BAB II GAMBARAN UMUM TERHADAP PET BOOM
2.1. Binatang dan Jenis-jenis Binatang
2.1.2 Jenis-jenis Binatang Peliharaan dan Persentasenya
Di negara maju seperti Jepang, memiliki binatang peliharaan sudah sangat umum. Saat ini, jumlah kepemilikan binatang peliharaan di Jepang sudah semakin meningkat. Kenaikan jumlah binatang peliharaan ini tidak terbatas hanya pada satu jenis binatang saja. Terdapat berbagai jenis binatang yang dapat dipelihara oleh manusia. Namun pada umumnya, hanya beberapa jenis binatang saja yang banyak dipelihara. Hal ini disebabkan oleh beberapa pertimbangan-pertimbangan yang ada, seperti kelebihan dan kekurangan binatang tersebut dalam merawatnya. Binatang peliharaan yang paling sering dijumpai di Jepang adalah anjing, kucing,
burung, ikan, kelinci, dan serangga. Jenis-jenis binatang peliharaan di Jepang dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 2.1
Persentase Jumlah Hewan Peliharaan di Jepang
58.60% 30.90% 19.40% 5.70% 3.60% 3.30% 2.70% 2.60% 1.80% 1.10% 0.20% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% Anjing Kucing Ikan Burung Serangga Kelinci Hewan pengerat (Hamster) Cacing Amphibi (Katak, Kadal air) Mamalia lain Lain-lain
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa binatang anjing merupakan salah satu binatang peliharaan yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat Jepang, dengan jumlah persentase sebesar 58.6%. Jepang sendiri memiliki beberapa jenis anjing yang berasal dari Jepang asli, seperti Akita inu, Kai inu, Hokkaido inu, Kishu inu, Shikoku inu, dan Tosa inu. Selain anjing-anjing yang memilliki nama sama dengan nama tempat mereka berasal, terdapat sebuah anjing Shiba inu, yang namanya berarti semak belukar. Anjing ini pun disebut sebagai anjing terkecil dari anjing-anjing Jepang lainnya. Selain anjing yang berasal dari Jepang, juga terdapat anjing ras lainnya seperti Golden Retriever, Labrador, Dachsund, Chihuahua, dan Toy Poodle yang lebih banyak dipelihara oleh kaum muda. Pada mulanya anjing dipelihara sebagai binatang pemburu dan penjaga, dan terkadang sebagai maskot karena menurut kepercayaan, anjing adalah pengusir roh jahat dan
kesialan. Anjing yang dulunya dipelihara di rumah sebagai binatang pembantu (berburu dan penjaga), kini sekedar merupakan binatang kesayangan. Keadaan perumahan Jepang yang rata-rata tidak begitu besar dan hampir tidak mempunyai taman, tidak memungkinkan orang untuk memelihara anjing besar. Dengan demikian orang Jepang lebih banyak yang memelihara anjing yang berukuran kecil seperti spitz, terrier, chihua-hua, toy poodle, dan maltese agar dapat dipelihara di dalam rumah ataupun apartement.
Anjing-anjing tersebut biasanya sangat dimanja. Banyak yang memperoleh perlakuan istimewa bagaikan manusia, seperti dimandikan dengan shampo, dicukur, dan bahkan kakinya dirawat secara teratur. Di toko-toko khusus tersedia tali, kalung, topi, sepatu, baju, kosmetik, mainan, dan tempat tidur serta makanan istimewa yang bergizi untuk anjing.
Para pemelihara anjing juga sangat mematuhi peraturan tentang kepemilikan anjing, misalnya vaksinasi anti rabies dua kali setahun. Tanpa sertifikat vaksinasi tersebut anjing akan disita sebagai anjing liar. Anjing masa kini lebih beruntung karena makin panjang umurnya dan gaya hidup serta makanannya makin mirip seperti gaya hidup dan makanan manusia. Namun, timbul pula masalah lain, anjing masa kini menderita penyakit manusia. Anjing mudah kegemukan, mudah dijangkiti penyakit diabetes, dan penyakit jantung karena makanannya terlalu bergizi. Pengobatan yang diberikan sama seperti pengobatan yang diberikan kepada manusia, yaitu pembedahan, terapi obat, dan terapi penyinaran.
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa ada 30,9% responden yang memilih binatang kucing sebagai binatang peliharaannya. Orang Jepang memiliki hubungan yang panjang dengan kucing. Sudah lebih dari 1000 tahun yang lalu,
masyarakat kelas atas hidup dengan kucing. Masyarakat umum juga mulai memelihara kucing di rumah beberapa ratus tahun yang lalu. Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh organisasi industri, terdapat sekitar 70% dari kucing peliharaan ini sebagai kucing rumahan, yang berarti kucing-kucing tersebut menghabiskan waktu mereka di dalam rumah majikannya. Hal ini juga merupakan hal yang baik bagi petugas kontrol binatang, pejabat kesehatan masyarakat, dan organisasi kesehatan binatang yang telah berkampanye terus menerus untuk menjaga kucing tetap berada di dalam rumah. Kucing rumahan lebih sehat dan aman, selain itu dengan kucing berada di dalam rumah semakin mengurangi masalah di lingkungan, seperti ketika kucing membuang kotoran sembarangan, menggali di halaman di depan rumah tetangga, dan berjalan serta menggaruk permukaan mobil yang sedang diparkir.
