• Tidak ada hasil yang ditemukan

Henry V. Surya, Sarjana Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas Indonesia, mengawali karir sebagai asisten pengajar pada Fakultas Ekonomi

JANGKA WAKTU DAN PEMBERHENTIAN BANK KUSTODIAN

JANGKA WAKTU DAN PEMBERHENTIAN BANK KUSTODIAN

Jangka waktu Bank Kustodian memberikan Jasa-jasa Kustodian mulai berlaku terhitung sejak penandatanganan Perjanjian KIK-EBA sampai tugas-tugasnya sebagai Bank Kustodian selesai menurut Perjanjian KIK-EBA, atau pemberian Jasa-jasa Kustodian diberhentikan oleh Manajer Investasi berdasarkan keputusan Rapat Pemegang EBA yang disebut pada Pasal 23.10 Perjanjian KIK-EBA.

Kejadian pemberhentian Bank Kustodian adalah sebagai berikut ini (“Kejadian Pemberhentian Bank Kustodian”):

a. Bank Kustodian dibubarkan oleh keputusan pengadilan atau oleh para pemegang sahamnya atau oleh Instansi Pemerintah yang berwenang secara hukum;

b. Bank Kustodian diputus pailit atau penundaan pembayaran atas hutang-hutangnya disetujui atau diputus oleh pengadilan yang berwenang;

c. peringkat deposito mata uang lokal Bank Kustodian telah diturunkan di bawah

“Aa2.id” oleh Lembaga Pemeringkat atau “Ba2” oleh Moody’s Investors Service;

d. Bank Kustodian telah melakukan suatu wanprestasi yang material berdasarkan Perjanjian KIK-EBA atau Dokumen Transaksi lain dan wanprestasi tersebut tidak diperbaiki dalam waktu yang disyaratkan (bila berlaku);

e. tanpa mengurangi hak Rapat Pemegang EBA, bila diminta BAPEPAM - LK dalam hal BAPEPAM - LK mempertimbangkan bahwa:

1. Bank Kustodian gagal melaksanakan tugas-tugasnya;

2. Bank Kustodian tidak lagi mempunyai kemampuan untuk melanjutkan fungsinya sebagai Bank Kustodian;

3. ijin operasi Bank Kustodian sebagai bank telah dicabut.

Bilamana terjadi Kejadian Pemberhentian Bank Kustodian sebagaimana disebut di atas, Manajer Investasi wajib menyelenggarakan Rapat sebagaimana diatur dalam Pasal 23 Perjanjian KIK-EBA.

Bank Kustodian pengganti yang ditunjuk berdasarkan Perjanjian KIK-EBA wajib (i) tunduk pada ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diatur dalam Perjanjian KIK-EBA dan Dokumen Transaksi lain, dan mempunyai semua hak-hak, kewenangan-kewenangan dan tanggung jawab, tugas dan kewajban dari pendahulunya, dan (ii) menggantikan Bank Kustodian yang diberhentikan dan memulai tugasnya sesuai dengan kesepakatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.8 Perjanjian KIK-EBA. Bank Kustodian yang digantikan wajib menutup seluruh rekening yang dibuka atas namanya untuk kepentingan Pemegang EBA bilamana rekening-rekening semacam telah dibuka oleh Bank Kustodian pengganti dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kerja sejak Bank Kustodian pengganti menerima penunjukan tersebut. Semua dana yang berada dalam tiap rekening pada Bank Kustodian yang digantikan wajib ditransfer ke rekening yang sama peruntukannya di Bank Kustodian pengganti, segera setelah rekening-rekening tersebut dibuka.

Seketika pada saat terjadinya salah satu dariKejadian Pemberhentian Bank Kustodian, Bank Kustodian wajib untuk memberikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis mengenai pelaksanaan tugas-tugas dan kewajiban-kewajibannya selama masa tugasnya dan menyerahkan laporan tersebut kepada Manajer Investasi

tidak kurang dari 5 (lima) Hari Kerja sebelum tanggal Rapat Pemegang EBA diselenggarakan untuk membahas dan menyetujui laporan tersebut.

Selama menunggu Rapat Pemegang EBA menerima pertanggungjawaban Bank Kustodian dan membebaskan kewajibannya untuk itu, Bank Kustodian wajib tetap bertanggung jawab berdasarkan Perjanjian KIK-EBA dan menurut hukum.

