan. Belum lagi persoalan partai partai yang mengalami perseteruan antara dua kubu masing masing hasil kongres atau munas partai yang berangkutan.

Kedua kubu merasa lebih berhak atas yang telah mereka perbuat melalui hasil musyawarah mereka. Ujungnya kedua kubu saling menadu ke pihak berwajib untuk mengatasinya.

Bahkan partai lain juga ter- pengaruh atas persoalan yang men- impa partai yang berseteru selama kader partai. Mereka bercuap agar akan membuat sebagai anggota legislatif akan mengajukan sikap mereka terhadap sikap pemerintah.

Melihat ketiga persoalanya yang sedang menimpa negeri kita, kita hanya mengharapkan kesemuanya itu akan menjadi lebih baik. Baik un- tuk partai baik juga bagi negara kita. Kebijaksanaanmengambil keputusan itu merupakan satu dari antara seribu persoalan yang harus diatasi. Dan semuanya itu hanya untuk kebaikan negara kita menjalan kan kekuasaan.

Dan tak satupun yang di- ambil dengan mudah, tanpa menge- luarkan kebijakan yang betul mem- buat semua orang merasa gembira. Negri ini kini sedang mengala- mi keadaan yang belum terjadi sebel- umnya. Keharmonisan antara kekua- tan legislatif dengan eksekutif yang saling berseberangan satu sma lain.

B e g i t u l a h a d a n y a peristiwa m a s a k i n i y a n g ter-

jadi dan kita harapkan tidak beru- lang di masa depan. Iya kan? (Rz)

Tiga Persoalan Yang Serius

Dalam dokumen MEDIA PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI (Halaman 43-45)

Dokumen terkait