Selain itu, terdapat pula tempat yang menunjukkan jejak hubungan antara kucing dan orang yang tersebar di seluruh Jepang, yaitu Pulau Tashirojima di Ishinomaki terletak di sebelah timur Sendai. Kota ini dikenal sebagai Pulau Kucing. Di tempat ini kucing datang untuk menyambut kapal di pelabuhan. Banyak kucing yang menunggu nelayan dengan sabar di sekitar pelabuhan untuk kembali. Selain itu, ada pula kuil kucing (Neko-Jinja) yang terletak di pusat pulau Tashirojima.
Pada urutan ketiga, sebanyak 19,4% responden yang memelihara ikan. Pada umumnya, yang memelihara ikan adalah anak laki-laki dan pria dewasa. Jenis ikan yang paling banyak dipelihara adalah ikan koi, goldfish, carp, dan tropical fish. Alasan masyarakat Jepang memelihara ikan adalah karena ikan merupakan binatang kecil dan hanya membutuhkan tempat kecil seperti aquarium sebagai
wadahnya. Sehingga tidak akan memakan banyak tempat di apartement yang kecil. Selain itu, ikan diperbolehkan untuk dipelihara di apartement dibandingkan dengan anjing. Karena ikan tidak mengeluarkan suara yang besar seperti binatang anjing.
Perkembangan goldfish atau ikan hias (mas) sangat besar di Jepang dan di negara-negara Asia lainnya. Ikan hias (mas) pertama di Jepang berasal dari China di Sakai, dekat Osaka, pada bulan Januari 1502. Secara teori, seekor ikan hias (mas) dapat berkembang keberbagai ukuran dan pada umumnya warna ikan hias (mas) mengandung pigmen oranye, kuning, dan hitam. Pertumbuhan ikan hias (mas) ini dipengaruhi oleh makanan, tempat, dan ukuran kolam.
Selain ikan mas, terdapat ikan koi (nishikigoi). Ikan koi adalah spesies ikan hias (mas) yang berharga mahal untuk hidupnya yang lama dan keindahan motifnya. Masyarakat Jepang lebih menyukai ikan koi yang memiliki warna merah dan putih, atau koi triwarna dengan bintik-bintiknya yang berwarna hitam.
Dengan persentase sebesar 5,7% burung berada di posisi keempat pada jumlah persentase binatang peliharaan yang paling banyak dipelihara. Burung selalu berada di tempat khusus dalam sejarah binatang peliharaan Jepang. Burung kecil seperti pipit dan kenari sudah sangat populer di masyarakat Jepang selama bertahun-tahun. Bahkan sebelum burung dijadikan binatang peliharaan, masyarakat Jepang kuno memandang burung sebagai makhluk suci yang membawa jiwa manusia naik ke surga setelah kematian. Sekarang burung sudah semakin banyak dijadikan binatang peliharaan. Alasannya karena burung memiliki kekhasannya sendiri, seperti suara yang unik dan warna-warna bulunya yang indah. Pada umumnya yang memelihara burung adalah pria dewasa.
Musim panas di Jepang adalah musim untuk pecinta serangga. Di Jepang, serangga sudah dicintai sebagai binatang peliharaan untuk waktu yang lama. Menangkap serangga masih menjadi hobi populer di kalangan anak-anak sekolah di Jepang. Maka dari itu, tidak jarang terlihat anak-anak membawa jaring raksasa dengan kotak untuk menyimpan serangga yang tergantung di leher mereka di sekitar taman. Selain itu, masyarakat Jepang juga sangat suka mendengar suara serangga pada malam hari di musim panas. Jenis serangga ini disebut dengan jangkrik. Persahabatan yang mereka tawarkan adalah melalui kicau suara yang mereka buat. Suara kicauan ini membuat nyaman kepada orang tua-orang tua pada setiap malam musim panas. Jangkrik yang paling populer adalah Suzumushi. Banyak orang yang masih memelihara suzumushi untuk menikmati suara-sauara mereka yang terdengar seperti denting lonceng. Para pecinta serangga seringkali memasukkan serangga ke dalam terarium kaca dan memungkinkan serangga untuk bertelur di dalam terarium tersebut. Dengan persentase sebesar 3,6% responden memilih serangga sebagai binatang peliharaannya.
Meskipun anjing dan kucing saat ini merupakan binatang peliharaan dalam golongan mamalia paling populer di Jepang, namun kepopuleran kelinci sebagai binatang peliharaan juga patut dipertimbangkan. Terdapat 3,3% responden yang memelihara kelinci. Telinga kelinci yang panjang menjadi daya tarik bagi anak- anak perempuan dan wanita dewasa untuk memeliharanya.
Selain itu, dengan persentase sebesar 2,7% responden memilih binatang hamster sebagai binatang peiharaannya. Alasan memelihara hamster dikarenakan binatang tersebut sangat lucu dan menggemaskan.