Manajer Investasi wajib mengumumkan laporan pertanggung jawaban yang diterima dari Bank Kustodian dan ketersediaan laporan tersebut untuk ditinjau dan diperiksa oleh para Pemegang EBA di kantor Bank Kustodian untuk tiap Hari Kerja sebelum tanggal Rapat, dan secara bersamaan Manajer Investasi memanggil Rapat Pemegang EBA yang dalam kejadian ini diselenggarakan oleh Manajer Investasi.

Pemberhentian tersebut di atas baru efektif setelah Bank Kustodian pengganti siap secara operasional dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati antara Manajer Investasi, Bank Kustodian dan Bank Kustodian pengganti.

X

INFORMASI MENGENAI PENYEDIA JASA

BTN bertindak selaku Penyedia Jasa berdasarkan Perjanjian Penyediaan Jasa Nomor 114/PKS/DIM/08 tanggal 4 Desember 2008 antara BTN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk selaku Bank Kustodian dan PT Danareksa Investment Management selaku Manajer Investasi.

BTN memiliki pengalaman sebagai Servicer, dimana berdasarkan Perjanjian Kerjasama Pemberian Kredit Usaha Kecil Nomor : 32/PKS/DIR/1990 tanggal 29 Oktober 1990, BTN melakukan kerjasama dengan Bank BNI untuk mengelola kredit yang di ambil alih oleh Bank BNI dengan perjanjian Subrogasi ataupun pemberian kredit baru oleh BTN untuk kepentingan Bank BNI.

Dalam kegiatan ini BTN mendapatkan Collecting Fee dan Servicing Fee, sedangkan kewajiban BTN adalah mengelola dan melaksanakan dengan baik administrasi seluruh penerimaan provisi kredit, penagihan dan penerimaan angsuran, serta wajib melakukan penyetoran dengan pemindahbukuan atau dengan diperhitungkan prosentase tertentu atas penerimaan provisi serta penerimaan angsuran kredit kepada Bank BNI. Dilain pihak jika terjadi keterlambatan penyetoran atau pemindah bukuan dana yang menjadi hak Bank BNI maka BTN akan dikenakan denda.

Sedangkan untuk menghindari resiko kerugian, maka setiap pemberian kredit ditutup dengan asuransi kerugian atas jaminan kredit .

Dalam hal transaksi Sekuritisasi, maka peran BTN sebagai Penyedia Jasa (Servicer) antara lain :

a. mengumpulkan pembayaran pokok dan bunga dari Debitur ke dalam Rekening KIK-DSMF-I yang dibuka di Penyedia Jasa atas nama KIK-KIK-DSMF-I qq Bank Kustodian dan tiap bulan mentransfer dana yang terkumpul dalam Rekening KIK-DSMF-I ke Rekening Koleksi yang dibuka di Bank Kustodian. Jika terjadi Penurunan Peringkat Penyedia Jasa berdasarkan evaluasi Lembaga Pemeringkat, maka Penyedia Jasa berkewajiban untuk mentransfer dana yang terkumpul dalam Rekening KIK-DSMF-I ke Rekening Koleksi secara harian;

b. bertindak selaku kuasa dari Bank Kustodian yang merepresentasikan kepentingan para Pemegang EBA akan menyimpan Dokumentasi Kredit dengan baik dan aman, menyediakan jasa, mengatur dan mengumpulkan tagihan dengan baik, tertib, dan professional, serta dalam menjalankan tugasnya diperlakukan sama dengan tagihan yang dimilikiPenyedia Jasa.

c. Mengelola kebijakan asuransi yang berkaitan dengan Kumpulan Tagihan yang dialihkan kepada Bank Kustodian, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran, termasuk menerima pembayaran dari klaim asuransi.

d. Mengirimkan laporan bulanan yang disebut Sertifikat Penyedia Jasa kepada Bank Kustodian, Manajer Investasi, Koordinator Global dan Lembaga Pemeringkat .

e. Jika terjadi gagal bayar/wanprestasi oleh Debitur, maka Penyedia Jasa melakukan pendaftaran/balik nama Hak Tanggungan ke atas nama Bank Kustodian (bilamana diperlukan dalam rangka eksekusi terhadap Properti Dibiayai) dan melakukan eksekusi terhadap agunan kredit (Properti Dibiayai).

Segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas Penyedia Jasa diatur lebih rinci di dalam Perjanjian Penyediaan Jasa yang merupakan salah satu Dokumen Transaksi yang dibuat dalam rangka transaksi sekuritisasi.

XI